Part 2

''sepeda''aku mengernyitkan dahiku,membuat beberapa lapis berkerut terlihat disana,kupandangi terus sepeda berkeranjang dengan warna putih ini

''mau ikut,apa mau ngeliatin sepedanya doang nih?''Chanyeol menaiki sepeda ini dan siap untuk mengajakku ke suatu tempat yang menurutnya indah dan aku pasti suka tempat itu,tanpa ragu aku duduk di boncengan Chanyeol

''peluk pinggang abang ya neng,Motor Ninja ini akan melaju cepat''candanya membuatku tersenyum geli namun menuruti kemauannya

inilah keanehan yang kurasakan dari sebelum aku dan Chanyeol menaiki Sepeda ini,seperti yang kupikirkan sebelumnya,adegan ini terlihat seperti film india,dimana Hrithik Roshan dan Rani Mukherjee bersepeda ria di taman bunga di Film Mujhe Dosti Karoge
ataupun adegan dimana Sharukh khan bersama Kajol Di Film Kuch-kuch Hota Hai,

aku memeluk pinggang chanyeol erat,tersenyum melihat chanyeol yang berusaha mengendalikan sepeda ini agar imbang,karena jalan-jalan berakar dari pohon karet ini sangat menyebalkan,tapi aku menyukainya,bersepeda di tengah-tengah Kebun Karet yang berjejer rapi dan berakar nakal,yang membuat sepeda kami berhentakan terus membuat pelukanku di perut Chanyeol sering tergeser jatuh kebawah bagian perutnya,menyentuh sesuatu ganjalan,hmm harus berpikiran positif jika aku menyentuh Ikat pinggangnya lagi barusan

''Taraaang''ujar chanyeol seolah-olah menyajikan sesuatu yang dibuatnya,Chanyeol benar-benar tidak berbohong,Ia memang mengajakku ke tempat yang sangat indah,ini adalah air terjun yang tidak terlalu tinggi namun airnya begitu jernih,terdapat batu besar di dekat jatuhnya air terjun itu,dan sebuah jembatan kecil terhubung dari sini menuju batu besar itu.
Tahukah kalian,aku memang menyukai hal-hal berbau alam,aku suka suara gemericik air ini,itu membuatku semakin tenang dan nyaman.

''jangan bengong,ayo nyeberang'' chanyeol menggaet lenganku

''jembatannya kecil,kamu duluan aja nyebrangnya,ntar kalo udah nyampe di seberang aku baru nyusul''ucapku melepas tangannya yang mulai menjalar memeluk pinggangku

''itu akan terlihat lama my Diyo,adakah ide yang lebih menarik selain ini''ia mengangkat tubuhku membuatku mau tidak mau merangkulkan tanganku kebelakang lehernya.

''kenapa berhenti? nanti kita jatuh yeol''ujarku memejamkan mata tidak berani menatap ke bawah,padahal jembatan ini tidak terlalu tinggi,tapi untuk orang yang Phobia ketinggian sepertiku,sama sekali tidak menyukai adegan seperti ini.

''aku sudah lebih dulu jatuh diyo,disini''ia memegang tangan kananku dan menempelkan tangan ini ke dadanya,apa yang ia maksudkan adalah hatinya,tapi entahlah,aku kurang mengerti dengan kiasan yang Chanyeol maksudkan

''Sampai''ujarnya menurunkan tubuhku dari gendongannya
''berat juga ya,ni orang makan apa ya,pasti makanin buku diarynya,beban berat cerita diary itu pasti pindah ke tubuhnya''ledek chanyeol,dia menyindirku yang tidak lagi menulisi Diaryku,dan..darimana dia tau aku tidak butuh diary itu,Insting,mungkin saja,karena Ia selalu tahu semua tentangku.

''Aku nggak perlu Diary itu lagi yeol,dia nggak bisa ngebantu permasalahanku,Buku itu nggak bisa mendengarkan keluh kesahku,karena aku punya sebuah diary yang selalu kai membantu dan melindungiku,kepada Diary itu akan kutulis semua persoalan hidup yang aku jalani,kepada Diary itulah akan kuceritakan semuanya tentang aku''aku memandang chanyeol
''bantu aku menjalani hidupku,Diaryku''aku memeluk chanyeol,siluet Air terjun ini sangat membantu,seandainya saja ada sebuah kamera yang mengabadikan,pasti gambar itu akan terlihat sangat bagus.

chanyeol memegang kedua pipiku,membelainya lembut,tersnyum dan menatapku tajam.
''Diyo..ada belek dimatamu''ejeknya,benar-benar tidak romantis,disaat seperti ini dia malah bercanda,aku merengut,dan memanyunkan bibirku,sedangkan chanyeol tertawa memegangi perutnya.
Aku duduk manyun menghadap air terjun di depan sana,

''hey,hey,gitu aja ngambek,iya,iya,aku bakal terus jadi Diary kamu,tanpa kamu bilang,aku akan selalu menjadi itu buat kamu'' chanyeol ikut duduk di sampingku,aliran air terjun ini mengelilingi batu besar yang kami duduki,panorama alam yang menurutku sangat indah,air terjun yang deras,namun saat jatuh ke bawah,ia akan mengalir dengan tenang dan batu ini seakan membelah aliran air tersebut menjadi dua bagian dan kembali bertemu di ekor batu.

''dulu airnya kecil,karena di atas sana masih banyak akar-akar pepohonan,dan semak belukar yang menutupi aliran air ini,tapi orang-orang kampung sini memperbaikinya,dan membuat aliran air ini menuju ke perkampungan penduduk,dijadikan irigasi,makanya sawah-sawah subur banget,buat mandi penduduk itu sendiri,dan ini itu sumber mata air penduduk,saat udah kayak gitu,orang-orang jarang kesini lagi,padahal menurutku tempat ini indah''terang chanyeol panjang lebar,namun aku berpura-pura acuh tidak mendengarkan,aku membalas perbuatannya barusan.

''ah,.eh,.apa yeol,aku kurang dengar''ujarku berakting seolah-olah sehabis melamun panjang

''sial,.kamu nggak denger aku,padahal aku udah panjang lebar njelasinnya''gantian dia yang merengut namun menggelitiku seperti di asrama tadi,membuatku berbaring di batu besar ini.

chanyeol di atasku lagi,memandangi dan menatap bola mataku tajam,tangannya membelai rambutku pelan,Ia tersenyum

''Boleh menciummu lagi''Ujarnya semakin tersenyum,entah apa yang harus kujawab,aku bersemu merah,tapi tidak bisa kupungkiri,aku menginginkan itu.
Aku diam menutup mataku,tapi kecupan itu tidak kunjung tiba,singgah dimana bibir chanyeol,saat aku membuka mata,Ia kembali tersenyum

''Pengen yaaa''ledeknya lagi,aku mencubit lengannya,nipplenya,dan perutnya,dia berteriak tidak karuan

''aw,.sakit kyung,.aw,aw'' chanyeol menggeliat dan tertawa

''brengsek,kurang ajar''aku semakin mecubitinya,tapi chanyeol dengan sigap menangkapku dan mengendongku lagi seperti saat menyeberang tadi,lalu mkamuncat dari batu besar ini ke aliran air terjun yang ternyata cukup dalam ini,hanya sebatas dada saja.

''dingin yeol''aku menggigil,pantas saja tidak ada yang mau mandi disini,airnya sangat dingin,bahkan sangat segar rasanya jika sedang kehausan, chanyeol tertawa,kemudian menyelam.

''yeol,.jangan ngebuat aku takut,ayo keluar,chanyeol''teriakku
'' chanyeol ''tapi chanyeol tidak kunjung keluar,tidak kusangka aku meneteskan air mata,takut kehilangannya.
''waaa''Ia mengagetkan ku dan tepat muncul di depanku,dan tertawa terbahak-bahak lagi

''nggak di sangka,ternyata kamu tu khawatir banget ya sama aku,ampe nangis segala''ujarnya melanjutkan tawanya

''jahat''teriakku memukulnya

''aku itu ngumpet di balik batu tu,masak gak bisa nyari''ejeknya sambil menahan pukulanku,Ia memegang tanganku,membawa tangan ini merangkul Lehernya,

''dingin''Ujarnya,aku mengangguk

''akan kubuat suasananya hangat'' chanyeol tersenyum memandangku,dan bibir itu datang,satu kecupan ia daratkan tepat di Bibirku,mengulangnya lagi berkali-kali,dan melumat bibirku lama,aku memeluk chanyeol erat,aku mencintainya,sangat mencintainya,dan aku aku tidak perduli apa kata orang nanti,yang jelas aku mencintai akan berapa lama kami akan selesai melakukan percintaan ini,tapi yang pasti aku tidak mau mengakhirinya lebih dulu.