Disclaimer: All Naruto Character belong to Masashi Kisimoto.
All OC character belong to me :3
Warning: Standard Warning Apply, typo merajalela
Let's The Story Begin...
LINA POV
Hari yang kutunggu pun akhirnya datang. Sekali lagi aku berkaca mengecek tidak ada yang salah dengan dandananku. Kemeja lengan panjang dengan bawahan celana ¾, aku siap untuk mengajar. Dengan ceria kulangkahkan kakiku menuju TK Konoha, dimana aku pun alumninya.
"Selamat pagi" Sapaku.
"Pagi Lina, kau yang menggantikan Ayumi hari ini?" Tanya Keiko, kepala staff pengajar.
"Yap, tapi hanya tiga hari" Ujarku.
"Oke,kalau begitu ikut aku. Aku akan jelaskan yang harus kau lakukan dikelas nanti" Ujarnya seraya menyuruhku ikut dengannya. Aku pun mengikuti Keiko dibelakang memasuki ruangan guru. Keiko berjalan menuju mejanya dan menyerahkan secarik kertas yang ditariknya dari tumpukan dokumen disitu. "Itu silabus mingguan yang harus kau ajarkan untuk anak – anak hari ini. Ayumi sudah mengajarkan sampai poin kelima, kau tinggal teruskan saja" Jelasnya. Aku manggut-manggut seraya membaca poin-poin yang tersisa dikertas silabus itu.
"Anak-anak akan masuk pukul delapan pagi nanti. Sebelum masuk pastikan kau membariskan mereka dulu. Lalu setelah masuk, suruh ketua kelas untuk memimpin doa sebelum belajar dan mulai pembelajaran. Kalau ada anak yang mau kebelakang, antarkan dia sampai kembali ke kelas. Istirahat jam setengah sepuluh dan kau bisa beristirahat atau bermain dengan mereka. Masuk lagi jam sepuluh lalu langsung makan cemilan, nanti akan ada petugas yang mengantarkan ke kelas" Jelas Keiko panjang lebar. Aku manggut-manggut mendengar penjelasannya. Sistem disini sama sekali tidak berubah banyak sejak aku terakhir sekolah disini.
"Kalau ada yang tidak kau mengerti tanyakan saja, ya. Kelasku ada tepat disebelahmu" Ujarnya ramah.
"Ya, terima kasih. Aku akan berusaha" Ucapku semangat. Diluar sudah mulai terdengar suara gaduh, pertanda beberapa anak sudah mulai berdatangan. "Bolehkah aku bermain dengan mereka?" Tanyaku tak dapat menyembunyikan kegirangan yang akan kudapatkan.
"Tentu, selamat bersenang-senang" Ujarnya. Dengan semangat, aku pun berlari kecil keluar.
"Kak Lina!" Sapa Aiko ceria.
"Heii, kau sudah datang" Ujarku.
"Ya. Kakak ngajar disini?" Tanyanya.
"Yap, tapi Cuma tiga hari" Ujarku.
"Yah, gak bisa main terus, dong" Ujarnya ceria.
"Tenang, kita kan masih bisa main diluar, oke?" Tanyaku. Aiko mengangguk ceria. Ia pun menarik tanganku untuk mengajakku bermain bersama dengan teman-temannya. Well, kurasa ini awal yang bagus untuk hari pertama ini.
.
.
.
Hari yang menyenangkan selalu berlalu dengan cepat. Tak terasa sudah waktunya pulang. Satu persatu anak pun keluar ruang kelas dengan tertib, semuanya kecuali seorang bocah lelaki berambut hitam yang masih terduduk dibangkunya. Tatapan matanya terlihat sendu. Kuperhatikan memang sejak awal kelas dia selalu terlihat murung dan duduk manis dibangkunya tidak ribut seperti yang lainnya. "Namamu Kyoshiro kan?" Tanyaku padanya seraya berjongkok didepannya.
Sepasang mata hitam bulatnya menatap padaku lalu mengangguk pelan. "Apa ayah dan ibumu bekerja?" Tanyaku.
"Iya, tapi ibu kerjanya di tempat yang jauh. Kalau ayah jadi Shinobi desa. Katanya aku mesti jadi anak baik, biar aku cepet dijemput" Lanjutnya lalu kembali duduk meringkuk memeluk mejanya. Aku menghela nafas panjang, kulirik setumpuk kertas origami ditengah meja.
"Mau temani kakak main lipat kertas?" Tanyaku.
"Tapi kan udah diberesin,nanti kakak mesti ngeberesin lagi" Ujarnya.
"Gak apa-apa, nih" Ujarku seraya menarik selembar dan memberikannya pada Kyoshiro. Kyoshiro pun akhirnya mengambil kertas itu dan mulai melipatnya bersamaku. Kami pun menghabiskan waktu dengan melipat berbagai macam bentuk bersama. Meski begitu, kuperhatikan dia tetap saja terlihat murung.
Jam berdentang tiga kali pertanda waktu sudah menunjukan pukul tiga sore. Seisi TK sudah sepi, hanya terlihat satpam yang berjaga digerbang. "Sudah waktunya makan siang, kakak bawa bekal, bagaimana kalau kita bagi berdua?" Tanyaku. Kyoshiro terdiam beberapa saat, ia lalu mengangguk sambil tersenyum kecil. Aku pun bangkit dan berjalan menuju ruang guru dimana tasku disimpan. Kuambil sekotak bekal berisi roti dan membawanya kembali ke kelas.
Aku kembali duduk disisi Kyoshiro yang masih saja duduk manis ditempatnya semula. Kubuka bekalku dan memberikan satu potong padanya. Kyoshiro menerima dengan hati-hati roti pemberianku dan memakannya. "Enak" Komentarnya pendek.
"Sungguh? Terima kasih" Ujarku tersenyum. Kyoshiro melanjutkan dengan lahap memakan roti pemberianku. Ia memakan semuanya hingga habis tanpa sisa. Selesai makan satpam mengetuk pintu kelasku.
"Kyoshiro, ayahmu sudah menunggu digerbang" Ujarnya. seketika dapat kulihat perubahan air mukanya yang mencerah.
"Ya, terima kasih Kak Lina. Rotinya enak. Aku pulang dulu, ya" Pamitnya.
"Ya sayang, hati-hati" Ujarku. Kyoshiro menyambar tasnya dan segera berlari keluar. Aku tersenyum seraya melihat tubuh kecilnya yang berlari menelusuri halaman TK. Kangen sekali rasanya serasa melihat aku dulu. Kubereskan sisa origami tadi sebelum mengepak tasku dan pergi pulang kemudian.
.
.
.
Esok harinya pada jam istirahat, aku menghabiskan waktu bermain bersama dengan anak-anak. Ketika tengah asyik bermain, kuperhatikan sosok Kyoshiro tengah duduk saja dibawah pohon memandangi kelinci peliharaan TK. Kuputuskan untuk menghampirinya. "Kyoshiro, bagaimana kalau kau ikut bermain dengan kami?" Tanyaku. Kyoshiro menolehkan kepalanya padaku.
"Tidak Kak, aku lebih senang disini" Ujarnya kembali memandang pada sepasang kelinci berwarna putih itu.
"Kau suka kelinci?" Tanyaku.
"Ya, mereka lucu. Tapi aku juga suka semua binatang" Ujarnya. Aku tersenyum, kubuka kunci pintu Kelinci, mengambil seekor dan menempatkannya dipangkuan Kyoshiro. Kyoshiro mengusap punggung kelinci itu.
"Apa kau punya hewan peliharaan dirumah?" Tanyaku.
"Tidak Kak, kata ayah nanti tidak terurus. Kan kasihan juga" Ujarnya.
"Setidakna kau masih bisa mengurus kelinci ini, kan?" Tanyaku. Kyoshiro mengangguk.
"Kak, bagaimana kalau kita kembalikan kekandang saja." Ujarnya.
"Kenapa? Apa dia menggitmu?" Tanyaku keheranan.
"Tidak, kasihan kelinci yang itu. Dia pasti kesepian" Ujar Kyoshiro seraya menunjuk satu ekor yang masih berada didalam kandang. Aku tersenyum lalu mengembalikan kelinci itu kekandangnya.
"Kau anak baik" Pujiku. Kyoshiro tersenyum kecil. Bel berbunyi beberapa detik kemudian. Semua anak berlarian berbaris didepan pintu kelas begitupula dengan Kyoshiro dan kemudian masuk dengan tertib kedalam kelas untuk mengikuti pembelajaran berikutnya.
.
.
.
Bel pulang sudah berbunyi dan seperti biasa, Kyoshiro masih terduduk manis dibangkunya. Dan seperti biasa, aku pun memberi kegiatan padanya. Kalau kemarin kami melipat kertas, hari ini kami menggambar menggunakan cat air. Dengan semangat Kyoshiro mengoleskan kuas yang sudah dicelupkan pada cat warna warni diatas kertas putih.
"Kak Lina gambar apa?" Tanyanya.
"Laut" Jawabku pendek.
"Tapi kok warnanya biru semua, mana ikannya?" Tanya Kyoshiro lagi.
"Ikannya gak keliatan. Lagi tidur" Kilahku. Jangan sampai dia tahu kalau skill menggambarku payah. Kyoshiro tertawa kecil. "Kalau kau gambar apa?" Tanyaku. Kuperhatikan Kyoshiro menggambar dua orang yang sedang bergandengan tangan.
"Ini ayah dan aku" Ujarnya polos.
"Hm? Ibumu mana?" Tanyaku. Kyoshiro terdiam sesaat raut wajahnya terlihat sendu. Waduh, apa aku menanyakan pertanyaan yang salah?.
"Ibunya kan lagi kerja" Jawab Kyoshiro. Aku manggut manggut saja. Kyoshiro meletakan kuasnya dan melepas celemeknya. Jam berdentang tiga kali. Aku bangkit dan menghilang sejenak kedalam dan kembali dengan dua kotak bekal.
"Ini untukmu, karena Kyoshiro kemarin bilang masakanku enak" Ujarku. Kyoshiro menerima satu kotak bekal yang kusodorkan.
"Terima kasih, kak" Ujarnya tersenyum.
"Sama-sama" Jawabku. Melihat senyumannya aku jadi merasa agak lega sedikit. Rasanya aku merasa agak bersalah sudah menanyakan tentang keluarganya. Kyoshiro membuka isinya dan melahapnya. "Bagaimana, enak?" Tanyaku. Kyoshiro menganggukan kepalanya.
"Makasih kak, enak sekali" Ujarnya.
"Hmph, ada nasi dibibirmu" Ujarku seraya mengambil sebutir nasi yang nyangkut dibibir kecilnya. Kyoshiro tertawa kecil. Dan seperti biasa ketika kami selesai makan, satpam TK mengetuk pintu kelas dam memberitahukan kalau ayahnya sudah menjemput.
"Makasih Kak Lina, udangnya enak" Ujar Kyoshiro yang sudah menggendong tasnya.
"Ya sayang, hati-hati dijalan, ya. Jangan lupa makan nanti malam" Ujarku sambil menepuk pucuk kepalanya. Kyoshiro tiba-tiba memelukku.
"Makasih, Kyoshiro seneng banget hari ini" ucapnya. Aku tersenyum lembut. Kubalas pelukannya.
"Ya Kyoshiro, Kakak juga senang bisa main sama Kyoshiro" Ucapku. Kyoshiro melepaskan pelukannya dan berlari keluar kelas ditemani satpam menuju gerbang TK. Sementara aku mengepak barangku dan pulang.
.
.
.
TBC
Still going from LINA POV, sengaja biar readers sekalian penasaran :P
Mind to RR? :3
