Chalice07 : Espada (?),espada (?), hallo para reader, saya balik lagi XD

Kaito : es panda?! Mana! Mana?!

Chalice07 : *swt* sejak kapan panda bisa jadi es? Kau baka ya,kaito?

Kaito : es baka? Mauuuu~

Chalice07 : *ngejitak kaito hingga tepar*

Kaito : *tepar*

All : *swt*

Chalcie07 : baiklah minna, kelihatannya cerita ini sangat aneh bin aneh, berbeda dengan len dan rin yang aslinya, jadi gomenansai~

Rin dan len : elu mau buat kita menjadi apa? Jangan buat macem-macem pada kami atau elu dapat ancaman protes dari para reader lho! Dan para FC kami! *ngancem*

Chalice07 : hiiii! Ampun ndoro DX *sujud-sujud*

Rin & Len : *melanjutkan acara makan mereka yaitu jus jeruk/jus pisang (sejak kapan makan?)*

Chalice07 : *menyiapkan panci dan menaruhnya diatas kepalanya (emang mau perang?)* jadi siapa yang mau jadi disclaimernya? Dan feedbacknya? *ngelirik all vocaloid*

All : *memalingkan muka dari author sarap itu*

Chalice07 : *swt* baiklah yang jadi disclaimer saya! Dan yang menjadi feedback adalah kamu! *nunjuk ke Rin dan Len*

Rin & Len : *sambil makan/minum* WTF?! Apha?! hami haru hakah hauuu? (arti bahasa alien *di timpuk jeruk dan pisang* : apa?! Kami baru makan tau!)

Rin & Len : *menelan makanan dimulutnya* Kenapa kami melulu?! Kenapa gak bakaito atau bakamiku?!

Chalice07 : apaboleh buat... karena kalian Shota dan cakep =3=

Rin & Len : *menghajar author*

Chalice07 : disclaimer : Vocaloid bukan punya saya, kalau punya saya, vocaloid bakal saya jadiin anime (? : alah, buat anime, gambar aja gak becus / chalice07 : *cry*) atau game (? : masa? Main game aja nanya kekakak *menyindir* / Chalice07 : Urusai, onii-chan! *nendang*)

Warning : Gaje, banyak bacot, OOC, kacau, kesalahan typo, Sarap, kaga nyambung, dll.

Chalice07 : nah, feedbacknya, cepet!

Rin dan Len : Tch! Oke,oke!

Hikaru Kisane :

Hehehe, terimakasih atas reviewnya, soal masalah saya mengetiknya udah dari sononya *dihajar hikaru* , dan soal typo gara-gara saya terlalu cepat mengetik, jadi gomenansai.

Chairin 610 Yukari :

Terimakasih atas pujian anda XD, saya jadi semangat menulis, soal fave? Silakan, silakan, di obral kok, mumpung lagi murah silakan*plak* (All : emang mau jualan apa?! / chalice07 : ampun ndoro *kabur*)

Rin dan Len : udah tuh! Puas?

Chalcie07 : iya, arigatou XD

Rin dan Len : *melanjutkan minum jus jeruk/ jus pisang*

-happy reading-


Tepat jam 3 pagi Luka terbangun karena tidak bisa tidur.

"Ukh... haus..."ucap Luka dan keluar ruangan untuk menuju dapur.


Setelah Luka selesai minum dia merasa ingin menjelajahi villa tua itu dan yang paling bikin penasaran seperti apa tamu-tamu pesta merah 'mereka' jadi pada akhirnya Luka dengan isengnya membuka sebuah kamar tepat disebelah kamarnya.

KREEET...

"permisi..." Salam Luka sesopan-sopannya

Saat Luka melihat sebuah bangku didekat ranjang Queen-size itu, matanya terbelalak.

Ruangan itu penuh darah, Luka langsung lari dari ruangan itu dan mencobai masuk kamar yang lainnya untuk kepastian. Hasilnya adalah setiap tempat banyak bekas sayatan pisau atau pedang, darah dimana-mana, ada boneka yang hancur, dll yang pasti menyeramkan hati.


Luka semakin mempunyai feeling tidak enak begitu melihat semuanya, dengan cekatan dia cepat-cepat ingin keluar dari villa itu, Luka berlari menuju pintu depan.

Sialnya... pintu depan itu terkunci, Luka berusaha membukanya dengan segala cara, mulai dari menendang-nendang, lempar bom (?), granat (?), menembak Bazooka (?), memakai machine gun (hoi,hoi emang mau perang apa?), laser gun (emang mau perang woi?!), dan kapak.

'Tidak bisa... dibuka!' pikir luka kesal.

"Wah,wah, dasar gadis nakal, kenapa bangun sepagi ini" terdengar suara yang tidak ingin dengar.

Luka langsung menoleh kebelakang dan melihat Len dan Rin ada di belakangnya.

"Apa yang kamu lakukan sambil memegang ganggang pintu ,Luka-chan?" tanya Rin.

Luka hanya diam saja dan memandang mereka dengan takut.

"Aku ingin pulang, antarkan aku pulang" Ucapan Luka membuat 2 kembar ini kaget sementara.

"Maaf, tidak bisa" ucap Len.

"Kenapa?"

"karena pesta merah sebentar lagi dimulai~" ucap Rin.

"Aku tahu apa maksudmu pesta merah, Pesta darah bukan? Maaf aku tidak bisa aku harus pulang" ucap Luka dan berusaha membuka pintu tersebut.

"Jadi kau sudah mengelilingi seluruh tempat ya?"tanya Len

"Iya" ucap Luka singkat sambil tetap berusaha membuka pintu.

"Heee, jadi kau sudah melihat 'kamar-kamar' yang kami bilang ada tamunya?"tanya Rin dengan senyum yang menyeramkan.

"Iya" ucap Luka sambil berusaha membuka pintu tersebut.

Rin dan Len saling menatap lalu menatap kembali Luka.

"Karena kau sudah mengetahuinya, dan lagi kau berusaha keluar dari tempat ini..." ucap Len sambil menutup matanya dan membuka matanya

Mata Len yang awalnya Biru langit menjadi merah ke orange an.

"...maka kami akan mempercepat pesta merah kami~"Ucap Rin menyambung perkataan Len Sambil menutup matanya dan membukanya lagi.

Warna mata Rin juga berubah, awalnya biru langit menjadi orange ke merahan.

Luka kaget dengan ucapan Rin dan dengan cepat dia menoleh kebelakang dan menatap sikembar ini, tatapan mereka apalagi warna mata mereka membuat bulu kuduk merinding.

"Jangan takut, sebelum memulai pesta merah, kami mengambil matamu untuk koleksi kami~" ucapan Rin membuatnya takut.

"Aku ingin bertanya..." ucap Luka dengan ketakutan (udah dalam genting masih nanya lagi *Swt*)

"Apa itu?" tanya Len sambil tersenyum.

"kenapa kalian bisa mengundangku ke sini?"

Si duo kembar ini saling menatap (lagi?) lalu menatap kembali ke Luka.

"Karena Kami memilih mu sebab mempunyai boneka yang biasa kami taruh ke korban kami" ucap mereka berbarengan "Jika disimpan selama beberapa hari maka itu menjadi kartu undangan ke kamu,"lanjut mereka.

Luka terbelalak kaget.

2 boneka kembar yang dia ambil saat berumur 7tahun, dia mengambilnya saat ada korban lain jatuh, dia sangat menyayangi boneka itu saat berumur 7tahun tapi saat berumur 9tahun dia membuangnya.

"Selain boneka... itu apa gak ada cara lain?"tanya Luka

"kalau soal itu,ada, kalau ada yang masuk kehutan ini dan menurut kami dia cocok untuk kepesta merah kami maka kami undang " ucap Rin dan Len easy talk.

"Karena pertarnyaan dan kata terakhirmu sudah selesai maka, kita ambil ya matamu yang indah itu buat koleksi kami~" ucap Rin dan memegangin kelopak mata Luka.

Spontan saja Luka langsung kaget karena Rin langsung muncul sambil memegang kelopak matanya, Luka ingin Lari tapi entah kenapa ada kekuatan yang menahannya.

Rin memegangin mata Luka dan perlahan masuk ke bagian mata (kalau imajinasi kalian melihat dia mau mencabut mata Luka kalian pasti pusing jadi jangan di pikirkan), dan Langsung mengambil mata Luka dengan kasar.

"KYAAAAAAA!" teriak Luka kesakitan karena matanya dicabut paksa.

"Len, pegang yang ini, aku mau mengambil satunya lagi" ucap Rin sambil menyerahkan sebuah bola mata yang dipenuhi darah begitu juga tangan Rin bagian telapak tangannya penuh darah (Reader : woi! Ini bukan Bloodscene!, jangan adakan yang berdarah-darah begitu! / chalice07 : hiii?! Maaf, akan saya usahakan TT^TT)

Luka berusaha kabur dari Rin dengan cara mundur terus, sedangkan Rin berjalan terus mendekati Luka, karena kesabarannya habis Rin langsung lari dan yah begitulah... (saya males jelasin).

Luka kesakitan karena matanya satu lagi sama nasibnya.

Sedangkan Rin dia menyimpan dua bola mata itu disebuah toples dan menulisi di toples itu dengan spidol.

"Baiklah, ayo kita mulai pesta merahnya" Ucap Len sambil menyeringai kejam.

Luka yang tidak bisa melihat hanya ketakutan dan terus mundur sayangnya dibelakangnya tembok.

Luka hanya menelan ludah dan ketakutan. Karena Luka tidak bisa melihat dia tidak sadar banyak pedang bergelantungan diatasnya.

"Pesta sudah dimulai..." ucap Len sambil menjetik jarinya.

Dan dalam sekejap pedang-pedang itu jatuh dan mengenai Luka.

"KYAAAAAAAA!" teriakan Luka yang sangat keras dan kesakitan...


Di depan hutan, banyak orang berkerumunin sesuatu seperti semut mengelilingi gula.

"Dia anak keluarga megurine yang hilang kemarin kan" bisik seseorang.

"Iya, kasihan dia ditemukan mati dengan tubuh banyak luka" bisik seseorang lagi.

Tempat itu sangat berisik sampai seseorang wanita berambut pendek berwarna coklat kehitaman datang.

"Minggir, akan kuperiksa dia" ucap wanita tersebut.

"Baik, jendral meiko (emang jendral bisa memeriksa ya?)" ucap salah satu orang yang memakai baju prajurit.

Meiko memeriksa korban tesebut lalu menatap hutan berkabut itu.

'Sudah 10tahun, 'mereka' terus membunuh dan lagi sampai sekarang tidak bisa kutemukan 'mereka' walau aku mencari terus dihutan itu' batin meiko kesal sambil menatap hutan tersebut.

~TBC~


Rin dan Len : oi! Author sarap! Kenapa kami jadi seperti antagonis aja?!

Chalice07 : apaboleh buat, yang terpikir dariku cuman itu *bersiul-siul*

Miku &Kaito : kalian masih enakan, lha kami? Cuman dapet peran di chapter sebelumya dikit pula *pundung*

All : *swt*

Chalcie07 : hahahaha, akan saya usahakan kalian tampil chapter nanti.

Miku dan kaito : *berbinar-binar* beneran?

Chalice : iya ^.^

Miku dan kaito : *meluk author* arigatou gozimasu!

Luka : *mendeathglare author* kenapa gua dibuat mati?! *menyiapkan ikan tuna*

Chalice07 : *kabur*

Luka : berhenti! Jawab pertanyaan ku! *ngejar*

All : *swt*

Rin dan Len : baiklah, kata terakhir dari kami adalah...

Kaito,miku, rin dan len : ...Tolong reviewnya ya!