Chapter 2 : It's So Terrible!

Disclaimer Characters by Masashi Kishimoto

Disclaimer Story by OMarmalade

Summary : Apa yang akan terjadi jika Haruno Sakura bertemu lagi dengan Mantan (orang yang pernah disukai) nya? Lalu apa yang harus dia lakukan jika Cinta Pertamanya-Uchiha Sasuke-satu universitas dengannya? Dan bagaimana dengan teman kampusnya yang kini mulai mendekatinya?


"eehhh? Toneri menghampiri dia teme!" seketika itu aku segera melihat ke arah telunjuk Naruto yang mengarah pada lelaki itu-ia tepat berada di bangku kantin tempat dia duduk. Ck, apa-apaan lelaki itu!. Apa yang pria breng**k itu lakukan! Dan lihatlah reaksinya itu. Apa-apaan ini! siapa pria itu?

"Toneri adalah mantan pacar Sakura-chan teme" aku membeku ketika Naruto berkata seolah-olah ia tahu apa yang aku pikirkan. Mantan? Apa maksudnya itu? Jangan bercanda!.

o0o

"Hei, gimana kalau kita nginap di rumahku? Tou-chan dan Kaa-chan akan melakukan perjalanan bisnis untuk satu minggu kedapan. Aku hanya punya Ayame-chan di rumah" ucap Sakura ketika mereka bertemu-janjian sih sebenarnya- di lapangan basket yang saat ini sepi karena siang ini terik sekali mataharinya.

"hmmm, ku pikir aku baik-baik saja. Kita juga udah lama gak tidur bareng. Aku gak ingat kapan terakhir kali kita tidur bersama" jawab Hinata dengan nada kalem ciri khasnya.

"eemmmm, kalian tahu? Aku juga ingin hal seperti itu lagi, tapi...-" ucapannya terputus karena instruksi Sakura "-...eits, tenang aja, Nii-chan sedang di Hokkaido" sambung Sakura . Ino yang mendengar ucapan Sakura pun langsung mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk. "kau serius?".
"e-em" jawab Sakura yakin sambil menganggukkan kepala."kau tak perlu khawatir, sebagai sahabatmu mana mungkin aku menempatkanmu pada posisi yang tak nyaman menurutmu. Aku benar-benar di sisimu. Aku masih belum tau sebenarnya apa yang terjadi hingga saat ini antara kalian berdua, tapi aku tak akan menyulitkanmu dan bersikap netral. Kau sahabatku danNii-chan adalah kakakku. Kalian berharga bagiku. Sangat." Ujar Sakura sambil menggenggam tangan Ino seraya menatap mata Ino yang sebiru langit.

"..." Ino membalas ucapan dengan tersenyum lega.

"ok, baiklah. Selesai dramanya? Ino, sebaiknya kita pulang dulu untuk mengemas barang-barang. Ini akan benar-benar sangat menyenangkan. Ada banyak hal yang ingin aku tunjukkan dan ceritakan pada kalian. Sakura? Kau mau langsung pulang atau gimana?" tanya Hinata yang sedari dari terdiam menyaksikan adegan sahabatnya yang sebenarnya mengharukan. Namun bukan berarti mereka akan terlarut dalam moment ini lebih lama kan?

Mereka segera saja langsung ke tempat parkir untuk mengambil mobil.

o0o

"Sasuke-kunn~" sapa seorang gadis berkacamata yang memiliki rambut merah menyala tersebut. Yang dipanggil hanya mendelik tak suka dan lanjut menulis sesuatu di selembar kertas.

"Sasuke-kun~, kita kan satu kelompok. Seharusnya kita mengerjakannya bersama-sama. Tapi kau malah mengerjakannya sendiri. Itu tak adil!" lanjut gadis itu sambil memasang tampang sok imut andalannya.
"hn." Jawab Sasuke seraya menyerahkan lembaran kertas yang tadi sempat dijawab olehnya. Lalu bergegas meninggalkan kelas. Baru saja hendak berdiri, tiba-tiba seseorang menahan tangannya. Dengan enggan dia pun menatap jijik orang yang menahan tangannya barusan dan menghempaskan tangannya guna melepas pegangan tangan itu.

"Sasuke-kun~! Apa yang kau lakukan? Kau mau kemana Sasuke-kun~? Tugas kita kan belum selesai!" kata gadis itu yang tersentak karea perlakuan Sasuke tadi.
"Aku telah mengerjakan bagianku." Jawab Sasuke dengan wajah datar namun tatapannya membuktikan bahwa ia sedang menahan kesal saat ini.

"?" karin hanya mengernyitkan dahinya pertanda tak mengerti maksud perkataan Sasuke barusan.
"kerja kelompokkan katamu? Aku telah mengerjakan bagianku. Sisanya, kalian urus. Adil kan?" Jawab pemuda berambut raven itu jengah.

"Sasuke-kun~! Bukan begitu maksudku. Kau lihat kelompok lain, mereka mengerjakannya bersama-sama. Jika ada soal yang sulit mereka pecahkan bersama! Jadi semua anggota kelompok akan mengerti. Tapi kau malah mengerjakan soal yang sulit-sulit sendiri! (ucap karin sambil melihat kertas yang tadi dikerjakan Sasuke). Dan kau hanya meninggal soal-soal yang mudah untuk kami kerjakan."

"Itu bukan urusanku. Kalian bukan tanggung jawabku." Jawabnya dengan penuh penekanan. Ia jengah berada di kelompoknya lama-lama. Ia pun juga berencana untuk menjelaskan cara pemecahan masalah tadi kepada kawan satu kelompoknya, Suigetsu dan Juugo. Tapi niat itu terpaksa ia buang jauh-jauh karena kehadiran gadis bernama Uzumaki Karin itu-sepupu jauh Naruto. Kalau saja gadis itu tak memandangnya sejak awal perkuliahan dimulai dan berusaha mencari perhatian padanya, Sasuke akan dengan cuma-cuma berbagi ilmu pada rekan kelompoknya. Ia pun langsung melangkah keluar kelas diiringi tatapan memelas Karin di belakangnya.

"Ck, sabar Karin. Sabar. Wajar dia bersikap seperti itu. Ini baru awal. Ya, ini baru awal Karin!" ujar Karin dalam hatinya sambil menggigit bibir bawahnya menahan kesal.

Juugo dan Suigetsu hanya mendengus melihat kelakuan Sasuke. Mereka paham betul dengan sikap Sasuke barusan, karena mereka telah saling mengenal sejak SMP dan berteman baik hingga sekarang.

Sasuke POV

Segera saja aku melangkahkan kakiku menjauh dari kelas. Ck, perempuan itu! Sekali lihat saja aku langsung mengetahui niatan perempuan itu. Mengerjakan bersama katanya? Yang benar saja. Bagaimana aku akan menerangkannya pada Sui dan Juugo jika dia terus menatap penuh damba padaku. Hn. Semua perempuan itu sama saja. Tertarik hanya karena apa yang telah aku miliki. Jika aku tak memiliki semua yang aku miliki saat ini apa mereka akan tetap bergerumul seperti tadi dan menatapku seperti itu? Benar-benar. Menyebalka-

Ckkkiiiiittttt

bugh

Belum sempat aku mengeluarkan kunci mobil dari saku ku, tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang mundur kebelakang asal dan menyerempetku sehingga aku terjatuh dan telapak tangan kananku sukses lecet karena bergesekan dengan aspal. Ini tak sakit, sungguh. Tapi apa-apaan ini? Kenapa pengemudi itu membawa mobil kalau tak bisa mengendarainya dengan benar. Sial. Saking kagetnya, hampir saja aku mengeluarkan ekspresi yang tidak perlu. Mendengar pintu mobil terbuka segera saja aku alihkan tatapanku dari telapak tanganku ke orang yang akan keluar dari mobil itu dengan deathglare yang benar-benar mematikan. Aku malah dibuat makin terkejut saat melihat sosok yang baru saja keluar dari mobil sialan itu. Jantung ku benar-benar serasa berhenti saat itu juga.

"Sa-su-ke-kun" jawabnya terbata. Aku yakin dia pasti juga kaget saat melihatku terduduk di jalanan dan menatapnya.

"Sakura" panggilku dalam hati.

o0o


Normal POV

Kini Sakura dan Sasuke saling berhadapan. Entah apa yang mereka pikirkan sehingga mereka hanya terpaku sedari tadi. Ino dan Hinata pun segera turun dari mobil dan kaget ketika melihat Sasuke sedang terduduk di aspal. Berarti yang mereka tabrak tadi adalah Sasuke. Tapi kekagetan mereka makin menjadi ketika melihat Sakura. Ino membulatkan matanya dan Hinata segera menutup mulutnya untuk tak berteriak.
"Sakura~" seketika itu juga Sakura dan Sasuke tersadar dari lamunannya karena panggilan Ino. Sadar akan situasi yang terjadi, segera saja Sakura kembali lagi ke mobil.
"Ck, dia menghindariku. Hei, setidaknya pahamilah kondisiku sekarang! Dia bahkan tak meminta maaf padaku. Dia benar-benar tak peduli padaku." Batin Sasuke frustasi.

"oh? Itu...-(sambil melihat celana Sakura)" pikiran Sasuke langsung teralihkan saat melihat Sakura kembali lagi kehadapannya sambil membawa kotak P3K. Segera saja Sakura langsung membersihkan tangan kanan Sasuke yang terluka dengan air mineral agar tak terjadi infeksi. Lalu mengambil kapas dan membubuhkan alkohol untuk meredakan pendaharan. Dia mengambil kapas lagi namun kali ini dibubuhi betadine dan ditutup dengan plester.
"go-gomen nasai. Sasuke-kun" ucap Sakura seraya membenahi peralatan P3Knya

"hn." Tiba-tiba saja Sasuke berdiri untuk mengejar Sakura.
"Sakura" panggilnya. Seketika itu juga Sakura berhenti.

Sakura POV

"Sakura". Sasuke-kun memanggilku! Ada apa? Apakah dia ingin membicarakan sesuatu? Apa mungkin dia telah memaafkanku atas kejadian itu? Tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu. Sasuke-kun memelukku dari belakang! Yang benar saja! Oh, astaga aku benar-benar merasa seperti melayang sekarang. Sasuke-kun meme...lukku?

Eh? Jaket? Kenapa Sasuke mengikatkan jaketnya di pinggangku? Ada apa ini?
"kau...-" ujarnya sambil mendekatkan wajahnya ke telingaku untuk membisikkan sesuatu. Ini benar-benar sangat dekat. Aku yakin wajahku kini seperti kepiting rebus. Merah padam

"...-sedang p-m-s?" lanjutnya sambil menatapku. Aku mengangguk menanggapi pertanyaannya tadi. Ya aku sedang pm...s? Eeeehhhhhh?

Seketika itu juga nyawaku seperti tertarik. Jantungku serasa tak berdetak lagi. Aku pms dan dia tahu? Oh? Tunggu, tunggu. Jadi maksud dia mengikatkan jaket tadi...? Aku tembus? Tembus? TEMBUS?! Ya tuhan. Aku benar-benar merasa ingin gantung diri sekarang. Sasuke-kun melihatnya. Dia melihatnya. Aaaaarrrrggggghhhh! Aku benar-benar ingin membenturkan kepala ku ke aspal sekarang.

"kau bocor. Karena celanamu berwarna putih, itu jadi terlihat jelas. Sangat jelas"

Kalau jantungku bisa copot, mungkin sudah dari tadi dia copot. Jelas katanya? Ya tuhan. Aku benar-benar ingin mati sekarang. Siapa yang tidak malu kalau hal seperti ini terjadi? Kalian juga pasti malu kan? Apalagi anak laki-laki yang memberitahumu. Tapi yang membuatnya semakin buruk adalah bukan karena cuma dia anak laki-laki, tapi karena dia Sasuke-kun. Ya karena dia Sasuke-kun. Orang yang spesial bagiku.

"pakailah jaketku dulu. Dan untuk plesternya, arigatou Sakura" ujarnya lalu pergi begitu saja. Dia...dia... HUWAAAAAAAA! Aku ingin menangis sekarang juga. Mana kamera? Mana kamera? Aku benar-benar gak kuat.

"Sakura-chan, tadi kami hendak memberitahumu saat kau sedang mengambil kotak P3K itu. Tapi kau sangat terburu-buru. Kami jadi gak sempat bilangnya." Ujar Hinata yang kini telah ada dihadapanku.
"udahlah kita pulang dulu forehead! Aku tau kau masih shock, tapi kita tak harus berlama-lama disini." Kata Ino sambil merengkuh pundakku dan menarikku pergi.
Dia lihat.. dia lihat.. Sasuke-kun LIHAT! Aku rasa ini adalah kiamat bagi hidupku.

Sasuke POV

Setelah melingkarkan jaketku di pinggangnya, segera saja aku melangkah pergi. Aku tak ingin dia merasa tak nyaman dengan kejadian tadi. Kini aku telah duduk manis di bangku kemudi sambil memperhatikannya yang masih dalam keadaan diam bahkan saat teman-tamannya mengajakkan masuk ke mobil mereka kembali. Tapi tentunya bukan Sakura yang menyetir sekarang. Melihat kondisinya yang sepertinya masih shock (mungkin) dengan kejadian tadi. Oh, lihat raut wajahnya itu. Mukanya merah padam. Apa aku terlalu jujur ya tadi? Ya, aku akui kata-kataku tadi terlalu terus terang padanya. Apakah karena itu dia jadi terkesan malu (?), atau marah karena aku yang notabanenya seorang pria yang mengingatkannya? Ah, aku rasa memang karena itu. Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal karena merasa bersalah.

Tapi tiba-tiba aku tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi. Bukankah kejadian tadi terlihat seperti aku tengah memeluknya dari belakang? Jujur aku tak ada niatan lain saat melakukan hal tadi. Aku hanya kaget saat melihat ada noda ndarah di celananya. Refleks, aku langsung melepas jaketku dan mengenakannya padanya. Apalagi tadi aku sempat berbisik padanya. Ah, aku merasa berdebar-debar sekarang. Padahal tadi aku biasa saja. Aku benar-benar tulus ingin menolongnya. Tapi mengingat kejadian tadi tiba-tiba saja dadaku terasa bergemuruh. Lagi-lagi aku tersenyum memikirkannya.

"'Sasuke-kun'? wah ternyata dia masih memanggilku seperti itu setelah lama tak berjumpa" senyumku makin lebar saat membayangkannya.

Oh? Mereka sudah pergi. Baiklah, kupikir aku bisa melanjutkan pikiranku tadi di rumah. Segera saja aku memacu mobilku ke rumah.

o0o


Normal POV

"hei, hei, hei. Sampai kapan kau akan memeluk jaket itu? Lihat wajahmu itu. Apa kau sesenang itu?" kata Ino yang baru saja keluar dari kamar mandi. Ya, sakura sejak pulang tadi langsung mandi dan mengganti pakaiannya lalu sekarang duduk menekuk lututnya di samping ranjang sambil memegang jaket yang Sasuke berikan tadi.
"memeluknya? Hei, aku hanya memegangnya!" jawab Sakura yang tak terima dengan ucapan Ino.

"oh, baiklah. Tapi lihat wajahmu itu! Ekspresi macam apa itu? Ck, aku tau kau sudah lama tak bertemu dengannya. Tapi bukan berarti kau harus memasang wajah seperti itu! Bahkan ekspresimu saat kejadian itu lebih parah lagi. Hei, sebagai seorang perempuan seharusnya kau bisa lebih menjaga imejmu. Walaupun kau masih-eh ralat- selalu menyukainya bukan berarti kau harus menunjukkannya secara terang-terangan seperti itu kan?. Kau ini benar-benar!" ujar Ino seraya memakai bajunya.

"apakah ekpresiku separah itu? (Ino mengangguk) Benarkah? Aaaaggrrrhhh apa yang harus aku lakukan! Aku benar-benar malu" lanjut Sakura sambil menutup wajahnya dengan jaket Sasuke yang digenggamnya.
"setelah memeluknya tadi dan sekarang kau mencium itu? tsk tsk tsk. Kau benar-benar Sakura" kata Ino bermaksud menggoda Sakura. Benar-benar mengasyikkan melihat Sakura seperti ini. Sudah lama sekali ia tak pernah seperti itu. Diam-diam Ino tersenyum melihatnya.

"INO" teriak Sakura sambil mendelik tajam pada sahabat pirangnya yang tengah mengeringkan rambutnya itu. Mendengar teriakan Sakura, Ino malah tertawa keras. Rencananya menggoda Sakura sukses besar. Hahaha.

"hmmm.. tapi Sakura-chan..-" ucap Hinata yang sedari tadi diatas kasur bersama laptopnya. Entah apa yang ia lakukan dari tadi. Sepertinya sedang membuat tugas. "-Sasuke-kun benar-benar tampan ya! Aku bahkan terpana tadi melihatnya. Aku tau dari dulu dia memang sudah tampan. Tapi sekarang dia benar-benar semakin tampan. Uuhh, kau lihat tadi kan Ino badannya? Apa lagi saat sudah melepas jaket dan hanya memakai kaos saja. Benar-benar six-pact! Oh ya ampun! Bahkan melihatnya berjalan saja sudah membuat hatiku berdebar. Ahhhh apalagi saat dia memberikan jaketnya padamu. Dia benar-benar gentle! Kau tahu? Aku tadi bahkan hampir melupakan Naruto-kun. Tapi mengingat bahwa Sasuke-kun adalah milikmu, aku langsung sadar." Ujar Hinata panjang sambil mengingat-ingat kejadian tadi sambil memegang pipinya sendiri yang memerah.

"hei, hei. Kalian jangan menatapku seperti itu! Aku hanya berbicara jujur. Itu benar adanya bahwa Sasuke-kun sangat tampan bahkan melebihi Naruto-kun. Dan itu benar bahwa aku terpesona padanya. Tapi bukan berarti aku jatuh hati padanya kan? Hatiku hanya milik Naruto-kun!" sambung Hinata saat melihat Sakura dan Ino menatap tajam padanya. Tiba-tiba saja mereka tertawa mendengar penuturan Hinata. Hinata awalnya bingung karena mereka tiba-tiba saja tertawa setelah mendengar sanggahannya, tapi melihat teman-temannya tertawa lepas seperti itu akhirnya ia pun ikut-ikut tertawa. Walaupun tak mengerti apa yang mereka tertawakan, tapi itu mending kan? Dari pada harus melihat mereka marah-marah dengan mulut yang bercuap-cuap dan air liur yang menghujani wajahnya?

"hah.. hah... oh ya Sakura. Apa yang tadi Toneri katakan padamu? Sepertinya pembicaraan kalian terlihat serius. Mau cerita?" tanya Ino sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah karena tertawa hebat tadi.
"Toneri-san?"

o0o


Siang minna-san!

Saya langsung update ni fic pas liat ada yang review. Walau pun sedikit tapi saya jadi termotivasi untuk melanjutkan fic ini. Makasih ya untuk para readers yang udah baca fic ini dan ngasih reviewnya yang berharga banget. Jujur, saya kurang ngerasa greget gitu pas di chapter pertama. Kurang dapet konfliknya. Mungkin karena baru chapter awal kali ya? hehehe. Maka dari itu saya langsung update yang ch.2. Sebenernya ini fic udah saya posting dari awal agustus kemarin, tapi gak tau kenapa malah gak nimbul. Saya jadi mumet ngelanjutinnya. Terus tadi pagi gak tau ada angin apa saya coba repost lagi. Eeh Alhamdulillah muncul dianya. wkwkwk. Untuk ch.3 akan saya usahakan cepat selesai (udah setengah jalan soalnya). Karena saya masih libur sampai pertengahan september, jadi saya usahakan untuk update kilat. Sekali lagi makasih buat readers dan yang udah review. Semoga ch.2 tidak mengecewakan!