Winter Snow

-Chapter 1-

Summary:

Keluarga.. aku sangat bersyukur bertemu dengan kalian semua. Dua belas orang yang berbeda yang tinggal bersama untuk waktu yang sangat lama. Kalian sama berartinya dengan keluarga untukku. Kalian adalah keluarga yang menghabiskan 24 jam sehari bersamaku. TaoRis

Cast:

Exo's Member

Lee Soo Man

Kim Young Min

Ini adalah fanfic pertama saya setelah sebelumnya saya mengeluarkan dua buah drabble.

Semua cast yang ada di sini adalah milik Tuhan, tapi cerita ini adalah murni dari otak saya sendiri.

Mohon untuk tidak memplagiat cerita ini.

Terima kasih untuk semuanya yang sudah meninggalkan review untuk drabble 'Winter Snow' ini.

Dan terima kasih untuk semua yang sudah menyukai drabblenya yang sudah publish lebih dulu.

Please leave your comment to review my first fanfic.

Wish you like

-Amanda Liem-

.

.

.

-Happy Reading-

.

.

.

Chapter 1 : The Thing I Called 'Family'

Author's POV

"Semuanya! Cepat bangun!"

Teriak seorang pria ketika matahari bahkan belum terbit. Sebelas orang lainnya yang masih menikmati waktu tidur mereka di beberapa kamar yang berbeda sama sekali tak menghiraukan dan tak membiarkan suara parau itu mengganggu mimpi indah mereka.

Merasa tak dihiraukan dan tak ada yang bergeming sama sekali, pria berambut coklat tua itu memasuki satu persatu kamar dan meneriaki penghuninya dengan suara yang lebih keras dan jarak lebih dekat. Untuk cara yang satu ini tidak mungkin gagal.

"Hyung, apa kau sadar jam berapa ini?" keluh salah seorang bertubuh lebih tinggi darinya yang masih sibuk menggeliat di ranjangnya dan tidak berniat membuka matanya.

Oh Sehun. Itulah namanya. Salah satu anggota termuda di antara dua belas pria yang tinggal bersama itu.

"Cepat bangun atau aku akan menyuruh Kris membawa Luhan ke China lagi?" jawabnya. Pria yang memiliki karisma dan bijak. Suho. Begitulah yang lain biasa memanggil sang leader satu ini. Sifat baiknya sering membuatnya justru dikerjai oleh anggotanya sendiri.

"Aku sudah bangun!" Sehun langsung bangun dari tidurnya dengan mata yang terbuka lebar. Membuat Suho tak bisa menahan tawanya.

Dalam sepuluh menit semuanya sudah bangun. Beberapa masih terlihat sangat ngantuk, bahkan ada yang berjalan dengan mata tertutup. Semuanya membubarkan diri setelah Suho menginstruksikan agar semuanya segera mandi dan bersiap. Bersiap? Jam empat pagi? Semua jam sama saja bagi mereka. Latihan tanpa mengenal waktu. Tidak heran mereka sering malas bangun ketika sang leader menyuruh mereka bangun Karena setiap malam pun mereka selalu berlatih hingga sangat larut. Hanya tiga sampai empat jam waktu yang mereka punya untuk tidur dan mengistirahatkan tubuh serta pikiran mereka.

"Ge,"

Seorang pria berkantung mata seperti panda yang tidak lain adalah Huang Zi Tao terlihat sedang merengek manja kepada salah satu leader lain dengan tinggi tubuh lebih dari yang lainnya.

"Apa?"

"Temani aku mandi~"

"Kau mandi duluan saja Tao, aku sedang sibuk,"

"Tapi kau kan tau aku takut mandi sendiri, ge~"

"Minta saja Baekhyun atau yang lain untuk menemanimu mandi,"

"Baekhyun sedang kehilangan bebek karetnya. Dia masih mencari mainan kuning itu,"

"Kalau begitu ajak saja yang lainnya. Suho-ssi pasti tak akan menolak jika kau menunjukkan wajah manismu untuk merayunya,"

"Sudahlah!"

Tao pun beranjak dari dekat Kris dengan kesal. Dia adalah salah satu anggota termuda setelah Sehun. Dan seperti itulah tingkahnya. Dia akan marah jika keinginannya tidak dituruti.

"Yeollie, kau pasti menyembunyikan mainanku!" tuduh salah seorang bertubuh pendek yang tidak lain adalah Baekhyun kepada Chanyeol yang memiliki tubuh lebih tinggi darinya.

"Kau menuduhku? Kau pikir aku anak SD yang bermain bebek karet saat mandi?"

"Apa maksudmu anak SD?!"

"Hei, hei, hei, ada apa ini?" datang seorang lagi berkulit sedikit lebih gelap dari pada Baekhyun. Kai. Itulah nama pemuda satu ini.

"JANGAN IKUT CAMPUR!" teriak Baekhyun dan Chanyeol bersamaan tanpa mereka rencanakan.

"Luhan, ayo kita foto berdua sebentar," pinta Sehun mendekati Luhan.

"Bisakah kau memanggilku 'hyung'?"

"Aaah, sudahlah. Ayo berfoto berdua. Sebentar saja,"

"Kita harus segera mandi, Oh Sehun," jawabnya dengan sedikit penekanan di akhir kalimat. Mendengar penolakan tersebut Sehun mulai mengkerucutkan bibirnya, berharap Luhan akan luluh.

"Kyung, bisa kau angkat ayamnya dari penggorengan?"

"Ah, ne,"

Dan di sana. Di sebuah dapur. Terlihat tiga orang pria lagi yang tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk semuanya. Kyungsoo, Yixing, dan Chen.

"Kai, berhenti memakan ayamnya! Kau harus menunggu sampai semuanya siap di meja makan!" gertak Kyungsoo yang beberapa kali mendapati Kai tengah mencuri ayam gorengnya.

"Tapi aku lapar hyung! Bagaimana kalau aku mati kelaparan?"

Sementara itu di salah satu sudut Suho berdiri diam melihat semua kekacauan itu. Emosinya sudah memuncak melihat masing-masing anggotanya membuat keributan sendiri-sendiri.

1

2

3

"SEMUANYA DIAAAAMMMM!" teriaknya menggelegar.

Semua menghentikan aktifitas masing-masing. Hening. Tak seorang pun berani mengeluarkan suara barang hanya suara jarum terjatuh sekali pun.

"Ada yang meletakkan bebek ini di closet?" ucap Xiu Min dengan polosnya tanpa menyadari kegaduhan apa yang sedang terjadi. Semua memandangnya tajam seolah berkata –kau-sudah-bosan-hidup-?-

"Emm, hyung, aku dan Luhan akan mandi duluan. Sepertinya kamar mandinya kosong," sela Sehun memecah keheningan sambil menyeret Luhan sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Yang lain pun membubarkan diri dengan tertib tanpa suara.

"AAAAAAAAAGGGGHHHHTTTTT!" teriak Suho frustasi.

.

.

.

.

"Stop!" seorang instruktur berteriak cukup kencang.

"Baek, bisakah kau sedikit lebih serius? Kita sudah mengulangi bagian ini beberapa kali," lanjutnya.

"Biar aku yang mengajarinya," Tao langsung maju dan mendekati Baekhyun. Ia belum ingin Baekhyun dimarahi oleh pelatih mereka.

"Terserah kau saja. Yang lain boleh istirahat!"

Semuanya mulai membubarkan diri kecuali Tao, Baekhyun, dan Kai.

"Aku akan membantu mengajarimu," ucap Kai tulus.

"Maaf aku merepotkan,"

"Aku ini dance machine. Sudah tugasku membantu anggota yang belum menguasai gerakan dancenya,"

Dengan telaten kedua pria yang berbeda tinggi itu pun mengajari sang lead vocal beberapa gerakan dancenya yang masih salah. Memang cukup sulit mengingat Baekhyun bukan tipe orang yang pandai melakukan gerakan dance.

"Kai, Tao, bisa kalian mengajariku juga? Gerakan Baekkie masih lebih baik dari ku. Aku tidak bisa melakukan gerakan berputar dan bangunnya," ucap Kyungsoo yang tiba-tiba muncul di antara mereka.

"Dengan senang hati," jawab Kai dengan senyum ramahnya seperti biasa.

"Kalau kau memasakkanku beef," tambah Tao.

"Ayam goreng!"

"Beef, Kai-ssi!"

"Hentikan! Aku akan masak keduanya jika kalian mau mengajari sampai aku bisa!"

Keduanya pun saling bertatapan dan tersenyum puas.

"Hyung kita satu ini memang sangat mengerti kebutuhan perut kita," cengir Tao.

.

.

.

Jam sepuluh malam. Latihan berakhir sedikit lebih cepat dari biasanya. Satu per satu dari mereka berjalan menuju mobil yang sudah siap di depan gedung. Letih. Itulah yang tergambar sangat jelas di wajah mereka semua. Terutama Baekhyun dan Kyungsoo yang harus berlatih lebih keras hari ini. Tapi mereka berdua senang karena berhasil menguasai semuanya dalam sehari. Tao dan Kai sudah berusaha sangat keras hari ini.

Dengan berakhirnya latihan lebih cepat, Suho membuat inisiatif dengan mengajak semuanya makan malam bersama di luar. Siapa yang akan menolak?

Semuanya sangat menikmati acara makan malam bersama ini. Walau pun mereka sering makan bersama sepanjang persiapa menjelang peluncuran album baru mereka, namun jarang sekali mereka makan malam dengan suasana berbeda seperti malam ini. Kehangatan sebuah keluarga besar semakin terasa di tengah keakraban dua belas orang ini bersama manager mereka. Dari sebuah obrolan ringan hingga gurauan riuh, semua wajah letih mereka seolah berubah menjadi sebuah kehangatan.

Dua orang pelayan datang membawakan beberapa botol soju dan gelas.

"Bagaimana kalau kita bersulang demi kesuksesan Exo bersama?" usul seorang manager.

Semuanya mengangguk setuju dengan antusias. Hal sepele yang dapat membangkitkan semangan kebersamaan seperti inilah yang mereka butuhkan untuk tetap bersatu.

"WE ARE ONE! Kita akan selalu bersama sampai akhir!" teriak Kris lantang.

"Sukses selalu untuk Exo!" tambah Suho.

"Yeeeaaaahhhh! We are EXO!" teriak semuanya bersemangat.

.

.

.

.

Jam dua dini hari. Dorm itu tampak lengang. Kris yang terbangun untuk mengambil minum di dapur tiba-tiba berbelok. Perhatiannya tersita oleh lampu ruang TV yang menyala. Ragu, akhirnya dia mencoba mendekat dan menemukan siapa dari anggotanya yang belum tidur di jam segini. Suho? Kris terkejut mendapati sang leader duduk termenung dengan TV yang dibiarkan menyala dengan suara pelan.

"Suho-ssi? Apa yang kau lakukan malam-malam sendirian di sini?"

"Eh? Kris? Maaf aku membangunkanmu ya?"

"Sama sekali tidak. Kau bahkan tak melakukan apa-apa,"

Kris mengambil posisi duduk di samping Suho dan memperhatikan namja itu dengan seksama.

"Kau ada masalah?"

"Gwaenchana, Kris. Kembali lah tidur. Besok kita ke pantai,"

"Jangan menanggung beban sendirian. Lalu apa gunanya aku jika kau masih menderita sendirian?"

"Aku tidak menyangka kau bisa bicara seperti itu juga, Kris," gurau Suho yang hanya dibalas Kris dengan tatapan –ayolah-.

"Melihat video-video kita ketika tampil, aku sering berpikir, apakah ini benar-benar kita? Semuanya tumbuh dengan sangat baik. Semuanya telah bekerja sangat keras. Aku tidak pernah menyangka kita akan seterkenal sekarang. Ketika kita semua masih menjadi seorang trainee, ketika debut, setiap kali kita berlatih hingga larut malam. Menjadi seorang artis terkenal membuat kita semua tak bisa bertemu keluarga masing-masing seperti saat kita masih bukan siapa-siapa. Ketika bangun tidur yang selalu kulihat adalah wajah kalian semua. Dan yang pertama kulihat selalu saja Kyungsoo, Baekhyun, dan Kai. Terkadang aku berpikir, apakah kalian tidak bosan dengan semua ini?"

"Apa kau lelah?"

"Ada saat dimana aku merasa sangat bosan dan jenuh. Tapi aku menyadari satu hal yang sangat berarti dalam hidupku,"

"Apa?"

"Kalian semua yang telah menghabiskan 24 jam sehari bersamaku, kalian adalah bagian dari keluargaku. Aku menyadari, sangat menyadari, kalian adalah keluarga yang sangat penting untukku. Karena itulah aku ingin menangis setiap kali melihat wajah bahagia kalian semua. Kau ingat saat kita pertama kali bertemu? Tao, Sehun, Chanyeol, kalian semua telah tumbuh dengan mengagumkan,"

"Aku bangga padamu, Guardian Angel," ucap Kris tulus dengan senyum angelicnya.

"Hyung.." suara seseorang mengejutkan keduanya. Mereka pun menoleh dan mendapati semuanya sudah berdiri di ambang pintu entah sejak kapan.

"Kami sangat berterima kasih karena kalian telah menjadi leader yang baik untuk kami semua. Kami tak akan pernah mengecewakan kalian, hyung.." lanjut Baekhyun dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Hyung, setiap malam aku selalu berdoa untuk orang tuaku.. dan juga untuk Exo, keluargaku yang sama pentingnya untukku," lanjut Sehun.

Kris dan Suho bangkit dan menghampiri yang lainnya. Tumpah menjadi satu dalam haru.

"Hyung, maafkan kami selalu membuat onar. Kami sangat mencintaimu, hyung.." tambah Tao dengan air mata yang sudah mengalir.

"Aku sangat bangga pada kalian semua," Suho dan Kris saling mengulurkan tangan untuk memeluk seluruh anggota.

.

.

.

-TBC-

Review please ^^