Disclaimber Naruto: Masashi Kishimoto

Rate: T

Genre: Hurt Comfrot, Family

Pair: DeiNaru, SasuNaru, MinaKushi

Warning: OOC, YAOI,


Author Note: Arigatou Gozaimasu, sudah mau baca! review, favorit dan follow... Semoga kalian bisa menikmati fict ini...

Maaf jika mengecewakan kalian jika fict ini tidak sesuai yang kalian inginkan!


Kediaman Namikaze

Makan malam, itulah yang di lakukan oleh keluarga harmonis ini. Naruto yang sedari senang karena ada makan ramenya! Sedangkan Deidara, Minato dan Kushina yang tentu saja makan hanya saja mereka memakan makanan mereka dengan tenang berbeda dengan Naruto.

"Okaachan! " Panggil Naruto.

Kushina langsung menghentikan acara makanya di ikuti Minato dan Deidara, Kushina tahu jika anaknya akan menceritakan apa yang dialaminya hari ini.

"Ada apa Naru chan ? " Tanya Kushina dengan lembut.

"Hehehe...Tadi Nalu chan akhilnya mendapatkan teman laki-laki loch~ " Cengir Naruto.

"Benarkah ? Hm syukurlah. " Ujar Kushina yang tak melihat anaknya yang marah.

"Aiisschh Okaachan cehaluhscnya, Okaachan menanyakan namanya dong. " Celoteh Naruto yang mengembungkan pipinya.

"Ahaha iya iya siapa namanya ? " Ulang Kushina dengan senyum gelinya.

"Hehe namanya Uchiha Cacuke! " Kata Naruto dengan riang.

"Apa dia baik Naru ? " Celetuk Minato dengan antusias, demi tuhan! Minato sangat takut jika anaknya berteman laki-laki, dia takut Naruto akan berubah menjadi nakal dan tidak imut lagi.

"Emmmhh...Ummmhh, dia cangat menyebalkan! " Seru Naruto dengan lantang, sedangkan Minato dan Kushina masih setia menyimaknya.

"Tetapi, jika dia menyebalkan kenapa Naru chan mau berteman dengan dia ? "

"Eh! Eh! Eh! Tetapi Touchaan, ci Teme itu cangat lucu dan baik. " Sergah Naruto dengan mengacungkan telunjuknya, lalu di goyangkan kekiri dan kekanan.

Khusina dan Minato berpandangan dengan bingung, siapa Teme ? Melihat kebingungan orang tuanya Deidara mulai menceritakan dengan detail siapa itu Teme, dan kejadian hari ini dengan jelas tentunya.

Hingga malam pun tiba...

Saat ini Deidara sedang menggantikan pakaianya dengan pakaian tidurnya. Setelah selesai ia mulai berjalan menuju tempat tidurnya, mula-mula Deidara mematikan lampu kamarnya, lalu membaringkan tubuhnya tak lupa membuka ikat rambutnya.

Beberapa menit kemudian Deidara sudah terbuai dengan alam sadarnya, tak lama mulai terdengar detik jam. Kesunyian dan detik jam menjadi satu, suara jangrik pun tak mau kalah. Tik-tok-tik-tok lalu krik-krik-krik. Begitu terus-menerus, namun. Semua alunan malam tadi hilang, pasalnya suara derit pintu kamar Deidara terbuka dan menampakan sosok mungil dengan piyama kebesaran berwarna orange, tak lupa Boneka rubah berwarna orange terang.

TAP

TAP

TAP

Selangkah demi selangkah sosok mungil itu berjalan menuju tempat tidur Deidara, sedangkan Deidara sendiri, tak menyadari sosok yang mendekatinya karena masih terbuai akan tidurnya.'TAP' Akhirnya sosok mungil itu sampai di depan tempat tidur Deidara, sosok mungil yang mimiknya masih terlihat mengantuk itu mengangkat tangan kanan mungilnya menuju piyama Deidara...

SRET

SRET

Sosok mungil itu mulai menarik-narik ujung piyama Deidara.

SRET

SRET

Mimik sosok mungil itu mulai berubah haluan menjadi berkerut tanda mulai marah, karena sedari tadi objek yang di banguninya tak kunjung sadar. Pantang menyerah, itulah yang di lakukan sosok mungil itu.

SRET SRET SRET SRET SRET

Dengan semangat masa bocah, sosok itu dengan cepat menarik-narik ujung piyama Deidara. Sedangkan Deidara sendiri mulai tersadar dari alam tidurnya. Melihat objek yang di bangunkan sudah mulai sadar, sosok mungil itu tersenyum lebar, tanda dia senang. Deidara dengan perlahan mulai membuka kelopak matanya, dia mengernyitkan dahinya tak kala melihat adiknya. Naruto, ya! Sedari tadi yang mencoba membangunkan Deidara adalah Naruto adiknya. Deidara mendudukan dirinya, lalu mengelus rambut adiknya yang masih di depan tempat tidurnya.

"Ada apa Naru ? kau tak tidur un ? " Tanya Deidara dengan senyum lembut.

"..."

Naruto, adiknya sama sekali tak menjawab. Dia hanya menundukan kepalanya, menyembuyikan wajahnya. Melihat keanehan adik kecilnya, Deidara mulai menggendong Naruto dan mendudukan Naruto di pangkuanya dan tentu ia masih di tempat tidur.

"Hey ada apa un ? " Tanya Deidara sekali lagi, namun ini dengan nada yang sedikit prihatin.

"..."

Deidara mulai gelisah tak kala adiknya tak menjawab juga, dengan pelan dia mengangkat dagu adiknya dengan telunjuknya. Dia mendekatkan wajahnya ke dahi adiknya, lalu mengecupnya dengan singkat.

Deidara menatap mata Naruto yang menatapnya balik, awalnya mata Naruto masih baik-baik saja. Namun, setelah dia tersenyum manis kepada adiknya. Di pelupuk mata Naruto mulai di genangi air mata yang dengan cepat mengalir di ikuti suara tangis kecil...

Deidara tersenyum maklum sembari mengelus punggung adik tercintanya "Naru, kenapa tidak tidur un ? "

Naruto menatap Kakakanya dengan mata sembab "Hiks...Hiks D-dei nii, t-tadi Nalu belmimpi buluk. "

Deidara menggaruk kepalanya bingung " Mimpi apa Naru ? "

"Hiks...Hiks tadi Nalu mimpi makan Lamen! " Ujar Naruto dengan nada marah.

Deidara makin di buat bingung dengan perubahan nada Naruto, namun dia memaklumi saja. Lagipula bukanya bagus jika Naruto bermpimpi dia memakan Ramen. Hah, adiknya ini.

"Loh, bukanya bagus jika Naru bermimpi makan Ramen ? bukanya Naru chan suka Ramen un ? "

Naruto mulai memeluk leher Deidara "Huweee tapi caat Nalu memakan Lamen, tiba-tiba Lamen Nalu di makan Monsctel Ayam Dei-nii! Huweeee Lamen Nalu! "

Jika saja Deidara tidak memangku Naruto, mungkin saja dia akan langsung jatuh kelantai dengan tidak elite-nya. Astaga, ternyata begitu ceritanya. Deidara mulai tertawa paksa dan hambar, dia tidak bisa menyembunikan ke-sweetdrope-nya "Aha...ha..ha, ya sudah. Itu kan hanya mimpi un! "

Naruto dengan cepat menatap wajah Kakaknya dengan wajah horor, membuat Deidara gelagapan "Tidak! Nalu takut Dei nii! Dei-nii Nalu tidul dengan Dei-nii ya ? "

Deidara meringis melihat kelucuan adiknya, di lain pihak. Naruto yang melihat raut ragu-ragu Kakaknya mulai mengeluarkan jurus andalanya, yeah kalian pasti taulah.

"Boleh ya De-dei nii~ "

"..."

"Hiks... "

Deidara dengan sigap berangguk-angguk ria, dengan itu Naruto menang telak!

Naruto segera tidur di samping kakanya dengan cengirannya "Hehehe... "

Deidara hanya bisa menghembuskan nafasnya "Dasar un! "


Naruto, dengan semangat dan cerianya berjalan menuju kelasnya. Sedangkan Kakaknya alias Deidara hanya tersenyum kecil sembari menggandeng tangan adiknya. Deidara menyipitkan matanya saat dia mendapati temanya Itachi tengah menggoda adiknya yaitu Sasuke sedari tadi hanya merengut.

"Itachi! " Panggil Deidara sekaligus melambai-lambai.

Itachi menoleh, dengan cepat dia menarik tangan adiknya lalu berjalan menuju Deidara. Setelah samapai Itachi menyapa "Ohayou Naru chan! Dei chan! "

"Ohayou mo Itachi! " Sapa Deidara.

" Dan Cacuke! " Lanjut Naruto dengan riang.

Namun sekelebat bayangan ingatan, membuat Naruto bersembunyi di belakang kaki Deidara dan dia memandang takut Sasuke. Melihat keanehan Naruto (lagi) Sasuke, Itachi dan Deidara khususnya memicingkan mata.

"Eh? Naru! Kau kenapa un ? " Seru Deidara. Namun, hanya di balas gemetaran Naruto.

Deidara mencoba menganalisa kejadian ini, dia menatap Sasuke yang sedari tadi Naruto pandang. Huh ? di lihatnya bukan Sasuke yang di pandang ternyata! Namun, rambut Sasuke. Dengan mata terbelalak Didara mengingat jika tadi malam Naruto bermimpi Ayam dan hubunganya Ayam dan Sasuke adalah rambut Sasuke yang bermodelkan Ayam, mungkin Naruto mengingat hal itu. Deidara mendekati Itachi, dan berbisik.

"Hei Itachi, sepertinya Adikku takut dengan rambut Sasuke yang seperti Ayam itu un! " Bisik Deidara.

Itachi mengerutkan dahi, bukanya kemarin baik-baik saja ? Tak mau di buat penasaran Itachi pun bertanya balik "Tapi apa hubunganya ? "

"Tadi malam Naru chan bermimpi jika tadi malam Naru chan sedang memakan Ramen, lalu Ramenya di curi oleh Ayam un. "

Itachi masih tetap tidak mengerti, apa hubunganya Sasuke dengan Ayam ? Melihat Itachi masih juga bingung. Deidara menunjuk rambut Sasuke, seolah mengerti arti dari tunjukan tersebut. Itachi hanya tersenyum geli "Oh begitu, jadi mau bagaimana ? "

"Hm, bagaiman jika kau suruh Sasuke untuk memberikan Naru chan Ramen. Mungki Naru chan tidak akan takut lagi setelah itu un. " Jelas Deidara.

"Baiklah, besok aku akan menyuruh Sasuke. "


Sasuke, bocah ini sedari tadi kerjaanya hanya mengetuk-ngetuk meja kelasnya saja. Karena saat ini, bocah bermaga Uchiha ini sedang gundah atau mungkin bahasa kerenya Galau. Akhirnya karena lelah sedari tadi hanya mengetuk-ngetuk meja kelasnya, ia menompang dagu, dan mulai berpikir. Hari ini Naruto sangat aneh di matanya, kenapa ? ya sedari tadi Naruto hanya menundukan kepalanya saat pelajaran tadi. Ingat Sasuke dan Naruto sebangku! Mau bertanya, Sasuke sedikit malu. Dan akhirnya dia hanya berdiam saja.

"Hah, aku galau... " Lirih Sasuke dengan sendu.

Dia takut jika temanya pergi...

Karena dia tidak memiliki teman selain Kakaknya...

Uchiha Mikoto, memandang prihatin anak bungsunya yaitu Uchiha Sasuke sedari tadi tak menyentuh makan malamnya sedikit pun. Dia melirik Itachi mengisyaratkan Ada-apa-dengan-adikmu, Itachi hanya menyengir lalu dia membisiki Ibunya.

"Dia galau bu... " Bisik Itachi dengan geli.

Mikoto memandang Itachi lalu Sasuke, hah...Mungkin kali ini Mikoto tak usah ikut campur.

Sasuke memandang kosong makananya, dia masih saja gundah alias galau. Sasuke berdiri dari kursinya, tanpa menghiraukan pandangan Ayah dan Ibunya. Ia berjalan dengan sempoyong menuju kamarnya, beginikah jika Galau ?

Entahlah, rasanya hampa, sakit di bagian hati dan Galau(?)

Itachi mengetok pintu kamar adiknya...

TOK

TOK

TOK

"Otouto! " Panggil Itachi.

"..."

"OTOUTO! HALOOOOO OTOUTO! "

BRAK

"Berisik baka Aniki! " Teriak Sasuke yang berada di dalam kamar.

"Hey Otouto, apa kau Galau ? "

"..."

Itachi menyeringai licik "Ara~ baiklah! Baiklah! Padahal aku tahu caranya agar Naru chan tidak menjauhimu lagi. "

CKLEK

Benar, berhasilah Itachi...

"Bagaimana caranya? " Tanya Sasuke dengan buru-buru.

"Sabarlah Otouto, mari kita berbicara di kamar. "

"Cih, gaya Aniki sangat lebay. "

"Mau tidak ? "

"Baiklah. "

Masuklah mereka berdua ke kamar Sasuke...


Sasuke mengintip Naruto yang sedang berada di kelas dan tengah menggambar rupanya, saat ini Sasuke sedang berada di pintu luar kelas dan dengan siaga dia mengintip Naruto. Sasuke melirik tangan kananya yang tengah memegang sebuah krese, ia mencoba menghembuskan nafasnya sebanyak tiga kali untuk mengumpulkan sebuah 'percikan' keberanian. Sasuke menolehkan kepalanya kekanan dan di sana terdapat Itachi dan Deidara yang memberi semangat 'Go Sasu! Go Sasu! Go!' walau Sasuke merasa itu menggelikan, namun mau bagaimana lagi. Akibat ucapan konyol mereka membuatnya sedikit mendapat 'percikan' keberanian! Dia pun memberi isyarat dengan menganggukan kepalanya tanda dia 'Sudah siap sedia', bagaikan anak geng motor. Sasuke dengan coolnya berjalan menuju meja Naruto, di lihatnya Naruto belum sadar akan ia yang sudah sampai di mejanya.

"Ehem...Ehem! " Ujar Sasuke yang mencoba memanggil Naruto.

Merasa ada yang mengganggu acara 'bakat'-nya, Naruto mengadahkan kepalanya dan hendak memarahi orang tersebut. Namun, sebelum semua itu terjadi. Naruto langsung merasakan jika tubuh mungilnya bergetar MELIHAT SIAPA YANG ADA DI DEPANYA! Dengan cepat ia berdiri dari tempatnya dan hendak berlari.

Melihat Naruto yang hendak kabur, dengan kecepatna 3 detik-mungkin, ia menarik tangan Naruto lalu mendudukan Naruto. Bisa Sasuke lihat Naruto sedang bergetar sembari menundukan kepalanya.

"Huweeee ampun! Jangan culi Lamen Nalu! Huweee... Nanti Nalu mati! " Mohon Naruto yang di selingi tangisan.

Sasuke mendengus di sertai ia yang memutar kedua bola matanya "Baka! " Tak mau membuang waktu yang berharga miliknya. Sasuke langsung menaruh kresek yang berada di tanganya dengan cukup keras, sehingga menghasilkan bunyi. Dan itu cukup membuat Naruto mengalihkan pandanganya dan menatap keresek hitam tersebut, awalnya Naruto bingung. Apa isi kresek tersebut, dan mulailah pemikiran hal negatif mulai menggerogoti pikiran polos Naruto.

'Apa ici kelecek itu Ayam yang mengambil Lamen Nalu ? Hah?! Huweee Dei-nii! Nalu takut.' Karena di selubungi 'percikan' ketakutan, baru saja Naruto hendak melempar keresek tersebut namun di cegah oleh tangan Sasuke. Sasuke memandang tajam Naruto yang balik menatapnya "Dobe, apa yang kau lakukan ? "

Naruto langsung menepis tangan Sasuke, dan dengan takut-takut ia menjawab "I-itu pacsti icinya Ayam yang menculi Lamen N-nalu ya kan ? "

Sasuke menepuk jidatnya, mulai mengerti maksud pemikiran sang temanya "Hah, coba kau lihat dulu apa isinya Dobe! Jangan asal saja! "

Naruto memandang Sasuke dengan mata yang mulai berair, ia benar-benar merasa di buat takut. Sasuke yang melihat Naruto mulai menitikan air mata, dengan cepat ia mengambil kersek tersebut dan membukanya.

"Nih! Nih! Aku hanya memberikanmu Ramen baka! " Seru Sasuke yang membuka kresek tersebut dan menunjukan isi kresek tersebut.

O.O

Membulatkan mata, itu yang Naruto lakukan "A-apa ini untuk Nalu chan ? "

Sasuke mengangguk...

Dengan cepat ia berdiri dan memeluk Sasuke "Waaaaaa Cacuke! Cacuke! Aligatou. "

"Tapi itu bukan dariku Dobe!"

Naruto langsung memandang Sasuke dengan wajah polos " Jadi ciapa yang membelikanya ? "

"Ayam yang pernah mencuri Ramenmu itu, lalu dia bilang minta maaf. " Jelas Sasuke.

(_ _)

Naruto menundukan kepalanya, dia memainkan kedua kakinya di lantai. Naruto menatap Sasuke "Bilangi ke Ayam yang menculi Lamen Nalu, kalau Nalu mau maafin dia. "

Sasuke melirik pintu kelasnya, dia sana Aniki dan Deidara tengah mengacungkan jempolnya tanda ia...

Suksess...


Deidara meremas-remas Handphone yang di genggamnya, saat ini ia diselubungi hawa-hawa kecemasan, dikarenakan adiknya- Naruto menghilang. Deidara baru saja menelpon sahabatnya Naruto- Sasuke tentunya, namun. Sasuke malah-

KLIK

"Halo Sasuke kun ?! " Seru Deidara-yang menghubungi Sasuke.

"Hn ? " Gumam Sasuke.

"Apa kau melihat Naru chan un ? " Tanyanya dengan tergesa-gesa.

Sasuke mengernyitkan dahi- bingung " Tidak, tadi terakhir kali aku melihatnya saat dia minta izin pergi ke toilet. "

Deidara membulatkan matanya, lalu dia menggesekan gigi atas dan bawahnya- Takut " Oh, arigatou Sasuke kun. "

KLIK

Sasuke menatap layar Handphone-nya- bingung "Huh? Ada apa? " Lirih Sasuke.

Kepala Deidara bergerak liar kekanan dan kekiri, bagaimana bisa seperti ini! Padahal hari ini adalah hari pertama, dimana adiknya mengikuti MOS untuk menuju keresmian menjadi Siswa di SMP ini. Namun sekarang dimana Adiknya!

Pokoknya ia harus mulai memeriksa satu gedung sekolah...

.

.

.

.

.

Deidara menyeka keringat yang menetes mengucur deras di dahinya. Demi Kami Sama! Deidara sudah berkeliling gedung sekolah, akan tetapi Dewi Fortuna tak kunjung memberinya petunjuk! Deidara mulai berjalan menuju di toilet sekolah, dia menatap dirinya di cermin toilet sekolah- berantakan. Saat Deidara tengah membasuh wajahnya dikarenakan frustasi, untuk detik-detik terakhir. Tubuhnya, tubuh Deidara mengejang tak kala otaknya terbesit sebuah kenyataan yang membahagiakanya- mungkin.

.

.

.

Gudang, ya! Tempat itu belum Deidara kunjungi! Sekarang ia harus segera kesana...

Sepertinya Dewi Fortuna sudah memberi petunjuknya...

.

.

.

GLEK

Deidara menelan ludah paksa, bisa dilihat dari rahang halus Deidara terdapat tonjolan kecil. Akhirnya ia sampai di gudang sekolah, dengan takut ia memegang knop pintu tersebut, lalu memutarnya...

GLEK

Deidara menelan ludah kembali- menguatkan keberanianya...

CKLEK

'Kami sama! Kami sama! ' Batin Deidara memejamkan matanya...

KRIET...

.

.

.

.

DEG

DEG

DEG

"NA-NARUTOOOOO! "

Teriak Deidara membulatkan matanya, hatinya mulai nyeri saat melihat kondisi adiknya. Segera ia membuka semua tali yang mengikat tubuh Naruto- pingsan.

"Siapa yang melakukan ini..." Desis tajam Deidara melihat Naruto telanjang bulat, terdapat sedikit memar di pinggang Naruto. Tampa basa-basi lagi, ia segera menggendong Naruto dengan a la Bridal Style.

'Naruto...' Miris Deidara.

"Syukurlah, Naruto hanya demam saja. " Jelas Tsunade- Dokter.

Minato memeluk Kushina yang sedari tadi menangis, dia tak menyangka Anak manisnya akan seperti ini!

Deidara memandang Naruto kosong, dia terlalu syok melihat Adik tercintanya seperti ini. Tsunade yang melihat itu tersenyum "Sudah, tak apa. Tapi memar yang di bagian pinggang Naruto akan lama sembuhnya, jadi jangan kawathir. " Ucap Tsunade menepuk pundak Deidara.

Minato dan Kushina menganggung "Iya Dei, sebaikanya kita berdoa saja hiks...Minato! Naru chan. " Minato tersenyum lembut melihat Istrinya yang mencoba tabah, namun tak bisa.


Deidara berjalan keluar dari Kamar Naruto, lalu dia masuk ke Kamarnya dan menuju Kamar mandinya. Setelah sampai ia mengunci pintu Kamar mandinya dari dalam, dia menatap cermin besar terpampang di depanya-

PRANG

Deidara meninju Cermin tersebut dengan air mata yang yang turun dengan derasnya, dia menatap tanganya yang berdarah.

"Cih, ini kurang! NARUTO LEBIH MENDERITA DARI PADA INI! ARGHH..."

PRANG

PRANG

PRANG

"Hah...Hah...Hah...Ha-h. " Deidara meremas rambut panjangnya yang sudah lusuh dan kusut, dia merasa gagal menjadi seorang Kakak.

HENING

HENING

HENING

Deidara menatap tajam wajahnya ke cermin yang sedikit masih tersisa, dia mengelap air matanya dengan ganas- menggunakan tangan yang tak berdarah. Apa yang harus ia lakukan? Bunuh diri ? Menjadi gila atau mengurung diri ? Tidak! Tidak seperti ini caranya.

"Hiks...Hiks Na-naru chan, apa yang aku bisa perbuat ? " Lirih Deidara dengan mata sayu.

Deidara memegang rambut panjangnya dan menatap tubuhnya.

"Cih, seperti Wanita un. " Ucap Deidara di dalam kesunyian.

Deidara menutup wajahnya- berpikir, dia kembali menatap wajahnya di cermin pecahan itu. Deidara menyeringai tajam.

Sekarang ia harus berubah-berubah dan berubah, tidak ada lagi yang namanya Dei chan atau Deidara manis. Saatnya ia berubah...Untuk adiknya apapun ia lakukan, sekaligus mengambil jantungnya dengan tanganya sendiri!

Khukhukhu liat saja nanti...


TO BE CONTINUE


Author Note:

Bagaimana? Apa minna puas dengan chap ini ? Alhamdulillah jika kalian puas tetapi Astagfirullah jika kalian tak merasa puas #Apa banget!

Oh ya, fict ini aku buat sendiri dengan keringat yang membanjiri kamar saya =w= Aniki aku pulang kampung! Cih, baka! Aku harus menyelesaikan semua fict dengan sendiri! Gyaaaa capek capek dan capek tapi Aku tak boleh mengeluh *Lah tadi mengeluh* Gak! Karena aku bikinya sendiri, aku ganti nama aja deh! Karena Aniki tak ada! Two Crazy Lady And Boys pun hilang di telan Choji (?) DAFUG!Hahaha jeng jeng jeng Paname baru saya~ Cappuccino Chan/ san seterah minna atau mau yang singkat! Kepo san/ chan #Lah? Cappuccino kok jadi Kepo?!# Entahlah mungkin Ane lagi frustasi hingga SINTING seperti ini.

Oh ya Tinggalkan Review atau duit jika mau sih~ =w=a