JKR have a whole Harry Potter.

Tokoh: Hermione Granger, Draco Malfoy

Bagaimana mungkin bisa?

Bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal ini padaku. setelah semua pengorbananku selama ini. bagaimana bisa dia menikah dengan pria seperti Bill Weasley. seorang duda beranak tiga dengan wajah buruk hasil karya Greyback. bagaimana bisa dia melakukan hal ini?

Dan bagaimana mungkin bisa dia memperlihatkan wajah yang selalu senyum bahagia. seperti itu? berjalan dengan ringan mengandeng anak-anak tirinya, hidup di cottage kecil. dia bahkan tak mengindahkan semua seruanku. semua mengangguku. aku sudah tidak tahan lagi dan aku harus bicara padanya.

sulit untuk mendapatinya hanya sendiri. tidak dengan anak-anak tirinya, atau terlebih dengan suaminya. rasanya aku sudah ingin menariknya ketika dia mencium monster yang sekarang adalah suaminya. aku menarik tangannya, menariknya ke gang gelap dekat gringgots. jelas dia baru saja menghampiri suaminya itu.

Aku langsung menutup mulutnya agar dia tak berteriak. matanya melebar karena terkejut, dia langsung memberontak minta dilepaskan, membuat pelukkanku semakin kuat. aku hampir lupa bagaimana rasa dirinya dalam pelukkanku. bagaimana hangat dan harum tubuhnya.

"shush, tenanglah Granger," kataku menenangkannya.

setelah dia tenang aku melepaskan tanganku dari mulutnya.

"Apa yang kau lakukan?" bentaknya begitu tanganku terlepas dari mulutnya.

"Tenanglah sedikit," kataku melirik gang itu, sepi.

"Apa yang kau lakukan?" tanyanya lagi marah. matanya berapi-api.

"aku yang seharusnya bertanya, apa yang kau lakukan? apa yang kau pikiran? menikah dengan duda beranak tiga dan buruk rupa?" kataku tak sabar.

"Itu bukan urusanmu," katanya pendek.

"Jelas itu urusanku, Granger!" jawabku marah. "Kau benar-benar bodoh mau menikah dengannya. apa yang kau pikirkan?" tanyaku tak percaya.

"Apa yang kupikirkan? apa yang kupikirkan? ku beri tau apa yang aku pikirkan, Draco Malfoy. aku menikah dengan pria yang kucintai," katanya tegas dan penuh tekad, dia bahkan mungkin tidak menyadari kekecewaanku, apa dia tidak tau kalau sampai sekarang aku masih memakai kalung emas yang dia berikan. kalung yang membuatku dicemoh oleh Blaise dan Theo karena warna emasnya sangat Gryffindor.

"bagaimana mungkin kau bisa?"

"Jelas aku bisa. aku mencintainya," katanya tegas.

"Kau tak bisa melakukannya. dia tidak pantas untukmu," balasku hampir memelas.

"Oh ya? lalu siapa yang pantas untukku?" tanyanya balik, aku tak menjawab. "Jelas bukan kau," jawabnya sadis.

"Hermione.."

"Stop, Draco. aku lelah. aku mencintainya, dan aku ingin bersamanya, aku menikah dengannya, sesederhana itu," katanya melepaskan tanganku darinya dan melangkah pergi.

"Hermione..."

sesederhana itu Draco, sesederhana itu, dan kau sekarang kehilangannya.

.

.

"I love you, Draco," kata Hermione mengecum bibirnya.

"I love you, too," jawabku diantara ciuman-ciuman yang kurberikan padanya. aku adalah pria beruntung, mendapatkan Hermione menemaniku di tempat tidurku, bagaimana mungkin aku tak bisa memuja bidadari di sebelahku ini. wanginya begitu menghujan. dia memasangkan sebuah kalung emas dengan liontin ular kecil bermata merah.

"Draco, ayo kita menikah!" katanya serius.

aku menarik diri dari pelukkannya. "Kau serius?" tanyaku tak percaya.

"Tentu. kita sudah dua tahun berpacaran, aku mencintaimu dan kau mencintaiku, ayo kita menikah," katanya tersenyum.

bagaimana mungkin dia mengajakku menikah. aku seseorang yang tidak pantas untuknya. komunitas sihir tidak memandang rendah dirinya, teman-temannya hanya akan menjauhinya karena berhubungan denganku. lalu bagaimana dengan keluargaku, mereka tidak akan mungkin mengizinkan anak laki-laki satu-satunya menikah dengan penyihir keturunan muggle.

"Hermione, aku tidak pantas untukmu," kataku.

"Draco... Aku mencintaimu, kita bisa melewatinya bersama," katanya.

"Hermione, kau berhak mendapatkan orang yang lebih baik dariku," kataku. menikah dengannya adalah hal yang serius. aku tidak pantas untuknya, dia cantik, baik, terkenal dan hebat. dia berhak mendapatkan seseorang yang pantas yang sama hebatnya dengannya, bukan pengecut sepertiku.

Aku duduk dari tidurku, dan dia mengikutinya. Wajahnya tampak terluka karena penolakkanku. kulihat matanya menahan air mata untuk tidak tumpah. aku ingin sekali menghapus air matanya, dan membenci diriku sendiri karena akulah yang telah membuatnya menangis.

"Lalu siapa yang pantas untukku?" tanyanya.

"Yang pasti bukan aku," jawabku dan aku keluar dari tempat tidur dan memakai bajuku kembali.

"Draco," pangilnya lirih.

aku ingin sekali kembali ke pelukkannya, namun aku sudah memutuskan. aku sudah jatuh terlalu dalam mencintainya. tapi aku tak bisa menikahinya hanya karena aku mencintainya, hanya dengan sesederhana itu aku mencintainya. aku segera kembali ke Manor dan mengatakan pada Lucius untuk segera mempercepat pernikahanku dengan Astoria Greengrass, gadis yang dijodohkan denganku.

2 bulan kemudian

"Selamat atas pernikahanmu, Malfoy," katanya mengulurkan tangannya. "Selamat Astoria," katanya tersenyum pada Astoria. aku mengutuk Lucius karena mengundangnya dalam pernikahanku. aku tidak yakin apakah dia menangisi pernikahanku ini. tapi aku tau dia berusaha agar air matanya tidak tumpah.

"Terima kasih, Granger!" jawabku.

"Semoga kalian bahagia," katanya lagi.

"Kau juga Miss Granger, semoga kau segera menemukan pria yang tepat dan bahagia," jawab Astoria baik hati.

Hermione mengangguk dan membalas senyum. "I will," katanya pelan dan kemudian memalingkan tubuhnya berjalan pergi.

end