Sebuah ff yang terinspirasi dari novel berjudul 'INGO' Helen Dunmore.
Genre : Romance, Fantasi.
Rate : T
Main cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun.
WARNING! YAOI! Typo bertebaran!
Disclaimer : saya hanya meminjam nama dari idol favorite saya, ini murni ff abal milik saya, tidak terpaku pada 'Ingo' karena saya ingin hal yang berbeda(malahan beda jauh banget dari ingo, hoho). hahaha
~~~~~Mere~~~~
Ku buka mataku perlahan. berat sekali... Kepala serta dadaku sakit dan sesak. Dimana ini?
Ku edarkan pandanganku di tempat asing ini. Aku tak pernah ke teluk ini sebelum'nya.
"Ini... dimana?"
Suaraku serak sekali... Aku butuh minum air tawar saat ini. Sepertinya aku sudah banyak meminum air laut yang asin itu. Aku mencoba beranjak bangung, lagi dan lagi, tuhan masih menyayangiku, Aku masih bisa hidup sampai saat ini.
Udara sangat dingin sampai membuatku menggigil seperti ini. Tenggorokan'ku sangat kering, aku membutuhkan air. Aku sudah terlalu banyak meminum air laut sepertinya, iaks! Lidahku asin dan sedikit berpasir.
"Mermaid!"
Aku ingat! Dia yang menolongku lagi! Ini tidak salah! Aku yakin bahwa itu dia! Aku yakinnnnnnnnn. Ya tuhan, apakah ini memang takdirku.
Aku segera berlari menuju bibir pantai, ku edarkan seluruh pandanganku untuk mencari sosok'nya. Ya tuhan... Aku yakin itu dia, dan aku yakin, mermaid itu masih ada di sekitar sini.
.
.
Sudah cukup lama aku berdiam diri di atas batu karang ini. Nampak langit sudah gelap. Angin laut'pun semakin kencang. Tapi... Sosok itu belum juga muncul.
Kau dimana... Ku mohon... Aku ingin sekali menangis. Aku ingi sekali bertemu dengan'nya... Aku ingin bertemu!
"HEY! SIAPAPUN KAU! KELUARLAHHHHHH! AKU INGIN SEKALI BERTEMU DENGAN-MU! AKU SANGAT MENGAGUMIMU! KELUARLAH! KUmohon... Hiks... Keluarlah... Aku ingin bertem- hiks- bertemu dengamu."
Apakah aku seperti bayi sekarang? Aku menangis... Aku tak dapat menahan emosi ini lagi, aku sangat ingin bertemu dengan'nya. Kumohon...
"Manusia..."
Kutegakkan tubuhku setelah mendengar suara itu. Dari mana asalnya suara itu?
"Aku disini... Di bawah-mu. Lihatlah..."
Dengan hati- hati aku segera merangkak, melihat ke bawah batu karang.
A-astaga...
"Hey!"
Mataku membualat sempurna kini. Di-dia... Dia su-sungguh ada di depan mataku saat ini. Perlahan, aku segera menuruni batu karang menuju'nya.
Mahluk ini tersenyum padaku. Indah sekali... Aku masih belum bisa sadar dari keterkejutanku melihatnya secara nyata.
Kini aku sudah berada dekat denganya, di sampingnya. Ku tatap tubuhnya. Namja?
"Manusia..."
Dia... Merman? Aku... Aku sulit percaya. Dia... Sangat indah dan cantik sekali. Ku lirik sirip ekornya yang berwarna biru laut ah tidak-tidak pink? aduh ada apa dengan mataku! ahhhh mata indahnya, dan bibir plum yang sangat menggoda itu.
"Manusia..." Ucap'nya yang sukses mebuyarkan lamunanku.
"Kyu-kyuhyun. Nama ku, kyuhyun..."
Mahluk itu mengangguk lalu meraih tanganku dan menautkan tanganya diantara jemariku. Mahluk indah ini sedang asik menatap tangan kami yang saling berpautan. Jantungku sungguh berdebar. Kulit tanganya terasa halus dan juga dingin.
"Aku sungmin..." Ucapnya yang masih menatap genggaman tangan kami.
"Kau mengerti bahasaku, kyuhyun?"
"Ba-bahasamu?"
Sungmin sang merman mengangguk dan melepaskan tautan tanganya. Sungguh, aku merasa kehilangan sekali.
"Ya, bahasaku. Sekarang aku tau, mengapa kau begitu berbeda.."
"Ma-maksudmu?"
"Dewa oannes dari flistin, aku dekat dengan'nya. Dia sangat bijak, beribawa dan juga tampan. Dia sangat mirip denganmu. Oannes sangat mirip denganmu!"
"Apakah karena aku mirip dengan dewa itu, maka aku mengerti bahasa kalian?"
"Mungkin, tapi aku tidak tau pasti."
"Tapi... Aku masih merasa sedang berbicara dengan bahasaku. Malah kau yang sedang berucap dengan bahasaku, sungmin."
"Tidak, coba tutup matamu..."
Ku tutup kedua mataku, sungmin menggeser tubuhnya dan berbisik pelan tepat di telingaku.
"Dengarkan baik-baik..."
Kupejamkan mataku dengan rapat ketika tangan sungmin kembali menyentuh lenganku.
Sulit di percaya... Aku mendengar... Aku mendengar hewan-hewan laut mencoba berkomunikasi denganku. Aku tak tau pasti apa itu, yang dapat ku dengar... Sepeti lumba-lumba! Tapi... Aku tak mengerti.
"Mengapa aku hanya mengerti bahasamu, sedangkan yang lainnya tidak?"
"Karena kau hanya sedang berbicara menggunakan bahasa kami, bahasa mere."
Meskipun tak mengerti, aku mengangguk saja. Ini semua membuatku pusing. Aku yang bertemu denganya, berbicara dengannya, bahkan dapat mendengar jarak jauh hewan di bawah laut sana.
"Kyuhyun..."
"Ya?"
"Kau akan kembali?"
Aku tak mengerti, raut muka sungmin menggambarkan kesedihan. Sungmin menatap sirip'nya dan menggoyang-goyangkannya di dalam air. "Kau akan ikut bersamaku?"
Sungmin menatapku, lalu menatap sirip'nya. Aku mengerti... Mengapa aku sebodoh ini!
"Kami bangsa mere, selalu di buru sejak ribuan tahun lamanya. Kaka-ku, dagon, dia tertangkap oleh para pelaut yang memburu kami ratusan tahun yang lalu."
Mataku membulat kaget, kaget akan informasi baru yang aku dapatkan mengenai sosok indah di depanku kini.
"Ra-ratusan tahun yang lalu?"
"Mungkin sekitar seratus tahun yang lalu."
"U-umur mu, berapa?"
"Umur ku saat ini, 120 tahun. Ada apa?"
Ku tatap sosok sungmin. 120 tahun dengan wajah secantik dan seimut ini! Sangat menakjubkan!
"Jika di umur manusia, usiaku saat ini, kurang lebih sama sepertimu, kyuhyun."
Tidak ada lagi pembicaraan diantara kami, entah kenapa, rasa ingin memiliki terasa begitu besar sekarang. Aku sudah semakin gila dengan sosoknya!
"Sungmin, Apakah benar... Kaum sepertimu yang sering menghipnotis para pelaut hingga tenggelam karena nyanyian kalian?"
"Benarkah?"
"Ye-yeah... Menurut narasumber, seperti itu."
"Apakau percaya?"
"Aku... Aku percaya kalian tak jahat. Aku percaya kalian pasti takan melukai orang lain."
"Tapi nyatanya?"
Aku terdiam, apakah cerita ini bukan hanya dongeng? Nyanyian mermaid atau merman mengandung kekuatan mistis sehingga manusia yang mendengarnya akan terpesona hingga tewas karena tenggelam.
"ketika kami merasakan sebuah perasaan cinta, kami akan bernyanyi hanya padanya. Kami tak bermaksud menenggelamkan mereka... kami sadar, mereka tak dapat bernafas di dalam air seperti kami. Kami seperti manusia yang dapat hilang kendali setelah mengenal cinta. Kami hanya ingin hidup bersama dengan orang yang kami cintai... Kami, bangsa mere yang selalu disalahkan dengan peristiwa menghilangnya nelayan, pelaut atau apapun. Kami pergi berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lainya hanya untuk menghindari ancaman manusia itu sendiri. Kami takut... Bangsa Mere takan berdaya jika sudah berada di udara. Mengerti maksudku,kan?"
Kini sungmin menatapku dengan sendu, tatapan mata itu seakan menarik-ku untuk lebih mendekat kepadanya. Sungmin seperti menghipnotis'ku, sama sekali tak dapat menghilangkan pandangan darinya barang sedetik'pun. Sungmin tersenyum dan meraih tanganku kembali, saat itulah hatiku kembali bergetar.
"Jantung-mu berdetak kencang, sama seperti-ku."
Tubuh-ku menegang ketika sungmin menuntun tanganku menyentuh dada mulus'nya itu. Sungmin terpejam, dan sedetik kemudian ia tersenyum sangat cantik padaku.
"Andai aku mempunyai kaki sama seperti-mu, aku ingin sekali selalu menjumpaimu. Kau satu-satunya manusia yang tak membuat-ku takut, kyuhyun. Kau berbeda dengan mereka."
Aku terdiam dengan jantung yang masih berdetak tak karuan. Mata teduh sungmin, suara indah itu, wajah cantik sungmin, membuatku sulit untuk berpikir jernih. Aku ingin sekali memilikinya. Sungguh! Aku mencintai mahluk di depanku ini.
"Aku akan terus bersama-mu, sungmin. Sampai kapan-pun."
Sungmin tak berbicara, sejurus kemudian, sungmin turun dari batu karang dan meneggelamkan setengah tubuhnya ke dalam air laut.
"Ayo, kuantarkan kau pulang, kyu."
"Sungmin..."
Kurasa, Sungmin tak akan melanjutkan pembicaraan ini. Sungmin menungguku, tapi aku tak mau. Mengikutinya seakan-akan membayangiku dengan sebuah perpisahan. Aku ingin terus bersama mahluk indah ini, bersama sosok yang sangat ku kagumi dan ku cintai disini. Aku tak ingin pergi!
Tak ada respon dariku, tangan sungmin mulai menarik tangan-ku untuk ikut masuk ke dalam air bersamanya.
"Tempat-mu bukan di sini, kyu."
Seakan ter-hipnotis, aku mengikuti sungmin. Seketika, rasa dingin menyentuhku ketika aku sudah sukses berada di samping sungmin.
"Kau siap, kyu?"
Sedikit ragu, aku mengangguk. Sungmin tersenyum dan menyentuh wajahku.
"Ketika berada di bawah sana, ku mohon... Lupakanlah udara. Pegang tanganku dengan erat, mengerti?"
"Lu-lupakan udara?"
"Bersatulah dengan air, kyu."
.
.
Hamparan laut biru terus ku saksikan, apakah benar aku akan berada lama di dalam laut sana? Tanpa bantuan alat penyelam? Ketika tenggelam saja aku hampir mati! Oh tuhan, apakah aku harus mempercayai mer cantik ini? Ku genggam tangannya yang lembut sembari memejamkan mata. Kurasakan dia mulai terjun dan menarikku jauh. Dadaku sakit, ombak laut mulai membawa tubuhku kesana-kemari. Aku terus berpegangan erat pada sungmin si mer ecantik ini.
Aku percaya bahwa aku akan baik-baik saja jika bersamanya.
"Buka matamu, lihatlah ke depan." Suara lembut itu menyadarkanku. Betapa kagetnya aku ternyata itu sungmin yang sedang berbicara. Mulutnya tak bergerak, tapi aku dapat dengan jelas mendengar suaranya.
"Kyuhyun, kyuhyun!" sungmin terus berusaha memanggil namaku ketika keasadaran ku perlahan mulai hilang. Paru-paruku seakan penuh oleh air laut, mataku'pun mulai terpejam. Kurasakan, sungmin menggenggam tanganku yang mulai mengendur dengan sangat erat. Aku manusia, aku membutuhkan udara. Aku tak memiliki insang seperti sungmin di belakang kupingnya.
"lupakan udara, lupakan udara, kyuhyun! Atau kau selamanya akan tertidur!"
tertidur selamannya?
Tidak! Aku tidak mau! Entah kenapa, dadaku seperti hangat. Air seakan keluar masuk melalui lubang hidungku. Bayang-bayang akan udara seperti lenyap begitu saja. Mataku membulat besar ketika kurasa, aku dapat bernafas di dalam air! I-ini air! Aku bernafas di dalamnya!
Sungmin terseyum padaku, dan menarik-ku menjauh dari gelombang arus bawah laut. Aku ingin sekali bertanya, tapi aku takut sekali untuk berbicara. Aku tak ingin membuka mulutku! Bisa saja aku kembali dalam keadaan awal dan tenggelam.
"su-sungmin," ucapku dalam hati.
"ya?"
Astagaaaa... aku tak dapat mempercayai ini! I-ini seakan mimpi! Sungmin tersenyum melihatku yang berenang di sampingnnya, tanggan kami saling bertautan. Sirip ekor sungmin terus membawa kami membelah lautan.
"sungmin, bukankah kau bilang, manusia tak dapat bernafas di dalam air?"
sungmin tersenyum dan menggangguk, lalu? Kenapa aku bisa berada di sini?!
"apakah kau bingung, kyuhyun?"
"ya, tentu saja."
Sungmin tertawa, itu sangat cantik dan indah sekali. Ya tuhan... jangan bangunkan aku jika ini semua hanyalah mimpi.
"aku mengatakan tidak semuannya bukan? Hanya yang istimewa yang dapat melakukannya."
"jadi? Apakah aku istimewa?
sungmin kembali terkekeh dan menarikku lebih cepat membelah lautan. " mungkin saja."
Rasa bangga menyelimutiku, yeah... aku memang orang yang sangat istimewa, haha.
"AHHHHHHHH!"
bayangan hitam besar bearada di hadapan kami, mahluk itu tak terlihat jelas! Sungmin menghentikan ljunya dan menatapku lalu tertawa. "tenanglah kyuhyun... dia pope, temanku."
Mahluk itu semakin mendekat dan menampakan wujudnya yang besarnya sangat WAH!
"a-apakah dia akan memakan ku, sungmin?"
"tergantung."
APAAAAA!
"hahaha, aku hanya bercanda kyuhyun... pope sangat baik dan juga ramah, apa lagi kau sekarang kan adalah temanku."
Ahhh, kenapa aku merasa kecewa ketika sungmin mengatakan kami hanya berteman. Ya ampun! Aku sudah gila!
"pope, apakah kau mau menolongku?" sungmin berbicara pada paus itu. Hah, aku tak mengerti bahasa paus itu, dia seakan hanya sedang bergumam.
"ayo!" sungmin menarik tangannku, berenang menaiki paus tersebut.
"kita akan apa?" sungmin melirikku dan tersenyum. "pope, akan mengajak kita pulang, kau berpegangan padanya,ok!" berpegangann bagaimana? Badanya licin penuh lumut! "coba saja, pegang bagian siripnya, kyuhyun..." sungmin mengerling dan beranjak menuju sirip kiri paus tersebut. Lalu untuk apa dia mengajak aku ke atas punduk paus ini!
" aku kanan, kau kiri. Pegang yang erat, ok!"
Aku segera berenang ke sisi kiri paus ini, wahhh, besar sekali! Dari sini, Sungmin sama sekali tak dapat kulihat. "Sungmin, apakau masih di sana?" ucapku dalam hati. "ya, aku di sini. Tak usah takut, kyuhyun, aku tidak akan meninggalkanmu, berpeganganlah yang erat." Benar saja, tak lama paus ini mulai melaju mengibaskan sirip ekornya yang besar. Sungguh, aku tak menyangka bahwa akan berada dekat dengan paus biru ini, berenang bersamanya di dalam laut yang luas.
entah sudah berapa lama, paus ini membawaku dan juga sungmin. "Kyu?" aku tersadar, ternyata paus ini sudah tak berenang lagi. Sungmin di hadapanku dan tersenyum hangat sekali. "kita sudah sampai," sungmin meraih pergelangan tanganku dan menariknya sedikit menjauh dari paus yang sungmin beri nama pope tersebut. "terimakasih, pope." Paus itu segera berbalik dan meninggalkan kami, pergerakannya membuat sedikit gelombang air menerpa kami, dan mengakibatkan cengkraman tangan sungmin seakan terlepas, kuraih tangan sungmin kembali dan menggenggamnya erat. Sungmin tersenyum, dan mendekat-kan wajahnya berhadapan langsung dengan wajah ku. "a-ada apa?" aku gugup, sungmin menatap kedua bola mataku dengan lekat.
"tidak, ayo kita teruskan. Sebentar lagi kita akan menuju bibir pantai." Aku mengangguk dan berenang kembali tanpa melepaskan tangan sungmin. Ya ampu... berada sedekat itu membuatku kikuk, mungkin, jika di daratan, wajahku sudah me-merah seperti kepiting rebus, Hahhh...
TBC
nah segini dulu, hehe gimana? haha maaf kalau masih banyak typo, sun masih berusaha sebaik mungkin untuk ngasih yang terbaik. hehe oh iya, sun udah bales review'nya satu2. cek pm masing2 ok ok
balasan untuk uname: ya, jelas ini yaoi hehe, sun gak bisa bikin GS. hoho
