Sumarry:

Sabaku no Gaara, pewaris Sabaku corporation, karena deadline berumah tangga kakak perempuannya sudah dekat dan kenyataan kalau kakak lelakinya sama sekali tidak punya bakat memimpin perusahaan. Maka, mau tidak mau (walaupun Gaara benar-benar tidak mau), dia harus bersedia menerima pertunangannya dengan salah satu Hyuuga yang merubahnya jadi HOMO.

AU, OOC, Special for Mendy.d'LovelyLucifer 17th b-day, NejiGaara day, Gaara b-day dan semua yang berulang tahun di tanggal 18 Desember, maupun bulan Desember dan Januari.

Last post at Januari, 3th, in NejiGaara day, or maybe at Januari, 19th, in Gaara b-day.

Main pairing: NejiGaara

Slight pairing: SasuNaru, ShikaTema, SaiIno, KibaHina, LeeSaku, SasoDei, PeinKonan, KisaIta, dll.

XxXxX

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO SENSEI

CAN WE PRETEND TO LOVE, THEN WE'LL MARRY? © HELENA NEGA

XxXxX

"Adek, buka mulutmu yang lebar," perintah Temari sambil menyorongkan sendok penuh makanan ke mulut Gaara.

"Neechan, aku bisa makan sendi... Uhuk, uhuk," Gaara langsung keselek, karena belum selesai dia ngomong, Temari sudah menyuapinya dengan brutalnya.

"Kalau nungguin kamu makan sendiri, bisa-bisa sampai besok pagi juga belum kelar. Sudah jangan banyak protes," omel Temari sambil memaksa adiknya minum.

Gaara, Temari, dan Shikamaru sekarang sedang berada di Konoha Great Restoran. Gaara masih sibuk dengan file-file Sabaku corporation di laptopnya, sedangkan Shikamaru cuma bisa manyun aja, soalnya sebenarnya dia merencanakan makan malam romantis malam ini, tapi pacarnya malahan sibuk nyuapin adiknya, membuat moodnya langsung drop. Mana tadi sewaktu berangkat ke tempat ini Temari memilih duduk di kursi belakang dan menemani adiknya yang masih sibuk dengan file-filenya dari pada duduk di samping Shikamaru. Membuat Shikamaru berasa jadi supir.

"Dikunyah adek, bukan dikemut, ini nasi, bukan lolipop. Kamu ini kayak anak kecil aja," lanjut Temari, membuat orang-orang yang sedang makan di sana memperhatikan mereka dan terkikik geli. Gaara langsung cepat-cepat mengunyah makanannya, takut disembur lagi.

Temari ini, kalau galaknya kumat, bahkan godzila lagi PMS pun terlihat lebih manis dan manusiawi. Gaara heran bagaimana bisa si cowok Nara (panggilan Gaara pada Shikamaru) bisa tahan menghadapi kakaknya yang tempramental ini. Hobinya aja marah-marah dan nabokin orang dengan kipas super gedenya. Eh, tapi biarpun suka marah-marah, Temari itu super cantik, seksi, penyayang, mandiri, kuat, nggak cengeng, dan perhatian lagi. Pantas aja cowok Nara itu lengket, lah dia aja nggak ada bagus-bagusnya, pasti dapetin kakaknya berasa anugrah banget bagi dia. Cowok Nara itukan bibirnya doer, jelek, pemalas (walaupun menurut Temari pinter), kebo sejati (kalau sudah tidur, ngoroknya kenceng banget, terus ileran lagi), kerjaannya ngerutu aja. Ih sebenarnya Gaara bener-bener nggak rela kalau calon suami kakaknya itu cowok Nara ini. Seharusnya Temari terima aja lamaran Kimimaro si dokter tulang itu, diakan cakep, kaya lagi, terus keren. Tapi apa boleh buat, Temari nggak cinta sama dia.

"Kamar mandi," kata Gaara sambil berdiri, dia sadar betul kalau mukanya pasti celemotan habis disuapin kakaknya.

Temari mengangguk, "Habis ini kita langsung pulang, sudah jam sembilan, laptopnya biar neechan yang beresin,"

Gaara jalan dengan sempoyongan, kepalanya pusing gara-gara laporan dan file sialan itu. Jadi anak sekolahan merangkap seorang direktur itu bener-bener nggak mudah, belum lagi seminggu ini tim basketnya disibukkan oleh Kompetisi Hokage Cup. Ah, rasanya kepalanya mau pecah.

"Brak!"

Gaara sukses menabrak seseorang di depan pintu toilet.

"Gaara?"

Gaara mengaduh sambil berdiri dan melihat penabraknya, ternyata Kiba.

"Ngapain di sini?" tanya Kiba.

Gaara memberi tanda ke arah Temari dan Shikamaru dengan tangannya.

"Oh, makan malam keluarga. kalau aku lagi kencan loh," kata Kiba dengan semangatnya, walaupun Gaara nggak nanya, sambil menunjuk ke arah seorang cewek dengan rambut panjang dan mata lavender yang sedang duduk malu-malu, Hinata.

Gaara mengangguk pelan, "Sori, aku duluan,"

Kiba nyengir, "Bye-bye, Gaara-chan,"

Gaara nggak menanggapi kata-kata Kiba, dia mau cepat-cepat keluar dari restoran ini dan pulang, terus tidur.

Di mobil, lagi-lagi Temari memilih duduk di belakang, soalnya dia agak khawatir, muka adiknya kelihatan pucat. Temari menyuruh Gaara tiduran di pangkuannya. Gaara sudah mau protes. Tapi Temari sudah ngacungin kipas gedenya, bersiap mau nabokin Gaara.

"Habis ini minum obat terus langsung tidur ya, badan kamu agak panas," kata Temari sambil mengelus rambut merah adiknya. Gaara cuma mengumam saja, dia sudah hampir ketiduran sewaktu ponsel di kantongnya bergetar.

Nama Naruto terpampang di id penelpon, dengan malas Gaara menjawabnya, soalnya dia tau betul sifat cowok pirang itu, Naruto nggak bakal berhenti menelepon sebelum dijawab.

"Gaara, ajarin aku PR Fisika yang halaman 181 itu," kata Naruto dengan toanya, yang membuat Gaara mesti menjauhkan ponselnya dari telinganya.

Mata Gaara yang merem-melek langsung terbuka waspada, "Apa?"

"Itu loh, latihan 12, yang 25 soal,"

Gaara langsung mengumpat, dia baru ingat kalau punya PR Fisika seabrek-abrek dan harus dikumpul besok. Padahal tadi dia ketemu Kiba, tapi cowok itu nggak bilang apa-apa. Dasar Kiba blo'on, mentang-mentang lagi kasmaran, jadi nggak inget dunia.

"Hei, hei, Gaara, jangan bilang kalau kamu lupa ya, satu soal aja panjang banget loh isiannya. Sasu-teme itu yang ngasih tau aku kalau..." kalimat Naruto langsung dipotong oleh suara lain.

"Siapa yang kau bilang Teme itu, Dobe?" ternyata suara Sasuke. Mereka langsung bertengkar mulut. Membuat Gaara menghela nafas bosan. Naruto itu kalau ada tugas pasti langsung neleponin Gaara dan Sasuke dengan dua ponselnya, dan seringnya, Gaara mesti sabar-sabar dengan saling cacian mereka. Soalnya Naruto itu otaknya bebal, dan Sasuke, benar-benar bukan guru yang sabar.

"Aku belum ngerjain, dua jam lagi kamu telepon lagi deh," kata Gaara, lalu menekan tombol merah di ponselnya, tanpa menunggu jawaban Naruto.

XxXxX

Di rumah Gaara langsung menggelar PRnya di meja makan, nggak ada waktu buat ganti seragam dan naik ke kamarnya di lantai dua. Berkali-kali Gaara mengacak rambutnya dengan frustasi. Dia bukan orang bodoh. Peringkatnya yang paling bawah adalah rengking dua (saingan abadi Sasuke). Tapi tetap saja, dengan kepala pusing begini, bener-bener sulit berkonsentrasi, dan sudah tiga kali dia salah menghitung soal nomor satu. Temari menatap adiknya dengan prihatin sambil menyiapkan kopi dan kue mafin. Bukannya Temari nggak mau bantu, tapi pelajaran hitung-menghitung sama sekali bukan keahliannya.

"Sini aku bantu," sebuah suara yang malas-malasan membuat Gaara yang tampangnya sudah acak-acakan menengadah. Nara Shikamaru mengambil tempat di kursi sebelahnya dan mulai mencoret-coret lembar jawaban Gaara.

Satu setengah jam kemudian, tugas Gaara sudah tertulis rapih dan tinggal dikumpulkan. Gaara menatap ragu-ragu pada pacar kakaknya yang sedang menguap dengan lebarnya kayak kuda nil.

"Ng, terima kasih, Shikamaru-nii," kata Gaara sambil berdiri dan bersiap ke kamarnya.

Temari dan Shikamaru langsung melongo, Gaara yang biasanya manggil Shikamaru dengan sebutan 'cowok Nara atau pemalas atau kebo atau setan iler atau doer' tiba-tiba memanggil Shikamaru dengan embel-embel 'nii'. Rasanya jadwal pernikahannya dengan Temari bakal dimajuin sepuluh tahun lebih awal.

Gaara sudah mengganti seragamnya dengan piyama merah bergambar panda chibinya dan akan tidur, ketika Naruto meneleponnya lagi. Setelah itu Gaara mesti sabar-sabar ngajarin Naruto Fisika sambil dengerin adu mulut antara Naruto dan Sasuke. Dan acara les privat itu baru selesai ketika Kushina menggebrak pintu kamar anaknya dan menyuruh Naruto tidur. Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 AM.

XxXxX

Hari ini Gaara nggak ikut tanding basket, Temari sudah uring-uringan sejak pagi karena adiknya bangun dengan wajah berantakan karena kurang tidur. Dan pulang sekolah ini Gaara tidur siang sambil nungguin kakak lelakinya, Kankuro pulang dari China.

Gaara terbangun dengan kaget dan langsung melempar boneka beruangnya ketika suara desahan bermain di tekuknya. Suara gedebuk kencang menggema dan Gaara melihat Kankuro di bawah tempat tidurnya, nyusruk dengan pose tak beradab karena lemparan strikenya.

"Niichan ngapain sih?" sungut Gaara sambil mengambil lagi boneka beruangnya dan sama sekali nggak membantu Kankuro bangun.

"Habis, elo nggak bangun-bangun sih, ini sudah jam makan malam. Elo disuruh Temari turun," kata Kankuro sambil bangun dan memegang pinggangnya. Gaara bisa mendengar kakak lelakinya bergumam, 'Kumat dah encok gua,' sambil berjalan tertatih-tatih ke luar.

Gaara ikut turun setelah mandi dan mengganti bajunya dengan piyama bermotif raccoon (hadiah ulang tahun ke-15 dari Naruto dan Sasuke).

"Nggak ada es krim sebelum makan malam," bentak Temari ketika Gaara membuka kulkas, "Kamu panggil Niichan-mu dan Shikamaru aja di ruang tengah. Bilang makan malamnya sudah siap,"

Gaara melangkah dengan malas ke ruang tengah, tempat Kankuro dan Shikamaru yang sedang main PS.

"Kankuro-nii, Shikamaru-nii, makan malamnya sudah siap," kata Gaara sambil ngeloyor lagi ke ruang makan. Tapi telinga Gaara masih sempat menangkap bisikan Kankuro yang bilang, 'Heh? Shikamaru-nii? Sebenarnya waktu gue di China, elo ngapain adek gue sih?'

XxXxX

Jam delapan malam, mereka ngumpul lagi di ruang tengah. Gaara sudah mengulurkan tangannya pada kakak lelakinya.

"Apa?" tanya Kankuro bego.

"Oleh-oleh,"

"Oh," Kankuro langsung berdiri dan menarik sebuah kardus yang gede banget.

"Kulkas queen series ya?" teriak Temari histeris, melihat kardus bawaan Kankuro.

Kankuro hanya menggeleng dan mulai membuka kardusnya sambil dengan dramatis berkata, "Tara..."

Sebuah boneka raccoon extra large muncul dari dalam kardus, juga sebuah boneka kijang dan bantal berbentuk kipas gede (informasi: di China Kankuro mengelola perusahaan boneka).

"Ini untuk Gaara-chan," kata Kankuro sambil memberikan boneka raccoon yang lebih gede dan lebih tinggi dari pada Gaara, "Ini untuk neechan," mengulurkan boneka kijang (sizenya biasa aja) "dan ini untuk Shika," mengulurkan bantal berbentuk kipas gede, dengan tambahan, "elo kan suka molor, tapi jangan diilerin ya, mahal tuh,"

Gaara mengelus-elus bonekanya, sambil berfikir mau namain apa.

"Namanya Ichibi," kata Kankuro seolah membaca fikiran adiknya.

"Kok Ichibi? Aku mau namain Shukaku," protes Gaara.

"Ye... Gue kan yang buat, kalau nggak mau nurut, gue sita loh,"

Gaara manyun, dia sudah mau naik ke kamarnya ketika Temari memanggilnya.

"Adek, Gaara-chan, sebentar, duduk dulu, neechan dan niichan mau ngomong,"

Gaara duduk lagi.

"Kankuro," desis Temari sambil menyikut cowok dengan coretan-coretan ungu di wajahnya itu.

Kankuro berdehem sok penting.

"Gaara-chan, apa kamu punya seseorang yang kamu anggap spesial?" tanya Kankuro yang membuat Gaara mengernyit. Bukan cuma karena pertanyaannya yang terdengar aneh, tapi penggunaan kata yang dipilih kakak lelakinya itu juga kelewat baku dan sopan. Biasanya Kankuro cuek ngomong dengan elo-gue-nya.

"...maksud niichan, semacam pacar," lanjut Kankuro.

Gaara berfikir sebentar, pacar? Orang yang dekat dengannya dan bergender cewek hanya Temari, Matsuri, dan pacar-pacar teman setim basketnya (Ino, Hinata, Sakura, dan Karin). Temari adalah kakaknya, nggak mungkin dijadiin pacar. Matsuri sudah dianggap adik sendiri (agak aneh kalau membayangkan dirinya sayang-sayangan dengan Matsuri). Sedangkan cewek-cewek sisanya sudah pasti nggak mungkin, masa teman makan teman.

Akhirnya dengan tegas Gaara menggeleng, "Memang kenapa?"

"Sebagai calon direktur Sabaku corporation kamu tentu perlu punya seseorang yang nantinya bisa meringankan pekerjaan kamu di perusahaan, ini bukan soal cari pacar terus diajak menikah secepatnya. Tapi, mengusahakan pacarmu untuk siap menjadi nyonya Sabaku no Gaara, pemilik Sabaku corporation,"

"Aku baru mau 16 tahun niichan," protes Gaara.

kankuro tersenyum otomatis, "Setelah neechan dan Shikamaru menikah, mereka akan meninggalkan Sabaku corporation. Niichan juga sudah punya perusahaan sendiri yang musti diurusi. Dengan kata lain, Sabaku corporation benar-benar menjadi tanggung jawabmu seorang. Karena itu sangat penting bagi kamu mempunyai pacar yang bisa ikut bertanggung jawab pada perusahaan,"

Gaara diam, mulai mengerti maksud kakaknya, kalau niichan dan neechan-nya sudah nggak ada, dia pasti kerepotan sendiri. Masih ada neechan dan Shikamaru aja, pekerjaannya sudah menumpuk, apa lagi kalau mereka sudah nggak ada.

"Terus gimana?" tanya Gaara dengan polosnya.

"Soal itu kami sudah punya solusinya,"

Gaara menatap kakak lelakinya dengan waspada.

"Apa kamu ingat Hyuuga Hizashi-san?"

Gaara mikir sebentar. Perasaan pernah dengar, tapi yang mana ya?"

"Pemikik Hyuuga corporation yang datang dua hari lalu, waktu kamu memeriksa laporan," kata Temari.

Gaara masih mengernyit.

"Teman ayah yang matanya perak dan nyubitin pipi kamu itu loh," lanjut Temari yang membuat Gaara langsung ngeh.

"Oom pedophil yang aneh itu?" ceplos Gaara yang membuat Shikamaru yang sedang terkantuk-kantuk nyusruk ke lantai dengan suara kencang.

Gaara langsung merinding, jangan-jangan oom itu mau menjadikan dia istri muda. Huaaa, ogah, mending jomblo aja.

"Hizashi-san berniat mengambil kamu sebagai..."

"Aku nggak mau merit sama oom pedophil itu..." teriak Gaara sebelum Kankuro menyelesaikan kalimatnya, membuat dia ditabok Temari dengan kipas gede andalannya.

"Dengar dulu, adek," kata Temari, "lanjutkan Kankuro,"

"Hizashi-san berniat mengambil kamu sebagai menantunya,"

Gaara membuka mulutnya, berniat membantah, tapi Kankuro memotongnya.

"Jangan takut, anaknya baik, cakep, rambutnya panjang, dan pintar. Pokoknya dijamin kamu suka. Niichan dan neechan sudah pernah ketemu dia, nggak mengecewakan,"

Gaara masih menampakkan tampang penolakan.

"Besok kamu diundang ke Hyuuga Mansion untuk makan malam sekaligus perkenalan. Jangan bikin masalah," kata Kankuro sambil menepuk kepala adiknya dan menyambar stik PS untuk melanjutkan main PS dengan Shikamaru, "Oh iya, masih ada oleh-oleh lagi buat kamu," Kankuro melempar bungkusan plastik, Gaara yang masih manyun membukanya, dan wajahnya tambah tertekuk. Dua pasang piama berbentuk (ingat, berbentuk, bukan bermotif) raccoon dan panda tepampang di depannya, lengkap dengan topi, sandal bulu dan ekor-ekorannya juga.

"Dipakai ya Gaara-chan, dari calon kakak iparmu di China sana loh," kata Kankuro enteng.

Gaara naik ke kamarnya sambil menyeret boneka raccoonnya, tangannya yang lain memeluk piyama. Bukannya dia nggak suka piyamanya, tapi kenapa orang-orang di sekelilingnya menganggapnya seperti bocah umur 5 tahun. Biarpun anak paling kecil, dia kan hampir 16 tahun beberapa bulan lagi.

XxXxX

Sabtu malam, 06.00 PM, Hyuuga Mansion

Gaara turun dari Aston Martinnya, disambut oleh Hizashi dan istrinya, juga 3 orang anaknya.

"Ini anak-anak paman, Hanabi, Neji, dan Hinata," kata Hiashi ketika mereka semua duduk di ruang keluarga Hyuuga.

Hyuuga Mansion sangat besar dan bergaya etnik, lantai dan dindingnya dari kayu, mengeluarkan aroma yang khas. Lukisan dan pajangan-pajangan indah terpampang di sekeliling ruangan, menunjukkan selera tinggi si pemilik rumah. Benar-benar berbeda dengan Sabaku Manor yang bergaya Eropa (kolaborasi rancangan Temari dan Kankuro).

"Gaara-chan," kata-kata Hizashi membuat Gaara yang sedang melongo memandangi ruangan tersentak kaget.

"Ya?"

"Ini anak-anak paman, Hanabi, Neji, dan Hinata," ulang Hiashi sambil menyuruh ke-3 anaknya memberi salam pada Gaara.

"Malam, Gaara-niichan," kata Hanabi, seorang gadis kecil berumur 8 tahun dengan mata lavender dan rambut panjang sambil tersenyum malu-malu. Mengingatkan Gaara pada seseorang, tapi siapa ya?

"Malam, Gaara-chan," kata Neji, seorang cowok tampan dengan mata lavender yang sama dan rambut yang juga panjang. Kalau bukan karena suaranya yang berat dan dadanya yang rata, pasti Gaara sudah menyangka kalau Neji itu cewek, bishounen.

"Selamat malam, Gaara-kun," kata... (mata Gaara terbelalak) Hinata. Dia tersenyum malu-malu sambil memainkan jarinya.

"Makan malam sudah siap, mari Gaara-chan, kita ke ruang makan," ajak Hizashi sambil memegang pundak Gaara.

XxXxX

Selama makan malam, Gaara sama sekali nggak bisa kosentrasi dengan pembicaraan. Ternyata orang yang mau dijodohin dengannya adalah Hinata.

Tentu saja, anak Hizashi-san cuma 3, Gaara nggak mungkin dijodohin dengan Hanabi, cewek itu masih kecil. Sedangkan Neji, biarpun berambut panjang, tapi cowok, Gaara jelas bukan homo. Jadi yang berkemungkinan cuma Hinata. Tapi... Hinata itu pacar Kiba. Lagi pula kalau dia berpacaran dengan Hinata, paling hubungan mereka nggak akan maju-maju. Hinata pendiam, mana cocok dengan dia yang juga irit ngomong. Membayangkan dirinya kencan dengan Hinata bahkan lebih menyeramkan dari pada membayangkan dirinya sedang yayang-yayangan dengan Matsuri. Apa kata Kiba nanti? Bisa-bisa Kiba menyuruh Akamaru dan teman-teman rabiesnya untuk gigitin Gaara. Pokoknya pulang nanti Gaara mau protes ke neechannya (Kankuro sudah balik lagi ke China tadi pagi).

XxXxX

"Hinata-chan satu sekolahan dengan Gaara-chan, bukan?" tanya Neji saat Gaara, Neji, dan Hinata duduk-duduk di kebun belakang Hyuuga Mansion. Tempat itu benar-benar bagus, dengan kolam dan air mancur dari bambu serta batu-batu besar di sekelilingnya. Saat itu Hizashi sedang ada tamu, sedangkan Hanabi sudah disuruh tidur.

"Iya niisan, Gaara-kun adalah teman satu tim Kiba-kun." kata Hinata, mukanya bersemu merah ketika nama Kiba terucap.

"Kita pernah ketemu loh, sebelum ini, Gaara-chan. Kalau nggak salah 4 atau 5 hari yang lalu, di Konoha High School," kata Neji yang membuat Gaara mengernyit.

"Sorry?"

"Di pertandingan seperdelapan final Hokage Cup, ketika Gaara-chan dikejar-kejar cowok rambut bob berpakaian serba hijau itu. Gaara-chan menabrakku yang baru keluar dari parkiran untuk menjemput Hinata-chan,"

"Ah iya!" Gaara mengangguk, orang yang dia sangka Hinata itu ternyata Neji, pantas saja, dari jauh Hinata dan Neji memang mirip, sama-sama bermata lavender dan rambut panjang.

"Gaara-chan..." kalimat Neji terhenti ketika lagu Blue Bird mengalun dari kantong Hinata.

"Ah, maaf, aku tinggal, anu..." Hinata langsung terbata-bata.

"Kiba menelepon?" tebak Neji, membuat wajah Hinata merah padam.

"Permisi,"

"Sedang kasmaran," komentar Neji ketika Hinata menjauh, "nah, Gaara-chan, hobinya apa?" tanya Neji sambil menatap Gaara dengan penuh minat, membuat Gaara sedikit salah tingkah.

"Ah, anu, basket,"

"Makanan kesukaan?"

"Itu, strawberry cake dan es krim cokelat," muka Gaara langsung bersemu merah sewaktu sadar dengan apa yang diucapkannya barusan, jadi orang kok jujur amat.

"Warna kesukaan?"

"Merah,"

"Yang disukai?"

"Raccoon,"

"Yang dibenci?"

Gaara langsung menggembungkan pipinya, mengingat-ingat orang-orang yang nggak dia suka, "Lee, Nara Shikamaru, cewek-cewek di Konoha High School yang suka jejeritan itu, karyawan/karyawati di Konoha Bakeri yang suka meluk-meluk dan megang-megang itu, terus tukang parkir Konoha Bakery yang mesum itu, Kotetsu, Izumo, Genma, Ibiki, Ayame, gank Akatsuki, terus..." Gaara langsung menghentikan kalimatnya sambil menutup mulutnya dengan tangannya, tampangnya horor seketika, "maaf, anggap saja aku nggak pernah ngomong apa-apa," Gaara memukul-mukul mulutnya, dia nggak pernah ngomong seperti ini kecuali pada kakak-kakaknya, Neji ini banyak nanya amat sih, jadi keceplosankan.

Neji terkikik geli.

"Imutnya. Besok kita kencan kan?"

"Hah?" Gaara mengadah bingung (Neji lebih tua dan tinggi dari pada dia) karena pikirannya sedang kemana-mana tadi, "bilang apa?"

Tapi sebelum Neji menjawab, ponsel Gaara bergetar, nama Temari neechan terpampang di id penelpon.

"Kenapa neechan?"

"Di mana?" tanya Temari dari seberang sana.

"Hyuuga mansion, kan!"

"Belum mau pulang, sayang? Ini udah jam 10 lewat,"

"Heh?" Gaara melirik arlojinya, "oh, iya, aku langsung pulang," Gaara memutuskan sambungan teleponnya.

"Disuruh pulang?" tanya Neji.

Gaara mengangguk.

"Mau kuantar?"

Gaara kelihatan bingung, "Aku kan bawa mobil,"

"Maksudku, diiring!"

Gaara menggeleng dan Neji terlihat kecewa.

"Ng," Gaara agak bingung gimana bilangnya, dia bukan orang yang ahli basa-basi, tapi alangkah nggak sopannya kalau dia pulang begitu aja tanpa pamit ke Hizashi dan Hinata.

"Nanti biar aku yang pamitin ke Tousan dan Hinata-chan," kata Neji seolah mengerti pikiran Gaara.

Gaara mengangguk dan masuk ke Aston Martinnya.

"Jangan lupa besok, ya!"

"Hah?" Gaara bengong lagi, dia baru mau nanya ketika Neji mundur dan melambai, 'Ya sudahlah,' pikir Gaara.

XxXxX

To be continue

XxXxX

Akhirnya, chapter dua kelar. Terima kasih review yang diberikan senpai semua, saya benar-benar terharu.

Masih special buat Mendy.d'LovelyLucifer. I missed you so bad, don't forget, harus publish fic buat NejiGaara day. Next chapter kencan NejiGaara, post tanggal 3 Januari.

Setelah baca, jangan lupa meninggalkan Review!