Chapter 2 : New Student?
Bereavement
" Who should I trust? "
Author : Damien Cho
Genre : Crime, Mystery, Friendship, Fantasy
Rating : M
Cast : EXO Members ( Included Kris Wu )
Warning : NO NC, NO LIME, M untuk adegan pembunuhan, adegan sadis, dsb
DON'T LIKE,DON'T READ. TYPOS.
THIS STORY PURE OF MINE
NO PLAGIAT. APABILA ADA KESAMAAN, ITU MURNI KEBETULAN.
.
..
...
Enjoy The Story.
Chapter 2
"Naega, Kim Jongdae Imnida. Kalian cukup memanggilku Chen." Anak itu memperkenalkan diri dan menampilkan senyum tipisnya. Salah satu murid dari barisan depan mengacungkan jarinya dan siap bertanya sebelum Chen menyela
"Jika kalian ingin bertanya dari tingkat kelas Bangsawan berapa, aku tidak memilikinya. Tapi aku cukup yakin kalau aku sama dengan salah satu murid disini." Sela Chen cepat mengarahkan pandangannya ke Luhan. Luhan yang merasa bahwa dia yang dimaksud, menggaruk tenguknya yang tak gatal kala hampir tatapan tajam dilayangkan kearahnya. Oh ayolah... Ini masih hari pertama di tahun ajaran baru dan dia sudah menerima intimidasi seperti itu?
"Baiklah, Jongdae-ssi. Silakan pilih tempat dudukmu." Luhan bersyukur dalam hati mendengar Mrs. Ahn memutus kecanggungan yang terjadi. Chen membungkukkan badan hormat dan memilih duduk di samping Luhan. Laki-laki itu tersenyum akrab seraya mengajukan tangannya tanda perkenalan.
"Xi Luhan Imnida." Ucap Luhan pelan. Chen membalas jabat tangan Luhan dan mulai fokus saat menjelaskan pelajaran tentang Ujian Akhir.
Skip Time
"Hari ini aku ingin ke perpustakaan. Mungkin akan pulang telat." Telpon Luhan, sementara orang yang ada di seberang sana menggerutu kesal. "Ya ampun Hyung! Padahal aku ingin mengajakmu Battle." Luhan menghela nafasnya pelan . "Mian, Baek. Ada materi yang harus kucari. Kau tahu kan sebentar lagi Ujian akan diadakan?" Baekhyun mengerang marah. "I know, I know. Good Luck."
Pip!
Pembicaraan itu berakhir dengan ditutupnya sambungan secara sepihak oleh Baekhyun. Luhan berdecak kecil dan kembali menelusuri rak-rak tinggi di perpustakaan. Ujian kali ini sangat penting baginya, karena ujian ini yang akan menentukan apakah dia pantas bersekolah disana atau tidak. Sekaligus menentukan kelulusan dan predikat apa yang akan dia dapatkan. 'Highest Test'. Merasa menemukan apa yang dia cari, Luhan mengambil buku tersebut dan mulai membaca kata per kata yang tercetak di dalamnya. Luhan menyerngitkan kening ketika membaca sebuah kalimat yang begitu membingungkan.
'You can be friend or enemy. It's decide by yourself'
"Apa maksudnya? Apa kami akan dikelompokkan?" Luhan bergumam sambil menopang dagunya. Pikirannya berkecamuk. Tidak ada yang pernah tahu bagaimana Ujian Akhir itu. Seolah-olah tidak ada satupun yang mengetahuinya. Jika ada yang bertanya kepada mereka yang lulus, mereka hanya akan menjawab 'Persiapkan dirimu.'. Tidak ada yang mengetahui bagaimana rinci Ujian itu. Karena waktu yang semakin sempit, dia memutuskan untuk mengembalikan buku itu dan pulang. Yang harus dilakukan saat ini adalah menunggu waktu itu tiba.
~oOo~
"Kelompok 1 adalah..." Murid-murid yang ada di aula kni mulai berbisik menduga siapa yang akan masuk dalam kelompok yang desas-desusnya terkenal hebat itu.
"Kris Wu." Para murid bersikap biasa. Sudah pasti bahwa laki-laki yang baru disebutkan namanya tadi akan masuk kesana.
"Joomnyeon Kim." Tetap bersikap biasa.
"Jongin Kim." Ada beberapa yang heran karena anak itu dikenal suka bermain-main bisa disebutkan namanya. Dan biasanya jika sudah ada Jongin maka akan ada
"Sehun Oh." Ya kan. Kedua sahabat itu sulit dipisahkan. Meski dimasukkan dalam satu kelompok. Maka salah satu dari mereka akan ada yang memaksa dimasukkan ke kelompok satunya, kalau tidak...
Kepalamu yang akan terancam.
"Minseok Kim." Oh. Para murid kini mulai menunjukkan seringai meremehkan milik mereka.
"Luhan Xi." Terdengar beberapa protes untuk Luhan. Bahkan ada yang tak segan meneriaki Luhan akan mati jika masuk kesana. Tapi Luhan tidak peduli. Dia tetap melangkahkan kakinya ke panggung dan berdiri di sebelah Minseok.
"Dan yang terakhir... Jongdae Kim dari Kelas Tertinggi." Murid bersorak tak percaya. 2 murid di kelompok 1 bukanlah dari Bangsawan. Padahal di setiap tahun, isi kelompok 1 adalah Bangsawan semua. Kepala Academy memukul podium dan menyuruh mereka tenang.
Untuk selanjutnya, ada Chanyeol Park, Baekhyun Byun, Yixing Zang, dan ZiTao Huang dari kelas Classic. Meskipun bukan dari kelas unggulan, mereka yang berada di kelompok 1 tak bisa diremehkan. Banyak yang menduga akan semakin sulit untuk bertahan jika orang semakin banyak. Rata-rata dari mereka punya catatan nilai yang hampir sempurna. Bahkan ada yang sempurna. Contohnya saja Yifan dan Joomyeon. Dan ada beberapa yang menyebutkan akan ada tambahan 1 orang lagi yang pasti sama tangguhnya. Satu persatu mulai meninggalkan aula ketika nama mereka sudah mendapat kelompok. Semua murid di tahun akhir digiring menuju Asrama baru untuk mendapat penjelasan lebih lengkap. Asrama itu hampir seperti Apartemen. Bedanya, tempat tersebut bertingkat 3 dan untuk 1 lantai memiliki ukuran yang sangat luas. 1 Apartemen terdiri dari 4 kamar beserta kamar mandi didalamnya, 1 ruang makan digabung dapur, dan 1 ruang untuk rapat.
"Ada 4 kamar. Berarti 1 kamar untuk 3 orang. Kita putuskan sekarang." Ucapan dingin Yifan atau yang sering disapa Kris mengawali rapat malam itu. Tidak ada ketenangan karena Duo Troublemaker –ChanBaek- mengancam ingin satu kamar. Kris memijit pelipisnya pelan dan menuruti apa kemauan mereka. Akhirnya, keputusan telah ditentukan. Kris, Suho, dan Tao dalam satu kamar. Lalu Chanyeol, Baekhyun, dan Chen. Kai, Sehun, dan si murid mysterius. Yang terakhir... Luhan, Yixing, dan Minseok.
Luhan menelan ludahnya paksa. Dia merasa dirinya tak aman saat ini. Dia tidak bisa membantah karena dari awal Kris selalu memberikan tatapan tajam untuknya dan Chen.
'Mungkin dia tak ingin satu ruangan dengan kita.' Tenang Chen kala itu melihat dirinya yang tak fokus dan hanya diam saja. Chen bisa mengerti perasaan Luhan karena sejujurnya dia juga risih saat Kris tak mau melunak sedetik pun.
Luhan meringis kecil kala pusing mendera kepalanya. Dia sama sekali tak menyangka akan disatukan dengan Yixing. Apa Kris bermaksud membunuhnya lebih awal? Meskipun Yixing bukan murid dari Kelas Tertinggi, tetap saja kemampuan healingnya sangat luar biasa. Di sisi lain, dia juga terkenal dingin dan tidak terlalu memiliki banyak teman. Ah! Dan satu lagi rahasia umum dari seoran Zang Yixing.
Dia adalah orang yang membunuh lawannya tanpa sadar.
Mungkin seperti orang yang berkripadian ganda. Hari ini dia membunuh dengan tragis, besoknya dia akan lupa atas perbuatannya. Dia juga tak merasa bersalah ataupun meminta maaf. Yixing akan berubah seperti itu saat jiwanya merasa terancam saja. Jika tidak, ya tetap dirinya. Yang jadi masalah besar, jiwa Yixing itu mudah sekali merasa terancam. Pernah ada suatu kasus, dimana Yixing tak menyadari saat salah satu temannya berusaha membuat dirinya terkejut. Dia langsung mencekik orang itu tanpa sadar dan membuat keributan di seluruh sekolah. Murid – murid disekitar mereka segera melepaskan cekalan Yixing saat orang yang dicekik tadi hampir kehabisan nafas. Luhan bergidik ngeri mengingat memori itu.
Dalam hati, laki-laki mungil itu merasa iri saat melihat Chen bisa berkumpul dengan dua temannya di sekolah. Selama ini, tak ada yang bisa menerima dengan baik kehadirannya. Kenapa Chen yang baru masuk bisa mendapat keberuntungan seperti itu?
'Eh? Apa yang kau pikirkan Luhan bodoh!?' Luhan sontak memukul kepalanya mendapati pikiran iri terlintas. Dia menggelengkan kepala cepat. Masih ada yang harus diurus saat ini. Luhan harus mencari cara lain agar tidak terlalu dekat dengan Yixing, mengingat kakinya suka reflek menendang siapa saja yang menyentuh kasur miliknya. Bisa-bisa Yixing langsung mematahkan kakinya hingga remuk. Oh,Luhan tidak bisa membayangkan jika itu nyata.
'Semoga besok kakiku masih utuh.'
.
"Jadi kau yang bernama Xi Luhan? Anak dari kelas atas yang tidak ada hubungan dengan Bangsawan?" Tanya Yixing dingin. Luhan mengangguk pelan seraya tersenyum paksa. "Tidak usah sok ramah denganku, Luhan. Toh, kalau kau membuat sisi lain diriku terancam, dia bisa saja memenggal kepalamu dan melindasnya dengan truk, atau... kalau tidak, dia akan menggantung kepalamu di depan pintu sekolah hingga membusuk. Aku rasa kau tahu itu." Ujar Yixing santai dan mengambil handuknya.
Tok... tok... tok...
"Luhan-hyung, apa kau di dalam?" Suara Baekhyun dari luar mengintrupsi lamunan Luhan. Dia segera membukakan pintu dan melihat Baekhyun dengan cengiran lebarnya.
"Ayo makan malam Hyung. Yang lain sudah berkumpul. Eh, mana Yixing Hyung?" Tanya Baekhyun cepat. Luhan menunjuk kamar mandi dengan bola matanya. Baekhyun mengangguk paham dan menyuruh Luhan untuk segera ke ruang makan, tentu saja dengan Yixing. Setelah itu, Baekhyun berlalu ke ruang makan meninggalkan Luhan dengan wajah frustasi. Entah kenapa, dalam hati Baekhyun merasa sedikit senang melihat Luhan yang akan kesusahan membujuk Yixing.
To Be Continued.
A/N : Saya tahu ini sangat out character dari sifat mereka di dunia nyata. Tapi ini hanya fiksi yang saya buat. Dan Terimakasih untuk yang sudah memberikan review juga siders yang telah mau berbaik hati membaca.
