Title : When The Rain Stop

Cast : Min Yoongi, Park Jimin, and other

Pair : YoonMin

Warning : GS, Typos, Drama-able

namja itu berjalan santai di koridor apartemen sederhana yang selama beberapa bulan ini ia tempati. ia berjalan dengan segelas air yang berada di genggamannya. Namanya Yoongi, Min Yoongi. mata sipitnya terlihat kosong, tajam, dan sangat kuat. wajahnya tenang, namun picingan matanya seolah mengatakan bahwa ketenangan hanyalah omong kosong baginya. sudut bibirnya lebam. bahkan darah kering masih tercetak disana. rambutnya yang hitam legam sangat kontras dengan kulitnya yang putih pucat. auranya yang campur aduk, membuat setiap orang yang melihatnya akan memperhatikanya cukup lama, mencoba memahami walaupun tidak akan pernah bisa.

beberapa kali yoongi meneguk air di genggamanya. air yang sesekali ia ludahkan kembali karena bercampur darah. air yang hampir semua orang tidak akan mau tau dari mana asalanya. kerena bisa dibilang, yoongi mendapatkannya dengandengan cara "mencuri". dengan dalih ingin ikut mencuci gelas, ia mendatangi ahjuma yang yang tinggal berpura-pura mengguyur gelas itu, ia cidukkan(?) benda itu ke bak untuk mengambil air dari sana. kemudian, sampailah ia di koridor ini dan meminum air bak itu.

kemarin, saluran air di apartemennya diputus karena belum membayar tagihan selama dua bulan ini. itu gara gara kakanya, Min kyuhyun, yang belum juga mengirim uang bulanannya. hidup orang yang kabur dari rumah memang tidak pernah mudah. apalagi untukuntuk orang seperti dia, yang sudah tidak dipedulikan masih hidup atau tidak.

yoongi tertawa kecil mengingat kejadian saat ia dikeroyok tadi dia mengingat dengan baik bagaimana sensasi saat ia dipukul, ditendang, bahkan dibanting oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh rival abadinya, seungcheol. alasanya? entahlah, menurut seungcheol, yoongi telah merusak mobilnya. yang pasti yoongi benar-benar menikmati rasa sakit yang diterimanya itu. aneh? tidak juga karena dari dulu yoongi selalu belajar menikmatinya.

lagipula, bukan itu hal utama yang membuat yoongi tertawa, tapi kejadian setelahnya.

"hmmmmphh..." yoongi berusaha menahan tawa yang hendak meledak dari belah bibir tipisnya. bagaimana tidak, saat ia sudah terkapar lemas, rivalnya juga sudah pergi, ia mendapati hal yang cukup aneh untuk terjadi di korea, apalagi di seoul. yoongi mengrenyit mencoba memahami apa yang dilihatnya saat itu. sejenak, rasa sakitnya terlupakan, berganti dengan rasa penasaran yang memenuhi otaknya.

bayangkan saja seorang gadis dengan pipi yang agak chuby dan rambut sewarna cokelat madu yang panjang menjuntai, sedang berusaha memasangkan boneka dari kain putih di dahan sebuah pohon yang tak jauh dari yoongi. yoongi yang pernah tinggal di jepang tentu saja tau benda apa itu. itu adalah boneka penangkal hujan khas jepang. dulu neneknya juga menggantungkan boneka itu setiap kali bepergian.

tapi kan itu di jepang. bukankah aneh jika orang korea melakukannya juga? lagipula ini seoul, kota yang penuh dengan gemerlap kecanggihan, mana ada yang masih percaya dengan hal seperti itu? memangnya kenapa dia memcegah hujan?

sebenarnya yoongi sendiri tidak suka hujan. dan sepertinya gadis itu juga tidak suka hujan. karena rasa penasaran yang membuncah, yoongi memberanikan diri untuk mendekatinya. sesi wawancara dadakan nan singkat itu masih terekam jelas dalam kepala yoongi.

"hei! kenapa kau menggantungnya?" tanya yoongi berusaha terlihat sesantai mungkin walau wajahnya sudah penuh darah.

"maaf, apa saya mengenal anda?" ujar gadis itu tak peduli dan tetap berusaha mati-matian untuk menggantungkan benda itu.

"ck, jangan gunakan 'saya' dan 'anda' denganku, jadi kenapa kau menggantungnya?" tanya yoongi masih penasaran dengan apa motif dari gadis ini.

"agar tidak turun hujan" jawabnya setelah berhasi menggantungkan boneka itu dan menatap yoongi tajam.

"memang kenapa kalau hujan?" oh, kurasa ini bukan yoongi yang biasanya. tentu saja, yoongi yang biasanya akan acuh saja dengan apa yang dilakukan orang lain selagi itu tidak mengganggunya.

"aku keburu mati sebelum bunuh diri" jawab gadis itu masih acuh seolah bunuh diri adalah hal yang sepele. tapi jawaban itu membuat kadar ke-ingin tahuan seorang Min yoongi meningkat drastis.

"kau mau bunuh diri?" tanya yoongi tidak percaya. masih ada ya yang ingin mengakhiri hidupnya secara paksa.

"ya, asal tidak hujan" gadis itu berlalu dari hadapan yoongi. meninggalkan sang namja yang menatap punggungnya penuh tanya.

yoongi meneguk kembali air di genggamannya sembari memikirkan kejadian tadi. sepertinya gadis itu memang mau bunuh diri hari ini. 'apa dia sudah mati? ia bunuh diri dimana ya? matinya seperti apa ya?' namja itu mengira-ngira.

yoongi sudah sampai di depan pintu kamar apartemennya. tubuhnya sudah tidak bisa menahan lagi untuk beristirahat. tapi saat tangannya hendak membuka pintu, yoongi tercekat. ketika suara merdu rintikan hujan menyapa pendengarannya.

'hujan, berarti gadis itu tidak jadi bunuh diri' batin yoongi.

-TBC-

aaakk mian aku labil ada pergantian tokoh hehehe.

Btw, review juseyo~