DRACULA

°•°

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin and many more..

Genre : Fantasy #failed, Romance #gak yakin

Gender : Yaoi /BoyxBoy

FF fantasy pertama saya dan semoga gak ngecewain kalian semua para Readers.

Judul terinspirasi dari Dramus terbaru uri mommy #LirikMingie

Keseluruhan cerita, pure dari pemikiran dangkal saya.

~UnKnow joyer~

.

.

.

Chapter 2

"Ya! APA YANG KAU LAKUKAN PABBO?!" lengkingan dahsyat yang sangat memekakan telinga siapa saja yang berada disekitar namja yang tengah berteriak dengan wajah memerah itu.

Apa-apaan ini? Dicium oleh seseorang yang baru ia temui? Dan lebih parahnya sosok tersebut adalah seorang namja. Hey, dia juga namja!

Punggung tangannya mengusap kasar bibir pouty lembutnya dan menatap nyalang sosok berwajah pucat dengan smirk menyeramkan.

Ia bergerak gelisah saat sosok berkulit pucat itu bergerak mendekat dengan smirk menyeramkan tersebut.

"Kau tahu, kau sangat cantik" Kyuhyun berucap lirih dan hampir mengelus pipi Sungmin. Namun sang empu terlebih dahulu menyentaknya.

"Aku namja! Aku tidak cantik!" sergah Sungmin semakin ke belakang.

Sungmin menyerngit saat Kyuhyun memejamkan matanya kuat. Ia terlihat seperti sedang...kesakitan.

Baru saja Sungmin membuka mulutnya dan mengangkat tangannya hendak bertanya. Namja aneh itu sudah terlebih dahulu meninggalkannya sendirian.

Ia hanya mengerjabkan matanya saat menyadari sudah tak ada orang dihadapannya.

'Eoh? Cepat sekali' batin Sungmin bermonolog.

Sungmin lebih memilih mengabaikannya dan berjalan kembali menuju ruang kelasnya.

.

.

.

.

Tangannya bergerak gusar mencari sesuatu dibalik Jas hitam yang ia kenakan.

Wajahnya memucat dengan mata hazel coklat kehitaman yang telah berubah menjadi emas dengan pupil tengahnya berwarna hitam kelam.

Sebuah taring yang berukuran kecil mulai tumbuh dari gigi bagian depannya.

Ia menggeram. Sebelumnya tak pernah ia berubah pada jam segini.

Ia karena...namja tadi.

Namja tadi yang merangsangnya untuk segera menuntaskan dahaganya akan darah yang selama ini menopang kehidupannya dan kehidupan keluarganya.

Ia segera menegak sebuah cairan berwarna hijau saat tangannya menemukan sebuah botol kecil yang tersemat dalam jas hitamnya.

Obat penawarnya telah bekerja dengan baik. Ia sangat bersyukur karenanya.

Tak sia-sia sang Eomma memarahinya agar membawa obat penawar tersebut.

Suara guyuran air dari arah wastaffel memecah keheningan disebuah ruangan cukup luas yang terdiri dari beberapa bilik kecil dengan pintu berwarna putih yang menutupinya.

Tetesan-tetesan air terlihat pada wajah tampan itu meluncur dan kembali jatuh pada wastaffel. Wajah tampan serta kulit pucat terpantul pada kaca besar yang berada tepat didepan wastaffel.

Hembusan nafas teratur serta pejaman mat untuk semestara.

Ah, dia telah kembali normal.

"Siapa namja tadi?" gumamya dengan kembali menatap pantulan dirinya di cermin.

.

.

.

.

"Hay, aku Lee Hyukjae. Kau bisa memanggilku Eunhyuk" seorang namja bergummy smile, berambut blonde kecoklatan mengulurkan tangannya kearah namja mungil berambut hitam dengan jaket abu-abu yang melekat ditubuhnya.

Senyuman cantik tersungging manakala ia sebuah tangan terangkat padanya.

Ia pun membalas tangan tersebut hingga kedua tangn itu pun bertautan.

"Aku Lee Sungmin. Kau bisa memanggilku Sungmin" Eunhyuk tersenyum senang saat pemuda dihadapannya membalas uluran tanganya dan memperkenalkan namanya.

"Sekarang kita teman?" Eunhyuk bertanya kepada Sungmin.

Kekehan geli pun meluncur pada bibir merah sakura itu.

Oh demi apa itu sangat menggemaskan.

Eunhyuk sejenak terpesona dengan wajah manis namja yang baru saja menjadi temannya.

Terlihat sangat manis dengan gumpalan gembul yang mengembang saat tersenyum.

"Kau sangat menggemaskan, min" Eunhyuk berucap tulus dan tentunya jujur.

Semburat merah menghiasi pipi gembul tersebut.

Alhasil, semakin bertambahlah kadar imut dan manis wajah baby face tersebut.

"Aku namja Hyuk-ah" ucapnya malu sekaligus terselip nada kesal didalamnya.

Eunhyuk tertawa mendengarnya.

Lee Hyukjae, namja kurus dengan postur lumayan tinggi dengan rambut blonde kecoklatan, dan penampilan yang sangat modis.

Keduanya berbincang-bincang layaknya sahabat lama. Ah mereka sangat cocok dengan sifat keduanya. Sepertinya mereka akan menjadi sahabat.

.

.

.

Brakk

"Tidak bisakah kau mengetuk pintunya terlebih dahulu Cho?"

Wanita cantik berambut hitam yang digelung keatas memperlihatkan leher putih nan jenjangnya dengan sebuah kalung terbuat dari emas dengan manik berlian merah menjadi bandulnya.

Dress berwarna merah melekat apik ditubuh langsingnya.

Wanita tersebut tengah menikmati segelas minuman berwarna merah pekat yang hanya menyisakan separuhnya.

Terkaget ia saat melihat kedatangan sang anak dengan wajah datar andalannya.

"Aku rasa pintu itu tak lebih penting daripada rasa dahagaku yang semakin mencekik Cho" ucap pemuda itu dengan melepas topi hitam yang ia kenakan.

Sebuah kekehan halus serta membahana mengingat rumah megahnya terlihat sangat lengang kecuali bunyi suara burung hantu yang menemani keheningan rumah itu.

"Rudolf"

Seekor anjing berukuran lumayan besar berwarna coklat mendatangi wanita yang memanggilnya.

"Bawakan segelas darah untuk Kyuhyun-ku" mendengar perintah itu anjing berwarna coklat itu sekejap berubah menjadi seorang manusia yang masih dalam posisi tersungkur dilantai.

Sosok manusia itu mendongak dan berdiri bak seorang manusia sungguhan.

"Baiklah Nyonya" dengan sekejap pria berkulit tak kalah pucat itu menghilang dan beberapa detik kemudian kembali dengan satu gelas besar cairan kental berwarna merah pekat ditangannya.

"Ck, Eomma.. Bisakah aku berburu sendiri?" gerutuan kecil itu menginterupsi wanita yang dipanggil Eomma saat hendak mengambil alih gelas besar tersebut.

Sebuah gelengan pelan sebagai jawaban.

Wanita itu-Cho Heechul- mendekati putranya dan menggosokkan tangannya pada punggung sang keturunan Vlad tersebut.

"Tidak, kau adalah adalah keturunan Vlad terakhir sayang. Aku tak ingin kau terluka karena para kaum Zreck diluar sana"

Ucapan tulus, penuh kasih Membuat Kyuhyun bungkam. Tapi ia muak, ia seorang keturuan Vlad tapi mengapa ia tak boleh berburu sendiri?

"Tapi aku bisa melawan mereka Eomma" sanggahnya dengan menoleh kearah Heechul dengan raut wajah melas.

"Tidak, kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu secara optimal jika kau belum memiliki mate"

"Aku..."

"Temukan mate-mu, jika kau ingin hidup bebas dan mencari makananmu sendiri honey"

Ya, Semua drakula muda menginginkan hidup bebas dengan mate-nya dan mencari mangsanya sendiri untuk kebutuhannya.

Ia menggeram, sudah kurang lebih 20 tahun umur manusia ia belum pernah mendapatkan seorang mate.

Tepat bulan purnama nanti ia genap berusia 175 tahun umur drakula.

..

..

Langkah jenjangnya memasuki kamar bernuansa hitam dengan perabotan yang ia butuhkan semua ada didalam.

Namun, satu yang ia inginkan. Yaitu beristirahat.

Ia menatap benda berukuran persegi panjang besar berwarna putih yang tergeletak tak jauh dari sebuah ranjang california King size yang terletak mewah ditengah kamar luasnya.

Tangannya membuka benda persegi tersebut dan memasukkan kakinya disusul dengan seluruh tubuhnya memasuki benda persegi panjang tersebut.

Dengan otomatis benda persegi panjang atau yang lebih populer dengan istilah peti itu tertutup sempurna.

.

.

.

"Bagaimana harimu Honey"

"Melelahkan sekali" balas seorang pria tinggi dengan wajah maskulin meski usianya sudah tak muda lagi.

Pria itu mengecup bibir merah sang istri dan melepaskan topi dinasnya.

Sang istri dengan telaten membuka satu kancing atas suaminya.

"Ada masalah apa hingga kau sangat kelelahan Honey?"

Dengan sekejab ia kembali dengan satu gelas cairan pekat ditangannya.

Sang suami menerima gelas tersebut dengan senang hati.

"Para zreck kembali berulah. Kemarin, ada laporan orang hilang.

Dan tadi, sekitar pukul 10.00 seorang wanita bernama Im Choi in ditemukan tak bernyawa dengan tubuh yang telah berserakan. Aku yakin pasti para zreck yang melakukannya"

Heechul menatap wajah sang suami intens.

Ia khawatir kepada Kyuhyun.

"Honey, bagaimana dengan Kyuhyun kita?"

Sang suami menghela nafasnya.

Ia menatap sang istri kemudian mengalihkan pada suatu objek abstrak.

"Kita harus segera mencarikan mate untuk Kyuhyun"

Ucapnya dengan menatap kosong gelas ditangannya. Heechul hanya mengangguk menyetujui.

..

..

..

..

"Pagi ini aku pakai baju apa ya? Pink? Putih? Biru? Ah aku bosan dengan warna-warna itu"

Pemuda berusia 22 tahun itu mengerucutkan bibirnya sambil melakukan kegiatannya memasang dan menanggalkan beberapa pakaian yang telah menjadi kandidatnya.

Rasa bosan terhadap warna-warna cerah menghinggapi dirinya, meski warna pink adalah warna favoritnya, namun akhir-akhir ini jarang sekali ia mengenakan pakaian dengan warna pink.

Matanya berbinar cerah saat melihat salah satu kemeja yang sangat jarang ia kenakan.

Kemeja hitam polos. Entah mengapa ia tiba-tiba tertarik memakainya.

Ia tersenyum saat tangannya berhasil menggapai kemeja tersebut.

Warna hitam, mengingatkannya pada... Aishh kenapa ia malah teringat namja kemarin yang telah merebut ciuman pertamanya?

Ups, ia baru menyadari jika kemarin adalah ciuman pertamanya.

Meski ia besar di London, bukan berarti prilakunya sama seperti kebanyakan orang London.

Sungmin kebingungan dalam menentukan orientasi seksualnya. Pasalnya, selama ini banyak sekali wanita cantik yang menggodanya habis-habisan. Namun, sayangnya ia sama sekali tak tertarik. Sedikit pun Tidak.

Ia lebih mengabaikan pikirannya tentang namja aneh kemarin. Ia tak ingin moodnya memburuk akibat kejadian kemarin.

Ia harus memulai hari ini dengan senyuman dan semangat yang baru.

Karena prinsipnya adalah Hari ini harus lebih baik dari hari Kemarin.

.

.

.

"Eh?"

Pekikan kaget Membuat sebagian mahasiswa yang berada didalam ruangan menoleh kearahnya.

Melihat hal itu Sungmin membungkukkan tubuhnya beberapa kali untuk meminta maaf kepada teman-temannya.

Setelah kondisi kembali tenang ia menatap nyalang pria didepannya.

"Ini bangkuku" ucap Sungmin sedikit berbisik.

Namja yang tengah duduk tenang sambil melipat tangannya didepan dadanya itu nyaris tertawa melihat kelakuan namja manis berbalut kemeja hitam didepannya.

"Ah, kita serasi" ucapan singkat dengan nada biasa Membuat banyak pasang mata menyerbu kearah sumber suara.

Suara bass itu terdengar sangat merdu. Mengingat pemilik suara tersebut jarang sekali bersuara, hingga sekali bersuara ia pun menjadi objek perhatian.

Kyuhyun tak mengambil pusing hal tersebut.

Ia lebih tertarik melihat wajah manis namja dihadapannya.

Sungmin mendelik kala Kyuhyun menunjuk dirinya dan diri Kyuhyun sendiri.

Ah, ia baru menyadari jika Kyuhyun juga mengenakan pakaian hitam.

"Ck, ini bangkuku"

"Tidak, ini bangkuku"

"Aku kemarin sudah menempatinya!" ucap Sungmin kembali ke nada semula. Nada dimana ia kembali menjadi pusat perhatian.

Senyuman tipis Kyuhyun sunggingkan.

Ia sama sekali tak menyangka jika pria bisa semanis itu kelakuannya.

"Kenapa tersenyum? Minggir!"

Tanpa membalas ucapan Sungmin, Kyuhyun berdiri dari tempatnya dan berjalan santai menuju bangku kosong di pojok belakang ruang kelas.

"Ck, dasar aneh"

Sungmin lebih memilih mengabaikan dan menempati tempat yang sempat menjadi rebutan.

"Psstt.. Sungmin-ah" bisikan-bisikan itu terus saja menyebut namanya.

Ternyata namja disampingnya tengah menatapnya seolah bertanya.

'Apa?' Sungmin menggerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suara.

Ia mengerutkan dahinya saat namja yang tadi memanggilnya atau yang lebih tepatnya Eunhyuk. Tengah mencoret-coret kertas notenya dan menyobeknya pelan.

Sungmin menerima remasan kertas note yang diberikan oleh Eunhyuk.

'Kenapa kau bisa duduk di tempat itu?'

'Apa maksudnya?' batin Sungmin heran.

Ia membalikkan kertas tersebut dan menuliskan beberapa kata disana. Kemudian dilemparkannya pada Eunhyuk.

'Wae? Ini tempatku'

Isi note kecil tersebut.

Eunhyuk membulatkan matanya.

Lalu mengambil kertas baru dan menulisinya kembali.

'Itu tempat milik Cho Kyuhyun, namja yang sekarang duduk di pojok belajang'

Tulisnya dengan cepat. Lalu ia memberikan kembali kepada Sungmin.

'Apa?' batin Sungmin berteriak.

Ia membeku. Dengan gerakan kaku Sungmin memutar kepalanya dan berusaha tenang melihat kebelakang. Ah, lebih tepatnya tempat dimana Kyuhyun berada.

Oh god,

Sungmin menganga saat melihat sosok dibelakang itu tengah melambaikan tangan kearahnya.

Ah tak lupa senyuman manis yang terlihat mengerikan itu terpatri dibibir sexy-nya.

Sungmin menganggukan kepalanya pelan dan tersenyum kaku kearah Kyuhyun lalu membalas lambaian Kyuhyun.

Kemudian Sungmin membalikkan tubuhnya dan kembali menatap ke depan dengan suasana hati yang semrawut.

'Oh tuhan, aku salah bertindak' ucapnya dalam hati.

Ia berulang kali menepuk jidatnya konyol. Mengerutuki tindakan bodohnya yang jelas-jelas mengusir pemilik tempat yang ia akui adalah tempatnya.

Sedangkah namja dipojok kelas tersenyum geli melihat tingkah lucu Sungmin yang sedari tadi menghantamkan kepalan tangannya pada paha dan berulang kali pula menepuk dahinya konyol.

'Manis sekali' batin Kyuhyun berucap.

'Sama seperti darahmu mate' lanjutnya.

.

.

.

Hayyy chapter 2 lahir(?) kkkkk~

Oh tolong jika cerita diatas sama sekali tidak sinkron dengan pengetahuan yang readers miliki.

Karena saya juga tidak mengetahui secara pasti makhluk bernama Drakula huweeeee #nangisDipojokan

Untuk makhluk bernama Zreck aku ngawur pemirsaaah huweeee...

Mian buat typos yang buanyaaak yaaak

Semoga aku bisa ngelarin cerita abal dan gaje ini meski aneh #amiin

Terima kasih atas masukan2 serta saran2 yang telah diberikan kepada saya.

Okeeyyy... Hargai karya para author yang telah menyediakan waktu untuk menulis karya untuk bisa menghibur readers sekalian yaaaa

Ingat! Meski itu hanya setitik!

Allaceoo... Keep RnR yaaaa

Mau lanjut?