Title : Kyuhyun's baby?
Genre : Family, Frienship
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Taemin, member Super junior, member SHINee
Disclaimer : all them belom to themselves and GOD. This is just my story.
Warning : Typos. Don't like it? Don't read, okay? dan jangan ngebash.
Chapter 1
Namja bersurai ikal madu itu menggeliat resah dalam tidurnya. Ia merasakan geli dan basah di daerah sekitar dadanya. Seperti ada yang bermain-main air di atas tubuhnya.
Rasa tak nyaman itu semakin menjadi, saat ini rasa gatal dan geli bercampur menjadi satu. Berat tubuhnya juga seperti tambah berat. Seperti ada yang menimpanya.
Suara ringikan pelan sayup-sayup memenuhi kamarnya. Magnae Super Junior itu menggeliat, berusaha bangun dan membuka matanya yang terasa lengket. Kelewat lelah. Ia yang tidur telentang dan hanya menggunakan singlet dan celana training perlahan membuka mata. Mengerjap-ngerjapkan mata, menyesuaikan dengan suasana gelap yang menyelubungi kamarnya.
Suara ringikan kecil itu makin terdengar. Kyuhyun membelalakan matanya dan menjerit keras ketika nipplenya digigit dengan kuat tanpa rasa ampun.
"HUAAAAAAAAAAAAAAA"
"HUWEEEEEE. HIKS HIKS."
PRANG.
BRAK.
"KYUHYUNIE JANGAN BERTERIAK-TERIAK." Lengkingan Ryeowook membahana di seluruh dorm.
Suara jeritan Kyuhyun, suara tangis bayi, suara piring yang terjatuh, suara pintu yang dijeblak keras, dan suara lengkingan Ryeowook memenuhi seluruh dorm menjadi satu. Membuat pagi yang cerah menjadi lebih meriah.
"Jelaskan kepada kami, siapa bayi itu?" suara menuntut Heechul seolah-olah terdengar seperti algojlo. Jari lentiknya menunjuk sosok bayi mungil yang berada di pangkuan Ryeowook.
Mereka semua berkumpul mengelilingi sang magnae yang berdiri di tengah-tengah hanya dengan singlet dan celana training serta wajah mengantuk. Si bayi juga sudah tenang setelah dibuatkan susu dan diganti popoknya oleh Ryeowook dan Donghae.
Setelah pagi yang penuh teriakan, sembilan namja yang diidolakan di seluruh dunia itu bergegas menuju kamar sang magnae, mendobrak pintunya dengan keras. Berebut untuk masuk ke dalam.
Delapan belas pasang mata yang indah itu terbelalak kaget dan hampir melompat keluar ketika melihat pemandangan super menggilakan yang tersuguh di kamar sang magnae.
Magnae evil mereka digelayuti oleh seorang bayi, bayi yang asik mengemut nipple Kyuhyun, seolah mencari air susu ibunya.
Suara tangis dan deru nafas yang memburu memenuhi kamar Kyuhyun. Wajah-wajah penuh penasaran terpampang jelas di wajah mereka semua.
Ryeowook dan Donghae yang pertama kali tersadar langsung berjalan menghampiri Kyuhyun, mengangkat tubuh mungil sang bayi yang asik menyusu pada Kyuhyun, memisahkannya dan membawa keluar. Menjauhkannya dari amukan para hyungdeul yang lain.
Kyuhyun yang masih berada di antara sadar dan tidak sadar langsung di seret oleh Kangin dan Heechul keluar. Ia hanya bisa mengumpat kesal. Pagi bebasnya berubah menjadi pagi yang menyeramkan.
"Cho Kyuhyun, apakah kau tak punya mulut untuk menjawab?" Heechul berseru dengan ketusnya.
Kyuhyun melempar deathglare ke hyung evilnya itu. "Bagaimana aku bisa menjawab kalau kalian semua tak memberi ku waktu untuk menjelaskan!" balasnya tak kalah judes.
Tubuhnya benar-benar lelah saat ini, belum lagi rasa pening yang membuat kepalanya berdenyut keras. Dadanya juga terasa perih karena gigitan bayi menyusahkan itu.
Heechul mendengus, memalingkan wajahnya.
"Duduklah dulu Kyunnie," ucap sang leader pelan. Menenangkan si magnae yang sedang emosi.
"Tak usah." Balasnya ketus. "Aku tak tahu hyugdeul akan percaya atau tidak? Bayi ini ada di depan pintu mobilku semalam, seseorang menaruhnya dan menyuruhku untuk merawatnya." Jelasnya singkat.
"Bukan anak mu dengan yeojachingumu eoh?" suara lantang Heechul kembali terdengar.
"Chullie!"
"Hyung!"
"Aku tak seperti itu!"
Suara Leeteuk yang menegurnya, suara Ryeowook dan Donghae yang refleks berteriak dan suara keras Kyuhyun.
"Aku bukan namja murahan!" sengit Kyuhyun.
Hangkyung menepuk punggung Heechul menenangkan. Ryeowook mengusap-usap kepala si bayi dengan lembut karena bayi itu meringik kaget dan takut.
"Tak apa baby." Bisik Ryeowook menenangkan.
"Jaga ucapanmu Chullie. Jelaskan dengan benar Kyuhyunie."
Kyuhyun berdecak kesal, "Aku sudah menjelaskan yang sebenarnya, hyung!"
"Aku tak percaya." Desis Heechul dan Kangin bersamaan.
"Terserah! Aku tak pernah meniduri yeoja manapun. Aku punya otak untuk berpikir. Aku punya tata krama dan etika. Aku bukan orang bodoh!" jelas Kyuhyun kesal.
Apa sih susahnya percaya? Toh hyungdeulnya tau bahwa ia sedang tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Dan datang pemikiran dari mana itu? seenaknya saja menuduhnya meniduri yeoja.
Kyuhyun tau aturan. Sebandel-bandelnya ia, Kyuhyun tak pernah memperlakukan yeoja dengan lancang.
"Kau tak berbohongkan, Kyunnie?" tanya Sungmin yang akhirnya mengeluarkan suaranya. Hyung tersayang Kyuhyun itu sejak tadi hanya diam dan mendengarkan saja. Ia masih berusaha untuk mencerna semua yang ada. Antara percaya dan tidak.
Dongsaeng terkecilnya ini tak mungkin melakukan hal-hal yang melanggar norma seperti itu. Tetapi siapa bayi mungil nan menggemaskan yang berada di pangkuan Ryeowook itu? tak mungkin ia datang sendiri ke dorm mereka.
Semalam tak ada yang mendengar Kyuhyun pulang. Mereka semua sudah terlelap. Kelelahan menjalani jadwal padat hari itu.
"Sungmin hyung tak percaya padaku?" ucap Kyuhyun pelan. Ia shock mendapati pertanyaan yang meluncur dari bibir Sungmin.
Sungmin menggeleng sebagai jawaban, ia menunduk tak ingin melihat wajah kecewa dan shock Kyuhyun.
"Kibum hyung!" panggil Kyuhyun tegas. "Aku berbohong atau tidak? Kau tahu dengan jelas kapan aku berbohong. Katakan pada mereka semua!" pinta Kyuhyun.
Kibum menatapnya datar. Ia sudah tahu sejak tadi bahwa magnae ini tak berbohong. Tapi penjelasan singkat yang disampaikan Kyuhyun masih belum membuatnya yakin.
"Bagaimana bummie?" tanya Donghae.
"Kyuhyun tak berbohong hyungdeul." Ucapnya.
Kyuhyun menyeringai ke seluruh hyungdeulnya. Ia tak berbohong sama sekali. Untuk apa juga ia berbohong? Bayi ini anak manusia, bukan anak kucing yang bisa dipungut kapan saja.
"Aku masih tak percaya." Kekeuh Heechul dan Kangin.
Kembali Kyuhyun berdecak. Menyusahkan. Dasar orang-orang tua keras kepala. Ia melangkah kembali ke kamar, meninggalkan hyungdeulnya begitu saja. Mengambil barang bukti agar seluruh hyungdeulnya percaya bahwa ia tak berbohong.
Ditaruhnya amplop menyusahkan itu ke atas meja. Suara gebrakan keras terdengar ketika ia menaruhnya.
"Baca saja itu. Aku tak berbohong!"
Ia menggendong si bayi mungil yang belum diberinya nama itu. Sang bayi mendadak girang ketika melihat wajahnya yang berada di depannya. Kedua tangannya terentang ke depan meminta untuk di gendong.
Kyuhyun yang selama ini tak pernah berurusan dengan bayi, tiba-tiba saja begitu fasih saat menggendong. Tampak seperti seorang ayah yang sedang menggendong anaknya.
Mendekap bayi itu, membiarkannya memainkan rambut ikalnya.
Semuanya yang menatap interaksi antara Kyuhyun dan si bayi tercengang takjub. Magnae mereka tak dimusuhi oleh bayi tersebut.
"Baca surat itu Heechul hyung. Dan tarik ucapanmu yang menuduhku seenak jidat." Ucapnya tegas dan jengkel. Terkesan tidak sopan memang, tetapi ia tak mau ambil pusing. Biar saja hyungnya yang satu itu mendelik kesal.
Heechul merampas amplop yang berada di tangan Donghae. Ia mengeluarkan semua isinya. Leeteuk dan Eunhyuk berebut mengambil kertas yang lain. Sedangkan Heechul membaca surat itu dengan lantang agar semuanya mendengar.
Selesai membacanya, ia mendengus tak percaya. Semua yang mendengar juga memasang wajah tak percaya. Apakah di dunia hal seperti ini?
"Aku tak berbohong kan? Jadi tarik ucapanmu mu itu Heechul hyung!"
Heechul berdiri dan melangkah mendekati Kyuhyun, dihempasnya surat itu begitu saja. Lalu jari telunjuknya menekan kening Kyuhyun, "aku tetap tak percaya. Beri bukti yang lebih meyakinkan, bocah!" ucapnya kemudian melangkah keluar dorm, menuju lantai dua belas.
Kyuhyun mendesis jengkel dan kesal. Sial.
"Akh! Terserah hyungdeul kalau tak percayal. Aku sudah menjelaskan yang sebenarnya. Donghae hyung, kau percaya padaku kan kalau aku tak berbohong?" tanya Kyuhyun resah. Ia tahu, hyung ikannya itu selalu mendukungnya. Buktinya sejak tadi ia tak ada menyela dan menyanggah Kyuhyun sama sekali.
Donghae mengedarkan pandangaannya, menatap wajah yang lain dengan cemas. Ia memang tak yakin Kyuhyun berbohong, wajah bayi mungil itu tak ada mirip dengan Kyuhyun. Yang menyamakan mereka hanya mata saja.
Donghae mengangguk dengan pelan. Ia berdiri dan melangkah mendekati Kyuhyun. Berdiri di belakang Kyuhyun dan melihat wajah si bayi yang sedang memainkan rambut Kyuhyun.
"Siapa lagi yang percaya bahwa aku tak berbohong?"
Ryeowook dan Kibum berdiri. Mereka berdua mendekati Kyuhyun. Sisanya yang lain hanya duduk dengan diam. Kyuhyun menghela nafas lelah.
Ia kecewa ketika Leeteuk, Sungmin dan Hangkyung tak mempercayainya karena hal ini.
"Terserah hyungdeul. Aku akan buktikan bahwa aku tak berbohong tentang hal ini." Ucap Kyuhyun tegas. Ia berbalik dan menatap ketiga hyungnya, berbisik dengan pelan seraya melangkah menuju kamar.
"Gomawo hyung." Ucapnya tulus.
Kepergian Kyuhyun hanya menyisakan keheningan yang lama. Hingga suara Kibum menyentak mereka semua. Ia menggeleng pelan, "Hyungdeul. Kalian benar-benar." Ia menggeleng sekali lagi. Menatap hyungdeulnya dengan prihatin.
"Kajja Donghae hyung. Sebentar lagi aku berangkat." Kibum menarik tangan Donghae keluar dari dorm lantai sebelas. Sebentar lagi ia ada jadwal syuting, dan Donghae semalam ingin ikut dengannya pagi ini.
Ryeowook juga melakukan hal yang sama dengan Kibum. Ia menatap hyungdeulnya satu persatu seraya menggeleng prihatin. Dihelanya nafas dan berkata, "Kalau hyungdeul tak mandi sekarang, kita akan terlambat untuk pergi ke KBS. Kyunnie tak ada jadwal hari ini."
Semuanya serentak berdiri dan melangkah menuju kamar masing-masing. Leeteuk, Kangin, dan Hangkyung kembali ke lantai dua belas. Ryeowook melangkah masuk ke dalam kamarnya, mengambil handuk lalu pergi mandi.
Hari ini Leeteuk, Hangkyung, Ryeowook, Sungmin, Kangin, Eunhyuk, Yesung, dan Shindong ada jadwal bersamaan. Mereka harus menjalani syuting salah satu acara di KBS.
Yesung dan Shindong sedang tidak tidur di dorm, mereka akan langsung pergi ke KBS. Sedangkan Siwon, ia tidur di rumahnya.
Dorm SHINee.
Key berteriak nyaring di hadapan Taemin. Ia berkacak pinggang dan mengomel panjang lebar. Onew dan Jonghyun yang melihat keadaan Taemin hanya bisa member semangat dengan berbisik-bisik. Tak mau mendapatkan maukan Key dipagi hari bila ikut berteriak juga.
Bila Key sudah marah dan emosi, semua member SHINee tak ada yang berani untuk bersuara. Mereka semua tak mau menjadi sasaran empuk untuk pelampiasan emosi Key.
Taemin meringis lemah. Ini salahnya sendiri. Seandainya semalam ia tak lupa waktu saat bermain game. Pasti pagi ini Key tak akan menghukumnya.
Taemin dihukum oleh Key untuk membersihkan seluruh penjuru dorm mereka. Mengumpulkan baju-baju kotor dan mengirimkannya ke laundry. Membuatkan sarapan, makan siang dan makan malam untuk mereka semua. Lalu ia juga harus menyapu, mengepel, membersihkan kaca, dan segala hal rumah tangga lainnya.
Dan jam lima pagi tadi ia sudah dibangunkan oleh Key dengan suara 'merdunya'. Taemin mengingat-ingat dalam hati untuk tak pulang larut malam lagi. Ia kapok.
'Huh! Seandainya ada Minho hyung. Minho hyung, tolong aku.' Ratapnya sedih.
Yeah chapter satu selesai :)
Semoga suka :)
Terima kasih buat keroro. , demikyu, octaviani, LylaAkariN yang sudah memberi review :)
Semoga chapter ini memuaskan.
Maaf bila ada ketidak nyamanan :)
a/n : semua member Super Junior ada dalam cerita ini. Hangkyung tak pergi dari Super Junior, Kibum tak mengambil cuti, Leeteuk dan Heechul juga belum menjalankan wamil mereka.
p.s. : ternyata seperti ini rasanya menulis cerita tetapi yang memberi review hanya empat orang hehehe. Karma karena sering jadi silent reader kali ya ._.
Review again? ;)
Suci.
