Tittle : Kyumin; Another Love Story
Chapter I
cast : Kyuhyun, Sungmin, Donghae, Eunhyuk, and other Super Junior members
Rate : T
Author : Kani
Warning: Genderswitch. probably typos everywhere. ini pertama kalinya aku buat fanfic T_T
"Kyu sedang apa kau dikamar sana? coba turun dulu sebentar!" teriak seseorang yang Kyuhyun yakin adalah umma satu-satunya itu. Kyuhyun yang sedang bermalas-malasan diatas ranjang dan memangku sang laptop tercinta hanya diam tidak membalas. matanya tidak bisa lepas dari layar LED yang menampilkan peperangan antar 2 musuh yang sangat sengit. Kyuhyun memang sangat tahan untuk seharian berada didalam kamar hanya bermain game untuk menghabiskan waktu libur satu hari ini.
"aku tak akan membiarkanmu menang. aku sudah bersusah-payah sejauh ini jadi sebaiknya kau mati! mati! mati!" kutuk kyuhyun sendiri sambil tangannya aktif menghujam sadis tombol di keyboardnya tersebut.
"Cho Kyuhyun apa kau mendengarkan umma?" suara seorang Cho Heechul-umma Kyuhyun terdengar 2 kali lebih keras dari yang sebelumnya. terdengar biasa tapi mengandung nada yang mengancam di telinga Kyuhyun.
dan sebagai anak yang berbakti dan yang pasti, takut akan umma nya tersebut Kyuhyun mem-pause game yang telah ia mainkan selama tiga setengah jam itu dengan berat hati.
"iya umma aku dengar." sahut kyuhyun. Ia menaruh laptop nya itu di meja di sebelah tempat tidurnya dan melakukan sedikit perenggangan karena badannya yang terasa pegal dan sedikit keram akibat bermain game terlalu lama. setelah dirasa cukup Ia pun keluar dari kamarnya dan turun menuju ke sumber suara yang diyakininya sedang berada di ruang tamu atau di ruang makan.
"kau lama sekali. apa saja yang kau lakukan didalam kamar selama itu? umma yakin kau hanya bermain game-game membosankanmu itu terus." kyuhyun yang sekarang sudah turun itu menoleh kearah ruang makan tempat sang umma sedang menggerutu. disana umma nya tidak sedang sendiri. dia bersama seorang teman karibnya yang juga merupakan tetangga sebelah mereka. Kyuhyun mengenali sosok itu. sosok itu ialah Leeteuk ahjumma. umma seorang Lee Sungmin.
kyuhyun menghela nafas lega saat pandangan matanya tidak menangkap 'orang lain' lagi disitu. yang tentu saja yang dimaksudnya adalah Lee Sungmin.
Ia mengendus wangi yang memanjakan hidungnya. dan matanya berbinar dikala melihat sang umma mengeluarkan sesuatu dari microwave. cupcakes. Kyuhyun langsung mendekat ke arah sang umma.
"Annyeonghaseyo Leeteuk ahjumma" Kyuhyun membungkuk seraya tersenyum ke arah Leeteuk yang sedang duduk dan menghias cupcake nya.
"annyeong Kyuhyun-ah" balas leeteuk ramah sambil tersenyum.
PLAK
"umma appooo.." ringis Kyuhyun manja karena tangannya yang baru saja kena hajar oleh sang umma karena mencoba mengambil cupcake yang baru saja ditaruh diatas meja.
"andwae! ini umma buat khusus untuk Cho Hangeng appa mu tersayang" ujar Heechul tersenyum ke arah kue buatannya itu.
"lalu mana untuk Cho Kyuhyun anakmu yang tersayang ini?" rengek Kyuhyun.
"TARAAAA.. ini untuk Cho Kyuhyun. spesial buatan lee Sungmin!" tiba-tiba munculah seorang yeoja imut menggunakan apron dengan kedua pipi yang tercoreng tepung keluar dari dapur membawa sebuah tray yang diatas nya sudah ada cupcakes dengan krim berwarna biru muda dan pink. tidak lupa dengan taburan choco chips yang membuatnya indah.
'aish! ternyata ada dia!' batin kyuhyun. dia mendengus sebal. ah dia sejenak lupa kalau disana juga ada sang umma dan Leeteuk ahjumma. dia merasa akan sangat tidak gentle bila dia memperlakukan sungmin semena-mena didepan mereka.
"aigooo.. Kyuhyun-ah, Sungmin benar-benar niat untuk membuatkanmu cupcakes. lihat ini wajah cantiknya sampai penuh tepung demi kau" ucap Heechul sambil mengusap wajah Sungmin dengan tissue basah.
"tapi memang Sungmin sering membuatkan kue dan bekal untukmu khan kyu? kau memakannya khan?" pertanyaan dari Leeteuk ahjumma membuat Kyuhyun kaku dan menelan air liurnya berat. dia memandang kearah Sungmin sekilas. dan pandangan mereka pun bertemu.
yeoja itu tersenyum kecil "tentu saja. Kyuhyun selalu memakannya kok umma." kata Sungmin tanpa mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun. Kyuhyun pun langsung membuang mukanya.
"nah baiklah, lebih baik kau cicipi dulu cupcakes spesial buatan sungmin ini Kyu." Heechul menggandeng namja 18 tahun itu untuk duduk di kursi meja makan dan menyodorkan cupcakes itu didepannya.
Sungmin langsung mengambil tempat disebelah kyuhyun. Kyuhyun sedikit kaget karena Sungmin yang terlalu dekat dengannya. dia menggeser sedikit badannya menjauh. Ia kemudian menoleh pada cupcakes itu dan perlahan mengambil se-sendok kecil kue buatan Lee Sungmin itu dan membawanya ke mulutnya.
Kyuhyun mengunyah perlahan seraya berdoa semoga kue ini tidak mengandung racun atau ramuan cinta aneh yang mungkin saja Sungmin taruh didalamnya. oke kali ini Kyuhyun sudah berlebihan. kelembutuan moccha kue itu juga krim yang manis masuk kedalam tenggorokkan Kyuhyun.
"enak" desisnya tanpa sadar. dan tanpa sadar pula tangannya kembali mengambil satu sendok besar cupcakes itu.
"woahh!" teriak tiga orang yang berada disana serempak.
"aku berhasil!" pekik Sungmin bahagia. Kyuhyun terkaget dengan pekikan sungmin baru saja. 'apa aku baru saja memujinya? dan kenapa aku memakan lagi kue aneh ini. wah sepertinya memang ditaruh ramuan adiktif agar aku mau mencobanya lagi. lebih baik kuhentikkan.' hati Kyuhyun berbicara sendiri.
"chukhahae Sungmin-ah. kau berhasil!" Heechul memberi selamat dan memeluk sungmin. Kyuhyun berdecih sebal melihat adegan tersebut. "ah... aku lupa. minggu lalu aku membeli 2 buah tiket pertunjukkan opera. pertunjukkannya hari ini. tapi hankyung sepertinya tidak bisa pulang cepat. bagaimana kalau itu untuk kalian saja sekalian jalan-jalan? eottae Kyuhyun-ah? ajaklah Sungmin jalan-jalan." lanjut Heechul lagi.
baiklah, sudah bagus Kyuhyun mau berperilaku baik dan sopan didepan Sungmin. dia bahkan mau memakan sesuatu yang dibuat oleh sungmin tanpa dimuntahkan kembali. dan ini apalagi? jalan-jalan berdua? apa setelah itu umma nya mungkin akan memberikan tiket pulang pergi Seoul-Perancis-Seoul untuk bulan madu sekalian? pikiran kyuhyun mulai ngawur plus kacau sekarang.
"tidak apa-apa khan teukie-sshi?" Heechul menoleh kepada Leeteuk yang terlihat oke-oke saja dan mengangguk. "aku sangat tidak apa-apa." ucap Leeteuk.
"iya Kyuuuu.. ayo kita menonton opera" bujuk Sungmin seraya menarik-narik ujung lengan Kyuhyun.
sedangkan Kyuhyun sendiri hanya bisa menyandarkan tubuhnya lemah dan menatap tidak percaya pada kenyataan yang disuguhkan didepannya kini. tiga lawan satu memang bukan peperangan yang seimbang. lagi pula perlawanan macam apa yang bisa dia lakukan kini bila salah satu dari tiga orang tersebut adalah ratu pemegang senjata terampuh dan tak terbantahkan Cho Heechul?
karena merasa sudah kalah telak maka Kyuhyun pun hanya bisa mendesah berat dan mengangguk pasrah.
'mati saja aku saat ini'batin namja pecinta game Starcraft itu.
"woah ternyata opera ini! aku sepertinya pernah mendengarnya. hmm.. Swan Lake. pasti mengenai angsa!" seru Sungmin. yeoja itu sedang sibuk bermonolog ria sambil memandang sebuah tiket dan brosur pemberian dari umma Kyuhyun. akhirnya jadilah mereka-Kyuhyun dan Sungmin- kini sedang berjalan memasuki sebuah gedung besar tempat dimana pementasan opera itu akan berlangsung.
muka Sungmin yang berbinar dan tidak bisa berhenti tersenyum itu kontras dengan wajah seseorang yang berjalan disebelahnya. Kyuhyun tampak masam dan tidak bersemangat sama sekali. setiap penuturan dari Sungmin hanya dianggap sebagai angin lalu baginya. menonton pementasan opera itu khan akan lebih seru bila dengan orang yang kau sukai. bukan yang kau benci. itulah pemikiran Kyuhyun. jujur saja Kyuhyun memang punya banyak teman yeoja tapi baru Sungmin lah satu-satunya yeoja dan yang pertama kalinya keluar dengannya seperti ini.
"Hei Sungmin." Kyuhyun mulai membuka suaranya. Sungmin pun menorehkan wajahnya memandang wajah Kyuhyun yang terlihat datar dan menghadap kedepan.
"ya Kyu?"
"kau sangat ingin menonton drama ini bukan?"
Sungmin mengangguk cepat. "tentu! sepertinya drama ini bagus dan.."
"kalau begitu menonton saja sendiri." potong Kyuhyun cepat. air muka Sungmin langsung berubah otomatis setelah mendengar kata-kata Kyuhyun barusan.
"k-kenapa begitu? tiket ini khan ada dua. lagipula kau sudah setuju mau menontonnya. kalau ahjumma tahu kau tidak menonton..."
"tidak usah jadi tukang mengadu bisa tidak? bukankah katamu kau sangat ingin menonton opera itu? sudah bagus aku mau mengantarmu kesini. kau pasti sudah tahu nomorku khan? kalau sudah selesai cukup sms saja." Kyuhyun langsung membalikkan badannya hendak berjalan pergi ketika tiba-tiba Sungmin menahan ujung jaket Kyuhyun.
"Kyuhyunnie.." ucap Sungmin pelan. raut mukanya saat ini sama seperti raut muka yeoja 5 tahun yang sedang dilarang umma nya untuk makan eskrim.
"aish" desis Kyuhyun. Ia paling benci saat Sungmin memanggilnya begitu. Kyuhyunnie? panggilan manja macam apa itu? "apa? sudahlah.. lebih baik aku mencari game cafe terdekat daripada bersamamu."
tubuh Sungmin melemas dan matanya terasa berat. sepertinya Kyuhyun memang sangat membencinya dan berniat pergi.
"Kyuhyunnie.." panggil Sungmin sekali lagi. kali ini dengan suara yang bergetar. Kyuhyun yang mulai kehilangan kesabaran pun berbalik ke arah Sungmin
"APA LAGI LEE SUNGMIN?" teriak Kyuhyun yang sudah emosi tanpa sadar kalau dirinya sekarang sedang berada di tempat umum. Sungmin yang melihat reaksi Kyuhyun pun tidak bisa menahan rasa sesak yang ada dihatinya. air yang ada dipelupuk matanya pun keluar sudah menggenangi pipi chubby nya.
"hiks... Kyuhyunnie mengapa begitu? hiks.." dan keluarlah isakan tangis itu dari mulut Sungmin. Kejadian itu sukses membuat orang-orang yang berada disana menatap pada KyuMin. terutama pada Kyuhyun dengan pandangan tak suka. karena memang mereka kini sedang berada di Main Entrance untuk memasuki aula besar opera yang akan berlangsung sebentar lagi.
"namja macam apa itu. membentak yeojachingu nya sendiri dimuka umum. cih!"
"kasian sekali yeoja itu."
"namja itu galak sekali. aku tidak mau kalau anakku sampai punya namjachingu seperti dia!"
sindiran-sindiran dari orang-orang yang melewati mereka itu masuk ke telinga Kyuhyun. membuat Kyuhyun menjadi salah tingkah sendiri mendengarnya. dia menggaruk keras kepalanya frustasi meskipun tidak ada rasa gatal sedikitpun.
Dia menatap Sungmin yang masih menangis sesegukan.
"Ya! Sungmin, hentikan tangisanmu itu. apa kau tak lihat semua orang jadi memandang kearah kita?" bisik Kyuhyun pelan.
"hiks.. habis kau pasti hiks.. akan pergi juga khan? hiks.. kenapa? khan ini hanya sekedar menonton hiks.. opera." Sungmin tidak bisa berhenti menangis dan itu malah menambah banyak daftar pasang mata yang seolah menuduh Kyuhyun.
"jinjja!" desis Kyuhyun pelan dan menghembuskan nafasnya kasar. Ia mengelus kasar wajahnya dan menatap Sungmin lama. Sungmin terus saja menunduk dan terisak.
"hentikan tangisanmu. sedikit lagi opera itu akan dimulai." ucap Kyuhyun dan berlalu dari hadapan Sungmin.
Sungmin yang masih sesegukan itu pun langsung menghentikan tangisnya saat dilihatnya punggung Kyuhyun makin menjauh dan memasuki pintu teater opera.
"Kyuhyunnie tunggu akuuu..." teriak Sungmin sambil berlari mengejar Kyuhyun dengan senyuman di wajahnya. ah ternyata hanya karena hal itu mood mu bisa cepat berubah Lee Sungmin. ternyata hanya seorang Cho Kyuhyun lah yang bisa membuat Lee Sungmin menangis dan tersenyum sekaligus.
Selama pertunjukkan belangsung Sungmin tidak bisa berhenti menunjukkan kekagumannya pada sang Odette-tokoh utama di pementasan opera itu. Sebentar-sebentar dia akan menyenggol lengan Kyuhyun untuk memberitahukan pada namja itu tentang kekagumannya dan hal tersebut sukses membuat Sungmin mendapatkan death glare dari Kyuhyun karena telah mengganggu acara tidurnya.
Selama 2 jam 35 menit itu Kyuhyun mencoba tidur meski terus diganggu oleh Sungmin. pada saat ia sedang mau menghibur dirinya bermain game orang-orang yang duduk didekatnya melarangnya karena menurut mereka Kyuhyun justru lebih berisik dari pementasan. salahkan saja mulut Kyuhyun yang tidak bisa berhenti menggerutu pada lawan mainnya itu.
Mereka sekarang sedang berjalan keluar dari Gedung pementasan menuju ke parkiran untuk pulang ketika tiba-tiba Sungmin mengajukan sebuah permintaan kepada Kyuhyun.
"ayolahh Kyuhyunnie.. aku sudah sangat lapar. aku juga tahu kalau kau pasti juga lapar, tadi aku dengar perutmu berbunyi. kita cari restauran saja yuk! jebal Kyuhyunnie." bujuk Sungmin.
Kyuhyun yang sedari tadi terus menguap pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. memang sih dia lapar. tapi lagi-lagi karena alasan seorang 'Lee Sungmin' lah ia jadi malas makan.
"Didekat sini ada restauran yang menjual jajjangmyeon enaaaakkk sekali. ayo kita kesana Kyu!" bujuk Sungmin lagi karena dia tahu Kyuhyun sangat menyukai masakan itu. tapi lagi dan lagi Sungmin hanya mendapatkan gelengan kepala dari Kyuhyun.
Sungmin mendengus sebal pada sifat Kyuhyun yang selalu cuek dan dingin kepadanya. tidak bisa lembut sedikiiiiit saja, sekaliiii saja.
"cepat naik! percuma menunggu seumur hidupmu pun aku tidak akan membukakan pintu itu untukmu." perintah Kyuhyun ketika ia melihat Sungmin yang masih belum naik ke atas mobil.
'kata-katamu selalu mencoba membuatku putus harapan terhadapmu saja Kyu' batin Sungmin. dia pun membuka pintu dan duduk dibangku tepat disebelah bangku kemudi Kyuhyun tidak lupa memasang seatbeltnya.
mobil BMW X6 kepunyaan umma Kyuhyun itu langsung melesat keluar dari area parkir dan menuju ke jalan raya.
didalam mobil itu tidak ada yang saling berbicara. Sungmin terlihat sedang sibuk memikirkan cara agar dia bisa sedikit berlama-lama dengan Kyuhyun. dan memang tidak bisa dipungkiri dia juga lapar.
"Kau boleh tambah porsi semaumu deh Kyu. ayo kita makaaann. aku khan lapar. kau jahat sekali, masa kau tidak kasihan padaku. aku bisa kena penyakit kalau terus kelaparan begini." Sungmin melancarkan aegyo nya sembari memegang perutnya mempertegas keadaan bahwa dia memang lapar. Sungmin kembali mendengus saat dilihatnya Kyuhyun yang tidak terpengaruh sama sekali. ia terus saja menyetir tanpa memalingkan matanya dari jalan raya.
"aku mohon Kyu. kalau umma atau appa tahu aku belum makan dan malah sakit aku akan dimarahi dan tidak boleh pergi keluar lagi." rengek Sungmin bersungguh-sungguh. dan seperti terkena sambaran petir Kyuhyun pun langsung teringat akan satu hal. orangtua Sungmin. jangankan Sungmin, kemungkinan ia juga akan dimarahi bila membawa anak kesayangan mereka ini pulang dalam keadaan busung lapar.
'hahh.. sabar Cho Kyuhyun, anggap saja kau lakukan ini semua demi umma mu tercinta dan demi Leeteuk ahjumma.' ucap Kyuhyun dalam hati. dan setelah itu ia langsung bantir stir dengan cepat dan memutar arah berlawanan dengan arah jalan pulang.
"eh?" Sungmin terkaget dengan reaksi Kyuhyun barusan.
"kok kita.."
"tunjukkan dimana letak restauran jajjangmyeon itu." potong Kyuhyun datar.
"Benar khan? Jajjangmyeonnya enak khan?" tanya Sungmin sambil tersenyum-senyum sendiri melihat Kyuhyun yang makan dengan lahapnya. terlihat sekali kalau ia sedang lapar. Sedangkan Sungmin? yeoja yang daritadi mengeluh lapar itu malah belum menyentuh makanannya sama sekali. dia sedang asyik menatap namja didepannya ini. betapa bersyukurnya dia bisa makan malam berdua diluar bersama dengan namja yang sudah lama dia sukai. bisa nonton dan makan malam bersama hanyalah salah satu dari sekian banyak khayalannya dari dulu, sekarang bisa menjadi nyata. meskipun perasaan sang namja masih tidak berubah secuilpun padanya tapi Sungmin tetap bersyukur.
"diam dan makan saja makananmu lalu setelah ini kita pulang." ujar Kyuhyun dengan mulut penuh. Sungmin malah makin tersenyum melihatnya.
'apa begini cara Kyuhyun makan setiap hari? atau karena ia sedang lapar saja? ah ia lucu sekali. padahal yang didalam mulutnya belum habis sudah ditambah lagi. pipinya menggembung lucu dan fokusnya hanya pada makanan. bahkan ia tidak menyadari kalau saus jajjangmyeon itu sudah mengotori sudut-sudut bibirnya. lucu sekali.' batin Sungmin.
"pasti kau tidak lapar khan? hanya mengancamku makan malam berdua denganmu agar kita bisa berdua lebih lama khan? sayang sekali akal licikmu terbaca olehku." gumam Kyuhyun sambil terus makan.
"a-apa? tidak begitu. mengancammu apa? aku tidak pernah mengancammu. tadi jajjangmyeon ini agak panas jadi aku tunggu sebentar. ini aku baru akan makan" balas Sungmin dan mulai memakan rakus jajjangmyeon yang ada dihadapannya karena gugup.
"membawa-bawa nama orangtuamu itu kau bilang bukan mengancam? sudahlah Lee Sungmin aku tahu akal bulusmu."
"YA! aku sama sekali tidak mengancammu. apa yang kukatakan seusai opera tadi memang benar! bisa tidak sih kau sedikit saja tidak berpikiran negatif tentangku? lagipula... memangnya apa salahnya kita lebih lama berdua? memangnya kau tidak bosan selalu dirumah?"
"aku tidak pernah merasa sebosan sekarang. dimana saja asal tidak bersamamu itu yang lebih baik."
"ihh.. kau itu menyeramkan sekali. kau hanya bercanda khan? tega sekali kau." Sungmin mencoba tersenyum miris menjawab pernyataan sarkastik Kyuhyun.
"cha! aku sudah selesai. kau juga sudah selesai khan? ayo kita pulang." Kyuhyun beranjak berdiri meskipun Sungmin belum selesai mengunyah jajjangmyeon yang masih banyak dimulutnya.
"tu-tunggu aku Kyu!" Sungmin langsung berdiri dan meminum minumannya cepat lalu menyusul Kyuhyun yang sepertinya sudah dari kasir dan keluar dari restauran itu meninggalkan Sungmin.
"aish namja itu! tidak bisakah dia menunggu yeojachingunya selesai makan dulu." desis sungmin yang mulai berbicara delusional sambil tersenyum-senyum sendiri. dia berlari-lari kecil mengejar Kyuhyun.
"Kyu jalanmu cepat sekali kenapa kau..." Sungmin berhenti berbicara dan berjalan saat dilihatnya Kyuhyun yang juga menghentikan langkkahnya tiba-tiba. dilihatnya Kyuhyun sedang menatap kedepan dengan tatapan yang sulit diartikan. Sungmin mencoba melihat arah pandang Kyuhyun saat dilihatnya seorang yeoja yang sangat cantik, berkulit putih, rambut brunette lurus itu terlihat indah saat diterpa angin, dan juga senyumannya yang sangat menawan saat tersenyum. yeoja itu sedang berjalan kearah mereka.
"woah" tanpa sadar Sungmin berdecak kagum melihatnya tanpa berkedip. jujur sebagai yeoja pun Sungmin terkesima melihat makhluk yang cantik nyaris sempurna seperti itu. diliriknya Kyuhyun yang juga menatap dengan ekspresi yang sama seperti dirinya. hanya saja, ada tatapan lain yang Sungmin tangkap dari cara pandang Kyuhyun ke yeoja tersebut. entah apa arti dari cara pandang itu tapi hati Sungmin sedikit sakit melihatnya. sedikit? apa benar hanya sedikit Lee Sungmin?
"eh? Kyuhyun-ah? kau ada disini?" suara yeoja itu membangunkan 2 pasang manusia yang daritadi hanya terdiam dengan pemikiran masing-masing.
Sungmin yang tersadar terlebih dahulu kemudian mengguncang sedikit lengan Kyuhyun saat dilihatnya namja itu masih juga diam mematung.
"D-Donghae?"
~ To Be Continue ~
Haiii~ Chapter 1 update :)
rencana aslinya sih ya, fanfic ini mau aku buat YAOI. karena aku lebih sering baca YAOI ketimbang GS. tapi entah bisikan setan darimana *lirik Kyuhyun* akhirnya jadi GS deh hehehe. mianhae ya bagi yang ga suka GS juga bagi yang ga suka Donghae aku jadiin cewek disini.
jeongmal jeongmal gomabseumnida untuk yang udah rela memberi review untuk fanfic yang satu ini. aku baca semuanya lho :) dan intinya kalian ada yang mau kyuhyun juga menderita binti sengsara, ada yang mau Kyuhyun jadi lebih kejam(?) dan ada mau dimunculin tokoh namja yang super ganteng(?). aku munculin superman atau batman gimana? kekekeke~ konsep cerita ini sih udah ada di otak aku dari awal sampai akhir. tapi saran kalian boleh juga jadi pertimbangan. kelihatannya fanfic ini lebih banyak silent reader nya ya.. hiks hiks..
may I ask you to give another review for this chapter?
Terima kasih ^^
