[REMAKE MANGA]

JUDUL : TOTALLY CAPTIVATED by Yoo Ha Jin

Genre : Drama, Action, Romance

Cast : HUNHAN, HANSOO

Rated : M


Disclaimer! : Cerita ini Remake dari THE BEST MANGA ever kesukaan triplet ya :)

Judulnya Totally Captivated by YOO HA JIN

keseluruhan cerita sama. Tapi karena Manga itu komik bergambar dan Fanfiction itu tulisan, bakal ada kalimat yang ditambahin sama author. tapi ga ngerubah versi aslinya. Jadi Mohon dimaklumin kalau ada beberapa bagian atau kalimat yang ga sama persis sama Manga aslinya.

but this Manga is so damn good! Suka banget sama the hottest Mokyeoul and the cutiest Ewon

POKONYA REKOMEN! *Noseblood

Semoga Suka... Selamat membacaaaa :)))

p.s : Kalimat yang tercetak miring itu ucapan Luhan dalam hati yaa :))


.

.

.

.

"Ini. Aku mau kau memeriksa rekeningku. Kau transfer ke bank, kemudian cocokkan rekeningku dengan buku tabungan" ucap Sehun melempar buku tabungan ke wajah Luhan

"Hey. Apa perlu melemparnya? Dia kan bisa memberikannya baik-baik" gerutu Luhan

"Berapa jumlahnya?" tanya Sehun pada Luhan yang sedang memeriksa jumlah rekening di laptopnya

"Apa 50?" tanya Sehun

"Iya bos 50" jawab Luhan

"Eh, ini 50 juta won?" teriak Luhan histeris

"B-bukankah maksud anda hanya 50 ribu won bos?" tanya Luhan masih tak percaya

"Aapa yang kau bicarakan. Cepat transfer" geram Sehun

"Aku tidak percaya mentransfer 50 juta won dengan kedua tanganku" gumam Luhan ketakutan dan menekan tombol transfer di laptop

Setelah mentransfer uang secara online. Luhan pergi ke bank untuk menyamakan jumlah uang yang di rekening dan di buku tabungan.

"Apa perlu aku minta tolong pada security" kata Luhan melihat security didepannya yang sedang menatapnya curiga

"Tenang Lu, ini hanya buku tabungan" gumam Luhan dan masuk ke dalam bank

..

..

..

"Ini bos, jumlah rekening dan buku tabunganmu balance" ucap Luhan pulang dari bank dan meletakkan buku tabungan Sehun di mejanya.

Sehun tidak memperhatikan buku tabungannya, dia malah menatap tajam pada Luhan

"A-ada apa bos?" tanya Luhan gugup

"Kau ini orang seperti apa? Seseorang yang suka menderita atau seorang brengsek yang tidak mempunyai alat kelamin?" gumam Sehun

"eh?" jawab Luhan bingung

"Apa kau tidak terganggu? melihatku mencium mantan kekasihmu di depan matamu? Dan anehnya kau masih bekerja disini sampai sekarang" tanya Sehun

"Kalau aku melarikan diri, kau akan terus mengejarku kan?" tanya Luhan

"Tentu saja" jawab Sehun

"Kau ini" geram Luhan

"Ngomong-ngomong aku mendengar cerita kau menguntit Kyungsoo seperti seorang psikopat. Tapi aku tidak melihatnya seperti itu sejauh ini" ucap Sehun

"Eh?" ucap Luhan menatap Sehun

"Berhenti menatap seperti orang bodoh, katakan sesuatu" kesal Sehun

"Hmm.. Aku bisa melakukan apa? Ini semua salahku" balas Luhan

"Aku … walaupun kami sudah tidak bersama, aku tetap akan bekerja disini, untuk memastikan kalau Kyungsoo tidak marah lagi padaku" gumam Luhan

"Jangan-jangan kau masih berfikir aku menguntit Kyungsoo" kesal Luhan dan Sehun memukul kepala Luhan

"Ouchhh… sakit bos" protes Luhan

"Sudahlah.." balas Sehun

"ummm. Ngomong-ngomong apa kau punya alat kelamin disana?" tanya Sehun menunjuk celana Luhan bagian bawah

"Ehhhh? Kenapa kau menunjuk kesana?" kata Luhan menutupi bagian bawahnya dengan tangannya

"Hey tidak apa-apa biar aku lihat" ucap Sehun mendekati Luhan

"A-apa yang kau lakukan?" kata Luhan ketakutan

"Aku hanya ingin melihtanya. Punyamu pasti tidak begitu besar. Biar aku lihat, cepat kemari" paksa Sehun

"Yak!" teriak Luhan

"Hey kita ini apa ? memangnya kita tidak terlihat?" gumam Kai pada Chanyeol yang melihat bos mereka sangat agresif pada Luhan

"Jika kau tidak berhenti menyentuhku, aku akan memberi tahu Kyungsoo kau mencoba memperkosaku" ancam Luhan karena tangan Sehun sekarang sudah membuka resleting jeansnya.

"Coba saja kalau kau berani. Jika kau melakukannya aku akan menaruh kepala mu di piring dan membuangnya ke sungah Han" Sehun balik mengancam Luhan

"Kalau kau berhenti menyentuhku, kau tidak perlu repot-repot membuangku ke sungai Han" kesal Luhan yang masih berusaha menjauhkan Sehun yang semakin menyentuhnya

CKLEK!

Suara pintu terbuka membuat Sehun yang sedang menggoda Luhan menoleh kesal,

"ini kesempatan" gumam Luhan

"Selamat Datang" teriak Luhan berhasil kabur dari cengkraman Sehun

DUGH!

"Aku menabrak apa?" tanya Luhan bingung dan kemudian menatap seseorang yang sangat besar didepannya

"Beruang? Dia bukan manusia pasti dia beruang?" gumam Luhan histeris

"Hell, kau siapa? Mengganggu saja" gumam pria besar tersebut

"Fresh Meat?" tanya pria itu lagi pada Luhan

"Jadi apa yang dilakukan pria cantik disini" tanya pria besar itu lagi

"Aku hanya pelayan tuan" jawab Luhan cepat

"Resleting celanamu terbuka" tunjuk pria besar itu pada celana Luhan

"Apa? Dasar meneyebalkan" geram Luhan menatap Sehun dan menaikkan resleting celananya

"Hmmm.. Aku mengerti. Jadi selera bos kita sudah berubah" gumam pria besar itu

..

..

..

"Hey Shindong hyung, lama tak bertemu" ucap Kai menyapa

"Apa kabar bos? Lama tak bertemu" kata Shindong menyapa Sehun membungkukan badan

"Sudah lama juga aku tak melihat kalian guys" ucap Shindong menatap Kai dan yang lain

"hmm.. agak aneh, usia pria itu lebih tua dari Sehun, tapi dia memanggil Sehun dengan sebutan boss" gumam Luhan berfikir

"Hey yeol, kalian terlihat takut melihat pria besar itu. Kenapa?" tanya Luhan pada Chanyeol

"Kau tidak mengenalnya?" tanya Chanyeol dan Luhan menggeleng

"Dia dijuluki Killer Bear. Dia legenda kau tahu" bisik Chanyeol

"Bagaimana bisa seorang mafia jadi legenda" kekeh Luhan

"Itu terjadi beberapa waktu lalu saat kita sedang memperluas daerah kekuasaan kita" ucap Kai

"Kami melawan gangster yang jumlah dan kekuatan mereka sama dengan kami"

"Pertarungan berlangsung selama berjam-jam. Tidak ada yang mengalah sama sekali. Sampai akhirnya kami setuju dengan rencana satu-lawan satu. Siapa yang menang berhak mendapatkan semua wilayah"

"Bos keluar sebagai petarung mewakili kelompok kita. Dia sangat memukau saat itu, usianya bahkan belum 20 tahun" puji Chanyeol

"Hey, itu kan bukan sesuatu yang harus dibanggakan" kekeh Luhan

"Dan dari tim lawan, Killer bear mewakili mereka" cerita Kai

"Eh tim lawan?" tanya Luhan

"Itu pertarungan yang sangat kejam dan keras. Tapi pada akhirnya bos kita menang" Kai mengakhiri ceritanya dengan bangga

"Lalu kenapa mereka berteman?" tanya Luhan

"Saat Shindong hyung kalah, dia berlutut memohon pada bos agar dijadikan anak buahnya. Bos tentu saja menerimanya, Shindong hyung sampai bersumpah saat itu, membuat kami semua tertawa puas" kata Kai tertawa menakutkan

"Terdengar seperti di film" gumam Luhan tertawa, Kai meliriknya

"Seiring berjalannya hari, Shindong hyung menjadi tangan kanan bos, tida perlu ada yang ditakuti karena dia berada bersama kita. Tetapi tiga tahun yang lalu Sindong hyung menikah dan memutuskan berhenti dari dunia mafia, dan tidak mau terlibat lagi didalamnya" cerita Kai

"Well, tamu tetap tamu, aku akan menawarkannya minum" kata Luhan meninggalkan Kai yang ,masih mengoceh

"Apa kau mau kopi tuan?" tanya Luhan tersenyum pada Shindong

"Eh?" kata Shindong menatap Luhan

"Kau memang sangat cantik untuk ukuran pria. Apa yang kau lakukan?" tanya Shindong

"Apa maksudnya?" tanya Luhan dalam hati

"Oh, aku hanya seorang mahasiswa tuan" jawab Luhan tersenyum

"Aku mengerti. Berapa usiamu?" tanya Shindong

"23 tahun" jawab Luhan

"Pekerjaan orang tuamu?" tanya Shindong lagi

"eh?" jawab Luhan bingung dengan pertanyaan ini.

"Aku dengar usahamu tidak lancar. Apa benar?" tanya Sehun pada Shindong yang sedang menggoda Luhan

"Bisnis my ass. Bisnis ku hanya membuatku sial. Lagipula aku mengacaukan semuanya, sepertinya aku akan segera dibuang ke jalanan" lirih Shindong

"Mungkin sebentar lagi aku dipecat, dan aku berfikir untuk kembali ke keluarga ini tapi istriku melarang keras. Jika aku kembali ke dalam dunia keluarga kita, dia menyuruhku memilih pekerjaan atau dirinya. Dia takut anak-anakku malu kalau teman-temannya menceritakan pekerjaan ku" kekeh Shindong

"Shindong hyung tampak frustasi" gumam Chanyeol pada Kai

"Jaman sekarang anak-anak tumbuh dengan cepat. Dan biaya hidup sangat mahal. Aku hanya punya waktu dua hari untuk melunasinya." Lirih Shindong, Sehun menatap ke arahnya

"Aku mencoba melakukan semua yang bisa aku lakukan. Tapi tetap saja tidak ada hasilnya. Aku benci hidup ini" ucap Shindong menyenderkan kepalanya di sofa

"Aku benar-benar butuh uang dan pekerjaan" lirih Shindong

"Omong kosong. Kau berbicara seperti seseorang sedang memaksa mu untuk makan kotoran menggunakan sendok" geram Sehun dingin

"well, apa kau sudah terbiasa makan dengan kotoran sekarang?" tanya Sehun

"Kau membuatku marah" geram Sehun

"Yeah, benar, kau memang pernah bekerja disini. Tapi Seoul bukan tempat untuk menampung orang sepertimu, yang mengeluh tentang kerasnya hidup ketika mereka mempunyai masalah" geram Sehun mematikan rokoknya di asbak

"B-Bos" lirih Shindong

Sehun meninggalkan ruangan dan mendobrak pintunya

"Well, dia sangat emosi sampai keluar air mata" gumam Luhan tersenyum melihat Sehun

"Hey, hyungg, pergi ikuti dia" kata Luhan mendorong Shindong agar mengikuti Sehun

"Cepat-cepat" Luhan mendorong Shindong

Shindong mau tak mau membuka pintu tempat dimana Sehun berada

Cklek!

"Ini. Ini tidak banyak, tapi gunakan kapanpun kau membutuhkannya" Sehun melemparkan buku tabungannya pada Shindong

Shindong melihat tabungan Sehun dan matanya berkaca-kaca

"Bos ini lebih dari cukup" ucap Shindong berterimakasih

"Jangan lakukan hal kotor lagi, cepat pulang ke kampung halamanmu. Anak dan istrimu menunggu" ucap Sehun datar

"yes bos" jawab Shindong

"Bos sebelum aku pergi. bolehkah aku meminta sesuatu darimu?" tanya Shindong

"apa?" tanya Sehun

Diluar Luhan dan lainnya menguping pembicaraan Shindong dan Sehun

"Aku ingin pergi keluar dengan mu dan kekasih mu sebagai ucapan terimakasih ku" ucap Shindong

"Kekasih? Kau tahu darimana aku punya kekasih?" tanya Sehun bingung karena tidak melihat Kyungsoo disini

"Oh, ayolah, kenapa kau malu-malu seperti itu. Kita sudah lama saling mengenal bos" ucap Shindong menggoda Sehun

"Aku bicara tentang pria cantik bermata rusa di kantor ini bos" jawab Shindong

"Pria cantik bermata rusa. Apa Kyungsoo sejelek itu" gumam Luhan menahan tawa

"Itu kau bodoh" bisik Kai memberitahu Luhan

"MWOO? Aku? Pria cantik?" kesal Luhan tak percaya

"Aku harus segera pergi" gumam Luhan diam-diam pergi.

Cklek!

"Mau kemana bocah. Ayo ikut aku" kata Shindong menarik kerah kaos Luhan

"H-hey tunggu. Kau salah orang bukan aku kekasihnya" kesal Luhan namun tetap ditarik oleh Shindong

"Bos kau harus ke kantor pusat hari ini" kata Shindong

"Aku tahu. Kita pergi setelah sebentar" jawab Sehun membiarkan Shindong terus menarik kerah Luhan

Disinilah mereka, di taman hiburan dan sedang naik bianglala

"whoaa sudah lama sekali kita tidak naik ini bos. Aku ingat sekali petugasnya sangat tidak suka melihat kita. Mungkin dia ingat kekacauan yang kita buat waktu lalu" ucap Shindong yang duduk disamping Luhan

Sangat aneh aku berada di bianglala bersama dua orang yang tak henti-hentinya bernostalgia. Walaupun begitu aku mencba berpikir positif

Aku akan berpura-pura sedang kencan dengan lelaki yang sangat seksi. Lagipula seberapa sering aku bisa naik bianglala dengan pria tampan seperti bos

Yeah itu tidak buruk

"Kau ingat bos aku suka sekali saat kita selesai menghajar lawan" Ucap Shindong tertawa sangat keras membuat Luhan menutup telinganya. Dia tidak bisa membayangkan bagaiman jjika Sehun yang tertawa.

Sehun hanya tersenyum menanggapinya.

Luhan tersenyum memperhatikan Sehun yang begitu tampan. Lalu dia teringat satu hal

Aku belum pernah melihat bos tertawa sampai sekarang.

Mungkin Sehun benar sesorang yang sangat loyal dan baik. Mengingat bagaimana dia mempersiapkan uang untuk Shindong hyung dan memutuskan kemari hanya untuk naik bianglala di tengah jadwal sibuknya. Pasti Shindong hyung sangat dekat dengannya

Luhan terus memperhatikan Sehun yang sedang mengobrol, sampai ada sesuatu yang mengganggu nya ketika melihat Sehun

Sehun tak sengaja beretemu pandang dengan Luhan yang sedang memperhatikannya. Ia menatap tajam pada Luhan

"Apa?" tanya Sehun

"Bos apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Luhan tiba-tiba membuat Sehun mengernyit bingung

"apa aku terlihat seperti seseorang dari masa lalu mu?" tanya Sehun menatap tajam Luhan

"T-tidak hanya saja" gumam Luhan tidak meneruskan kalimatnya

"Jangan takut anak kecil. Bos akan baik padamu jika kau jadi anak penurut" kata Shindong menepuk bahu Luhan

"Sudahlah, aku tidak peduli" gumam Luhan malas

Dan tak lama bianglala berhenti, posisi mereka sedang berada di atas

"Bos sepertinya bianglala kita akan segera berhenti. Boleh aku minta satu permintaan lagi" tanya Shindong menyengir

"Apa lagi?" tanya Sehun malas

"Aku ingin melihatmu bahagia" kata Shindong menaik turunkan alisnya

Sehun menghela nafas dan tak lama bertukar tempat duduk dengan Shindong

"Ke-kenapa menatapku? Kau ingin melakukan apa?" tanya Luhan karena Sehun sudah mengunci pergerakannya

"Buka mulutmu" perintah Sehun

"T-tidak, tunggu, kau mau apa bos" kata Luhan berusaha menolah

"Aku akan membunuhmu, jika kau menolak" ancam Sehun

Dan tak lama ia memegang dagu Luhan, Menjilat sekitar mulut Luhan dan menempelkan bibirnya di bibir Luhan. Luhan yang awalnya terkejut entah mengapa membuka mulutnya memberikan akses agar Sehun dapat mengeksplor lebih dalam.

Sehun melumat Luhan semakin dalam dan membuat Luhan merasa melayang

"hmmm…bossmmmhh….cukuphhmmm" desah Luhan ditengah kegiatan ciuman nya dengan Sehun

Awalnya Sehun berniat hanya mengecup Luhan agar Shindong berhenti memberinya kode agar mencium Luhan. Tapi entah mengapa setelah merasakan bibir Luhan ia ingin merasakan lebih dan lebih

"mmmhhh…ahhhh…" Sehun terengah dan melepas ciumannya di bibir Luhan

Ia duduk disamping Luhan dan mengelap air liurnya yang ada disudut bibirnya.

Sementara Luhan hanya bisa terpesona dengan buaian ciuman dari Sehun

"whoaa..dia pencium yang hebat. ciumannya sangat memabukkan" gumam Luhan memegang bibirnya

"Tunggu. Apa yang aku katakan." Ucap Luhan frustasi

"Maafkan aku Kyungie" kekeh Luhan

Shindong hanya tertawa bahagia melihat bosnya yang sepertinya sudah jatuh pada pesona Luhan

..

..

..

"Bos, aku tidak akan pernah kembali kekota lagi setelah aku pulang kekampung halaman ku kali ini" ucap Shindong

"Aku berhutang segalanya padamu bos. Akan sangat sulit menemukan orang sebaik dan seloyal dirimu bos. Terimakasih untuk segalanya" ucap Shindong membungkukan badannya

"Aku tahu, pasti sangat sulit bekerja untuk orang brengsek seperti ku. Terimakasih pernah menjadi bagian dari keluarga ini" kata Sehun menawarkan tangannya berjabat tangan dengan Shindong

"Bos" ucap Shindong terharu dan membalas jabatan tangan Sehun

"Terimakasih banyak bos" ucap Shindong membungkukan badannya lagi

"Jaga dirimu baik-baik bos" kata Shindong

"Kau juga jaga dirimu baik-baik" balas Sehun tersenyum

Meskipun aku lelaki sejati, Aku merasa tersentuh. Untuk beberapa alasan adegan didepanku sangat mengharukan

"Kau juga jaga diri baik-baik cantik. Layani bos dengan baik" kata Shindong merangkul Luhan

"iya tenang saja" ucap Luhan yang sudah bosak mengatakan tidak

Shindong menatap tajam pada Luhan

"A-apa? Aku akan menjaga bos sepertimu. Tidak usah menatapku" kesal Luhan

"hah..baiklah aku pergi..sampai jumpa" ucap Shindong melambaikan tangannya pada Sehun dan Luhan

"Kau sangat terkenal bos" ucap Luhan menatap Sehun, mereka kini hanya berdua

"Kau bicara apa?" balas Sehun malas

"Sangat indah melihat sesuatu yang disebut pertemanan yang kuat bahkan di antara gangster" ucap Luhan sungguh-sungguk

BRAK!

Sehun menendang bokong Luhan membuatnya agak tersungkur

"Ouchh ….bosss..sakit" protes Luhan

"Siapa yang kau sebut gangster? Aku pengusaha yang baik" geram Sehun meninggalkan Luhan

"Mereka suka sekali menendangku. Apa fungsi bokong ku untuk ditendang" gumam Luhan mendramatisir

"Boss. Apa kau akan kembali kekantor?" teriak Luhan bertanya

"Kalau iya, berikan aku selembar uang, aku ingin menikmati hari liburku" ucap Luhan menyengir pada Sehun

Sehun hanya menatapnya tajam

"Kenapa aku harus memberikanmu uang" kata Sehun dan masuk kedalam mobil meninggalkan Luhan

"Dia benar-benar" geram Luhan

"Hah, biarlah, paling tidak hari ini aku tidak menggunakan uang ku sendiri" kata Luhan dan bergegas pulang

..

..

..

Sehun sampai di parkiran kantor pusat OHSEH union credit dan keluar dari mobil

"Saya menunggu anda bos" ucap Kai membukakan pintu

"Dasi" ucap Sehun dan Kai memberikannya.

Setelah selesai memasangkan dasi, Kai memakaikan Jas hitam favorit Sehun. Sehun sekarang terlihat berkali-kali lebih tampan dengan rambut yang dinaikkan dan tatapan tajam matanya.

"ayo masuk" perintah Sehun

"yes, sir" jawab Kai

Mereka sedang berada di Kantor pusat OHSEH union Credit C&M Asset and Management

"Selamat datang tuan Oh" sapa seorang pegawai

"ya ya ya" jawab Sehun malas

"well, well, lihat siapa datang" terdengar sebuah suara membuat Sehun menoleh

"Aku lihat kau semakin tampan saja" ucap pria tersebut

"Sudah beberapa bulan kita tidak bertemu kan?" tanya pria itu lagi

"Siapa dia?" tanya Sehun pada Kai

"Kim Namhyung bos, dia ada didaftar list dan bekerja di sekitar Gangbook bos, kau sudah pernah bertemu dengannya beberapa kali" balas Kai

"Kau tidak mengingatku?" tanya Namhyung tak percaya

"Dasar bajingan kecil. Tidak heran kau dikeluarkan dari sekolah. Kau memang tidak punya sopan santun untuk menghargai yang lebih tua" geram namhyung mematikan rokoknya

"Kau adalah bajingan yang harus menunjukkan rasa hormatmu padaku" desis Sehun

"Aku sudah disini dengan direktur sangat lama. 8 tahun jika kau tahu. Dan seseorang sepertimu tiba-tiba muncul dan ingin diperlakukan bos olehku?" tanya Sehun tak percaya

"Cih, aku pernah mendengar cerita ini. Aku dengar kau sudah bersama dengan direktur sejak Sekolah menengah. Mungkin saja kau tidak bersama dengannya di kantor, tapi juga menemaninya di ranjang. Benar kan?" sindir Namhyung

"Semua orang mengatakan. Kau menggunakan wajah tampanmu agar di tugaskan di gangnam" sindir Namhyung

Sehun hanya meliriknya sekilas kemudian segera bergegas pergi keruangan direktur, dia terlihat sangat marah dan mendobrak pintu direktur.

"Bos tenangkan pikiranmu" kata Kai mencegah Sehun berbuat yang tidak-tidak

"KAU MEMBRI TAHU SEMUA ORANG, KALAU ADA SESUATU DI ANTARA KITA" teriak Sehun pada direktur

"Bos tenanglah" bisik Kai

"KAU JANJI TIDAK AKAN MENGATAKAN APAPUN" teriak Sehun

"Aku sudah bilang kau harus melakukan sesuatu agar sifat temperamen mu tidak mengganggu ku" ucap sang direktur, dia merupakan CEO of C&M assets and Management, Lee Soo Man

"Kau harus tahu aku tidak bisa melakukan itu" ucap Sehun yang mulai reda dan duduk di sofa memperhatikan direktur bermain golf di ruangannya

"hmmpphh..terserah" ucap Soo man

"Ngomong-ngomong, apa kau berniat untuk bersama pria kecil itu di sekitarmu" tanya Soo man dan Sehun menegerti yang dimaksud Soo man adalah Luhan

"Aku mengawasinya dan pernah bicara dengannya sekali, aku akui dia sangat manis. Tapi suatu hari nanti dia akan membuatmu tersenyum dan membuatmu melarikan diri dari ku. Kau tahu, aku tidak suka berbagi" ucap Soo Man dingin

"Well, untuk menjalankan bisnis, kau tidak membutuhkan orang sepertinya. Dia tidak boleh berada di sekeliling mu lebih lama lagi. Tapi ada yang bisa dilakukan oleh sampah sepertinya…"

"Berhenti memperlakukan ku seperti aku orang baru. Dia tidak akan mengganggu" ucap Sehun

"Aku akan memenuhi janjiku untuk menjadi anjing peliharaanmu, sampai usiaku 30 tahun" kata Sehun

"Tapi setelah itu, mungkin aku yang akan merobek tenggorakanmu dan mengeluarkannya dari mulutmu" desis Sehun

"Benarkah? Apa kau ingin menggigitku sekarang bajingan?" tanya Soo man penuh amarah

"Aku harus melihat kedepan" jawab Sehun

"Kalau kau bisa, lakukanlah, aku ingin melihatnya" ucap Soo Man mendekati Sehun

"Aku akan menyerahkan segalanya, karena aku memiliki dirimu seperti peliharaanku" ucap Soo Man mencium bibir Sehun.


tbc dulu


FYI Totally Captivated emang asli manga YAOI.

selamat membaca dan review