Warning : AU, gaje, abal, Typo(s) bertebaran, alur? kecepetan-_-dll... DLDR! RnR, please^^?

Naruto © Masashi Kishimoto

This fict © Sevi Suryani

.

.

.

#Chapter 2 : Meet

Sasuke sedang duduk disalah satu meja disebuah cafe di Konoha dengan sebuah note kecil dan pulpen digenggamannya. Dia tidak sendiri, disebelahnya terlihat ada seorang pria tua berambut putih panjang dengan dua orang berbadan besar dibelakangnya.

"satu tas, itu saja." Ucap pria tua itu.

"ukuran?" tanya Sasuke tanpa basa-basi.

"1,5 meter kali setengah meter." Jawab pria tua.

"berat?"

"50 kilo, tidak lebih." Jawab pria tua. Sasuke terlihat mencatat semua yang dijawab oleh pria tua itu dengan cepat.

"tujuan."

"Godaime street no. 24. Kau antarkan kepada Tuan.."

"aturan kedua : tidak ada nama." Ucap Sasuke memotong ucapan pria tua untuk mengingatkan.

"waktu pengambilan?"

"jam tujuh pagi, di pintu depan."

Setelah menurutnya selesai pertanyaannya, Sasuke merobek selembar note kecilnya itu lalu berucap "sebuah paket, 150 kali 50, 50 kilo, 250 kilometer. Perjalanan dalam batas kecepatan. Satu pemberhentian untuk istirahat : 120.000 yen. Setengah sekarang, setengah saat penyerahan. Pengiriman akan tiba ditengah hari. Jika tidak ada orang disana aku tidak bertanggung jawab. Aku akan meninggalkan paketnya disana. Sekali kita membuat kesepakatan, itu tidak akan bisa diubah ataupun di negosiasi ulang." Sembari menatap pria tua itu tajam.

"peraturan lainnya?" tanya pria tua.

"itu peraturan nomor satu. Apa kita sepakat?" jawab Sasuke sekaligus bertanya.

Pria tua itu mengambil uang dan menyerakannya kepada Sasuke, Sasukepun memasukkan uang itu kedalam kantung jas yang ia kenakan. Sasuke mengambil selembar kertas note kecil yang tadi ia gunakan untuk menulis, lalu membakarnya dengan korek yang entah dari mana ia dapatkan.

"kau sangatlah tepat." Ujar pria tua.

"transportasi adalah bisnis yang tepat." Ucap Sasuke dan berlalu keluar cafe tanpa mengucapkan hal lain lagi.

.

.

.

Sebuah mobil BMW hitam terparkir dipintu depan, didalamnya terlihat Sasuke yang duduk dibangku kemudi sedang menunggu dengan bosan kedatangan anak buah pria tua berambut putih panjang kemarin. Itu terlihat dari caranya menghela nafas panjang sedari tadi, dan akhirnya dia melihat dua orang berbadan besar dan memakai kacamata hitam menujuh kearah mobilnya. Salah satu dari dua orang berbadan besar itu membawa sebuah tas besar yang entah apa itu isinya.

Orang yang membawa tas besar itu memasukkan tas besarnya kedalam bagasi, setelah mendapat kode dari orang berbadan besar itu, Sasuke menjalankan mobilnya dengan kecepatan normal. Ditengah perjalanan ia merasa bosan, karena tidak ada tantangan sejauh ini

"flat." Ucapnya bosan.

Tetapi dia merasa sepertinya ada yang salah dengan ban mobilnya. Dan benar saja, ketika ia mengecek ternyata ban mobilnya bocor, Sasukepun membuka bagasi untuk mengambil ban serep. Saat dia mengambil ban serep, Sasuke melihat paket dari clientnya itu sedikit bergerak. Wajah Sasuke terlihat tenang-tenang saja, sepertinya Sasuke tidak mau bawa pusing masalah itu, setelah selesai Sasuke melanjutkan perjalanannya.

.

.

Sasuke yang sedang menyetir, kini pikirannya tidak bisa jauh dari seorang yang baru saja ia lihat tadi. Surai merah muda, mata emerald, wajah yang.. 'Aarrrrgghh! Pikiran apa itu!' pikir Sasuke frustasi, sungguh! Dia tidak bisa konsentrasi untuk saat ini, pikirannya hanya tertuju pada satu orang, hei! Jarang-jarang seorang 'Uchiha Sasuke' bisa seperti ini...

Flashback :

Sasuke memberhentikan mobilnya dipinggir jalan yang sepi, lalu Sasuke menghampiri bagasi dan membukanya. Dia juga membuka isi paket 'benar dugaanku' #ngelanggar peraturan dong-_-a# dan benar saja, didalamnya ada seorang gadis bersurai merah muda dan bermata emerald dan wajahnya yang cantik 'lumayan' pikir Sasuke. Sasuke menatap gadis itu lekat-lekat, jujur, ia sedikit terpesona dengan gadis ini. Gadis itu sendiri sebenarnya agak gugup dilihat seperti itu oleh orang yang tidak ia kenal, gadis itupun menggeleng dan berteriak sebisa mungkin –mulutnya dilakban soalnya–

"MMMHHHHHHMMM!" teriakan gadis itu menyadarkan Sasuke dari pikirannya.

"jangan berteriak, aku akan membuka sedikit itu dengan ini." Kata Sasuke sembari mengarahkan pisau lipat yang ia bawa kearah lakban yang menutupi mulut gadis itu, dan menggoresnya sedikit dipertengahan mulut gadis itu. Lalu Sasuke mengambil sebuah minuman botol dan memasukan sedotan kelubang yang ia buat dibelahan mulut gadis itu. Gadis itu langsung menyedot minuman yang diberikan oleh Sasuke seperti orang yang tidak minum berhari-hari.

"pelan-pelan" kata Sasuke sambil memandangi wajah gadis itu. Entah sadar atau tidak, tangan Sasuke terulur untuk merapihkan helaian rambut merah muda gadis yang seenaknya sedikit menutupi wajah cantik gadis tersebut. Gadis itu terliat sangat terkejut dengan perilaku Sasuke, dan tatapan mata Sasuke yang begitu lembut padanya.

"baiklah. Sudah cukup." Ucap Sasuke, lalu memasukan botol yang tadi kedalam kantong jasnya dan segera menyuruh gadis itu untuk kembali kedalam tas. Tetapi karena gadis itu tidak mau, akhirnya Sasuke memasukannya dengan paksa, dan melanjutkan perjalanannya.

.

End of flashback.

.

Dug dug dug

Suara bagasi mobil digedor membuyarkan lamunan Sasuke, tetapi ia tidak memperdulikannya.

Dug dug dug dug dug dug

Suara itu terdengar lebih keras dan lebih banyak dari sebelumnya, tetapi Sasuke tetap tidak memperdulikannya.

DUG DUG DUG DUG DUG

Oke, Sasuke menyerah, Sasuke memberhentikan mobilnya dan membuka bagasi, Sasuke juga membuka resleting tas, dan gadis tadi langsung keluar dan berteriak.

"Mmmm! MMMHHHMM!" teriak gadis itu.

Sasuke membuka lakban yang menutupi mulut gadis itu, si gadis langsung saja bicara

"mau pipis." Ucap gadis itu singkat dengan puppy eyesnya.

Deg!

Sasuke merasa pipinya sedikit memanas hanya karena melihat wajah si gadis yang imut itu, menurutnya. Sasuke mengangguk, menutup kembali mulut gadis itu dengan lakban lalu berkata

"baiklah, diam. Aku akan membuka tali itu dengan ini." Sasuke berkata sambil mengeluarkan pisau lipatnya dan membuka tali yang mengikat tubuh gadis itu. Saat tali yang ditangan gadis itu sudah terlepas, si gadis mencoba untuk membuka lakban dimulutnya, tetapi tangan Sasuke menahannya dan berkata

"kau tidak memerlukan mulut untuk pipis." Setelah mengatakan itu, Sasuke mengikat tali keleher gadis itu, tentunya sedikit longgar. Gadis itu menatap Sasuke dengan heran.

"waktumu hanya satu menit untuk pipis." Perkataan Sasuke membuat panik gadis itu, gadis itupun segera lari kebawah, kesemak-semak untuk pipis. Tetapi Sasuke merasa ada yang aneh, setelah satu menit berlalu Sasuke berteriak "waktumu habis!"

Tetapi si gadis itu tidak naik keatas, Sasuke yang curiga akhirnya kebawah. Dan benar saja, tali itu ada disemak-semak tanpa gadis itu.

'aturan ketiga : jangan buka paket. Kau bodoh, Sasuke!' batin Sasuke.

Sasuke segera saja mengejar gadis itu, walaupun gadis itu kabur, toh bisa dengan mudah Sasuke mengejar. Dan benar saja, baru beberapa lama berlari, Sasuke langsung bertemu dengan gadis itu dan menggotongnya dibahu.

"aku harap kau menikmati pipismu. Karena, ini yang terakhir selama perjalanan." Ujar Sasuke dingin.

"lepaskan! Jangan! Tidak! Kumohon jangan bawa aku! Lepaskan!" gadis itu terus-terusan memberontak. Tetapi tetap saja tidak diperdulikan oleh Sasuke. Saat sudah sampai diatas, Sasuke melihat ada dua orang, yang sepertinya polisi sedang melihat-lihat mobilnya.

Kedua polisi itu menyadari kehadiran Sasuke, dan bodohnya lagi, saat itu kebenaran saat Sasuke sedang menggotong gadis itu dibahunya...

.

.

.

TBC

.

.

.

A/N : yah, cuma gini deh bisanya-_-lebih dikit, soalnya ini udah beda dari flmnya. huh.. yaudah deh kasih kritik dan sarannya yaa :) hehehe. Reveiew, please..^^?