Pertama-tama izinkan Author mengucapkan terima kasih pada semua reader yang mau mereview FF pertama saya yang saya buat chapter pertamanya dengan seperempat hati,
Awalnya tak mau melanjutkan karena syok sendiri melihat tulisanku yang sangat mengenaskan tapi setelah membaca review para reader saya hampir menangis haru, ternyata memang review para reader sangat berarti bagi Author jadi sudah baca jangan malas review ne.. :D
.
.
.
Lunatic Honey
Cast : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin and other...?
Reted : T for Telat Update
Gendre : Romace gak jadi
Disclaimer : FF ini sepertinya punya saya, dan saya selalu berharap Tan Hangeng menjadi suamiku.
WARNING : Typos, OOC, Gaje, Fast Channel, Dsb...
Jangan tertipu Summary, author buatnya asal aja #pletak
Happy Reading #kalau ada yang mau baca
.
Chapter 2
.
.
.
"a.. apa ini?" tanya Kyuhyun tak percaya dengan apa yang dilihatnya, mereka sampai di apartemen Kibum yang terbilang mewah setidaknya dari luar tapi sangat berbanding terbalik dengan kondisi di dalam apartemnya dimana semua terlihat abstrak. Ini bahkan sangat mirip dengan gudang.
Kibum hanya tersenyum simpul minta bocah laki-laki itu_kyuhyun untuk memakluminya.
Tuing.. Kibum menendang sebuah jaket yang tergeletak tak berdaya di lantai, dia berjalan santai tanpa memperdulikan Kyuhyun yang menatap iba pada nasib sang jaket yang kini sudah pindah ke bawah kolong sova.
"kau mau makan apa Kyu?" tanya Kibum saat mereka sampai di dapur
"apa saja hyung" jawab Kyuhyun santai setelah mendudukannya dirinya sendiri di kursi sambil terus mengamati Kibum yang sibuk membongkar isi kulkasnya, mencari sesuatu yang mungkin masih layak untuk dimakan. Saat dia menemukan beberapa makanan di dalam kulkasya dia langsung membuangnya ke tong sampah, entahlah namja tampan itu bahkan tidak ingat kapan terakhir kali dia membuka kulkasnya.
Setelah berbongkar sekian lama dan menguras habis isi kulkasnya, dia menuju nakas yang tergantung di dinding dapurnya mengambil dua bungkus ramen yang setelah diperiksa kemasanya dia bersyukur karena belum memasuki masa expire.
"kau menyedihkan hyung, bagaimana bisa kau hidup di apartemen mewah tanpa makanan?" ucap Kyuhyun saat Kibum sudah meletakkan dua mangkuk ramen hangat di meja makan untuk kyuhyun dan dirinya sendiri. Kibum hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sedikitpun.
"setelah ini bereskan apartemenmu hyung" titah Kyuhyun yang lebih mirip perintah, dan Kibum hanya menghela nafasnya lelah sangat menyebalkan harus selalu berdebat dengan bocah kecil bermulut pedas di depanya itu.
Aktris berbakat Kim Heechul akhirnya kembali ke ranah hiburan, setelah vakum lebih dari dua tahun dia kembali meramaikan tanah hiburan Korea. "kemana anda selama vakum dua tahun ini? Banyak sekali pemirsa di rumah yang menanyakan hal ini?" sang reporter membuka pertanyaan pertamanya, wanita cantik yang bernama Kim Heechul itu tersenyum menanggapinya.
"Karena jiwaku itu memang ada pada dunia seni" wanita itu menjawab dengan anggun menambah kesan berkelas yang memang sudah melekat pada dirinya. Sang reporter mengajukan pertanyaan berikutnya "delapanbelas tahun yang lalu di awal debut anda ketika anda sedang naik daun anda tiba-tiba saja menghilang selama dua tahun, sama seperti sekarang, apa benar gosip yang mengatakan bahwa saat itu anda mempunyai anak itu benar?" "itu hanya gosip saja, aku belum menikah mana mungkin punya anak, ada-ada saja" Heechul tersenyum simpul menanggapi pertanyaan sang reporter.
Bip..
"yak hyung kenapa kau matikan?" teriak Kyuhyun tak terima saat Kibum dengan seenak hatinya mematikan televisi yang tengah ditontonya.
"tak ada acara yang bagus"
"tapi aku mau melihat Kim Heechul hyung"
"dia itusudah tua"
"aish, biar saja tapi dia tetap cantik dan kehidupanya itu sangat misterius"
"berhenti bicara seperti orang dewasa " ucap Kibum kesal sambil mempouchkan bibir merah ranumnya, membuat Kyuhyun terkikik geli melihat tingakah Kibum yang menurutnya sangat menggemaskan itu.
"aku tak mau diantar ke sekolah"
"eh? Waeyo?"
"aku mau tinggal dengan Bummie Hyung saja"
"anniyo, tidak akan"
"yasudah kalau tidak boleh tapi apa Hyung tidak menyesal?" ucap Kyuhyun sambil mengerjabkan matanya lucu di mata orang yang melihatnya tapi tidak bagi Kibum, dia merasa ada aura aneh keluar dari dalam bocah kecil itu membuatnya bergidik ngeri.
"bukankah ini Kim Heechul? Bagaimana bisa hyung berfoto dengannya? Ah jangan-jangan hyung simpananya?" selidik Kyuhyun sambil menatap penuh selidik pada Kibum
Sementara namaj itu hanya diam, membisu bahkan mengerakan tubuhnya saja tidak, setetes cairan bening menetes dari onyx hitamnya yang tampak kosong dan sekarang Kyuhyun sedikit menyesal dengan sikapya walau dia tahu hanya ini satu-satunya cara agar dia bisa bersama dengan namja manis yang kini tengah bersedih.
"ya Hyung kenapa kau tertawa?!" teriak Kyuhyun menyadarkan Kibum dari dunia hayalanya, namja itu terlihat linglung sambil sesekali masih menatap bingung kekanan dan kiri.
Kyuhyun menghela nafasnya, sedikit menyiapkan diri untuk memaki namja manis yang sudah merebut hatinya itu.
"ya Kibum Babbo sampai kapan kau bertingah seperti orang amnesia begitu?!" ucap Kyuhyun sedikit berteriak sambil melempar bantal sofa ke arah Kibum dan sukses mendarat di wajah mulus Kibum, tak terasa sakit tapi cukup membuat Kibum tersadar seutuhnya.
"YAK.. bocah sialan darimana kau dapat foto itu? Dan aku bukan simpanan ahjuma itu!" ucap Kibum kesal, tanganya sudah bersiap mengangkat nakas yang ada di depanya untuk dilempar ke arah bocah setan yang mengganggu hidupnya itu. "pulang sana bocah"
"aku tak mau kembali ke panti, aku.. aku.. takut hyung" Kyuhyun meletakkan foto yang di pegangnya ke meja, digigitnya bibirnya agar air mata yang sudah ada di pelupuk matanya tak melesat turun dan membuatnya semakin menyedihkan tapi sepertinya percuma buliran bening itu terus mengalir membasahi pipinya yang semi pucat itu, Kibum cengo tak mengerti apa yang baru saja terjadi.
"kau kenapa Kyu?" tanya Kibum lembut menghampiri bocah itu tentunya setelah meletakan kembali nakas yang sudah diangkatnya itu kembali ke tempatnya semula, mengelus surai ikal Kyuhyun dan lagi Kyuhyun memjamkanmatanya menikmati setiap sentuhan yang Kibum berikan walau hanya pada pucuk kepalanya.
Mereka duduk di sofa dengan posisi Kyuhyun yang ada dalam dekapan Kibum, namja kecil itu masih menangis sesenggukan dan Kibum dia hanya diam, sungguh dia tak mengerti apa yang harus dilakukanya pada namja kecil yang masih menangis itu. Panti? Kibum jelas mendengar Kyuhyun mengatakan soal tempat yang dulu sering dikunjunginya,
"Kyu.. sebenarnya ada apa? Kau mau berbagi dengan Hyung?" tanya Kibum lembut setelah dirasanya isakan dari bibir mungil Kyuhyun tak lagi terdengar dan tubuh bocah itu tak gemetar lagi.
"Kyuniie tak mau kembali ke panti Hyung, ibu penjaga panti disana semuanya jahat"
Kyuhyun memulai ceritanya walau dengan sedikit ragu, dieratkanya pelukanya pada tubuh Kibum walau membuat namja yang lebih tua darinya itu sedikit merasa sesak.
Kibum membuka suaranya walau sedikit bingung dengan apa yang harusnya dia ucapkan "tapi Kyu, mereka akan mencemaskanmu dan bagaimana kalau hyung diduga menculikmu?"
Akhiryna Kibum mengucapkanya juga walau dengan sedikit segan sebenarnya, dia tak tega melihat namja kecil pengacau hidupnya itu menangis, karena dia tau bagaimana rasanya kurang kasih sayang dan dia tak mau namja kecil itu bernasib sama denganya walau sebenarnya dia tak menyukai anak-anak tapi dia mungkin akan berusaha.
"tidak Hyung.. mereka akan menutup panti dan mereka akan membuang anak-anak yang tersisa disana, aku.. aku.. hiks"
Kyuhyun kembali terisak dipelukan Kibum, sakit.. hati kecil Kibum berdenyut sakit dan air matanya pun langsung melesat lolos dari mata indahnya mengalir dengan deras sampai menetes pada tengkuk Kyuhyun yang memeluknya.
"hyung, jangan menangis Kyu baik-baik saja, aku bisa kembali sendiri ke panti sekarang aku tak akan memaksa hyung lagi"
Dilepaskanya pelukannya dari tubuh Kibum setelah mengusap air matanya sendiri dia berjalan mengambil tasanya yang masih tergeletak di depan pintu masuk, memakainya dengan hati yang berdenyut sakit dipegangnya knop pintu dengan ragu sebelum namja kecil itu memutar knop pintu, Kyuhyun terdiam saat tiba-tiba Kibum mendekapnya berlutut memeluk namja kecil itu menengelamkan wajahnya ke dada Kyuhyun sambil terus menangis.
Merasa de javu, hanya saja tadi Kyuhyun yang berada di posisi Kibum, diuspnya lembut surai hitam Kibum persis sepertinya yang dilakukan namja itu padanya tadi.
"jangan pergi.. Kyunnie.. hiks.. hyung.. hiks tak akan membiarkan mereka membuangmu" ucap Kibum disela isak tangisnya, Kyuhyun tersenyum simpul pada awalnya sebelum senyum itu berubah menjadi seringai di wajah tampanya.
Yang ini dibilang jenius? Mana ada Panti Asuhan yang hampir tutup bisa menyekolahakan anak asuhnya di sekolah elit, hyung kau tidak melihat seragam sekolahku? Kau sangat mudah ditipu dan itu membuatku semakin mencintaimu.
.
.
.
"hei.. umurmu berapa masih bertingkah begini?" ucap Siwon pada Kibum yang masih membaringkan kepalanya di pangkuannya sambil mendengarkan musik dari earhone yang terpasang ditelinganya, sesekali memejamkan matanya menikmati alunan musik yang di dengarnya sementara namja tampan yang menjadi temptanya berbaring itu masih membaca alkitab yang mungkin sudah dihapalnya diluar kepala mengigat betuknya sudah terlihat tua karena terlalu sering dibaca oleh sang pemilik.
Tug.. sebuah jitakan lembut dilayangkan namja tampan itu ke kepala Kibum yang sepertinya akan terlelap, namja berkulit putih salju itu bangun dengan sedikit kaget.
"waeyo hyung?" tanya Kibum setelah mendudukan dirinya di hadapan Siwon menatap namja tampan yang sudah mencuri hatinya sejak pertama menginjakkan kakinya di universits itu intens, tak berubah malah semakin tampan setiap kali Kibum memandangnya.
"hei.. berhenti menatapku begitu, kau membuatku takut" ucap Siwon sambil sedikit tertawa, menampakan senyum joker yang menawan di wajahnya.
Andai sang punya senyuman tau bahwa makhluk yang ada di hadapanya ingin pingsan seketika melihat senyum indah itu, Kibum menunduk mencoba menyembunyikan wajahnya yang dia yakini sudah memerah sedikit mengaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali.
"manis" ucap Siwon takala melihat sikap Kibum yang terlihat seperti yeoja yang sedang err.. jatuh cinta mungkin dan sukses ucapan Siwon itu membuat Kibum merasa wajahnya memanas, diremasnya ujung kaosnya saking senangnya.
"aish Bummie seandainya aku ini seme maka yang kau pasti aku jadikan Uke" ucap Siwon tegas dan membuat Kibum mengangkat wajahnya menatap kaget pada Siwon matanya berbinar seolah baru mendapat sebuah hadiah lotre milyaran Won.
"dan itu akan menjadi lelucon yang sangat lucu" ucap Siwon sebelum dia tertawa cukup keras mengingat ucapnya sendiri
Lagi..
Sekali lagi..
Hati Kibum hancur..
Mencoba tersenyum walau hatinya berdenyut sakit.
.
.
.
Kibum menggetukan ujung sepatunya ke lantai, membosankan menunggu Siwon yang sedang mengobrol dengan sang Dosen entah masalah apa dan Kibum juga tak tertarik untuk tahu masalah itu.
"hei, lama menunggu?" Siwon menepuk pelan pundak Kibum membuat sang korban mepouchkan bibirnya kesal.
"mianhe, tadi Jung Seongsaenim membahas masalah.. " ucapan Siwon tepotong saat Kibum menutup kedua telinganya dan berjalan menjahui namja tampan itu.
"aku tidak peduli" ucap Kibum sambil terus melangkah, entah kenapa hari ini dia ingin sekali mengeplak kepala seseorang dan sepertinya bocah evil bernama Kyuhyun itu cukup bagus untuk dijadikan sasaran empuk. Kibum sedikit menarik bibirnya keatas, tersenyum.. seminggu sudah dia tinggal dengan bocah kecil itu dan masih dengan dalil tidak mau ditangkap pengurus panti Kyuhyun tetap berdiam diri di apartemen Kibum sampai Panti tempat dia tinggal resmi ditutup.
"hei.. kau mau kemana Bummie?"
"aish.. Hyung aku lapar ayo traktir aku sebagai upah menjadi satpammu seharian ini"
Namja itu melotot ke arah Siwon menampakan deathgradenya yang tak membuat Siwon takut sedikitpun malah namja tampan itu ungin menggigit gemas jari telunjuk Kibum yang kini tepat menunjuk-nunjuk hidung mancungnya.
"kurasa dua porsi pasta tak buruk, bagaimana?" tanya Siwon sambil membolak balik buku menu yang memang tersedia di setiap stand dalam kafetaria Universitas mereka, cukup ramai saat itu mengingat sekarang sudah hampir setengah satu siang dimana memang waktu yang tepat untuk memasukan beberapa makanan penambah energi.
"terserah Hyung saja lagipula bukan aku yang membayar" jawab Kibum asal tanpa melepaskan pandanganya pada buku yang kini tengah dibacanya atau mungikn sedang dihapalnya melihat namja itu sedikit berkomat kamit menggulang setiap kalimat yang tertulis di buku berukuran cukup tebal itu.
"kau ada test nanti?''
Diam. .
Tak ada sahutan Kibum atas pertanyaan Siwon tetap tefokus pada buku bacaanya, sedikit menyandarkan punggung tegapnya ke kursi menunggu pesanan mereka datang setelah Siwon sebelumnya memutuskan memesan dua porsi pasta dan juice melon, percuma saja mengajak Kibum yang sedang khusuk menghapal untuk berbicara karena namja yang cukup berprestasi di Kampus itu seolah menutup seluruh indra yang ada di tubuhnya saat sedang membaca.
Drrt... drtt... drt..drttt... handphone Kibum bergetar, tapi namja itu tak mempedulikanya dia tetap membaca materi yang akan diujikan sang Dosen padanya nanti.
"Bummmie Handphone"
" hal ini disebut sebagai pertumbuhan yang buruk karena..eumb" Kibum masih bergumam sambil sesekali melihat buku yang sudah penuh oleh coretan pensil itu.
"bummie Handphone"
Nyuuutt
"aww.. ya Hyung kenapa kau menarik hidungku" ucap Kibum sebal sambil mengelus hidungnya.
"handphonemu berbunyi"
"Ne.. arasso, yak.. kau mau kemana bocah setan?!" teriak Kibum pada handphonenya yang tak berdosa kalau memiliki tangan mungkin benda itu akan mengikuti jejak Siwon untuk menutup telinganya.
"dasar seenaknya sendiri, apa-apaan itu?" gumam Kibum sambil sesekali mendelik kesal pada handphonenya
"nugu? Namjachingumu ne?"
"ani, hanya e.. sepupuku" jawab Kibum sedikit ragu, sambil sesekali menggaruk tengkuknya ayolah dia tak pandai berbohong.
"jadi kau tinggal dengan seorang pria makanya kau melarangku ke apartemenmu?"
Namja tinggi itu menatap penuh selidik pada Kibum, sementara namja manis itu menatap bingung pada Siwon sebelum akhirnya memutuskan untuk mengangguk.
"aish" decih Siwon sebelum pergi meninggalkan Kibum sambil menghentakan kakinya, terlihat sangat aneh terkesan bukan seperti Siwon yang dikenalnya.
"dia cemburu eoh?" tanya Kibum pada dirinya sendiri sebelum sebuah senyum tersemat manis di bibir merahnya.
.
.
.
Hoammm... sekali lagi Kibum menguap, sesekali mencoba membuka matanya walau akhirnya dia harus tertidur lagi.
Pluk.. sebuah spatula mendarat mulus ke kepala Kibum yang masih terbaring di atas meja makan, tak merasa terganggu namja itu tetap memejamkan matanya.
"ya Hyung, ini sudah jam sembilan sampai kapan kau akan tidur?" namja kecil itu berdecak kesal sambil berkacak pinggang
"5 menit lagi" ucap Kibum sambil mengangkat tanganya menunjukan lima jarinya, sementara Kyuhyun dia sudah bersiap dengan seember air di tanganya, diurugkanya niatnya menyiram Kibum saat dilihatnya wajah damai hyungnya itu .
Dikencangkanya tali aprone yang melekat di pinggangnya, kembali menyibukan dirinya dengan berbagai bahan makanan yang tersedia di dapur, semenjak hampir dua pekan tinggal di apartemen Kibum namja kecil itu yang mengatur segala urusan di sana, sementara sang pemilik terlihat tidak terlalu peduli.
Aroma khas nasi goreng menguar di seluruh penjuru dapur, membangkitkan selera setiap hidung yang mencium aromanya tak terkecuali Kibum, namja itu akhirnya membuka mata walaupun masih menggantuk rasa lapar di perutnya lebih mendominasi.
"makanlah hyung, bukannya tadi malam hyung juga tidak makan?"
"ne" jawab Kibum dan mulai menyendokan nasi goreng itu ke mulutnya.
Hening..
Tak ada suara yang keluar dari dua insan yang ada di meja makan itu kecuali suara denting sendok yang beradu dengan piring,
"Eum.. Kyu kau tidak perlu melakukan semua ini" suara Kibum menghentikan acara menyendokan nasi ke mulut yang sedang Kyuhyun lakukan, namja kecil itu mengernyit bingung.
"kau masih mengantuk hyung?"
"huft.. begini Kyu karena kau itu masih anak-anak dan tak perlu melakukan segala pekerjaan rumah sendirian, aku kan bisa menyewa seseorang untuk membersihkan rumah"
"dan membiarkan tempat ini seperti kapal pecah setiap harinya.? Sama seperti yang hyung lakukan selama ini? Lagipula ini Seoul hyung, tak mudah mencari orang yang mau membereskan rumah" omel Kyuhyun panjang lebar sambil mengaduk-aduk sisa nasi di piringnya.
Sreekk.. Kibum bangkit dari kursinya, sedikit menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun sebelum bergegas ke ruang tamu kembali melanjutkan acara tidur paginya yang sempat terganggu.
"hah.. yang begitu ingin jadi seme?" ucap Kyuhyun sambil sedikit memijit pelipisnya yang sedikit pusing, dia sangat yakin sepuluh tahun lagi saat dia sudah seusia Kibum yang sekarang wajahnya pasti sudah terlihat jauh lebih tua dari usia sebenarnya.
.
.
.
Teliiilit... telillilit...#anggap saja itu suara telphone rumah ya?
"hyung angkat telphone itu!" teriak Kyuhyun dari arah dapur,
"kau saja Kyu" jawab Kibum malas sambil menenggelamkan kembali kepalanya ke bantal
"aku sedang mencuci piring, lagipula itu pasti telpon bukan untukku!" kembali namja kecil yang sedang sibuk dengan spons ditanganya itu berteriak, masih menyibukan dirinya dengan busa-busa di tanganya.
Tilllitt... tillilitt..
"sepuluh detik lagi telpon itu masih berbunyi, panci ini akan melayang ke wajah manismu itu hyung!" kembali Kyuhyun berteriak saat Kibum tak memberikan responan yang berarti pada teriakannya sebelumnya.
"hei, ini hari minggu berhenti mengganggu tidur orang" cerocos Kibum mengangkat telpon yang bersuara indah itu sukses menggangu tidur pagi eerr.. siangnya atau tidur pagi menjelang siangnya, entahlah..
"hei Bummie ini aku Siwon, ini sudah hampir jam sepuluh dan kau masih belum mandi, benar-benar" suara diseberang line telpon sontak membuat Kibum gelaggapan.
"ya Siwon Hyung, aku kira tadi siapa mianhe "
"dengar ya Bummie, hari ini aku sangat senang sekali, coba tebak kenapa?" ucara Siwon semangat, darimana Kibum tau tentu dari nada suara siwon yang memburu lebih cepat dari biasanya.
"kau menang lotre?" tany a Kibum
"aish, aku tak mungkin berjudi, tebak lagi"
"kau ingin membelikanku mobil?"
"aish, kau bisa membelinya sendiri"
"katakan saja Hyung, aku masih mengantuk"
"baiklah, kau tau Lee Sungmin? Ketua klub cheerleaders?" ucap Siwon antusias,
"si ratu kampus? Ada apa denganya?" jawab Kibum malas
"aku .. emm. Berpacaran denganya, dengar Bummie aku tak manyangka dia menerimaku"
Tes..
Tes..
Tes..
Air mata Kibum jatuh membasahi pipinya, tanganya memegangi dadanya yang terasa sesak,
"Bummie? Kau masih disana?"
"nn.. ne selamat Hyung dia kan sangat cantik.. sangat co..cocok ya sangat cocok denganmu"
"hahahaha.. ya Bummie aku beruntung dan kau carilah pria yang mau jadi Ukemu"
Tek... Kibum menaruh gagang handphone kembali ke tempatnya,
Sakit.. bahkan dia tak bisa mengatakan apapun lagi, air mata lolos begitu saja dari pelupuk matanya sebelum dia terduduk dan menangis sesengukan.
"aish.. orang itu benar-benar" geram Kyuhyun saat mendengar suara tangis Kibum, dia menulikan telinganya dan tetap melanjutkan kegiatan cuci piringnya.
.
.
.
Tbc...
Adakah yang menunggu FF ini ?
Nah, chapter 2 akhirnya Update juga sebenarnya sudah lama selesai tapi author males update
Benar-benar pusing buat kelanjutannya buat yang ada masukan tolong bagi ke author ya #melas
.
.
Balasan untuk review chapter 1
kitten-kitty : peluk readers.. :D
Gimana ya? Gak bisa dibilang terinspirasi dari manga itu juga, soalnya ceritanya gak sama. Cuman ngambil dikit cara pertemuan Kyu ma Bum aja dan cara mereka bisa tinggal bareng.
Author mentok deh ma cara itu, makanya author bikin judulnya sama manga itu biar gak di bilang plagiat #author banyak omong
Perjalanan ma cerita gak sama cuman awalnya aja gitu yang mungkin mirip.
Ne, ne udah lanjut
Review lagi ne
Lin : ne, udah lanjut.. haha itu kayaknya susah ya
Jangan bosen review ya :D
Ecca : ya ini saya lanjutkan, gomawo dukunganya.. reviewnya lagi ne?
Uri Magnae : eumb, phedofil itu apa? #ditimpuk bakiak
Hehehe soalnya author gak sabar mau publish jadi baru separoh udah di publish
Review lagi ne? Gomawo :D
Lee bummebum : masa? Wah, saya terharu #nyaritisu
Review jangan bosen ya :D
Cho97 : hehhee.. sama aq juga sangat suka. Sstt.. hati2 ntar digetok Pasukan labu?
Gomawo reviewnya jangan bosen ya?
ShinJoo24 : hhe. Sepertinya itu bakat alaminya, gomawo reviewnya, lagi-lagi author mewek karena terharu.. semangati author lagi ya? :D
Song Je Yoo: ya dia menyusahkan tapi Kibum tidak keberatan # gue keberatan thor
Ya ne lanjutanya maaf kalau masih mengenaskan.
Salam kenal juga :D
Review lagi nde?
Kim Rae Sun : sepertinya begitu? #author labil
Author juga bingung sama sepertimu tapi tetap maksa lanjutin walau kayaknya bakal gaje,
Semangati author dengan review rae sun yang bener-bener bikin author bangkit dari kuburan?
Tentu saja boleh #peluk Rae Sun
R407 : pas liat review kamu aku langsung teriak-teriak girang rada gaje gitu
Author yang aku suka banget Ffnya review aq #pengen nangis saking terharunya
Soal itu bagaimana ya? #author sok mikir
Siap, saya usahakan lanjutkan (hormat mode on)
sparkyu amore : benarkah? Dia OOC banget disini ya?
Hiii.. saya tak janji gak lama tapi yang penting lanjut ya
Review lagi :D #pake maksa
