OUR BEHIND
.
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Other Cast
.
Rated : M
.
GS/Typo(s)/Membosankan/Pasaran/Tidak sesuai EYD/OOC
.
Semua Cast milik diri mereka masing-masing, orang tua, dan Tuhan YME.
Saya hanya meminjam nama mereka saja.
.
Don't Like Don't Read
^Happy Reading^
.
.
Bias cahaya matahari pagi kini mulai menerobos melalui ventilasi ruangan yang sudah di design sedemikian rupa, mengusik makhluk Tuhan yang masih menikmati tidurnya di balik selimut.
Terdengar leguhan lirih dari yeoja yang tertidur berbantalkan lengan kekar namja disebelahnya. Sungmin, ia merenggangkan ototnya seraya menguap, mendudukan tubuhnya sambil memegangi selimut menutupi tubuh yang tak berbalut pakaian.
"Mana pakaian ku? Dimana Kyuhyun melemparnya?".
Sungmin menepuk kepalanya, ia baru ingat setelah mandi bersama malam tadi Kyuhyun langsung menyerangnya. Bahkan handuk tak ia perlukan. Kyuhyun langsung membawa tubuh basahnya ke atas ranjang.
"Ish, tak sabaran sekali dia itu".
Beruntunglah masih ada kemeja Kyuhyun yang tergeletak malang di lantai. Setelah memakainya, Sungmin beranjak, berjalan kearah jendela dan membukanya lebar. Menghirup udara sejuk bercampur sinar matahari. Pertengahan musim semi.
Tak berniat membangunkan Kyuhyun, Sungmin memilih melangkah ke kamar mandi. Membilas tubuhnya sebelum memulai aktivitas hari ini.
.
.
.
"Pagi". Sapa Sungmin sembari menuang susu kedalam gelas.
Kyuhyun tersenyum, Ia mengecup singkat bibir Sungmin, lalu mendudukan tubuhnya disalah satu kursi meja makan.
"Kau akan pergi?". Tanya Kyuhyun.
"Ya, ada mata kuliah pagi hari ini". Sungmin menyerahkan segelas susu pada Kyuhyun, yang langsung diteguk namja itu. "Setelah itu aku ada janji bertemu dengan Heechul eonni".
"Heechul noona? Ada apa?". Tanya Kyuhyun - lagi.
Sungmin menggelengkan kepalanya, meneguk susu perisa pisang sebelum menjawab. "Tak tau, dia bilang akan memberitahuku langsung nanti".
Kyuhyun membuka mulutnya saat Sungmin menyuapinya sepotong roti selai kacang. "Kau sudah memikirkan tawaranku?". Tanya Sungmin.
"Apa?".
"Berbaikan dengan Siwonie".
"Bisakah kau memanggilnya Siwon? Choi Siwon bila perlu".
"Apa aku salah?".
"Salah besar, itu menjijikan Ming".
Sungmin bedecih tak suka. Ia melirik jam dinding disana. Satu jam lagi kelasnya akan dimulai. "Terserah kau saja". Sungmin mengambil tasnya. "Aku berangkat dulu, pikirkan kembali tawaran ku jika kau memang menginginkanku berhenti menjadi dancer".
Sungmin melangkahkan kakinya pergi, tak lupa ia mengecup bibir tebal Kyuhyun sekilas. Seolah tak mendengar apa yang Sungmin ucapkan, namja itu tetap asik menikmati sarapan paginya.
.
.
.
Tak banyak jadwal kegiatan untuk aktor tampan Cho Kyuhyun hari ini. Hanya menandatangani kontrak film terbarunya dan melakukan pemotretan untuk iklan ponsel keluaran terbaru.
Setelah 2 jam melakukan pemotretan, Kyuhyun langsung menuju tempat dimana mobilnya terpakir disana. Sulit memang mengingat tak sedikit fans yang menunggu namja berumur 21 tahun itu keluar. Senyuman manis dan lambaian tangan Kyuhyun mampu membuat para fans itu histeris, tak ingin menyia-nyiakannya para fans cepat cepat mengabadikan dengan kamera bawaan mereka. Tak lama itu berlangsung, Kyuhyun pun menginjak pedal gas mobilnya membelah jalanan padat kota Seoul.
"Hyung". Tanya Kyuhyun pada namja bertubuh gempal di depannya.
Namja yang dipanggil hyung itu meletakan ponselnya di meja. Sebut saja ia Shindong, namja yang tak lain adalah manager Kyuhyun itu menatap Kyuhyun setelah menyesap kopi panasnya.
Mereka kini berada di café tempat biasa melepas penat. Memesan ruangan khusus untuk menjaga privasi mereka.
"Wookie noona bilang, selain Donghae dan aku, ada aktor lain di film baru Hanggeng hyung".
"Ya".
"Siapa?".
Dahi Shindong mengerut bingung. "Kau tak tau?". Kyuhyun menggeleng pelan. "Siwon, Choi Siwon. Ku pikir kau sudah tau".
Mata Kyuhyun membulat tak percaya mendengarnya. "Mwo? Siwon?".
"Ya, memang kenapa? Tak masalah bukan? Bukankah dia Hyung mu?".
Kyuhyun menyunggingkan senyum remeh serta mengepalkan tangannya. Ia mengutuk keras kalimat Shindong barusan. Hyung?
"Batalkan kontraknya hyung, aku tak mau bermain di film itu".
Sukses Shindong terbatuk karena terkejut. Apa manusia didepannya itu sudah gila?. "Ya! Apa kau gila? Kau baru saja menandatangani kontraknya tadi siang, mengapa kau minta untuk aku membatalkannya?".
"Memangnya kenapa?".
"Kau tanya kenapa? Omo~ ternyata kau memang sudah gila. Apa kau tak memikirkan denda yang akan kau dapatkan huh? Terlebih kau akan dicap jelek karena seenaknya sendiri membatalkan kontrak".
"Uang tabunganku cukup untuk membayar dendanya bukan?".
Shindong bedecih. Dimasukannya ponsel miliknya kesaku celana. "Jangan campurkan urusan pribadi, bersikaplah professional". Namja itu mendirikan tubuhnya. "Besok jam 10 pagi ada pertemuan dengan para pemain untuk membahas film ini dikantor Hanggeng hyung. Kau harus datang".
Tak menunggu tanggapan Kyuhyun. Shindong berjalan meninggalkan namja yang hari ini memakai kaos putih yang dipadukan celana jeans hitam. Tak memperdulikan gumaman kesal Kyuhyun yang menembus gendang telinganya, karena ia tau, Kyuhyun masih memiliki akal sehat.
Kyuhyun mengeram kesal. Meneguk minumannya sebelum mencoba menghubungi nomor seseorang dilayar ponselnya.
"Yeobseo, kau dimana?".
.
.
.
"Selamat untuk film terbaru mu nanti".
Lelaki itu tersenyum lebar mendapat ucapan selamat dari Sungmin.
"Terima kasih Min. selamat juga untuk video clip Donghae. Gerakanmu menakjubkan".
Sungmin terkekeh geli. Sebenarnya Siwon – nama namja itu menyindirnya atau memujinya.
Tak sengaja Sungmin bertemu Siwon saat tengah menunggu Heechul. Kebetulan istri sutradara kondang itu mengirimnya pesan akan datang terlambat. Jadi beruntung Sungmin ada teman menunggu.
"Kibum apa kabar?". Tanya Sungmin.
"Baik". Sungmin mengangguk paham.
"Eomma dan appa?".
"Mereka baik, sekali berkunjunglah kerumah, eomma dan appa merindukan kalian".
Sungmin mengulum senyumnya. "Lain kali kami akan bekunjung".
Siwon mengangguk, menyesap kopi yang ia pesan. "Bagaimana hubungan mu dengan Kyuhyun? Baik bukan?".
"Tentu". Jawab Sungmin seraya terkekeh.
"Apa mereka sudah tau kalau kalian sudah menikah?".
"Jika kau memberi tahu mereka". Jawab Sungmin enteng.
Siwon tertawa geli. Baiklah, memang hanya Siwon dan keluarga merekalah yang mengetahui pernikahan Kyuhyun dan Sungmin. Bahkan Donghae yang teman mereka sejak kecil dan Shindong manager Kyuhyun pun tak tau akan hal itu.
"Siwonie, ku pikir kepopuleran mu akan redup setelah menikah, mengapa kau masih mendapatkan tawaran bermain film?".
Siwon kembali tertawa geli. Taulah jika yeoja bermata indah itu hanya meledeknya. "Kharisma seorang Choi Siwon tak perlu diragukan Min-ah".
Bibir Sungmin mencebik. Mendadak ia teringat sosok namja yang sudah menikahinya setengah tahun lalu. "Siwonie, aku masih tak tau kenapa Kyuhyun menjadi membencimu?".
Siwon menghela nafasnya sebelum menjawab."Entahlah". Ia menoleh menatap luar sebentar dari dinding kaca pembatas. "Dia selalu menganggap aku merebut eomma, kau tau kan Kyuhyun memang tak merestui pernikahan appa ku dengan eommanya".
"Apa karena kalian sama sama aktor dan saling bersaing?". Nampak canggung Sungmin menanyakannya.
Siwon tersenyum, menyuap sesendok tiramishu kedalam mulutnya dan menelannya. "Aku yang lebih dulu terjun kedunia acting, harusnya aku yang membencinya, karena dia lebih terkenal dari ku". Jawab Siwon setengah tertawa.
Sungmin tersenyum tipis. Sampai detik ini, ia masih meragukan alasan kenapa Kyuhyun sangat tak menyukai kakak tirinya. Sebelumnya Kyuhyun tak seperti itu, walau ia tak merestui pernikahan ibunya dengan Tuan Choi.
"Sepertinya memang benar". Lirih Sungmin nyaris tak terdengar.
Sungmin mengambil Ponselnya yang berdering. Menekan tombol hijau kala nama Kyuhyun lah yang tertera dilayar itu.
"Yeobseo".
"Yeobseo, kau dimana?" Tanya Kyuhyun di ujung sana.
"Sedang menunggu Heechul eonni di café dekat kampus".
"Akan ku jemput nanti". Suara Kyuhyun kembali terdengar.
"Baiklah, nanti ku hubungi jika sudah selesai". Sungmin mengangguk saat Siwon menggumamkan nama Kyuhyun.
"Saranghae".
"Nado saranghae". Ucap Sungmin mengahiri sambungannya, lalu meletakan kembali ponsel bewarna pinknya.
"Anyeong~".
Serempak Siwon dan Sungmin menoleh ke sumber suara. Menoleh pada yeoja anggun yang menghampiri mereka.
"Oh, Heechul eonni, kau datang".
.
.
.
.
Derit ranjang terdengar jelas diruangan itu. Suasana malam terkesan sangat erotis dengan desahan dan peluh keringat yang membanjiri tubuh sepasang kekasih yang tengah melakukan aktivitas malam mereka.
Tak membuang waktu lama. Setelah menyelesaikan makan malam mereka, Kyuhyun langsung membawa Sungmin ke kamar, mengunci tubuh mungil itu ke dalam kungkungannya.
Sungmin yang belum sepenuhnya siap hanya bisa pasrah mendapati serangan Kyuhyun. Sebisa mungkin membalas tiap sentuhan Kyuhyun walau namja itu selalu mendominasi.
"Eunghhhh". Sungmin melenguh keras. Kyuhyun terus menggerakan tubuhnya dalam tempo cepat. Menumbuk titik sensitivnya tepat. Sungmin akui permainan Kyuhyun kali ini sedikit kasar.
"Ahhh… Kyuhhh~".
"Aghh.. Minhhh kau semppithh".
Dengan gemas Kyuhyun memainkan benda kenyal kesukaannya, melintir nipple yang menegang itu, membuat Sungmin menggelinjang geli.
Sungmin menarik tengkuk Kyuhyun, menyatukan bibir mereka. Sebentar namja jangkung itu membiarkan Sungmin memimpin ciuman mereka, namun segera Kyuhyun mengambil alih, menyesap kuat bibir yang sudah membengkak akibat ulahnya tanpa menduakan pergerakannya dibawah sana.
Kyuhyun perlahan melepas tautan bibir mereka. Salahkan saja oksigen yang terasa semakin menipis. Mau tak mau bibir yang sudah menjadi candu itu terpisah.
Tak berhenti sampai disitu, Kyuhyun mencium leher Sungmin, kembali membuat tanda kepemilikan disana. Sungmin yang merasa selalu melayang dengan sentuhan Kyuhyun hanya bisa menengadahkan kepalanya seraya memeluk tubuh Kyuhyun erat.
"Ouhhhhh".
Bersamaan mereka mendesah keras saat klimaks menghampiri mereka. Sungmin meremas sprei yang tampak kusut saat cairan cinta Kyuhyun mengalir didalamnya. Begitu juga Kyuhyun. Ia menyusupkan tangannya dipunggung Sungmin memeluk erat menikmati sisa sisa orgasmenya.
Baiklah, ini sudah kali keberapanya cairan Kyuhyun memenuhi tubuh Sungmin. Dan belum ada tanda tanda jika Kyuhyun akan mengahiri sesi percintaan mereka.
.
.
.
"Ming".
"Hm?".
Sudah setengah jam yang lalu permainan mereka berakhir. Namun belum ada niatan untuk memejamkan mata menyambut hari esok. Kyuhyun membenarkan selimut yang menutupi tubuh polos keduanya, mengusap sayang kepala Sungmin, dan sesekali mengecupnya.
"Ada urusan apa Heechul noona meminta mu menemuinya?". Kyuhyun memulai percakapan.
"Temannya membutuhkan model iklan. Dan dia menawariku". Jawab Sungmin.
"Iklan? Apa?".
"Susu ibu hamil".
Tak pandai Kyuhyun menahan tawanya. Ia membuang wajahnya kesamping dan terbahak disana.
"Ya! kenapa kau tertawa?".
"Tak apa, lucu saja Ming".
Sungmin mengerucutkan bibirnya. Memukul pelan dada Kyuhyun. "Apanya yang lucu?".
"Ayolah~ istriku ini akan memakai baju hamil denga perut membuncit. Omo~ kau pasti akan terlihat sangat cantik". Ujar Kyuhyun dengan kekehan.
Sungmin berdecih dan menatap Kyuhyun tajam. "Kau mengejekku eoh?".
Kyuhyun makin terkekeh geli melihat ekspresi Sungmin. Bukan menyeramkan, yeoja itu malah semakin terlihat imut. "Aniyo. Lalu kau terima tawaran itu?".
Sungmin menggeleng. "Akan kupikirkan lagi".
"Apa yang harus kau pikirkan lagi. Terima saja".
"Kenapa malah kau yang semangat".
"Aaa, aku jadi ingin baby. Ayo kita buat Ming?".
Kyuhyun mengaduh saat Sungmin menyubit kesal pinggangnya. "Ya! Bahkan kita baru menyelesaikannya tadi". Kesal Sungmin.
"Arrayo. Besok saja".
Tak langsung menanggapi. Mereka kembali terdiam beberapa saat sebelum Sungmin memulai obrolan mereka lagi.
"Aku merindukan eomma".
"Bagaimana jika kita berkunjung kerumah eomma Kyu". Lanjut Sungmin saat tak ada tanggapan dari Kyuhyun.
"Jika kau merindukan eomma, kau saja yang mengunjunginya". Usapan Kyuhyun menurun ke punggung Sungmin. "Nanti akan ku antar".
"Kenapa hanya aku? Kenapa bukan kau dan aku huh?".
"Kau yang merindukan eomma, aku tidak".
Sungmin berdecih, ia menepis tangan Kyuhyun yang masih setia dipunggungnya. "Jangan menyangkal, aku tau kau juga merindukannya".
"Ada yang kau sembunyikan dari ku?". Tanya Sungmin.
"Apa maksudmu?".
Sungmin menatap wajah stoic itu lekat. "Tak mungkin kau sangat tak menyukai Siwon hanya karna kau tak merestui eomma menikah dengan tuan Choi".
"Kau ini bicara apa?".
"Katakan padaku Kyu".
"Sudahlah Ming, aku lelah. Lebih baik kita tidur. Besok aku ada jadwal pagi".
Kyuhyun memejamkan matanya. Mengeratkan pelukannya pada Sungmin.
"Aku tau kau membenci Siwon karena Kibum lebih memilihnya bukan?". Batin Sungmin. Dengan lancang, air mata itu mengalir membasahi pipi putih itu. "Apa kau memang sangat mencintai Kibum Kyu?". Tanya Sungmin membatin.
.
.
.
.
Pukul sepuluh lebih para artis ternama sudah berkumpul di ruangan tempat mereka membahas kegiatan shooting mereka nanti. Kangin dan Leeteuk, sepasang suami istri yang tak lain adalah artis senior dengan banyak penghargaan pun akan ikut meramaikan film drama berjudul Our Behind ini. Tak lupa menggaet pemilik suara emas Yesung untuk mengisi sountrack.
Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Lee Taemin, Victoria, dan Choi Siwon sebagai pemain inti sudah menerima skrip yang baru saja dibagikan Ryeowook - assistan sutradara Tan Hanggeng. Begitu pula dengan yang lain.
"Baiklah, karena skripnya sudah kalian terima, kita mulai membahasnya saja". Suara Hanggeng menjadi pusat perhatian. Besikap resmi, meski semua orang yang disana sudah saling akrab.
"Kalian sudah mengetahui peran masing masing bukan?". Semua mengangguk mengiyakan pertanyaan itu. "Ada yang ingin kalian tanyakan?".
"Hanggeng-ssi berarti ada part yang diambil di China?". Kangin menyerukan pertanyaannya.
"Ya, kita akan melakukan shooting disana".
Semua tampak sangat antusias mendengar kalimat barusan. Terlebih Victoria, mengingat Negara itu adalah tempat kelahirannya. "Victoria-ssi, kita bisa berkunjung kerumahmu, siapkan makanan yang lezat untuk kami ok?". Imbuh Donghae membuat semua tertawa.
"Jika hanya meminta makan, aku menolaknya". Sahut Victoria berpura-pura kesal.
Semua tertawa kembali. Tapi tak untuk namja Cho. Kyuhyun terus membalik-balikan lembaran naskahnya. Tak bohong jika ia tak mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Kyuhyun-ssi, ada yang ingin kau tanyakan?". Tanya Hanggeng menangkap ekspresi diam Kyuhyun.
Kyuhyun mengangkat kepalanya lalu menggeleng. "Aniyo". Jawab Kyuhyun. Tak sadar namja itu ditatap Siwon yang duduk di depannya.
Banyak yang mereka bahas. Seperti tanya jawab dengan penulis naskah, sampai membicarakan soundtrack dari film itu. Seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya. Hanggeng memilih Yesung dan Donghae yang juga berprofesi sebagai penyanyi untuk menyanyikan soundtrack itu.
"Yesung-ssi, kau bisa membahasnya lebih lanjut dengan penciptanya mengenai lagu itu, Ryeowook akan membantumu". Ucap Hanggeng yang langsung dijawab anggukan Yesung. Namja itu menoleh pada Ryeowook, tersenyum manis membuat yeoja itu salah tingkah.
"Donghae-ssi, kau mengisi sountrack utamanya, dan model video clipnya nanti, aku memakai Lee Sungmin". Lanjut Hanggeng.
"Mwo? Lee Sungmin?". Suara Kyuhyun terkesan tak terima.
"Ya, memang kenapa?".
Donghae tersenyum remeh dan memukul lengan Kyuhyun. "Kau kenapa? Iri padaku eoh?". Ledek Donghae.
Kyuhyun berdecih. "Diam kau ikan!".
"Ya sudah, untuk hari ini cukup sampai disini. Kita akan memulai shooting besok. Jadi siapkan diri kalian masing masing". Hanggeng mengahiri. "Senang bekerja sama dengan kalian, mohon bantuannya".
Hanggeng membungkukan badannya di balas oleh yang lain. Mereka saling bersalaman, berterima kasih, dan memohon kerja sama yang baik. Kyuhyun terdiam saat Siwon berdiri didepannya. Mengulur tangan hendak bersalaman.
"Senang bisa bermain film dengan mu Kyu".
Kyuhyun menjabat uluran tangan Siwon. "Ya, aku juga". Jawab Kyuhyun dingin.
"Pulanglah, eomma, appa, dan Kibum merindukanmu".
"Maaf, aku harus pulang, Sungmin menungguku". Pamit Kyuhyun tak mengindahkan ucapan Siwon. Namja bertubuh atletis itu hanya mengangguk. Membiarkan Kyuhyun pergi dan kembali berbincang dengan pemain lainnya.
.
.
.
.
Kyuhyun berjalan menuju tempat dimana mobilnya di parkir. Ia memasang headset ponselnya. Menunggu jawaban telpon dari Sungmin.
"Ming, kita bertemu ditempat biasa".
Setelah mendapat jawaban Sungmin. Kyuhyun memutuskan sambungannya kemudian membuka pintu mobil. Urung namja itu masuk kedalam ketika seorang yeoja memanggil namanya.
"Mianhae, boleh aku meminta tanda tanganmu?". Ucap sopan yeoja yang kini berada dekat disamping Kyuhyun.
"Tentu". Kyuhyun membubuhkan tanda tangannya pada kertas yang diberi yeoja tadi. Menulis ucapan singkat dipojok kertas itu.
"Gamsahamnida". Yeoja itu membungkuk. "Ah boleh aku bertanya sesuatu?".
"Ya".
"Apa benar anda ada hubungan khusus dengan Victoria-ssi?".
"Huh?". Kyuhyun nampak terkejut. Ini kali pertamanya ia mendengar gossip tentang dirinya dengan yeoja China itu. "Ah, itu hanya gossip, jangan mempercayai berita bohong itu, kami hanya teman kerja".
Yeoja itu mengangguk paham dan kembali berterima kasih saat Kyuhyun berpamit pergi. "Hubungan khusus dengan Victoria?". Kyuhyun bergumam. "Bisa babak belur aku dihajar Nickhun".
Hubungan tertutup yang dijalani para artis bukan hal yang aneh lagi bukan?. Namja Cho itu juga manjalaninya. Hampir bulan ketujuh ia menutupi pernikahannya dengan Sungmin.
Kyuhyun mengambil ponselnya saat nada dering sms terdengar. Seperti tercekik saat membaca deretan huruf dilayar itu.
'aku tahu kau dan Sungmin sudah menikah'.
.
.
.
T.B.C
Thanks To :
Cloudswan : danactebh : Ken's137 : chaWoon : Cho Rai Sa : Rency35 : Heldamagnae : abilhikmah : Kyumin Town : MinnieGalz : arisatae : hyuknie : PaboGirl : Hana
Terimakasih sudah mampir. Jangan lupa Review nya yah.
Terimakasih.
Saranghae…
