KYAAAAAAAAA~~~~~~

Capter 2 Update!!!!

Seneng nya…………

Yaudah deh gag usah lama lama langsung aja kita mulai

Ok , ok NARUTO bukan pnya LIekichi , tapi punyanya

MASASHI KISHIMOTO-SAMA,

Liekichi Cuma minjem bentar aja bwat ne fic gaje.

Warning : Di chapter ini saya buat isinya Cengeng (?)

OK LAH kalo bgetoo!!!

Happy Reading………………


Previous

Akhirnya pemeriksaan selesai dan berjalan dengan lancar,

"Syukurlah , semuanya sudah selesai aku periksa , sekarang semua sample akan kucocokkan dengan semple darah naruto" gumam Shizune.

Chapter 2

*Keeseokan Harinya*

" Ba…bagaimana hasil pemeriksaannya shizune- sensei? Apa sensei menemui kesulitan? bagaimana keadaan Na.. Naruto-kun ? Di..Dia bisa tetap hidup dan selamat kan? Dan Da…darah siapa yang cocok dengan Naruto kun? " Tanya Hinata bertubi tubi kepada Shizune sambil setengah mati menahan cairan bening nan murni tersebut , agar tak terjun bebas dari mata lavendernya , dan membasahi pipi mulusnya

Hinata merasa sangat khawatir terhadap keadaan Naruto , lelaki yang telah lama ia cintai dengan sepenuh hati , jiwa dan raga nya. Hinata sangat takut kalau sampai terjadi sesuatu kepada Naruto.

"Hei , tenanglah Hinata,"jelas Shizune sensei mencoba menenangkan Hinata

" kau tampak kacau hari ini. Wajahmu pucat sekali , ditambah lagi matamu memiliki kantung mata. Apa kau terus menangis dan tidak tidur semalaman ?"tebak Shizune.

"I..ia " jawab Hinata , dengan suara yang sangat parau.

"Kenapa kau lakukan itu Hinata? Bagaimana kalau nanti kau sakit lagi?" Tanya Shizune dengan suara yang agak ditinggikan

Hinata tak sanggup berkata apa apa, dia hanya terdiam mematung didepan Shizune. Tak terasa air mata yang sejak tadi dibendungnya , akhirnya tumpah juga membasahi pipi mulus dan putih itu .

"Go..Gomenasai Shizune sensei, Hikss….. Hikss…" jawab Hinata dengan suara yang sangat lirih . tetapi suara lirih itu bisa ditangkap oleh telinga Shizune.

Saat itu pula Shizune menyaksikan pemandangan yang sangat menusuk hati dihadapannya .Gadis Hyuuga yang lembut itu tengah menangis.

Tubuhnya bergetar hebat dan kedua tangan lentik nya membekap bibir mungil miliknya agar tak mengeluarkan isakan yang lebih keras yang akan mengganggu istirahat para pasien-pasien lainnya di rumah sakit itu.

Shizune sangat tidak tega melihat Hinata menangis. Jujur saja, Sejak melihat keberanian Hinata dalam mengungkapkan isi hatinya kepada naruto saat itu , Shizune sangat bangga kepada Hinata. Ia baru menyadari bahwa dibalik kelembutan seorang gadis Hyuuga tersebut, tersimpan sesuatu yang sangat luar biasa yang tidak dimiliki oleh semua orang.

Ya,,, keberanian dan tekad Hinata lah yang sangat dikagumi Shizune. Ia telah menganggap Hinata sebagai adik perempuannya sendiri, yang sangat ia sayang.

"Sudah lah Hinata, berhentilah menangis seperti itu , Seharusnya aku yang minta maaf , karena telah berkata kasar padamu" hibur Shizune sambil mencoba menenangkan gadis itu

"Tidak , aku yang salah ,, hikkssss" tangis Hinata

" Aku hanya takut dengan kesehatanmu . keadaanmu belum sembuh benar Hinata . bagaimana kalau luka didadamu yang disebabkan oleh pein waktu itu menganga lagi? Apa kau tega melihat semua teman teman mu dan juga ayah serta kakak mu menangis lagi seperti waktu itu ? tanya Shizune

"Tidak …tidak Shizune –sensei , tidak ,,"jawab hinata dengan sesenggukan .

"Oleh karena itu ada kalanya dimana kau harus benar benar memperhatikan keadaanmu sendiri . ya.. walaupun aku tahu kau sangat mengkhawatirkan keadaan Naruto!" kata Shizune dengan sangat lembut

"Apa kau mengerti Hinata?" sambungnya lagi

" Ha..hai sensei " jawab hinata.

" Ya sudah, tadi kau Tanya padaku tentang pemeriksaan kemarinkan?"

"Ia, bagaimana hasilnya sensei?" Tanya hinata untuk yang kedua kalinya.

"Pemeriksaannya berjalan dengan lancar . Tetapi hasilnya akan diketahui nanti sore ,karena dalam menjalani pemeriksaan tersebut , aku harus melakukannya dengan sunggguh sungguh dan tidak boleh asal asalan." Jelas Shizune

"Oh…" hanya kata itulah yang keluar dari bibir mungil Hinata.

"Ta…Tapi keadaannya baik baik saja kan sensei ? "

"Ia , hinata " jawab Shizune dengan lembut .

"Syukurlah , Terima kasih Kami - Sama " kata hinata

" Hmmm, sekarang apa kau ingin melihat keadaannya bukan ?" Tanya Shizune sambil tersenyum simpul kearah Hinata.

"Ha…? A-ano , apa boleh sensei ?" tanya balik Hinata dengan sangat bersemangat. Dia sangat senang kalau diizinkan untuk melihat Naruto ,

"Tentu saja., kau boleh melihat dan mengunjunginya kapanpun kau mau ."

" A-arigatou gozaimasu Shizune- sensei " kata hinata.

Ia sangat terharu akan kebaikan hati Shizune- sensei terhadapnya. Hinata pun telah bertekad dan menanamkan didalam lubuk hatinya yang paling dalam , bahwa ia tidak akan melupakan ini semua, dan akan membalasnya kelak.

"Dou Itashimashite Hinata- chan, Sekarang pergilah temui Naruto , dan satu lagi jangan lupa ajak ia berbicara ,agar Naruto tidak merasa sendirian dan untuk bantuan dalam penyembuhannya, agar ia cepat sadar ." jelas Shizune

"Aku tau , kau pasti sudah sangat merindukan senyuman khas lelaki pujaanmu itu kan ?" sambungnya lagi sambil terkekeh seraya menggoda Hinata

Tanpa sadar semburat merah itu dengan nakalnya muncul di pipi mulus hinata hingga mengakibatkan wajah gadis Hyuuga tersebut menjadi sangat lucu , tetapi ia semakin terlihat sangat manis dengan semburat itu.

" Sensei…" kata Hinata dengan manja kepada orang didepannya tersebut, yang juga sudah dia anggap sebagai kakak nya .

"Yasudah pergilah sana , jangan hanya berdiri mematung disini saja . Hush..hush.. " kata Shizune dengan terkekeh sambil mengibas- ngibaskan tangannya kearah Hinata , dengan tujuan agar gadis itu pergi ke tempat Naruto.

"Hehehe, "

Hinata pun segera pergi keruangan Naruto dengan berlari sudah tidak sabar melihat keadaan Naruto . Sambil terus berlari , ia terus berdoa dan mengumpulkan keberaniannya untuk berhadapan langsung dengan lelaki itu .

HINATA'S POV

Aku merasa sangat senang saat Shizune –sensei mengizinkanku menjenguk Naruto-kun .Tanpa menunggu lagi aku segera berlari kecil keruangan nya .

Aku terus berdoa kepada Kami-Sama untuk menumbuhkan dan mengumpulkan segenap keberanian ku agar aku tidak pingsan saat berhadapan dengan Naruto – kun nanti, apabila ia telah siuman.

Setelah berlar kecil dan melewati ruangan ruangan dan lorong lorong yang banyak dirumah sakit tersebut , akhirnya aku sampai ditempat Naruto kun.

End Hinata's Pov

Setelah sampai tepat didepan ruangan naruto , Hinata langsung membuka knop pintu itu dengan sangat perlahan.

Kreekk….

Suara pintu tersebut begitu sangat jelas sampai ketelinga hinata. Sesaat setelah pintu itu terbuka, Hinata merasa sangat tidak sanggup melihat keadaan orang yang berada didalamnya.

"Na..Naruto kun" Panggil nya dengan sangat Lemah

Perlahan ia mendaki tubuh sang Jinchuriki itu . diperhatikannya dari ujung rambut hingga ujung kaki lelaki itu.

Hati Hinata merasa sangat sesak dan sakit melihat keadaan Naruto dihadapannya..

Air mata itu pun akhirnya terjun bebas lagi dari mata lavendernya. Entah sudah berapa kali gadis itu menangis dalam dua hari sejak kepulanga naruto.

Mata naruto tertutup rapat , bibirnya pucat dan hampir diseluruh tubuhnya pula terpasang alat alat rumah sakit yang sangat tidak enak dipandang mata.

Dengan gerakan yang sangat lembut gadis itu menggenggam dan membawa tangan sang uzumaki tersebut kedalam genggaman tangan hangatnya .seketika ia menyadari bahwa betapa dinginnya tangan naruto.

Sebulir air mata murni nya pun jatuh membasahi tangan Naruto. Semakin dieratkannya pula genggaman tangannya ketangan Naruto . Dengan perlahan dan pasti gadis itu meletakkan tangan uzumaki tersebut kepipinya untuk menghangatkan nya sedikit, dan dengan harapan agar lelaki tersebut merasakan apa yang sedang ia rasakan saat ini.

"Hikss…..Hikss…"

Hinata mencoba untuk menahan tangis nya dengan menggigit bibir bawah nya sendiri , tetapi ia tetap tidak bisa . Malahan air mata itu ingin tumpah sebanyak banyaknya, tanpa menghiraukan perintah hinata untuk berhenti.

"Ma..Maafkan aa..ku Naruto- kun" tangis Hinata sambil menggenggam kuat tangan naruto.

"apa kau tahu , aku sangat merindukanmu , aku ingin melihat senyumanmu itu, Hikkss…

Senyumanmu yang secerah mentari , kekonyolanmu bahkan teriakan semangatmu yang pantang menyerah " kata hinata.

"apa kau Bisa mendengar aku Naruto kun? Kalau ia aku mohon maafkan aku .Padahal aku juga ingin melindungimu , tetapi aku tidak bisa karena aku ini terlalu lemah"

Hinata tahu bahwa ia tak mungkin mendapatkan jawaban apapun, karena orang yang sedang ia ajak untuk berbicara sedang tak sadarkan diri .

"Bagiku tak apa kalau aku harus berbicara sendiri seperti orang gila seperti yang sedang a… aku lakukan saat ini, asalkan kau bisa cepat sembuh, dan terbangun dari tidur nyenyakmu itu, agar kau bisa memberikan sedikit senyuman untukku." Jelas Hinata.

Semakin dieratkannya lagi genggamannya ke tangan Naruto , seakan akan ia sangat takut kehilangan lelaki pirang itu.

Tanpa ia sadari , telah ada seseorang yang memperhatikannya sejak tadi , dan telah berdiri tepat di sampingnya.

"Hei Hyuuga , apa yang sedang kau lakukan disini hah ?" Tanya seorang gadis yang memiliki warna rambut merah muda dengan kasar kepada Hinata

Hinata merasa sangat terkejut dengan suara itu , dan refleks ia langsung berbalik kearah sumber suara tersebut.

"Sa….Sakura –chan , a..ano aku ha…"

"DIAM KAU BODOH !!!" bentak Sakura

Belum selesa hinata berbicara , tetapi langsung di potong oleh sakura.. Hinata sangat terkejut dengan bentakan sakura yang dulunya ia kira baik, ternyata tak seperti dugaannya.

"Sa…sakura- chan , kenapa kau membentakku seperti itu" Tanya hinata kepada sakura .

"Sa…sakura- chan , kenapa kau membentakku seperti itu,?"

Sakura mengulangi kata kata hinata kembali dengan nada mengejek

"Hey , jangan berpura pura tidak tahu kau ya , semua ini gara gara kau Hyuuga lemah.

Kau yang menyebabkan Naruto mengejar akatsuki. Dan kau tahu akibatnya, sekarang dia terbaring lemah seperti itu , apa kau tidak punya hati ?"bentak sakura sambil meninggikan suaranya.

"ta…tapi"

"tapi apa ?"potong sakura lagi.

"ASAL KAU TAHU ,SEHARUSNYA KAU SAJA YANG MATI . KARENA TAK ADA GUNANYA KAU HIDUP , KAU HANYA MENYUSAHKAN ORANG ORANG DISEKELILING MU SAJA!!!"

Sakura membentaknya sambil berjalan mendekati sudah sangat tidak terkendali lagi.

"Hyuuga pembawa Sial" umpat sakura

Hinata tak sanggup lagi menahan air matanya untuk tidak tumpah . Diapun menangis dan menangis mendapatkan ucapan kasar yang meluncur dari bibir gadis dihadapannya itu

"Dasar kau Hyuuga lemah , cengeng pembawa si… !"

"Hentikan ucapan,u itu sakura!" Neji yang kebetulan datang kerumah sakit , langsung memotong perkataan Sakura yang sangat kejam terhadap sepupu kesayangannya itu.

Hinata hanya mampu membekap bibirnya dengan sebelah tangannya dan terisak diruangan tersebut.

Neji langsung membimbinga dan membawa hinata keluar ruangan itu, agar tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan yang bisa menggangu keselamatan Naruto.

"Kau yang lebih menyedihkan dibanding Hinata , Kau camkan itu baik-baik. DASAR PEREMPUAN IBLIS" kata Neji sambil balik membentaknya saat berjalan dekat perempuan itu.

Sakura merasa sangat sangat kesal dengan perkataan Neji yang baru saja dilontarkan padanya .

"Arrrrghhh….! KUSSO…." teriak sakura sambil menghentakkan sebelah kakinya kelantai.

"Awas kau, kita lihat saja nanti! ".

* Diluar Ruangan *

"Neji nii-san"panggil Hinata lirih

"Ia , Hinata" kata neji sambil memegang pundak gadis itu untuk menenangkannya.

"Jangan diambil hati ya kata kata sakura tadi " kata Neji

"Tidak , dia benar , itu semua salah ku. Aku tidak berguna , aku hanya bisa menyusahkan orang lain saja. Seharusnya aku mati saja!" jelas Hinata.

"Sudahlah Hinata , jangan berkata seperti itu"

"Nii-san "panggil hinata dengan suara yang hampir tidak terdengar

"Doushite Hinata-chan?" jawab neji

"Sssaa..sakith.."sambungnya lagi .

Neji yang mendengar hal itu langsung melihat wajah Hinata. Dia merasa bahwa dirinya baru saja tersambar petir saat melihat keadaan Hinata. wajahnya sangat pucat ,nafasnya tidak teratur , ditambah lagi ia terus memegangi dadanya, sambil menahan rasa sakit yang ditimbulkan.

" Hn….Hn….h…."desah nafas Hinata yang tak karuan

"SSaa sakith nii-san , sakit sekali " tangis Hinata

Hinata merasa sangat tidak tahan dengan rasa sakit sakit yang begitu menusuk didadanya.

"Uhuk…uhuk.." cairan kental berwarna merah itupun langsung keluar dari bibir Hinata dan menodai sudut bibir nya.

"Kami –Sama ,….

Tenanglah Hinata, aku akan membawamu pada Shizune Sensei , bertahanlah kumohon!" perintah Neji mencoba menenangkan dan memberi semangat kepada Hinata. Neji merasa pandangannya mengabur .Air mata itu telah menggenang di mata lavendernya. Tak tega rasanya menyaksikan keadaan sepupu tersayangnya itu.

"Bertahanlah " bisik Neji

Hinata merasakan semuanya seperti berputar dan menjadi gelap , dan saat itu pula ia tak sadarkan diri.

"Hinata….Hinata…."panggil neji sambil mengguncang tubuh mungil itu, tetapi ia tak mendapatkan jawaban apapun.

…………………………….

To Be Continued

Gimana…? Gimana…?

Apa masih kurang panjang ?

Ada kemajuan dari chapter sebelumnya gak??

Oh ya , Liekichi mau ngucapain terima kasih Sebuanyak buanyak nya bagi yang udah mau baca dan Review ne fic d chapter 1. Liekichi seneeeeeeeeeeng banget. Untuk balasannya bisa dilihat langsung di PMs masing masing

Untuk itu Liekichi mau minta tolong bwat R n R lagi ya….*puppy eyes no jutsu*

Minta kritik dan sarannya Plizz XD.

R n R PLIZ…………..

ARIGATOU GOZAIMASU !!!!!!!!!!!! ^.^