Title: Fate
Rate: M
Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, and other. Cast lain menyusul.
Disclaimer: Saya cuma pinjam nama. Yunho milik Jaejoong dan Jaejoong milik Yunho. Plot is mine.
Pairing: YunJae. YooSu.
Warning: OOC. BL. GS for Heechul
.
.
"Karena aku menyukaimu, maka mulai sekarang kau adalah kekasihku."
Jaejoong bagai tersambar petir mendengar pernyataan dosennya itu. Bahkan seluruh mahasiswa di sana juga merasa shock.
"Sekarang, kau kembalilah duduk karena aku akan memulai kuliah hari ini.."
Jaejoong tak beranjak dari tempatnya, namja cantik itu justru mengepalkan tangannya bersiap meninju wajah namja di hadapannya. Suasana mulai riuh karena mahasiswa di sana terlibat obrolan masing-masing.
"Aku tidak suka suasana ramai saat kuliahku. Jika ada yang masih membuka suara, kupastikan orang itu tidak akan lulus mata kuliahku. Dan kau Kim Jaejoong, cepat kembali ke tempatmu atau kau akan kuberi nilai E."
Jaejoong menyerah, mahasiswa yang lain pun mengunci mulutnya.
"Apa-apaan dosen itu. Padahal dialah penyebab keributan di kelas ini." Bisik Junsu pada Jaejoong yang sudah kembali ke tempat duduknya.
"Karena suasana sudah kembali tenang dan namjachinguku sudah kembali ke tempat duduknya, aku akan memulai kuliahku." Ujar Yunho yang mendapat makian dan sumpah serapah dari Jaejoong, tapi tentu saja hanya ia lakukan di dalam hati.
.
~yunjae~
.
Jaejoong kini sedang duduk di kursi penumpang mobil Audi milik Yunho yang siang itu sedang melaju dengan mulus di tengah kota Seoul.
'Ini dia saatnya..' batin Jaejoong sambil mempersiapkan bogem mentah untuk dilayangkan pada namja yang sedang menyetir di sebelahnya. Ini sudah di luar area kampus dan Jaejoong merasa hal yang legal bila ia memukul dosennya sekarang.
CIIIIIITT
Yunho mengerem mobilnya mendadak saat Jaejoong hendak meninju wajahnya. Namja bermata musang itu menggenggam kepalan tangan Jaejoong yang 2 cm lagi akan sedikit mengganggu ketampanannya, "Apa yang kau lakukan?"
"Harusnya aku yang bertanya padamu, brengsek."
"Tak perlu memukul kan? Tanyakan saja, akan kujawab." Yunho melepaskan genggamannya.
"Kenapa kau langsung saja mengklaimku sebagai namjachingumu hah?"
"Kan sudah kubilang.. karena aku menyukaimu."
"Tapi kita baru saja bertemu dan bahkan aku tidak tau namamu. Kita belum saling mengenal satu sama lain."
"Kalau begitu perkenalkan, namaku Jung Yunho. Aku tidak suka berbelit-belit.. dan aku yakin kau tidak akan menolakku karena kau juga ada rasa padaku."
"Mana mungkin.. hmp"
Perkataan Jaejoong terhenti karena cherry lipsnya terkunci oleh bibir hati namja di hadapannya. Sedikit kasar memang, tapi entah kenapa Jaejoong terbuai dan akhirnya membalas ciuman Yunho.
"Benar kan? Kau bahkan tidak menolak saat kucium."
Jaejoong hanya diam tak menanggapi ucapan Yunho. Namja cantik itu masih mengatur detak jantungnya yang tiba-tiba menggila itu. Napasnya pun masih tersengal-sengal akibat adegan yang cukup 'panas' tadi.
"Kurasa aku sudah bisa menjalankan mobilku sekarang. Kita akan makan siang bersama."
"Aku ingin makan siang di Jepang." Ujar Jaejoong asal. Ia sedang sangat kesal pada namja di sampingnya ini.
"Baiklah."
'Cih… apa maksudnya dengan "baiklah"? paling hanya membual.' Batin Jaejoong.
Namun sepertinya pikiran Jaejoong salah karena mobil audi Yunho sudah terpakir manis di area parkir Gimpo Airport sekarang.
Jaejoong menahan Yunho yang sedang melepas sabuk pengamannya, "Kau itu dosen tapi kenapa bodoh sekali?"
"Kenapa kau malah menghinaku?"
"Untuk apa kita ke bandara?"
"Kenapa malah bertanya? Kau kan bilang ingin makan siang di Jepang."
Jaejoong membulatkan matanya, "Lalu kau menganggap perkataanku serius begitu? Tak taukah kau kalau aku hanya asal bicara karena sangat kesal padamu?"
"Jadi perkataanmu tadi tidak serius?"
"Tentu tidak, pabbooo…" Jaejoong mencengkeram lengan baju Yunho hingga kusut dan dengan tangan satunya ia acak rambutnya sendiri.
Yunho mengarahkan pandangannya pada tangan Jaejoong yang ada di lengannya seakan berkata "Kau sudah berani pegang-pegang aku ternyata" dan membuat namja cantik itu melepas cengkeramannya lalu mengacak rambutnya lagi dengan kedua tangannya.
"Tuhaaaaaaan.. apa salahkuuuu? Kenapa kau menghukumku seperti iniiii?"
Jaejoong merengek seperti anak kecil berharap Yunho ilfeel padanya namun namja tampan itu hanya menatapnya datar.
"Aiissshh. Sudahlah. Ppalli ke restoran, yang ada dalam bandara saja. Aku sudah lapar."
Yunho hanya menanggapi dengan gumaman dan mereka pun keluar mobil menuju restoran terdekat.
Jaejoong menatap hidangan di meja lalu Yunho secara bergantian, 'Rasakan kau. Akan kukuras habis isi dompetmu.' Batin namja cantik itu.
Jaejoong sengaja memilih restoran yang mahal dan memesan hampir semua menu di sana.
.
"Hhhhhh…"
Namja cantik itu menempelkan dagunya di meja.
"Kita sudah 3 jam di sini. Apa kau tak mau pergi dari sini? Atau kau masih ingin makan lagi?"
"Aku sedang kekenyangan, pabbo. Masih tak kuat berdiri…"
"Memangnya kau selalu makan sebanyak itu ya?"
'Orang ini benar-benar.. Aissh, aku jadi tersiksa karena ulahku sendiri."
"Mau kugendong?"
"Tidak perlu."
"Tapi kau tidak apa-apa kan? Apa perutmu sakit karena terlalu banyak makan?"
"Jangan menghinaku."
"Perkataanku yang mana yang kau anggap hinaan? Aku kan menanyakan keadaanmu."
"Tak usah sok peduli."
"Mana mungkin aku tak mempedulikan kekasihku sendiri."
Jaejoong hanya menghela napas malas.
"Sepertinya kau harus ke rumah sakit sekarang. Kajja aku gendong."
Yunho beranjak dari duduknya lalu menyentuh pinggang Jaejoong hendak mengangkat namja cantik itu tapi tangannya ditepis, "Jangan menyentuhku! Dan jangan berlebihan.. aku hanya perlu istirahat di rumah."
"Kalau begitu kajja kuantar kau ke rumahmu."
"Tidak perlu, aku pulang sendiri. Kau pergilah…"
Jaejoong mengibas-ngibaskan tangannya sebagai isyarat mengusir Yunho.
"Untuk hal itu aku menolak. Aku yang membawamu kesini, karena itu aku harus memastikan kau sampai di rumahmu dalam keadaan baik-baik saja."
"Hhhh.. kau ini keras kepala sekali."
Dan akhirnya mereka masih di restoran walau waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Jaejoong berharap Yunho akan kesal padanya dan meninggalkannya di restoran itu karena bosan, tapi sepertinya tidak mempan.
"Antar aku pulang sekarang."
Akhirnya Jaejoong menyerah.
"Nde."
Mereka kini sedang keluar restoran menuju tempat dimana audi hitam milik Yunho diparkir.
"Aku tidak melihatmu ke kasir untuk membayar.."
"Untuk apa? Itu restoran milik ayahku."
"Mwo?"
"Wae?"
Jaejoong hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, 'Hancur sudah rencanaku membuat isi dompetnya habis.'
.
~yunjae~
.
"Terima kasih.." ucap Jaejoong sambil melepaskan sabuk pengamannya hendak keluar mobil karena kediamannya sudah tertangkap oleh retina matanya. Namun ditahan oleh Yunho.
"Wae?" Tanya Jaejoong ketus.
Yunho mengecup cherry lips itu sekilas, "Kapan kau tak ada jadwal kuliah?"
"Ha.. hari Kamis. Wae?"
"Kalau begitu Rabu malam menginaplah di apartemenku."
"Shireo.."
"Aku memaksa.."
"Coba saja kalau kau bisa.."
Jaejoong keluar dari audi hitam milik Yunho sambil membanting pintu mobil itu keras lalu mengacungkan jari tengahnya dari luar kaca mobil dan memasuki rumahnya.
"Ck.. apa dia mengajakku bercinta?" gumam Yunho.
.
~yunjae~
.
Hari Rabu jam 9 pagi.
"Hahaha.. sebenarnya aku kosong hari ini. Dia pasti kebingungan tidak mendapatiku di kampus. Rasakan itu.."
Jaejoong berbicara sendiri di dalam kamarnya yang dinding-dindingnya dipenuhi stiker gajah dan hello kitty. Namja cantik itu sedang ngemil di atas ranjang Queen sizenya sambil mengutak-atik ponsel touchscreen nya. Ia sedang chatting dengan Junsu membicarakan Yunho tentunya. Di kampus mereka tidak membicarakan dosen yang bagi mereka menyebalkan itu karena pasti akan berakibat buruk.
"Aku mandi saja.. lengket sekali rambutku karena coklat."
TING TONG TING TONG
"Sebentaaaaaar…" teriak Jaejoong yang baru saja keluar dari kamar mandi.
TING TONG TING TONG TING TONG
"Aissh.. tidak sabaran sekali. Ndeee, aku buka pintunya sekarang."
Jaejoong melilitkan handuk ke pinggangnya secara asal dan membuka pintu depan rumahnya.
Terkejut melihat siapa yang datang, Jaejoong menutup pintunya dengan keras tanpa mempersilakan tamunya masuk.
"Mau apa Jung pabbo itu kesini?"
Jaejoong mengunci pintu rumahnya lalu kembali ke kamarnya dan bergelung di dalam selimut, membiarkan Yunho yang masih setia di luar menekan bel rumahnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang dan bel rumah Jaejoong pun berhenti berbunyi.
"Akhirnya dia menyerah juga."
Jaejoong pikir Yunho sudah pergi karena kapok padanya, tapi pikiran namja cantik itu salah. Karena yang sebenarnya terjadi adalah..
Heechul yang baru saja turun dari lamborghininya terkejut karena melihat orang yang baginya asing sedang berdiri di depan rumahnya, "Nugu?" tanyanya.
"Joesonghabnida. Sepertinya saya salah rumah."
Yunho membungkuk pada Heechul lalu masuk ke dalam audi miliknya dan menjalankan mobil mewah itu sedikit cepat.
Namja tampan bermata musang itu meninju setir mobilnya, "Apa hubungannya Jaejoong dengan Heechul dan Hankyung?"
TBC
Balasan review:
kim anna shinotsuke: iya, sifat Yunho emang dibuat begitu. Gomawo reviewnya^^
ShinJiWoo920202: ayo siapa ayoooo? Hehe.. sip ini lanjut. Gomawo reviewnya^^
DahsyatNyaff: Yunppa kan emang cinta mati sama Jaemma… hohoho. Gomawo reviewnya^^
