Disclaimer: Always Masashi Kishimoto
Summary: "Aku tidak mau bernyanyi jika kau tidak ada di sampingku!" geramku. "Kau bukan anak-anak lagi, Sakura."/"Aku dan Sasuke,... kami sepasang kekasih." ungkap Shion. / "Aku... menyerah. Lihat! Mereka sangat serasi kan?."
~chap 2~
"Apa kau yakin tidak ingin mengungkapkan siapa kau ke publik, Diamond? Kurasa Hinata tidak akan setuju kau diam seperti ini terus." tanya Sasuke yang sedang mengemudikan Lamborghini hitamnya mengantar Sakura pulang setelah acara traktiran dari Sasuke.
"Aku tidak bisa Sasuke-nii. Semua akan memandangku berbeda jika mereka tau siapa itu D&P." jawab Sakura sambil memandang Sasuke yang sedang menyetir.
"Hei, jangan memandang negatifnya saja. Kalau begini terus, sampai kapan kalian akan berpura-pura?"
"...Kau tau, aku hanya ingin membantu keluargaku. Yah... kau tau keadaan kami seperti apa. Aku takut keluargaku yang menjadi incaran orang-orang itu."
"Kita bisa menyewa banyak bodyguard untuk itu Saku."
"Bagaimana jika bodyguard itu tidak bisa melindungi mereka dan malah ikut jadi korban?"
"Kau mulai berlebihan Sakura."
"Tidak, tidak. Aku cukup senang begini saja." Sakura mengalihkan pandangannya ke jendela disampingnya sebelum kembali menatap Sasuke sambil tersenyum. "Kurasa aku harus meminta maaf pada Hinata besok. Seperti yang kau katakan. Dia pasti akan keberatan."
Sasuke menatap Sakura sekilas kemudian tersenyum.
"Kau memang sulit dimengerti. Tapi aku bingung, bagaimana kau bisa berbeda saat bernyanyi? Seolah hidupmu hanya untuk bernyanyi." tanya sasuke penasaran.
"waw sepertinya saat bersamaku kau jadi cerewet ya Sasuke-nii." kata Sakura sambil nyengir.
"Yah, entahlah. Aku hanya merasa hidupku semakin terwujud saat bernyanyi. Aku juga tidak mengerti tapi, dengan bernyanyi membuat hatiku tenang."
Sunyi tercipta selama perjalanan menuju rumah Sakura.
~chap 2~ Sakura Pov 'Ribut sekali.' batinku "Saku, kau dengar gosip tentang Uchiha Sasuke tidak? Itu lho managernya Two Voices." tanya teman sekelasku, Ino Yamanaka, sambil menarik kursi di depanku.
Mendengar nama Sasuke, Sakura langsung melepas headphone'a.
"O... yang itu." jawabnya pura-pura tidak tau."Memangnya ada apa?"
"Katanya dia berpacaran dengan Diamond lho..." lanjut Ino bersemangat.
"HAH? Tidak Mungkin!" teriakku. 'yang benar saja. sejak kapan kami pacaran?' batinku "Jangan teriak-teriak gitu juga kali!"
"Sorry... Terus kau tau darimana?" "Ya ampun ini sudah jadi perbincangan hangat di TV lho, Saku. Katanya ada foto di bersama seorang gadis yang diduga adalah Diamond. Foto itu diambil mlm setelah Two Voices tampil di acara TV K tepatnya di depan sebuah restauran. Tapi..."Ino terlihat ragu.
"Ta, Tapi apa?"
"hm... coba lihat foto ini." Ino mengeluarkan majalah yang berisi gosip itu. Artikel dengan judul 'Tertangkapnya Uchiha Sasuke dengan Diamond Asli'. Sial... apa sebenarnya yang ada dipikiran wartawan itu? mereka pikir kami melakukan apa sampai-sampai dibilang tertangkap. Kuperhatikan foto dibawah artikel itu dengan teliti. Deg... walaupun foto itu sedikit kurang jelas tetapi masih bisa dilihat warna pink dari rambutku dalam foto itu.
"Entah kenapa aku merasa foto itu mirip sekali denganmu. Jangan-jangan..." kata Ino yang tiba-tiba membuatku tegang.
"a,a..pa?" tanyaku sedikit gemetar.
"jangan-jangan kau..." kupejamkan mataku takut mendengar apa yang akan Ino katakan padaku. "Jangan-jangan kau mewarnai rambutmu karena kau tau warna asli rambutnya Diamond?" "Eh..." sungguh betapa leganya aku mendengar itu. Fiuh...
"Iya kan? Sudahlah jangan mengelak. Aku sudah tau kalau kau penggemar beratnya Two Voices." yakin ino lagi.
"I,Iya... aku memang penggemar berat mereka. Tapi rambutku ini asli tau. Aku yakin diamond mewarnai rambutnya. Yah pernah kan beberapa kali mereka mengganti warna rambutnya."
"Iya juga ya... ya sudah."
Aku hanya membalasnya dengan senyum kaku.
"aa...Ino, aku harus nyari Hinata dulu ya..." kataku dan langsung melesat keluar sebelum Ino mengoceh lagi.
Disaat yang bersamaan Hinata sedang berlari di koridor mencari Sakura.
"Hinata!" "Sakura!"
Teriak mereka bersamaan, ketika menyadari yang mereka cari sedang menghampiri mereka.
"Saku, bagaimana bisa kalian tertangkap paparazi?" tanya Hinata berbisik.
"Aku...hah...hah... tidak.. tahu." jawab Sakura kelelahan karena berlari.(di fict ini rin buat Sakura anti olahraga n Hinata rin buat ahli karate jadi fisiknnya kuat) "Kali ini kami akan mewawancarai Uchiha Sasuke ..." sebuah suara membuat mereka menoleh dan mereka baru menydari bahwa mereka berada didepan kantin dan suara tadi berasaL dari Televisi yang ada di kantin.
"Hah?" triak Sakura kemudian mendekati Televisi di kantin.
Hinata mengikuti Sakura dengan cemas.
"Siapa wanita itu?" tanya Sakura terpaku pada televisi.
Hinata yang penasaran mengikuti arah pandang Sakura.
Televisi yang mereka lihat menampilkan tayangan dimana Sasuke sedang dilindungi dari paparazi oleh beberapa bodyguardnya. Dan yang membuat mereka heran adalah wanita berambut kuning pucat panjang yang berada dalam lingkaran lengan Sasuke, seolah melindunginya.
Sasuke yang tadi berusaha menghindar dari paparazi akhirnya menyerah dan berhenti. "Baiklah jika kalian ingin tahu siapa orang yang kalian kira Diamond dalam foto yang kalian tangkap... Dia... Diamond yang sebenarnya adalah..."
sakura yang mendengar pernyataan Sasuke memejamkan mata berharap tidak mendengar apa yang ia takutkan...
"...adalah.."
"Aku!"
~chap 2~
"Aku!"
Sakura dan Hinata terkejut dan langsung fokus pada layar TV.
Tidak hanya mereka, Sasuke yang berada di tempat berbedapun terkejut sambil memandang gadis yang mengaku sebagai Diamond, Shion.
terlihat para wartawan semakin heboh bahkan orang-orang di kantin ikut heboh karenanya. Para wartawan semakin menekan Sasuke untuk menanyakan apakah benar Diamond sebenarnya adalah Shion, sang aktris muda yang memang baru menginjak dunia hiburan dan satu management dengan Two Voices.
"Apakah pernyataan Nona Shion benar, Tuan Uchiha?"
Terlihat Sasuke Sangat bingung. Perlahan ia menutup matanya seolah meyakinkan diri.
"Aku harus menghubungi dia." kata Sakura dengan gerakan cepat iya mendiall HP Sasuke. Namun,...
"Diamond yang sebenarnya adalah Shion."
Deg Sakura yang mendengar pengakuan Sasuke diam terpaku.
Baru saja dia akan menekan tanda hijau di HPnya namun tertunda setelah mendengar pengakuan tak terduga itu.
"Saku..." panggil Hinata lirih.
Semua siswa-siswi di kantin saling berteriak heboh.
Diam. Sakura dan Hinata hanya terdiam ditengah keributan kantin.
Trak... Tiba-tiba Sakura membanting HPnya ke lantai membuat orang-orang kantin terdiam.
Sakura berlari keluar kantin.
Hinata yang masih terkejutpun akhirnya sadar dan segera memunguti pecahan HP sakura.
"Saku, Sakura tunggu!" teriaknya yang tak diindahkan oleh Sakura. Ia berlari menyusul Sakura yang ternyata menuju halaman belakang sekolah yang sedang sepi.
Dilihatnya Sakura duduk memeluk lutut di balik pohon dengan bahu bergetar akibat menangis.
Dihampirinya sang sahabat. Dipegangnya pundak Sakura.
"Saku, ..." Hanya itu yang mampu diucapkan Hinata. Ia tidak berani bertanya apakah sahabatnya ini baik-baik saja atau tidak, karena ia tau jawabannya. TIDAK.
"Aku memang mengatakannya Hinata." pernyataannya tiba-tiba."Aku ingin identitasku dirahasiakan tapi bukan berarti ia mengakui orang lain adalah Diamond."
"Saku..." lirih Hinata. Ia peluk sahabatnya dengan erat berharap dapat meringankan beban sang sahabat.
"Aku hiks.. sakit, Hinata."
"Ssst... aku mengerti. Menangislah jika itu bisa menenangkanmu." jawab lembut Hinata.
Sakura menangis sampai kegiatan di sekolah mereka selesai ditemani HInata. Bahkan saking khawatirnya, Hinata berniat untuk menginap di rumah Sakura.
Sore harinya Sakura dengan ditemani Hinata pergi ke Bakery Cafe. Tempat dimana Saku menghabiskan sorenya untuk memakan kue, roti, cake, dan ice cream. "Sa, Saku,... Kau yakin tidak apa-apa?" tanya Hinata tidak yakin pada keadaan Sakura. Lihatlah sudah lebih dari 10 menu sakura habiskan. Namun Sakura terlihat menikmatinya seolah tidak ada masalah.
"Hm?... Hinata, coba cicipi yang ini. Enak sekali." jawabnya bersemangat.
"Iya." Hinata tersenyum menatap Sakura. Ya Sakura yang dikenalnya memang begini.
Jika ia ada masalah selalu menghibur dirinya dengan makanan. Dan ia akan baik-baik saja setelahnya. Hinata tau itu. Sahabatnya ini sangat dipahaminya.
Tiba-tiba HP hinata berbunyi. Ia permisi untuk mengakat telp. Setelahnya, ia kembali duduk untuk menemani Sakura.
"Dari siapa?" tanya Saku mulai menyantap menu baru yang diletakkan pelayan.
"Itu... ah di datang." Kata Hinata sambil menatap Pintu Masuk cafe yang ada di belakang Sakura.
Sakurapun mengikuti arah tatapan Hinata.
"Dia..."
TBC...
Author's Area:
Aaaaaa... pendek banget nih cerita. Susah banget nyari kata-kata yg ok.
maklum... masih lemah mengarang tapi tetep maksa pingin buat ini... ckckckck
Ucucubi-san: arigatou ... chap 2 udah update. Saya tunggu kritik dan sarannya ya. :)
mako-chan: orang 'itu'? Hm... kasi tau ga ya? :)hehe 'orang itu' masih harus nunggu udah review.
Mr/Ms. Guest: Okai. ini chap 2nya..Arigatou...:)
Makasi Juga buat Hasegawa Michiyo Gled-senpai & Haruno Yuna-san.
RnR
Mohon Kritik & Sarannya.
Arigatou...
