Dear Mello

Author: SheilaLuv, salah satu rabid fangirl Mello yang mulai dihantui obsesinya sendiri -dodges rotten tomatoes-

Disclaimer: Death Note is the property of Ooba Tsugumi and Obata Takeshi. Hanya isi cerita dan plot yang menjadi properti pribadi saya.

Summary: Setiap keping misteri menyimpan pesona tersendiri. Kumpulan short story tentang Mello, berdasarkan 26 tema dari setiap karakter alfabet.

Waktu yang melatarbelakangi setiap topik berbeda-beda dan tidak berurutan, tapi jangan khawatir, semuanya bisa dinikmati secara terpisah. Near, L, dan Matt juga turut meramaikan mozaik hidup Mello yang penuh warna. Mohon dukungannya, ya? XD

My dear Mello, happy birthday! –hugs Mello- Sorry for being such a retard. This is the only thing I can do for you, to memorize your everlasting presence.

Enjoy!


2

-Busur-

Dalam masa hidupnya yang singkat, L mengajari Mello banyak hal. Satu yang paling berkesan baginya adalah pelajaran mental tentang kesabaran.

"Ada saatnya kau harus menunggu, katakan saja seperti pemanah yang merentangkan busur," ujar L di suatu sore musim panas yang indah.

Keduanya baru saja kembali dari rutinitas kecil mereka: perburuan manisan dan cokelat, menjelajahi toko-toko di pusat kota Winchester. "Tunggu dan lihat, kemudian saat momentum yang tepat tiba, lepaskan seluruh kekuatan yang kau punya. Kemudian, kau akan melihat kemenangan sejati—kau menang dalam pertempuran melawan desakan hatimu."

Mello tersenyum, dan terdengar patahan suara ketika L balas tertawa sembari mengacak-ngacak rambut Mello penuh kasih. Ada kalanya, kepolosan mencairkan segala bentuk kecanggungan.


Author's note: Komentar, tanggapan, kritik, saya terima dengan senang hati lewat review. XD Sampai jumpa di chapter selanjutnya!