The Adventure of Namikaze Clan
Disclaimer : I don't own anything from Naruto and Highschool DxD manga. But this Fic is mine
Rate : M ( Maybe )
Pair : Naruto x ?, Sasuke x ?, Obito x ?, Sasori x ?
Genre : Adventure, Family, Romance
Warning : Typo, Alur Mainstream, Ide pasaran (maybe), OOC, OC StrongNaruSasu, GodLikeNaru
Summary : Selesainya perang dunia ninja keempat adalah akhir dari kehidupan Naruto dan Sasuke, namun itu juga awal bagi kehidupan mereka, dengan beberapa kekuatan baru dan bantuan dari teman dari dimensi sebelumnya, Naruto dan Sasuke diberi amanah untuk menjaga dan membawa perdamaian disebuah dimensi yang baru. Ini adalah awal dari sesuatu yang baru.
Chapter 2
Kuoh Akademi, sekolahan yang dahulunya adalah sekolahan yang dikhususkan untuk murid perempuan, namun kini sekolahan tersebut menjadi sekolah campuran dengan kapasitas 7:3, 7 untuk perempuan dan 3 untuk laki laki, dan juga sekolahan ini digunakan untuk sekolah sekaligus tempat berkumpulnya para iblis dari Underworld, sekolahan ini juga adalah tempat atau bisa disebut markas untuk iblis dari keluarga Gremory dan Sitri.
Didepan gerbang Kuoh Akademi terdapat lima siswa yang berdiri seraya memandang Akademi tersebut, mereka adalah Naruto, Sasuke, Obito, Sasori, dan Deidara yang kini menggunakan marga dari Namikaze.
" Sekolahan yang cukup bagus." Ujar Sasori yang kini berada disamping dari Obito.
Siswa siswi yang berada disana menatap mereka berlima dengan tatapa n penasaran, kagum, dan juga antusias. Bisa dinilai jika mereka semua terlihat tampan atau bahkan sangat tampan apalagi Naruto, Sasuke dan Sasori kharisma dari mereka bahkan bisa menyaingi dari kharisma pangeran yang berada diAkademi tersebut dia adalah Yuuto Kiba.
" Siapa mereka"
" Mereka terlihat tampan!"
" Lihat yang rambut kuning pendek, merah dan juga hitam raven disana!"
Naruto dan kawan kawan kini berjalan masuk, mereka berjalan membentuk seperti segitiga tanpa alas, paling depan dia adalah Naruto samping kanannya ada Sasuke, kirinya ada Sasori, sebelah kanan Sasuke ada Obito sedangkan sebelah kiri Sasori ada Deidara( kaya boy band -_-!). Siswi siswi disana berteriak menandakan kekaguman mereka.
" Kyyaaa mereka tampan." Itulah teriakan dari siswi siswi yang ada disana, mereka membukakan jalan untuk Naruto dan kawan kawannya. Namun sebelum mereka sampai menginjakan kaki mereka pada lantai Akademi mereka berhenti karena adanya segerombolan murid yang bercampur antara laki laki dan perempuan, mereka dipimpin oleh seorang wanita dengan rambut hitam dan kaca matanya.
" Siapa kalian?!" Tanya sang wanita dengan nada yang terdengar sangat tegas dan penuh wibawa. Wanita tersebut berdiri tepat dihadapan dari Naruto, dia menatap Naruto dan kawan kawannya dengan tatapan menyelidik dan sedikit mengangkat kepalanya karena tinggi yang berbeda. Semua siswa siswi berkumpul atau tepatnya mengelilingi kedua kelompok tersebut.
" Bukankah tidak sopan bertanya nama seseorang tanpa memperkenalkan diri tersebih dahulu?!" Sasukelah yang angkat bicara dan karena itu Naruto sedikit terkejut, pasalkan Sasuke jarang berbicara panjang, walau Naruto terkejut namun dia menyembunyikannya dengan tampang datar yang dibuat buatnya.
" ah maaf, namaku Sona, Sona Sitri, aku adalah ketua Osis dari Sekolahan ini dan mereka adalah anggota Osis disekolahan ini. Lalu siapa kalian?" Jawab Sona dan lalu kembali bertanya seraya menatap mereka satu persatu.
" Aku Namikaze Uzumaki Naruto, raven disampingku ini Namikaze Uchiha Sasuke, yang berambut hitam itu Namikaze Uchiha Obito, yang berrambut merah Namikaze Sasori, yang berambut kuning panjang Namikaze Deidara, kami murid baru disekolahan ini dan kami semua berasal dari Clan Namikaze." Jelas Naruto memperkenalkan anggota clannya pada Sona dan didapatinya Sona yang mengangguk paham.
" Dan bisakah kau mengantarkan kami semua menuju Kantor Kepala Sekolah, Sona-san.?" Tanya Naruto pada Sona seraya menatapnya datar.
" Baiklah, kalian kembali keruang Osis aku akan mengantarkan mereka menuju Kantor Kepala Sekolah." Jelas Sona dan dijawab anggukan dari seluruh anggota Osisnya dan mereka berangkat pergi menuju ruang Osis.
" Baiklah mari ikuti saya, dan kalian semua boleh bubar sekarang!" Ucap Sona menyatakan telah siap mengantarkan Naruto dan kawan kawan untuk menuju kekantor kepala sekolah dan juga tambahan membubarkan penoton dadakan tersebut dan ditanggapi dengan bubarnya mereka semua.
Setelah berjalan beberapa lama kini Sona dan Naruto dengan anggota keluarganya telah sampai didepan ruang kepala sekolah setelah Sona memberi tahu akan ruang tersebut Naruto dan yang lainnya membungkuk untuk berterimakasih dan dibalas oleh Sona dengan membungkuk pula dan memohon diri untuk kembali keruang Osisnya.
Setelah mereka masuk, dan mengatakan apa kepentingan mereka kini sedang menunggu datangnya wali kelas mereka. Tak berapa lama datanglah dua orang laki laki yang masuk menuju ruang kepala sekolah disana.
" Untuk Naruto dan Sasuke ikuti aku sedangkan Sasori, Obito dan Deidara ikuti wali kalian." Terang seorang laki laki yang berbadan tinggi dia wali kelas Naruto dan Sasuke
Setelah berjalan beberapa lama, kini Naruto dan Sasuke telah berada didepan kelas 2b sedangkan Sasori, Obito dan Deidara berada dikelas 2a.
" Kalian berdua tunggu disini setelah aku panggil kalian masuklah." Ucap guru tersebut dan dibalas anggukan dari mereka berdua.
Guru tersebut masuk dan menyapa murid muridnya. " Baiklah hari ini kalian kedatangan dua murid baru, Namikaze-san silahkan masuk." Ucap guru tersebut, pintu terbuka dan menampakan dua manusia berparas tampan disana.
KYYAA
Mereka Tampan
Sama dengan Kiba-kun
Terkutuk kalian laki laki tampan !
*Hiraukan yang terakhir -_-!
BRAK
" Diaam!" Sekali memukul meja dan berteriak seluruh siswi dikelas tersebut terdiam. Setelah menghela nafasnya sang guru kini angkat bicara.
" Baiklah perkenalkan diri kalian." Perintah sang guru dan dibalas anggukan dari mereka berdua..
" Perkenalkan, namaku Namikaze Uzumaki Naruto mohon bantuannya." Ucap Naruto seraya membungkukan badannya.
" Namikaze Uchiha Sasuke." Ucap Sasuke singkat dan sedikit membungkukan badannya dan itu membuat tatapan penasaran dari seluruh siswi disana dan juga sweatdrop berjamaah dari siswa yang berada dikelas tersebut.
" Baiklah kalian berdua duduklah dibelakang Issei, dan Issei angkat tanganmu." Ujar sang guru dan seorang siswa mengangkat tangannya, setelah membungkuk dan mengucakan terima kasih dua Namikaze tersebut berjalan menuju bangku yang berada dibelakang anak tersebut.
" Baiklah kita mulai dengan pelajaran Sejarah, buka buku halaman 62." Jelas sang guru dan dijawab dengan desahan dari seluruh siswa siswi disana minus Naruto dan Sasuke. Sedangkan kelas 2a memiliki kejadian yang sama dengan kelas 2b.
SKIP
Waktu istirahat telah tiba, Naruto dan Sasuke sedang memasukan barang barang yang mereka gunakan untuk belajar itu, siswi siswi yang berada disana berlari cepat menuju Naruto dan Sasuke namun hanya dibalas dengan kata 'Maaf' saja karena mereka tak ingin mengikuti apa yang siswi siswi itu tawarkan.
Setelah sedikit insiden tawar menawar tersebut kini kelima siswa Namikaze tersebut sedang berjalan munuju kantin, namun Naruto tak sengaja menabrak seorang gadis berambut merah yang sedang berjalan bersama seorang gadis berambut hitam yang diikat ekor kuda tersebut.
" Hey! Jika jalan lihat lihat dong!" Umpat gadis tersebut dengan nada yang bisa disimpulkan dia sedang berteriak, sebuah tatapan mata tajam menatap Naruto.
" Gomen." Ucap singkat Naruto dan melanjutkan jalannya. Namun sang siswi tersebut berbalik dan menatap tajam Naruto.
" Hey apa apaan kau, hanya meminta maaf setelah menabrakku dan membuatku hampir terjatuh hah,!" Teriak siswi tersebut dan membuat semua orang yang berada didekat mereka menatap gadis tersebut dengan tatapan penasaran.
" Rias, sudahlah dia tidak sengaja." Ucap gadis berambut hitam tersebut berusaha menenangkan sahabatanya yang ternyata bernama Rias.
" Diam Akeno, aku tak terima dia berlaku seperti itu.!" Ucap Rias yang masih emosi dengan menatap Naruto tajam tajam.
" Apa maumu? Apa aku harus bersujud dan menyembahmu untuk meminta maaf?" Tanya Naruto dan membuat mereka semua yang ada disana terkejut atas penuturan Naruto.
" Ya dan lakukan!" Ucap Rias angkuh seraya melipatkan tangannya didepan dada, tak menunggu lama Naruto berjalan mendekati Rias namun ditahan oleh anggota keluarganya yang memanggilnya.
" Apa maksudmu Naruto, kau tak perlu melakukan itu pada wanita yang tak tahu diuntung tersebut!" Bela Obito yang menatap Naruto tajam dan diikuti oleh Sasori dan Deidara sedangkan Sasuke menatap tajam Rias dan sedikit mengeluarkan killingintensnya.
" tekanan aura ini? Siapa mereka, bukankah ini killingintens? Kenapa dia bisa melakukannya?" Batin Rias seraya menatap Sasuke dan yang lainnya dengan penasaran dan juga terkejut.
" Tekannan aura siapa ini? Apa ini killingintens,apa dia yang menggunakannya? Tapi bagaimana bisa?" Kini giliran Akeno yang berbicara dalam diamnya dengan menatap penasaran pada lima laki laki diddepannya.
" Maksudku akan memberikan sebuah pelajaran pada wanita berambut merah itu. Walau dia mengingatkanku pada Kaa-sanku dengan rambutnya namun Kaa-sanku tak seangkuh dia, maka dari itu biarkan aku mendekatinya." Ucap Naruto menenagkan anggota keluarganya yang menghalangi jalannya, Sasuke tersenyum mengerti akan maksud Naruto lalu menepuk pundak Obito dan bergeleng, Obito, Deidara dan Sasori mengerti lalu memberi jalan untuk Naruto.
Naruto berjalan perlahan menuju Rias, sedangkan Rias berdiri dengan angkuh karena merasa dia akan menang melawan adik kelasnya. Setelah sampai didepan Rias, Naruto berhenti dan menatap Rias, setelah menatapnya Naruto mendekatkan wajahnya menuju telinga Rias, Rias yang sedikit terkejut ingin bergerak namun tubuhnya seperti kaku tak dapat digerakan, akhirnya dia pasrah, dengan wajah yang memerah Rias hanya diam dan menunggu.
" Aku tak akan melakukan hal tersebut wanita JALANG." Bisik Naruto dengan memberi penekanan pada kata terakhirnya, dan itu sukses membuat wajah Rias memerah karena menahan amarahnya.
Rias menatap Naruto, namun dia sudah tak ada disana namun dia sudah berjalan bersama anggota keluarganya menuju jalan yang diketahui menuju kantin dengan tertawa tawa. Rias hanya dapat marah marah tak jelas, dan itu membuat Akena tersenyum kecil.
SKIP
Waktu pulang sekolah telah tiba, Naruto dan anggota keluarganya telah berada diperjalanan pulangnya, sebelum mereka dihadang oleh dua orang laki laki berbadan kekar.
" selamat sore, Akuma-san." Ucap salah satu orang disana.
" Selamat sore Da-tenshi-chan" Balas Naruto dengan nada mengejeknya dan itu membuat Sasori, Obito dan Deidara tertawa, sedangkan Sasuke tetap Stay Cool seperti biasa, walau sebenarnya hatinya tertawa juga.
" Grr, haahh, apakah aku boleh membunuhmu iblis-san." Tawar sang malaikat jatuh dengan sopan.
" Silahkan malaikat jatuh-chan, JIKA BISA." Jawab Obito dengan tersenyum dengan memberi penekanan pada dua kata terakhirnya.
Kedua malaikat jatuh tersebut melesat cepat menuju Obito dan Sasuke, dengan mengeluarkan LightSpear milik masing masing mereka berusaha menusuk Sasuke dan Obito, namun dengan mudah kedua LightSpear tersebut ditangkap oleh Obito dan Sasuke. Sedangkan Naruto, Sasori dan Deidara hanya berdiri seraya menonton kejadian itu dengan antusias.
" Ba-ba-bagaimana mu-mungkin?!" Ucap terbata kedua Fallen Angel tersebut, namun tak mereka sadari bahwa sebuah pedang hitam dan sebuah kunai melesat menuju mereka berdua. Merasa akan adanya bahaya datang pada mereka, kedua malaikat jatuh tersebut terbang dengan sepasang sayap mereka.
" Obito," Ucap Sasuke singkat dan dibalas anggukan oleh Obito, setelahnya Obito menghilang dengan Shunsin miliknya dan mucul dibelakang salah satu Da-tenshi tersebut, dengan cepat dia menebas satu sayap sang Da-tenshi dan itu sukses membuat Da-tenshi tersebut berteriak dan jatuh. Sedangkan sang Da-tenshi satunya hanya terkejut dan mencoba melemparkan Light Spear miliknya menuju Obito, namun Light Spear tersebut hanya menembusnya.
Tak menunggu lama, Sasuke dengan cepat mengeluarkan ular dari tangannya, seperti mengerti keinginan dari Sasuke, ular tersebut dengan cepat melesat menuju Da-tenshi yang sedang terjatuh tersebut. Dengan gerakan yang sangat cepat ular ular tersebut melilit Da-tenshi malang itu dengan sangat erat dan akhirnya hancur dan menyisakan bulu bulu hitam yang berterbangan dari sela sela ular yang dikeluarkan Sasuke.
Da-tenshi yang satunya hanya mengeram marah melihat temannya dibunuh, dia berusaha terbang untuk kabur namun ada sangat banyak burung burung putih kecil mengelilinginya, dia berusaha menebas nebas burung burung kecil tersebut namun tak membuahkan hasil.
KATSU
DUUAR
Dengan keluarnya sebuah kata dari mulut Deidara seluruh burung burung kecil yang mengelilingi Da-tenshi tersebut meledak dan mengakibatkan Da-tenshi tersebut ikut hancur menyisakan bulu bulu hitam yang berterbangan.
" Seni adalah ledakan." Teriak Deidara dengan tampang yang terlihat sangat gembira.
" Kau bodoh, seni adalah sesuatu yang abadi!" Ucap Sasori yang menatap Deidara tajam.
" Ledakan!"
" Keabadian!"
" Ledakan!"
" Keabadian!"
Dan pertengkaran tersebut berlangsung sampai mereka berlima telah tiba dirumah mereka.
" Ledakan!"
" Keabadian!"
" Diamlah kalian berdua!" Teriak Naruto yang kembali kemode konyolnya, namun mode tersebut sukses membuat Deidara dan Sasori berhenti bertengkar.
Setelah mengucap salam, mereka berlima masuk kedalam rumah dan juga masuk kedalam kamar masing masing untuk berganti pakaian.
Malam telah tiba, keluarga dari Naruto kini sedang berkumpul diruang tamu, disana terlihat Sasuke dan Naruto yang sedang bermain Playstation 4 mereka, Sasori, Deidara, Obito dan Kisame sedang melihat lihat hasil kerja Kisame dalam membuat ramuan ramuan untuk membantu dalam pertarungan, Konan, dan Itachi sedang mengisi formulir untuk menjadi guru esok hari, sedangkan Kakuzu, Hidan dan Yahiko sedang mengobrol santai.
" Naruto, bisakah kita mencari iblis iblis liar untuk dibunuh,, atau kita membunuh Da-tenshi aku sedang haus darah." Ucap Kakuzu dan itu membuat semua yang ada disana menatap Kakuzu.
" Kakuzu benar, dari kita semua yang telah bertarung sebagai Iblis hanya Obito, Deidara dan Sasuke." Ucap Sasori menambahkan kata kata Kakuzu tadi.
" Bagaimana jika kita membunuh sekelompok iblis liar yang berada didekat bekas bangunan yang tempatnya berada dipinggir kota Kuoh ini?" Tawar Itachi dan dibalas dengan tatapan tertarik dari semua yang ada disana.
" Baiklah ayo berangkat, kau ikut atau tidak hah teme." Ucap Naruto dengan menendang nendang Sasuke pelan dan yang ditendang tendang hanya mendecih kesal.
" Diamlah dobe, aku pasti ikut aku mau mencoba pedang ini." Jawab Sasuke dengan mengeluarkan pedang dari lingkaran sihir berwarna hitam dengan lambang delapan pasang sayap kelelawar dan diatasnya terdapat tiga buah mata yang berbeda bentuk, sedangkan dipinggirnya terdapat kanji kanji yang sulit dibaca.
" Baiklah aku juga mau mencoba trisula emas itu. BERANGKAT!" Teriak Naruto semangat dan lingkaran sihir teleportasi yang dikeluarkan Konan menteleportasi mereka menuju tempat yang mereka tuju.
Disebuah bekas bangunan yang berada dipinggir kota Kuoh tersebut mucul sebuah lingkaran sihir hitam, dari dalam lingkaran sihir tersebut muncullah sebelas iblis bertubuh manusia.
" Hmm aku seperti mencium bau yang buruk namun sedap." Terdengar suara dari dalam bekas bangunan tersebut, tak berapa lama muncul sekitar dua belas iblis liar berbentuk mulai dari Minotour yang membawa kapak, Ular berkepala setengah badan manusia, dan yang lainnya.
" Kaliankah yang disebut iblis liar, sepertinya lemah?" Tanya Kakuzu dengan nada mengejeknya.
" Dan bahkan Samehadaku seperti ingin muntah mencium aroma dari energi kalian." Tambah Kisame dengan menaruh pedang kesayangannya dipundaknya.
'Grrr, kalian akan aku bunuh dan akan aku jadikan santapan makan malamku!' umpat salah satu iblis liar berbentuk kera dengan telinga yang memanjang.
" Hn." Trademark milik Sasuke dan Itachi keluar secara bersamaan.
" Baiklah kita pasang Kekkai special dari ninja dan disatukan dengan energi iblis yang kita miliki." Ajak Naruto dan dibalas dengan anggukan dari seluruh keluarganya. Setelah memasang Kekkai yang sangat kuat seluruh iblis dengan marga Namikaze tersebut kembali menghadap pada iblis liar yang ada didepannya.
" Knight." Ucap Naruto pelan, setelah ucapan itu hilang Sasuke dan Kisame juga menghilang dengan meninggalkan debu yang berterbangan.
" Uooh, mereka berdua sangat cepat." Teriak Deidara dan Naruto bersamaan dengan itu membuat semua yang ada disana tersenyum penuh arti.
Setelah menghilangnya Sasuke, kini Sasuke muncul didepan iblis liar berbentuk kera disana, dengan cepat Sasuke menebas nebaskan pedangnya untuk melukai iblis liar tersebut, beberapa luka sayatan mucul disana, iblis liar tersebut marah dan mencoba memukul Sasuke dengan kedua lengannya yang kekar secara terus menerus.
'Grr, mati kau bocah!' Iblis liar tersebut marah, dengan tenaganya, dia mengumpulkan energi iblisnya dikedua tangannya dan memukulkannya pada Sasuke yang berdiri didepannya.
DUAR
Tanah tempat dimana iblis liar tersebut memukulkan tangannya hancur, namun tak didapatinya Sasuke disana.
CRASH
GRRAA
Sebuah lengan kekar terjatuh akibat tebasan dari pedang milik Sasuke yang telah dialiri chakra sekaligus energi iblis miliknya. Tak mau membuang kesempatan Sasuke segera menebas kembali iblis tersebut, namun bukan tangan tetapi kepala iblis tersebut, dan karena itu iblis liar tersebut mati seketika.
Sedangkan itu Kisame kini tengah menyeringai senang karena sudah sangat lama dia tidak mengoyak kulit entah itu hewan atau manusia. Dengan cepat Kisame menrapatkan handseal miliknya.
Suiton : Suiryuudan no Jutsu
Tercipta naga air yang berasal dari udara disekitar Kisame, naga air tersebut melesat menuju iblis liar berbentuk Minoutour, merasa akan adanya bahaya sang iblis liar mengerakkan kapak miliknya untuk menghancurkan naga air tersebut, dengan sekali ayunan dari kapaknya naga air milik Kisame hancur menjadi tetesan air, namun Kisame tak berada disana, merasakan adanya bahaya dari atasnya Minoutour tersebut menengadahkan kepalanya dan mendapati Kisame yang sudah berada diatasnya.
CRASH
SRREET
Karena terlambat mengantisipasi, badan bagian depan iblis liar tersebut terkoyak oleh Samehada milik Kisame, darah berceceran dimana mana, tak mau membuang waktu juga Kisame dengan cepat merapatkan handsealnya.
Sensatsu Suisho
Ribuan senbon air membumbung tinggi, dengan gerakan tangan dari Kisame seluruh senbon air tersebut melesat cepat menuju iblis liar disana, dan itu sukses membuat iblis liar tersebut mati seketika.
'Bangsat, ayo bunuh mereka!' teriak salah satu iblis liar berbentuk manusia separuh kuda itu. Sisa dari iblis iblis liar tersebut menyerang seluruh anggota dari Naruto. Dengan tenang semua yang ada disana berdiri.
Yahiko mengangkat satu tangannya.
Shinra Tensei
Seluruh iblis liar terlempar akibat sebuah gelombang besar yang mendorong semua iblis liar dan juga bangunan yang ada dibelakang iblis liar tersebut, tak mau menyianyiakan waktu semuanya bergerak dengan jutsu masing masing.
Itachi : Amaterasu
Deidara : C2-Katsu
Sasori : Kyodaiso
Konan : Kami Kyo
Sasuke : Chidori Nagashi
Obito : Katon : Bakufu Ranbu
Kakuzu : Katon : Gouryuuka no Jutsu
Hidan : Fuuton : Daitoppa
Naruto : Fuuton : Rasenshuriken
Semua Jutsu jutsu tersebut menyerang kesepuluh iblis liar dan dari gabungan semua jutsu tersebut sebuah ledakan dahsyat terjadi dan sedikit mengguncang sekitarnya. Beruntung mereka sudah memasang Kekkai, jika tidak ledakan tersebut pasti akan menjadi sebuah tontonan dari warga yang berada tak jauh dari bekas bangunan disana.
Dari dalam debu bekas ledakan tadi, sudah tak ada lagi yang namanya iblis liar yang tersisa, disana hanya ada sebuah kawah dengan lebar 10meter dan juga dalam sekitar 4meter, bekas bangunan tempat dimana yang namanya iblis liar tersebut bersembunyi kini beralih nama menjadi puing puing bangunan karena bangunan tersebut kini telah rata dengan tanah akibat ulah dari keluarga clan Namikaze tersebut.
" Sepertinya kita berlebihan." Ucap Konan tanpa dosa.
" Uoohhh, seni yang sangat indah, un!" Berbeda dengan Konan, Deidara sangat senang akibat jutsu kombinasi yang dikeluarkan tadi. Dan ulah Deidara tersebut mengundang sweatdrop berjamaah dari anggota peerage atau keluarga Naruto yang lainnya.
" Seni adalah keabadian, bukannya ledakan." Ucap Sasori dan sukses membuat Deidara menatap sengit Sasori.
" Ledakan, un!" Balas Deidara, dan perang seni tersebut berlangsung sampai mereka telah berada dirumah mereka.
Tak lama setelah keluarga Naruto menghilang dengan lingkaran sihir mereka yang dibuat Konan, sebuah lingkaran sihir merah berlambang Gremory mucul, dari dalamnya muncul lima iblis dari keluarga Gremory yang menatap terkejut akan apa yang ada didepannya.
" apa apaan ini? Aku tak merasakan adanya energi dari iblis liar disini?" Ucap Rias bingung dan terkejut akan apa yang ada didepannya saat ini.
" Sepertinya manusia atau iblis yang melakukan ini dia atau mereka pastilah sangat kuat." Ucap Akeno mengeluarkan pendapatnya dan dibalas anggukan dari semua yang ada disana.
" Jadi apa yang akan kita lakukan Bochou?" Tanya Issei yang kini menatap Rias.
" Kita kembali menuju klub, toh pekerjaan kita menjadi lebih ringan karena adanya kejadian ini." Ujar Rias dan mereka semua mengangguk, setelahnya Akeno mengeluarkan lingkaran sihirnya dan mereka berlima menghilang bersama lingkaran sihirnya.
SKIP
Kediaman Hyodou
Bangun, Bangun kalo gak bangun aku cium lho. Itulah suara dari jam weker yang dimiliki oleh bocah dengan rambut coklat dengan wajah super mesumnya.
" Iya iya aku bangun." Ucap bocah tersebut a.k.a Issei seraya mengucek matanya dan mematikan jam weker miliknya. Dia kini berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan ritual paginya. Setelah itu dia berganti baju seragam Kuoh miliknya dan berjalan menuju ruang makan seraya menaruh tas miliknya dipungung.
" Ohayou Issei-kun." Sapa seorang wanita yang sudah bisa dibilang sedikit tua, dia adalah ibu dari laki laki mesum tersebut atau tepatnya bernama Issei Hyodou.
" Ohayou Kaa-san. Huaa sarapan!" Teriak Issei yang kelihatannya sangat lapar tersebut. Dia kemudian mengambil nasi dan juga lauknya dan memakannya dengan cepat.
" Pelan pelan Issei, nanti terse-"
" HEEKKK, Uhuk A-Uhuk ir Air." Sebelum sang ibu selesai berbicara, Issei sudah tersedak terlebih dahulu.
" Nih,-" Ucap Ibu dari Issei yang memberi segelas air dan dibabat habis oleh Issei dengan cepat.
" Makanya, kalau Kaa-san bilang pelan pelan ya pelan pelan." Ucap sang ibu menasehati Issei dan hanya dibalas dengan mendesahnya Issei yang terlepas dari cengkraman Shinigami.
" hehehe, oh ya bentoku mana Kaa-san, aku mau berangkat sekarang." Ucap Issei dan ditanggapi oleh ibunya dengan memberikan bento buatannya pada Issei, dan dengan cepat diambil Issei dan bersalaman pada sang ibu lalu berlari pergi tak lupa untuk pamit juga.
Ditengah jalan, karena dia berlari dengan cepat dia tak sengaja menabrak seseorang.
" Ittai.!" Teriak keduanya, walau Issei tak terjatuh namun hanya terhuyung kebelakang sedangkan orang yang ditabraknya terjatuh dalam posisi terduduk.
" Gomenasai." Ucap Issei seraya menatap sang gadis dan sebuah seringai mencuat dibibirnya.
"Gadis pirang dengan celana dalam putih, ini benar benar sangat langka!" Batin Issei berteriak saking gembiranya melihat seorang gadis yang terjatuh dengan posisi terduduk dan rok yang digunakannya tersingkap menunjukan celana dalamnya yang berwarna putih.
" Daijobou." Ucap singkat gadis tersebut seraya berdiri dengan bantuan Issei.
" Kau biarawati? Apa kau orang baru dikota ini?" Tanya Issei pada sang gadis.
" Ha'i, aku sedang mencari Gereja yang berada dikota ini, aku dipindahkan kekota ini." Jelas sang gadis tersebut pada Issei.
" Ayo aku antar, ah iya namaku Issei, Hyodou Issei." Ucap Issei seraya menyodorkan tangannya mengajak bersalaman gadis yang berada didepannya.
" Aku Asia, Asia Argento." Ucap gadis tersebut yang ternyata bernama Asia dan diikuti dengan menjabat tangan Issei.
" Yosh, ayo berangkat." Ucap Issei dan berjalan memimpin Asia.
SKIP
Kini mereka berdua telah berada didepan sebuah gereja tua yang terlihat seperti sudah tak pernah dipakai lagi. Bahkan bangunan tersebut sudah miring.
" Arigatou Issei-san, mari masuk sebentar." Ajak Asia dengan sangat lembut pada Issei, namun Issei merasakan badannya terasa sangat panas saat sudah dekat dengan gereja tersebut.
" ah gomen Asia aku harus berangkat kesekolah sebelum terlambat." Issei beralasan dengan kata kata sekolahnya.
" Hah, baiklah Issei-san sampai jumpa." Ucap Asia yang berpisah dengan Issei karena Issei telah berlari pergi.
SKIP
Braak
" Apa yang kau lakukan Issei, gereja adalah tempat yang sangat membahayakan bagi iblis! Dan jangan sekali kali kau dekat dengan biarawati itu!" Seorang wanita dengan rambutnya yang berwarna merah sedang memarahi seorang laki laki dengan rambut coklan didalam sebuah bangunan yang biasanya disebut dengan bangunan klub penelitian ilmu gaib.
" Baiklah bochou." Ucap laki laki dengan rambut coklat yang sedang menunduk merasa bersalah.
" Kau tahu Issei, keluarga Gremory tak akan membiarkan salah satu budaknya terluka, kami sangat menjaga budak kami, karena budak kami sudah kami anggap keluarga sendiri." Terang Rias yang kini menatap Issei dengan tatapan menjelaskan.
" Gomen bochou aku telah membuatmu khawatir." Ucap Issei yang meminta maaf pada Rias.
" Baiklah, bagaimana jika kita nanti malam berburu iblis liar dan jika kita beruntung kita nanti bisa bertemu dengan orang yang membunuh iblis liar tempo hari." Ajak Rias dan dibalas dengan ekspresi bahagia dari para budaknya.
SKIP
Dikediaman Namikaze .
" Apa ada iblis liar yang bisa aku ledakan Itachi?" Tanya Deidara yang menciptakan sebuah laba laba dari tanak liat yang berada ditangan kanannya saat ini.
" ada, didekat sebuah taman ada sebuah bangunan tua atau tepatnya gudang tua, dari berita yang aku baca disana dihuni tiga iblis liar bentuk pertama berbentuk Minotour dengan kapak satu sisi dan palu, kedua wanita ular dengan tubuh bagian atas yang terbuka, dan yang terakhir berbentuk manusia dengan tubuh bagian bawah kuda dengan membawa sebuah panah." Bukan Itachi namun Konan yang menjawab pertanyaan dari Deidara tersebut.
" dimana yang lain, aku ingin kesana!" Teriak Deidara dan-
BUGH
Sebuah tendangan mendarat dipungung dari Deidara. " Tak usah berteriak bodoh!" Umpat Kisame yang ternyata pelaku penendangan dari Deidara.
" Bangsat kau Kisame, akan aku le-"
" Ssttt, lihat." Ucap Yahiko seraya menunjuk suatu arah dan diikuti oleh kesembilan anggota keluarga Naruto lainnya.
" Naruto sedang menambah energi Senjutsu miliknya." Jelas Yahiko dan dibalas anggukan dari yang lainnya.
Setelah beberapa lama Naruto membuka matanya dan didepannya ada Deidara, dan Obito yang hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahnya, dan itu sukses membuat Naruto terjengkang kebelakang dan diikuti kursi yang ambruk karena dorongan Naruto.
Semua yang ada disana tertawa, bahkan Sasuke dan Itachi yang seorang Uchiha yang terkenal akan wajah mereka yang datar pun ikut tertawa walau itu tak keras.
" Apa apaan kalian berdua haahhh, untung saja energi Senjutsuku sudah aku simpan, jika tidak kalian berdua akan aku jadikan tempat duduk untukku gunakan saat mencari energi Senjutsu!" Umpat Naruto seraya berteriak keras dan menunjuk nunjuk Obito dan Deidara yang sedang tertawa terbahak bahak.
" Hahaha, haduh sudah sudah Naruto bagaimana jika kita kembali memburu iblis liar dibekas gudang dekat taman bagian barat kota.?" Ajak Yahiko pada Naruto dan itu sukses membuat ekspresi marah dari Naruto berganti menjadi ekspresi tertariknya.
" Ayo, berangkat sekarang!" Kini Naruto berteriak yang langung merubah ekspresi marah menjadi ekspresi penuh semangat miliknya.
" dasar dobe, kau masih bodoh seperti biasanya." Ucap Sasuke dengan sedikit bergeleng.
" Apa maksudmu teme!" Kini Naruto menatap Sasuke tajam, dan gelengan kembali ada dari seluruh keluarga Naruto minus Naruto dan Sasuke.
" Sudah, ayo berangkat." Kini Konan melerai mereka berdua dan membuat lingkaran sihir untuk menuju tempat itu.
Kini keluarga dari clan Namikaze telah sampai ditempat tersebut, tanpa menunggu lama keluar tiga makhluk yang didikripsikan Konan tadi.
SERRR
Darah keluar dari hidung para anggota laki laki disana minus Naruto yang masih polos, Sasuke dan Itachi yang tak mau harga dirinya turun, karena mereka dihadapkan dengan dua buah Oppai yang bisa dibilang besar dan sempurna.
" Apa apaan kalian, dia itu iblis liar jangan kalian tergoda dengan dua buah gunung itu." Omel Konan dan karena omelannya itu semua yang ada disana tersadar.
'Hahaha, akanku bunuh kalian dan akan aku jadikan makannan apa lagi kau ikan, sepertinya gizimu paling tinggi.' Ucap iblis liar dengan bentuk wanita berbadan ular tersebut.
" Hahaha, seekor hiu bukan mangsa namum pemangsa!" Setelah berhentinya ucapan dari Kisame dia menarik Samehadanya lalu melesat cepat menuju sang iblis liar, dari belakangnya menyusul Yahiko dan Itachi dengan cepat, satu Bishop, satu Knight dan satu Rock dari Namikaze clan tersebut maju.
Iblis liar kuda dan ular mempersiapkan senjatanya, sang kuda menarik busurnya dan keluarlah lingkaran sihir dengan memunculkan anak panahnya, sedangkan ular memegang Oppai miliknya, dari ujung putingnya muncul lingkaran sihir.
Sang kuda melepaskan anak panahnya dan kini melesat menuju Yahiko, tanpa sedikitpun rasa takut Yahiko mengelak menghindari anak panah yang melesat menujunya, sang kuda dengan cepat menembakan anak panahnya secara terus menerus menuj Yahiko namun seluruh anak panahnya dapat dihindari dengan mudah oleh Yahiko, setelah dekat dengan sang kuda Yahiko memukulnya dengan sekuat tenaga, dan itu sukses membuat sang kuda terpental jauh.
Disisi lain, ular menembakan dua buah laser merah menuju Kisame dan Itachi, namun diblok oleh Kisame dengan memunculkan sebuah dinding air yang menghadang pergerakan laser tersebut. Sedangkan Itachi mengambil kesempatan itu dengan melompat tinggi, setelahnya dia merapatkan handsealnya.
Katon : Goukakyuu no Jutsu
Sebuah bola api besar melesat menuju sang iblis liar berbentuk ular disana, dengan gerakan cepat ular tersebut menghindari datangnya bola api tersebut.
DUAR
Tabrakan antara bola api tersebut dengan tanah yang digunakan pijakan oleh sang ular, namun tanpa disadari sang ular Kisame sudah berada didekatnya seraya mengayunkan Samehada miliknya untuk mengoyak kulit dan daging milik ular tersebut.
CRRASH
SRREET
Kulit dan daging tubuh bagian depan dari ular tersebut mengelupas, dan kucuran darah tercipta disana.
'Bangsat, kalian akan mati!' teriak dari ular tersebut, dengan berhentinya teriakan dari ular tersebut dua buah lingkaran sihir sebesar ban mobil tercipta didepan iblis liar berbentuk ular tersebut. Dan dari dua buah lingkaran sihir tersebut tercipta dua buah laser besar yang melesat menuju Kisame, tak sempat menghindar Kisame membulatkan mata tanda terkejutnya.
DUUAR
Asap tebal tercipta dari laser yang meledak tersebut, namun disana berdiri dua orang bukan satu orang saja, dan orang tersebut sedang memegang trisula emas dengan jubah merah yang dihiasi dengan api oranye yang berada dibawah jubah miliknya.
" Kau tak apa Kisame-nii.?" Tanya orang tersebut yang ternyata adalah Naruto yang kini berdiri gagah didepan Kisame.
" Arigatou Naruto." Jawab Kisame dan dibalas anggukan dari Naruto.
" Bisakah kita maju semua?" Tanya Naruto.
" Aku sedang malas." Ucap Obito, Sasori dan Kakuzu sedangkan Hidan, Deidara, Konan dan Sasuke maju kedepan dan berdiri didekat Naruto.
" Sasuke aku dan kau bunuh Minotour itu, Konan-nee, Hidan-nii, Deidara kalian bunuh ular itu, sedangkan Itachi-nii dan Yahiko-nii bunuh kuda itu." Jelas Naruto yang dijawab dengan mengambilnya posisi dari mereka semua.
Sasuke dan Naruto maju dengan senjata mereka masing masing, Sasuke mengambil sisi kanan sedangkan Naruto sisi kiri, dengan cepat Sasuke menghilang dan melakukan puluhan tebasan tipis namun fatal pada tubuh dari iblis liar yang berada disana, iblis liar tersebut terjatuh namun masih dapat sedikit melukai Sasuke, kini giliran Naruto dia berlari dengan menyeret trisula miliknya, dengan mengepalkan tangan kirinya dia maju dan memukul iblis liar tersebut sampai terlempar.
Masih dalam keadaan terlempar Naruto menghilang dengan kilatan emas dan muncul dibelakang iblis liar tersebut, dengan gerakan yang sama cepatnya Naruto melakukan ratusan tusukan pada iblis liar tersebut dan sukses membuat iblis liar tersebut menjadi daging cincang.
Naruto dan Sasuke selesai dengan iblis liarnya begitu juga yang lainnya mereka kini berkumpul dan saling tertawa karena ulah Naruto yang diejek oleh Sasuke, tanpa mereka sadari lima pasang mata menatap mereka dengan tatapan terkejut dan kagum.
" Naruto-san, Sasuke-san?!" Teriak Issei dengan nada bingung dan berteriak dan itu sukses membuat Naruto dan keluarganya menoleh sekaligus terkejut, tanpa fikir panjang Naruto mengambil bola asap dengan cepat, dan meledakannya dan semuanya memegang Naruto lalu menghilang dengan Hiraishin milik Naruto untuk menuju apartemennya.
" Bukankah itu laki laki yang kau tabrak tempo hari Bochou?" Tanya Akeno seraya menatap Rias, dan Rias masih dalam posisi terkejut miliknya, matanya membulat sempurna den ekspresi terkejut masih tertera diwajahnya.
" Haahhh, kau kenal mereka Issei?" Tanya Rias pada Issei dan dijawab anggukan oleh Issei.
" Kita dengarkan tentang mereka dari Issei, sekarang ayo kembali keklub." Ajak Rias dan dibalas dengan keluarnya lingkaran sihir.
SKIP
Dikediaman Namikaze sedang ada sedikit keributan disana, karena Sasuke dan Naruto terlihat oleh Issei dan Kiba, karena mereka berdua adalah teman sekelasnya.
" Lalu harus bagaimana ini Itachi-nii?" Tanya Naruto pada Itachi.
" Besok aku dan Konan sudah akan mengajar, jadi jangan buat aku bingung Naruto karena kita semua terlihat oleh mereka, kau tidurlah sekarang ." Ucap Itachi pada Naruto.
" Ikuti alurnya saja Naruto." Ucap Konan menenangkan
Keesokan harinya Naruto, Sasuke, Sasori, Obito dan Deidara berangkat sekolah seperti biasanya, sesampainya digerbang sekolah mereka telah dihadang oleh Rias, Akeno, Kiba dan Koneko.
" Kalian berlima setelah pulang sekolah datanglah kedalam klub milikku." Ucap Rias datar.
" apa untungnya buat kami.?" Tanya Sasori pada Rias.
" Sesi pertanyaan akan diadakan didalam klub nanti, kalian berlima akan dituntun Issei dan Kiba untuk menuju klub kami." Ucap Rias seraya melenggang pergi.
SKIP
Setelah pulang sekolah, kini Naruto, Sasuke, Sasori, Obito dan Deidara sudah berada didalam klub penelitian ilmu gaib, namun disana tidak ada Issei, entah kenapa dia juga tidak masuk sekolah hari ini.
" Bailah bisa kalian jelaskan siapa kalian ini.?" Tanya Rias dan tak berapa lama muncul Akeno yang membawakan lima cangkir teh dan diberikan pada tamu mereka.
" Ini enak Akeno-senpai." Ucap Naruto dan dibalas senyuman manis bukan palsu dari Akeno.
"Hn," Ucap Sasuke pelan dan singkat.
" Bisakah kalian jawab pertanyaanku.?" Ucap Rias sedikit sebal.
" Kami iblis seperti kalian." Jawab Obito ringan tanpa ada dosa sedikitpun pada jawabannya, dan karena jawaban dari Obito tersebut sukses membuat semua yang ada disana terkejut.
" Tapi mengapa aku tak dapat merasakannya Obito-senpai, bahkan aku sudah menggunakan Senjutsu.?" Tanya Koneko pada Obito.
" Kau bisa menggunakan Senjutsu Koneko? Wah kau hebat." Ucap Naruto sedikit terkejut dan tersenyum dengan senyumnya yang sangat menawan dan itu membuat Koneko, Rias dan Akeno tersipu, namun tidak dengan Sasuke dia merasa sangat mual saat ini.
" Apa Naruto-senpai bisa menggunakan Senjutsu?" tanya Koneko antusias.
" Yap, coba kau keluarkan Senjutsumu Koneko." Ucap Naruto yang diikuti dengan senyumnya, Naruto merasakan energi Senjutsu dari Koneko, tak berapa lama muncul dua buah telinga kucing dan dua ekor kucing dari Koneko.
" wah, kau Nekomata ya ." Ucap Naruto kembali dan dibalas anggukan dari Koneko, Naruto kini berdiri dan mengeluarkan Senjutsunya, dan itu sukses membuat anggota team klub penelitian gaib meneteskan keringat dingin karena kuatnya energi Senjutsu dari Naruto, tak berapa lama dikelopak matanya mucul warna oranye dalam bentuk setengah lingkaran, matanya yang dulunya biru safir berubah menjadi kuning dengan garis horisontal seperti mata katak, dan juga tak lupa muncul jubah merah hitam miliknya.
Setelah menunjukan Senjutsu miliknya dan kini dia memasukan kembali atau tepatnya menyimpan kembali senjutsunya semua kembali seperti normal.
" Jadi kalian adalah iblis, kalian berasal dari clan apa?" Tanya Rias kembali.
" Kami dari clan Namikaze." Jawab Sasuke datar.
" Clan Namikaze? Aku rasa Clan Namikaze tak ada diUnderworld?" Tanya Rias.
" Ya memang karena kami clan khusus yang didirikan oleh sa-"
DUAK
" Ittai,"
" Diam kau bodoh." Bisik Obito pada Deidara yang hampir saja keceplosan dan juga tak lupa dia memberikan sebuah hadiah kecil pada Deidara yaitu sebuah injakan pada kaki Deidara.
" ada apa Deidara-san?" Tanya Akeno dan dijawab dengan sebuah gelengan dari Deidara.
" Apa ada per-"
DUAAR
" BOCHOU!" Teriak seorang laki laki yang mendobrak pintu seraya mengatur nafasnya yang ngos ngosan.
" Ada apa Issei?" Tanya Rias yang sedikit terkejut akan datangnya Issei yang terlihat sangat kotor dan juga sedikit kacau. Rias maju mendekati Issei dan mulai mendengarkan penjelasan dari Issei
" Asia, Asia" Ucap Issei dengan menunjuk arah belakangnya.
" Aku sudah berkata jangan dekat dekat dengan biarawati itu!" Teriak Rias yang terlihat marah karena Issei yang masih dekat dengan biarawati itu.
" Dengarkan aku dulu Bochou, sebenarnya Asia memiliki Sacred Gear untuk menyembuhkan, dan para malaikat jatuh akan mengambilnya, sebenarnya Asia hanya diperalat oleh mereka" Jelas Issei yang menjelaskannya dengan sedikit keras.
" Naruto-san, Sasuke-san?" Ucap Issei yang melihat Naruto dan Sasuke berada didalam klubnya.
" Hn"
" ya?"
Sasuke dan Naruto hanya mengucapkan satu patah kata dari mulut mereka masing masing.
" Bantu aku menyelamatkan Asia, Naruto-san, Sasuke-san." Ucap Issei dengan membungkukan badannya 90derajat.
" Baiklah, ayo teman teman." Ucap Naruto yang kini merengangkan badannya dan juga mulai berdiri menuju pintu keluar.
" Tapi Naruto, gereja adalah tempat suci dan berbahaya bagi iblis seperti kita semua?!" Ucap Kiba yang memperingatkan Naruto dan juga ditambahi dengan anggukan dari Akeno dan Koneko disana minus Rias yang masing memasang muka seperti jengkel disana.
" Ka-kau i-iblis Naruto, Sasuke?" Tanya Issei terbata dengan menatap kelima anak dengan marga Namikaze disana.
" Ya aku dan empat orang dibelakangku adalah iblis, dan kami adalah iblis dalam naungan dari keluarga Namikaze." Jawab Naruto pada Issei yang kini mulai berjalan keluar.
" Naruto-san apakah kau serius akan hal ini?" Tanya Akeno pada Naruto dan semua yang ada didalam klub itu berdiri.
" Aku serius karena orang yang melanggar peraturan dianggap sampah, namun orang yang tak memperdulikan teman lebih rendah dari pada sampah, itulah yang senseiku ajarkan padaku." Ucap Naruto, Sasuke tersenyum sedangkan Sasori dan Deidara terkejut akan hal itu apalagi Obito karena dialah orang yang menggunakan kata kata tersebut pada Kakashi. Tak lupa semua yang ada diklub tersebut juga ikut terkejut akan kata kata dari Naruto disana.
" Jadi apakah kalian akan ikut juga?" Tanya Naruto pada semua anggota klub itu dan dibalas anggukan dari Kiba, Akeno dan Koneko sedangkan Rias dia hanya melihat Naruto dengan tatapan bingung.
" Kenapa kau mau membantu Issei hah?!" Tanya Rias sedikit keras pada Naruto.
" Tak ada alasan khusus untuk hal itu, karena Issei adalah temanku aku pasti akan membantunya jika ada kesusahan, namun jika dia bukan temanku aku juga akan membantunya karena dia mengambil jalan yang benar." Jelas Naruto seraya menatap Rias yang kini mengeluarkan raut wajah terkejut diwajahnya.
" ayo kita berangkat, aku tak mau membuang waktu." Ucap Sasuke dengan ekspresi datarnya.
" Baiklah, Sasori." Ucap Naruto dan dijawab dengan keluarnya sihir teleportasi untuk semua anggota peeargenya dan juga Issei.
Setelah Naruto, anggota keluarganya dan juga Issei pergi Rias masih termenung akan kata kata yang dikeluarkan oleh Naruto
" Akeno aku tak mau membiarkan salah satu anggota keluargaku kenapa kenapa, kita bantu mereka." Ucap Rias, dan itu sukses membuat Akeno, Kiba dan Koneko tersenyum puas, akhirnya mereka pergi menyusul Naruto dan Issei berserta peeargenya.
TBC
Saatnya balas Review
A.S : Untuk pair saya masih fikirkan lagi, bisa saja OC atau ambil dari dunia Naru atau DxD
Revenwhitefang : Terimakasih untuk review dari anda, itu sangat berguna. Dan jarang jarang ada yang tahu jalan cerita yang bakal ane buat :v
Untuk yang review kenapa Nagato tak dimasukan kesini, pertanyaan itu sudah terjawab pada review dari ' revenwhitefang ' , karena Nagato sudah tersegel dalam pedang Totsuka milik Sussano'o Itachi. Dan jika ada dua pengguna mata dewa pasti sulit buat ngalahin.
Oke, semoga chapter yang ini lebih baik dari fic sebelumnya.
Wooza Out!
