TITLE : GIVE ME YOUR LOVE
AUTHOR : Merry Pumpkins Joyers
PAIRING : KyuMin
RATE : T
GENRE : Yaoi
SUMMARY : Give me your love because I love you
WARNING : Pertama- tama aku mau ucapin terima kasih sama Cho Dhyllaa Kyumin Elf dan Dicky Dewantara atas bantuannya ^^dan ini adalah FF pertamaku jadi maaf kalau masih banyak typonya. Dont forget Reviewnya ya, hehe ^^
^^ HAPPY READING ^^
Author P.O.V
DUAGGHH...
Sungmin yang sangat geram, akhirnya melayangkan tinjunya kepipi Kyuhyun.
"Memangnya kau siapa, Ha' ? aku tak pernah menyuruhmu untuk mengurusi hidupku. " dengan menggunakan ibu jarinya, Kyuhyun menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.
" HYAKK, APA KAU TAK PERNAH DIAJARKAN SOPAN SANTUN DAN MENGHARGAI ORANG LAIN OLEH IBUMU DIRUMAH, HA'? " teriak Sungmin geram.
Kyu yang terpancing amarah pun, langsung berbalik menghampiri Sungmin dan mendorong tubuh Sungmin ketembok dan berniat membalas menghajar namja cute ini.
" DIAM KAU " Sungmin pun refleks menutup matanya saat tangan Kyuhyun sudah hampir menyentuh pipi mulusnya.
" HENTIKAN!" teriak Victoria melerai KyuMin yang sedang berkelahi.
Vic pun memegang tangan Kyu. " Kyu, gwaenchana? " ujarnya lembut.
"Bukannya sudah kubilang, jangan pernah berdiri dihadapanku lagi " sambil menghempaskan tangan Vic dari tangannya.
"Kyu mianhae, aku tadi begitu kesal sehingga aku mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya tak pernah ingin aku katakan kepadamu Kyu, aku menyesal Kyu, benar-banar menyesal, jeongmal mianhae Kyu? " Vic pun menangis sambil berusaha mencoba meraih tangan Kyu lagi.
Namun dengan cepat Kyu menjauhkan tangannya dari yeoja yang menurutnya sangat mengganggu kehidupannya ini.
" jangan pernah mengganggu ku lagi, maka akan kupertimbangkan untuk memaafkanmu. " jawab Kyu lalu meninggalkan Sungmin dan Victoria.
" Kyu... mianhae, jebal mianhae " teriak Vic sambil menagis.
AUTHOR P.O.V End
Kyuhyun P.O.V
"Hhhh... Lebih baik aku keatap sekolah saja, setidaknya disana aku tak mungkin diganggu oleh yeoja gila itu dan namja yang bermuka yeoja itu dan aku bisa tenang disana" Aku pun sibuk berbicara sendiri.
-Atap sekolah-
" HYAKK, APA KAU TAK PERNAH DIAJRAKAN SOPAN SANTUN DAN MENGHARAGAI ORANG LAIN OLEH IBUMU DIRUAMH, HA' ? " kata-kata itu selalu terniang didalam kepalaku.
" Aish, sebenarnya kenapa namja itu selalu mengusik ketenaganku sih? " teriakku frustasi.
Kyu termenung disana terlihat sekilas merah seperti murka pada raut wajahnya, mengingatkan ia akan kenangan pahit yang telah merubah kehidupannya.
Flashback
"Appa, sepertinya buku pekerjaan matematika Kyu ketinggalan.. " ujar Kyu sambil sibuk mengacak acak isi tasnya.
"Coba Kyu lihat dulu, mungkin terselip dengan buku Kyu yang lainnya.." ujar Tuan Cho sambil memberhentikan mobilnya.
" tidak ada appa.." jawab Kyu sambil mengacak acak terus isi tasnya.
"Coba ingat-ingat dulu, mungkin Kyu lupa membawanya? " tuan Cho berkata begitu lembut kepada anaknya itu.
setelah berpikir kurang lebih semenit, Kyu pun teringat.
" ahh.. ne appa, Kyu menaruhnya diatas meja belajar Kyu. "
" ya sudah, kalau begitu kita ambil ya? " jawabnya sambil tersenyum manis untuk menenangkan anaknya itu.
Tuan Cho pun memutar kemudi mobilnya untuk kembali kerumah mengambil buku pekerjaan Kyu yang tertinggal.
-halaman rumah-
" appa tunggu disini saja, Kyu saja yang ambil bukunya? " kata Kyu sambil buru-buru keluar dari mobil.
"Ne.. " jawab Tuan Cho pada diri sendiri karena Kyu telah lebih dulu meninggalkannya didalam mobil.
Kyuhyun pun masuk kedalam rumahnya dan langsung berlari kelantai atas, karena kamarnya terletak dilantai 2 sebelah kamar ortunya. namun sewaktu Kyu melewati kamar ortunya,ia pun sedikit penasaran mendengar suara ibunya yang sepertinya sedang kesakitan, ia pun berusaha mengintip kamar itu karna dilihatnya kamar itu sedikit terbuka.
" owhhh... mmph.. faster chagi... terus... " suara desahan yang seperti menahan sakit itu terdengar dan terlihat begitu jelas oleh Kyuhyun yang saat itu masih berusia 7 tahun. lelaki itu memaju mundurkan juniornya kedalam Mrs.V umma nya.
" kau bahagia chagi? " tanya lelaki itu. Nyonya Cho pun hanya tersenyum manis pada namja itu sambil memeluknya.
Kyu yang melihat ibunya dan namja itu tak memakai pakaian sehelai benangpun sambil saling bertindihan satu sama lain pun begitu shock, wajahnya berubah 100% dan ia diam seribu bahasa karna saat itu ia sama sekali tak mengerti apa yang ibunya dan namja itu lakukan.
Tuan Cho yang khawatir Kyu akan terlambat masuk sekolah, akhirnya menyusul Kyu masuk kedalam rumah.
" Kyu...? " teriak tuan Cho namun tak ada jawaban dari Kyuhyun.
ia pun menyusul Kyu kekamarnya. namun setelah ia sampai dilantai 2, ia heran melihat anaknya itu hanya diam dengan wajah yang terlihat sangat shock berdiri didepan pintu kamarnya. ia pun mendekat kearah Kyuhyun, tapi setelah ia ingin mendekati anaknya itu ia malah mendengar suara istrinya yang seperti sedang mendesah,tak tau mengapa hatinya pun berubah berdegup kencang dan sedikit merasakan nyeri dibagian dada kirinya.
Tuan Cho P.O.V
" kau bahagia chagi " terdengar suara namja yang tak kukenal siapa itu.
Aku pun mendekati Kyu, dan melihat kearah yang juga dilihat Kyu. bak disambar petir disiang hari aku melihat istri yang sangat aku cintai sedang bersama pria lain tanpa memakaii pakaian sehelai benang pun. dengan cepat kupeluk erat tubuh kecil Kyu yang juga sama shocknya dengan ku. sepertinya mereka baru menyadari keadaan kami. mereka pun langsung mengenakan pakaian yang tergelatak dibawah kasur itu.
aku pun melepaskan Kyu dari pelukanku dan langsung melabrak mereka berdua.
DUAGG...
" Dasar bajingan kau " kutinju ia berkali-kali sampai kulihat darah segar keluar dari mulutnya, namun aku belum puas menghajarnya karna aku ingin membunuhnya dengan tangan ku sendiri.
" Hentikan... ku mohon hentikan suami ku, ia bisa mati.. " ucapnya sembari menangis dan memegangi tanganku agar aku berhenti menghajar namja bajingan ini, namun karena emosi yang yang masih belum bisa aku redam tanpa sadar aku menampar istri ku.
PLAKK...
aku pun menamparnya dengan sangat keras, jujur aku sangat menyesal karena ini adalah pertama kalinya aku memukulnya.
" SEKARANG JUGA CERAIKAN AKU " sambil memegang pipinya ia berkata sangat murka kepadaku.
Saat ini aku merasa bumi tak lagi bisa ku injak, aku bingung bagaimana bisa istri yang ku anggap begitu sempurna bisa mengingkari janji setianya dahulu saat kami menikah. apa ia tak tau apa yang sudah ia katakan. bagaimana nasib Kyu? ia masih sangat kecil untuk menerima semua ini bukan?
" aku sudah memenuhi keinginanmu chagi, apa semua itu kurang, ha' ? aku mohon jangan katakan kata itu chagi, jebal? " ucapku memohon dikakinya dengan air mata yang sudah tak dapat kubendung lagi.
" Sekarang juga ceraikan aku " sambil menagis ia menjauhkan kakinya yang kupeluk erat.
" chagi! apa kau tak kasihan dengan anak semata wayang kita, ia masih sangat membutuhkan kasih sayang dari kita berdua chagi, aku mohon kau mempertimbangkan hal lagi ne? " aku pun memeluknya.
" mianhae yeobo, tapi aku punya alasan tersendiri kenapa aku minta cerai denganmu, untuk sementara aku mau kita pisah ranjang sambil menunggu keputusan hakim nanti." ia langsung melepas pelukanku dan pergi meninggalkanku bersama namja itu,aku hanya terduduk lemas tak berdaya dikasur kami.
Mr. Cho P.O.V End
" umma jangan pergiii!..? " Kyu memegang erat tangan ibunya agar tak meninggalkannya.
" sudah, ikut appa mu sana.. " jawab ummanya sambil melepaskan pegangan Kyu dan pergi bersama namja itu.
" umma jahatttttttttttt " teriak Kyu menangis.
flasback off
Tess..
" aish.., kenapa aku harus mengingat itu lagi..? " dengan cepat kuhapus air mataku, karna kurasa tak perlu lagi aku harus membuang air mataku untuk yeoja yang pernah mengaku sebagai umma yang sangat menyanyagiku.
Kyuhyun End
Sungmin P.O.V
" Kyu... mianhae, jebal mianhae" kulihat Vic menangis tersedu-sedu.
Namun ku putuskan untuk pergi dari sana karena kurasa Vic tak membutuhkan bantuan ku. aku pun pergi mengambil dompetku dan kembali lagi kekantin temapt yang semula ingin kutuju.
" ini Ahjumma, gomawo " kataku sambil memberikan uang dan mengambil pesanan yang tadi kutitip.
" ne cheonma " jawab Ahjumma itu. aku pun langsung mengambil tempat duduk dikantin itu.
" kenapa ia harus marah kepada ku coba? aku kan hanya ingin memberi tau bahwa sifatnya yang sangat arogan dan egois itu tidak baik. bagaimana ia ingin mendapatkan sahabat jika sifatnya saja seperti itu." sambil memakan roti yang kupesan tadi, aku bergumam sendiri.
satu tepukan yang membuat ku kaget. " hey hyung! bicara sendiri seperti orang gila, ada apa sih..? tanya Ryeowook, sahabatku sejak SD yang sudah kuanggap seperti dongsaengku sendiri sambil duduk dibangku sebelahku.
"Kau ini, mengangetkanku saja? " kataku sambil memarahinya.
"Apa kau adalah masalah Min? sepertinya kau sedang marah? " Yesung hyung, kakak kelas kami sekaligus sahabat akrab kami juga yang baru datang ikut bertanya.
"Sepertinya begitu, ada apa sih hyung? ayo ceritakan sama kami.. " timpal Wookie.
Aku pun mulai bercerita. " begini Hyung, Wookie. kalian tau kan namja aneh yang bernama Cho Kyuhyun itu? "
Mereka dengan serempat mengangguk tanda mereka mengenal si Kyuhyun itu." aku tadi menghajarnya.." ucapku dengan emosi.
" mwo? jinjja hyung, wae hyung? " tanya Wookie bertubi tubi kepadaku dengan nada yang sangat antusias.
"Aku hanya tidak suka sifatnya yang selalu dingin, memperlakukan wanita dengan seenaknya, tak pernah menghargai orang lain seperti tak pernah membutuhkan orang lain saja. " kataku dengan nada emosi.
" wahh kau hebat hyung.. orang seperti ia emang har.." kata Wookie terputus saat Yesung hyung memegang tangannya.
"Mungkin ia memiliki alasan untuk semua itu " Yesung hyung yang semula hanya mendengarkan ceritaku mulai angkat bicara.
"Tapi hyung, ia juga tak boleh begitukan? Dia itu egois, ia tak pernah bisa menghargai orang lain. apa aku salah jika memberinya pelajaran? " tanyaku pada Yesung hyung.
Yesung hyung hanya menggelengkan kepalanya. " kau tau Min, setiap orang berbeda-beda dalam menghadapi dengan cara seperti ia bisa mengatasi masalahnya. hyung tau kau berniat baik untuk membantunya namun bukan dengan cara seperti itu, itu sama kau sama egoisnya ".
"Tapi hyung..." ucapku dengan nada yang melunak.
Yesung hyungpun memotong omonganku. "Menurut hyung, jika emang kau mau membantunya untuk merubah sifatnya itu, lebih baik kau harus bisa sedikit lebih sabar dan lembut kepadanya. terutama kau harus minta maaf dulu kepadanya atas perlakuanmu tadi ".
" apa yang dikatakan Yesung hyung ada benarnya juga sih hyung " timpal Wookie lagi.
aku pun hanya diam sambil merenungi apa yang dikatakan Yesung hyung.
" jam istirahat sebentar lagi selesai, hyung masuk dulu ne? " ujar Yesung hyung sambil berdiri dari bangkunya." ne hyung " aku pun mengangguk.
"Ayo Wookie? " kata Yesung hyung pada Wookie." hyung, fighting! " kata Wookie sebelum pergi bersama Yesung hyung karena aku dan Wookie emang tidak satu kelas dan kelasnya berada disebelah kelas Yesung hyung.
Sungmin P.O.V End
Author P.O.V
-Ruang kelas-
Sungmin pun masuk kedalam kelasnya. disana ia melihat sudah banyak siswa siswi berada dibangkunya masing-masing karena jam istirahat memang sudah selesai. Sungmin pun duduk dibangkunya yang berada dibagaian depan. ia menoleh kearah belakang dimana biasanya seorang Cho Kyuhyun duduk sendirian.
"Dimana orang aneh itu? kenapa ia belum masuk juga? " ucap Sungmin dalam hatinya.
Sungmin pun menoleh kearah Victoria. ia lihat sepertinya Victoria juga menunggu Kyuhyun karena dari tadi Vic menoleh kearah bangku Kyu dengan raut muka yang sangat Khawatir.
Author P.O.V End
Kyuhyun P.O.V
Kulihat jam digital yang melingkar ditangan kiriku. " wahh, jam istirahat telah selesai, aish mengingat hal bodoh itu membuatku terlambat masuk kedalam kelas " omelku pada diri sendiri. aku pun bergegas untuk kekelas namun dipersimpangan koridor sekolah aku pun tak sengaja menabrak seorang yeoja.
Brakk..
"Ah, mianhae" kata yeoja itu sambil membungkukkan badannya.
TBC
Aku balasin review dari para readers yang udah comment di Part 1 ya ^^ Gomawo udah baca FF kami :D
Ica: Ini dilanjutin kok ^^ Happy reading ya :)
nahanakyu: Di chapter ini chingu udah tau kan siapa yeoja yang udah nyakitin perasaan Kyu sampe dia jadi kayak gini? :)
Song HyoRa137: Gomawo atas masukkannya chingu :)
JOYeeeeElpeu and nikyunmin: Sip, gomawo ^^ Happy reading for this part :D
