Chapter 2. Update!

Maaf lama buat yang nungguin (kalo ada), habisnya saia sangat sulit nyari waktu buat nulis fic, saia disuruh nulis Artikel juga sih! Ngerepotin bgt! Umm.. sebenarnya saia baru nyadar kalo chapter 1 itu aneh dan banyak kesalahan. Mau di edit tapi gak tau caranya. Jadi yasudlah. Mohon dimaklumin, saya teledor bgt siy. Tapi saia akan berusaha perbaikin semua kekurangan saia. And thankz a lot for all of the honest reviewer. Dan saia baru nyadar Flame itu asik lo.. kita jadi benar-benar tau kesalahan kita yang benar-benar fatal!

Sebenarnya (mungkin) kalimat akhir pada fic kemaren itu semacam Flashback yang akan terungkap satu persatu tentang konflik yang ada pada fic ini. Dan mungkin si tokoh penderitanya mungkin akan berbeda. Tapi untuk chapter ini bagian flashback nya masih tentang orang yang sama kok. (mungkin semacam Prologue tapi bukan prologue)

Okeh.. daripada kebanyakan bacoth, dan kalian jadi pada bosen. Ini dia Chapter 2

O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O

Disclaimer: Naruto hanya milik Masashi Kishimoto yang tega banget bikin Itachi Matek!

Summary: " Tidak apa sih, hanya saja kau membuatku tambah Bad Mood setelah hampir terlambat gara-gara Itachi pergi duluan!" Ucap Sasuke dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya dan memasang tampang jengkel. -Maaf tapi ini masih pengenalan tokoh, jadi konfliknya belum ada.-

Story By:

Rate: Of course still in T (gak sanggup bikin yang M)

Warning: OOC (of course), belum ada konflik alias masih hambar, ganti POV tanpa pemberitahuan mohon pahami sendiri.

O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O

Present

Love Complicated 2nd chapter

O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O

Gawat! Gawat! Gawat!

Aku berlari kencang dengan tangan kiri memegang tas, tangan kanan memegang kunci dan roti yang kuapit dengan mulutku. Ini pertanda buruk. Hari pertama masuk sekolah saja sudah kesiangan, bagaimana dengan nasibku nanti selama aku bersekolah disana yah? Kuharap hanya aku yang terlalu berfikiran buruk.

Aku segera membuka pintu mobilku dan menghempaskan pintu itu setelah aku masuk. Segera kunyalakan mesinnya dan aku langsung tancap gas agar tidak terlambat. Kedua tanganku memegang kemudi kerena aku benar-benar ngebut kali ini, dan terpaksa aku harus menarik narik selembar roti yang tadi kubawa dengan mulutku.

Aku berhenti saat lampu merah, menarik nafas yang tersengal karena terlalu tergasa-gesa. Aku bahkan belum mengancing kemejaku, serta belum memakai blazerku yang telah kumasukkan paksa kedalam tas. Akhirnya warna lampu itu berubah hijau dan aku segera tancap gas.

Tinggal satu belokan dan aku akan sampai. Tapi sepertinya aku memang lagi benar-benar sial. Ada satu motor yang menyalip dan aku hampir saja menabraknya jika saja orang yang menyalipnya tadi tidak begitu lihai memakai motornya sehingga dia bisa menghindar tanpa melecetkan mobilku.

Aku terus mengutuki orang yang tadi menyalip mobilku, dan kulihat dia juga memasuki kawasan sekolahku. Huh, awas saja ya, kalo aku berhasil menemukannya. Akan kumaki dia.

Aku sampai dipintu gerbang sekolahku yang, cukup besar dan juga halaman pembuka yang sangat besar. Wajarlah, kata orang-orang ini adalah sekolah terbaik di Konoha. Didalam mobil aku terus mencari siapakah orang yang tadi menyalip mobilku. Aku sengaja memelankan mobilku sambil melihat-lihat tempat, dimana orang itu berada.

Nah, itu dia. Akhirnya kutemukan kau.

Aku melihat dia memarkirkan motornya dan melepas helmnya. Rembutnya yang panjang jatuh terurai ketika dia mengangkat helmnya.

Heh? Aku kaget. Coba kita pikir, cewek macam apa yang naik motor sport, badannya bisa kuperkirakan lebih tinggi dariku, bisa menyalip mobil yang tinggal beberapa centi lagi akan menabraknya. Wow! Benar-benar cewek yang hebat.

Aku masih terus berargumentasi tentang orang yang tadi menyalipku, hingga saat dia berbalik. Dan ternyata. .Goat. ternyata dia itu adalah laki-laki yang berambut panjang dan bermata lavender, yang segera berlari dengan tergesa-gesa. Dan ternyata semua argumentasi konyolku tentang siapa orang yang berani menyalipku tadi ternyata semuanya salah. Tapi apapun yang terjadi aku tetap kesal dengan orang itu. Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya? Ah, sudahlah.

Setelah memarkirkan mobilku, akupun segera turun dan.. Ugh, suara bising khas sekolahan itu kembali kudengar.

Aku berjalan dengan memakai headset sebagai penyumbat telinga. Terus berjalan, hingga tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang menabrakku. Aku pun menoleh dan melihat, siapa gerangan orang yang menubrukku tadi. Sepertinya aku memang benar-benar sial.

"Auh, Go.. Gomen, aku tidak sengaja tadi aku buru-buru," orang itu berucap ketika aku membalikkan badanku.

"It's Okay.." kataku namun saat dia mendongakkan wajahnya untuk meihatku ternyata dia adalah naruto. "Hey, Naru kenapa kau sampai menabrakku segala?"

"Heh? Eh, sasuke. Maaf, tadi aku buru-buru kukira aku bakalan terlambat. Udah gitu kelas kita kan yang paling pojok. Uuh.. maaf ya.." ucap naruto seraya mengatupkan kedua tangannya tanda memohon maaf.

"Ya sudah. Bukan masalah." Aku dan Naru pun jalan berbarengan ke kelas. Aku sih sebenarnya tidak terlalu peduli dengan orang-orang yang akan menjadi teman sekelasku. Jadi tidak perlu terburu-buru. Toh, ternyata bel masukpun belum berbunyi.

Kamipun akhirnya sampai di depan kelas. Saat aku masuk aku melihat beberapa sosok yang bagiku lumayan mencolok. Dua orang lelaki berambut coklat, yang satu berbicara dengan penuh semangat kepada temannya yang hanya duduk diam sambil membaca buku tentang.. Ngg? Serangga. Yah, apapun itu, memang bukan urusanku.

Akupun duduk dibangku dekat jendela besar yang dapat membuatku melihat pemandangan indah taman yang hijau. Lumayan bisa menghilangkan sedikit suntuk bila pelajaran. Naru pun mengikuti duduk disebelahku dan meletakkan tas kecilnya. Memang hari ini belum ada agenda untuk pelajaran, lagi pula sudah tersedia loker bila malas membawa banyak buku.

"Hey sasuke, ngapain melamun?" Naru menyadarkanku dari lamunanku.

"Heh? Ah, maaf. Aku bosan, tidak ada yang dikerjakan sih. Memang hari ini kita ngapain?"

"Yang ku tau dari kakashi sensei sih, hari ini akan ada sosialisasi, promosi ekskul, dan mungkin mementukan pengurus kelas." Katanya sambil menengadahkan kepalanya tanda berfikir.

"Hmm, baiklah cukup merepotkan juga," kataku yang diikuti rengutan dari Naru."Ha.. Ha.. ayolah Naru, aku hanya bercanda. Ngomong-ngomong kau akrab sekali dengan Kakashi itu, apa kau sudah kenal lama dengannya?" tanyaku pada Naru, yang sontak membuat raut wajahnya sedikit berubah.

"Emm.. Kakashi sensei itu… Ngg…. Sebenarnya.."dia terdiam sebentar sambil menggantungkan kalimatnya.

"sebenarnya…???" aku mengulang kata Naru dengan sedikit nada bertanya.

"Dia itu…. Ssssttt…" Naru pun membisikkan lanjutan kalimatnya di telingaku yang sontak membuatku sangat terkejut.

"…..!!!!!" Aku berteriak terkejut, tentunya dalam hati. Ingat, seorang Uchiha harus bisa menjaga Imagenya. Dan Naru? Hoh, Dia hanya bisa tersenyum malu.

=== xXx ===

Sudah kuduga dia akan bereaksi seperti itu. Jujur saja aku sebenarnya tidak ingin bilang pada sasuke tapi apa boleh buat itu semua telah terucap.

"Uugh, Sasuke! Berhentilah tertawa. Tau begitu aku tidak akan bilang padamu!" akupun merajuk pada sasuke yang masih setengah mati berusaha menahan tawanya.

"Mmmbbhh…!! Ma.. maaf naru.. aku kan hanya tidak menyangka kalau mereka berdua memiliki hubungan 'seistimewa' itu. Itu kan unik banget Naru." Ucapnya, dan aku masih melihat kalau dia sedang berusaha menahan tawanya.

"Sas, apa kamu jijik? Atau merasa aneh, atau menganggap itu tidak normal?" aku bertanya pada sasuke dengan menurunkan volume suaraku. Bisa kulihat kalau dia sudah berhanti tertawa ketika melihat perubahan ekspresiku.

"Hmm.. Naru, hal-hal seperti itu pada dasarnya memang tidak normal, karena manusia memang diciptakan untuk berdampingan dengan lawan jenis. Namun, tidak bisa dipungkiri hal-hal 'unik' seperti kakashi dan umino-san memang tidak dapat dihindari, karena mau tidak mau terkadang hati itu lebih kuat dibandingkan otak dan logika," Ucap Sasuke seraya menarik nafas. "bila kau bertanya aku jijik, terganggu, atau apalah itu namanya. Sejujurnya sih tidak. Karena aku memang tidak memiliki hak untuk menghalangi mereka. Lagipula kalau mereka memang lebih nyaman dengan sesamanya kenapa kita yang protes?"

Akupun mengangguk tanda mengerti dan sungguh puas dengan argmentasi dari Sasuke. Hm, orang yang jujur sekali. Mungkin. Kenapa sih, sasuke harus mirip banget dengan orang itu?

"Yah, memang benar sih. Andai semua orang itu bisa serpikir sepertimu, pasti Iruka Nii tidak akan pernah bersedih." Ucapku sambil tersenyum kepada Sasuke.

"Semua orang memang berbeda Naru, tidak semua orang cerdas dan dewasa sepertiku."

"Aarrggh.. sasuke! Kau itu percaya diri sekali sih!" aku berkata padanya sambil menyenggol lengannya pelan.

"Siapa yang kau sebut dewasa sasuke?" suatu suara meninterupsi kami berdua. Dan akupun menoleh dan mendapati Itachi senpai bersama salah satu keluarga Hinata tentunya, karena matanya sama dengan mata milik Hinata, khas klan Hyuuga.

"Aa.. Itachi senpai. Ohayougozaimasu!" akupun membungkukkan badanku tanda member hormat.

"Hn, aniki pengganggu datang!"

"Hai Naru, Ohayou. Sudah kubilang tidak usah seformal itu. Nah Sasuke, siapa yang tadi kau sebut dewasa? Apakah Kau, seorang Uchiha Sasuke yang pernah mogok bicara padaku karena aku menghabiskan tomat mu?" kata Itachi senpai sambil tertawa-tawa dan diiringi tatapan 'Kenapa-kau-bicara-hal-itu' dari Sasuke.

"Huh, baka Aniki! Jangan bahas hal itu lagi, atau aku akan mogok bicara padamu lagi!" ucap Sasuke ketus dan masih diiringi tawa dari Itachi senpai.

"Tuh kan. Apanya yang dewasa Sasuke?!"Itachi masih tertawa dengan tingkah Sasuke hingga temannya angkat bicara.

"Itachi, kita sudah hampir terlambat rapat dengan anggota Osis lain."

"Um. Baiklah Neji." Sasuke pun menengok ke arah belakang Itachi Senpai dan tiba-tiba.

"Aakh..!! kau kan yang tadi pagi hampir kutabrak gara-gara menyalip mobilku!" Seru Sasuke kepada Neji senpai yang berada di belakang Itachi senpai.

"Heh? Benarkah Neji? Awas saja kalau kau sampai mencelakai Ototou ku tersayang!"Ucap Itachi senpai sok serius, kelihatan jelas diwajah keriputnya kalau dia hanya bercanda. Sedangkan orang yang dipanggil Neji nampaknya berusaha mengingat kejadian tadi pagi. Dan Sasuke? Fuh, dia masih menunjuk-nunjuk Senpainya tanpa rasa takut.

"Hn, aku ingat. Kau yang mengendarai 'Dodge Viper' biru itu kan? Baiklah aku minta maaf, aku benar-benar sedang terburu-buru tadi. Tapi kau tidak apa-apa kan.. Mmm..??" Kalimatnya terputus dan melirik kearah Itachi.

"Namanya Sasuke, Neji."Ucap Itachi senpai yang sepertinya mengerti apa arti lirikan Neji senpai.

"Yah, tapi kau baik-baik saja kan Sasuke-kun?" lanjutnya.

"Tidak apa sih, hanya saja kau membuatku tambah Bad Mood setelah hampir terlambat gara-gara Itachi pergi duluan!" Ucap Sasuke dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya dan memasang tampang jengkel.

"Oh, ayolah Sasuke bukannya malam tadi aku sudah bilang kalau aku akan pergi duluan." Itachi senpai Nampak berusaha membela diri.

"Itachi! Kau tau kan kalau aku sangat sulit bangun pagi! Kenapa kau tidak bangunkan aku dulu?" Tanya Sasuke sambil menatap lurus kearah Itachi yang sepertinya sudah kehabisan kata-kata. "Ah, sudahlah itu tidak penting. Bukannya kau ada rapat? Pergilah Kau Baka aniki."

"Uuh.. begitukah perlakuanmu padaku Sasu-chan?"Ucap Itachi senpai yang langsung dihadiahi death glare dari sasuke yang mungkin ingin bilang 'jangan-panggil-aku-SasuChan'. "Baiklah, maafkan aku Ototou. Nah, sekarang aku pergi. Bye Naru."

"Ah, Iya senpai." Balasku pada Itachi senpai yang sudah beranjak diikuti Neji senpai setelah mengucapkan salam padaku dan Sasuke. Sungguh orang yang sopan.

"Ayo Naru, kita kan harus segera ke lapangan." Seru Sasuke yang sudah meninggalkanku duluan. Aku baru ingat tujuan kami kembali, dan berlari kecil ke arah Sasuke. Namun sialnya aku kurang memperhatikan jalan dan menabrak seseorang.

"Auh, Maafkan aku ya, aku tidak sengaja." Kataku pada orang yang kutabrak tadi. Seorang siswi berambut pirang kekuningan sepertiku dengan warna yang sedikit lebih pucat dengan poni yang menutupi sebelah matanya dengan seorang siswi berambut pink sebahu yang sedang menolong temannya yang kutabrak tadi berdiri.

"Uh.. Makanya jangan lari di koridor sekolah dong!" ujar perempuan yang tadi kutabrak. Aku pun berusaha bangkit dari posisi awalku yang terduduk dilantai.

"Sudahlah Ino, dia kan tidak sengaja." Ucap siswi berambut pink membelaku.

"Tapi jatuh itu sakit Sakura." Kilah perempuan yang kutau bernama Ino itu. Akupun ingin mengucapkan maaf sekali lagi namun Sasuke terlanjur menarik tanganku. Dan kulihat dua siswi itu terpesona seketika saat melihat Sasuke.

"Apa ada yang sakit? Kalau tidak ada maafkan anak ini," Ujar Sasuke singkat dan menarikku sebelum aku mengucapkan maaf lagi pada mereka.

===xXx===

Kami pun akhirnya sampai dilapangan. Tepatnya di barisan kelas kami. Aku dan Naru pun akhirnya berpisah karena dia berada di barisan lebih depan dibandingkan aku, dia berkumpul di barisan cewek di sebelah Hinata Hyuuga. Acara yang merepotkan, karena aku harus berpanas-panas di bawah sinar matahari hanya untuk tour keliling sekolah. Sulitnya menjadi siswa baru, harus mengikuti berbagai acara orientasi yang sebenarnya kurang penting.

Akhirnya tour pun dimulai, kelas kami dipandu oleh Neji Hyuuga dan juga seseorang berpiercing yang kuketahui bernama Pein, Untungnya pesona dua lelaki ini hanya menyebabkan hysteria para cewek. Tidak seperti di kelas lain yang kulihat baru saja ada dua cewek pingsan yang di bawa ke UKS gara-gara dipandu oleh Aniki dan lelaki berambut merah bernama Sasori. Dasar cewek.

Sekolah ini sangat luas dan nyaman. Banyak sekali pekarangan hijau mengelilingi Konoha Gakuen yang bisa dipakai untuk beristirahat. Untungnya ada tembok pembatas antara SD, SMP, dan SMA di sini. Lapangan yang cukup luas, dari lapangan yang Outdoor hingga yang Indoor. Sepertinya aku harus berhati-hati dengan sekolah ini, jangan sampai aku tersesat. Dan, ada satu bangunan yang terlihat sangat angker menurutku di sudut sekolah dekat dengan lapangan tidak terpakai dengan desain yang lumayan aneh. Bangunan dari tembok yang biasa saja sebenarnya. Cuma, pohon-pohon lebat yang menyembunyikan bangunan itu menimbulkan kesan angker ditambah cat bangunannya yang super aneh atau norak dengan warna hitam motif awan merah yang sangat jarang bahkan mungkin inilah satu-satunya bangunan yang bercat seperti itu yang disebut Pein itu sebagai markas akatsuki. Entah apa itu akatsuki aku juga belum tau.

Akhirnya selesai sudah acara tour sekolah kami, dan sekarang langsung dilanjutkan dengan demo dari berbagai ekskul yang ada di sekolah ini. Mulai dari klub teater, Paduan suara, basket, voli, futsal, klub Ilmiah, taekwondo, karate, atletik, kesenian, fotografi dan jurnalistik, dll. Lumayan banyak juga ekskul disini sampai aku bingung harus memilih yang mana. Andai bisa aku tidak ingin memilih apapun, tapi karena diwajibkan memilih untuk mengisi nilai keaktifan maka dengan berat hati aku memutuskan memilih klub fotografi dan jurnalistik. Naru juga memilih klub yang sama denganku tapi dia juga memilih klub paduan suara. Sebenarnya aku tidak pernah mendengarnya menyanyi sih, tapi sepertinya dia cukup berbakat.

Baiklah, sekarang sudah pukul 12 siang dan akhirnya tiba juga jadwal istirahat kami. Aku, Naru dan Hinata duduk bersama di bawah pohon besar yang rindang. Tidak hanya kami bertiga sih sebenarnya, ada juga Inuzuka Kiba, Aburame Shino, Nishiki Shido, Kojima Reina, Eita Fujisaki. Kami makan bersama, walau tidak tepat menyebut kami karena aku tidak makan gara-gara insiden kesiangan tadi aku jadi lupa mengambil bekal yang telah terpampang jelas di atas meja makan. Jadilah aku disini, bersandar di bawah pohon sambil mendengarkan lagu dari handphone ku.

"Sas, enggak makan?" Tanya Naru padaku.

"Aku tidak bawa makanan dan aku malas jalan ke kantin." Jawabku singkat sambil tetap memejamkan mataku dan bersandar pada sebatang pohon.

"Mmm… Aku ada roti, kau mau?" kubuka mataku dan melihat sepotong roti disodorkan Naru padaku. Kulihat kotak bekalnya yang sudah kosong, aku yakin Naru memang sudah makan, tapi aku tidak enak kalau harus menghabiskan makanannya walau roti itu atau lebih tepat disebut sandwich itu kelihatan sangat enak, apa lagi ada irisan tomat di dalamnya.

"Tidak perlu, kau makan saja sendiri." Tolakku dan kembali menutup mataku sebelum aku merasa ada sesuatu yang dilemparkan ke atas kepalaku. Dan akupun duduk dan melihat siapa yang melemparkan benda yang ternyata kotak makanan itu untukku.

Aku menatap bingung ke arah Neji dan Kotak makanan itu. Dan sepertinya dia mengerti.

"Tadi Itachi menitipkannya, dia yakin kalau kamu lupa membawa bekal jadi dia membelikannya untukmu. Tapi karena dia lagi dipanggil Tsunade-sama jadi dia menitipkanya padaku." Jelasnya padaku, sambil melirik kearah Inuzuka yang duduk disebelah Hinata. Sepertinya dia tidak suka Inuzuka dekat-dekat Hinata. Mungkin.

"Trims." Ucapku singkat.

"Anggap saja permintaan maafku karena hampir menabrakmu." Dengan itu diapi langsung pergi meninggalkan kami. Dan akupun terselamatkan berkat Aniki ku, mungkin aku harus berterima kasih padanya.

Aku pun, memakan bento itu sedikit demi sedikit. Wajarlah untuk seorang Uchiha agar makan dengan rapi dan santun dihadapan umum seperti sekarang.

"Hey, Uchiha. Boleh aku minta sedikit?" Tanya pemuda Inuzuka itu. "He.. he.. bekalku Cuma roti dan sudah habis, makananmu kelihatan enak sekali."

"Hn, Ambillah Inuzuka." Ucapku singkat dan meminjamkannya sumpitku.

".. Thanks Uchiha, dan jangan panggil aku Inuzuka. Kiba saja sudah cukup. Nymm… Emm.. Enak sekali." Dan Diapun mengembalikan sumpitku dan membiarkanku makan dengan tenang.

"Untung ya, Aniki mu Baik mau membelikanmu bekal." Kata Naru padaku sambil menutup kotak makanannya.

"Emm, Ya terkadang. Asal sikap konyolnya tidak keluar."

"Bisa saja kamu Sasuke. Tapi dia orang yang menarik ya."

"Kau tertarik padanya? Nanti aku pasti bantu hubungan kalian." Kalimatku tadi sontak merebut perhatian orang-orang yang makan bersama kami.

"Hah? Naru-chan kamu suka sama Itachi-senpai?" Tanya Kiba pada Naru.

"Be.. benarkah Naru-chan?" Hinata ternyata ikut-ikutan menanyai Naru.

"Hati-hati Naru, cewek disini pada banyak yang beringas kalau kamu deket-deket 'Pangeran' mereka" Kini si Fujisaki mengomentari.

"Yay, selamat berjuang Naru-chan! Aku dan Shido-kun selalu mendukungmu!" ucap Kojima bersemangat diiringi anggukan dari Nishiki. Dan Naru? Dia hanya cengok di tempat sambil sedikit blushing.

"Aakh! Sasuke sih! Aku kan tidak naksir Itachi-senpai!" Teriak Naru padaku.

"Kalau suka juga tidak apa Naru." Ucapku santai sambil tetap memakan bento ku.

"Tidak mungkin Sasuke, aku kan sudah punya pacar!" Kata Naru spontan, dan diakhiri dengan menutup kedua mulutnya.

===xXx===

.

.

.

.

.

.

.

Kebahagiaan

Dulu aku Bahagia

Hidupku selalu terasa sempurna

Tapi ternyata kalimat 'tak ada yang sempurna di dunia' itu memeng benar adanya

"Aku sayang Kaa-san."

"Kaa-san Juga. Kamu kan anak kesayangannya Kaa-san."

"Ayo kita pergi ketaman itu, Kaa-san."

"Iya, bentar. Jangan buru-buru dong. Nanti kamu Jatuh."

.

.

.

.

Kebahagiaanku yang dulunya sempurna

Diambil dariku

Menjadikanku manusia yang tak sempurna lagi.

"Maaf, Istri anda sudah tak dapat tertolong."

"Iya. Katanya sih meninggal gara-gara ngelindungin anaknya, janinnya juga meninggal katanya."

"Kamu itu ngebawa sial sih, jadi kita gak mau main sama kamu."

"Gara-gara kamu Ibumu meninggal kan!?"

.

.

.

.

Tolong!

Tolong aku dari rasa bersalah dan kesepian ini

"Kayaknya berat deh, sini ku bantu."

"Kalian! Jangan suka mempermainkan orang seperti itu."

"Sudah. Jangan menangis. Aku akan selalu melindungimu dari mereka."

.

.

.

.

Ketika Cahaya itu datang memberi harapan

Dan ketika aku mulai mengharap cahaya itu menerangi hidupku

Ternyata

Cahaya itu terlanjur menghilang

"Katanya sih, dia dapat beasiswa ke sekolah seni di Paris."

"Kasian, sekarang siapa yang bisa nelindungin lo?"

"Sepertinya dia memang ingin mencampakkan kamu."

.

.

.

.

Dan Aku

Hanya melarikan diri dengan pintu hati yang mulai tertutup

Menunggu datangnya cahaya lain yang sudi menerangi hatiku

"Lebih baik kamu pindah dan memulai hidup baru."

"Cobalah lupakan dia. Bila dia memang sayang padamu dia pasti punya alasan kuat untuk meningalkanmu."

"Percayalah, Dia pasti kembali."

.

.

.

.

Ku Harap

Suatu hari nanti

Akan ada cahaya abadi yang akan menyempurnakan diriku kembali

.

.

.

.

----- TuBiKontinyu -----

.

.

.

Nye.. he.. he..

Gampang ketebak dan standart banget ya ceritanya?

Sorry deh, habis Saia gag bisa bikin yang serius dan suka maksain alur cerita..

Okeh.. Okeh..

Saia mau ngaku kalo saia itu bego gag ketulungan. Masa gag tau tulisan Hyuuga itu kea gimana. Dan yang paling penting Penulisan Judul itu loh!!! Masa ada yang huruf besar dan kecil..!!??

Ck.. ck.. ck.. saia malu sendiri kalo inget ketololan saia. Thankz to the anonimouse iank dah bikin saia mikir kenapa anda review kea gtu. (mungkin) habis review anda pendek bgt siy. Jadi kalo salah tafsir maafin saia yagh..!!

Ow, ya!

Sebagai tanda trima kasih ku pada reviewer, ini review kalian aku bales ya.

Oke, pertama dari Yukihara Kanata. Salam kenal juga, mohon bantuannya ya. Trims udah jadi reviewer pertama saia. Terutama thankz karena udah ngasih tau kalo Hyuga itu yang benernya adalah Hyuuga. Kalo soal 'gag'nya udah saia ganti. Udah gak ada kan di chapter ini? Kalo masih ada saia minta maaf, habisnya kebiasaan nulis Sms siy.. =D (ngeles) oke! Review lagi ya..!!

Kedua dari Charlotte.d'Cauchemar. Saia emang gak terlalu ngerti sama penulisan tanda baca yang baik dan benar pada kalimat langsung. Jadi maaf bgt kalo masih ada kesalahan, tapi akan coba saia perbaiki. (A/N)nya udah saia ilangin. Udah gak ada lagi kan..?? –ngecek cerita, tapi udah gag nemu (kalo saia gag kelewatan siy)- Cinta mati sama EYD? Saia juga (tapi gag ahli), habisnya gara-gara EYD saia jadi menang lomba! Love You EYD!! XD (gag nyambung!)

Terus, dari Uchiha Ayashi. Enggak semua pairing bakal melenceng, ntar gak ada yang mau baca lagi. Saia juga Cinta mati ma ShikaTema jadi gak bakal kepisah deh, tapi palingan kalo aku bikin cumin sekedar lewat doing tue pairing. Pairnya sih, udah ada yang pernah bikin tapi mungkin kurang popular. Itu semua gara-gara saia maksain satu pairing, jadinya beberapa pairing terkenal harus dirubah deh. Gak papa ya… =3

Balasan buat BrunonadhGravano. Thenkyu dah ngucapin welcome. Naruko? Emm, saia baru tau kalo ceweknya diganti jadi Naruko. Tapi karena udah terlanjur tetep Naruto, di Fic ini Narutonya dipanggil Naru atau Naru-chan aja. Gapapa kan..??

Buat haruHi-kaoRu. Thankz dah review. Cupid? Bagian mananya? Koq saia gak tau kalo fic saia ada unsure cupid-cupidannya..?? (o.O)a

Trus dari lovely Lucifer. Saia udah berusaha bikin Yaoi, tapi sepintas doing (itutuh si KakaIru).. T.T . saia teteup gag kuat, apa lagi Naru nya udah terlanjur jadi female. Tapi ntar bakal ada Yaoi utama kuq..!! doa'kan saia berhasil memperkuat iman dan keyakinan saia untuk bikin Yaoi..!! Thanks buat supportnya agar saia bisa bikin Yaoi! Yeah!! =D

Trus dari temanku Fyflow.42564. uapphwa!!! Maksud lo cerita gua selama ini gag nyambung..!!?? (emang iya siy..). terus, Mana Updatetan Fic Lo..!!?? udah nyuri naskah kelompok drama gua (Oupz, sorry) gak ke publish-publish lagi!! Udah gitu ngancem bakal ngebakar rumah gua kalo gak gua up date lagi, ngaca dong mba! Ngaca! (marah-marah gaje). Awas kalo lo gag review!!

Ehm.. Ehm.. maaf karena udah marah-marah. Selanjutnya dari Aoi no Tsuki. Siapa ya yang ngomong? Saia juga bingung..!! (ditabok). Ehm, keanya banyak yang ngira sasunaru ya.. emm, sebenarnya sih maunya mereka itu sahabatan aja. Tapi gak tau deh kelanjutannya, soalnya saia sering dapet ilham saat stress. Liat entar aja ya.. tapi keanya bukan SasuNaru deh.. (Dimutilasi fansnya SasuNaru!)

Dan Iank terakhir dari Uchiha Yuki-chan. Yoa' setuju. Itachi mang keriputan tapi saia suka bgt ma dia. Itachi I laph Yu!! Neji ya..?? emm, gara-gara saia maksain jalur ceritanya kali ya, soalnya saia tipe orang pemaksa. Bukan.. bukan.. yang terakhir itu bukan buat Itachi, tapi buat… (Uppzz. Rahasia . makanya dilihat diraba dibaca dong! Tela'ah lah dengan baik dan benar maknanya.) wekekek.. sorry, tapi yang pasti bukan Itachi yang dimanfaatin.

Emh, mo nanya. Kalo A/N di atas dan di bawah boleh pake bahasa yang gak baku gak sih? Atau emang harus baku semuanya? Saia emang lemah dalam penulisan baku, jadi maaf ya ! =3

Terus saia juga mo ngaku kao saia lemah banget kalo bikin kalimat langsung jadi maaf kalo keulang-ulang. Mis: "………………."katanya padaku. "………….."ucapnya. "……………….."tanyanya.

Huufftthh.. kalimat keterangannya itu lo, monoton bgt! Ada iank punya saran buat ng'improve saia. Ayolah para author-author iank baek.. tolongin saia.

.

.

.

.

.

Umm….

Review, please..??