"Kris? Seru Yongguk gembira saat membuka pintu

Kris tersenyum "anyeong Yongguk – ah" sapa Kris santai seakan tak terjadi apa – apa. Senyum lebar terpasang di wajah Yongguk yang langsung mendekap Kris erat seakan takut kehilangan. Kris tersenyum lembut penuh arti.

"kau tau aku sangat ketakutan chagiya"

"mianhae"

Yongguk melepaskan pelukannya dan menatap mata Kris tajam. Entah siapa yang memulai, mereka telah terlibat ciuman panas.

BANGxKRIS fanfiction

DON'T LIKE DON'T READ AND DON'T BASH!

KRIS!UKE, bagi yang gak suka dengan fakta itu harap gak usah komentar yang gak perlu. Bukankah selalu itu yang dituliskan para author dalam cerita meraka? Jadi hargai kebebasan penulisan author, arrachi?

" Kris…" panggilan dengan suara serak itu kontan saja membuat Kris membuka matanya. Tatapan penuh cinta juga kekhawatiran sang kekasih membuatnya tersenyum lembut.

"aku milikmu Yongguk – ah" balas Kris yakin. Yongguk menatap mata Kris lekat dan perlahan kembali mengeliminasi jarak di antara mereka.

" hentikan aku kalau kau memang mau berhenti sekarang chagiya. Karena aku takkan menahan diri lagi" suara lembut nan menggairahkan itu berbisik di telinga Kris. Pemuda itu mendesah dan menggeleng. Jantungnya berdetak kencang namun terasa menyenangkan.

" aku mencintaimu. Aku milikmu. Perlakukan aku dengan baik… Chagiya" jawab Kris sembari mengecup singkat pelipis kekasihnya.

Yongguk tersenyum, dia bangkit da mengunci pintu ruangan VVIP itu. Well, meskipun tempatnya tidak romantis kalau memang belahan hatinya menginginkan itu, dia bisa apa? Hanya melakukan yang terbaiklah yang bisa dia lakukan. Yongguk menatap Kris dengan pandangan yang berbeda. Gairah dan kabut nafsu, namun diselimuti oleh cinta yang tulus tanpa kebohongan untuk Kris seorang.

Kedua tangan Yongguk bergerak membuka baju rumah sakit Kris. Tangannya dengan hati – hati membelai lengan telanjang kekasihnya itu dan berhenti di bahu Kris. "indah… kau sangat menawan Chagiya"

Yongguk memiringkan kepalanya dan menyatukan bibir mereka dalam ciuman dalam, memperbesar api gairah di antara mereka. Dengan lembut, lidah Yongguk menyusuri garis bibir Kris dan mendesak lebih dalam, menjelajahi rongga hangat itu. Memperdalam ciuman mereka sampai rasa panas mengalir di tubuh Kris. Sensasi menyenangkan yang belum pernah dirasakan oleh mereka berdua.

Lidah Kris saling membelit dengan lidah Yongguk, sementara tangan Yongguk bergerilya turun. Menyentuh dua titik sensitive di dada Kris yang telah mengeras. Lenguhan kenikmatan yang teredam mebuat Yongguk semakin gencar meremas titik itu. Sesekali Yongguk mencubitnya gemas.

" kau luar biasa Chagiya" lirih Yongguk di telinga Kris. Dengan sensual dijilatnya telinga itu, membuat pemuda yang terbaring pasrah dibawahnya merinding. Merasakan fraksi aneh namun menjadi candu.

Kris menyandarkan dahinya ke dada kokoh Yongguk. Mendadak ia kehilangan pegangan dan akal sehatnya. Hati dan pikirannya telah penuh oleh pemuda yang entah sejak kapan telah menelanjanginya itu. Kris tersentak lalu menatap Yongguk tajam.

Yongguk menaikkan sebelah alisnya. "waeyo?"

"kau hhh curang" lirih Kris. Tentu saja memprotes pakaian yang masih melekat di tubuh tegap kekasihnya itu. Senyum menggoda tercipta di bibir Kris. Dia memajukan tubuhnya.

"wanna help me, baby?" bisik Yongguk menggoda. Dia menjauhkan kembali wajahnya untuk melihat ekspresi manis Kris. Yongguk menuntun tangan Kris menuju kemejanya.

Gulp, Kris meneguk salivanya. Jantungnya kembali berdegup saat jemari lentiknya mulai membuka kemeja Yongguk secara perlahan menampilkan dada bidang dan otot – otot yang terbentuk sempurna. Mata Kris mengikuti garis gelap yang bergerak ke perut Yongguk yang berbentuk.

Kris kembali meneguk salivanya. Bibirnya mendadak terasa kering " wae Chagi? Kau belum selesai membantuku" suara lembut itu membuat Kris semakin bergetar kemudian seulas senyum misterius tiba – tiba terukir di wajah Kris. Dengan tampang polos, dia menyentuh tubuh dihadapannya dengan gerakan sensual. Mengelusnya secara perlahan dan menggoda membuat Yongguk mengatupkan bibirnya menahan erangan.

Mata Kris melirik ke bawah. Sedikit gugup tangan itu melepas celana panjang Yongguk dan matanya membola mendapati sesuatu yang telah berdiri tegak disana. Dengan geraman, Yongguk melepaskan sisa pakaiannya dan menatap mata coklat Kris yang melihatnya tanpa kedip.

Yongguk tersenyum tipis mendapati tubuh Kris yang bergetar. "kau gemetar chagi" pemuda itu menangkup pipi Kris yang tersenyum lemah.

"a…aku tidak tau. Ini yang pertama untukku"

Ekspresi Yongguk mendadak serius "aku sudah bilang kan? Apa kau mau menghentikannya?" Kris ragu namun menggeleng "aku tidak mau. Aku menginginkanmu…chagiya"

Yongguk tersenyum dan kembali mendorong lembut tubuh Kris. Nafasnya sedikit terengah menikmati santapan di bawahnya. Pipi Kris serasa terbakar kala mendapati tatapan lapar Yongguk yang semakin turun ke bawahnya.

Yongguk memiringkan kepalanya. Lidahnya menyusuri leher Kris mengukir tanda kepemilikan yang mungkin takkan hilang beberapa hari ke depan. Kemudian turun dan mengecup titik sensitive di dada Kris dengan begitu ahli. Rasa panas seutuhnya menguasai tubuh telanjang Kris. Ia mendekatkan diri diri ke tubuh Yongguk tanpa sadar meminta lebih. Yongguk yang mengerti maksud Kris beralih ke nipple yanglain. Mengulum titik sensitive itu sementara tangannya tak henti meremas gemas nipple terus menciuminya sampai bibir mereka kembali bertemu. Tangannya tetap menggoda Kris dengan sangat lembut dan perlahan.

"yongguk – ah…jebal…" Kris tak tau apa yang sebenarnya dia mohonkan tapi Yongguk mengerti. Bibir Yongguk kembali turun menyusuri seluruh lekuk tubuh Kris. Meninggalkan jejak yang sangat jelas di setiap tempat yang dilewatinya sebagai bukti kepemilikan. Kini seluruh tubuh Kris mengkilat, tak hanya karena saliva Yongguk dengan bekas kemerahan di setiap tempat, juga karena keringat yang membasahinya. Apalagi lampu ruangan yang bersinar cukup terang.

Kris mengerang nikmat saat merasakan mulut Yongguk memanjakan pusakanya bersamaan dengan jari – jari besar yang perlahan menerobos single holenya. Semakin cepat dan beraturan sampai akhirnya Kris berteriak menyuarakan kenikmatannya, menahan sensai dari rasa abstrak di seluruh tubuhnya.

Yongguk melepaskan kejantanan Kris lalu mencium kening dan bibir Kris. Menunggu sampai sang kekasih tenang dan mengatur pernafasannya dengan teratur. Kris membuka matanya dan memperhatikan Yongguk yang menatap sayang padanya.

Kris tersenyum jahil, tangan lentiknya bergerak ke bawah dan tanpa aba – aba menggenggam kejantanan Yongguk dan mengocoknya perlahan. Mata Yongguk membola, seringai mesum tercipta "hm… sudah mulai nakal rupanya Little dragon"

Kris mengerang tertahan saat Yongguk memasukkan jari tengahnya ke single holenya "sakit?" Kris menggeleng " rasanya hanya sedikit aneh" gumamnya. Tangan Yongguk memanjakan kejantanan Kris, sementara dia mulai menambahkan 2 jarinya lagi. jari – jarinya bergerak perlahan di tubuh Kris.

Kris mengerang kembali saat jari Yongguk menyentuh prostatnya. "lihat aku chagiya" Kris membuka matanya yang tanpa sadar terpejam. Melihat Yongguk yang tersenyum tulus. "apa kau siap ?" Yongguk bertanya sembari mempersiapkan kejantanannya di pintu masuk lubang kenikmatan Kris.

Kris menghembuskan nafas perlahan sebelum mengangguk yakin, "aku siap" Kris berteriak tertahan saat kejantanan Yongguk menerobos lubang virginnya. Ia dapat merasakan kejantanan besar itu berdenyut di dalam tubuhnya.

Kris memeluk tubuh Yongguk erat, semakin menyatukan tubuh mereka. Pandangannya terkunci pada iris kelam Yongguk yang tak lepas memandanginya. "Yong…guk-ahh…chagiya…ahhh…hhh" desah Kris. Ia hampir kehabisan nafas saat rasa sakit menjalar menguasai tubuhnya. Yongguk berhenti sesaat untuk mengambil nafas dan membiarkan Kris terbiasa dengan kejantananya di dalam tubuh Kris.

"saranghae Kris Jeongmal saranghaeyo chagiya" Yongguk bergerak perlahan di awalnya namun sedikit demi sedikit semakin mempercepat tempo gerakannya. Membuat rasa sakit Kris perlahan menjadi kenikmatan seutuhnya. Dia mulai bergerak mengimbangi kecepatan Yongguk.

"more… fasthhh Yongguk…ahhh… more more more… ahhh ngghh deeperhh ahh ahhh…" Tanpa henti Kris mendesah. Menyuarakan kenikmatannya. Tubuhnya sudah tak bisa ia control. Sementara Yongguk kembali menghujani bibir, leher dan seluruh tubuhnya dengan penuh hasrat. Gerakan mereka semakin liar, tak mempedulikan resiko jika ranjang yang harusnya menampung satu pasien itu ambruk.

"yongguk….chagihhh…ahhh… aku sudahhhh… ahhh NGHHH" diiringi teriakan Kris melepaskan seluruh hasratnya. Yongguk yang merasakan kejantanannya di pijat dari dalam pun semakin menggila dan mengeluarkan cairan cintanya di dalam Kris.

"KRIS!"

Kris melenguh merasakan cairan Yongguk memenuhi tubuhnya. Kris membiarkan Yongguk menimpa tubuhnya, menetralkan nafas mereka yang memburu. Yongguk berguling dan menarik kejantanannya dari tubuh kesayanganya. Di bawanya tubuh Kris ke dalam pelukan posesif seakan mencegah Kris pergi.

"aku mencintaimu Kris. Kau adalah milikku, sekarang dan untuk selamanya" bisik Yongguk lalu membiarkan kegelapan yang nyaman menyelimuti tubuh mereka.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

"huah" Yongguk menguap lebar sambil berusaha meregangkan tangannya. Tapi kehangatan yang diterimanya dari dadanya membuat matanya berkedip. Ia lalu menatap ke bawah dan mendapati Kris tengah bergelung di sana. Tangan kecil Kris memeluk erat tubuh Yongguk. Meringkuk di dadanya. Yongguk tersenyum, dia ingat akan malam panas yang dilaluinya bersama kekasihnya itu.

Dengan lembut, Yongguk memainkan rambut lembut Kris. Pikirannya menerawang pada ucapan mafia Lau."hal yang pastinya takkan membuatmu menyesal". Dahinya berkerut. "apa maksud mafia itu sebenarnya?" gumam Yongguk penasaran.

"ung~" erang Kris pelan. Dia melepaskan dekapannya pada Kris. Dia mengucek – ucek matanya dengan kedua tangannya. Lalu dia menguap pelan sambil duduk, meregangkan tangannya. Matanya berkedip polos saat mendapati Yongguk duduk di sampingnya dengan senyuman mesum. "Yongguk – ah? Apa yang kau lakukan di kamarku? Dan kenapa kau tidak memakai baju?" Tanya Kris setengah sadar.

"tidak memakai baju?" blush! Wajah pucat Kris langsung merona merah. Akhirnya semua nyawa dan kesadarannya terkumpul. Membuat pikirannya memflash back apa yang telah terjadi tadi malam. "eung~" Kris menaikkan selimut sampai ke lehernya dan menatap tajam pada Yongguk. "kenapa masih ada di sini? Sudah sana turun!" ucap Kris mencoba marah. Namun dengan wajah merona tersebut justru membuatnya terlihat sangat menggemaskan.

Yongguk terkekeh lalu mengacak – acak rambut Kris gemas. "kau sangat menawan chagiya" ucapnya kemudian mencuri ciuman singkat dari Kris. Yongguk bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.

Blush! Wajah Kris kembali merona parah mendapati Yongguk dengan santainya berjalan tanpa busana. "ugh!" dia mengeluh sebelum menenggelamkan wajahnya ke dalam selimut.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

Kris telah diijinkan untuk pulang. Yongguk dengan penuh perhatian memanjakannya. Orang tua mereka juga memutuskan untuk mempercepat pernikahan mereka. Dengan tujuan agar 2 pemuda yang di mabuk asmara itu tidak melampaui norma bats. Merek belum tau aja kalau Yongguk sudah berkali – kali memangsa anak dan menantu kesayangan mereka itu.

Sekolah juga berjalan lancer. Terkadang Kris bisa tertawa sendiri mengingat kejadian 3 bulan lalu itu. Sehari setelah dia keluar dari rumah sakit.

"HEH? Kau ini beneran Kris Wu kan?"

"kau si culun itu kan?"

Suara berisik terdengar sejak saat Yongguk memperkenalkan kekasihnya itu. Semua orang berseru tak percaya. Namun juga ada yang kagum. Ternyata pemuda culun yang mereka juluki Nerdy Boy itu adalah seorang pemdua cantik nan menawan. Dia benar – benar berbeda 100 % dari sosok nerdnya. Walau, yeah dia tetep aja pendiam.

"hua! Neomu kyeopta!" seru para gadis gemes. Para pemuda hanya bisa melongo menahan air liur mereka menatap Kris yang sangat sempurna.

"Chagiya, wae?" sapa Yongguk saat mendapati Kris tersenyum sendiri sambil menatap taman.

Kris mendongak dan menepuk tanah kosong di sampingnya. Isyarat bagi Yongguk untuk duduk. Yongguk duduk dengan patuhnya. Dan membelai rambut Kris yang merebahkan kepalanya dip aha Yongguk. Akhir – akhir ini entah kenapa Kris menjadi sangat manja. Namun, bukan berarti Yongguk tidak menyukainya. Bahkan, dengan senang hati memanjakannya.

"wae hum?" ulang Yongguk lembut.

"ani. Aku hanya ingat saat kau mengenalkanku pada siswa – siswi itu saja" jawab Kris sembari menutup matanya. Wajahnya terlihat sedikit pucat.

Yongguk mengerutkan dahinya. "chagiya, gwenchanayo?"

"um" gumam Kris pelan.

Yongguk tersentak kaget lalu mengangkat tubuh Kris. Wajahnya terlihat panic saat membawa Kris menuju UKS. Sementara Kris malah menyamankan dirinya dalam gendongan suaminya itu. Ya… beberapa minggu setelah peristiwa itu, Yongguk menikahi Kris, dan itu sudah diketahui oleh semua orang yang ada di dunia Wu sengaja mengumumkan itu. Mereka takut terjadi lagi hal yang sampai sekarang masih membuat mereka ngeri.

Yongguk menidurkan Kris ke ranjang. Dan bergerak mau mencari dokter. Tapi terhenti saat Kris menggenggam ujung bajunya. Yongguk berbalik, "chagi?"

"jangan pergi. Aku hanya membutuhkanmu…" ujar Kris dengan nada lemah.

Yongguk menghela nafas, lalu duduk di samping Kris. Menggenggam tangan mungil itu dengan erat. "baiklah. Aku disini Chagiya" ucap Yongguk tulus.

Yongguk menatap lembut pada Kris yang menutup matanya dengan begitu damai. Tak terlihat tanda – tanda kalau dia sakit. Keningnya mengernyit menyadari ada sedikit tonjolan di perut Kris. Setahunya, selama mereka berhubungan… Yongguk sama sekali belum menyadarinya. "chagiya… waeyo? Kau membuatku cemas akhir – akhir ini"

"Yongguk-ah!" panggilan lembut itu membuat Yongguk mendongak.

"wae hyung?"

"aniyo. Hanya saja aku khawatir pada kalian. Lebih baik kau bawa Kris ke rumah sakit. Aku takut ada hal yang tak diinginkan terjadi padanya" ujar Yongnam perhatian.

Kris menatap pada wajah damai Kris lalu menghela nafas, "dia takkan suka hyung"

"heh, sejak kapan kau peduli dengan hal selain keselamatnannya? Bukankah ini juga demi anak itu?"

"tapi…"

Plak! Yongnam langsung menjitak kepala Yongguk dengan keras. "kau ini bodoh atau tolol? Cepta bawa Kris ke rumah sakit ppabo!"

"yya hyung! Arraseo, tapi kau tak perlu menganiaya kepala indahku ini bisa kan?" rajuk Yongguk lalu dengan lembut menggendong Kris. Mereka menuju seoul hospital. Begitu sampai Yongguk langsung membiarkan dokter memeriksa kondisi Kris.

"uisa?" seru Yongguk begitu dokter membuka pintu UGD.

"… bisa kita bicara di ruangan saya Yongguk-ssi?" Tanya dokter itu yang kontan saja membuat saudara kembar itu saling pandang cemas.

"ada apa dengan istri saya uisa? Apa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau apa? Apa kondisisnya begitu mengkhawatirkan?" seru Yongguk menuntut penjelasan.

"lebih baik kalian ikut saya" ucap dokter itu dengan tampang sedih.

Lagi – lagi Yongguk dan Yongnam saling pandang sebelum mengikuti sang dokter. Begitu sampai di ruangan dokter itu, Yongguk langsung saja memberondongnya dengan pertanyaan.

"uisa, katakan apa yang terjadi pada istri saya! Dia taka pa – apa kan? Dia tak menderita penyakit apapun kan? Uisa jawab!"

"bagaimana uisa bisa menjawab kalau kau bertanya dengan tak sabaran begitu Yongguk? Tenangkan dirimu!"

Sesuai saran saudaranya, Yongguk mengatur pernafasannya. Mencoba menenangkan dirinya untuk mendengarkan penjelasan dari dokter.

"Bang Yongguk-ssi…" ucap dokter itu memulai. Suasana kontan saja senyap, Yongguk meremas tangannya khawatir. Sementara Yongnam mentap sang dokter tenang. Well, sepeprtinya terlihat sedikit kilat geli di matanya.

Dokter dengan tag name Ok Taecyeon itu menghembuskan nafas pelan "istri anda…" dia menggantungkan kalimatnya dan melihat ekspresi Yongguk yang sangat cemas, dengan wajah pias ketakutan. " selamat, istri anda tengah mengandung 2 bulan. Dengan kondisi yang sehat dan baik – baik saja. Jadi… anda adalah ayah sekarang" sambung dokter itu dengan senyuman lebar.

Yongnam langsung terbahak mendapati wajah melongo kembarannya yang sangat konyol. "Yongguk kau harus lihat dirimu! Kau konyol sekali!" seru Yongnam di sela tawanya.

"uisa… kau tidak bohongkan?" Tanya Yongguk pelan. Mendapati gelengan kepala sang dokter membuat Yongguk langsung mengepalkan tangannya ke atas. "YEAHHHH! Aku jadi ayah Hyung!" serunya penuh semangat. Tanpa basa – basi dia berlari menuju ruangan istrinya.

Yongnam geleng – geleng kepala lalu menatap Ok Taecyeon. "gamsahamnida uisanim" ucapnya sembari mebungkukkan tubuhnya 90 derajat. Dokter itu mengangguk lalu menepuk bahu Yongnam. Yongnam segera berjalan keluar. Menghubungi keluarganya untuk memberitahukan kabar gembira itu.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

Yongguk tak henti – hentinya menciumi punggung tangan Kris. Tangan kanannya mengelus lembut perut Kris. Wajahnya terlihat sangat gembira.

"eung~" Kris menggeliat pelan lalu mengedipkan matanya. Mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. "chagiya?" panggilnya serak pada Yongguk yang mengelus perutnya.

"ne chagi?"

"aku dimana?"

"kau ada di rumah sakit. Tadi kau pingsan kan?"

"eung? Aku nggak pingsan kok! Entah kenapa akhir – akhir ini aku sering ngantuk. Dan berhenti membelai perutku! Kau ini seperti membelai perut orang hamil saja" ucap Kris sembari menguap.

Yongguk mendekap Kris erat, "gomawo chagiya… gomawo" bisiknya berulang – ulang di telinga Kris.

"wae?"

"kita akan menjadi orang tua. Ada aegya disini" ucap Yongguk sembari membelai perut Kris lagi.

Kris memejamkan matanya, mengingat ucapan Henry waktu itu. 'jadi ini maksudnya?'

"chagi?" panggil Yongguk khawatir saat Kris hanya diam tak berkomentar.

Kris membuka matanya dan berkedi, "wae?"

"kau… tidak suka dengan kehamilanmu?" Tanya Yongguk takut – takut.

Sontak Kris menggeleng kencang, "apa yang membuatmu berpikir begitu? Yang benar saja! Aku justru akan sangat senang! Aku hanya tidak menyanka kita akan punya aegya yang lahir langsung dari rahimku" jelas Kris sembari tersenyum lembut pada suaminya. Dan ikut membelai perutnya yang sedikit menonjol itu.

"ne. dan sebentar lagi… sebentar lagi kau akan menjadi seorang eomma"

"um!" angguk Kris semangat, dan selama 2 jam ke depan mereka sibuk membicarakn segala sesuatu tentang bayi mereka sebelum keluarga besar mereka turut serta.

Kris tersenyum lembut menyimak percakapan itu. 'gomawo henry… mianhae…' batinnya dengan wajah tenang. Tangannya tak henti mengusap perutnya sayang. 'me as mother now… thanks… thank you so much…friend' sambungnya sembari menatap pada orang – orang yang disayanginya itu masih asyik rebut.

"chagiya" panggil Yongguk pelan.

Cup! Kris langsung meencium lembut bibir suaminya itu. Menunjukkan betapa gembiranya dia saat ini. dengan senang hati Yongguk membalasnya. Membiarkan orang – orang sibuk dengan urusan mereka. Untuk saat ini biarkan dia sibuk dengan istri yang sangat dicintainya itu. Yah, biarkan mereka berbahagia menyambut kedatangan aegya mereka.

THE END

GAJE? Emang! Betewe gomawo sudah membaca dan meriview. Mian kalau akhirnya tak seperti yang di harapkan. Keunde…selamat membaca! Ah, harusnya ini ada di bagian atas kan?

Oh iya balasan review…

Irha Fazira: udah lanjut, gomawo

Ryeolaakim : udah lanjut, gomawo. mian nggak bisa apdet kilat

IrisJulianAmethyst : ne gomawoyo... ini udah lanjut :) gomawo...

ara choi :gomawo, ini udah lanjut :)

dew90 : ne gomawo, uda lanjut ya?

Guest : ne, mian kalo nggak sesuai selera. toh syiie nggak nyuruh baca kan?

untuk yang login udah syiie balas di pm.

ah ngga usah panggil thor ya lain kali? panggil syiie aja ^^

sign,

SFN 'shiora'