Lagi, Lagi dan Lagi
Disclaimer : Aoyama Gosho – Sensei (ya tentu saja dong, kan saya Cuma minjam tokohnya.)
By : Aquarius-ElevenTwo
Warning : OOC, Pendek, jelek, gak nyambung, typo(s) & aneh
Shinichi X Shiho/Conan X Ai
V
V
V
#_Saya kembali lagi! Maaf agak lama, laptop saya sering dibawa orangtua, jadinya begini hehehehhe… ya seperti biasa, FF ini berpairing Shinichi x Shiho. Di Chap nih nanti ada sedikit ShinRan, ya tapi itu Cuma untuk selingan dan Shinichi akan bersama Shiho ^^. Buat yang Review (ada: SeQyuRz, Guest, dan Tara.)makasih banyak ya! Kalian memberikan semangat buatku untuk melanjutkannya. Nih buat yang dah penasaran!_#
Sebelumnya:
Shiho maju mendekati Shinichi. Sementara Shinichi hanya bisa menunduk untuk menutupi wajahnya. Shiho mulai bertanya lagi. "Ada apa dengan pipimu ini Shinichi?" dengan gugup Shinichi menjawab. "Ah, itu karena aku bertengkar." Shiho yang tidak tau lawan Shinichi bertengkar mulai bertanya lagi. "Dengan siapa?" perlahan Shinichi mengangkat wajahnya, menatap Shiho, dan berkata. "De-dengan… R-Ra-Ran."
"APA?" Shiho terkejut sekali.
XXXXX
Shiho merasa itu semua tidak mungkin namun, itulah kenyataan. "Kenapa? Apa yang kau lakukan padanya Kudo?" Tanya Shiho dengan lembut.
Shinichi kembali menunduk. "Aku tidak memulai duluan, dialah yang memulai semuanya." Ucap Shinichi ragu. Ia tau Shiho pasti tidak suka jika Ia bertengkar dengan Ran.
Shiho kembali bertanya. "Memangnya apa masalahnya?" Shinichi terus membisu, tak menjawab. Akhirnya Shiho hanya menghela napas. "Hhhh… ya Baiklah aku memang tidak boleh mencampuri urusanmu."
Shiho kembali bertanya, namun pertanyaan yang tidak diinginkan olehnyalah yang keluar dari mulutnya. "Apa kau sudah tidak mencintainya?" Tanya Shiho yang kemudian memarahi dirinya sendiri 'kenapa aku bertanya seperti itu? Oohh… bodohnya aku'.
Shinichi kembali mengangkat kepalanya. "A-a-aku masih mencintainya." Shinichi berkata dengan perasaan yang masih ragu, dan itu membuatnya bingung. 'Kenapa aku merasa ragu? Akukan masih mencintainya. Akhh… aku benar-benar bingung.' Kemudian dia menunduk lagi.
Shiho yang mendengar perkataan Shinichi menjadi terkejut. "Kudo…" Suara Shiho merendah namun saat dia mulai berkata lagi suaranya mulai meninggi. "Kudo, jika kau masih mencintai Dia kenapa kau tidak menghentikan pertengkaranmu dengannya?" Namun Shinichi sama sekali tidak merespon.
Shihopun mendengus. "Hhh….. Pria yang baik adalah pria yang mau meminta maaf terlebih dahulu kepada sang wanita." Ucap Shiho dengan lembut. Kemudian dia mengambil payung dan memberikannya kepada Shinichi. "Pulanglah ganti bajumu dan temuilah dia, kamu harus minta maaf padanya."
Shinichipun mengangkat kepala dan menatap Shiho. "Baiklah Shiho, aku akan menemuinya." Ucapnya dengan tegas, namun dihatinya yang paling dalam Dia masih bimbang.
Shinichi menerima payung dan memberikan handuk yang sedari iya genggam, Dia berjalan menuju pintu keluar sambil diikuti Shiho. Ia membuka payung tersebut dan melangkah dari kediaman Profesor Agasa. Baru saja Shinichi melangkah dua langkah, ia berbali dan menatap Shiho kemudian ia berkata. "Terima kasih Shiho!" Sambil tersenyum.
Shiho membalas senyuman Shinichi dan berkata. "Sama-sama Kudo." Senyumannya begitu lembut.
Shinichi kembali berkata. "Yang benar saja. Panggil aku Shinichi." Ucapnya, kemudian melangkah pergi menuju rumahnya dan, sambil tersenyum. Dia tidak tau kenapa Dia merasa bahagia namun Dia merasa itu karena ia akan membuat membuat Ran tersenyum kembali.
Shiho yang terus memandang kepergian Shinichi sampai tidak sadar kalau Shinichi sudah hilang dari pandangannya. Ia bergumam. "Shinichi….. Kudo…" Diapun tersadar dari lamunannya, kemudian ia melangkah masuk dan menutup pintu. Baru berapa langkah ia masuk kerumah, ia merasa ada air yang jatuh dari matanya, menangis. 'Hah… Kenapa aku menangis? Yang benar saja? Ada apa denganku? Mungkin hanya kurang tidur? Ah.. lupakanlah!' Walaupun begitu dia masih merasa bingung.
14.01 pm
Shiho keluar dari kamar mandi kemudian dia menuju kamarnya sambil bersenandung, akhir-akhir ini Dia suka mandi sekitar jam segitu. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya. "Ai-kun!" Yang ternyata Prof. Agasa.
Shiho pun menjawab. "Ah, iya Hakase? Ada apa?" tanya Shiho dari dalam kamar.
"Shinichi dan Ran menunggumu dibawah cepatlah temui mereka!" Seru Profesor, kemudian berlalu menuju Shinichi dan Ran. "Sebentar ya! Dia baru saja selesai mandi." Ucap Profesor.
Sementara itu, Shiho yang masih berada dikamarnya berpikir. 'Shinichi? Ran? Untuk apa mereka menemuiku?' Setelah selesai berpakaian Shiho pun keluar dari kamar menuju ruang tamu dimana Shinichi dan Ran menunggu, dia masih bertanya-tanya mengapa Shinichi dan Ran ingin menemuinya?
Sesampainya di Ruang tamu. "Ada apa kalian menemuiku?" Tanya Shiho.
Shinichi menjawab dengan cepat seperti sudah tidak sabar. "Eeh…. Shiho, kami ingin ke Tropical Land, apa kau mau ikut?" Tanyan Shinichi dengan penuh harap harap cemas.
"Karena kemarin kau menyemangatiku untuk berbaikan dengan Ran" Jawab Shinichi sambil tersenyum.
"Iya Shiho, kau boleh ikut, dan terima kasih telah membuat kami berbaikan lagi." Jawab Ran dengan tersenyum, namun entah mengapa dia tak suka jika Shiho masuk dalam hubungannya dengan Shinichi.
"A-ah bukan apa-apa, aku juga tidak ingin ikut urusan pribadi kalian." Jawab Shiho, kemudian dia melihat Shinichi, ia melihat Shinichi dengan mata sipit yang seperti mengatakan 'Kenapa Kau memberi tahunya?' Shinichi yang mengerti hanya bisa tersenyum lebar hingga giginya terlihat dengan perasaan tak berdosa.
"Maaf, aku tidak ikut." Ucap Shiho lagi. Shinichi yang mendengar hanya bisa cemberut, dan Ran hanya bersikap biasa-biasa saja.
"Ah ayolah Shiho! Kau harus mau!" Ajak Shinichi dengan jurus manjanya, perayu.
"Tidak! Shinichi, jika aku ikut berarti aku menjadi orang ketiga didalam kencanmu bersama Ran." Ucap Shiho penuh penolakkan.
"Ayolah Shiho, Kumoho!" Ajak Shinichi, lagi.
Melihat itu, Ran menjadi cemburu dan berpikir. 'Ada apa denganmu Shinichi? Kenapa kau begitu berambisi untuk mengajaknya? Kau tidak pernah begitu kepadaku. Kau tau? Aku benar-benar cemburu.'
Tanpa berpikir panjang Ran langsung angkat bicara. "Sudahlah Shinichi, Kau tidak boleh memaksa seorang wanita. Jika Shiho tidak mau jangan kau paksa!" Ucap Ran.
"Tapi Ran.." Belum selesai Shinichi berbicara, Ran sudah memotong. "Kau tidak boleh memaksa seseorang!" Ucapnya.
Mendengar itu Shinichi hanya mendengus. "Hhh… baiklah. Sampai jumpa Shiho!"Ucap Shinichi.
Shiho membalas perkataan Shinichi. "Sampai jumpa juga Shinichi!" kemudian Shinichi keluar dari rumah Profesor bersama Ran.
Di Tropical Land.
Shinichi terus cemberut. Sedari tadi, saat mereka keluar dari rumah Profesor Agasa. Dan kali ini kencannya dengan Ran tidak seperti biasanya, karena biasanya Shinichi selalu menggandeng tangan Ran saat Kencan.
Dengan keadaan seperti itu Ran merasa kurang nyaman, dia berpikir ini karena Shiho. 'Ada apa dengan Shinichi? Dia tidak seperti biasanya, dia juga terlihat kurang bersemangat. Apa ini karena Shiho? Ah tak mungkin. Mengapa aku berpikir seperti itu? Tidak ada yang terjadi diantara mereka, aku yakin. Tapi kenapa mereka begitu akrab? Aku benar-benar tidak mengerti keadaan ini.' Ran menggelengkan kepalanya.
Menyadari Ran menggelengkan kepalanya, Shinichi menjadi heran dan bertanya. "Ada apa Ran? Apa kau sakit?" Tanya Shinichi. Shinichi mendekatkan wajahnya ke wajahnya Ran.
"Ah, tidak apa-apa, aku baik-baik saja." Jawab Ran, namun wajahnya memerah karena wajahnya Shinichi yang begitu dekat dengan wajahnya.
Menyadari wajahnya Ran memerah Shinichi kembali bertanya. "Benarkah? Tapi wajahmu memerah. Mari kita pulang saja!" Ajak Shinichi.
"Ah, tidak Shinichi aku baik-baik saja, aku tidak sakit aku sehat." Ucap Ran, dia berusaha menghilangkan warna merah diwajahnya, ia berpikir. 'Dasar Shinichi! Kau benar-benar tidak Peka ya?'
"Jangan berbohong Ran!" Ucapnya kemudian Shinichi mendekatkan wajahnya ke wajah Ran sehingga dahi mereka bersentuhan. "Hmm….." Gumam Shinichi.
"A ah…." Tingkah Shinichi membuat Ran gugup. Mereka saling pandang begitu lama. Dan akhirnya Shinichi kembali sadar pada sekian kalinya ia memandang wajah Ran.
"Maaf Ran! Kau benar, kau memang baik-baik saja. Ayo kita pilih hawana, mana yang akan kita naiki." Shinichi menarik tangan Ran sambil tersenyum. Wajah Ran masih saja memerah, namun dibalik itu ia kesal karena Shinichi tidak menyadarinya. 'Dasar manusia tidak peka… huuh…' Pikir Ran denagan jengkel.
Berjam-jam Shinichi bersama Ran di Tropical Ran. Dan hal itu membuat mereka harus pulang malam sekitar jam 20.05 pm. Shinichi mengantarkan Ran pulang kerumahnya dengan menaiki taksi. Untung bagi Ran karena kencannya kali ini sukses tanpa mayat, dan jika ada mayat, maka ia akan menandai hari itu sebagai hari sialnya yang beratus-ratus kali. XD.
Sesampainya didepan rumah Mouri.
"Terima kasih Shinichi atas kencannya!" Ucap Ran Mouri. Shinichi hanya membalas dengan senyuman. Kemudian Ran melangkah menuju rumahnya, namun sebelum dia melangkah, tiba-tiba Shinichi menarik Ran kepelukannya dan bertanya. "Apa kau masih mencintaiku Ran?" Tanyanya.
Pertanyaan Shinichi membuat Ran Sedikit kaget, kemudian ia tersenyum dalam pelukan Shinichi dan berkata. "Tentu Shinichi aku mencintaimu." Mendengar itu Shinichi ikut tersenyum. Kemudian Shinichi melepaskan pelukannya dan ia menarik kedua tangan Ran dan menciumnya. "Terima kasih Ran." Shinichi melepaskan tangan Ran dan menyuruhnya masuk kerumah.
Hari ini adalah hari yang mengembirakan untuk Ran, namun dia tidak akan tau apa yang terjadi esok.
TBC…..
V
V
V
#_Fuh…. Akhirnya selesai juga nig ChapTwo, ChapTwo ini ku selesaikan dalam waktu sekitar 2 jam. Benar-benar menguras otakku. Hahahahh….. tapi tak apa, demi kelanjutan cerita ini. ^^
oo…. Ya Maaf kalo ada tulisan atau bahasa yang tidak benar atau kurang baku, dan ditunggu ya Reviewnya. Sampai jumpa di ChapThree!^^._#
