Draquill's note : BANZZAII! Chapter 1 udh jadi! Setelah berabad – abad lamanya... *Hooeek!* Wkwkwk... kali ini sedikit lebih panjang daripada prologue ~ Kali ini giliran Minato tampil *TARAA...* Apakah Minato akan bertemu Kushina? *smirk* Liat aja nanti... Kali ini bahasa Inggris ato bahasa Jepang di-italic smua. Memang ga terlalu panjang, kayaknya aq memang susah bikin yg panjang2, hehehe...

Disclaimer : (berhubungan lupa naro pas prologue jdi di sini aja en brlaku untuk semua chapter yg dipublish jadi ga usah nulis disclaimer terus di setiap chapter :P) I don't own Naruto!

Balasan untuk para anonymous reviewers :

Uzumina mei – chan : *SYUUT!* *Bletakk* WADAAAAOOWW! Wew, jitak juga punya rasa yah ? Rasanya sich yg pasti nggak seenak P*zz* H*t – disensor demi nama baik – Wkwkwk *evil smirk* Kita liat aja nnti yah ~ Thx for the review ;)

Noname : ok, ok

Anonymouse : Oh ya? Klo soal itu aq punya rencana sndiri... Ok? ~ ;)

Dripada banyak bacot lngsung buka tirai aja ya ;) Enjoy ~


Hazel Dream

Chapter 1 : Welcome


Tiga tahun kemudian...

Siang hari di Konohagakure terasa panas bagi seorang Jiraiya. Rasanya ingin sekali bermalas–malasan untuk sehari saja atau melakukan kegiatan favoritnya seperti biasa. Bahkan melatih si bocah berambut kuning itu juga rela ia lakukan asalkan ia tidak harus mengerjakan misi rank C yang biasa – biasa saja. Yang benar saja! Bukannya dia salah satu Sannin yang terkenal seharusnya mengerjakan misi rank A atau B? Benar–benar merusak nama baik. Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Hiruzen–sensei?

Mencurigakan sekali.

Setelah melewati beberapa blok, Jiraiya pun mulai berjalan ke arah selatan sampai ia berpapasan dengan seorang anak berambut kuning yang sedang membawa buku – buku tebal. "Ah, Minato! Sedang apa kamu, bocah? Perpustakaan lagi seperti biasanya?" katanya sambil berkacak pinggang. "Kamu benar – benar orang yang tidak menyenangkan.. Atau apa aku yang harus menjelaskan apa arti dari 'bersenang - senang' bagimu?"

Anak berambut kuning yang dikenal sebagai Minato itu menjawab, "Jiraiya–sensei, aku tahu apa arti dari 'bersenang–senang' dan aku sama sekali tidak mengartikannya dalam hal 'itu'." Jiraiya hanya mendengus, "Minato, Minato... Kamu masih terlalu polos rupanya. Tenang saja... Aku yakin bahwa suatu hari nanti kau akan mengerti. Hehehe..."

"Sensei..." Minato hanya bisa menggelengkan kepala.

"Sensei mau kemana? Tumben tidak pergi ke pemandian air panas?" tanya Minato penasaran. Jiraiya menegakkan rompi merahnya dan berdehem sedikit, "Begini... Hiruzen–sensei menugaskanku untuk melakukan sesuatu yang penting."

"Apa itu?"

"Yah, sebenarnya sih hanya ikut mengantar seorang bocah sepertimu dari Uzushiogakure yang seharusnya sudah ada di depan gerbang Konoha sekarang, kenapa aku – Jiraiya–sama yang terkenal ini harus mengantar seorang bocah seakan–akan bocah itu penting?" jawab Jiraiya kesal. Minato hanya sweatdrop karena tingkah gurunya yang agak kekanak–kanakan itu.

"Mm.. sensei, bukannya sensei harus pergi sekarang? Orang itu pasti sudah menunggu sensei sekarang," kata Minato mengingatkan. Jiraiya yang baru sadar langsung menepuk dahinya "Oh iya! Maaf Minato, sebaiknya aku pergi sekarang." Dan Jiraiya pun menghilang dengan menggunakan Shunshin no Jutsu untuk mempercepat langkahnya.

Di lihat dari kejauhan, di pintu gerbang sudah ada Hiruzen-sensei yang sedang menyambut kedatangan mereka. Seorang anak perempuan berambut merah panjang yang kelihatannya tomboy dengan seorang pria berambut merah yang kelihatannya berwibawa dan familiar. Sesuai dugaan Jiraiya, pria berambut merah itu adalah Uzumaki Keiro, teman seangkatan Hiruzen–sensei dulu.

"Terima kasih karena sudah mempercayakan Kushina kepada kami, Keiro. Saya yakin Mito–sama tentu akan merasa senang atas kedatangannya," kata Hiruzen – sensei pada Keiro sembari setengah membungkukan badan pertanda hormat.

Pria itu hanya tertawa, "Senang bertemu denganmu lagi, Sarutobi. Sudahlah, tidak usah pakai acara formal–formal. Sayang sekali aku tidak bisa mengunjungi Mito–sama. Kau tahu, kerjaanku semakin menumpuk akhir – akhir ini," jawab Keiro dengan santainya.

Pandangannya berpindah kepada anak perempuan disampingnya yang sedari tadi melipat tangannya. "Nah Kushina, kamu harus baik – baik dengan Mito–sama ya! Jangan terlalu iseng! Dengarkan kata – kata Hokage–sama dan bertemanlah dengan banyak orang. Aku dan kakakmu janji akan mengunjungimu bila tidak sibuk, oke?" kata Keiro sambil membelai rambut putrinya.

"… ya," jawab Kushina secara singkat.

"Kalau begitu aku pulang dulu, Sarutobi. Jaga Kushina baik – baik, ya!" Setelah itu, Keiro menghilang dengan Shunshin no Jutsu.

Sembari menghampiri mereka Jiraiya terkikik geli, "Sensei, aku tahu Keiro–san dan sensei seumuran, tapi sepertinya Keiro–san tetap kelihatan lebih muda dibandingkan sensei, ya?" Hiruzen–sensei hanya tersenyum sarkastis, "Begitukah? Atau kau mau kusuruh mengerjakan 10 misi rank–D?" Jiraiya langsung terasa ciut di depan senseinya, "Uh, tidak…"

"Kalau begitu, segera laksanakan misimu dan jangan banyak komplain!" Dan Hiruzen–sensei berjalan ke arah gedung Hokage. Jiraiya hanya menghela nafas, seharusnya ia tidak banyak bicara mengenai penampilan mereka.

"Baiklah, uh... Kushina–chan kan? Aku akan mengajakmu berkeliling desa ini, bisa kita mulai sekarang?"

"Tunggu, aku harus tahu siapa dulu namamu," tanya Kushina penasaran. Jiraiya berdehem sedikit dan melakukan gerakan – gerakan aneh seolah – olah menari dan berhenti sambil berpose dengan beraninya, "Aku adalah Jiraiya! Salah satu dari Sannin, seorang pertapa katak yang berdedikasi tinggi yang bisa membuat para wanita – wanita cantik terlena akan kehebatanku. Ingat itu baik – baik, gaki!" diakhiri dengan sebuah kedipan yang terkesan genit.

Kushina hanya menghela nafas sembari menggelengkan kepalanya, "Baiklah, ero–sennin. Bisakah kita mulai sekarang?"

"Hei! Sopan sekali kau! Tapi biarlah, suatu hari ini mungkin saja kau bisa menyadari kehebatanku ini," jawab Jiraiya sambil menepuk dadanya, meyakinkan bahwa ia benar – benar hebat. Kushina hanya memutar bola matanya. Raut wajahnya seolah – olah mengatakan 'yah, terserahlah…'

Dasar keras kepala! pikir Jiraiya dalam hati.

"Nah, sekarang kita mulai dari gerbang ini…"


Minato baru saja selesai latihan beberapa jurus dari gulungan yang ia pinjam dari perpustakaan barusan. Berbaring di rerumputan sembari memandang langit berwarna merah kejinggaan, bagaikan melihat langit terbakar.

Hari yang damai... mungkin terlalu damai...

Seluruh dunia terasa berhenti dari awal ia mulai berlatih. Siang hari yang telah berganti menjadi sore pun tidak dirasakannya. Bagaikan terasuk oleh kemauan untuk mencoba jurus - jurus yang belum diketahuinya.

Sejauh ini, ada satu jurus yang menarik perhatiannya...

Kage Bunshin no Jutsu.

Jurus sederhana yang hanya bisa digunakan oleh shinobi level Jounin karena membutuhkan chakra yang banyak. Mungkinkah dengan langkah awal mempelajari berbagai jurus ia bisa mencapai targetnya?

Tidak akan tahu apabila tidak dicoba, bukan?

Samar-samar terdengar suara angin menerpa pepohonan dan semak-semak membuat suasana sore semakin sejuk. Minato menutup matanya, merasakan sejuknya hawa sore. Selalu menjadi bagian favoritnya setelah selesai latihan. Sebelum ia beranjak untuk kembali ke rumahnya, ia mendeteksi keberadaan seseorang yang datang tiba-tiba. Ia langsung memegang kunainya untuk berjaga-jaga.

Orang misterius itu tersenyum di belakang pohon. Dengan cepat, ia melompat dari pohon ke pohon untuk membingungkan Minato. Tenang, Minato... Dengan sekali lemparan, kunai itu nyaris mengenai leher orang misterius itu. Senyum orang itu semakin melebar. Ia pun segera turun dan menutup mata Minato yang sedari tadi terus memusatkan pikirannya terhadap lemparannya tadi.

"Tebak siapa!" katanya dengan seringai usil terpapar di wajahnya.

Suara itu!

Mungkin hari ini tidak sedamai yang ia pikirkan.


Draquill's note : Mufufufufu... Cliffhanger! *Readers nodongin piso (Cling!)* Jangan bunuh daku duluu! Minato tampil tapi masih blom ktemu Kushina, tpi gepepe... Apa di chapter berikutnya bakal ketemu? Well... gimana yahhh~ xD Oh ya, aq buat poll bulanan *kayak majalah :P* biar iseng2 dikit, hehehe... klo udh lewat sebulan psti diganti, ada di profilku klo maw dijawab ya!

Sori kalo keliatannya aneh, jelek ato ga nyambung ~ namanya juga amatiran... *ato idenya yg trlalu... uh* Mumpung ga ada kerjaan malem2 gini mending update... Review! Itu yang aq perlu biar cerita ini makin bagus! Bagi yg ga review kukutuk biar jadi KODOK, plus klo maw balik cium putri kodok dulu! *Lha? Memangnya film The Pr*nc*ss and The F**g? O.O*

JADI, Review, kritik n flame juga boleh tpi jgn kasar2, ok?