Ff

My idol

Chapter 2

Author : kwangie^^

Cast :

Choi SiWon

Kim Kibum

Cho KyuHyun

Preview chapter 1

" ini kamarmu, cepat mana uang sewanya"

" ck, dasar, ini." Namja tersebut memberikan uang kepada kibum lalu beranjak masuk kedalam kamar.

"eh yeoja babo, aku lapar, bisakah kau membuatkanku makanan? Aku akan membayarnya, tenang saja" ucap namja tersebut dengan santianya.

" yack, namaku KIBUM, jadi berhenti memanggilku seperti itu." Jawabnya marah

" kibum ssi, bisakah kau buatkan makanan untukku, aku akan membayar biayanya?"

" baiklah, ini demi uang."

" kalau sudah selesai, antarkan ke kamarku ya?"

" yack, kau kira aku pelayanmu oeh?"

Blammm namja tersebut langsung menutup pintu kamarnya meninggalkan kibum yang sedang merengut sebal di depan pintu kamarnya.

Di dalam kamar, namja tersebut mulai melepas jeket, topi, kacamata beserta maskernya. Kalau diperhatikan namja ini tampan juga, dan terlihat jelas dari balik kaos hitamnya yang tipis tercetak jelas badanya yang atletis. Tunggu sebentar, bukankah wajah namja ini cukup familiar?

Bukankaah dia CHOI SIWON?

Ya benar dia choi siwon, wajah tampan, tubuh atletis serta bisir yang tipis.

Chapter 2

Choi Siwon POV

Panas juga ya berpakaian seperti ini. Sebaiknya aku lepaskan pakaianku ini, tapi sebelumya aku harus mengunci pintu kamar ini dengan baik. Jangan sampai gadis babo itu melihatku, siapa tadi namanya kim kibum? Yah Kim Kibum. Namanya lumayan juga. Kalau diperhatikan dia lumayan manis, tapi sayang dia begitu bodoh. Dia begitu mengagumi diriku tapi tidak bisa mengenali diriku. Dan dia bisa dengan mudah menyewakan kamarnya pada orang asing. Untung aku orang baik-baik, coba kalau ada orang jahat bisa jadi apa nasibnya. Benar-benar gadis bodoh. Tapi karna kebodohanya, aku bisa bersembunyi ditempat ini tanpa ada yang tau.

Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa aku bersembunyi. Apakah kalian berpikir kalau aku ini sudah melakukan kejahatan besar misalnya membunuh, atau karena aku memiliki hutang yang besar pada lintah darat. Ayolah jangan berpikir seperti itu, aku ini seorang CHOI SIWON. Choi Siwon, seorang penyanyi dan aktor terkenal mana mungkin aku seperti itu, coba lihat wajah TAMPANku ini, mana mungkin ada tampang pembunuh.#author : yack oppa berhenti bernarsis ria, siwon : ne ne arasseo#. Okelah lanjut, akan ku jelaskan yang sebenarnya. Aku bersembunyi karna aku capek. Aku capek diatur ini itu. Menejerku selalu melakukan apapun kemauanya tanpa meminta pendapatku dahulu. Dia memaksaku menandatangani kontrak untuk drama terbaru. Sebenarnya aku mau, tapi untuk membuat drama ini menjadi terkenal mereka memintaku berpura-pura pacaran dengan yeoja yang akan menjadi lawan mainku nanti. Aku tidak suka itu, itu sama halnya melakukan penipuan. Aku benci dengan hal-hal yang seperti itu.

Knock knock knock , suara pintu kamarku diketuk. Itu pasti yeoja babo itu.

" yack, cepat buka pintu kamarmu, ini makananya sudah matang. Kalau kau tidak membukanya dalam hitungan ke 10 maka aku akan membuangnya."

" ya apa-apaan kau ini, tunggu sebentar aku pakai bajuku dulu." aish yeoja ini sungguh galak, aduh gawat aku harus cepat memakai penyamranku.

" 1….2…3…4…."

" hei pelan-pelan hitungnya."

" 5…6….7….8…."

Aduh yeoja ini, benar-benar gila. Setelah siap dengan penyamaranku bergegas kubuka pintu kamarku.

Kibum POV

Knock knock knock , aku mengetuk pintu kamar namja aneh ini. Iya namja aneh, aku tidak tau harus memanggilnya siapa. Namanya pun aku tidak tau. Mungkin orang berpikir kalau aku ini gila, mau menyewakan kamarku pada orang yang tidak ku kenal. Tapi apa boleh buat, ini demi membeli phothobook siwon oppa.

" yack, cepat buka pintu kamarmu, ini makananya sudah matang. Kalu kau tidak membukanya dalam hitungan ke 10 maka aku akan membuangnya." Teriakku dengan lantang.

" ya apa-apaan kau ini, tunggu sebentar aku pakai bajuku dulu."

" 1….2…3…4…." aku mulai menghitung

" hei pelan-pelan hitungnya." Pintanya dengan panik

" 5…6….7….8…."

Cklek

Suara pintu terbuka

Oh my god coba lihat pemandangan didepanku ini, dia memakai memakai boxer, T-shirt dan hal yang membuatku terkejut yaitu, mari coba kita lihat. Dia memakai topi, kacamata, masker bahkan dia memakai syal untuk menutupi wajahnya yang sudah tertutup dangan topi, kacamata dan masker tersebut.

"ada apa denganmu? Kenapa berpakaian seperti itu?"

"bukan urusanmu, mana makananku?"

" ah, ini makananmu" jawabku dengan ekspresi bingung

Lalu dia mengambil nampan yang berisi makanan dan minumanya dari tanganku

" ini uangmu' ucapnya datar.

Blam suara pintu kamarnya tertutup. Lebih tepatnya dibanting olehnya. Membuatku kaget.

" yack bisakah kau menutup pintu kamarmu dengan baik, tanpa membantingnya?"

" tidak bisa." Sahutnya dari dalam

" yack kau ini, hei paling tidak kau mengatakan terima kasih padaku karna sudah membuatkanmu makanan."

" buat apa aku berterimakasih, makanan ini tidak gratis, aku membayarnya." Sahunya lagi.

" yah neo"

Aku bisa gila karnanya. Tapi aku harus sabar, ini semua karna uangnya. Siwon oppa, tunggu aku. Aku pasti akan mendapatkan photobook itu.

Author POV

Pagi hari diapertement ini terlihat Kibum sedang sibuk didapur membuatkan sarapan buat dirinya dan tentu saja untuk penghuni baru apartemennya.

" hei sarapanya sudah siap, apa aku harus mengantarnya ke kamarmu lagi?" teriaknya dari ruang makan

" tidak perlu, biar aku mengambilnya sendiri. Kapan kau berangkat ke sekolah? Cepat berangkat agar aku bisa keluar kamar."

" yack kau mengusirku dari apartemenku sendiri?"

" begitulah, kanapa belum berangkat?"

" aku masih belum selesai sarapan, tunggu aku menyelesaikanya dulu'

" jam berapa kau pulang sekolah?"

" apa urusanmu, kau bukan appaku atau suamiku, jadi tidak perlu menungguku pulang."

" aku bunkanya menunggumu pulang, hanya saja kalau aku lapar bagaimana?"

" yack, kau ini. Kau bisa memasaknya sendiri. Di dapur ada ramen, masak itu saja. Tapi ingat itu ramenku, jadi kau harus membayarnya."

" dasar pelit. Iya baiklah. Aku akan membayarnya. Tapi jam brapa kau pulang?"

" sudah kubilang bukan urusanmu aku pulang jam berapa. Memangnya ada apa dengan jam kepulanganku?"

" aku hanya ingin berjaga-jaga saja, aku tidak mau ketika aku berada diluar kamar kau datang. Aku tidak suka melihat waja bodohmu itu."

" yack, bisakah kau berhenti mengataiku bodoh?"

" tidak bisa, karna kau benar-benar bodoh"

" terserahlah, aku berani jamin tidak ada yeoja yang mau jadi pacarmu karna sikap menyebalkanmu itu"

" ani, banyak yeoja menyukaiku. Dan aku jamin kau pasti akan menyukaiku."

" mwo, nega? Maldo andwe. Aku tidak mungkin menyukaimu, namja aneh. Aku hanya menyukai ani tepatnya mencintai siwon oppa. Arrasseo?"

" ckck, kita lihat saja nanti" balas Siwon dari kamarnya sambil menyeringai.

" terserah, aku pergi sekolah dulu. Kau namja aneh, jangan berbuat yang macam-macam selama aku pergi. Jaga baik-baik apartemenku."

" ara"

Setelah Kibum berangkat ke sekolah, siwon langsung keluar dari kamarnya tanpa memakai penyamaranya.

" akhirnya aku bisa keluar tanpa penyamaran, sebaiknya aku sarapan terlebih dahulu. Perutku sudah minta diisi dari tadi."

At school

Ketikan jam isitirahat terlihat 3 yeoja dan satu namja sedang duduk bersama di kantin.

" MWO? Kau menyewakan kamar pada orang yang bahkan namanya pun kau tidak tau? Apa kau gila?" teriak hyuna pada Kibum.

" kau baru tau kalau dia gila, dari mana saja kau selama ini. Dia menjadi gila karna tuan Choi bodoh itu" balas kyuhyun dengan sinisnya

" ya cho kyuhyun, berhenti menyebut siwon oppa bodoh, atau kau ku bunuh." Kesal Kibum

" uh aku takut" ejek kyuhyun

" aduh, kibum-ah, aku menyarankanmu untuk menyewakan kamarmu, tapi bukan pada sembarangan orang, bagaimana kalau dia orang jahat? Seperti yang kau katakan wajahnya saja kau tidak tau, dia selalu menutupi wajahnya. Apa kau tidak curiga dengan orang yang seperti itu? Aku yakin pasti dia orang jahat." Kata suzy dengan bijaknya.

" yah,aku tau. Awalnya aku ragu menyewakannya pada namja itu, tapi setelah ku teringat photobook itu aku langsung mengiakan. Tapi entah mengapa aku merasa kalau dia bukan orang jahat walaupun memang dia sungguh menyebalkan."

"photo book konyol itu lagi, choi bodoh itu lagi. Aku benar-benar membencinya" ucap kyu dengan sinis.

"tapi aku menyukainya, silahkan saja membencinya. Itu tidak berpengaruh padaku. Aku tidak peduli dengan pendapatmu." Balas kibum.

"chk, dasar. Aku malas berbicara denganmu. Aku deluan suzy-ah , hyuna-ah. Dan kau kibum aku tidak tau harus menyadarkanmu dengan cara apa lagi." Ucapnya sambil berdiri dan pergi meninggalkan mereka bertiga.

"aku tidak mengerti mengapa dia sangat membenci siwon oppa?" tanya Kibum pada kedua temanya.

"mollayo, aku tidak tau. Mungkin Suzy tau kenapa?" ucap hyuna

Suzy bukanya menjawab tapi hanya tersenyum penuh arti pada Kibum.

"oke, tidak usah bahas kyu lagi. Sebentar pulang sekolah temani aku pergi membeli photobook ya." Pinta kibum.

"baiklah, kebetulan aku lagi tidak ada kerja" kata suzy

"kalau aku tdk bisa ikut, aku harus les sebentar. Mianhae." Sesel hyuna

"cheonmanayo, aku tau kok. Kamu harus belajar keras kan."

Waktu mereka pergi beli phothobook di skip aja ya. Lebih baik kita lihat apa yang sedang dikerjakan siwon.

At apartement

Terlihat siwon sedang duduk disofa dengan nyamanya sambil menonton tanpa menggunakan penyamaranya. Tiba-tiba saja terdengar suara dipintu masuk. "aku pulang" rupanya itu suara kibum yang baru pulang sekolah. Siwon yang panik, lengsung mencari sesuatu untuk menutupi wajahnya. Tapi tak ada satu benda yang bisa digunakannya. Dia melihat baju yang digunakannya, buru-buru dia membuka bajunya lalu menggunakannya untuk menutupi wajahnya, tapi menyisakan matanya yang tak tertutup.

Kibum berjalan masuk keruang tv dan menemukan siwon tanpa pakaian membuatnya kaget lantas berteriak. Siwon yang panik mendengar teriakan kibum langsung membekap kibum dengan kedua tanganya membuat jarak mereka menjadi dekat. Tanpa sengaja mereka saling menatap dalam beberapa detik.

"yack kau, kenapa berteriak seperti itu?" ucapnya sambil melepaskan kedua tanganya dari wajah kibum dan memalingkan wajahnya gugup. Ya dia gugup ketika tidak sengaja matanya bertemu pandang dengan mata kibum.

"bagaimana aku tidak berteriak, coba lihat penampilanmu. Kau bertelanjang dada didepanku. Kau kemanakan bajumu." Ucepnya kesal

"hehehe mian, kau siih datang tiba-tiba. Aku kan tadi tidak menggunakan penutup wajah, jadi karna tidak menemukan benda yang bisa digunakan ya aku gunakan saja bajuku ini." Sambil menunjuk bajunya yang sedang terikat menutupi sebagian wajanya.

"aissh, aku heran mengapa kau menutupi wajahmu. Jangan-jangan kau seorang buronan yang sedang kabur dari kejaran polisi." Selidik kibum.

"yack mana mungkin. Aku ini namja baik-baik, mana mungkin jadi buronan."

"lantas kenapa kau menutupi wajahmu?" tanya kibum sengat penasaran.

"kalau aku tidak menutup wajahku yang tampan ini aku takut kau akan menyukaiku hingga kau menjadi gila"

"yack alasan macam apa itu. Kau benar-benar percaya diri ya. Yah namja aneh setidaknya beri tahu siapa namamu."

"andrew, panggil saja aku andrew."

"andrew? Nama amerika? Yack, berikan nama koreamu, karna kita oreng korea"

"kalau begitu tetap panggil saja aku namja aneh seperti sebelumya" kata siwon sambil berjalan kearah kamarnya.

"aishh kau ini, ne ne arraseo andrew ssi." Katanya sambil berteriak karena siwon sudah berada dalam kamarnya.

Kibum masuk ke kamarnya. Dia tampak berpikir, apa yang dipikirkanya ya?

Kibum POV

Ku langkahkan kakiku masuk ke kamarku. Ugh, capek rasanya. Berbicara denganya membuat energiku terkuras banyak. Andrew? Nama macam apa itu. Kenapa dia menggunakan nama amerika sementara dia orang korea. Dasar tidak cinta tanah air. Tadi dia benar-benar mengagetkanku saja. Dia tadi tidak memakai bajunya sehingga memperlihatkan tubuhnya yang atletis. Atletis? Ya tadi aku melihatnya. Tubuhnya sungguh atletis dan tidak kalah dengan tubuh siwon oppa. Tapi, tadi ketika dia membukam mulutku aku melihat wajahnya dari dekat. Walaupun hanya matanya saja. Tunggu, matanya sepertinya aku pernah melihat mata tersebut. Tapi dimana yaa? Sudah lupakan. Aku capek, lebih baik aku langsung membuka photobook siwon oppa yang aku beli sepung sekolah. Wah siwon oppa benar-benar ganteng. Coba lihat ini foto, siwon oppa sedang berpose lucu. Menunjukan aegyonya. Hahaha oppa, kau tidak cocok memasang aegyo seperti itu. Malu sama ototmu itu dong. Tapi bagaimanapun juga kau yang terbaik oppa. Melihat semua foto-fotomu membuat hatiku tenang.

Setelah puas melihat-lihat foto siwon oppa dengan berbagai pose akhirya aku tertidur karna kelelahan.

Beberapa hari berlalu, aku mulai terbiasa dengan hadirnya dia diapartmentku. Tarkadang kita nonton tv bersama walaupun dia tetap menggunakan penutup wajahnya. Terkadang dia membantuku menyiapkan makanan dan membersihkan apartement. Terkadang kita saling melontarkan kata-kata tajam satu sama lain. Walaupun begitu aku merasa senang, aku mulai akrab dengannya. Ternyata dia tak semenyebalkan seperti pemikiranku.

Siwon POV

Tidak terasa aku sudah hampir seminggu lebih disini, aku mulai terbiasa denganya. Terbiasa mendengarkan ceritanya tentang seberapa cintanya pada Choi Siwon, diriku sendiri. Hahaha dia gadis yang unik. Terkadang bersikap begitu manis terkadang bersikap seperti orang gila. Dia benar-benar lucu. Dibalik semua sikapnya, aku mengetahui satu hal. Dia gadis yang polos dan jujur. Selalu melakukan apa yang ingin dia lakukan. Dia benar-benar mencintaiku, ani maksudnya Choi Siwon. Bukan andrew si namja misterius yang menyewa kamar diapertemenya. Jadi jangan salah sangka. Aku baru tau ternyata dia menyukaiku dari aku pertama debut sekitar 5 tahun yang lalu. Dia mengatakan bahwa aku cinta pertamanya, tak ada namja yang disukainya selain diriku. Kira-kira apa yang akan terjadi kalau dia tau aku ini choi siwon? Entahlah.

Aku sudah menghilang sekitar seminggu lebih tapi tidak ada berita yang heboh mengenai itu. Aku salut pada manejementku, mereka pintar menutupi berita yang sebenarnya dengan mengatakan bahwa aku sedang pergi keluar negri untuk liburan. Benar-benar hebat. Tapi aku mau lihat sampai dimana kehebatan meraka. Aku tidak mau pulang sebelum mereka berhenti memintaku menandatangani kontrak bodoh itu. Aku rasa sedikit lagi mereka akan menyerah karna 2 minggu lagi akan diselenggarakan konserku yang ke 3. Konser ini sudah dipersiapkan sekitar 6 bulan yang lalu dan aku jamin tak mungkin mereka membatalkan konser ini. Coba bayangkan kerugian yang mereka dapatkan bila konser ini batal.

"aku ingin ke supermarket, apa kau mau titip sesuatu?" teriaknya dari luar membuyarkan lamunanku.

Dia bilang ke supermarket, sebaiknya aku ikut. Aku bosan terkurung disini terus.

"tunggu sebentar, aku ikut denganmu"

"baiklah"

Sesampainya disupermarket dia langsung mengambil barang yang ingin dibelinya. Aku hanya mengikutinya dari belakang dengan malas. Ketika sedang menemaninya belanja ini itu, aku merasa risih. Karna hampir semua pengunjung memperhatikan kami. Jangan-jangan mereka mennggenaliku, tapi itu tidak mungkin. Penyamaranku sudah maksimal, jadi mana mungkin ada yang mengenaliku. Kibum saja yang denganku tidak bisa mengenali siapa aku, jadi mana mungkin. Tapi kenapa meraka menatap kami, lebih tepanya aku. Sebaiknya aku tanya pada kibum.

"kibum ssi, coba lihat sepertinya semua orang menatap kearah kita."

"mereka bukan memperhatikan kita, yang mereka perhatikan itu KAU."

"sudah ku duga, tapi wae?"

"yack, kau ini. Coba lihat penampilanmu itu. Jeket hitam, syal, topi, kaca mata bahkan masker kau pakai. Kau terlihat aneh, sangat aneh. Mana ada orang yang berpenampilan sepertimu."

"ini namanya style. Mereka itu tidak tau yang namanya style"

"style? Yang seperti itu disebut style? Kau terlihat seperti seseorang yang akan pergi melakukan kejahatan."

"aissh kau ini"

Akhirnya setelah selesai berbelanja kami pulang. Karena jarak supermarket dengan apartement cukup dekat jadi kita berjalan kaki. Kita berjalan melewati sebuah taman bermain anak Kita berjalan melewati sebuah taman bermain anak. Lalu tiba-tiba ada bola yang datang bola tersebut hampir mengenainya, tapi dengan refleks aku menariknya kedalam pelukanku agar dia terhindar dari bola tersebut. Ommo, aku memeluknya. Jantungku berdetak kencang. Mudah-mudahan dia tidak mendenagr detak jantungku. Buru-buru aku melepas pelukanku. Aku gugup. Aku alihkan pada bocah yang menendang bola tadi, kini bocah tersebut sudah berada didepan kami.

"dasar bocah nakal, kau ini."

"mian ajussi, aku tidak sengaja"

"walaupun tidak sengaja, tapi bola itu hampir mengenainya. Bagaimana coba kalau kena kepalanya lalu dia geger otak. Dasar bocah" marahku, kulihat bocah itu seperti mau menagis. Lalu tiba-tiba mingi memukulku.

"yack, apa-apaan kau ini, kenapa memukulku oeh?"

"kau menakuti anak ini, dia bilang dia tidak sengaja jadi tidak usah marah-marah dong. Lagi pula kan tidak mengenaiku"

"yah tapi aku hanya ingin…." ucapku tapi langsung dipotong olehnya.

"sudah, aku tidak mau mendengarnya. Adik kecil siapa namamu? Mianhae jangan dengarkan ajussi itu. Dia itu orang gila. Aku tidak apa-apa kok. Bola tadi tidak sakit. Hmm bagaimana kalau kita bermain bersama. nuna sudah lama tidak main bola. Kaja" ucapnya pada bocah itu sambil tersenyum tulus.

"yah kau…. Aiisshh"

Kulihat dia sudah pergi menghampiri beberapa taman dari bbocah itu. Mereka bermain bola bersama. Coba lihat,dia terlihat bahagia. dia terlihat tulus seperti malaikat. Benar-benar cantik. Sejenak aku seperti tersihir melihat senyyumanya yang begitu tulus. Yach Choi Siwon ada apa denganmu. Jangan bilang kau terpesona malihatnya bermain denga anak-anak itu. Tidak mungkin kau terpesona, kau hanya kaget melihatnya sepperti itu. Hanya kaget karna kau belum pernah melihatnya tertawa genbira dan tulus seperti itu.

******my idol******

Hari ini hari minggu, jadi kibum tidak kesekolah. Aku keluar kamar masih dengan masker dan topi serta kacamata andalanku. Aku lihat dia sedang duduk dengan malasnya di sofa.

"eh kau tau 2 minggu lagi akan ada konser Choi Siwon yang ke 3" ucapku sambil duduk di sofa diseberangnya.

"ne aku tau" jawabnya malas

"hey, kenapa tidak bersemangat begitu? Ini konser Choi Siwon. CHOI SIWON." Kataku menekankan

"aku tidak akan nonton, aku tidak punya uang untuk membeli tiketnya"

"jangan menyerah begitu, kau tau waktu kau hampir menyerah dengan photobook itu, tiba-tiba aku datang menyewa kamarmu ini. Jadi siapa yang tau mungkin saja akan ada keajaiban untukmu lagi"

"semoga" jawabnya malas, lalu beranjak dari sofanya.

Tapi ketika dia jalan melewatiku yang sedang duduk, kakinya tersandung membuat keseimbangannya jatuh, lalu dengan refleks aku menangkapnya sehingga membuat dia terduduk dipangguanku dan kita saling bertatapan..

Deg deg deg

Jantungku berdetak ketika menatap matanya.

Hening, itulah yang terjadi.

1 detik

2 detik

3 detik

"aku harus ke toilet" katanya datar sambil berdiri dari posisi tersebut dan pergi berjalan memasuki toilet.

Aku langsung masuk ke kamarku, kubaringkan tubuhku di kasur. Aku memegang dadaku, terasa jantungku berdetak cepat. Ada apa dengan aku ini. Bisa-bisanya aku gugup. Sudah 2 kali aku jadi gugp karnanya, apa aku menyukainya? Hahahah mana mungkin, dia memang manis tapi bukan tipeku. Hahaha maldo andwe. Argh bayangan wajahnya yang begitu dekat masih terbayang-bayang dipikiranku. Aaaa MALDO ANDWE erangku frustasi..

MALDO ANDWEEEEE

TBC

Aku mau menjelaskan kenapa di chap kemarin marga ortunya kibum jadi lee. Sebenarnya ini ff udah terlanjur aku publish di fanpage aku, tapi dengan cast yang berbeda. Karna aku ini sibum shippers akut, jadi aku pengen buat ini ff versi sibum. Jadi aku edit kembali ffku itu. Ternya waktu ngenit ni ff aku kurang teliti. Jadinya marga ortunya kibum jadi lee, marganya di cast sebelumya..

Buat yang udah bersedia membaca and mereview ff ku ini aku ucapkan gamsahamida, jeongmal gamsahamida.. dengan adanya riview dari kalian membuat aku semangat..

Mian kalau jelek dan membosankan

Thanks to

Bumhanyuk , LadyChoi, LadyChoi, LadyChoi, lyaSiBum , iruma-chan

Oke sekali lagi mind to review?