"Hueeee."Terdengar suara tangisan dari seorang gadis berusia sepuluh tahunan yang mempunyai rambut berwarna pink. Tak lama kemudian muncullah seorang anak laki-laki berambut bitu donker yang dibiarkan mencuat ke belakang menyapa anak perempuan itu.

"Hei, kau kenapa?"Ucap anak laki-laki beumur sepuluh tahunan itu.

"Siapa kau."Ucap anak perempuan itu tekejut.

"Aku uchiha sasuke, salam kenal. Siapa namamu?" Ucap anak laki-laki itu yang diketahui bernama Sasuke

"Aku..hiks…Haruno sakura…hiks."Ucap anak perempuan yang bernama Sakura itu sambil terisak.

"Wah, Sakura di musim semi ya? Senang berkenalan denganmu."Ucap Sasuke sambil tersenyum

"Hiks…hiks…s-senang berkenalan denganmu juga Uchiha-san."Ucap Sakura masih dengan isakannya.

"Heee? Uchiha-san. Tak usah seformal it, sakura-chan. Panggil aku sasuke."Ucap Sasuke,

"Baiklah sasuke-kun." Ucap Sakura malu-malu

"Nah begitu dong. Sekarang, kenapa kau tadi menangis?" Ucap Sasuke to the point

"Hiks…mereka semua….hiks….Mengejekku…"Ucap Sakura yang kembali terisak.

"Memangnya mereka semua mengejekmu dengan sebutan apa?"Tanya Sasuke penasaran

"Jidat….hiks…lebar."Isak Sakura

Sasuke pun menyentuh jidat Sakura."Lho, memangnya kenapa? Jidatmu kan memang lebar?" Ucap Sasuke polos.

"Hueeeee…."Tangis sakura semakin keras.

"j-jangan menangis. Jidatmu memang lebar. Tapi itu menimbulkan kesan manis akan dirimu. Jadi jangan menangis lagi ya." Ucap sasuke seraya memberikan Sapu tangan biru mudanya kepada sakura. Ragu-ragu sakura menerimanya.

"A-arigatou ne, Sasuke-kun." Ucap Sakura.

"Sama-sama, Sakura-chan."Ucap Sasuke sambil tersenyum lembut.

"Sasuke, sudah sore. Ayo pulang." Ucap seorang lelaki berumur 13 tahunan dari kejauhan.

"Tunggu sebentar, Itachi-nii."Ucap Sasuke kepada lelaki yang diketahui bernama Itachi itu."nah, Sakura-chan. Aku harap kita bisa bertemu lagi. Jaa-ne, Sakura-chan."Ucap Sasuke sambil berlari meninggalkan lama kemudian Sasuke berbalik lagi dan berkata."Kau manis, aku menyukaimu." Lalu ia berlari menyusul kakaknya

"Jaa-ne,sasuke-kun. aku juga menyukaimu." Ucap Sakura sambil menghapus air matanya.

Uchiha Hana Richan Present

Naruto Belong to Masashi Kishimoto

My search (Side Story Of Sapu Tangan Biru Muda )

Rated T

Genre Romance & Drama

Main pair Uchiha Sasuke and Haruno Sakura

Happy Reading, Minna ^^

Sepuluh Tahun Kemudian….

Konoha Medical University, adalah sekolah paling terkenal di jepang. Dengan peralatan kedokteran yang memindai, tak heran jika dokter-dokter terkenal di jepang pasti keluaran dari universitas ini.

Pada umumnya, jika kita masuk ke universitas ini, kita akan melihat sekumpulan remaja—yang akan segera menjadi dewasa—yang sedang belajar mati-matian. Tapi lain halnya dengan pemuda berambut Raven ini.

Sasuke Uchiha, murid kedokteran semester terakhir ini terlihat santai-santai saja ketika seluruh temannya bingung dengan skripsi yang akan mereka serahkan kepada dosen mereka.

"Yo, Teme."Ucap seorang pemuda berambut Spike kuning itu kepada Sasuke.

Uzumaki Naruto, Nama pemuda berambut spike tadi. Adalah anak dari pasangan Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki. Entah apa yang membuat ibunya tak ingin merubah Marganya setelah menikah dengan Minato, dan entah apa pula yang menyebabkan Naruto mewarisi marga Ibunya. Naruto terbilang siswa yang cukup beruntung karena berhasil masuk ke Universitas ini. Banyak guru-guru yang meragukan kemampuannya karena otaknya yang bisa dibilang pas-pasan itu.

Entah apa yang lelaki berumur 20 tahunan itu lamunkan, sehingga tak sadar jika di depannya ada pohon Sakura.

BUAKKKKK

"Ouch." Ucap Sasuke meringis kesakitan

"Hmmpphh, Huahahahahaha, Mangkanya teme tadi kan sudah kupanggil. Tetapi tak kau perhatikan."Ucap Naruto sambil tertawa.

"Tch, diamlah, dobe."Ucap Sasuke sambil memberikan Deathglare andalannya kepada Naruto.

"Hahahaha, Sorry, Teme."Ucap Naruto sambil mengelap air mata yang keluar dari sudut matanya.

Sasuke hanya mendengus kesal. Tetapi sesaat kemudian kedua Iris onyx nya membulat. Ia terkejut dengan pengelihatannya.

Sakura Haruno, gadis yang telah memikatnya sepuluh tahun yang lalu sedang berbincang-bincang dengan seorang laki-laki berambut merah.

'A..apa? Tidak mungkin.' Batinnya.

"…Me"

"Teme…"

"Woy Teme!" Jerit Naruto.

"Tck, diamlah Dobe."Ucap Sasuke sambil tetap mengamati dua sejoli yang tengah berbincang serius itu.

"Kau kenapa sih? Akhir-akhir ini kau sering melamun."Ucap Naruto frustasi.

Tak ada jawaban dari sasuke. Irisnya tetap memperhatikan dua orang yang masih berbincang-bincang tersebut.

Naruto pun mengikuti arah pandangan Sasuke. Sesaat kemudian ia menyeringai.

"Hooo, jadi itu yang namanya Sakura? Manis." Ucap Naruto dengan seringainya.

PLETAK

"Aww."Jerit Naruto.

"Jangan kau ganggu Sakura-ku."Ucap Sasuke sinis.

"Hah? Sakura-mu? Aku rasa Sakura sudah menjadi milik pemuda berambut merah itu." Ucap Naruto dengan nada menggoda.

"Aku akan merebutnya!" Ucap Sasuke penuh keyakinan. Sasuke pun berjalan ke arah Sakura dan pemuda berambut merah itu.

"Hoy, Teme. Jangan nekat Woyy."Teriak Naruto

Sasuke terus mendekati kedua sosok tersebut. Tetapi, sebelum Sasuke sempat mendekati dua orang tersebut, tubuh Sasuke langsung ditarik oleh Naruto.

"Lepaskan aku, Dobe!" Teriak Sasuke.

"Hey, Sabar dulu. Lebih baik kita dengarkan apa yang mereka bicarakan."Ucap Naruto sambil menenangkan Sasuke.

Akhirnya, Sasuke menurut saja apa yang dikatakan Naruto.

Sasuke P.O.V

Aku dan Dobe pun menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tak lama kemudian seseuatu yang mengejutkan terjadi

Pemuda berambut merah itu berlutut di depan Sakura.

S-senpai?" Ucap Sakura terkejut

"Sakura, aku mencintaimu. Maukan kau menjadi kekasihku?" Ucap pemuda berambut merah itu. Kurasakan gigiku bergemeletuk ketika pemuda sialan itu meminta Sakura-ku menjadi pacarnya.

Hening sejenak.

'kumohon, katakana tidak, Sakura.' Batinku

"anooo…"Ucap Sakura. Aku berani bersumpah bahwa ini adalah kejadian yang paling menegangkan seumur hidupku. Dobe hanya bisa menepuk bahuku. Aku mendelik kepadanya dan memberikan Tatapan kau-kira-aku-sudah-kalah kepadanya.Dobe hanya memberikan Cengiran lima jarinya kepadaku.

"Err—gomenasai, senpai. Aku tak bisa."

Yes. Sedikit lengkungan tergambar di wajahku. Hampir saja aku meloncat kegirangan. Untung saja aku langsung sadar sebelum hal itu terjadi. Naruto -dobe hanya terkikik kecil melihat kelakuanku. Aku pun memberikan Deathglare andalanku kepadanya. Sesaat kemudian, Naruto-dobe langsung berlari terbirit-birit demi menjauhiku.

"Begitu."Ucap pemuda berambut merah itu. Raut mukanya terlihat kecewa. Aku sebenarnya kasihan melihatnya. Tapi, mau bagaimana lagi? Sakura tak mau menerimanya. Ttapi sedetik kemudian menjadi ceria lagi."Tak perlu minta maaf. Aku juga sudah tau kau pasti akan menolakku kok."Sambungnya."Ya sudah, aku pulang dulu. Jaa-ne, Sakura-chan." Ucapnya seraya meninggalkan Sakura sendirian.

Aku melihat Sakura menghela nafasnya berat. Lalu, sesaat kemudian Sakura meninggalkan tempat tersebut.

Aku terus mengikuti kemana Sakura pergi. Dan ternyata, ia pergi ke bukit dimana aku dan dia pertama kali bertemu.

Ia duduk di pohon Sakura tempat ia menangis dulu. Aku tak pernah melupakan kejadian sepuluh tahun yang lalu. Karena Sakura membuat hatiku tenang. Ia yang membuat hatiku sakit saat melihatnya menangis. Dan juga…

Ia orang pertama yang membuatku jatuh cinta…

Aku terus mengamati gerak gerik Sakura. Aku pun membelalakkan mataku saat aku melihat bulir-bulir air mata mengalir di pipinya.

Dan sesuatu yang mengejutkan terjadi. Sapu tangan biru muda yang sepuluh tahun yang lalu kuberikan kepadanya terbawa oleh angin. Sakura langsung berbalik ke arah ku, berusaha menangkap Sapu tangan biru mudaku. Untung saja aku sempat bersembunyi di balik pohon pinus yang ada di dekatku. Dengan begitu Sakura tidak sempat melihatku.

Ia kembali menumpahkan bulir-bulir air matanya. Aku ingin sekali merengkuh tubuh mungilnya. Dengan hati-hati kuambil Sapu tangan biru mudaku dan mendekat ke arah nya. Aku pun menepuk pelan pundaknya.

Matanya mmbulat. Ia terkejut, aku yakin itu. Matanya yang berkaca-kaca itu melambangkan kerinduan yang amat sangat. Merindukanku, eh?

"Mencari ini, Sakura-chan?" Ucapku lembut.

"S…Sasuke-kun?" Ucapnya sambil menahan tangis.

"Ya, ini aku, Cherry."

Owari :D

Author's Bacot Area :D

Yeahh. Akhirnya side story fic Sapu Tangan Biru muda berhasil kuselesaikan. :D

Yah, Bagaimana kak mey? Jelekkah? Aku juga Bakal Buat Sequelnya lhoo. Mau Nggak? :D #NyengirKuda

Yosh, Special Thanks to YunaA21, Kireina Yume, AsaManis TomatCeri a.k.a Kak mey-ku tersayang #Halaah, Sherlock Holmes, dan Ran Murasaki SS.

Dan terima kasih juga kepada Author-author yang sudah Mem-Fave cerita ini dan ng-follow Cerita ini. Serta terima kasih kepada orang-orang yang sudah bersedia membaca cerita ini. #PelukSatu-Satu #Ditabok.

Yang terakhir, Mind to review and give some concrit?