Thursday Night

Chapter 2: Last?


BTS Fanfiction

Romance, Humor, BoyxBoy

Main!KookV (Top!Kook Bot!V), Slight!Namjin, Yoonmin, Single Hoseok

Rating: M


.

.

Warn! Contain Explicit Content (NC)

Don't read this stories if you sensitive with that kind of thing.

Thankyou.

.

Happy Reading!

.

.


Jungkook tampak terduduk di pinggir ranjang sambil merapatkan bathrobenya gugup. Saat ini dia tengah berada di salah satu love hotel yang berada di dekat club, V yang menyarankan tempat ini tadi.

Bicara soal V, pemuda itu berada di kamar mandi sejak beberapa menit lalu. Dia bilang ingin membersihkan diri dulu sebelum memulai bed session mereka.

Tenanglah Jeon, ini untuk masa depanmu.

Pria bergigi kelinci itu tampak menghela napas pelan, berusaha menghilangkan rasa gugup yang menyerangnya sejak tadi. Harusnya dulu ia menuruti saran dari teman-temannya untuk melepas keperjakaan dengan cara memanggil pria sewaan sehingga ia tidak kembali berada dalam situasi seperti ini.

Putus karena terlalu amatir dalam hal seks, apa lagi yang lebih konyol daripada itu?

CKLEK

Jungkook menolehkan kepalanya ke pintu kamar mandi yang baru saja terbuka. Sosok bersurai hitam tampak melangkah dari dalam kamar mandi dengan keadaan rambut setengah basah dan bathrobe putih sepaha yang sengaja diikat longgar hingga menampakkan sebagian dada dan kaki mulusnya.

GULP

Pemandangan indah yang tersaji gratis di depannya itu membuat Jungkook meneguk ludahnya cepat-cepat. God, tubuhnya benar-benar ramping tanpa satupun cacat di kulitnya, juga bibir penuh yang tampak lebih merona daripada saat pertama kali mereka bertemu , baru pertama kali ini dia merasakan gejolak gairah yang begitu besar pada seseorang.

Pria ini benar-benar berbeda dari mantan-mantan kekasihnya terdahulu. Mereka semua memang cantik dan seksi, tapi tak ada satupun dari mereka yang mampu memunculkan gairah sebesar ini.

"Jangan tegang begitu Kook, santai saja."

Taehyung tertawa disela-sela kegiatan mengeringkan rambutnya dengan handuk. Sebenarnya ia menyukai urat-urat leher Jungkook yang menyembul seksi karena tegang, tapi ia tak mau ambil resiko jika urat-urat itu mendadak putus karena si pemilik yang terlalu tegang.

"Uh- kau lama sekali tadi."

Jungkook menundukkan kepalanya, berusaha menghindari tatapan Taehyung. Bukannya apa, ia takut lepas kendali dan menyakiti Taehyung karena menyetubuhinya dengan cara yang tidak profesional.

"Maaf membuatmu menunggu lama hmm." Taehyung mendudukkan diri di sebelah Jungkook yang masih betah menunduk. "Kalau aku boleh tahu, berapa umurmu Jungkookie?"

"Dua puluh tiga."

Taehyung menyeringai.

"Sudah kuduga jika kau memang lebih muda dariku."

Pemilik surai hitam sontak mengembalikan atensinya pada pria cantik di sebelahnya dengan mata yang membelalak lebar.

"Really? Kukira kau seumuran denganku."

"Umurku dua puluh lima, dua tahun lebih tua darimu anak muda."

Taehyung terkikik geli sambil menyisir surai hitamnya ke belakang, membuat belahan bathrobelonggarnya makin tersingkap dan menampilkan nipple merah muda tepat di depan mata Jungkook.

Oh my fucking god.

"Y- Ya, jangan terlalu banyak bergerak. Bathrobemu tersingkap." Jungkook buru-buru mengalihkan pandangannya dari tubuh Taehyung.

Taehyung menyunggingkan seringainya. Perlahan ia menggeser duduknya hingga hampir menempeli pria yang kini tengah duduk sedikit membelakangi dirinya. Dibelainya lembut paha milik Jungkook yangoh berotot sekali. Sungguh Taehyung tidak sabar untuk melihat setiap jengkal kulit yang tersembunyi dibalik bathrobe putih sialan itu.

"Kenapa hmm? Bukankah nanti kau juga akan melihat semuanya?"

Tubuh Jungkook menegang begitu suara bernada rendah yang sensual itu mengalun tepat di depan telinganya, ditambah lagi jari-jari panjang milik Taehyung yang sibuk menari-nari di pahanya.

Betapa ia harus menahan rasa sesak yang makin menjadi pada area selangkangannya.

"V?"

"Hmm?"

"Ajari aku segalanya tentang seks."

Holly crap! Aku tak bisa menahanannya lagi!

"Baiklah. Kau duduk dan bersandarlah di sana." Taehyung menunjuk pada tumpukan bantal yang berada tepat di depan headboard.

"Okay."

Pria bersurai dark brown itu segera naik ke atas ranjang kemudian memposisikan dirinya seperti instruksi yang diberikan oleh Taehyung. Melihat Jungkook yang sudah siap di posisinya, Taehyung mulai merangkak ke tengah-tengah kaki Jungkook yang sedikit menunggu lama, ia bergegas membuka tali bathrobe milik Jungkook lalu menyingkap kain berwarna putih itu.

Taehyung reflek menjilat bibir ketika matanya disuguhi satu set dada bidang serta perut enam kotak yang tampak keras dan- oh jangan lupakan sebuah gundukan besar yang tersembunyi di balik underwear ketat berwarna abu-abu.

You really hit the jackpot Taehyung.

"Okay, pertama, kau dekatkan wajahmu seperti ini." Taehyung mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Jungkook. "Lalu kau bisa berikan jilatan atau kecupan-kecupan kecil di daerah leher atau telinga."

Tubuh Jungkook menegang ketika bibir plushy Taehyung mengecup pelan perpotongan lehernya. Lengannya reflek memeluk pinggang ramping Taehyung sebagai pelampiasan rasa nikmat yang mulai menjalari tubuhnya.

"Akh! Ssh- V."

Taehyung menjilat bekas gigitan yang baru saja dibuatnya, kemudian dihisapnya pelan hingga menimbulkan bekas merah keunguan di kulit Jungkook.

"V- V stop." Jungkook sedikit mendorong kedua bahu Taehyung, berusaha untuk menahan pergerakan pria cantik itu.

"Ung?" Taehyung mendongak dengan wajah bingung.

"Aku juga ingin memuaskanmu." Ujar Jungkook serius.

UGH-

Detak jantung Taehyung mendadak naik melebihi batas normal. Pipi yang semula hanya dihiasi warna merah samar karena panas, sekarang berubah menjadi merah terang yang begitu kentara. Semua itu karena ekspresi menggemaskan yang baru saja Jungkook keluarkan.

Taehyung benar-benar tidak kuat.

"Well-"

Pemilik senyum kotak itu merangkak naik ke pangkuan Jungkook, lalu membuka tali bathrobenya. Mengekspos sepasang tonjolan merah muda yang tampak mencuat tegang.

"-kau bisa menghisapnya."

Pria bersurai dark brown meneguk ludahnya kasar.

"Oke."

Ia mendekatkan bibirnya pada nipple kiri milik Taehyung kemudian menjilat ragu pucuk merah muda itu. Taehyung mendesis seraya meremat lembut pundak Jungkook. Nipplenya itu cukup sensitif, sedikit rangsangan saja sudah bisa membuatnya mendesah nikmat.

"H- harder."

Jungkook mengabulkan permintaan pria cantik itu. Ia mulai menghisap nipple Taehyung lembut, membuat sang empunya semakin menggelinjang nikmat di dalam dekapannya. Melihat reaksi Taehyung yang terlihat begitu menikmati sentuhannya, Jungkook berinisiatif untuk menggoda nipple sebelah kanannya dengan jari.

"Ah!"

Tubuh Taehyung seketika membusur. Jemarinya semakin meremat erat helai cokelat milik Jungkook, melampiaskan gejolak gairahnya yang hampir mendekati puncak.

Sial! Jika dia terus-menerus melakukan hal ini, aku akan benar-benar keluar.

"Sto-ah! S-stop." Taehyung berusaha menjauhkan kepala Jungkook dari dadanya.

Jungkook menurut. Ia melepaskan hisapannya pada nipple yang sekarang terlihat bengkak dan memerah. Pria itu mendongak dengan wajah serius bercampur bingung.

"Kenapa? Apa kau tidak menyukainya? Ah, atau aku terlalu-"

CUP

Segala pertanyaan di kepala Jungkook seketika menghilang saat Taehyung mengecup lembut bibirnya. Jujur saja, meskipun ia tampak menikmati kegiatannya tadi, pikirannya masih diliputi oleh rasa takut.

"Oh ayolah, rilekskan tubuhmu seperti tadi Jungkookie. Kau tegang lagi." Taehyung mengusap lembut pipi Jungkook.

"Kau menyuruhku berhenti, jadi kupikir-"

Taehyung tertawa gemas. Anak ini benar-benar.

"Aku menyukainya, kau tidak lihat seperti apa aku tadi hm?"

"Lalu kenapa kau menyuruhku berhenti?" Jungkook menatap iris abu-abu Taehyung, meminta penjelasan.

"Karena jika kau terus melakukannya, aku akan keluar, dan aku tidak mau keluar sekarang."

"Ah..." Jungkook mengangguk-anggukkan kepalanya paham. "Jadi aku sudah melakukannya dengan benar?"

"Uhum. Kau sudah jadi anak baik Jungkookie."

Taehyung kembali memberikan kecupan pada leher Jungkook. Semakin lama kecupan itu semakin turun ke bagian dada hingga berhenti di perut berotot milik Jungkook. Pemilik surai hitam tampak mendongakkan kepalanya dan melemparkan tatapan menggoda pada yang lebih muda.

"And a good boy should get a reward, right?"

Jungkook meneguk ludahnya kasar. Gairahnya semakin memuncak melihat ekspresi wajah Taehyung yang tampak sangat mengundang itu. Ditambah lagi posisi Taehyung yang menungging seksi.

Rasanya ia ingin meledak sekarang juga.

"Can I suck you off?" Taehyung mengusap kejantanan Jungkook dengan ibu jarinya.

Damn boy!

"L- lakukan."

Taehyung menyeringai. Akhirnya setelah sekian menit menunggu, ia bisa melihat benda kebanggaan Jungkook. Jemarinya tak henti mengusap pusat gairah yang sudah keras di balik underwear abu-abu itu.

Here we go Taehyung.

Perlahan ditariknya underwear Jungkook hingga menampakkan batang besar berurat yang sudah mengacung tegak, siap mengobrak-abrik mulut dan lubang berkedut miliknya.

"Hhh-" Tubuh Jungkook mengejang saat lidah Taehyung menggoda ujung kejantanannya.

Matanya tak lepas memandangi Taehyung yang sedang sibuk menjilati batang keras miliknya. Jungkook berusaha sekuat tenaga untuk tidak keluar saat ini juga karena sungguh, Taehyung terlihat sangat menggairahkan.

"Well, sepertinya tidak akan muat di mulutku." Taehyung mengerucutkan bibirnya seraya mengocok pelan kejantanan Jungkook.

"Tapi kalau tidak dicoba, kita tidak akan tahu kan Kookie?"

Seringai dari yang lebih tua membuat Jungkook meneguk ludahnya kasar. Ingin sekali rasanya ia menarik kepala Taehyung dan melesakkan Jungkook Junior ke dalam mulut hangat pria itu.

Pasti rasanya-

"Ah! Ssh-"

Jungkook melemparkan kepalanya ke belakang kala kejantanannya dihisap lembut oleh Taehyung. Jemarinya tampak meremat kain putih di bawahnya, menyalurkan kejut kenikmatan yang menyerang syaraf tubuhnya.

Taehyung semakin gencar memainkan batang berurat itu dengan mulutnya. Memaju mundurkan kepalanya lalu memberikan hisapan-hisapan kecil pada ujung kejantanan Jungkook.

"Mmh." Taehyung melepas kulumannya lalu mendongak, menatap Jungkook yang tengah memejamkan mata dengan mulut setengah terbuka.

Pria cantik itu tersenyum puas melihat reaksi Jungkook. Tak dapat dipungkiri jika ekspresi seksi yang dibuat Jungkook mampu membuat gairahnya semakin naik. Tangan kanannya tak lagi ikut memijat batang keras itu, melainkan sudah menyelinap masuk ke bagian belakang underwearnya sendiri. Bibirnya mengulum kejantanan Jungkook lagi. Kali ini ia menggerakkan kepalanya lebih cepat, membuat Jungkook kembali mengeluarkan desahan nikmat di atas sana.

"Ngg- Mmh!"

Taehyung mendesah tertahan ketika jari tengah dan telunjuknya mulai menerobos masuk ke dalam holenya. Sebenarnya ia sudah melakukan fingering tadi di kamar mandi, tapi melihat ukuran Jungkook yang lebih besar dari perkiraannya ia memutuskan untuk merenggangkan lubangnya lagi agar nanti tidak terlalu sakit.

Sementara Taehyung sibuk dengan kegiatan menusuk dan menghisapnya, Jungkook tampak hikmat memperhatikan gerakan tangan Taehyung di belakang sana. Ia benar-benar menikmatinya, kuluman dan hisapan pada kejantannya, desah tertahan Taehyung, ditambah tubuh ramping Taehyung yang melengkung indah dengan bokong terangkat.

Demi tuhan, Jungkook ingin sekali memegang sepasang bongkahan kenyal itu.

"V k- kurasa cukup ssh-"

Taehyung menggumam lalu melepaskan kuluman serta jarinya sedikit tergesa.

"Pastikan kau mempersiapkan pasanganmu dengan melakukan fingering sebelum melakukan seks. Tapi karena aku sudah melakukannya, kita bisa melewati bagian itu." Ujarnya seraya merangkak naik ke atas pangkuan Jungkook.

Jungkook mengangguk paham, matanya tak lepas dari wajah manis Taehyung.

"Hold on." Taehyung tampak meraih botol lube dan kondom di atas nightstand kemudian kembali menyamankan duduknya di atas pangkuan Jungkook.

"Apa kau selalu menggunakan pengaman saat melakukan seks? Maksudku, kau kan tidak bisa hamil." Tanya Jungkook sambil memperhatikan Taehyung yang tengah memakaikan kondom pada kejantanannya.

"Yup. Aku tidak ingin mengambil resiko tertular penyakit STD. Meskipun kebanyakan dari mereka mengaku bersih, tapi aku memilih untuk tidak percaya. Safety first, right?"

Jungkook kembali menganggukkan kepalanya.

"Umm- sekedar informasi kalau aku bersih. Aku melakukan tes sekitar dua bulan yang lalu."

Pernyataan bernada polos itu berhasil meloloskan tawa kecil dari bibir Taehyung.

"Apakah itu sebuah kode agar kau bisa sepenuhnya merasakanku tanpa halangan sedikitpun Jungkookie?" Taehyung menyeringai. Jemari lentiknya bergerak melumurkan lube di kejantanan Jungkook.

"Uh a- aku hanya berniat memberitahumu V. Ssh- agar kau tidak terlalu khawatir."

"Darimana aku bisa tahu jika kau tidak berbohong hmm?"

Taehyung mengangkat sedikit bokongnya, memposisikan ujung kejantanan Jungkook tepat di bawah holenya.

"Aku bukan pria yang- ah!"

Pria bersurai dark brown sontak mendesah begitu sesuatu yang hangat nan ketat melingkupi kepala kejantanannya. Ia melemparkan kepalanya ke belakang seraya meremas kuat pinggang ramping Taehyung, menyalurkan rasa nikmat yang menyerangnya secara tiba-tiba.

"It's good- ah- Jungkookie."

Taehyung terus menurunkan tubuhnya dengan mata terpejam. Menikmati setiap inchi organ panjang berurat yang tengah membelah lubang sempitnya. Ia bisa merasakan jika benda itu semakin mengeras di dalam sana, memberikan gelenyar nikmat pada setiap syaraf tubuhnya.

Betapa ia tak sabar untuk segera menggerakkan tubuhnya dan menjemput nikmat yang sudah menantinya sejak tadi.

"Uhh i- its done."

Jungkook tampak menutup mata seraya menggigit bibirnya kuat-kuat. Sungguh, sensasi panas yang menjepit itu berhasil membuatnya hampir hilang akal. Gairahnya benar-benar sudah di ujung tanduk, sedikit godaan lagi pasti dia akan-

"Jungkookie."

Pria yang lebih muda sontak membuka matanya.

"Now, you're not virgin anymore." Taehyung menyeringai.

GULP

Cukup sudah.

"Sekarang, gerakkan pinggulmu perlahan- akh!" Taehyung memekik ketika mendapat hujaman mendadak dari pria di bawahnya.

Tanpa menghiraukan pekikan yang keluar dari bibir Taehyung, Jungkook kembali menghujamkan kejantanannya ke dalam hole milik Taehyung. Kali ini ia benar-benar membang jauh-jauh akal sehatnya, menyerah pada desakan gairah yang sudah memenuhi setiap sel di otaknya. Salahkan ekspresi menggoda yang selalu terpasang di wajah Taehyung, ditambah lagi remasan intens pada kejantanannya yang terasa begitu nikmat.

Jangan salahkan Jungkook kalau dia sampai hilang kendali.

"Kook- ah! Kook-ie." Taehyung mencengkeram kuat paha Jungkook, berusaha menarik perhatian pria itu disela-sela desahannya. "S- slow down- ngah- p- please."

Jungkook meremas lembut pinggang Taehyung, mengundang desahan manja dari bibir sang bottom.

"Maaf hyung, aku tidak bisa menahannya lagi."

Jungkook menggerakkan pinggangnya lebih cepat, membuat yang lebih tua kembali melepaskan pekikan karena serangan yang tiba-tiba. Tubuh ramping Taehyung tampak terlonjak-lonjak di atas pangkuan pria bersurai dark brown itu.

"Ah- nngh!"

Taehyung menggigit bibirnya ketika ujung kejantanan Jungkook menghantam telak sweet spotnya di dalam sana. Meskipun Jungkook bergerak dengan tempo kacau khas seorang amatir, Taehyung tetap bisa menikmati permainan mereka. Bahkan gairahnya terasa makin memuncak di tiap tusukan yang diberikan Jungkook.

Dia menyukainya, sungguh.

"Shh- tubuhmu nikmat hyung."

Jungkook menggeram nikmat kala hole Taehyung mengetat secara tiba-tiba. Ia benar-benar hampir sampai, sedikit lagi dorongan dan dia akan keluar.

"I'll c- come –ahh." Taehyung memeluk erat leher Jungkook, mendesah dan mengerang tepat di telinga pria itu.

Bibir Jungkook tampak menegecupi perpotongan leher Taehyung seraya mempercepat gerakannya di bawah sana. Cengkeraman Taehyung pada rambutnya semakin kuat seiring semakin intensnya rangsangan yang diberikan oleh Jungkook.

"I'm comin' ah! J- Jungkook!"

"B-bersama! H- hyung!"

Tubuh ramping Taehyung mengejang, bersamaan dengan Jungkook yang juga sampai pada puncaknya. Mereka berdua tampak terengah, berlomba mengisi paru-paru mereka setelah pelepasan yang begitu intens. Boleh dibilang posisi mereka saat ini terlihat begitu intim, dengan Jungkook yang memeluk erat tubuh lemas Taehyung dan Taehyung yang bersandar manja di pundak Jungkook.

"Hyung, aku akan mengeluarkannya sekarang. Kau bisa mundur sedikit?" Jungkook mengusap pelan surai hitam milik Taehyung, membuat pria itu semakin enggan melepaskan rengkuhan Jungkook yang terasa begitu nyaman.

Pelukan Jungkook sangat nyaman. Tidurku akan selalu nyenyak jika tiap malam dia memelukku seperti ini.

"Hyung? Hyung kau tidur?"

Taehyung terkesiap ketika Jungkook berbicara tepat di depan telinga. Tubuhnya tampak terlonjak ke belakang hingga membuat kejantanan Jungkook terlepas dari holenya. Iris gelap Jungkook seketika membola saat pandangannya menangkap cairan putih yang merembes keluar dari hole Taehyung.

Tidak-mungkin.

"H- hyung, sesuatu keluar dari holemu!" Ujar Jungkook panik.

Yang lebih tua langsung menundukkan kepala dan meraba bagian lubangnya yang mulai terasa basah.

"Ini cairanmu. Kurasa kondomnya sobek saat kau bergerak tadi." Jawab Taehyung santai seraya mengusapkan jarinya pada bedcover.

"Oh my god."

Jungkook menghempaskan tubuhnya ke ranjang lalu menyembunyikan wajahnya di antara bantal yang bertumpuk. Aksi pria kelinci itu mengundang kekehan gemas dari Taehyung.

"Gwaenchana, aku bisa membersihkannya nanti. Lagipula aku ini pria eoh tidak bisa hamil seperti wanita, jadi kau tenang saja."

Kata-kata Taehyung sama sekali tak direspon oleh pria yang lebih muda. Ia tampak diam saja dengan wajah yang masih tertutup oleh bantal. Taehyung menaikkan alisnya bingung, anak ini tidak mungkin pingsan kan?

"Kookie?"

Masih tak ada jawaban.

"Ya, jangan bercanda eoh!" Taehyung menarik bantal yang menutupi wajah Jungkook. Pria itu tampak menutup mata dengan deru napas yang teratur. "Eo? Tidur?"

Bibir Taehyung kembali mengeluarkan tawa kecil. Jungkook setelah melakukan seks benar-benar berbeda, yang tadinya panas dan seksi, sekarang tampak menggemaskan seperti bayi.

"Sayangnya setelah ini kita tidak akan bertemu lagi. Goodnight little boy."

Taehyung mengecup pipi Jungkook sebelum akhirnya turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tepat ketika Taehyung menutup pintu kamar mandi, Jungkook membuka kembali kelopak matanya.

"Entah kenapa aku merasa yakin jika kita akan bertemu lagi, V."


.

.

~Buttermints~

.

.


Seorang pria bersurai blonde tampak memasuki sebuah lift dan memencet tombol dengan tergesa, membuat kesal beberapa orang yang berlalu lalang melewatinya. Oh ayolah, siapa orang gila yang mau berlarian di lobi kantor pada jam-jam sibuk seperti ini. Lagipula sudah ada larangan yang tertulis besar-besar di dinding untuk tidak berlarian di sepanjang lobi karena bisa membahayakan staff atau orang lain.

Tapi pengecualian untuk pemilik surai blonde yang dikenal dengan nama Kim Taehyung ini. Dia seratus persen tahu jika ada larangan semacam itu di kantor milik Golden Corp, namun kali ini ia terpaksa melanggarnya karena ia hampir terlambat untuk melakukan pertemuan dengan CEO perusahaan yang baru.

Salahkan Jungkook yang selalu memasuki mimpinya sejak pertemuan mereka seminggu lalu. Dia jadi sering bangun terlambat dengan celana yang basah di bagian depan karenanya, tidak terkecuali pagi ini.

"Sial! Lima menit lagi." Umpatnya pelan. Beruntung saat itu lift kosong, jadi perjalanannya ke lantai teratas di gedung ini tidak terhambat.

Perusahaan ini sudah beberapa kali memakai jasa fotografer dan model dari agensi miliknya. Jadi, dia sudah sering keluar masuk gedung ini untuk melakukan beberapa meeting dengan pihak perusahaan. Baru kali ini ia bertemu langsung dengan pemilik Golden Corp, biasanya hanya asisten atau staff yang menemuinya untuk berdiskusi.

"Kenapa aku jadi gugup begini, aish, dan kenapa wajah Jungkook tidak hilang dari kepalaku!" Taehyung kembali mengumpat seraya memperbaiki letak kacamatanya yang sedikit miring.

TING!

Begitu pintu lift terbuka, pria bersurai blonde itu segera melangkahkan kakinya menuju satu-satunya ruangan di lantai itu. Tepat ketika Taehyung sampai di depan ruangan, pintu yang terbuat dari kaca itu terbuka dan menampilan sosok tinggi dengan setelan jas formal.

"Taehyung-ssi?"

"Ah, annyeonghaseyo Yugyeom-ssi." Taehyung tampak membungkuk kepada asisten kepercayaan CEO itu.

"Ne annyeonghaseyo. Tuan sudah menunggumu di dalam, masuklah." Yugyeom tersenyum.

Pemilik surai blonde tampak mengangguk kemudian segera masuk ke dalam ruangan yang memiliki interior serba putih itu. Sebagian besar dindingnya terbuat dari kaca transparan, membuat Taehyung bisa melihat langsung pemandangan kota Seoul dari setiap sudut ruangan.

"Kim Taehyung-ssi?"

Taehyung reflek menolehkan kepalanya ke sebelah kiri dimana suara itu berasal. Iris gelapnya seketika melebar begitu melihat sosok berjas hitam yang duduk di balik meja. Sosok itupun sama kagetnya dengan dirinya, matanya tampak membulat dengan bibir yang terbuka. Ia kenal dengan pria bekacamata ini, meskipun rambutnya sudah berubah menjadi blonde, tapi ia tetap hapal dengan wajahnya.

"V-hyung?

"J- Jungkook?"

Sepertinya hidup Taehyung akan berubah seratus delapan puluh derajat setelah ini.


.

.

END

.

.


3k hampir full smut, maafkan saya kalau adegannya kacau :")

Terimakasih bagi readernim yang udah ngefollow, ngefavorit, dan ngereview ff ini, aku seneng banget karena ternyata masih ada yang mau baca ff bikinanku hehe.

Setelah ini aku bakal update ff yang sudah lama terbengkalai itu. Sekali lagi maafin aku yang lelet ini readernimm *bow*.

Semoga kalian suka dengan chapter ini, komentar dan pendapat positif selalu aku terima dengan senang hati. Terimakasih!

See you in the next story!