Future Miracle

A/N: warning Judul dan Summary abal kemungkinan isi nya juga abal, OC, Gaje, OOC, Absurd, mbuatnya maksa jadi isi tidak terjamin. Dan ini merupakan Rewritte-an dari versi sebelumnya karena saya rasa yang sebelumnya benar-benar tidak layak -_- jadi enjoy

Disclaimer : Kuroko no Basket bukan punya saya

.

.


Akhirnya mereka semua menuju gym di dekat penginapan untuk mengetes Daichi dan Daisy.

"Tuh anak nyebelin banget. Songong nya se-level sama pelangi pelangi sialan itu" kata Kagami

"Kagami-kun jangan bicara kasar. Mereka akan menghajarmu kalo mereka denger" kata Kuroko kalem.

"Hmm kalian jangan kaget dulu masih ada orang yang lebih menyebalkan dari nii-chan. Nii-chan sebenernya nggak terlalu nyebelin tapi dia bisa lebih nyebelin pas dia bosen, badmood, atau pas lagi kekurangan objek bullying kayak sekarang." Kata Daisy

"Iya. Kamu yang bakalan aku Bully, chibi" Kata Daichi sambil mengacak-acak rambut Daisy.

"Mouu stop rambutku jadi rusak kan. Dan juga hanya karena aku nggak setinggi kamu bukan berarti aku pendek" Kata Daisy manyun.

"Tetep aja kamu lebih pendek brati kamu chibi-nya" Kata Daichi tersenyum sambil merangkul Daisy.

Setelah sampai di Gym mereka langsung kearah court basket.

"Tes apaan sih?" tanya Daichi

"Udah gak usah banyak tanya pokoknya nii-chan cuma harus main basket dan menang" kata Daisy dan Daichi hanya menghela nafas pasrah

"Oke berdasarkan keputusan para pelatih kalian berdua akan melawan tim pembantu two-on-two" kata Araki

"Two-on-Two? Ngelawan tim pembantu? Kalo gitu aku nggak ikut kalo Cuma gitu aku yakin Daisy bisa ngatasi mereka tanpa masalah"kata Daichi malas

"Hei bocah jadi kau meremehkan tim pembantu kami?" tanya Aida Kagetora agak kesal melihat sikap Daichi

"Ha? Harusnya kami yang tanya gitu menyuruh kami melawan tim yang bahkan bukan tim basket dan disini Cuma bantu-bantu doang. Hoi hoi kau pikir kita sapa hah?!" Daichi berteriak sambil emosi

"Iya juga sih sebenernya aku juga merasa diremehkan setelah dipuji eh malah dibeginikan aku jadi agak sebel juga sih" kata Daisy dengan wajah sedih yang tiba tiba saja berubah menjadi serius. "Kalo mau menguji kami tolong lakukan dengan serius" wajah Daisy yang manis dan selalu dihiasi senyum polos dan cantiknya menghilang digantikan wajah serius dan tatapan tajam dari mata emas cantiknya.

"Hmm mereka mulai bicara sombong" kata Midorima sambil menaikkan kacamatanya

"Benar. Bisa berlari cepat bukan jaminan kalian handal bermain basket jadi kalian jangan narsis dulu" kata Akashi dengan nada mengerikan.

"Berlari cepat bukan jaminan handal main basket? Memang, akupun tau kalo itu. Tapi ngatain kami narsis…" kata Daisy dengan nada tenang dan wajah seriusnya

"Apa kamu yakin Akashi-san?" sambung Daisy sambil melempar bola basket yang ada di tangannya kebelakang, tanpa aba-aba Daichi menangkap bola itu berlari dengan cepat ke ring seberang lapangan dan men-dunk kan bolanya dengan keras.

'gileee tuh anak cepet banget dunk nya keras juga' batin mereka semua kaget sambil melongo *nggak semuanya sih melongo. Bagaimana mungkin seorang Akashi Seijuro melongo -_-*

"Kaget?" kata Daisy memegang bola basket yang tadi ada di lantai. "Masih terlalu cepat kalo segitu aja udah kaget" lanjutnya sambil melempar bola ditangannya ke dalam ring dengan satu tangan tanpa melihat ring nya dan bola itu masuuuk *bayangkan saja ketika Aomine ngajarin Kuroko nge-shoot*. Dan lagi-lagi mereka kaget

"Haruskah kita di tes?" tanya Daichi masih dengan tampang bosennya ke para pelatih. Saat melihat wajah Daichi, Kuroko pun tidak bisa berhenti melihat ekspresi bosan Aomine ketika kiseki no sedai berubah diwajah Daichi yang amat sangat Nampak bosan.

Setelah para pelatih saling lirik-lirikan penuh arti akhirnya Arako berkata

"Kurasa cukup sampai disini dulu hari ini. Kalian diterima. Kita bakal liat sejauh mana kemampuan kalian besok pas latihan" kata Arako lalu semua pelatih meninggalkan mereka

"Nii~ smile" panggil Daisy ke kakaknya yang masih diam tanpa senyum sambil meletakkan kedua telunjuknya di ujung bibirnya dan menarik bibirnya hingga membentuk Daisy pun kembali dari mode serius ke mode cerianya, Kakaknya pun hanya memutar bola matanya dan tersenyum melihat adiknya, hal ini membuat Kuroko dan Momoi tanpa sadar ikut tersenyum.

Setelah melihat tes yang dilakukan Daichi dan Daisy mereka semua bubar menuju ke ruang makan untuk melanjutkan makan malam mereka yang tertunda. Tim Touou mulai merundingkan kemampuan Daichi dan Daisy di perjalan mereka saat menuju ruang makan.

"Ano sumimasen ternyata mereka beneran kuat ya?" kata Sakurai

"Iya aku juga mikir hal yang sama. Dan wajah, kekuatan, sama tingkahnya ituloh bener-bener mirip Ahomine. Jangan-jangan mereka adikmu" kata Wakamatsu sambil melirik Aomine

"Ha?enak aja aku itu anak tunggal nggak punya sotoi" kata Aomine

"Ma ma udah udah yang penting mereka itu bener-bener menarik" kata Imayoshi sambil tersenyum misterius.

.

.

.

Keesokan harinya di Gym mereka semua sudah siap-siap untuk latihan sekaligus latih tanding antar sekolah, sekarang mereka semua sedang pemanasan.

"Minna sekarang kita akan latih tanding antara sesama tim sementara dari beberapa sekolah" kata Aida Riko

"Baiklah untuk Tim sementara 1 terdiri dari : Imayoshi-kun, Miyaji-kun, Moriyama-kun, Izuki-kun, Ootsubo-kun" kata Riko

"Dan Tim sementara 2 adalah: Takao-kun, Kiyoshi-kun, Kise-kun, Sakurai-kun, dan Daichi-kun untuk quarter 1 dan 2, Daisy-chan unuk quarter 3 dan 4. hai semunya dimohon untuk segera bersiap-siap"

"Daichi-kun apa posisimu?" tanya Kiyoshi

"Power forward" jawabnya singkat

"Yosh kalo gitu semua siip. Aku center, Daichi-kun Power Forward, Kise-kun Small Forward, Takao-kun Point Guard, Sakurai-kun Shooting Guard oke" kata Kiyoshi

"Haaiii-ssu" kata Kise semangat karena bisa satu tim sama Daichi

"Jaa let's have fun" kata Kiyoshi berbaris.

Priiiiiiit. Suara peluit ditiup pertanda pertandingan dimulai, bola yang dilempar keatas oleh wasit tersebut segera ditangkap oleh Kiyoshi dan langsung dilempar kearah Takao yang mengopernya kearah Kise . Permainan berjalan lancar dengan tim 2 memimpin walaupun dengan sedikit usaha, permainan Daichi pun cukup memuaskan dia memang lebih hebat dari sebagian orang disana tapi tetap saja permainannya belum bisa disaingkan dengan anggota Kiseki no Sedai + Kagami tapi yah bisa dibilang 11 – 12 dengan Himuro ataupun anggota Uncrowned Kings.

"Dia lumayan hebat juga walaupun nggak sehebat yang seperti aku bayangkan" kata Kagami

"Betul. Aku kira setelah kalian berbicara sombong kemarin akan ada sesuatu yang luar biasa tapi… segini doang" Kata Nebuya

"Tch, aku mulai ragu apakah bener kalian pemain basket SMA terbaik se-Tokyo." Kata Daisy setelah mendengar kakaknya dihina

"Apa maksudmu?" tanya Akashi

" Maksudku, kalian kan pemain hebat masa kalian tidak bisa membaca tingkah laku pemain sih itukan salah satu hal penting dalam basket" kata Daisy lagi

"Contohnya liat muka kakakku. Dari raut muka kakakku dan tatapan mata nya aja udah menunjukkan kalo dia sedang bosan artinya dia sedang tidak bermain serius" sambung Daisy beberapa orang mulai paham dengan ucapan Daisy tapi sisanya masih tetap cengo membuat Daisy kesal.

"Argh, dasar lola. Nih aku perjelas" kata Daisy "Niiii bermainlah lebih serius jangan malas-malasan" teriak Daisy ke kakaknya

"Ha?ngapain serius-serius orang cuma latiih tanding juga, yang penting menang kan" katanya

"Tuh kan kakakku nggak serius itu artinya itu bukan bener-bener kemampuannya tau" kata Daisy dengan nada dan tatapan bego-amat-gitu-aja-nggak-tau.

Quarter 1 dan 2 pun berjalan lancar dengan tim 2 memimpin 9 poin lebih banyak dan sekarang Daisy sedang bersiap-siap untuk quarter 3.

"Jangan sampek kamu membocorkan keahlianmu. Mereka bisa curiga" kata Daichi setelah berhasil menarik Daisy ketempat sepi

"Hee kenapa aku nggak boleh dan nii-chan boleh" balas Daisy.

"Baka aku punya gaya basketku sendiri aku nggak suka ngopy orang kayak kamu dan dia. Well, aku bisa sih ngopy cuma aja aku nggak suka. Pokoknya jangan mengopy siapapun pake gaya basketmu sendiri" kata Daichi

"Tapi gayaku nggak sehebat punyamu dan dia. Dia aja yang suka ngopy punya gaya asli yang hebat. Aku kan nggak sehebat kalian" kata Daisy sambil menunduk sedih dengan mata berkaca-kaca

"Ha? Ngomong apa sih kamu? Kita semua sama, kita ini Aomine. Potensi dan kekuatan yang mengalir didarah kita itu sama cuma cara kita mengembangkannya itu yang beda. You're not weak, Daisy. You never was" kata Daichi, Daisy pun menangis terharu mendengar kakaknya.

"Udah, jangan nangis. Balik yuk pertandingannya uda mau mulai" kata Daichi lagi merangkul Daisy yang masih mengelap air matanya

"Eh Daisyicchi habis nangis?" tanya Kise saat melihat Daichi dan Daisy.

"Hoi kamu kenapa di bully sama kakakmu?" tanya Kagami

"Hoi asal ngomong aja" balas Daichi marah

"Terus?kenapa kamu nangis" tanya Kiyoshi

"Karena aku berpikiran bodoh dan nii-chan nyemangatin aku" kata Daisy tersenyum sambil memeluk pinggang kakaknya.

"Benarkah?" tanya Kuroko

"Mmm, nii-chan kan keren dan hebat. Bener-bener idolaku" kata Daisy sambil memeluk kakaknya lebih erat

"Hmm, kamu bilang itu kesemua orang dikeluarga kita" kata Daichi

"Loh emang semua dikeluarga kita keren dan hebat kok." Protes Daisy manyun "Dan juga nii-chan harusnya bangga telah jadi idola dari seorang idola. Aku nggak gampang lo mengakui kehebatan orang lain" kata Daisy melepas pelukannya dari Daichi.

"iya iya Miss Popular. Udah sono ke lapangan udah mau mulai tuh" kata Daichi. Daisy menuruti perintah kakaknya dan segera ke lapangan disaat Daisy berdiri disamping Kise dan berbincang-bincang dengan Kise, Kuroko tidak bisa berhenti memperhatikan mereka.

'Ternyata mereka beneran mirip. Dari wajah, mata, senyumnya pun mirip. Bahkan gaya rambut mereka sama hanya saja milik Daisy-san lebih panjang dan berwarna biru tua' Batin Kuroko mengobservasi Daisy.

"Daisycchi posisimu apa-ssu?" tanya Kise

"Small forward tapi aku juga bisa jadi Power forward" kata Daisy

"Hee sugoii na Dai-chan" sambung Takao

"Ehehe enggak kok biasa aja?" kata Daisy

Dan setelah itu pertandingan dimulai di 3 menit pertama Daisy berhasil untuk tidak mengopy siapa-siapa di lapangantapi di menit ke-empat setelah melihat quick shoot nya Sakurai Daisy lepas diri dan mengopy nya.

"Haree ternyata emang beneran gampang. Aku kira akan memberikan setidaknya sedikit tantangan eh membosankan ternyata"omel Daisy tidak menyadari yang lain terbelalak setelah melihat aksinya.

"oopsie kelepasan" katanya ketika menyadari kalau dia baru saja membocorkan keahlian mengopy nya

"Time out" teriak Aida Rikoo yang segera menuju ke Daisy bersama beberapa orang dari tim lainnya

"DAIIISSSYYY-chan kamu punya kemampuan mengopy kayak kise-kun?" tanya Aida Riko

"E-enggak kok Riko-san" kata Daisy panic

"Terus keenapa kamu bisa melakukan Shootnya anak Touou itu?" tanya Kasamatsu

"Betul. Gerakannya, pergerakan bolanya, bahkan akurasinya sama persis. Kok bisa?" tanya Hyuuga

"Emm itu karena aku bisa belajar dengan cepat kok" kata Daisy

"Tapi dalam waktu sesingkat itu?" tanya Kuroko yang tiba-tiba muncul

"Duh, namanya juga belajar cepat kalo butuh waktu lama bukan belajar cepat namanya" kata Daichi membela adiknya.

"Dan kamu dasar chibi udah tak bilangin buat nahan diri masih aja bandel" kata Daichi ke Daisy

"Heee tapi kan susah niiii" rengek Daisy "Lagian nii tau kan aku nggak hebat dalam menahan diri" lanjutnya dengan tatapan dan seringaian menantang di wajahnya

"Hoo kamu nantang aku? " kini seringaian pun muncul juga diwajah Daichi

"Yah kamu bisa nolak sih kalau kamu takut" tantang Daisy

"Oh pliss inget 'Kita tidak penah menolak tantangan' salah Satu motto keluarga kita. Aku ikut tapi jangan nangis kalo kamu kalah" kata Daichi

"Deal" kata Daisy enteng dengan senyum kemenangan diwajahnya membuat Daichi berbalik dan berjalan kearah tim 1

'Aku nggak tau kenapa tapi provokasi sepertinya selalu berhasil untuk memancing seorang Aomine marah. Well, factor turunan dari papa mungkin' batin Daisy

"Hoo ini bakalan menarik. Baiklah Daichi kau aku ijinkan bermain" kata Akashi tersenyum misterius

"Tu..tunggu Akashi-kun jangan seenaknya. Aku pelatihnya disini" protes Aida Rikoo

"Well, jabatanku juga sebagai pelatih disini semenjak pelatihku menyerahkan semua tanggung jawabnya ke aku" jawab Akashi . "Dan untuk semua anggota Generation of Miracle aku ingin kalian berkumpul di bench Rakuzan, termasuk kau Ryouta. Dan Kagami Taiga boleh ikut juga" perintah Akashi ke mantan teman se-timnya, dan juga tawaran (baca:perintah) ke Kagami.

"Baiklah tim 1 Miyaji-san *saya tidak tahu Miyaji ini senpai atau bukan tapi buat jaga-jaga saya kasih suffix-san biar aman* akan digantikan oleh Daichi, dan Tim 2 Ryouta akan digantikan oleh.." kata Akashi berpikir sambil melihat ke orang-orang disekitarnya "…Ah Kaijo kapten Kasamatsu-san, kan?" tanya Akashi yang hanya dibalas anggukan oleh Kasamatsu.

"Oke kita lanjutkan quarter 3" perintah Akashi dan pertandingan pun dimulai.

Pertandingan dimulai dengan Tip Off lagi yang didapatkan oleh Ootsubo dan di oper ke Daichi, Daichi yang hendak melesat ke basket lawan setelah mendapat bola dari Ootsubo tapi dihadang oleh Daisy.

"Hmm kamu mau melawan aku dari awal, eager aren't we?" kata Daichi dengan seringaian nya sementara Daisy masih focus menjaga Daichi

"Hoi hoi aku suka tatapan tajam matamu. Tapi yah, tidak akan merubah fakta. You can't stop me" dengan 1 kalimat terakhir itu Daichi berhasil melewati Daisy dengan mudah dan berlari sangat cepat kearah basket tim lawan dan men-dunk kan bola ditangannya.

"Huwooo sugoi itu tadi bener-bener cepet" seru Kise

"Hmm, sepertinya aku harus setuju dengan Kise" Kata Midorima menaikkan kacamatanya sementara Aomine, Murasakibara, Kuroko dan Kagami masih terus mengamatinya

"Heh, benar-benar menarik" kata Akashi lagi-lagi tersenyum misterius


Inilah chapter 2 saya publish sekalian dengan chapter satu karena saya merasa bersalah karena sudah mogok lama banget dan membuat readers sekalian menunggu /nggak ada yang nunggu kale -_-/ dan juga saya sepertinya kurang puas dengan karakter Daichi yang terlalu liar(?) kayak bapaknya tapi yasudahla kemampuan saya cuma bisa sampai segitu -_-

Terima kasih sudah membaca kritik dan saran sangat diharapkan