Title: Perentager Pairing

Author : Dae Lee Moon

Genre : Fantasy, Romance dan temukan sendiri ne xD

Rate : T (GS)

Main Cast : Do Kyungsoo (D.O)

Kim Jongin (K.A.I)

Warning: GS (Genderswitch), Typo (s), GAJE, Alur Kecepetan, OOC.

Summary :D.O makhluk perentager yang nyasar ke bumi. Bertemu dengan ilmuan muda bernama Kim Jongin. Bagaimana akhir dari kisah mereka? Teng teng teng... KaiSoo/KaiDo/slight HunSoo. GS^^

.

.

.

Cerita ini hanya untuk orang yang menyukainya. Kalo nggak suka ya jangan dibaca. Don't be a plagiator! Tidak terima bash.. this is just my imajination. RnR please^^

~Happy Reading~

Perentager Pairing

Chapter 2

"Jika hanya sebuah kecupan mungkin tidak masalah" perlahan tapi pasti Jongin mendekatkan wajahnya pada gadis di hadapannya yang sudah genap satu minggu ini belum juga bangun dari tidur panjangnya.

CHU~

'Kering dan dingin...' itulah yang dirasakan Jongin ketika bibirnya menempel tepat di bibir Kyungsoo yang terlihat pucat itu.

Tak lama Jongin menyudahi kecupan singkat itu. Sedikit tidak rela memang karena meskipun bibir Kyungsoo tidak semerah biasanya, namun Jongin menginginkan yang lebih dari sekedar sebuah kecupan singkat.

"Bangunlah.. bogoshipeo.." Jongin lalu pergi meninggalkan kamar itu setelah membenarkan selimut Kyungsoo agar membuatnya tetap hangat. Di balik pintu kamar ternyata sudah ada Sehun yang mungkin baru saja ingin membuka pintu.

"Ahh hyung.. kau semalaman menjaga Kyungsoo?" tanya Sehun saat Jongin keluar dari kamarnya.

"Eoh? Hmm.."

Sehun melihat ke arah Kyungsoo. Dia melihat ada sesuatu yang bergerak di sana. Jongin yang belum pergi dari depan pintu pun mengikuti arah pandang Sehun.

"Eoh, sepertinya dia sudah bangun?" kata Sehun. Jongin pun beranggapan sama dan tidak membuang waktu dia kembali untuk masuk ke dalam. Namun sebelum hal itu terjadi sepasang tangan Sehun menahannya terlebih dahulu.

"Kau pasti lelah hyung, istirahatlah. Biar aku yang menjaganya hari ini. Gwaenchana.. aku tidak akan berbuat yang macam-macam padanya" kata Sehun sembari mengeratkan genggamannya untuk meyakinkan hyungnya. Jongin menatapnya tajam.

"Yakso! Aku pacarnya dan aku mencintainya. Aku tidak akan berani menyakitinya" kata Sehun kemudian seakan mengerti arti tatapan yang diberikan Kim Jongin padanya. Sehun membawa Jongin ke pintu kamarnya sendiri yang bersebelahan dengan kamarnya.

"Soo-ya!" Sehun segera masuk ke dalam setelah Jongin masuk ke dalam kamarnya sendiri. Melihat apakah Kyungsoo benar-benar sudah bangun dari tidur panjangnya.

"Eum~ Sehun-ah apa telah terjadi sesuatu? Kenapa rasanya aku seperti sudah tertidur begitu lama? Ku kira aku tidak akan kembali ke sini" Kyungsoo memegangi kepalanya yang masih terasa berat dan pusing. Lalu dia merasakan sesuatu yang aneh. Seperti ada yang baru saja menyentuhnya. Kyungsoo kemudian beralih ke bibirnya yang terasa aneh itu.

"Eoh, apa kau haus? Chankkaman! Aku akan mengambilkan minum untukmu" Sehun berdiri dari kursi yang berada di samping ranjang. Kyungsoo segera meraih tangan Sehun sebelum ia pergi dari ruangan itu.

"Chogi.. apa tadi Kim Jongin berada di sini?" tanya Kyungsoo ragu. Sehun kembali mendudukkan dirinya.

"Ani! Sejak kau pingsan satu minggu yang lalu, aku yang telah menjagamu dan selalu berada di sisimu" jawab Sehun sambil menggenggam tangan Kyungsoo dengan kedua tangannya.

"Keundae, kenapa aku seperti mendengar suaranya?" Kyungsoo bingung dengan apa yang sedang dirasakannya.

"Anieyo.. Jongin hyung ada di kamarnya sekarang. Mungkin kau hanya bermimpi chagi.." jawab Sehun sembari membenarkan rambut Kyungsoo yang sudah tidak terawat selama satu minggu.

"Eh? CHAGI? Mwoya?" Kyungsoo yang masih belajar menggunakan bahasa yang ada di bumi kesulitan dengan kata-kata asing yang belum pernah didengarnya.

"Mwo? Apa kau baru pertama kali dipanggil seperti itu? Chagi?" Sehun mulai menggoda Kyungsoo dengan mencubit pipi Kyungsoo yang sedikit mengurus.

"Mwoya.. apa kau sedang mengejekku sekarang?" Kyungsoo mengusap pipinya yang baru saja di cubit oleh Sehun.

"Ani! Chagi adalah panggilan sayang untuk kekasihnya. Bukankah kita sepasang kekasih sekarang? Kita bahkan sudah berciuman satu minggu yang lalu. Kau tidak ingat?" Sehun mulai kesal karena Kyungsoo tidak mengingatnya.

"Mwoya!" Kyungsoo masih belum juga mengingat kejadian dengan Sehun sesaat sebelum pingsan itu.

"Yasudahlah, aku akan ambilkan minum ne! Kau jangan pergi kemana-mana" Sehun kemudian beranjak dari kamar Kyungsoo.

'Ige Mwoya! Kenapa aku tidak bisa mengingatnya. Seingatku tadi aku sedang bersama dengan Jongin sebelum aku membuka mataku kembali' hanya ada Kim Jongin yang ada dalam ingatannya sekarang.

Kyungsoo Dream's

"Jonginie..." Kyungsoo berlari menghampiri seorang namja tan yang kini sedang duduk di sebuah pohon besar. Pria itu melambai-lambaikan tangannya, sambil tersenyum hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya.

"Kau lama sekali eoh? Kenapa baru datang, aku sudah menunggumu sejak lama" Katanya kemudian setelah Kyungsoo sampai di tempatnya berada.

"Eoh? Kau berlebihan Kim Jongin! Aku harus mempersiapkan ini terlebih dahulu" jawab Kyungsoo sambil membongkar isi keranjang pikniknya yang penuh dengan makanan buatannya sendiri.

"Aigoo.. kau sendiri yang membuatnya?" tanya Jongin sambil mengusak rambut Kyungsoo.

"Hehe, geurom!" Kyungsoo tersenyum.

"Cobalah!" katanya kemudian.

"Wahh.. mashita! Kau sudah pandai memasak eoh!" puji Jongin setelah mencicipi spagetty kimci buatan Kyungsoo.

"Hahaha.. tentu saja, karena kau yang sudah mengajariku memasak!" jawab Kyungsoo.

Setelah selesai melahap semua masakan Kyungsoo, Jongin duduk di bawah sebuah pohon besar beralaskan kain yang sengaja mereka bawa, memandang langit merah sore itu. Sedangkan Kyungsoo sudah tertidur dengan damai di pangkuan Jongin.

"Ya Kyungsoo-ya..bangunlah.." kata Jongin lembut.

"Ireona.. atau aku akan menciummu!" Jongin terkekeh geli setelah mendengar suaranya sendiri, dia terlihat seperti orang gila karena berbicara sendiri. Jongin merapikan rambut Kyungsoo yang menutupi dahinya. Lalu mengecup dahi Kyungsoo singkat.

"Tidak mau bangun juga eoh?" Jongin kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah Kyungsoo. Perlahan-lahan jarak di antara mereka semakin dekat. Jongin juga bisa mendengar suara deru nafas Kyungsoo semakin jelas. Hingga akhirnya ke dua bibir mereka menyatu. Jongin menyapu bibir Kyungsoo dengan lembut. Memejamkan ke dua matanya, merasakan sentuhan yang ia berikan pada Kyungsoo yang belum juga terbangun dari tidurnya.

"Euh..." satu leguhan lolos dari bibir Kyungsoo. Ia pun membuka matanya, meregangkan ke dua tangannya yang terasa kaku.

"Eoh? Ke mana anak itu pergi?" Kyungsoo melihat ke sekelilingnya, mencari seseorang yang sebelumnya berada di sana bersama dengannya.

"Kim Jongin.. kau dimana.." teriak Kyungsoo. Berkali-kali ia memanggil-manggil namja itu, tapi dia tidak muncul juga.

"D.O-ya.." terdengar sebuah suara panggilan dari balik pohon besar yang berada di belakangnya. Kyungsoo menghadap ke pohon besar itu, mendekati pohon itu untuk mencari tahu siapa yang baru saja memanggilnya hingga sesosok namja tinggi muncul dari balik pohon besar itu.

"J-jongin..." Kyungsoo sedikit tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya itu. Wajah namja itu mirip dengan Kim Jongin, namun jika melihat dari penampilannya, dia lebih terlihat seperti tokoh dalam komik yang sering dibaca oleh Kim Sehun. Kelopak matanya berwarna hitam dengan tatapan tajamnya. Sedangkan rambutnya berwarna putih –kayak di MV Overdose-. Pakaiannya pun aneh, tidak seperti Jongin beberapa waktu yang lalu.

"K-kau dari mana saja K-kim J-jongin.." tanya Kyungsoo terbata.

"Seharusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa kau belum juga bisa melihatku. Aku sudah sangat lama menunggu kedatanganmu di tempat ini" jawab namja itu.

"Apa yang sedang kau bicarakan Kim Jongin?" Kyungsoo semakin bingung dengan keadaan di hadapannya sekarang.

"Kuharap kau bisa segera mengingatku. Aku akan selalu menunggumu. Pyung~" setelah menyelesaikan kata-katanya, namja itu menghilang tanpa jejak begitu saja.

"Yak Kim Jongin! Neo eoddiga!" teriak Kyungsoo. Bahkan Kyungsoo tidak bisa berkedip setelah melihat namja itu menghilang dari hadapannya. Kyungsoo berputar mengelilingi pohon besar itu, namun dia tidak juga menemukannya.

"Kim Jongin!" karena begitu takutnya Kyungsoo meneriakkan nama Jongin sambil menghentakkan kakinya di tanah. Ia tidak bisa mengontrol kekuatannya sekarang. Hingga terjadi guncangan cukup dahsyat di sana. Kyungoo setidaknya telah berhasil membuat tanah di sekitarnya terbelah-belah.

END

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Chagi..! apa yang sedang kau lakukan? Aigoo, kenapa dapurku jadi kayak kapal pecah!" Sehun yang baru pulang kuliah terkejut saat melihat dapurnya berantakan karena ulah Kyungsoo yang sedang belajar memasak.

"Mwo? Hehehe mian.. aku sedang belajar membuat makanan" Kyungsoo masih saja mengutak-atik /? Potongan daging di hadapannya. Sehun hanya memandanginya dari belakang.

"Tenang saja, aku akan memasak dagingnya dengan serius. Kalian berdua bersiaplah untuk kenyang" Kata Kyungsoo kemudian. Sehun menghampiri Kyungsoo.

"Yak! Kenapa kau memasaknya langsung ke apinya!" Katanya.

"Wae? Memangnya aku harus memasaknya dimana?" tanya Kyungsoo tanpa melihat ke arah Sehun.

"Itu terlihat seperti lemak babi" kata Sehun sambil menunjuk ke arah daging yang sedang diolah Kyungsoo.

"Tapi itu terlihat enak sekali, haha" lanjutnya.

"Haha, tentu saja!" mereka tertawa bersama.

"YAK! Mana makanannya! Jangan hanya tertawa!" teriak Jongin dari meja makan di sela-sela gelak tawa mereka. Jongin terlihat tidak suka saat mendengar mereka tertawa bersama.

"Ne hyung! Sebentar lagi!" jawab Sehun yang tak kalah hebat dengan teriakan Jongin.

"Woah, dagingnya berubah menjadi hitam" kata Sehun saat Kyungsoo mengangkat daging itu satu persatu ke dalam wadah.

"Aku pikir ini akan enak sekali" katanya kemudian.

"Kau bawa ini ke meja makan. Aku akan makan di sini saja" Kyungsoo memilih melanjutkan acara memanggangnya di dapur.

"Dagingnya datang" Sehun menghampiri Jongin dengan sepiring daging panggang di tangannya. Kemudian diletakkan di atas meja untuk santap malam mereka.

"Ada apa dengan warnanya" Jongin memandangi potongan daging yang berwarna hitam.

"Itu karena Kyungsoo memasaknya langsung di atas apinya. Kau tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya makan saja hyung!" timpal Sehun

"Ini terlihat seperti belum matang. Aku tidak mau memakannya!" Jongin mengeluarkan kembali daging yang sempat dimasukkan ke dalam mulutnya.

"Benarkah?" Sehun mulai mencicipi masakan Kyungsoo itu.

"Aku pikir aku sedang minum obat, rasanya pahit" kata Sehun setelah menelan dagingnya.

"Apa ini benar-benar masakan Kyungsoo? Mengecewakan!" kata Jongin.

"Kyungsoo-ya! Kau harus mencobanya!" teriak Jongin dari meja makan.

"Ya! Sebaiknya kau gunakan penggorengan saja" Sehun menghampiri Kyungsoo di dapur.

"Apa rasanya tidak enak?" tanya Kyungsoo yang masih sibuk dengan aktivitas memanggangnya.

"Ya, terlalu pahit" jawab Sehun. Kyungsoo langsung mencicipi masakan pertamanya.

"Benarkah? Tapi mengapa rasanya enak bagiku" katanya kemudian.

"Hyung bilang kau berhenti saja. Kita tidak bisa makan daging ini lagi" kata Sehun sambil mengusak rambut Kyungsoo pelan.

"Apa ini tidak matang?" tanya Kyungsoo lagi, di terlihat kecewa dengan hasil masakannya sendiri.

"Bukan itu saja, tapi rasanya juga..."

"Pahit"potong Kyungsoo.

"Ya karena itu terlalu hangus" jawab Sehun.

"Ini enak! Apa aku terlihat kepahitan? Tapi rasanya tidak pahit bagiku" Kyungsoo kembali memakan masakannya.

"Ini benar-benar enak" lanjutnya.

"Cobalah!" Kyungsoo memberikan sepotong daging pada Sehun. Sehun pun menerimanya dengan senang hati. Dan mereka berdua berakhir dengan acara *mari suap-suapan* sampai akhirnya suara Kim Jongin menghentikan kegiatan mereka.

"Yak! Apa yang sedang kalian lakukan! Kalian mau membiarkanku mati kelaparan sendirian eoh?" Jongin menghampiri mereka berdua yang sedang berdiri di depan pemanggangan.

"Minggir! Aku akan membuat masakan sendiri" Jongin mulai mengambil beberapa bahan makanan lalu berdiri di antara Kyungsoo dan Sehun. Untuk memisahkan mereka berdua, batinnya. -_-

"Kau mau membuat apa hyung?" tanya Sehun.

"Sup pasta kacang" jawab Jongin singkat

"Woah.. apa kau tahu caranya?" Sehun terlihat bersemangat.

"Ani. Kau, tanya sama appa" walau sedikit kesal, Sehun tetap mengirim pesan untuk bertanya pada appanya. Sedangkan Kyungsoo hanya duduk dan memperhatikan mereka berdua dari belakang.

"Apa appa juga tahu caranya?" tanya Sehun pada Jongin yang sedang mengiris bawang.

"Ne, saat appa sedang mengadakan liburan akhir tahun bersama teman-temannya, dia sempat membuat sup pasta kacang bersama mereka" jawab Jongin.

"Sehun-ah... ada telfon" Kyungsoo memberikan ponsel Sehun yang tadi dititipkan padanya.

"Siapa?"

"Chen appa!" jawab Kyungsoo yang sudah kembali pada posisi semula.

"Appa~"

"Ne, Sehun-ah. Kalian ada di mana?"

"Appa.. ini Jongin. Bagaimana kabar appa?" Jongin ikut mendekatkan dirinya pada ponsel Sehun.

"Appa baik, appa mencintai kalian semua~" jawab Chen.

"Whoa..." mereka semua tercengang dengan pengakuan Chen, termasuk Kyungsoo yang sama sekali tidak tahu siapa itu Chen.

"Ada yang ingin aku tanyakan sebenarnya, apa di sup pasta kacang kedelai ada bawangnya?" tanya Jongin.

"Tentu saja ada!" jawab Chen.

"Lalu kita punya timun jepang, bawang, jamur,dan tofu"

"Kamu tinggal memasukkan saja semuanya"

"Oke, aku mengerti appa" sahut Jongin.

"Appa! Kapan appa pulang?" tanya Sehun.

"Dua minggu lagi"

"Baiklah, Kamsahamnida appa!"ucap Jongin dan Sehun bersamaan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Chagiya... neo eoddiga!" teriak Sehun setelah ia tidak berhasil menemukan Kyungsoo di kamarnya.

"Kyungsoo-ya! Kau di mana eoh!" kini Sehun berteriak sambil mencari Kyungsoo di dapur, berharap jika yeoja itu sedang berada di sana. Benar saja, saat dirinya memasuki dapur Kyungsoo berlari menghampirinya dari pintu belakang yang berada di dapur rumahnya.

"Kau darimana saja chagi?" tanya Sehun setelah berhasil menemukan Kyungsoo.

"Jangan memanggilku seperti itu Kim Sehun. Aku tidak suka!" bukannya menjawab pertanyaan Sehun, Kyungsoo malah memarahinya.

"Wae? Kita adalah sepasang kekasih sekarang, apa kau lupa hm?"

"Mwo? Jangan bercanda Kim Sehun! Aku tidak mungkin mau " jawab Kyungsoo disertai dengan gelak tawa.

"Mwoya! Kau tidak percaya padaku CHAGI?" ucap Sehun menegaskan kata terakhirnya.

"Kubilang jangan memanggilku seperti itu! Aish.. menggelikan"

"Apa kau benar-benar tidak mengingatnya?" tanya Sehun dengan tatapan serius.

"Mwo? Memangnya ada apa eoh? Ah.. batta. Aku lupa! Aku sedang mencari Jongin oppa. dimana dia?"

Beberapa hari setelah siuman, Kyungsoo tidak bisa mengingat apapun pada hati itu. Kecuali satu hal, Kim Jongin. Kini Kyungsoo akan selalu mencarinya ketika tidak melihat wajah Kim Jongin sebentar saja. Entahlah, mungkin ini karena pengaruh dari mimpinya.

"Yak! Kenapa kau selalu mencarinya eoh? Apa kau lupa jika kemarin kau sampai tidak bisa berhenti menangis karena Jongin hyung. Tapi kenapa kau malah lebih peduli padanya sekarang!" kata Sehun kesal.

"Bahkan saat pertama kali kau membuka matamu, hanya Jongin yang ada di dalam pikiranmu. Ada apa sebenarnya!" ucap Sehun meninggi.

"Eoh? Aku menangis? Wae?" tanya Kyungsoo polos.

"Aish, sudahlah. Kau benar-benar! Silahkan saja kau cari Jongin hyung ke dalam hutan! Kau mungkin akan menemukannya di sana. Dia menjadi semakin sibuk setelah bertemu dengan peneliti aneh yang sama saja seperti dirinya"

"Ye! Hutan?"

'Untuk apa Jongin pergi meneliti di hutan? Apa dia sedang membetulkan pesawatku?' pikir Kyungsoo dalam hati.

Kyungsoo memang kehilangan semua ingatannya. Tapi hanya ingatan satu hari/? Satu hari saat dirinya pingsan. Dan selama pingsan satu minggu, Kyungsoo hanya merasa bahwa dirinya sedang tertidur saat itu.

"Ne! Dia kembali dengan penelitian konyolnya. Aku juga tidak tahu apa itu, karena dia tidak mau mengatakannya padaku. Sungguh menyebalkan!" jawab Sehun acuh.

Setelah mendengar penuturan Sehun, Kyungsoo langsung pergi dari hadapannya. Berlari menuju pintu depan rumah.

"Ya! Kau mau kemana lagi!"

BRUKK!

Kyungsoo sempat menabrak seseorang saat dirinya sedang berlari di halaman rumah. Tapi Kyungsoo langsung saja kabur setelah berhasil meminta maaf kepada orang yang telah ditabraknya tadi tanpa mengetahui siapa orang itu.

"YA YA YA! Kyungsoo-ya!" Sehun berlari menyusul Kyungsoo. Namun langkahnya terhenti saat melihat seorang namja paruh baya sedang berdiri di depan pintu rumahnya. Mengenakan setelan jas hitam dan juga sebuah tas di tangan kanannya.

"Appa!" Sehun segera menghambur ke dalam pelukan orang itu, appanya yang baru saja datang dari Seoul.

"Ouraenmania Sehun-ah, ngomong-ngomong siapa yeoja yang baru saja pergi itu?"

"Eoh? Appa melihatnya?" bahkan Sehun sudah lupa jika dirinya sedang mengejar cinta Kyungsoo. Eh! Mengejar Kyungsoo.

.

.

.

.

.

"Kim Jongin. Kau dimana!" teriak Kyungsoo saat dirinya sudah berada tepat di pinggir hutan.

Perlahan Kyungsoo melangkahkan kakinya memasuki hutan itu untuk mencari Kim Jongin. Kyungsoo masuk ke dalam hutan itu lebih dalam, tak peguli dengan tubuhnya yang sudah menggigil karena musim dingin yang tak kunjung berakhir.

"Di mana ini, kenapa gelap sekali" Kyungsoo memasuki hutan semakin dalam, jujur ia merasa takut sekarang.

Hingga sinar matahari yang tadinya masih bisa terlihat walaupun terhalang oleh awan musim dingin kini semakin tak terlihat karena tertutup oleh pepohonan yang menjulang tinggi. Kyungsoo sama sekali tidak tahu dimana dia berada sekarang. Dimanapun itu, Kyungsoo hanya ingin segera bertemu dengan Kim Jongin. Tak perlu ada banyak alasan ketika ingin bertemu dengannya. Karena alasannya hanya satu, Kim Jongin itu sendiri.

.

.

.

.

.

.

TBC

Whoaaaaa... #plak

Mian lama updatenya, lagi fokus sama fic yang nthu/? Dulu. Mian juga karena chap ini pendek. Semoga kalian bisa mengerti dan masih setia nungguin nih ff abal. Terimakasih buat review kalian semua..REVIEW again ne! Jebbal... xD

EXO mau comeback mini album ye! Tanpa Kris Wu, huhuhu~

Gwaenchana, jika memang dia lebih nyaman dengan perannya sekarang. Ikhlasin aja ne! Tapi jangan ampe lupa bahwa Kris juga pernah mjd bagian dari EXO, inget itu EXO-L!

YEAH...EXO-L. Siapa yang udah dapet id card-nya? Bisa di sertakan di kotak review ne. Biar kita bisa berbagi kebahagiaan bersama, ciah elah.

Saatnya balas-balas review yeey~^^

RiKyungie : Kyungie pingsan karena dicium sama Sehun. Ceritanya kan klo makhluk EXO Planet nggak bisa kyak gituan sama makhluk bumi Makasih yah, dirunggu review selanjutnya, nih udah lanjut.

: oke oke! Ini udah lanjut kok. RnR ne!

aqila k : ia Jongin suka ma Kyungsoo. Udah ketauan kan dari case-nya. Ni udah dilanjut, review again ne..

beng beng max : hha.. usir yeopeo #plak

aBeCeH : yehet *_^

Bubble Gum : Emang udah kemana aja/? Ni udah lanjut. Kan gue udah bilang klo alurnya kecepeten. Hhe mian. Lagian ini FF Cuma 2/3 chap aja kok, nggak banyak.

kihaez : Aha iya! Author juga suka sama cerita yang kayak ginian #plak. Ni udah dilanjut, review plis~

Doaddict : ne, fighting! Udah nggak penasaran lagi kan?

Ryeolasoo : Ne eonni, nih udah update. Review again ne! Baca juga nae stories yang laen ne..

.3745 : Noh Kyungsoo jadi bangun abis dikecup ama abang gue. Masalah Jongin itu Kai ato bukan bisa di liat di chap selanjutnya. xD

guest : iye, nih udah gue lanjut. Perentager = makhluk asli EXO Planet. RnR ne.. baca juga FF nae yang laennya...

Cho Gilsang : Gomapta! Nih udah update, tapi nggak janji bisa cepet. Review again ne~

mrblackJ : dua-duanya xD. Nih udah lanjut, review again. Sehun liat, tapi Cuma pura-pura nggak liat/? #gajes

Thanks All..

Review Juseyo^^