Author : Baek Lalla Chan EXOtics

Cast : Baekhyun (Yeoja), Chanyeol (Namja), Huang Zi Tao (Yeoja), Wu Yi Fan a.k.a Kris (Namja), and other cast

Genre : Romantic, friendship, school life

Length : Two shoot

Warning! : Genderswitch, ngaco, alur gak jelas, gak mutu, and tomcat #ralat# typo(s) yg pastinya bertebaran di mana-mana

Annyeong! ^^ Balik lagi bawa lanjutannya. Moga pada suka yah :D

.

.

This Genderswitch fanfict

.

.

If u hate the genre of this fict or the casts in this fict, please don't read ^^

.

.

Baek Lalla Chan Present

.

.

Between Love And Friendship

.

.

Happy read ^^

.

.

+-+-+-EXO-+-+-+

"Ya Tuhan, apa yang aku lihat ini? Ini mimpi kan?" gumam Tao seraya menutup mulutnya dengan salah satu tangannya. Matanya terasa begitu panas. Tanpa di sadari, cairan bening mengalir dari matanya dan membasahi pipinya. Ia langsung berlari meninggalkan ruangan itu seraya menangis.

Ia berlari dan terus berlari, tiba-tiba saja tanpa sengaja ia menabrak seorang namja yang berjalan berlainan arah dengan Tao. Tao langsung jatuh terduduk.

"Gwanchanayo?" tanya namja itu khawatir seraya membantu Tao berdiri.

"Gwanchana…" jawab Tao lirih. Saat ia akan pergi, namja itu segera menarik tangannya.

"Kau menangis? Apa yang ternyadi padamu?" tanya namja yang ternyata adalah Kris itu kaget.

"Gwanchana sunbae…tidak ada yang terjadi padaku." Jawab Tao lirih seraya masih menundukkan kepalanya. Kris menghela nafas. Dengan gugup dan dengan jantung yang berdetak kencang, ia merengkuh wajah Tao agar dapat dengan jelas menatap wajahnya. Tao masih sedikit sesegukan.

"Tao-ah…katakan padaku apa yang terjadi padamu?" tanya Kris lembut.

"Huweee…." Tiba-tiba Tao kembali terisak dan memeluk Kris. Kris sedikit kaget dengan perlakuan Tao.

"Sunbae…hiks…hiks…" ucap Tao lirih seraya memeluk erat Kris.

"Tao-ah, sudahlah jangan menangis…" Kris membelai lembut rambut panjang Tao, berusaha untuk menenangkannya. Tao terus menangis.

Kris merasa nyaman dengan keadaannya saat ini. Ingin sekali ia selalu seperti ini. Dapat memeluk Tao, menenangkannya, menjadi pelindung baginya. Tapi itu mungkin sangat mustahil menurutnya.

"Sunbae…" ucap Tao seraya melepaskan pelukannya.

"Hm?" Kris menatap wajah Tao yang sekarang sangat dekat dengan wajahnya.

"Gomawo…" ucapnya.

"Untuk apa?" tanya Kris bingung.

"Gomawosunbae sangat baik padaku…" lanjutnya. Wajah Kris sentak memerah. Jantungnya semakin memacu detakannya dengan sangat cepat. Ia tiba-tiba saja membeku.

"Kau kenapa sunbae?" tanya Tao yang menyadari keanehan pada wajah Kris.

"A-aniyagwanchana…" jawab Kris gelagapan. Tao pun membuat ekspresi wajah seakan-akan ia berkata –oh begitu-.

+-+-+-EXO-+-+-+

Keesokan harinya, Tao berjalan sendirian menuju sekolah. Ia tidak menunggu Baekhyun seperti biasa. Saat Tao memasuki gerbang sekolah, tiba-tiba seorang yeoja memanggilnya dari belakang. Yeoja itu berlari dengan nafas yang terengah-engah menuju Tao.

"Aish, kenapa…kau tidak menungguku…hah?" tanya Baekhyun dengan nafas yang terengah-engah.

"Memangnya perlu?" tanya Tao sinis kepada Baekhyun. Ia melanjutkan langkahnya meninggalkan Baekhyun yang kelelahan sendirian.

"Ya! Huang Zi Tao! Kau kenapa?" tanya Baekhyun seraya berusaha menyamai langkahnya itu dengan dongsaengnya.

"Harusnya aku yang bertanya begitu kepada oennie." Katanya seraya menghentikan langkahnya dan melipat kedua tangannya di dada. Ia menatap Baekhyun dengan sinis.

"Apa maksudmu Tao-ah? Aku tidak mengerti." Tanya Baekhyun.

"Tidak usah lagi berpura-pura! Aku sudah tau semuanya! Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri." Jawab Tao sinis. 'Deg', Baekhyun merasa Tao tau apa yang ia dan Chanyeol lakukan kemarin.

"Ma-maksudmu?" tanyanya takut-takut.

"Kau masih tidak tau? Kau sudah menusukku dari belakang! Apa itu yang di namakan sahabat? Kenapa oennie tega merusak persahabatan kita yang sudah terjalin selama tiga tahun ini? Kenapa oennie tega mengkhianatiku?" Tao tidak dapat lagi membendung air matanya. "Aku sudah mempercayaimu. Tapi kau menusukku dari belakang. Mengkhianatiku. Apa kau sebenarnya membenciku huh?"

"Tao-ah, aku bisa jelaskan…"

"Sudahlah! Aku muak mendengar semua kata-katamu itu. Mulai hari ini…persahabatan kita…persahabatan kita putus…" kata Tao dengan berat hati. Ia memejamkan matanya saat mengatakan itu.

"Tao-ah, andweyo! Andwe!" ucap Baekhyun seraya menangis. Tao hendak meninggalkannya tapi Baekhyun langsung menarik tangan Tao.

"Tao-ah, ku mohon, jangan lakukan ini!" Baekhyun terus menangis.

"Lepaskan!" Tao menghentakan tangannya keras sehingga Baekhyun melepaskan genggamannya. "Mulai hari ini, dan mulai detik ini juga. Aku tidak mengenalmu. Anggap saja oennie juga tidak pernah mengenalku." Kata Tao kemudian langsung pergi meninggalkan Baekhyun seorang diri. Baekhyun terus merutuki dirinya sendiri. Ia menyesal.

+-+-+-EXO-+-+-+

Pada saat jam istirahat, Tao sedang membaca buku di bawah pohon di taman sekolah. Tiba-tiba Baekhyun datang dan duduk 5 meter di samping Tao. Ia merasa sedikit canggung melihat Baekhyun yang duduk di sampingnya. Ia terus membaca bukunya dengan fokus. Tiba-tiba Baekhyun mulai bernyanyi.

'I sesang hanappunin my friend

Naui gippeun naui yeonghon

Guereon sojunghameur jikyeogolke

Haneure yeongwonhi maengsehae

Saranghae chinguya'

#lirik lagu Girls' Generation-My Best Friend#

Tao terkesiap mendengar lagu yang di nyanyikan oleh Baekhyun itu. Baekhyun menatap Tao lalu melanjutkan nyanyiannya.

'I sesang hanappunin my friend

Naui gippeun naui yeonghon

Guereon sojunghameur jikyeogalge

Haneure yeongwonhi maengsehae

Saranghae chinguya

Nae salmui seonmuri ya my friend

Naui boseog naui gijeok

Geureon gamsohameur jikyeogalge

Haneure tto hanbeon maengsehae

Saranghae chinguya'

Tao merasa panas mendengar lagu itu. Ingin sekali air matanya itu jatuh membasahi pipinya, tapi ia menahannya.

"Cukup! Tidak bisakah kau bernyanyi di tempat lain? Kau tidak lihat aku sedang belajar?" tanya Tao marah kepada Baekhyun. Tao langsung berdiri dan beranjak pergi. Melihat Tao pergi, Baekhyun langsung mengejarnya.

"Tao-ah, ku mohon dengar dulu penjelasanku. Aku tau aku salah. Aku- "

"Oh jadi sekarang oennie sadar? Kenapa baru sekarang? Kenapa setelah semuanya terjadi, oennie mencoba minta maaf dengan mudahnya?" Tao memutus ucapan Baekhyun dengan omelan. Ia langsung pergi meninggalkan Baekhyun yang berdiri terpaku sendiri.

"Saeng, kenapa kau tidak mau memaafkanku? Begitu sakitkah hatimu? Aish, dasar Baekhyun pabo! Tentu saja dia sakit hati! Perempuan mana yang tidak sakit hati jika lelaki yang dia sayang di rebut oleh wanita lain, apa lagi itu adalah sahabatnya! Dasar Baekhyun pabo!" Baekhyun mengutuk dirinya sendiri.

+-+-+-EXO-+-+-+

Pada malam harinya, Tao duduk di kasurnya. Ia mengingat semua masa indahnya bersama Baekhyun. Persahabatan yang mereka jalin selama kurang lebih 3 tahun itu membuat kenangan begitu banyak dan sulit untuk di lupakan. Tao mengingat pertama kali mereka berkenalan di toko buku. Waktu itu Tao sedang membeli novel dengan judul 'The Chronicles Of Narnia' #haduh, ini cerita fav Lalla ,#abaikan#, dan tanpa di sangka Baekhyun juga sedang membeli novel itu.

Setelah tau bahwa hobi mereka mirip, yaitu bernyanyi, nge-dance dan membaca, mereka menjadi sangat akrab. Apa lagi saat mereka mengetahui bahwa mereka satu sekolah, mereka semakin akrab karena bisa sering bertemu di sekolah. Mereka juga sering jalan-jalan bersama. Mereka sudah seperti saudara pada umumnya.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu dan Ny. Huang, oemma dari Tao langsung berjalan menuju pintu untuk membukanya.

"Eh, Baekhyun…" ucap Ny. Huang ramah menyambut Baekhyun.

"Annyeonghaseoyo ahjumma." Baekhyun membungkuk memberi salam. "Apa Tao-nya ada?" tanya Baekhyun kemudian.

"Ada. Dia sedang berada di kamarnya. Kau langsung masuk saja!" perintah Ny. Huang ramah.

"Ne ahjumma. Saya permisi dulu." Baekhyun melangkah pergi dari hadapan Ny. Huang dan langsung berjalan menuju kamar Tao di lantai atas. Ny. Huang tersenyum lembut.

"Tao-ah…" Baekhyun mengetuk pintu pelan. Tao sentak kaget mendengar suara Baekhyun yang sudah berada di balik pintu kamarnya.

"Tolong buka pintunya…" ucap Baekhyun.

"Mau apa oennie datang ke sini?" tanya Tao kasar tanpa membuka pintu.

"Aku mau minta maaf padamu. Aku ingin menjelaskan semuanya."

"Buat apa di jelaskan? Semuanya sudah jelas! Lebih baik sekarang oennie pulang saja!" usir Tao kasar.

"Saeng, tolong berikan aku kesempatan untuk menjelaskannya. Terserah kau mau terima atau tidak yang penting aku sudah menjelaskannya padamu." Baekhyun terus mendesak Tao. Merasa tergerak hatinya, Tao pun membuka pintu kamarnya. Ia menatap Baekhyun dengan tatapan sinis kemudian kembali duduk di kasurnya tanpa mempersilahkan Baekhyun masuk.

Dengan ragu-ragu akhirnya Baekhyun melangkahkan kakinya masuk. Ia duduk di kursi meja belajar Tao.

"Mau menjelaskan apa?" tanya Tao kemudian seraya memeluk Panpan, boneka panda berukuran besar kesayangannya.

"Uhm…sebelumnya aku mau minta maaf…" ucap Baekhyun seraya menunduk. Tao mengerutkan dahinya.

"Kau tau kan aku ini perempuan…"

"Memangnya kapan aku pernah memanggil oennie laki-laki?" Tao mengerutkan dahinya tanpa ekspresi.

"Bukan begitu maksudku. Uhm, aku harap kau bisa mengerti. Aku juga ingin merasakan yang namanya cinta. Tapi…" ucapan Baekhyun terputus. Ia menggigit bibir bawahnya, ragu untuk mengatakannya.

"Tapi apa?" tanya Tao tak sabar.

"Aku…aku tidak tau kenapa aku harus menyukai lelaki itu. Entah mengapa aku menjadi egois saat itu…" air mata Baekhyun mulai mengalir membasahi pipinya.

"Aku lebih mementingkan diriku sendiri. Aku dengan mudahnya melupakanmu waktu itu. Aku menyadari diriku ini jahat, menusukmu dari belakang. Mengorbankan persahabatan kita demi seorang lelaki yang belum tentu lebih baik dari pada dirimu. Aku…aku…aku menyesal Tao. Aku tidak bisa menahan perasaanku. Mianhaeyo…" ucap Baekhyun masih terus menangis. Ia menundukkan kepalanya saat meminta maaf.

Tanpa di sadari, Tao berjalan perlahan menuju Baekhyun yang terduduk di bangku meja belajarnya dan langsung memeluknya.

"Mianhaeyo oennie…" ucap Tao lirih seraya menitikkan air mata penyesalannya. Ia merasa ia juga bersalah karena memutuskan persahabatan mereka hanya karena masalah lelaki. Ia merasa dirinya juga egois, lebih mementingkan perasaan diri sendiri dari pada perasaan Baekhyun.

"Tao-ah…" Baekhyun langsung berdiri dan membalas pelukan Tao. Mereka berdua berpelukan sambil menangis. Mereka berdua merasa sangat menyesal.

+-+-+-EXO-+-+-+

Keesokan harinya pada saat jam istirahat, terlihat Tao dan Baekhyun sedang berjalan berdua seraya bergandengan tangan. Mereka terlihat lebih akrab dari sebelumnya. Tawa ceria menyelingi obrolan mereka. Tiba-tiba grup Chanyeol Cs berhenti di hadapan mereka. Baekhyun dan Tao sentak menghentikan langkah gembira mereka.

"Baekhyun-ah…" ucap Chanyeol seraya tersenyum manis. Ada sedikit perasaan cemburu dalam hati Tao, tapi ia segera membuangnya jauh-jauh.

"Lebih baik kita pergi." Bisik Baekhyun kepada Tao. Ia segera menarik lengan Tao untuk mengajaknya pergi. Tapi Tao malah menahan tangan Baekhyun.

"Oennie, tidak baik meninggalkan orang yang ingin menyampaikan sesuatu kepada kita." Tahan Tao. Baekhyun melongo mendengar ucapan Tao.

"Sejak kapan ia menjadi sebijak ini?" pikirnya.

"Pergilah bersama Chanyeol sunbae…" katanya. Wajah Chanyeol menjadi senang sementara Baekhyun hanya melongo bingung.

"Kajja!" Chanyeol langsung menarik lengan Baekhyun menuju suatu tempat. Baekhyun hanya menurut.

Setelah Chanyeol dan Baekhyun pergi, Tao merasa sedikit sedih. Kris berjalan mendekati Tao.

"Gwanchana?" bisiknya tepat di telinga Tao.

"Eh…uhm sunbae…" Tao sedikit kaget dan segera menoleh.

"Kau jangan sedih begitu chagi…" ucap Jong In seraya mendekat manja ke arah Tao.

"Ya! Kau ini apa-apaan sih? Tao itu tidak sudi berdekatan denganmu! Dia hanya mau berdekatan denganku." Kata Sehun PD seraya menarik lengan Jong In agar jauh-jauh dari Tao dan dia bisa leluasa mendekati Tao. Tao dan Kris hanya terkikik melihat tingkah Jong In dan Sehun yang sangat kekanak-kanakkan.

Tiba-tiba dua orang gadis cantik melewati mereka, 2 gadis itu adalah Luhan dan Kyungsoo, mereka berdua adalah murid kelas 2-5. Sehun dan Jong In segera menghentikan pertengkaran mereka dan langsung menatap ke arah punggung kedua gadis itu.

"Jong In, sebagai orang yang baik, aku akan mengalah untukmu. Kau ambillah Tao, aku tidak apa-apa." Kata Sehun kemudian pergi membuntuti kedua gadis tadi. Jong In yang di tinggal menjadi bingung.

"Ya! Tunggu aku!" ia akhirnya mengikuti Sehun yang membuntuti kedua gadis tadi. Kris dan Tao hanya tertawa melihat mereka. Tiba-tiba mereka menghentikan tawa mereka dan saling bertatapan.

"Waeyo sunbae?" tanya Tao malu.

"Anni…" jawab Kris seraya tertawa. Ia kembali menatap Tao.

"Oo waeyo?" tanya Tao ikut tertawa.

"Kajja!" ajak Kris tiba-tiba seraya menarik lengan Tao.

"Mau kemana sunbae?" tanya Tao bingung.

"Sudah ikut saja!"

+-+-+-EXO-+-+-+

Sementara itu di taman sekolah, terlihat Chanyeol dan Baekhyun sedang duduk berdua. Mereka duduk berdekatan. Tiba-tiba Chanyeol mengenggam tangan Baekhyun. Baekhyun sentak menjadi kaget.

"Baekhyun-ah…" ucapnya lembut. Baekhyun menatapnya, menunggunya melanjutkan ucapannya.

"Saranghaeyo…" bisiknya lembut tepat di telinga Baekhyun. Sentak wajah Baekhyun memerah. Ia menatap mata Chanyeol, berusaha melihat kebohongan di mata namja itu. Tapi ia tidak menemukan sedikit pun kebohongan dalam mata namja jangkung itu.

"Kau kira aku berbohong?" tanya Chanyeol seakan bisa membaca pikiran Baekhyun. "Aku sama sekali tidak berbohong. Aku benar-benar menyukaimu." Lanjutnya seraya tertawa. Baekhyun masih terdiam.

"Apa kau mau menjadi kekasihku Baekhyun?" tanya Chanyeol lagi. Baekhyun terlihat berpikir. Dan beberapa saat kemudian ia mengagguk dengan senyum yang merekah di wajahnya.

"Gomawo Baekhyun-ah." Chanyeol langsung memeluk Baekhyun dan mengecup keningnya lembut. Baekhyun menjadi kaget dengan perlakuan Chanyeol, tapi dia merasa senang.

+-+-+-EXO-+-+-+

Di waktu yang sama di atas atap gedung sekolah, Kris dan Tao sedang berdiri di balkonnya berdua. Kris merasa sangat senang bisa berdiri di samping Tao dengan jarak yang dekat. Ingin sekali ia mengutarakan isi hatinya kepada gadis di sampingnya kini. Tapi dia takut jika saja Tao menolaknya.

Tao menatap Kris seraya tersenyum. Menyadari dirinya di tatap oleh Tao, Kris pun menatap balik ke arah Tao.

"Waeyo?" tanya Kris bingung.

"Anniya…" Tao melepaskan pandangannya dari wajah Kris dan kembali menatap lingkungan sekolah dari atas atap gedung itu.

Kris merasakan jantungnya berdetak sangat cepat. Ia memberanikan diri untuk menggenggam tangan Tao yang berada tepat di samping tangannya. Dengan perlahan ia mulai menggenggam tangan gadis itu. Tao menjadi kaget dan langsung menatap Kris.

"Sunbae…" ucap Tao pelan.

"Tao-ah…" Kris menghadapkan tubuhnya ke arah Tao. "Mungkin aku mengenalmu baru kemarin. Tapi saat aku melihatmu pertama kali, aku merasakan sesuatu yang aneh dalam hatiku. Saat itulah aku merasa aku…aku sudah mulai menyukaimu, aku mulai mencintaimu. Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Aku tidak memaksamu untuk memilihku, aku hanya…aku hanya ingin mengutarakan perasaanku saja. Aku…aku merasa lega sekarang." Jelasnya.

Tao terdiam, ia tidak bisa mengatakan apa-apa. Ia sangat terkejut mendengar pengakuan Kris.

"Aku tau. Kau mungkin akan menolakku." Ucap Kris seraya mengangguk.

Cup

Tanpa di sadarinya, tiba-tiba Tao mengecup lembut pipinya sekilas. Ia sentak kaget.

"Siapa bilang aku akan menolakmu?" tanya Tao.

"Tao-ah…" ucap Kris senang. "Gomawo…" ia langsung menarik Tao ke dalam pelukannya.

"Ne sunbae…" balasnya seraya tersenyum senang.

"Kenapa kau masih memanggilku sunbae?" tanya Kris seraya melepaskan pelukannya.

"Eh, mianhaeyo oppa…" wajahnya memerah.

"Aigoo, kenapa kau begitu manis eoh?" tanya Kris heran kepada yeoja chingu-nya. Wajah Tao semakin memerah.

"Itu membuatku menjadi sangat ingin menciummu." Ucapnya menggoda.

"Ya! Oppa! Dasar pervert!" Tao sedikit malu dengan ucapan Kris barusan. Kris hanya terkikik. Kemudian ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Tao. Tao terkesiap. Saat wajah Kris hanya berjarak 15 centi dari wajahnya, ia segera menutup matanya perlahan.

"Ternyata kau juga ingin ku cium ya?!" goda Kris. Tao sentak membuka matanya.

"Ya! Oppa! Kenapa kau suka sekali menggodaku?" tanya Tao kesal. Tiba-tiba Kris mulai tertawa terbahak-bahak.

+-+-+-EXO-+-+-+

"Oppa…" ucap Baekhyun kepada namja chingu-nya yang tengah memeluknya.

"Hm?" Chanyeol pun menatap Baekhyun.

"Aku ingin memberitahu sesuatu kepadamu."

"Apa?"

"Sebenarnya coklat dan bunga itu bukan pemberian dariku, tapi itu adalah pemberian dari sahabatku…Huang Zi Tao."

"Benarkah?" Chanyeol menjadi kaget.

"Apakah…hal ini akan mengubah keputusanmu untuk memilihku?" tanya Baekhyun takut-takut.

"Tidak, tentu saja tidak. Karena aku sebenarnya menyukaimu sejak lama, hanya saja aku takut mengutarakannya padamu. Aku hanya diam dan bersifat dingin padamu. Tao…dia hanya ku anggap sebagai adik kelasku saja." Jelas Chanyeol.

"Benarkah?" tanya Baekhyun dengan wajah berseri-seri. Chanyeol pun megangguk mantap kemudian kembali mengecup lembut kening Baekhyun.

"Omo oppa!" pekik Baekhyun tiba-tiba.

"Waeyo?" tanya Chanyeol kaget.

"Aish, kenapa aku menjadi se egois ini? Sahabat macam apa aku ini? Kenapa aku tidak memikirkan Tao sama sekali?" rutuk Baekhyun.

"Kalau begitu ayo kita cari dia! Aku juga mau minta maaf kepadanya." Ajak Chanyeol. Baekhyun pun mengangguk.

"Tapi kita harus mencarinya kemana?" tanya Chanyeol kemudian.

"Kemana ya?" gumam Baekhyun bingung. "Aha! Ke atas atap gedung sekolah. Dia biasanya ada di sana." Kata Baekhyun kemudian.

"Kalau begitu ayo!" mereka berdua beranjak dari taman dan langsung menuju atap gedung sekolah.

Sesampainya di sana, mereka melihat Tao dan Kris sedang berdiri berdua di balkon seraya bergandengan tangan. Terlihat beberapa kali mereka tertawa bersama saat sedang mengobrol.

"Omo oppa! Apa mereka sudah berpacaran?" bisik Baekhyun.

"Molla. Mungkin saja." Jawab Chanyeol seraya berbisik juga. "Tapi bukannya Tao itu hanya menyukaiku?" Chanyeol mulai menggoda Baekhyun.

"Ya! Dasar laki-laki playboy!" Baekhyun mendaratkan pukulannya ke punggung Chanyeol.

"Aw! Chagiya sakit!" keluh Chanyeol setengah berbisik.

"Rasakan!"

Tanpa sengaja Tao menoleh ke belakang dan melihat Chanyeol dan juga Baekhyun ada tidak jauh di belakang mereka.

"Eh, sunbaeoennie…" ucapnya seraya tersenyum. Kris yang mendengar Tao berucap langsung membalikkan badannya.

"Eh Tao…" balas Baekhyun seraya tersenyum gaje.

"Apa yang kalian lakukan di situ?" tanya Kris.

"Kami mau mengintip kalian pacaran!" jawab Chanyeol asal.

"Dasar penguntit!" seru Kris dan Tao berbarengan.

"Eh bukan! Kami tidak ingin mengintip kalian!" kali ini Baekhyun yang berbicara. "Oppa kau ini bicara apa sih?!" Baekhyun mengomeli Chanyeol.

"Chagiya, jangan marah begitu padaku." Ucap Chanyeol manja.

"Chagiya? Apakah kalian sudah berpacaran?" tanya Tao kaget.

"Mimianhae Tao-ah…" ucap Baekhyun bersalah.

"Gwanchana oennie." Ucap Tao bijaksana.

"Lagi pula Tao sudah menjadi milikku." Kata Kris seraya memeluk Tao.

"Eh kalian sudah pacaran ya?" tanya Chanyeol. Kris dan Tao pun mengangguk bahagia.

"Benarkah?" tanya Baekhyun tidak percaya.

"Tentu saja oennie. Memangnya kapan aku pernah berbohong?" sahut Tao masih dalam pelukan Kris.

"Wah, chagi aku juga ingin memelukmu." Chanyeol langsung memeluk Baekhyun.

"Ya oppa! Kau apa-apaan?" tanya Baekhyun malu seraya berusaha melepaskan pelukannya. Tapi Chanyeol malah memeluknya makin erat. Kris dan Tao hanya tertawa melihat tingkah mereka.

+-+-+-END-+-+-+

Fiuh #ngelap keringet#R : keringet lu bau acem thor# Akhirnya selesai juga ff gaje Lalla yang satu ini. Maaf kalo emang ini ff sangat sangat gaje. Maklumlah, Lalla masih butuh banyak belajar…

Balasan Review :

Kim Jae So Zhang Jae So : Keren ya? Wkwkwk gomawo XD. Ini udh di lanjut. Baca yah?

is0live89 : Iya yah, emang sulit utk memilih sahabat or pacar… Di sini udh ada jawabannya chingu… Gomawo… :D

creepyJIRA : Huhuhu tidaklah… #nangis gaje# gak ada couple TaoKai, Lalla gak suka crack couple… Tao tetep sama si Duizhang Kris :D

Jin Ki Tao : Wkwkwk Lalla juga ngakak pas bikin adegan itu. Hah? Tukang ya? Kirain tukang ojek? #innocent# Di sini semuanya udh terungkap chingu… gomawo :D

GyuniKai7 : Uwa… Chingu pernah senasip ama Tao? #meluk chingu# Ini si Kris udah bikin Tao bahagia… Gomawo chingu :)

kimhyunshi : Wkwkwk chingu ada2 aja. Masa Tao di suruh jodoh ama fan? Nanti di gorok Kris loh… #nakut-nakutin# Makasih udh review ne… . ?docid=29820008

Fishy Panda : Ini di lanjut… Udh dramatis blm menurut chingu? Kalo menurut Lalla sih belum T-T

SooIn : Ne ini udh di lanjut… Baca lagi ya…

Super Girl : Huwaaa! Oemma! Ternyata salah! T^T. Itu udh Lalla ganti sama Chagi, bukan Changi lagi. Gomawo chingu atas pemberitahuannya :D

HungryBirds : Hahaha, ini udah di lanjut… Happy ending pula… Gomawo :D

Im Jinah : Hehe, emang Tao ama Kris, Baek ama Yeol kok… Kyungsoo sama Luhan ya? Uhm, udh ketemu kan jawabannya chingu? Hehe… Gomawo udh review :)

Yooooona : Hahaha, iya ini BaekYeol KrisTao kok... :)

Jeongmal gomawo atas sumbangan(?) review dr chingu semua #bow# Yang review Lalla do'ain moga sukses ya :D