"Sebuah Kata Maaf Yang Tak Terucapkan"

By:Hikary Cresenti R4v3ni4

730

Disclaimer : Bleach itu tetap akan jadi milik Tite Kubo

Rated : T

Genre :Hurt/comfort,Tragedy,Angst a bit,dan sebagainya

Warning :Chara death, mistypo(s), OOC

Summary : Seandainya saja aku bisa menghentikan waktu,akan ku hentikan. Meski hanya sedetik saja,itu sudah cukup. Jika ada yang bisa mengabulkan permintaanku, aku hanya ingin agar kau tetap berada sisi ku.

Enjoy my Fic

.

.

.

Keesokan harinya

"Kau sudah sadar, Hisagi-kun?" tanya dokter itu.

"Mmmh… ini dimana?" gumam Hisagi pelan seraya mengerjapkan matanya dan memperhatikan sekelilingnya.

"Tenanglah, ini di Rumah Sakit," kata dokter itu lagi

"Kaien dan Ruki mana?" tanya Hisagi.

"Sebentar aku panggilkan," kata dokter itu lalu keluar

"Maaf Kaien dan Ruki ya?" tanya dokter itu pada seorang pria dan seorang gadis yang masih duduk di depan ruangan UGD tersebut.

"Iya, Hisa gimana, Dok?" tanya Kaien seraya beranjak dari tempat duduknya.

"Dia sudah sadar," ujar dokter itu lagi.

"Syukurlah," ujar Kaien lagi.

"Hisagi ingin bertemu dengan kalian," kata dokter itu

Lalu Kaien dan Rukia mengikuti dokter itu. Di tempat tidur terbaring Hisagi, kedua tangannya masih di infus, dan perban yang melilit di dahinya.

"Kai-nii, Ruki..." kata Hisagi tersenyum sambil meringis

"His, gimana keadaan lo?" tanya Kaien hawatir

"Gue udah gak apa-apa kog," kata Hisagi masih meringis

"Masih sakit, ya His?" tanya Kaien hawatir.

"Dikit, tapi gak apa-apa kog," kata Hisagi tersenyum

"Shu, lo gak apa-apa?" ujar Kusaka yang langsung masuk ke ruangan perwatan tersebut.

"Kusa-nii, gue gak apa-apa kog," kata Hisagi.

"Syukurlah, gue kaget apalagi saat Ruki bilang lo masuk Rumah sakit gue hawatir banget," kata Kusaka.

"Maaf bikin lo hawatir," kata Hisagi.

"Udah gak apa-apa, yang penting elo baik-baik aja," ujar Kusaka tersenyum seraya mengusap pelan kepala Hisagi.

"Kusa, gue mau bicara bentar ayo keluar," kata Kaien.

"Oke, gue keluar bentar ya, Shu," kata Kusaka lalu mengikuti Kaien.

Kaien Pov`s

"Kusa, maafin gue," gumamku.

"Eh.." kata Kusaka kaget.

"Hhh ini salah gue, lo boleh kog marah sama gue, atau mau ngebenci gue juga gak apa-apa." kata ku lagi.

"Udahlah, Kai. Lo tau apa yang dibilang Shu? Dia selalu bilang kalau lo itu abang yang baik dan lo tau dia selalu cerita tentang elo, sehingga kadang-kadang gue cemburu karena lo punya adik yang selalu membangga-banggain elo, memuji-muji lo. Bagi Shu, lo itu segala-galanya, Kai. Karena lo abangnya. " kata Kusaka lirih.

"Iya, tapi… gue juga yang bikin dia begini," kata Kaien

"Udahlah, Kai. Kemungkinan dia untuk sembuh masih ada 30%, kan? Jadi lebih baik kita berdoa aja untuk kesembuhan Shu," kata Kusaka lagi.

"Iya lo bener, Kusa." kata Kaien

Lalu mereka pun masuk ke ruangan Hisagi

End Of Kaien Pov`s

"His, lo kenapa?" kata Rukia hawatir

"Ruki… gue nggak tau tiba-tiba kepala gue sakit…" rintih Hisagi seraya meringis dan memegang kepalanya.

"Loh, His lo kenapa?" tanya Kaien kaget.

"Kai, gue panggil dokter dulu, deh." kata Kusaka lalu keluar dan kembali dengan dokter.

.

.

.

"Bagaimana, Dok?" tanya Kusaka.

"Hm… hampir seluruh ingatanya terhapus, tapi ia berhasil bertahan." kata Dokter itu

"Syukurlah," ujar semuanya.

Setelah dokter pergi Hisagi pun membuka matanya

"Kai-nii, Kusa-nii, Rukia…"

"Lo ingat sama kita His?" tanya Kaien kaget.

"Dikit, nggak sepenuhnya," gumam Hisagi.

"Udahlah, yang penting lo baik-baik aja," kata Kaien.

Lalu Hisagi di pindahkan ke kamar no 6.

"Hhh… syukurlah, gue hawatir banget," kata Kaien.

"Iya, gue ngerti, Kai. Kayaknya doa kita terkabul ya, meski Shu kehilangan ingatanya, tapi yang penting dia selamat," kata Kusaka.

"Iya, lo bener," ujar Kaien tersenyum lega.

.

.

.

Keesokan harinya

"Jadi dia sudah boleh pulang dok?" tanya Kaien.

"Tentu, dia sudah tidak apa-apa," kata Dokter itu.

"Syukurlah," kata Kaien.

Lalu mereka membawa Hisagi pulang ke rumah

"Ugh..."

"His, lo gak apa-apa?" tanya Kaien.

"Gue gak apa-apa kog, Nii-san," kata Hisagi.

Lalu Kaien mengandeng Hisagi masuk ke Rumah. Lalu menuju ke kamarnya.

"Ya udah lo, istirahat aja, ya His," kata Kaien sambil mengusap kepala adiknya itu.

"Iya, Kai-nii." kata Hisagi lalu tertidur.

Kaien hanya mengelus kepala adiknya itu.

Tiba-tiba,

"Ugh… lepasin gue!Lepasin!" teriak Hisagi seraya mengigau.

"His, lo tenang aja, ya." kata Kaien menggengam tangan adiknya itu.

Lalu tiba-tiba Hisagi terbangun.

"His, lo nggak apa-apa?" tanya Kaien hawatir.

"Kai-nii, gue takut," kata Hisagi memeluk Kaien erat.

"Udahlah, tenang aja ya," kata Kaien memeluk adiknya itu.

"Kai-nii jangan tinggalin gue lagi, gue takut sendiri," kata Hisagi terisak.

"Udah tenang aja, gue bakal ada di samping gak usah takut ya," kata Kaien.

"Iya… "

Lalu ia kembali tertidur

.

.

.

Keesokan harinya, Hisagi terbangun, tidak ada siapapun dikamarnya. Iseng ia membongkar laci meja belajarnya dan menemukan buku diary lalu membacanya.

"Hisa, udah bangun? Baca buku apa?"tanya Kaien

"Baru aja. Diary kog," kata Hisagi tersenyum.

"Oh diary, wah masa anak cowok bikin diary sih?" goda Kaien

"Biarin," gerutu Hisagi.

"Hahaha, Hisa, Hisa lo lucu deh, " kata Kaien terkekeh dengan tingkah adiknya itu.

"Oh ya, Kai-nii gue ke belakang dulu," kata Hisagi lalu beranjak dari tempat duduknya.

"Mau gue temani?" tanya Kaien.

"Nggak usah, gue bisa sendiri," kata Hisagi lalu pergi ke dapur

Iseng-iseng Kaien pun membaca Diary adiknya itu.

Dear Diary, 5 Maret

Hari ini, gue baru aja masuk Skull, gila Nervous banget deh. Tapi untung semuanya aman terkendali.

.

.

"Hm..tentang sekolah mulu ah," kata Kaien lalu membuka halaman tengah. Ia pun kaget karena melihat bekas darah. Atau lebih tepatnya tembus dari halaman depannya. Maka Kaien mulai membaca Diary itu lagi.

.

.

Dear Diary 28 April

Aduh, penyakit gue kambuh lagi neh, dasar menyusahkan. Padahal gue kan mau jadi anak punk. Ah, payah gue.

Dear Diary 1 Mei

Aduh, hari ini gue seneng banget! lo tau, kan? Hari ini gue Resmi Coy! Jadi anak punk. Aduh rasanya bangga banget deh Gue.

Dear Diary 5 Mei

Lo tau nggak? hari ini gue ketemu temen baru sesama anak punk, dia Kurosaki Ichigo. Hahaha tiap ngelihat dia gue keingat Sunkist. Setiap gue bilang gitu, gue pasti ditabok tuh.

Dear Diary 15 Mei

Diary! Jujur gue lama-lama keki juga sama tuh jeruk sialan! Gimana enggak masa dia narik perhatian abang gue?! Enak aja,dia mau deket-deket! Emang dia siapa! Jadi deh, gue tabokin dia. Tapi jujur gue masih kesel juga, Gue itu orangnya cemburuan banget ya? Apalagi kalau abang gue nikah kalau dia disiksa bakal gue siksa balik deh!

Dear Diary 20 Mei

Diary, hari ini gue ketemu sama kakak kelas, gila keren banget! Dia itu kapten team Basket! Gila keren banget deh. Baik lagi. Tapi lo tau gak diary, abang gue marah tuh setiap gue cerita tentang dia. Oh ya namanya Kusaka Soujirou. Dasar, padahal abang gue kan gak perlu cemburu,karena dia tetap yang terbaik deh,bagi gue.

Dear Diary 1 Juni

Gue sedih banget hari ini. Kenapa ya sikap abang gue berubah banget? Dia bener-bener berubah. Sikapnya dingin banget, gue makin hawatir neh semoga aja dia gak apa-apa deh. Trus sikap orang tua gue juga berubah, mereka jadi sering berkelahi gitu. Jujur gue takut banget diary.

Dear diary 5 Juni

Diary, sorry gue gak cerita. Kemarin gue kecelakaan pas Konvoi gitu. Jadi gue baru aja keluar dari Rumah sakit. Lo tau diary, ada hal yang bikin gue sedih. Masa Kai-nii lebih hawatir dengan Ichigo dari pada gue? Jujur gue sakit hati banget diary! Untung aja ada Kusa-nii yang nemenin nggak mungkin gue sendirian deh.

Dear Diary 21 Juni

Diary, gue bingung apa salah gue? Kenapa Kai-nii, dan semuanya termasuk orang tua gue, nyalahin gue atas kematian Ichigo?! Padahal kan, bukan gue yang bikin dia kayak gitu. Gue sedih diary, sedih banget dimarahin seperti itu. Terutama oleh Kai-nii, padahal gue pikir dia percaya sama gue, tapi entah kenapa dy gak mau dengerin gue. Dan untung aja ada Kusa-nii,yang mau ngehibur gue. Kalau gak mungkin...Entahlah gue juga gak tau diary

Dear Diary 25 Juni

Diary, kenapa ya ahir-ahir ini nafas gue sering sesak? Udah gitu, gue sering muntah tanpa sebab? Dan kadang-kadang gue juga sampai pingsan, apa gue kecapean ya?

Dear Diary 1 Juli

Sorry, udah berapa hari, lo terabaikan. Gimana lagi, gue masuk di Rumah sakit neh dan baru aja pulang. Yang ngebawa gue Kusa-nii. Padahal gue berharap yang ngebawa gue itu Kai-nii, tapi kayaknya gak bakalan deh. Tapi jujur diary, gue kaget saat dibilang dokter kalau gue terkena Kanker otak. Aduh, makin stress gue lama-lama. Belum lagi sikap abang gue yang entah kenapa, seneng banget nyiksa gue. Dia baru berhenti kalau gue mohon. Aduh, ada apa sebenarnya sama kehidupan gue ini?

Dear Diary 27 Juli

Sorry lagi, karena ahir-ahir ini kondisi gue memburuk banget. Jadi gue disuruh banyak istirahat. Padahal disaat kayak gini, yang gue pengen kehadiran Kai-nii. Jujur gue kangen banget sama Kai-nii. Tapi, kayaknya Kai-nii nggak nganggap gue adik lagi deh. Setiap gue panggil dia dengan nii-san dia pasti marah. Dan bilang kalau gue bukan adiknya dan yang bikin gue makin sedih, apa yang dikatakanya selanjutnya, kalau adiknya hanya Ichigo. Jujur saat itu gue pengen teriak, kenapa waktu itu nggak gue aja yang meninggal. Tapi, kehadiran Kusa-nii udah bisa ngobatin rindu gue, berkat Kusa-nii juga gue bisa sembuh. Nggak tau kenapa, dia sayang banget ma gue. Lo tau dia selalu bilang kalau gue ini sangat berharga. Gue seneng diary. Tapi kalau Kai-nii yang bilang gue pasti lebih senang.

Dear Diary 31 Juli

Aduh, maaf banget deh,bukan maksud gue untuk ngelupain lo. Tapi selama 2 hari ini gue nginap di rumah Kusa-nii dan baru aja kemarin gue pergi cek, untungnya keadaan gue udah stabil. Jadi gue bersyukur banget deh.

Dear Diary 6 Agustus

Sorry,gue udah lama gak cerita,lo tau sendiri kan gimana keadaan gue sekarang. Tapi lo tau tadi siang gue ketemu dengan cewek,gila manis banget,tapi agak judes gitu,karena belum apa-apa gue udah kena tampar. Tapi setelah gue ngembaliin dompetnya,dan dia ngenalin diri ternyata dia baik juga. Namanya Rukia Kuchiki. Katanya sih,dia mau bikin karya ilmiah tentang anak-anak punk. Jujur gue sampai ketawa karena dia gak percaya kalau gue ini anak Punk. Emang tampang gue kayak orang alim ya?Trus besok gue janji sama dia untuk ketemu di star cafe.

.

.

.

Kaien menunduk, lalu ia menyeka air matanya yang mengalir.

'His, gara-gara gue, lo harus menderita kayak gini, maafin gue His. Lo mau benci sama gue juga gak apa-apa kog, gue rela...' gumam Kaien.

"Kai-nii, Kai-nii kog nangis?" tanya Hisagi yang sudah di samping Kaien

"Eh, His, gak apa-apa kog," kata Kaien tersenyum

"O ya, Rukia datang tuh," ujar Hisagi lagi.

"Sorry ganggu," kata Rukia lalu masuk ke kamar Hisagi.

"Nggak kog," kata Kaien.

"Hisa, gimana keadaan lo?" tanya Rukia.

"Gue udah gak apa-apa kog," kata Hisagi tersenyum

'Aduh, nih anak Innocence bener, aduh kalau adik gue mungkin udah gue cubitin bener kayak chappy' kata Rukia dalam hati

"Oh ya, Ruki, nih janji gue waktu itu." kata Hisagi sambil menyerahkan sebuah Map

"Eh… iya, aduh… yang penting lo cepat baikan aja deh," kata Rukia

"Iya," ujar Hisagi lagi. "Tapi tetap saja kan, janji harus di tepati, dan maaf nggak begitu banyak yang bisa gue bantuin bahannya," ujar Hisagi lagi.

"Udah, nggak apa-apa. Makasih banyak ya, His," ujar Rukia lagi.

"Ya udah, lo istirahat aja ya," kata Kaien mengelus kepala adiknya itu

"Iya, Kai-nii." ujar Hisagi

"Ruki, ayo ke kamar gue," kata Kaien

"Iya," kata Rukia lalu mengikuti Kaien ke kamarnya.

"Hhhh…" Kaien hanya mendesah pelan.

"Ada apa, Kai?" tanya Rukia.

"Nggak. Gue hanya makin merasa bersalah. Apalagi saat gue baca diarynya Hisa, makin merasa bersalah gue," kata Kaien

"Udahlah, Kai," ujar Rukia seraya mengusap pundak Kaien.

"Gimana enggak, gue masih tetap belum bisa ngelupain semuanya. Bagaimana gue nyiksa dia Ruki, gue pernah ngurung dia di kamar, lalu gue benturin kepalanya ke dinding. Padahal gue sebenarnya pengen agar di cuma deket ke gue aja, tapi gue malah bikin dia makin gak nyaman dekat gue. Bahkan gue pernah memplester mulut dan hidungnya sampai dia pingsan karena gak nafas. Entah kenapa saat itu gue puas saat melihat dia menderita kayak gitu, apalagi kalau dia sampai berdarah, makin gue siksa deh dia. Gue terus nyiksa dia sampai dia mohon-mohon,tapi kalau gue lagi pengen nyiksa dia, bagaimanapun dia mohon nggak bakalan gue hentiin, tiap pingsan gue guyur dia supaya sadar,sampe-sampe dia gue banting-banting lah, gue impit,sampai dia nangis,dan mohon-mohon. Makanya, Kusaka benci banget sama gue, karena hal itu." kata Kaien lirih

"Astaga lo gila, Kai! Kenapa lo bisa sesadis itu?" tanya Rukia kaget.

"Gue cemburu banget Ruki, apalagi saat dia selalu cerita tentang Kusaka. Gue nggak bisa kayak Kusaka yang selalu bisa dekat dengan dia. Gue tau, Kusaka itu emang lebih baik dari gue. Dan gue benci jika Hisa terus muji-muji Kusaka di hadapan gue," lirih Kaien.

.

.

.

Rukia Pov`s

'Jadi begitu. Tapi kan Kaien nggak harus seperti itu juga sampai menyiksa Hisagi. Tapi, kalau gue yang jadi Kaien mungkin gue juga kayak gitu,' gumamku pelan.

"Ruki,"

"Eh, Hisa ada apa?" tanyaku kaget dengan kehadiran Hisagi yang tiba-tiba itu.

"Gue mau ngomong sama lo," ujar Hisagi lagi.

"Iya," ujarku

Lalu aku mengikuti Hisagi ke kamarnya.

"Gue sebenarnya gue udah ingat semuanya." gumam Hisagi pelan

"Eh…yang benar His?" tanyaku kaget.

"Iya dan sebenarnya, gue nggak pernah lupa ingatan. Gue berpura-pura aja, kalau gue gak ingat sama semuanya. Kai-nii pasti bakal mengiklashin kepergian gue," kata Hisagi lirih

"Lo ngomong apa?" tanyaku bingung.

"Sebenarnya operasi itu percuma, karena kanker itu bakalan tumbuh lagi dan waktu gue makin sedikit. Makanya gue pengen nikmatin sisa hidup gue," kata Hisagi

"Hisagi…"

"Udah lo jangan sedih, ya. Kalau gue nggak ada, tolong lo jagain Kai-nii ya," kata Hisagi tersenyum

"Iya…" kataku seraya menyeka air mataku

"Aduh… lo jangan nangis, illfill gue ngeliat tampang lo," ejek Hisagi.

"Dasar," gerutuku seraya memukul pundak Hisagi pelan. Sedang ia hanya tertawa.

.

.

.

Sore harinya

"Hisagi, maafkan dad, atas semuanya," kata Kensei.

"Udahlah Dad, aku nggak apa-apa kog," kata Hisagi tersenyum.

"Mom juga mau minta maaf, karena mom juga sering sibuk," kata Lisa.

"Udahlah, tidak apa-apa kog," kata Hisagi tersenyum.

"Nah, ayo kita lama kan kita tidak makan bersama," kata Lisa.

"Iya," kata Hisagi dan Kaien.

.

.

.

'Seandainya saja aku bisa menghentikan waktu, akan kuhentikan. Meski hanya sedetik saja, itu sudah cukup. Seandainya saja ada yang bisa mengabulkan permintaanku, aku hanya ingin agar kau tetap berada sisi ku.' gumam Kaien seraya menatap Hisagi.

"Kai-nii…" panggil Hisagi.

"Eh… ada apa His?" tanya Kaien seraya menatap adiknya itu.

"Kayaknya Kai-nii bingung banget," kata Hisagi.

"Nggak, ada apa-apa kog," kata Kaien tersenyum.

"Huah…gue ke kamar dulu ya, gue ngantuk nih," kata Hisagi menguap pelan.

"Ya udah ayo, gue antar," kata Kaien.

Lalu Kaien pun mengantar Hisagi ke menuju ke kamarnya.

Hisagi Pov`s

'Sial, Hhh… nafas gue sesak lagi, gue benar-benar gak tahan lagi.' Rintihku.

Lalu aku pun berdiri dan menuju ke kamar Kaien.

"Kai-nii…" panggilku.

"Eh, His, ada apa? Ayo masuk," ujar Kaien seraya tersenyum.

"Maaf mengganggu ya," gumamku pelan.

"Udah, lo ngomong apaan sih? nggak ada kata kan adik gue," kata Kaien.

"Kai-nii gue mau minta maaf," kata ku.

"Eh, untuk apa?" ujar Kaien bingung.

"Gue minta maaf, karena selama ini gue nggak pernah mengertiin elo. Wajar aja elo marah, kalau gue selalu cerita tentang Kusaka, dan padahal dia itu kan rival loe," kataku lagi seraya menunduk, tidak berani menatapnya.

"Hisa… "

"Maaf, gue benar-benar minta maaf Kai-nii. Maaf, gue emang nggak peka dengan perasaan loe… maaf," isakku pelan.

"Sshh… Udahlah His, nggak apa-apa kog," ujar Kaien seraya memeluk tubuhku erat.

"Iya, tapi gue tetap merasa bersalah. Dan gue minta maaf karena waktu itu sering nyuekin elo. Gue… gue cemburu karena Ichi bisa dekat dengan elo," lirihku lagi.

"Gue nggak mau, gue nggak suka ada orang lain yang dekat dengan nii-san gue. Gue emang egois," gumamku lagi.

"His, udahlah ya," ujar Kaien seraya mengusap kepalaku pelan.

"Dan maaf karena berbohong. Sebenarnya gue ingat semuanya," sambungku lagi.

"Eh... jadi lo ingat semuanya?" tanya Kaien.

"Iya.." gumamku lagi.

"Astaga, nggak usah minta maaf. Gue seneng banget, His." kata Kaien memelukku erat

"Ano… Kai-nii sesak… "

"Eh…maaf, His." Ujar Kaien melepas pelukannya.

End Of Hisagi Pov`s

"Iya, nggak apa-apa. Oh ya Kai-nii, kalau gue nggak ada tolong jaga mom dan dad ya. Lalu lo jangan berkelahi lagi sama Kusa-nii dan jagain Ruki ya," kata Hisagi

"Astaga lo ngomong apaan sih, His?" tanya Kaien bingung.

"Kai-nii, dengerin gue tolong apapun yang terjadi lo jangan nangis ya?" kata Hisagi penuh penekanan pada kalimatnya.

"Iya, His. " ujar Kaien

"Gue sayang sama lo, Nii-san," kata Hisagi

"Gue juga sayang sama lo, His." kata Kaien seraya memeluk adiknya itu. Saat sadar ternyata Hisagi sudah tertidur pulas di pelukannya. Kaien hanya terseyum, lalu membaringkan Hisagi di tempat tidurnya.

.

.

.

Tengah malam

"His, lo kenapa, His," kata Kaien hawatir saat melihat adiknya yang sesak nafas itu.

"Gue nggak apa-apa," kata Hisagi terengah-engah.

"Apanya,bentar gue panggil dokter," kata Kaien beranjak dan meraih ponselnya yang berada di meja belajar.

"Kai-nii jangan pergi," gumam Hisagi pelan.

"Tenang aja, gue gak bakalan pergi." kata Kaien.

"Kaien, ada apa?" tanya Ayahnya yang bingung dengan keributan di kamar Kaien.

"Eh, dad, Mom, Hisa.." gumam Kaien.

"Astaga, bentar dad,telpon dokter dulu," ujar Kensei lalu segera menelpon ambulance.

"Kai-nii gue sayang sama lo, sayang banget." lirih Hisagi.

"His, lo bertahan ya," ujar Kaien yang semakin hawatir dengan keadaan adiknya yang semakin memburuk itu.

"Gue gak kuat, Nii-san. Nih penyakit gak bisa sembuh," kata Hisagi lagi.

"His, lo pasti bisa, sabar ya," kata Kaien semakin hawatir.

Ia takut kehilangan adik benar-benar gak sanggup untuk kehilangan adiknya.

"Kai-nii...m.a.k.a.s.i.h un..tuk..se..mu..a Sa..yo..na..ra.." gumam Hisagi pelan lalu menutup matanya seiring dengan detak jantungnya yang berhenti total.

"His! Hisa ! Gak His!Lo jangan pergi His!HISA!" teriak Kaien

Semuanya terlambat...

.

.

.

"Kai…"

"Harusnya gue sadar, pantesan ahir-ahir ini dia manja banget," kata Kaien lirih sambil memandang batu nisan di hadapanya

"Udahlah, ikhlasin dia bro…" kata Kusaka

"Sorry ya, Kusa…" gumam Kaien lagi.

"Udahlah, Kai. Ini bukan salah lo, kita semua kehilangan dia," kata Kusaka menyeka air matanya

"Iya, Kai. Kusa benar," kata Rukia dengan nada sedih.

'His, Gommen ne, Hontou ni gommennasai, padahal gue belum sempat untuk minta maaf. Dan padahal gue lebih banyak salah ke elo, loe nggak maaafin gue juga nggak apa-apa kog. Sayonara Hisagi,' kata Kaien berusaha tegar.

Saat pulang Kaien langsung menuju ke kamar Hisagi. Ia kaget saat melihat sebuah buku terletak di atas tempat tidurnya.

"Loh, buku apa nih? Buku Diary lagi?" kata Kaien lalu membaca buku itu

Di halaman terahir tertulis sebuah Diary,namun tanggalnya tak dibuat.

Dear diary

Gue sengaja nggak nulis tanggal dan waktu gue buat nih diary, karena ini adalah diary terahir gue. Gue hanya nggak mau ngitung-ngitung hari kepergian gue, capek gue ngitungnya. Waktu untuk gue pergi juga makin dekat. Padahal, gue masih belum puas untuk gangguin Kai-nii dan Ruki, juga gue bahkan gak bisa nonton pertandingan basketnya Kusa-nii. Diary, semoga di kehidupan yang akan datang kami bisa berkumpul lagi, bercanda tawa dan bermain bersama. Oh ya, buat Kai-nii, gue doain agar cepat married dengan Ruki, hehehe. Jujur kalau gue bilang langsung bisa-bisa gue di telen sama Kai-nii, hahaha bercanda. Terus untuk Kusa-nii, sukses selalu ya, Nii-san. Makasih atas semuanya, meskipun lo bukan abang kandung gue, tapi gue senang punya abang yang perhatian kayak lo, sorry ya, gue gak pernah bisa membuat lo untuk gantiin posisi Kai-nii di hati gue, karena dia itu nomor 1 deh, lalu buat buat Ruki. Makasih karena lo udah ngabulin permintaan terahir gue, semoga aja bahan-bahan yang gue kasih itu cukup.

Hmmm…apalagi ya? Ah, itu aja deh, bingung gue mau nulis apa lagi. Lagi pula mungkin pas Kai-nii baca nih diary, gue udah pergi. Ingat ya janjinya gak boleh nangis! Kalau gak nanti gue bakalan milih Kusa-nii aja, hehehe becanda kog. Nggak mungkin lah, meskipun malaikat Gabriel sekalipun mau jadi abang gue, gue tetap milih lo kok. Sayonara Kai-nii, Kusa-nii dan Rukia moga kita bisa ketemu lagi.

"Hisagi Shuuhei Muguruma"

.

.

.

Kaien menutup buku itu, lalu menyeka air matanya dan tersenyum.

"Bego lo, His," gumamnya

.

.

.

End Of Flash back

"Aduh, sorry gue telat… " kata sesorang menghampiri mereka

"Eh? Nggak apa-apa. Kapan lo pulangnya? bukanya lo tanding basket kan?" tanya Kaien pada Kusaka yang baru sampai dengan nafas ngos-ngosan itu.

"Iya… gue baru aja sampai. Saat ke sekolah, katanya lo bedua udah pergi, jadi gue nyusul lo ke sini," kata Kusaka.

"Oh gitu," kata Rukia.

"Sorry ya. Jadi gimana?" tanya Kaien.

"Aman, 14-0 bro, dan 8-0," kata Kusaka nyengir.

"Buset gila lo bro! Hebat deh, Hisa pasti bangga tuh," kata Kaien.

"Ini berkat Hisa kok, Gue sengaja nyetak skor sesuai tanggal lahirnya," kata Kusaka nyengir.

"Ya udah, ayo kita rayain kemenangan lo," kata Kaien.

"Iya," kata Kusaka setelah menaruh seikat bunga bellflower bewarna Violet di makam Hisagi.

Lalu mereka pun pergi.

Dari kejauhan Hisagi hanya tersenyum, karena semuanya baik-baik saja. Ia pun menghilang bersama angin yang berhembus di sekitarnya.

"Seandainya saja aku bisa menghentikan waktu, akan ku hentikan. Meski hanya sedetik saja, itu sudah cukup. Jika ada yang bisa mengabulkan permintaanku, aku hanya ingin agar kau tetap berada sisi ku.

Forgive me Hisagi, My Little Brother."

*"Sebuah Kata Maaf Yang Tak Terucapkan"*

*~FIN~*

"Hwa... jujur gue nangis saat bikin nih Fic,entah kenapa," kata Hikary yang nangis dan menghabisin persediaan tisu sekotak.

"Gue yang baca aja nangis, apalagi lo yang bikin,"kata Kusaka

"Saya sengaja bikin nih fic two-shot karena kepanjangan untuk one shot! Dan tenang aja saya posting sekaligus kog, biar Readers gak penasaran," kata Hikary

"Ingat Readers,jangan lupa Reviewnya ya, karena review kalian berguna untuk ngehibur kita," kata Kusaka

"Oya, Kai-kun sama Hisa-kun mana?" tanya Hikary cengo

"Itu tadi,mereka katanya pergi makan ice cream," kata Kusaka

"Eh,kejam gak ngajak!" kata Hikary

"Balas Review:

Winter Aoi Sakura: Itu karena si author yang seenaknya saja membuat koid orang-orang. Dan salahkan author juga karena keOOC-an berlebihan. Makasih atas reviewnya.

Hisa4giXf$ns: Hehen iya ini udah tamat. Rencana akan buat sequel hehe

Kaiserin warren: Hehe Arigatou Gozaimasu. Dan maaf karena masih banyak missword, dan miss-miss yang lain.

Rin kurena21: hehe arigatou,"

"Oke MINNA!Mind to Read and Review?"kata Semuanya