Aka

Naruto © Masashi Kisimoto

Summary: You see, the thing is, we didn't choose love. Love chose us. RnR

Warning : Typo maybe, gaje, abal.. dll

-Shikatema-

Chapter 2

"Teman-teman! apa Temari sudah datang?" Pagi hari Sakura mendatangi teman-teman seperemainannya dengan semangat.

"Belum, Sakura. Ada apa? Kenapa semangat sekali sih? Apa kita melewatkan sesuatu?" Tenten memberi isyarat pada Sakura untuk duduk di sebelahnya.

"Tentu saja ada! Kemarin Temari dan aku bermain bersama di lapangan basket di sebrang rumah Temari!"

"Lapangan basket? Rumah Temari? Tunggu dulu.. ada yang aneh disini. Sejak kapan perempuan feminim sepertimu main basket, Sakura?" Ino mulai menaikan sebelah alisnya.

"Bukan! Bukan aku.. jadi begini ceritanya..." Sakura menceritakan secara lengkap tentang kejadian yang dilihatnya kemarin. Tenten mendengar dengan penuh antusia dan sangat gembira untuk Temari, tapi Ino menampilkan mimik muka yang aneh dan penuh tanda tanya. Setelah Sakura bercerita Ino mulai membuka suara.

"Sakura.. sejak kapan kau pacaran dengan Sasuke?" Tanya Ino secara to the point.

"Emm itu.."

"Kenapa kau tidak beritahu kami sakura? Dan kau memberi tau Temari? Kami berdua tidak di beri tau?"

"Ini salah ku.. temari tidak tau apa-apa kok. Kemarin temari menangkap basahku sedang bersama mereka. Aku tadinya ingin memberi surprise kepada kalian. Aku minta maaf ya."

"Aku sih tidak masalah Sakura. Toh kamu sudah cerita pada kami, aku maafkan," Sahut Tenten sambil memeluk Sakura. Namun Ino masih memandang Sakura dengan tatapan yang aneh.

"Ino, kau mau kan memaafkanku?"

"Aku memaafkanmu Sakura. Hanya saja.. Ah itu Temari!" Ino menunjuk Temari yang baru saja sampai di sekolah. Ketiganya langsung bangkit dari bangku taman sekolah dan menghampiri Temari. Sakura dan Tenten menjahili Temari sepanjang mereka berjalan dari taman menuju ke dalam kelas. Namun Ino tehanyut dalam pikiran dan bayangannya sendiri.


Shikamaru meletakan kepala nanasnya di atas rerumputan rindang di halaman belakang sekolahnya. Inilah salah satu alasan Shikamaru menyukai sekolah khusus pria. Tidak ada perempuan yang mengganggunya kapanpun, dimanapun, setidaknya saat pada jam sekolah. Shikamaru bukanah pria gay yang aneh karena tidak menyukai perempuan, hanya saja baginya setiap perempuan sudah cukup merepotkan.

Tapi, terlintaskah di pikiran dipikiran kalian mengapa Shikamaru mempunyai pacar bernama Tayuya yang satu sekolah dengan Naruto, Kiba dan Sasuke? Shikamaru menghela nafas perlahan sambil menutup rapat kedua matanya. Pikirannya terlintas kepada seorang perempuan yang baru saja ia temui kemarin. Semenjak hari kemarin, Shikamaru tidak bisa berpikir jernih ataupun tenang. Pikirannya selalu terlintas pada wajah tegas nan galak khas dari gadis itu. Shikamaru merasa getaran aneh setiap dia bersentuhan dengan gadis itu. Apa yang sebenarnya terjadi?

Lamunan shikamaru terhenti saat sebuah pesan masuk ke ponselnya. Shikamaru membuka ponsel itu dan melihat nama yang tertera di ponselnya.

From: Tayuya

To: Shikamaru

Hai! Ada kabar baik kubawa kepadamu. Hari ini aku ingin bertemu denganmu di taman biasa jam 5 sore. Bisa kan? Sampai ketemu, love you.

Shikamaru ragu membalas pesan dari Tayuya. Semua ini sudah terlalu jauh, pikirnya. Hal ini sudah seharusnya tidak dia lakukan tak seharusnya dia berbohong kepada Tayuya sejak 3 tahun yang lalu. Shikamaru berdiri dan menghela nafas. Ia akan mengakhiri semuanya ketika ia bertemu dengan Tayuya nanti sore.

From: Shikamaru

To: Tayuya

Baiklah, aku juga.

Shikamaru mendengar namanya dipanggil dari kejauhan, dan ternyata itu adalah Sai yang mengajaknya main basket. Shikamaru berdiri tersenyum dan melambaikan tangan, seolah memberi sinyal bahwa ia akan segera kesana. Ia memandang awan diatasnya. 'Setidaknya bermain basket bisa menangkan pikiranku' batinnya.


Selama di sekolah, sesuatu menggangu pikiran Temari. Temari terbilang cerdas di sekolahnya dan tidak biasanya dia melakukan hal-hal bodoh yang menyebabkan dirinya sendiri dimarahi oleh guru. Sakura dan teman-temannya tidak mengerti apa yang terjadi dengan Temari hari ini. Bahkan setelah bel pulang berbunyi dia langsung lari meninggalkan kelas dan pulang tanpa berpamitan dengan mereka. Ino yang merasakan pikiran yang menggangunya benar benar terjadi. Ino menyenggol tangan sakura dan bertanya,

"Sakura, memangnya kau tidak merasakan ada yang aneh dari Temari?"

"Hah? Tidak tuh. Kurasa dia hanya sedang asik dengan teman-teman barunya."

"Laki-laki dan pacarmu itu? Memangnya hari ini mereka mau main ke lapangan itu lagi?"

"yap. Setiap sore mereka bermain disitu. Tapi aku tidak ikut karena ada ulangan. Atau mungkin dia tertarik untuk berduel dengan anak yang bernama Shikamaru itu, yang tadi pagi aku ceritakan."

"Ohh.. kau yakin dia tertarik hanya karena ingin berduel?"

"Yup. Emang kenapa sih? Ada yang salah? Miss Intrograsi?" Sakura mulai berkacak pinggang dan memandang Ino dengan aneh.

"Tidak apa-apa kok. Aku hanya takut Temari jatuh cinta dengannya," Ino mengehela nafas dan menyenderkan bahunya ke kursi.

"Apa?! HAHAHAH Ino yaampun, sejak kapan Temari tertarik dengan laki-laki?! HAHAHAHA. Lagi pula, memangnya kenapa kalau dia jatuh cinta?"

"Tidak apa, justru bagus sih.. tapi aku hanya tidak yakin dengan pria yang kau ceritakan ini.." Ino menundukan kepala sambil berkata dalam hati 'aku mendukungmu Temari, hanya saja dia adalah Shikamaru. Dan aku mengenal Shikamaru lebih baik dari pada kau. Dia sudah punya pacar..'

Sakura mendekatkan diri ke arah Ino sambil merangkulnya "Sudahlah Ino sayang. Aku tau sekali kau mengkhawatirkan Temari iya kan? Walau kita adalah sahabat dekatnya tapi kita tidak bisa melarangnya ini dan itu. Keputusan yang dia buat tetap haru kita hargai. Dan aku yakin kalaupun dia jatuh cinta pada pria itu perasaannya tidak salah. Kau tenang saja ya Ino."

Ino membalas rangkulan Sakura dan menjawab "Ya semoga saja semua akan baik-baik saja. Kami mendukungmu.. Temari," Ino mengembangkan senyum terpaksa yang tidak di sadari oleh Sakura.

"You see, the thing is, we didn't choose love. Love chose us," Sakura berdiri dari kursi saat melihat kupu-kupu cantik terbang di depan mereka. Sakura menjauh dari Ino dan mengejar kupu-kupu itu. Ino bangun dari kursi itu dan tersenyum sambil berharap 'Aku harap kau benar, Sakura..'


Temari membuka pintu rumah dengan tergesa-gesa, membuat kankuro yang sedang menonton tv sambil mengunyah popcorn tersedak dengan lancarnya. Temari berlari ke kamarnya dan langsung berganti seragam jadi pakaian olahraga.

Temari ingin berduel sekali lagi dengan Shikamaru saat ini. Ia tertarik dengan lelaki itu. Tunggu.. tertarik? Ya, Temari HANYA tertarik karena Shikamaru juga mengetahui semua cara yang di lakukan Temari untuk membuntuti mereka. Saat menunggu mereka datang Temari teringat akan kejadian kemarin. Kalau dia tidak salah dengar, Shikamaru sdah punya pacar? Mengingat hal itu Temari seketika menjadi lemas. Entah kenapa sepertinya Temari sangat tidak rela kalau laki-laki yang baru saja dia temui kemarin punya pacar.

Angin yang berhembus melewati jendela kamar Temari, membuatnya terbangun dari lamunan beridir dan melakukan pemanasan. Sudahlah, tidak perlu terlalu dipikirkan. Lagi pula siapa itu Shikamaru, seperti apa orangnya ia pun tidak tau, hiburnya dalam hati.

Seuara mobil berhenti di sebrang rumah Temari sontak membuat Temari melongo keluar jendela kamarnya. Bingo! Yang dinantikan sudah ditunggu. Temari turun dan mengenakan seatu olahraganya dan kelar rumah menghampiri mereka. Naruto dan kawan-kawan yang lain langsung menyambut Temari dengan ramah, layaknya mereka adalah teman dekat sedari dulu.

"Oy! Temari! Ayo bergabung bersama kami!" Naruto melambaikan tangan dengan senyum lebarnya

"Hai juga Naruto," Temari tersenyum singkat pada Naruto tetapi pandangannya mengedar ke seluruh ruangan untuk mencari sosok lelaki yang baru saja berduel dengannya kemarin. Tapi tak ada satu pun tanda-tanda bahwa ia ada disini. Neji yang melihat gerak-gerik Temari tersenyum simpul penuh arti dan berkata

"Kalau kau mencarinya dia tidak akan datang hari ini."

"Eh? Siapa yang kau maksud dia itu," Temari tersipu merah dan membuang muka ke arah lain.

"Wah, wah jangan gugup begitu Temari-san. Shikamaru memang tidak datang hari ini. Dia kan sedang kencan dengan pacarnya."

DEG

Temari membeku di tempat mendengar Sai berkata sedemikian polos. Naruto dan Neji yang ada di dekat mereka langsung menutup mulut Sai dan menjitaknya karena sudah berbicara berlebihan. Seketika Temari tersenyum di tengah kesesakan yang ada.

Neji merutuki diri sendiri kenapa dia harus memeri tau Sai di mobil tadi kalau Shikamaru hari ini akan berkencan. Sai kan terlalu polos dan tidak pernah bisamenjaga rahasia. Neji merasa bersalah pada Shikamaru yang sudah memintanya untuk melakukan sesuatu..

Flashback

"Hei Neji, bisa bantu aku tidak?"

"Hn. Katakan saja."

"Hmm.. Begini, hari ini aku akan bertemu dengan Tayuya. Dia akan mengajakku kencan. Tapi aku tau kau dan yang lain pasti akan datang ke lapangan dekat rumah gadis itu. Iya kan?"

"Maksudmu.."

"Ya. Gadis itu. Aku hanya minta bantuan padamu, pastikan dia tidak tahu aku punya pacar. Aku punya firasat buruk akan sesuatu kalau-kalau dia tau aku punya pacar."

"Shikamaru, apa kau tertarik padanya?" Neji tersenyum simpul dan membuat bulu kuduk Shikamaru berdiri.

"Ya.. sedikit. Aku hanya tertarik dengan kemampuannya bermain basket. Sudahlah itu urusanku. Aku kan hanya ingin kau menjaga mulutmu."

Neji menghela nafas panjang. "Apa yang akan kau lakukan kalau Temari tau kau berbohong padanya? Atau kalau dia mengetahui kau punya pacar?"

Shikamaru menggarukkan kepala dan tersenyum "Aku belum memikirkannya. Tapi semua akan baik-baik saja kalau kau bersedia membantuku, Neji."

"Aku harap kau tidak salah langkah Shika. Kau punya pacar ingat itu."

"Ya aku tau, hari ini aku bertemu Tayuya ingin mengakhiri semua kebohongan yang telah kulakukan kepadanya. Perempuan itu merepotkan dan membosankan kau tau. Aku sudah tidak tahan. Cukup ibuku saja yang membosankan."

"Kalau begitu, kenapa kau tertarik dengan Temari?"

"..." Shikamaru tidak menjawab ia menengadahkan kepalanya ke atas

"Aku akan membantumu, Shikamaru. Tapi jangan kau mainkan perasaan perempuan. Cobalah jujur pada dirimu sendiri dulu apa yang ingin kau lakukan pada Tayuya dan pada Temari. Jangan sampai kau salah langkah dan berujung kesalah pahaman."

"Neji.."

"Ya?"

"Kau tau istilah jatuh cinta pada pandangan pertama tidak?"

Neji dan Shikamaru saling memandang dan berujung tertawa bersama. Neji meninju pundak Shikamaru perlahan dan dibalas oleh Shikamaru.

End Flashback

Naruto melihat ada banyak kejadian aneh. Temari yang melamun, Sai yang senyum-senyum sendiri, dan Neji yang seperti sedang merutuki dirinya sendiri. Naruto tidak tahu apa yang ia harus lakukan sampai Kiba datang dengan Sasuke dan akhirnya suasana berkabung itu pun aga mencair.

"Hei ada apa ini? Kenapa suasana disini sangat mencekam? Naruto? Apa kau yang melakukan ini selama aku tidak ada?" Sahut kiba dengan seringai ganasnnya sementara Sasuke? Sedingin dan se-Sasuke yang biasanya.

"Entahlah aku juga tidak mengerti. Ayo kita main! Bagaimana kalau three on three?" sahut Naruto semangat. Neji dan Sai bergabung mendekati

Temari menghela nafas dan mencoba memandang 4 laki-laki yang seperti mencoba menghiburnya. Setidaknya main basket bisa menyelesaikan rasa sesak yang ada. Temari mengakui pada dirinya sendiri. Kalau dia jatuh cinta pada pandanagn pertama untuk pertama kalinya pada seorang lelaki bernama Nara Shikamaru.


Shikamaru menghampiri Tayuya yang sedang duduk ditaman menunggunya. Tayuya yang melihat kedatangan Shikamaru langsung memeluknya erat. Shikamaru sama sekali tidak membalasnya dan melepaskan pelukan Tayuya. Tayuya merasa ada hal aneh beberapa bulan terakhir ini. Tayuya dan Shikamaru sudah setahun menjalani kehidupan bersama. Tapi 3 bulan terakhir ini Shikmaru semakin terasa aneh. dan mereka berdua sudah jarang bertemu lagi. shikamaru pun jadi dingin terhadapnya dan seperti tidak ingin lagi bertemu dengannya.

Shikamaru memandang Tayuya dengan senyum paksa. Tayuya membalas tatapan itu dengan penuh tanda tanya. Shikamaru menarik nafas dan menghempaskannya. Ia harus mengatakannya hari ini, sekarang ini, di tempat ini.

"Tayuya.. aku ingin hubungan kita segera berakhir. Sekarang juga."

Tayuya terkejut dan meneteskan air mata. "Kenapa Shika? bukankan aku mencintaiku? kenapa?"

"Aku tidak pernah.. sedikitpun bisa mencintaimu. Selama ini aku selalu mencoba untuk mencintaimu. Tapi aku tidak pernah bisa. Aku tidak mau membohongi dirimu lagi. Aku minta maaf. Tapi aku tidak bisa melihatmu terus sengsara seperti ini."

Tayuya diam sejenak, dari awal Tayuya sebenarnya sadar kalau Shikamaru tidak terlalu serius. Tapi karena Shikamaru selalu bilang iya pada permintaan nya dia merasa Shikamaru sudah bisa dan bahkan sangat menyayanginya. Tapi ternyata dia sangat salah. Sedikitpun tak pernah ada rasa cinta padanya dari lelaku ini. Tayuya tersenyum pada Shikamaru mulai mengingat kejadian yang dulu sempat indah di mata Tayuya..

Kejadian setahun yang lalu, Tayuya menyatakan perasaannya di depan Shikamaru.

TBC

Hadeh, terlambat banget nih updatenya maafkan daku ya!

Read and Review ya haaha

Jangan di read doang, bbm aja kalo di read dong sedih, aku juga sedih alau di read doang yea

Selamat membaca!

Ai kitazawa