MY Yeon present ...

Sequelnya (?)

jangan di plagiat ya, cuma karya abal ko hihi

member BTS milik diri mereka sendiri, MY Yeon hanya memiliki hatinya *eh cerita ini maksudnya

WARNING : TYPO(S) (males edit wkwkw)


"Tawaran tidur bersama? Lagi?" sudut bibir Taehyung terangkat, membentuk senyum jahil yang ia tujukan pada kekasihnya. Jungkook dengan segera menjauhkan ponselnya dari pandangan Taehyung, meski percuma saja sebab Taehyung baru saja selesai membaca pesan yang Jungkook terima.

Jungkook menggerutu. Ini karena adegan bercintanya dengan Taehyung di drama pertamanya. Karena ia melakukannya dengan sangat alami, banyak menuai decak kagum setiap orang yang menyaksikan dramanya, ia jadi mendapat banyak tawaran film semi bahkan tawaran main di film porno yang sungguhan beradegan intim. Tentu saja Jungkook menolak, mendengar tawarannya saja Jungkook sudah merinding. Tetapi tidak berhenti sampai di situ, Jungkook malah banyak mendapat tawaran tidur dari ahjussi pedofil. Sialan.

"Dan kali ini dari produser film ternama, huh, sepertinya posisiku akan segera tergantikan oleh kekasihku sendiri, ah hatikuu.. Rasanya.." Taehyung berakting, memegang sebelah dadanya berekspresi seakan di sana sungguhan timbul rasa sakit.

Jungkook melotot. "Jangan katakan jika dulu kau sering mendapat pesan seperti ini"

Taehyung meringis, kemudian mengangkat dua jarinya membentuk v sign. Mengiyakan tanpa kata.

Wajah Jungkook memerah. Urat lehernya muncul meski samar. Jemarinya terkepal, dengan keseluruhan tubuh yang menegang. Tatapannya seketika menajam, dinaungi alis yang menukik.

Taehyung yang melihatnya tentu saja kelabakan. Meraih lengan Jungkook dan terkejut setelahnya ketika menyadari otot di sana lebih keras dari biasanya.

"yah, tenang Kookie, yang terpenting aku tidak menerima tawaran mereka, kan?" jurus andalan Taehyung, berucap lembut dan memanggil kekasihnya dengan panggilan kekanakkan -menurut Taehyung- dirasa akan menurunkan emosi Jungkook yang meluap.

"apa aku bisa mempercayai ucapanmu?" mata Jungkook menyipit, menatap Taehyung penuh intimidasi.

"tentu. Apa kau pikir aku akan membutuhkan mereka? Ketika kekasihku saja begitu panas di ranjang"

Jungkook menghela napas. Ucapan Taehyung memang membuat emosinya turun, tapi justru menaikkan sesuatu yang lain.

Gairahnya.

Jungkook menggeser pantatnya lebih mendekati Taehyung. Mencondongkan tubuhnya menaungi hingga Taehyung hampir berbaring di atas karpet tempat mereka duduk.

Layar TV di hadapan mereka tiba-tiba saja meredup, seakan mendukung segalanya terjadi. Taehyung merutuki film itu dalam hati. Lain kali, di saat seperti ini, Taehyung tak akan memutar film horor, dan ingatkan dirinya untuk menghilangkan kebiasaannya mematikan lampu -agar terlihat seperti bioskop- saat menonton film.

Manik Jungkook bergerak kecil. Menatapi sepasang mata indah itu bergantian, kemudian melirik sekilas bibir Taehyung yang selalu menggodanya. Jungkook memuja. Bagaimana wajah Taehyung tetap terlihat mempesona meski di ruang yang minim cahaya. Perpaduan antara tampan dan cantik melekat sempurna pada wajah porselen miliknya.

"benarkah aku panas di ranjang? Bagaimana jika kau meralat ucapanmu"

- MY Yeon -

Taehyung memekik. Ketika tiba-tiba saja lengan kekar Jungkook melingkari tubuhnya dan mengangkatnya kemudian melangkah terburu-buru menaiki tangga.

Taehyung sudah bisa menebak jika Jungkook akan membawanya ke kamar utama lalu melakukan hal yang akan membuatnya mendesah di ranjang empuknya.

Tapi sepertinya tebakan Taehyung sedikit melenceng manakala Jungkook membawanya melewati ranjang untuk kemudian menuju balkon yang terhubung langsung dengan kamarnya.

Oh, ini tak akan berakhir baik.

Taehyung punya firasat buruk, maka dari itu dirinya yang sedari tadi bersikap pasrah mulai memberontak, berusaha lari dari cengkraman sang kelinci. Ia menepuk dada Jungkook bahkan hingga mencubit dua tonjolan di sana.

Salah besar. Alih-alih kesakitan, Jungkook justru mengerang penuh nikmat.

"kau nakal, sayang,"

Setelah menurunkan Taehyung di lantai, Jungkook segera saja merebahkannya, melahap penuh napsu mulut yang baru saja memekik terkejut akan dinginnya keramik yang seperti menembus kausnya.

"hmmptt Junghh.." Taehyung menggeliat, berusaha merubah posisi keduanya, tanpa berniat menghentikan Jungkook tentu saja. Ciuman Jungkook terlalu menggoda, selalu membawanya terbang mengangkasa, meninggalkan segala kepenatan yang menderanya.

Tapi ini terlalu dingin, sial.

"Jungkook!" Taehyung berteriak dalam bisikannya ketika Jungkook melepaskan pagutan untuk sekedar mengambil napas. Setelahnya, Taehyung segera saja menempatkan telapak tangannya menutupi bibir, tahu betul jika dalam keadaan seperti ini kecil kemungkinan Jungkook akan mendengarkannya. Jungkook lebih memilih menelan semua ucapannya ketimbang mendengarkan.

"ini dingin, kita lakukan di dalam saja ya?"

"tidak"

Taehyung memang menutupi mulutnya sendiri, tapi Jungkook tak kehabisan akal. Ia menyerang sisi kepala Taehyung, menempelkan bibirnya dengan sengaja di dekat telinganya, menghembuskan napasnya di sana.

"ahh ssh"

Jungkook menyeringai. Telinga adalah bagian tubuh Taehyung yang paling sensitif setelah kejantanan dan lubangnya tentu saja. Dan Jungkook hanya perlu memainkan bibirnya di sana untuk membuat Taehyung menyerah di bawah kuasanya.

"kita di luar sayang, rumah kita di komplek, ingat? jangan bangunkan tetangga dengan desahan seksimu itu, pelankan, hanya aku yang boleh mendengarnya," bisik Jungkook menggoda. Taehyung mendesis, menggigit bibirnya kuat-kuat ketika dirasa jemari Jungkook menjalari celana piyamanya. Dengan mudah menemukan gundukannya yang mulai membesar.

"sial Jungkook!" Taehyung menggeram jengkel. Jungkook sama sekali tak memuaskannya. Kekasihnya itu justru hanya menyentuh miliknya yang masih terbungkus celana dengan jari telunjuknya.

Jungkook terkekeh. Menatap puas raut wajah tersiksa yang ditunjukan Taehyung.

"kita perlu membuka bajumu untuk memuaskanmu Tae, yah kau tahu, lubangmu tak akan berlubang jika kau masih menutupinya dengan dua lapis kain, jadi, bagaimana sayang?" Jungkook bertanya seraya berulang kali mengecupi wajah Taehyung yang mulai berkeringat.

"lakukan saja brengsek. Kau banyak tanya"


wahahaha berapa lama saya tidak nongol di mari? hehe

uh maaf, saya punya tanggung jawab blog ff juga diluar sana, dan memang kemarin2 saya sibuk parah, dan baru kali ini menyempatkan mampir, ehem

sampai menelantarkan message dan V for V, huhu sungguh saya tidak bermaksud T.T lagi saya kerjain ko, tapi ga kelar-kelar gegara perhatianku terbagi T.T

ahsudahlah, intinya, selamat menikmati ^^

terima kasih buat yang menyempatkan review~ saya cinta kalian semuahhh (titik dua bintang) *readers muntah jamaah