.
.
.
.
.
.
"Sehun! Balikin gak? Gue tabok nih!"
.
.
.
.
.
ZameGun Proudly Present: Gue tabok, nih.
CHAPTER 1
A HunHan series Fanfiction
Romance and fluffy story.
Claim: Cast are nor mine. Just own this weird story.
Warn: Gender Switch!, Manly girl! Luhan, and playfull Sehun, Typos, bahasa lokal, no edit.
.
.
.
.
.
"Cie cie cie CIEEEEEEE..."
"Uhuy, yang kemarin baru aja berantem sama si Sehun... rebut-rebutan buku... Feelnya beda lah ya,,"
"Cuit cuit cuit... uhuk, berbunga bunga nih yeee..."
Luhan menulikan pendengarannya dari kongekan teman karibnya, Baekhyun. Teman satu bangkunya ini memang termasuk cewek cerewet dan agak susah buat bisa diam.
Ah, biarin aja.
Pikiran Luhan bukan disini sekarang. Melainkan terus mengingat bagaimana Luhan dan Sehun berebut buku tadi siang. Luhan yang terus mengejar Sehun, dan Sehun yang terus berkelit dari kejaran Luhan. Sehun yang ketawa usil, dan Luhan yang sok memasang tampang marah. Berakhir dengan Sehun yang akhirnya menyerah. Mengembalikan buku yang tadi ia rebut pada Luhan.
Uh, so gentleman syekalih.
Luhan melting.
Luhan terus saja senyum-senyum sendiri. Hingga tidak menyadari jika guru matematika killer mereka sudah masuk ke dalam kelas. Ia masih sibuk membayangkan betapa tampannya senyum Sehun. Betapa keras debaran jantungnya saat ia menyadari Sehun tengah mengusilinya. Tidak jadi pacarnya juga tidak apa apa deh. Dapat perhatian segitu saja, mungkin Luhan bisa senyum-senyum sendiri minimal seminggu. Terus—
"Luhan. Daripada kamu bengong kayak orang gila. Mending kerjakan soal bapak di depan." Suara galak pak Yunho jadi alarm mengerikan buat Luhan.
Mampus.
"Makanya jangan mikirin Sehun terus." Baekhyun malah berbisik seperti itu saat Luhan gemetaran hendak maju ke depan. Sambil cekikikan lagi. Oh bagus. Sahabat yang baik sekali.
.
.
.
.
.
Lapangan sekolah penuh pagi ini. Pasalnya, ini hari Jumat. Hari yang mengkhususkan adanya senam bersama. Dan senam ini melibatkan seluruh kelas yang ada di SM Junior High School. Alias satu SMP pada ngumpul semua pagi ini.
Diawali dengan anggota osis yang membantu merapikan barisan murid-murid. Kemudian mengatur jarak dengan ala ala merentangkan tangan. Luhan memilih baris di barisan tengah, dan sebelahan langsung sama anak kelas 7A. Ingat kan kalau Luhan itu anak kelas 7B?
Sengaja sih. Sekalian agak lebih dekat gitu dengan si pujaan hati. Ehem.
"Hei, Luhan."
Luhan menoleh. Mendapati anak 7A yang terkenal berisik. Sebelas dua belas dengan Baekhyun, sahabatnya. Namanya Kyungsoo. Luhan mengangkat alis. Membuat gestur bertanya hanya melalui tatapan.
Yixing, si cewek mata bulat itu menyuruh Luhan mendekat. Luhan yang penasaran segera memasang telinga dan mendekat.
"Kamu tahu anak kelas aku yang namanya Sehun gak?"
Luhan mengernyitkan kening menatap Kyungsoo. Masih bingung dengan apa yang mau disampaikan si mata bulat ini. Namun ia akhirnya mengangguk juga walaupun pelan. "Iya, tahu. Kenapa Soo?"
Kyungsoo tersenyum misterius. Didekatkan mulutnya pada telinga Luhan.
"Sehun itu... suka sama kamu, loh."
Mata Luhan membulat sebulat mata Kyungsoo. Tapi sayang. Belum sempat Luhan bertanya lebih, musik senam sudah dimulai.
Oke. Save your curiousity, dear.
.
.
.
.
.
Sehun itu... suka sama kamu, loh.
Duh. Perkataan Kyungsoo tadi pagi seolah terngiang begitu saja seharian ini di telinga Luhan. Luhan tidak habis pikir. Apa alasannya?
Tadi pagi saat habis senam, seluruh murid diharuskan kembali ke kelas segera. Luhan tadinya mau tanya lebih pada Kyungsoo. Tapi gengsi ah. Cewek manis itu langsung gabung sama anak-anak 7A yang lain.
Apalagi ini masalah Sehun. Ugh.
Jadi, seharian ini, Luhan serasa punya energi lain. Apapun yang ia lakukan, selalu penuh dengan semangat membara. Seperti habis dapat asupan gizi berlebih. Cuma karena perkataan Kyungsoo tadi pagi. Seperti saat ini. Ketika ia berjalan ke kantin saat istirahat.
Sehun itu... suka sama kamu, loh.
Tuh, kan.
Keinget lagi. Muka Luhan memerah sekarang. Apa benar ya? Luhan pusing, Luhan pusing.
"Hayooo bengooong!" Baekhyun sahabatnya menepuk bahu Luhan dengan keras.
"Ck. Apaan sih?"
"Dih, sewot. Jalan itu jangan begong gitu. Ntar ketabrak Sehun loh." Goda Baekhyun.
Luhan memainkan bibirnya mengejek Baekhyun, "Yang ada malah kamu yang ketabrak si Chanyeol." Goda Luhan balik. Menyebut nama kecengan Baekhyun dari 7D. Dan meninggalkan begitu saja Baekhyun yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Woi Luhan! Aish."
Luhan tertawa-tawa. Membiarkan saja Baekhyun yang tergopoh-gopoh menyusulnya. Juga menulikan omelan Baekhyun yang super panjang itu. Namun indera penglihatannya menangkap si Kyungsoo ada di dalam kantin. Perempuan bermata bulat tapi cantik itu tampak sedang sibuk memilih menu yang akan ia makan.
Membiarkan Baekhyun yang sekarang juga sedang sibuk memilih menu, Luhan dengan semangat menyapa Kyungsoo.
"Kyungsoo!" Luhan memanggil Kyungsoo dengan berdiri di sampingnya. Memasang senyum super manis. Biasa. Senyum begitu kalau ada maunya.
"Eh, kamu Lu. Kantin juga?" Kata si Kyungsoo, yang membalas senyum manis Luhan.
"Iya." Luhan segera memilih asal makanan dan menyeret Kyungsoo di tempat yang strategis untuk duduk. Lalu mengkode Baekhyun untuk jangan mengganggunya sementara ini. "Kyung, kamu belum kelar loh jelasin yang soal tadi pagi."
"Emangnya apa yang mau dijelasin lagi. Udah jelas kan aku bilang kalo Sehun itu suka sama kamu?" Tanya Kyungsoo heran.
Dan Luhan memutar bola mata mendapati ucapan Kyungsoo. "Iya. Terus kalo misalnya aku bilang si Kris anak kelas aku suka sama kamu gimana?" Luhan dengan asal menyebut nama salah satu pangeran sekolah.
Bola mata super lebar Kyungsoo berbinar. Mendadak kehilangan fokus. "Eh, beneran Lu?!"
"Yeee. Kan aku bilang misalnya. Ga usah kehilangan fokus gitu deh. Balik ke topik awal."
"Iya iya. Aku ngerti maksud kamu. Kamu masih ragu gitu kalo aku yang bilang tiba-tiba gini?" Tebak Kyungsoo tepat sasaran.
Dan Luhan mengangguk pasti. Senyum sejuta watt masih betah bertengger di wajahnya.
Kyungsoo meminum sebentar minumannya, lalu menarik napas pelan. "Gini ya. Aku itu udah temenan sama dia dari SD. Yah, kenal banget lah sama dia. Kita itu juga tetanggaan walaupun agak jauh. Dan aku tau banget kapan dia itu suka sama orang."
Luhan deg-degan mendengar kata-kata Kyungsoo. "Emangnya gimana kalo dia suka sama orang?"
Diam sejenak. "Kamu ngerasa nggak kalo dia suka ngejahilin kamu?"
Luhan berpikir menerawang. Lalu mengangguk samar. "Iya sih."
"Itu salah satunya. Caranya mirip sama cara dia suka sama cewek dia dulu waktu SD."
"Siapa cewek itu?" Tanya Luhan langsung. Dia agak merasa cemburu sekarang.
"Kamu gak akan kenal. Dia temen SD kita dulu. Mereka juga putus gara-gara ketahuan Sehun kalo cewek itu cewek nakal." Kyungsoo menekankan kata terakhir untuk membuat Luhan paham maksudnya.
"Oh gitu." Luhan bersyukur dalam hati. Untung dia cewek baik-baik. "Terus, tanda lainnya apa kalo dia suka sama ora—"
"Ssst. Ada Sehun kesini." Putus Kyungsoo. "Tanda lainnya kamu cari sendiri ya." Bisiknya kemudian. Luhan mendadak gugup mendengar nama itu. Ia sengaja tidak menoleh pada Sehun dan pura-pura sibuk dengan makanannya.
"Luhan, Kyungsoo, Sehun ganteng gabung ya."
Kyungsoo hanya mengiyakan. Tapi Luhan, dia buru-buru pergi dan mengangkat nampan makanannya. "Aku kesana dulu ya, Kyung. Kasian Baekhyun sendirian. Sehun, aku pergi dulu." Tersenyum sekilas. Lalu, ngacir gitu aja.
Sehun yang melihat kepergian Luhan bertanya heran pada Kyungsoo. "Kenapa dia? Gak suka ya ada aku disini?"
Kyungsoo menggedikkan bahu sambil senyum misterius. "Entahlah. PMS mungkin." Lalu melanjutkan acara makannya dengan cuek.
"Anak tomboy gitu, bisa PMS juga ya." Sehun hanya terkekeh dan melanjutkan makannya, walaupun ada setitik rasa kecewa. Entah kenapa.
.
.
.
.
.
Setelah dari kantin. Luhan bergegas ganti pakaian olahraga. Maklum, hari jumat adalah hari khusus kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Setiap siswa diharuskan mengikuti dua kegiatan ekstrakurikuler. Dan Luhan memilih ekstrakurikuler paduan suara serta basket. Kompakan sama Baekhyun.
Jam pertama sudah mereka lalui dengan latihan vokal yang lumayan menguras pita suara. Dan selesai menguras tenggorokan, waktunya menguras keringat dengan ekskul basket.
Ternyata pertemuan kali ini dilalui dengan beberapa tes. Semacam tes untuk ketahanan fisik dan skill basket. Hasil yang paling memuaskan disabet Luhan. Dan yang agak mengejutkan, Baekhyun satu level di bawah Luhan.
Karena mereka masih kelas 7, yang terbaik dari mereka hanya diandalkan untuk menjadi tim bayangan. Satu tingkat di bawah tim inti basket sekolah. Tim inti dipegang oleh kelas 8, dan beberapa dari kelas 9. Sementara ketua tim basket inti di jabat oleh kak Kibum di pihak cewek, ketua basket inti cowok dipegang oleh kak Hangeng.
Terus saat penentuan ketua tim basket bayangan, Luhan sebagai ketua yang cewek. Sedangkan yang cowok dipegang oleh Kris, si tiang listrik jelmaan naga. Yang sepertinya jadi kecengan banyak cewek di kelas 7. Ganteng sih.
Luhan menghempaskan tubuhnya yang berkeringat di pinggir lapangan. Ekskul sudah selesai dari tadi, sudah ditutup tadi oleh pelatih. Disusul karibnya sehidup dan tidak semati, Baekhyun. "Kamu emang paling keren, Lu."
Luhan mendengus. Lalu meneguk air mineral yang dibawanya. "Kita yang hebat. Kamu kan satu tingkat di bawahku."
"Ah, gak usah ngerendah gitu deh. Kamu emang yang paling hebat, kok." Baekhyun dengan kurang ajar merebut air mineral yang dipegang Luhan. Untung Luhan sudah selesai minum. "Eh, tapi Chanyeol masuk tim bayangan juga. Hehe. Senengnyaaa."
"Seneng di kamu gak enak di aku."
Baekhyun mengerling pada Luhan. "Kenapa?"
Luhan memandang lesu seisi lapangan yang sudah kosong. Menopangkan dagu pada telapak tangannya. "Gak ada Sehun di basket. Dia malah milih sepakbola. Hueee. :'(. "
Mendengar itu, dengan ikhlas Baekhyun menoyor kepala sahabatnya gemas. "Sehuuuun melulu yang ada di otak kamu itu. Pernah gak sih, Luhan. Kamu itu mikirin betapa berartinya aku itu buat kamu?" Oceh Baekhyun dramatis. Dramatis banget.
"Ish. Kamu itu berarti banget buat aku. Tenang aja.."
"Beneran?"
"Iya. Kalo kamu mati, siapa coba yang cuci piring di rumah aku?"
"HEEEEH!"
Dan kali ini Baekhyun dengan senang hati menjambak rambut pendek Luhan.
Sahabat yang baik banget ya?
.
.
.
.
.
Luhan mendengus kesal. Tangannya di lipat di depan dada.
Hari ini dia pulang sendiri. Baekhyun sahabat karibnya yang sehidup tidak semati itu lagi beruntung. Chanyeol yang bawa sepeda dengan gantengnya ngajak Baekhyun pulang bareng.
Luhan bahagia aja sih, ada juga cowok yang mau deketin cewek tengil itu. Iya Luhan ikut senang, melihat betapa baekhyun menahan diri untuk tidak teriak heboh saat diajak pulang bareng sama Chanyeol. Tapi tapi tapi... Luhan jadi pulang sendirian kan? Iya kan?
Agak iri aja gitu. Di depannya ada gerombolan anak SM JHS lain yang pulang bareng. Di depannya lagi juga ada. Bertiga. Yang depannya lagi juga ada. Depannya lagi, depannya lagi. Duh. Kok banyak banget? Dan kenapa semuanya gak sendirian pulangnyaa?
Luhan mencoba nengok ke belakang. Mencoba mencari orang lain yang senasib dengannya. Jalan pulang sendirian.
Dan tebak apa yang Luhan lihat?
Ada Sehun! Jalan sendirian di belakangnya. Meski jaraknya agak jauh sih. Luhan berbalik dan berjalan lagi dengan senang. Ia bersenandung pelan sambil meneruskan langkahnya.
Tapi tunggu sebentar. Agaknya ada yang aneh deh. Sepertinya tadi... Sehun menatap fokus pada Luhan ya? Iya gak sih?
Ah, perasaanmu aja kali, Lu.
Dangan berdebar, Luhan menolehkan kepalanya lagi. Dan benar, Sehun masih menatap intens dirinya yang terus berjalan. Sehun juga tampaknya dengan santai terus melihat ke dalam mata Luhan. Meski tanpa ekspresi.
Luhan kembali membalikkan badannya, lalu berjalan lebih cepat lagi.
Luhan rasanya ingin teriak seperti saat Baekhyun diajak pulang bareng oleh Chanyeol tadi.
Ampun deh, mimpi apa gue semalem?
Ia serasa dapat surian runtuh hari ini. Tidak menyangka, keberuntungan akan datang bertubi-tubi. Membuatnya ingin melayang saja.
Luhan mencoba merinci apa saja yang terjadi hari ini. Pertama, Kyungsoo yang kasih tau ke dia kalau Sehun itu suka sama dia. Meski Luhan gak begitu percaya omongan si Kyungsoo. Karena sebenarnya Luhan gak mau kegeeran tanpa bukti yang lengkap. Jeez, kayak detektif aje, mbak.
Kedua, Sehun yang sengaja bergabung dengannya saat di kantin. Yang sukses membuat Luhan jadi grogi setengah mati. Pasalnya, saat Sehun datang, saat itu Luhan sedang membicarakan cowok ganteng itu sama Kyungsoo.
Terakhir, Sehun yang berjalan tepat di belakang Luhan. Sambil menatap intens Luhan lagi. Dan itu tidak sekali dua kali. Beberapa kali Luhan menengok pun, yang didapati adalah hal yang sama, Sehun yang selalu menatap lurus pada Luhan.
Sumpah Luhan ingin meleleh saat itu juga. Tapi karena tidak bisa, ya dia hanya bisa berjalan lurus ke rumahnya seperti biasa.
Mau tanya dengan Sehun? Malu.
Saat sudah mendekati rumahnya, Luhan tidak berusaha menengok lagi ke belakang. Kakinya sudah serasa tidak ada kekuatan untuk menapak, setiap kali matanya bertabrakan dengan tatapan tajam Sehun.
Dan saat nyaris mencapai pintu rumahnya, Luhan menengok untuk yang terakhir kali. Luhan rasanya ingin merosot saat itu juga. Sehun masih menatap lurus padanya. Dengan kaki yang terus melangkah. Melewati rumah Luhan begitu saja.
Dalam kesempatan terakhir hari ini, Luhan tidak memalingkan wajahnya. Melainkan terus membalas tatapan Sehun. Menikmati debaran di jantungnya yang bergemuruh sedari tadi. Dan sebelum Sehun memalingkan wajahnya karena jarak yang semakin jauh, Luhan mendapati sebuah senyum tipis terukir di wajah tampan lelaki itu.
Oke, Luhan harus berteriak sekarang.
Err, teriaknya di bantal aja sih. Biar gak berisik.
"AAAAAAAAA!"
.
.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
.
.
Saya ucapkan selamat buat kalian yang review positif di chap sebelumnya. Karena dengan review kalian, ff ga jelas ini belanjut.
Ga usah dipikirin Luhan yang moving out dari EXO. Biar si KYM dapet pelajaran dan pukulan telak. Luhan keluar, ff ini tetep jalan kok. Luhan yang disini tetep ada kok. Haha.
.
Gaje ya?
.
Udah deh, review aja. Gak usah galau galau terus. Ntar jelek loh.
Salam, Zame yang lagi pulang kampung.
