INNOCENT LIFE
MAIN CAST: LEE SUNGMIN as LEE SUNGMIN
CHO KYUHYUN as CHO KYUHYUN
KIM JAE JOONG as KIM JAEJOONG
KIM HYUN JOONG as KIM HYUN JOONG
PRESENTED:
Kim Kibum (SNOW WHITE SUJU), Lee Taemin, Shim Changmin, etc.
Disclaimers : Super Junior Members miliknya Tuhan mereka, Keluarga & SMEnt
WARNINGS : YAOI ( gak bisa diganggu gugat *ketuk palu*), MPREG, ANGST, NC ( masih dipikirkan scane NC yg bisa buat orang dikirim ke rumah sakit = NC nya entar ),OOC,MISS TYPOS, NOT FOR KIDS !, AUTHOR PUN MASIH BELAJAR TENTANG EYD(JADI MOHON KESABARANNYA).
P.S : BOLD-FLASHBACK
.
Kisah yang lalu :
"YANG BENAR KYU ?"
"NE.. KEPALA KU PUSING PAGINYA. ALKOHOL MEMANG BERBAHAYA, ck... DAN KAU TAU AKU MIMPI MEMPERKOSA SEORANG NAMJA !" ungkap orang yang dipanggil Kyu tadi.
"EH?, MEMPERKOSA NAMJA?, GILA SEKALI MIMPIMU !, HAHAHAHA... MEMANGNYA BAGAIMANA RUPANYA? CANTIK ? IMUT ? ATAU MALAH BERBADAN KEKAR?, HAHAHAHA..." tanya lawan bicara Kyu tidak sabar, penuh dengan kata penasaran di otaknya.
"Entahlah aku tak ingat wajahnya, yang aku ingat kejadiannya di gang gelap, Aishh... sudah lah... cepat kita masuk Hae-ah" ajak Kyu.
"Hahahaha... jangan-jangan itu mimpi basahmu... hahahaha.. atau kejadian itu memang NYATA hanya saja kau tidak mengingatnya!?" cetus Hae diiringi gelak tawa, si Kyu pun ikut tergelak.
"Hahahaha.. walaupun begitu aku harap aku tidak akan bertemu dengannya.."
Derai tawa itupun menghilang dari balik pintu keluar.
.
Krekkk... Pintu bilik kamar mandi pun terbuka berlahan.
Keluarlah seorang namja, terlihat ia beberapa kali mengelus bagian bawah belakang tubuhnya.
Ditengoknya kearah pintu keluar kamar mandi.
'siapa mereka?' pikirnya. Seakan tak akan menemukan jawaban, ia pun melirik kearah cermin besar di ruangan ini. 'uh, luka lecet dimuka Minnie masih sakit' ucapnya lagi pada dirinya sendiri, sambil menyentuh sudut bibirnya yang terluka.
"Eh... Sungmin?, kau disini?" tanya seseorang berkacamata.
Dengan cepat, Sungmin atau yang dikenal dengan Minnie menoleh kearah datang nya suara. Ternyata itu Kim Hyun Joong anak ajusshi dan ajhumma yang baik hati telah merawatnya semenjak ayah dan ibunya pergi menghadap Tuhan.
"Ah... annyeyong Hyung..." bungkuk Minnie beberapa kali.
Seakan sadar bahwa anak didepannya ini tidak akan berhenti membungkuk sebelum ia sendiri menghentikannya, Hyun pun berujar "Sudah, hentikan bungkukkan mu itu. Berapa kali harus aku katakan aku tak terlalu suka" Ucap Hyun Joong dingin.
Mendengar nada dingin dari Hyun Joong, Sungmin pun menghentikan bungkukkan-nya. "Mianhe..." lirihnya.
"Hey... kenapa dengan celanamu berwarna merah begitu?" tanya Hyun Joong, ketika melihat bundaran kecil di bagian belakang celana Sungmin.
Betapa terkejutnya Sungmin saat ia melihat pantulan pantatnya di cermin besar di belakangnya. Mukanya pun seketika memucat, bagaimana kiranya menjelaskan hal ini.
Dalam pikirnya, 'Hyun hyung tidak boleh tau, aku tidak ingin merepotkan keluarga Kim lagi... aniya... aniya...'
" Apa terkena saos saat kau bekerja dikantin tadi?" tanya Hyun Joong. Dengan cepat Sungmin hanya menganggukkan kepalanya berulang kali.
'Sungguh, anak ini betul-betul aneh. Tadi membungkukkan tubuh berulang kali, sekarang menganggukkan kepala berulang-ulang. Aishh... sudahlah, lebih baik aku pergi' pikirnya dengan dahi yang hanya bisa mengernyit melihat kelakuan Sungmin, tanpa kata pamit dia langsung keluar dari kamar mandi. Rencananya ke kamar mandi ingin mencuci tangan pun terlupakan oleh pertemuannya dengan Sungmin.
Beberapa menit setelah kepergian Kim Hyun Joong, Sungmin yang dari tadi terlalu asyik mengangguk pun menghentikkan anggukkan kepalanya. Sepertinya ia merasa pusing. "Aighuuu... kepala Minnie pusing, tidak bisa berhenti bergerak" lirihnya, sambil memegang kepalanya dengan kedua belah tangan, mencoba menghentikan gerakkan kepalanya yang terangguk-angguk.
"eh... Hyun hyung?, Hyun hyung dimana?" tanya Sungmin bingung ketika melihat lawan bicaranya telah hilang. Dengan polosnya ia mengintip dibawah bilik kamar mandi, melihat apakah Hyun Joong telah masuk ke salah satu bilik kamar mandi. Dengan berjongkok, ia mengintip semua bilik kamar mandi dari bawah, yang memang Bilik kamar mandi disekolah ini bagian bawahnya ada sedikit jarak kosong dengan lantai.
Tidak menemukan orang yang dicari Sungmin pun berdiri berlahan, sambil menggigit ujung bibirnya menahan perih ketika kasarnya permukaan celana jins bertemu dengan kulit lubangnya yang terluka ketika ia berdiri.
"Eh... Hyun hyung pergi?, Minnie di tinggal?" tanyanya polos, memiringkan sedikit kepalanya... bingung.
Senyum pun mengembang dibibirnya(?), ketika didapatinya kamar mandi ini ternyata kosong, berarti ia bisa...
Dirogohnya sesuatu dari balik saku celananya. Dibuka nya keran air westafel.
Sersshhh... Serssshhh...
Dibasahinya sesuatu yang diambilnya tadi dengan air. Warna merah pun meluber dengan westafel yang memang berwarna putih bersih. Dibukanya benda di dalam genggamannya yang bergumul-gumul itu.
Ternyata itu adalah celana dalam.
"Untung saja tidak ada orang, Minnie kan malu kalau ketahuan tidak pakai celana dalam. Celana dalam Minnie kotor terkena darah..." lirihnya, mencermati sudut mana dari celana dalamnya yang masih ada bercak darahnya. Setelah dikiranya cukup bersih ia pun memerasnya sekuat tenaga, lalu dimasukkannya kembali didalam saku celananya.
.
Di selusurinya lorong sekolah yang besar ini, sesekali ia berhenti melihat proses belajar mengajar dari kelas yang dilewatinya. Beberapa kali dari jendela ia melihat bagaimana songsaengnim menjelaskan deretan angka-angka yang tidak dimengerti Sungmin pun tertulis di depan papan tulis berwarna hijau itu.
Sungmin memang di usia yang diwajibkan menempuh jenjang pendidikan, tapi karena adanya kekurangan dari dirinya. Ia pun harus cukup puas dengan pelajaran menulis dan membaca yang diajarkan oleh Kim ajhumma. Sebenarnya keluarga Kim sudah menyerahkan laporan kepada dinas kepemerintahan agar Sungmin dapat bersekolah disekolah khusus. Tapi belum ada tanggapan yang pasti dari mereka. Keluarga Kim bukanlah keluarga terpandang, mereka hanya keluarga biasa. Kim ajusshi hanya pegawai di kantor pos, Kim ajhumma hanya ibu rumah tangga sambil sesekali menerima permintaan menjahit. Kim JaeJoong yang sekarang duduk dikelas 3 SMA menerima bantuan beasiswa, begitu juga dengan Kim Hyun Joong yang sekarang kelas 2 SMA mendapat bantuan seperti Hyung nya itu. Prestasi mereka sangat memuaskan, oleh karena itu tak tanggung-tanggung pihak sekolah menjamin pendidikan mereka sampai tamat belajar.
Kalau Sungmin bersekolah ia pasti ditingkat yang sama dengan Hyun Joong, kelas 2 SMA. Tapi takdir berkata lain, Sungmin harus cukup puas dengan keadaannya yang sekarang.
Beberapa kali siswa-siswi yang berlalu lalang berbisik-bisik dan menunjuk-nunjuk, begitu melihat Sungmin, beberapa kali juga terdengar kikik kan geli.
Sungmin pun yang sadar kalau dia jadi bahan pembicaraan orang hanya merapatkan dirinya di dinding koridor sekolah, sambil menundukkan kepala. Dengan posisi membelakangi dinding,dengan kedua tangan menutup bagian belakang celananya.
'apa mereka tau Minnie tidak memakai celana dalam?' pikir Sungmin khawatir. Ia pun bergerak cepat, dengan tubuh masih menempel pada dinding koridor.
Sungmin... Sungmin... mereka bukannya berbicara begitu, tapi...
"aishh... kenapa tuh dengan anak idiot. Lihat celananya kotor, seperti yoeja datang bulan, hihihihi..." bisik seorang yeoja dengan temannya yang juga ikut-ikutan terkikik geli mendengar lelucon temannya.
.
Saat di jalan pulang dari sekolah...
"Minnie hyung!, main yuk?", ajak bocah-bocah kecil yang menggelayut di kaki Sungmin.
Beginilah sosok Sungmin, ia disenangi oleh anak-anak tetangga di dekat rumahnya. Terkadang mereka akan bermain bersama di taman di dekat kompleks perumahan sini.
"Ani... aniya... Minnie hyung harus pulang!, hyung harus membantu Kim ajhumma" ucap Sungmin sambil mengoyang-goyangkan tangannya sebagai kata penolakkan.
"Ukhh..., Minnie hyung tidak acik..., gak celu..." keluh seorang bocah laki-laki yang kiranya berumur 3 tahunan melipat tangannya di depan dada, dengan mulut yang ter-pout panjang(?).
"Ani... Ani... Changmin-ah, hyung harus pulang dulu!, hyung janji nanti kita akan main!" ucap Minnie dengan penuh penekanan.
"Jinjja?, aniya.. nanti hyung bohong sama Min!" seru bocah itu ngotot.
Sungmin hanya menyodorkan jari kelingkingnya. "hyung janji!".
Bocah kurus itu pun akhirnya menerima janji Sungmin dengan menyambut jari kelingking yang disodorkan. Janji Kelingking.
Kedua teman bocah itu pun tersenyum senang.
"Ne... Sungmin hyung sudah janji, kalau sudah janji tidak boleh ingkar. Kata umma nanti masuk penjara!" ucap bocah yang paling tinggi dari ketiga bocah lainnya. Bocah ini bernama Kim Kibum, keponakkan dari keluarga Kim ajusshi. Umurnya 5 tahun. Terkenal dengan kulit putihnya yang halus, sang Snow White.
"Um... Tae kan unggu yung,ngan ma-ma ya?" dengan suara cadel yang menggemaskan, bocah paling kecilpun menarik-narik ujung baju Sungmin dengan tujuan si hyung akan mendengarkannya berbicara, yang kecil ini namanya Lee Taemin umurnya baru 2 tahun, ia menggunakan baju jas hujan berwarna kuning, dengan tudung kepala jas hujan berbentuk telinga Pikachu itu. Aishh.. kalau dalam dongeng-dongeng mungkin si Taemin akan dikira si kererudung merah... eh, salah 'si kerudung kuning'. Ini sudah menjadi kebiasaan bagi Taemin memakai jas hujan dalam keadaan apa pun.
"Okey... kalian tunggu hyung di rumah saja ya?!, jangan keluar-keluar. Nanti kalian akan diculik seperti hyung semalam!" ucap Sungmin serius.
Mata-mata bulat bocah-bocah itupun membesar mendengar apa yang dikatakan Sungmin.
"JINJJA HYUNG?!" teriak mereka serempak. Sungmin pun mengangguk pasti.
"Ne... hyung dibawa ke belakang gang gelap!, kalian tidak mau kan diculik?" tanya Sungmin sambil berjongkok, menyesuaikan tinggi badannya dengan bocah-bocah itu. Mereka juga malah ikut-ikutan berjongkok. Dengan mulutnya yang terbuka besar membentuk huruf "O" sambil mendengar kisah Sungmin.
"Um... hyung dipukul, pantat hyung pun berdarah, kalian lihat ini?, ini karena dipukul ajusshi itu..." jelas Sungmin menunjukkan bekas luka disudut bibirnya.
Seakan tidak terlalu mendengarkan part kata 'Pantat hyung pun berdarah' bocah itu hanya focus pada bukti nyata yang tercetak di sudut bibir hyung mereka. Sesekali mereka mengeryit seperti merasakan sakit yang dialami Sungmin.
"BAIK HYUNG... BUMMIE, AKAN KAWAL YANG LAINNYA SAMPAI KERUMAH!" ucap Kim Kibum sambil memberikan tanda hormat pada Kapten Kapal (?).
Sungmin pun tersenyum, membalas tanda hormat dari Kibum. Melihat sikap kedua hyung mereka, Changmin dan Taemin pun ikut memberikan tanda hormat.
Dengan gerakkan pasti Kibum menggandeng tangan kedua dongsaeng nya. Langkah 'Gerak-Jalan' mereka pergi ke rumah Changmin. Sungmin hanya tersenyum melihat sekutu-sekutunya itu.
Sungmin memang tidak punya teman yang seumuran, ia hanya bermain dengan anak-anak. Dulu memang Sungmin punya beberapa teman, dulu sekali... saat ia berumur 7-8 tahunan. Tapi seiring dengan waktu, mereka mulai beranjak remaja. Teman-teman spermainan Sungmin yang dulu pun menjauh darinya. Sifat Sungmin yang kerap kali seperti anak-anak menjadi penghalang ia untuk berteman. 'Kami tidak ingin main dengan orang yang kekanak-kanakkan'. Itulah kata mereka.
Itu bukanlah kehendak Sungmin, sikapnya yang bersifat anak-anak terperangkap di tubuhnya yang remaja. Sungguh, itu bukan kehendaknya... kalau pun bisa ia juga ingin bersikap seperti anak-anak seusia dengannya. Masa-masa persahabatan, masa percintaaan...
"eh... Minnie, kenapa berdiri disini?, apa kau tidak merasa panas?" tanya seseorang, seorang wanita berpayung putih, wanita berwajah teduh.
"Ah... Shim ajhumma, annyeyong" bungkuk Sungmin hormat. "ani... tadi Minnie bertemu dengan Changmin, Taemin dengan Kibum di sini" jelas Sungmin.
"Oh... sepertinya mereka sudah pulang ne?, oh ya ini... ambil, tadi rencana ini untuk Changmin, tapi berhubung jumpa Minnie ini untuk Minnie saja" ucap wanita itu sambil menyerahkan 3 batang lolipop.
"ani... ani... ajhumma, Minnie tidak mau" tolak Minnie halus. Seakan mengerti wanita itu meraih tangan Sungmin, dipaksanya tangan Sungmin mengambil lolipop itu.
"ani... Minnie harus ambil, tenang... untuk Changmin, Taemin dan Kibum masih ada kok" ucap wanita itu mengerti.
"gomawoyo ne ajhumma" ucap Sungmin senang melihat tiga batang lolipop berwarna kuning, hijau, dan pink yang diyakini memiliki rasa jeruk, melon dan strawberry itu.
"sudah ya... ajhumma pulang dulu mau masak nanti main kerumah ya Minnie?"
Dengan anggun wanita itu pulang menuju rumahnya di ujung tikungan jalan ini.
.
"Permisi..." salam Sungmin memasuki rumah bercat coklat kayu ini.
"Eh, minnie?, sudah datang?, cepat masuk... kalau Minnie mau makan itu ada di dalam lemari. Dan kalau soal membantuku tidak usah Minnie semua pekerjaan sudah selesai" ucap wanita setengah baya yang duduk di depan mesin jahitnya. Letak mesin jahit tidak terlalu jauh dari ruang makan dan ruang tamu yang hanya bersekat satu dinding.
"Ne... ajhumma gomawo" dengan sopan pun Minnie menuju kearah lemari di ruang makan. Dibukanya pintu lemari yang letaknya di atas kepalanya, dengan sedikit berjingkat ia meraih sebuah mangkuk berisi acar lobak.
SRETTT...
"Minnie... celana mu ini kenapa?" tanya Kim ajhumma tajam, sambil memegang bagian belakang Sungmin. Tubuh Sungmin pun kaku membatu.
Berapa kali Sungmin mencoba mengeluarkan suaranya yang tercekat, tapi tidak bisa.
"Ini... darah?" diciumnya tangannya yang telah memegang celana Sungmin. Tercium bau anyir darah dari tangannya, dan sedikit jiplakkan bercak merah di telapak tangannya.
"ani... ani... ani... ani..." berulang kali Sungmin menggelengkan kepalanya takut. Tapi melihat sikap Sungmin yang seperti menutup-nutupi sesuatu ia pun makin curiga.
"katakan dengan ajhumma, ada apa Minnie-ah?" dengan suara bergetar Kim ajhumma bertanya pada Sungmin, dengan memegang kedua bahu Sungmin.
"aniya ajhumma, Minnie tidak apa-apa..."elaknya, bagaimana tidak apa-apa. Orang bodoh mana yang percaya kata itu ketika melihat bundaran besar merah di celana yang ternyata darah.
Tes... Tes...
Makin takut lah Kim ajhumma akan keadaan Sungmin, ada apa dengan anak ini?, sampai-sampai darah harus menetes ke lantai?. Terlihat beberapa titik darah segar terjatuh di lantai, yang mana berasal dari kaki Sungmin.
"Minnie-ah, Minnie sayang ajhumma kan?, ada apa nak?, siapa yang mengganggumu?, bilang pada ajhumma nak?" tidak sadar air mata mengalir, dari mata jatuh mengalir ke pipi wanita setengah baya itu. Sungmin pun makin bingung, ia pun ikut menangis.
"Aniyo ajhumma... Minnie tidak tau... apa minnie sakit? Hiks... mianhe ajhu... mianhe ajhumma" tanyanya polos, Minnie betapa polosnya dirimu. Sesekali kata yang keluar dari mulutnya tidak terdengar dengan jelas, karena tertelan oleh isak tangisnya.
Dengan gerak berlahan, seakan roh sudah ingin pergi dari tubuh. Kim ajhumma pun pergi ke sudut dapur, mengambil telpon rumah. Ditekannya beberapa tombol.
"Chagiya... sebaiknnya kau cepat pulang, Minnie... dia... hiks..." tangis Kim ajhumma berbicara ditelpon.
.
"Eh... Changmin, Kibum, Taemin?! Kenapa gorden jendela rumah ini ditutup semua?" panggil wanita yang tadi berjumpa dengan Sungmin dijalan.
"Eh... Umma?, bialkan umma, nanti ada ajusshi tukang culik datang" ucap Changmin dengan kepala menongol(?) dari balik sofa, di ikuti Kibum dan Taemin.
"Ajusshi tukang culik?" ucap nyoya Shim itu bingung melihat kelakuan bocah-bocah ini. Lihat saja seluruh gorden, jendela ditutup rapat. Disekitar sofa tempat mereka sembunyi tadi penuh dengan kain-kain, seperti main rumah-rumahan. Mungkin maksud mereka ingin membuat semcam kandang?, entahlah...
Kibum pun keluar, menjelaskan kepada Shim ajhumma ini.
"tadi kan ajhumma, Minnie hyung cerita kami tidak boleh bermain di luar, kalau main di dalam rumah saja. Soalnya Minnie hyung diculik malam tadi, trus ya ajhumma Minnie hyung kena pukul, di sini... dekat bibirnya. Dia dibawa ke gang gelap Kasihan loh ajhumma..." jelas Kibum penuh semangat sambil memperagakan di mana kiranya luka Sungmin itu.
'pantas saja tadi sekilas ada bekas luka ditepi bibir Sungmin' pikir Shim ajhumma mengangguk.
"mm... kalna itu kami cembunyi ajumma, ayo ajumma sembunyi ikut tae nti ajuchi culik datang... ayo... takutkan ajumma?" ucap Taemin sambil menarik tangan Shim ajhumma menuju ke belakang sofa.
.
~TBC~
Fiuhhh~
Ini lanjutannya...
Bagus gak?
Apa ada kata yang enggak sesuai?
Akhirnya dimasukkan juga si Changmin, Taemin, ma Kim Kibum (snow white) untuk memeriahkan fanfic ini.
CHAPTER INI KYU BELUM MUNCUL, UNTUK MEREDAM AMUK MASSA SI KYU DISEMBUNYIKAN DULU
CHAPTER DEPAN KEMUNGKINAN AKAN DIKELUARKAN
SEBAGIAN PERTANYAAN REVIEWERS SUDAH TERJAWABKAN ?
APA MINNIE ITU AUTIS dsb?
BUKAN, DIA CUMA DIKIT IDIOT BEDA SAMA AUTIS ^^
TRUS GIMANA REAKSI KELUARGA KIM ?
TEMUKAN DI CHAPTER SELANJUTNYA...
SI KYU EVIL MAKNAE PUN AKAN KELUAR *siap-siap bawa jaring sama senapang GAJAH*
RnR
Pwese~
.
"diriku hanya ingin mengeluarkan imajinasi yang ada didalam otak, jadi apabila kurang berkenan dihati anda, saya mohon maaf sebesar-besarnya (namanya juga manusia) tapi saya tetap berusaha untuk menjadi lebih baik"
