Dentingan lonceng terdengar keras di seluruh penjuru wilayah Hidleaf, terlihat berbagai hiasan menghiasi seluruh rumah dan berbagai tempat umum, warga-warga menggunakan pakaian semi formal berkumpul berjajar pada satu titik di sekitar istana besar di tengah desa.

Sudah sejak subuh mereka berkumpul di sana, menantikan sebuah peristiwa bersejarah setelah revolusi dilakukan, sebuah peristiwa yang telah di harapkan sejak bertahun-tahun yang lalu. Suara terompet kerajaan yang terdengar dua kali membuat suasana mendadak sunyi.

Seluruh penduduk yang melihat peristiwa ini diminta mundur di belakang tali berwarna merah, sebuah karpet berwarna serupa membentang panjang dan lebar yang memisah sisi kanan dan kiri. Nafas mereka seakan tertahan, menantikan peristiwa membahagiakan ini.

Hari ini, dua bulan setelah revolusi dilakukan, Raja dan Ratu baru Hidleaf akan dilantik. Semua tidak sabar lagi melihat penampilan sosok Alfa urakan namun bertanggung jawab dan juga sosok Omega yang barbar, berbalut dalam pakaian yang indah.

Beberapa menit kemudian, datanglah sebuah kereta kuda dengan beberapa pengawal dari ujung karpet. Pintu dari kereta kuda berlapis emas itu dibuka oleh sang pengawal dan tepuk tangan terdengar riuh saat sosok di dalam kereta kuda itu keluar dengan gagahnya.

Pria berambut pirang dengan senyum charming itu berjalan dengan tegap bersama dua pengawal yang berdiri beberapa meter di belakangnya, dia menggunakan kemeja berwarna putih dan menutupinya dengan sebuah rompi pendek berwarna merah tua. Rompi itu juga sedikit menutupi celana merah maroon di bawahnya.

Tak hanya itu saja, dia menggunakan jubah panjang berkerah tinggi, berwarna merah terang dengan corak tumbuhan berwarna hijau merambat di bagian bawah jubah. Hanya ada satu tali emas yang mengikat antara sisi jubah bagian atas, mengakibatkan jubah itu berkibar saat angin berhembus dengan lembut.

Penampilan yang cukup sederhana untuk seseorang yang akan menjadi Raja. Rambut yang selalu terlihat berantakan itu sedikit dirapikan di bagian sisi kanannya, di tambah dengan sedikit polesan bedak di wajahnya membuat sosok Uzumaki Naruto ini terlihat tampan di pandangan para Omega yang kini hanya bisa berteriak-teriak memimpikan sosok Alfa itu menjadi pendampingnya.

Tidak perlu atribut yang terlalu berlebihan, itu yang Naruto katakan beberapa hari sebelum pelantikannya dan kini hal sederhana sudah membuat dirinya terlihat gagah dan berkarisma.

Naruto terus berjalan seraya melemparkan senyum cerah kepada calon-calon rakyatnya, walau begitu rasa gugup sangat ia rasakan, semalam suntuk ia tidak bisa tertidur hanya untuk menantikan hari ini, ditambah lagi dengan tak terlihatnya sosok Sasuke selama satu hari penuh. Omeganya itu ditarik paksa oleh gerombolan Omega dan Beta perempuan yang sepertinya bertugas untuk mendandaninya.

Ah... Ia tidak sabar lagi melihat sosok keras kepala itu berdandan cantik, karena hari ini pula ia mengadakan pesta pernikahan untuk dirinya dan Sasuke. Dirinya akan mengucapkan sumpah sebagai seorang suami dan juga seorang Raja dalam satu waktu.

Ia pun berhenti tepat di depan gerbang kastil yang sangat megah itu lalu membalikkan badannya, menantikan sosok pasangannya yang masih dalam perjalanan kemari.

Beberapa menit kemudian, kereta kuda yang membawa Naruto mulai pergi dan digantikan dengan kereta kuda yang lain, pintu pun terbuka dan keluarlah sosok yang sontak membuat suasana yang semula riuh akan ketampanan sang Uzumaki mendadak hening.

Mata mereka terbuka lebar, tanpa sadar terpukau dengan sosok yang kini mulai berjalan dengan perlahan. Sosok berambut hitam dan berkulit pucat itu menggunakan kemeja dress putih berkerah yang sedikit panjang 5 cm di atas lutut, dan ditutupi kembali oleh sebuah rompi berwarna merah hati, pada kerah dress dililitkan sebuah pita berwanra krem yang membentuk seperti sebuah kupu-kupu berekor. Sebuah celana panjang berwarna merah maroon ia gunakan di balik terusan dressnya.

Ia menggunakan sebuah jubah berlengan panjang yang hanya dikaitkan dengan tiga kancing yang terletak di bawah pita krem tersebut, jubahnya yang berwarna merah, yang tampak lebih muda dari warna merah rompinya , menjuntai ke bawah hingga menyapu lantai karpet, kedua kakinya di lindungi oleh sepatu berhak 3 cm.

Tidak hanya itu saja yang membuat mata masyarakat terpukau melihat sosok ini, sebuah hiasan rambut berupa bunga-bungaan yang diteruskan dengan kain berbentuk jaring berwarna putih tersampir dengan rapi hingga ke punggungnya. Kedua tangannya yang ia letakkan di depan dibalut dengan sebuah sarung tangan berwarna putih.

Dengan sedikit polesan bedak dan riasan saja sudah cukup membuat Uchiha Sasuke yang sebentar lagi akan menggunakan marga Uzumaki itu terlihat lebih cantik dari biasanya. Wajah yang selalu datar itu terlihat tersenyum tipis dan berjalan dengan anggun. Ia telah memraktekan semua yang ia pelajari dan ia berharap jika apa yang dilakukannya ini tidak terlihat terpaksa.

Ia tulus dalam hati, bahkan ia rela menggunakan pakaian yang ribetnya minta ampun ini di hari berbahagia, sebelumnya bahkan duo wanita cerewet itu memaksanya menggunakan gaun yang digunakan ibunda Naruto, Uzumaki Kushina, saat pelantikan suaminya. Tentu saja ia menolaknya karena mana mau seorang lelaki menggunakan sebuah gaun yang tampak indah itu.

Pipinya bersemu merah saat melihat sosok Alfanya telah menunggu di depan sana, Alfa berambut pirang itu mulai mengulurkan tangannya saat ia telah sampai tepat di hadapannya.

Tangan besar itu menyentuh salah satu tangannya dan menariknya perlahan dengan tangan kanannya, Sasuke cukup terkejut melihat punggung tangannya yang dibalut sarung tangan panjang itu dicium dengan penuh kelembutan oleh Naruto. Wajahnya semakin memerah saat sebuah senyum tulus terlihat di wajah Naruto yang kini tengah menatapnya lekat-lekat.

"Kau benar-benar sangat cantik hari ini, aku semakin mencintaimu." Ujarnya pelan. Sasuke yang biasanya akan langsung kesal dibilang cantik, entah mengapa memilih untuk memalingkan wajahnya seraya bergumam terima kasih.

Ia sangat yakin sekali di belakang sana sudah banyak Omega yang mengumpati dirinya karena merasa iri dengan semua perlakuan Naruto di awal-awal ini.

Naruto membalikkan badannya dan membuka lengan kirinya, mempersilahkan Sasuke untuk memegangnya hingga ke dalam Kastil. Sasuke pun menyambutnya dengan senang hati dan kini mereka berdua mulai berjalan perlahan menuju ke tempat utama.

Semua terjadi begitu lambat dalam pikiran Sasuke saat seorang pendeta membacakan sesuatu yang langsung saja diikuti oleh Naruto dengan lancarnya, sebuah janji pernikahan yang akan selalu mereka pegang teguh hingga mati nanti. Sasuke bahkan mengucapkannya dengan perasaan gugup luar biasa, hal yang jarang sekali ia lakukan jika itu tidak berhubungan dengan sosok pirang di sampingnya.

Setelah sebuah ciuman lama mereka lakukan langsung di hadapan umum, mereka berdua telah resmi menjadi sepasang makhluk yang sehidup semati. Namun ini bukanlah akhir dari acara, pendeta itu mengundurkan diri dan sosok Tsunade yang memakai pakaian kerajaan itu berdiri di hadapan mereka, dengan bersama-sama kedua sosok itu merendahkan diri dan menundukan kepala.

Merapalkan janji kedua mereka untuk kejayaan Hidleaf, melindungi dan mempertahankan Hidleaf seisinya dengan bersungguh tanpa maksud tersembunyi. Tak ada kelicikan, tak ada keserakahan kekuasaan. Sebuah monarki konstitusional mereka canangkan untuk mencegah kediktaktoran sang Raja.

"Dengan ini, anda telah resmi menjadi Raja Ke-Enam Hidleaf."

Suara tepuk tangan terdengar meriah saat pelantikan telah selesai dilakukan. Naruto dan Sasuke yang telah berdiri kembali, memilih untuk membalikkan badan dan mengungumkan siapa sosok yang akan menempati tempat Jack dan Ace Kerajaan.

Nara Shikamaru, Naruto pilih menjadi Jack atau penasihat kerajaan. Ia sudah tahu bagaimana sifat dan sikap Shikamaru, walaupun terlihat malas tetapi ada berbagai strategi dan pemikiran dingin dalam kepalanya untuk membantunya.

Naruto menunjuk Hyuga Neji sebagai Ace atau jendral besar kerajaan sekaligus menjadi kesatria utamanya, ia juga mengumumkan beberapa mentri yang akan membantu tugasnya, baik dari kalangan Hidleaf asli atau dari Second Hidleaf.

Setelah semuanya selesai, kedua pasangan ini naik ke atas kastil dan menyapa rakyat-rakyat mereka dengan hati yang bahagia. Masyarakat pun tak kalah bahagianya dengan mereka. Teriakan senang semakin terdengar saat Naruto tiba-tiba saja mengumumkan sebuah berita, yang membuat Sasuke memalingkan wajahnya malu seraya menginjak kaki Naruto keras-keras, tentunya tanpa dilihat oleh rakyatnya.

"Beberapa bulan lagi kalian akan menyambut kedatangan Putri atau Pangeran Hidleaf yang baru. Ya! Ratu tengah mengandung saat ini!"

Usia kandungannya baru berjalan dua minggu, karena itulah perut Sasuke masih terlihat rata, lelaki Uchiha itu sedikit mensyukurinya karena tidak harus mempertontonkan perut buncitnya saat pelantikan tadi.

Hari ini benar-benar hari yang membahagiakan untuknya, untuk Naruto, dan untuk seluruh rakyat Hidleaf. Sebuah pertunjukan ditunjukan untuk merayakan acara ini, walaupun ia sendiri harus segera mengistirahatkan diri dan tidak melihat berbagai macam pertunjukan itu hingga akhir.

Naruto menjamu Raja-Raja yang menyempatkan diri untuk datang, merayakan keberhasilan Naruto menggulingkan kekuasaan Danzo. Hubungan Hidleaf dengan Kerajaan lain memang sedikit buruk saat kekuasaan Danzo, dengan pemerintahan baru ini diharapkan bisa menjalin kerja sama kembali.

"Sasuke, apa kau sudah tidur?"

"Belum, ada apa?"

Ini adalah kamar baru mereka, tentu saja bukan kamar bekas Danzo tempati. Kamar itu sudah di hancurkan dan di bangun kembali sebagai gudang. Sasuke yang semula duduk sambil membaca buku yang menarik ia pelajari mulai mengangkat kepalanya, hiasan pada rambutnya sudah ia lepas, begitu pula dengan sarung tangannya, pakaiannya masih tetap sama seperti tadi.

"Ada yang ingin kuperlihatkan kepadamu, hitung-hitung sebagai hadiah dariku." Ujar Naruto seraya membantu Sasuke untuk berdiri. Sikapnya menjadi lebih protektif semenjak kehamilannya diketahui, padahal Sasuke masih tampak sehat walaupun tidak sebugar saat ia kosong.

"Kau sudah banyak memberiku hadiah, aku bahkan belum memberimu apapun."

"Berikan tubuhmu saja, itu sudah cukup untukku."

"Hn." Sasuke hanya tersenyum dan terus berjalan mengikuti langkah Naruto. Entah kemana Naruto membawanya saat ini, yang pasti perlahan tempat ini terlihat lebih sepi dari tempat lain di istana ini. Jujur saja, Sasuke belum sempat mengelilingi semua bagian dari tempat ini.

Ah, ternyata lorong ini terhubung dengan dunia luar, angin dingin berhembus kencang saat mereka berdua keluar dari istana, Naruto bahkan langsung melepas jubahnya dan menyampirkannya pada bahu Sasuke, tidak ia kira jika angin pada sore hari ini berhembus terlalu kencang.

"Perkenalkan, dia adalah sosok kesatria yang akan melindungimu setelah aku. Aku bahkan langsung menunjuknya tanpa menyeleksi sama sekali karena aku yakin dia bisa melakukannya dengan sepenuh hati."

Hari ini... Memang hari yang sangat membahagiakan untuknya.

Setelah penyerangan itu di lakukan, Naruto sama sekali tidak membahas hal yang ia janjikan, Sasuke pikir jika semuanya telah selesai dan ia ikhlas menerimanya. Lagi pula hatinya tak lagi hampa seperti dahulu, ada Naruto yang selalu berada di dekatnya.

Akan tetapi, Naruto benar-benar menepati janjinya.

Kalimat singkat, "Aku berhasil." Telah mengandung sejuta arti, dan dengan bodohnya ia baru menyadari hal itu saat ini.

Tanpa banyak kata, ia lekas menerjang sosok tinggi yang berdiri tepat di hadapannya, yang langsung saja memeluk dirinya dengan erat. Menumpahkan seluruh rasa rindu yang sama-sama mereka pendam lima tahun lamanya.

"Kau sudah besar Sasuke, aku berhasil melihat dunia luar, melihat adik kecilku yang kuat dan kini menjadi Ratuku. Kau berhutang banyak cerita padaku."

Sasuke menggigit bibir bawahnya seraya menganggukkan kepalanya, "Kau juga, sialan..." gumamnya lirih.

Naruto yang melihat reuni yang mengharukan itu hanya tersenyum, tidak mungkin kemenangan yang ia peroleh ini hanya dapatkan setengah-setengah saja. Janjinya pada Sasuke adalah yang paling mutlak di dunia ini, ia tidak akan sanggup melihat Sasuke sembari mengatakan 'Aku berhasil' tanpa hasil yang nyata.

"Kembalilah saat jam makan malam. Aku harus kembali menjamu para tamu." Ujar Naruto seraya membalikkan badannya. Ia biarkan Sasuke melepas rindunya dengan kesatria pilihannya, tidak ada rasa cemburu sama sekali dalam hatinya, karena ia tahu...

"Jangan sampai membuat Sasuke lelah. Dia mengandung keponakanmu jika kau lupa."

...dia adalah Uchiha Itachi. Kakak sulung sang Omega.

"Tentu saja, yang mulia." Ujar Itachi seraya tersenyum.

..

..

Disclaimer : Masashi Kishimoto

..

..

..

..

..

Benar-benar END

AKHIRNYA SELESAI JUGA!

Puaskah kalian dengan sequel yang puanjangnya minta ampun ini?

Saya memang sengaja tidak – akan – menceritakan kehidupan NaruSasu saat memimpin Kerajaan. Konfliknya pasti bakalan berat banget. Aku lagi males yang berat-berat. Jadi ya sampai sini saja ya! Hehehehehe

Minta Reviewnya dong~ Nulis ini benar-benar melelahkan loh, tapi kalau nggak demi requestan kalian pembaca yang baik hati, mana mungkin aku mau menulisnya? Hahahahaha

Review please~

.

.

.

Kirakira Holic