hanna
dul
set
Walau masih memiliki luka lebam diwajahnya, Jaejoong memaksakan diri untuk tetap bekerja malam itu. dia merasa tidak nyaman berada dirumah tanpa bekerja. Karena sudah 3 malam dia absen menunggu luka lebam itu menghilang. dia sudah berdandan merapihkan dirinya lalu segera keluar dari kamarnya.
Diluar kamar Jaejoong mendengar suara tawa seorang yeoja hendak menaiki tangga menuju lantai atas. Jaejoong menghentikan langkahnya saat dia melihat Yunho dan yeoja yang baru dia lihat berbeda dengan yeoja yang saat itu mengantarnya saat merapihkan barang bawaanya.
Tampak sekali kedekatan dan intimnya hubungan Yunho dan yeoja tersebut. Bahkan yeoja itu tidak ragu terus saja menciumi leher Yunho saat hendak memasuki kamar yang disewa Yunho.
'bajingan juga namja ini! Sudah berapa banyak yeoja yang kau kencani? Aku penasaran berapa banyak yeoja yang akan kau bawa kemari?'
Jaejoong meneruskan langkahnya melirik sinis kearah Yunho yang tanpa ragu membawa masuk yeoja sexy itu kedalam kamarnya.
"dimana kau? Andai kau ada disini namja itu tidak perlu masuk kedalam rumahku"
Ujar Jaejoong monolog saat memandangi pintu kamar Yoochun.
.
.
.
Jaejoong datang terlambat keclub yang sedang membuat acara khusus malam itu. dia sedang mengganti pakaiannya didalam ruang ganti dimana Junsu sedang beristirahat menikmati secangkir kopi panasnya
"kenapa kau datang? Bukankah kau masih terluka? Lihatlah lebam diwajahmu itu!" Junsu menghampiri Jaejoong yang sudah melepaskan kaos oblongnya
"bukankah hari ini ada acara spesial? Bagaimana mungkin bos mengijinkan bartendernya untuk libur saat ada acara seperti malam ini?" jawab Jaejoong memakai kemeja hitam yang menjadi seragam di club itu
"aku harap kau baik – baik saja! Karena aku melihat Cho Kyuhyun ada diclub ini" Junsu tersenyum getir saat mengabarkan berita itu
"jinja? Baguslah. Setidaknya aku bisa melihat secara langsung seperti apa wajah namja itu" wajah Jaejoong merona dimana matanya sedikit berkaca – kaca meninggalkan Junsu didalam ruang ganti
'aku yakin kau tidak baik – baik saja Jaejoong-ah! aku tahu betapa besar cinta yang kau miliki untuk Siwon'
Meja bar sudah dipenuhi pelanggan yang sedang menunggu minumannya diracik Changmin. Jaejoong segera menyapa salah satu dari mereka dan menanyakan minuman apa yang mereka ingin dia untuk meraciknya.
"annyeong!" terdengar suara seseorang menyapa Jaejoong
Jaejoong melirik kearah pemilik suara itu. suara itu milik seorang namja yang sangat tampan juga lumayan tinggi. Namja itu memiliki kulit yang pucat, bibir tebal, hidung mancung dan tatapan yang amat teduh.
"annyeong haseo!" balas Jaejoong mengangguk pelan
"kenalkan namaku Cho Kyuhyun! Kau pasti Kim Jaejoong bukan?" namja bernama Cho Kyuhyun itu menyapa Jaejoong dengan sangat ramah
Degdeg degdeg
Jantung Jaejoong berdebar kencang dan sesaat dia merasa nafasnya agak sesak melihat secara langsung wajah rivalnya yang jauh lebih menarik ketimbang dirinya.
"nee! Jaejoong imnida" Jaejoong kini terlihat sangat gugup
"bisakah kau buatkan minuman terbaik yang bisa kau buat untuk pelangganmu? Aku begitu penasaran dengan bakatmu meracik minuman dari botol – botol itu?" Kyuhyun duduk dikursi tinggi didepan meja bar
"tentu saja!" jawab Jaejoong mulai mengambil shakernya
Dengan begitu terampil Jaejoong meracikan segelas minuman untuk Kyuhyun yang merupakan rivalnya. Lalu menyuguhkan minuman itu pada Kyuhyun
"kenapa kau tidak bertanya bagaimana aku bisa tahu tentangmu? Dan kenapa aku berada ditempat ini?" tiba – tiba Kyuhyun bertanya dengan membuka sesi percakapan selanjutnya menjadi lebih menegangkan
"Choi Siwon! dialah yang membuat kau dan aku menjadi saling tahu" jawab Jaejoong menunduk dengan menatap mata Kyuhyun tajam
"betul sekali! Karena dialah aku akhirnya tahu siapa kau, karena dialah aku menjadi ingin tahu seperti apa kau, karena dialah aku ingin mengingatkan kau untuk menjauhinya" Kyuhyun berubah menjadi begitu dingin mengancam Jaejoong
"apa kau takut dia kembali kedalam pelukanku?" Jaejoong tidak ingin kalah dia malah menantang balik Kyuhyun
"mworago? Aku takut aku bersaing denganmu?" nada Kyuhyun seolah menyepelekan Jaejoong
"lalu kenapa kau mengancamku untuk menjauhinya? Terlihat begitu jelas kau begitu ketakutan Siwon akan kembali padaku" balas Jaejoong menatap Kyuhyun sinis
Kyuhyun tersenyum lalu meneguk minumannya dan meludahkannya kembali kedalam gelas itu.
"minuman terburuk yang pernah aku minum! Aku tahu kau telah berkencan dengan Siwon hyung beberapa waktu yang lalu. Dia sudah mengakuinya padaku dan dia sangat menyesal telah mengkhianatiku! Aku mengancamnya untuk meninggalkannya karena dia telah mengkhianati cintaku. Tapi dia berlutut dihadapanku dan memohon aku untuk memaafkannya dengan air mata menetes dipipinya! Dia memang menikmati tubuhmu malam itu! tapi dia jauh lebih membutuhkan kehadiranku disampingnya! Dia tidak akan bisa memejamkan matanya sebelum aku mengucapkan selamat malam untuknya! Aku jelaskan padamu sekali lagi Kim Jaejoong! Yang Siwon hyung butuhkan bukanlah kepuasan sex yang hanya bisa kau berikan padanya! Tapi rasa nyaman dan kebahagiaan yang dia butuhkan dalam hidupnya yang hanya bisa dia dapatkan dariku! Bukalah matamu lebih lebar jangan kau rendahkan dirimu hanya menjadi pemuas sex sesaat" Kyuhyun menggebrak meja bar itu lalu meninggalkan sejumlah uang untuk membayar minumannya
"itulah yang dia lakukan dulu padaku! Lihat luka lebam diwajahku? Dia sakit dan suatu hari kau pasti akan merasakan luka lebam seperti ini diwajah tampanmu itu" teriak Jaejoong tanpa memperdulikan tamu yang lainnya
Kyuhyun mengehentikan langkahnya setelah mendengar apa yang dikatakan Jaejoong. Dia lalu menoreh kearah Jaejoong kembali mendekatinya
"jika benar begitu kau sangatlah menyedihkan Kim Jaejoong! Siwon hyung tidak pernah berbuat kasar padaku! Dia sangat mencintaiku! Dah aku meyakini aku tidak akan pernah memiliki luka seperti yang kau alami" Kyuhyun berpaling mendelik lalu meninggalkan Jaejoong ditempat kerjanya
"brengsek!" Jaejoong menggerutu memandangi kepergian Kyuhyun dengan wajah penuh emosi
.
.
Kyuhyun melangkah keluar bar itu sambil menelpon seseorang.
"hyung bisa kau jemput aku di club tempat kerja mantan pacarmu itu!" ujar Kyuhyun dengan suara keras karena suasana club memang sangatlah berisik
.
.
Siwon sudah memarkirkan Audy R8-nya dipelataran parkir club tempat kerja Jaejoong. Dia melangkah dengan santai saat memasuki pintu masuk menuju club itu. didalam club suasana begitu ramai. Banyak pasangan lesbi juga gay sedang berdansa dilantai dansa diiringi musik hiphop yang emat keras.
'dimana kau Kyu? Aku harap kau tidak membuat masalah datang keclub ini' Siwon berjalan menyururi lantai dansa mencari kekasihnya
"hyung!" tiba – tiba Kyuhyun memeluk pinggul Siwon dari belakang
Siwon menengok kearah belakangnya melihat Kyuhyun memang sedang memeluknya.
"kita pulang sekarang?" ajak Siwon mengecup kening Kyuhyun
"apa kau tidak ingin menyapa mantanmu itu?" pancing Kyuhyun dingin
"dia sedang bekerja! Aku tidak perlu mengganggunya" jawab Siwon merangkul pinggang Kyuhyun mengajaknya meninggalkan club itu.
Kedatangan Siwon hingga perginya bersama Kyuhyun sangat Jaejoong perhatikan dengan perasaan cemburu dalam hatinya. Tanpa terasa air matanya menetes karena dia memang sangat terluka melihat namja yang masih dicintainya sudah menemukan kekasih baru.
'kau memang sudah melupakanku Choi Siwon! kau hanya memanfaatkan tubuhku untuk menikmatinya. Aku sungguh terluka dan kali ini aku tidak akan pernah memaafkanmu lagi'
.
.
.
Jaejoong melangkah dengan lemas dan tak bersemangat saat menaiki anak tangga menuju kamarnya. Saat dia berjalan melewati kamar Yunho, dia mendengar suara gaduh yang berasal dari ranjang yang bergoyang juga rintihan seorang yeoja.
Jaejoong menggelengkan kepalanya tanpa bisa berbuat apapun mendengar perbuatan asusila didalam kamar yang dia sewakan untuk Yunho.
"jadi kau sehebat itu? semalam kau bercinta hingga pagi datang" ujar Jaejoong meneruskan langkahnya
"Jaejoong-ah!" Junsu memanggil dari pintu kamarnya
Jaejoong menengok lalu mengangkat alis matanya tanda dia merespon panggilan Junsu padanya.
"kemarilah!" Junsu memberi isyarat dengan tangannya berbicara pelan
Jaejoong segera menghampiri Junsu lalu ikut masuk kedalam kamarnya.
"lihatlah! Namja yang berada dikamar itu bukanlah anak biasa. Dia bungsu dari seorang jaksa agung. Dia memiliki hyung yang seorang pengacara muda dan sangat sukses" Junsu memperlihatkan informasi tentang identitas Yunho melalui ponsel pintarnya
"anak manja dan kaya macam dia kenapa bisa berada didalam rumahku? Aku menjadi curiga padanya. Apa yang dia harapkan untuk tinggal dirumah tua ini?" Jaejoong berfikir mengintip dari celah pintu kamar Jungsu menuju kamar Yunho
"apa harus aku selidiki?" tanya Junsu ikut mengintip
"terserah! Aku tidak tertarik untuk mengetahuinya lebih jauh lagi" jawab Jaejoong keluar kamar Junsu
Clek
Pintu kamar Yunho dibuka saat Jaejoong akan melewati kamar itu. yeoja semalam keluar tergesa dengan wajah kusut tanpa make up. Sementara Yunho mengantar yeoja telanjang dada hanya memakai selimut tipisnya untuk menutupi bagian intimnya. Jaejoong terpukau melihat bentuk tubuh Yunho yang begitu sempurna. Dia menelan air liurnya dan terpaku saat memandangi tubuh namja yang gagah itu.
"Jaejoong-ssi! waeyeo?" tanya Yunho dari pintu kamarnya
"ahh aniyeo" Jaejoong menghindar memalingkan tatapannya dengan reaksi yang gugup
Jaejoong berjalan tergesa masuk kedalam kamarnya lalu menutup kembali pintu kamar itu. dia lalu bersandar dibalik pintu kamarnya memegang dadanya yang berdebar kencang
"astaga kenapa aku begitu terpukau melihat namja itu telanjang dada? Ahhh ani... ani! Aku harus bisa mengendalikan perasaanku ini! Aku yakin semua ini semata karena tubuh namja itu mengingatkan aku pada Siwon"
.
.
.
Pagi itu Yunho yang hendak pergi kuliah sedang memanaskan mesin mobil Prochee-nya disamping rumah tua warisan orang tua Jaejoong. Yunho mendengar sebuah motor besar Ducati Monster 795 berhenti didepan rumah Jaejoong. Turun seorang namja cukup tinggi yang masih memakai helm fullfacenya. Namja itu membuka helmnya sehingga wajah tampan namun berkesan bengis jelas terlihat. Namja itu melangkah menuju pintu lalu masuk dengan sesuka hati tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"siapa namja itu? kenapa dia begitu lantang masuk kedalam rumah orang? Apakah dia kekasih salah satu manusia gay itu?" Yunho berkata monolog memandangi jejak namja itu yang sudah masuk kedalam rumah.
.
.
.
Sementara didalam kamar Jaejoong sedang duduk ditepi kasurnya dengan kedua kaki yang menapak lantai. Tatapannya tertuju pada sosok namja yang sedang berdiri tegak dihadapannya memandanginya dengan kecewa.
"aku akan menempati kamar Yochun hyung hingga dia kembali! Aku ingin tahu sejauh mana usaha kalian untuk menemukannya? Kau sudah menjadikan hyungku itu sapi perah untuk membantumu menutupi kebutuhan sehari – harimu. Kau pikir aku akan diam begitu saja? Pasrah hingga pihak kepolisian menemukannya yang sudah menjadi mayat?" bentak namja bermotor tadi dengan keras
"aku sudah mencarinya kesetiap tempat yang biasa dia kunjungi! Aku sudah menyebarkan gambarnya dan aku tempelkan disetiap sudut dikota ini! Tapi usahaku sia – sia. Dia tidak pernah kembali. Maafkan aku jika hyungmu itu menghilang karena memilih untuk tinggal bersamaku. Maafkan aku" ujar Jaejoong menunduk menahan tangisnya yang akan segera pecah
"berhentilah menangis! Air matamu tidak akan membuat hyung pulang. Berusahalah lebih keras untuk menemukannya" namja itu membentak memukul dinding kamar Jaejoong dengan kepalan tangannya
"Seunghyun-ah!" Jaejoong berdiri menghampiri tamunya untuk memeriksa tangan yang dia gunakan untuk memukul tembok
"lepaskan tanganku!" bentak namja itu dengan kasar
"Choi Seunghyun! Apakah menghilangnya Yochun adalah kesalahanku? Apakah aku yang harus bertanggung jawab karena dia menghilang? Lalu apakah aku harus menerima perlakuan kasarmu itu?" Jaejoong kehilangan kesabarannya ikut membentak namja bernama Choi Senghyun itu
"aku merindukannya! Harapanku datang kemari aku ingin sekali bertemu dengannya! Tapi apa yang aku dapat? Kau bilang dia sudah lama menghilang! Bagaimana mungkin aku bisa bersabar?" Seunghyun kembali membentak Jaejoong
"aku pun sangat merindukannya? Dia adalah sahabat terbaik yang aku miliki!" Jaejoong berbicara dengan nada yang serak
"kau merasa kehilangan dia? Kau merindukannya? Atau kau membutuhkan uangnya?" Seunghyung mencengkram pipi Jaejoong sehingga wajah cantik itu terlihat konyol
"kenapa kau selalu merendahkan aku? Apakah dimatamu aku begitu menyedihkan?" Jaejoong berhasil melepaskan wajahnya dari cengkraman Seunghyun
"kau memang seperti itu Kim Jaejoong! Kau lupa? Kau membuangku begitu saja setelah kau puas memanfaatkanku! Kau meninggalkan aku karena kau bertemu namja kaya bermana Siwon itu. kau jauh lebih menyedihkan dari yeoja matrealistis pada umumnya. Kenapa kau tidak beralih profesi menjadi gigolo saja! Kau begitu menyukai uang bukan?" Seunghyun mengikat kedua tangan Jaejoong kebelakang pinggulnya dengan tangan kanannya yang kuat sementara tangan kirinya begitu nakal menjelajahi vital Jaejoong dari luar celananya
"lepaskan aku Seunghyun-ah! aku mohon lepaskan aku" Jaejoong mencoba berontak saat Seunghyun begitu bernafsu menjilati sekitar tengkuk juga leher Jaejoong
"aku akan pergi setelah kau memuaskan aku!" Seunghyun dorong tubuh Jaejoong keatas kasur dengan posisi telungkup lalu segera menindihnya.
.
.
.
Yunho sudah kembali dari kegiatan kampusnya. Dia masuk kedalam rumah tanpa membawa teman yang akan dia ajak untuk berkencan malam ini. Junsu sedang berdiri didepan pintu kamarnya memandangi pintu kamar Jaejoong yang terkunci rapat.
"apa yang sedang kau lakukan?" tanya Yunho penasaran dengan tingkah Junsu
"apakah kau tadi melihat seorang tamu masuk kedalam rumah?" tanya Junsu balik bertanya menatap Yunho yang berdiri dihadapannya
"tadi pagi aku melihat seorang namja dengan motor Ducatynya. Dia masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Kenapa? Apakah ada masalah dengan namja itu?" Yunho menjadi semakin penasaran
"apakah wajah namja itu tampan namun berkesan sadis?" tanya Junsu antusias
"yaa! Aku namja yang sangat normal. Bagaimana mungkin aku menilai penapilan fisik seorang namja?" keluh Yunho mengerutkan alis matanya
"apakah dia memiliki luka dipipinya?" Junsu kembali bertanya dengan intonasi tinggi dan wajah menyimpan emosi
"aku tidak begitu memperhatikannya! Dia tinggi dan tegap! Itu yang aku ingat" jawab Yunho mencoba mengingatnya
"Choi Seunghyun!" Junsu menyebut nama seseorang, menarik nafas dalam lalu membuka pintu kamarnya untuk kembali masuk kedalam kamar
'sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mereka semua terlihat aneh dimataku?'
Yunho segera masuk kedalam kamarnya. Membaringkan tubuhnya untuk beristirahat.
.
.
.
Langit sudah terang, Junsu terpaksa tidak bekerja karena Jaejoong sama sekali tidak mau keluar dari kamarnya sejak namja yang dia duga adalah Choi Seunghyun datang menenuinya.
Toktoktok
"Jaejoong-ah! bisakah kau buka pintunya? Aku sangat mengkhawatirkanmu" Junsu sedikit berteriak berusaha memanggil Jaejoong untuk keluar dari kamarnya
"pergilah! Aku baik – baik saja" jawab Jaejoong dari dalam kamarnya
"Jaejoong aku mohon! Aku hanya ingin melihat keadaanmu itu saja" Junsu terus berusaha untuk memancing agar Jaejoong keluar
"aku ingin sendiri! Sudahlah aku tidak apa – apa" ujar Jaejoong kini suaranya memelan
Clek
Yunho membuka pintu kamarnya lalu menoreh kekamar Jaejoong dimana Junsu sedang berdiri didepan pintu kamar itu
"apakah dia masih tidak mau keluar dari kamarnya? Ini sudah dua hari berlalu. Apakah dia tidak merasa lapar?" Yunho melihat kepintu kamar Jaejoong lalu mencoba membuka pintu itu dengan menggerak – gerakan pegangan pintu
"apa yang kau lakukan?" tanya Junsu heran
"aku rasa aku bisa membuatnya keluar!" Yunho melangkah mundur untuk melakukan sesuatu
Tanpa aba – aba, Yunho berlari mendobrak pintu kamar Jaejoong dengan dorongan tubuhnya dan,,,
Brak
Pintu kamar Jaejoong terbuka lebar setelah Yunho berhasil mendobraknya
"kau gila!" bentak Junsu melirik kedalam kamar Jaejoong
"dengan begini kau bisa melihat langsung sahabatmu itu bukan?" Yunho berpaling melangkah menuju anak tangga untuk segera turun
Junsu segera masuk kedalam kamar yang sudah dibuka dengan paksa oleh namja yang menyewa satu kamar dirumah tua itu lalu,,,
"aaaa Jaejoong-ah!" teriak Junsu histeris
Yunho kontan menoreh kearah atas karena teriakan Junsu. Dia lalu berlari kembali menaiki anak tangga itu dan sekonyong – konyong masuk kedalam kamar Jaejoong.
Yunho tercengang melihat Jaejoong berlumur darah terluka parah ditangan juga memar diwajahnya. Wajah Jaejoong begitu pucat dan sangat lemah karena dia sudah mengunci diri didalam kamarnya sejak kemarin
"astaga kenapa namja ini sering kali terluka jika ada seseorang yang datang menemuinya? Apakah dia memang selemah itu sehingga mudah sekali diperdaya?" tanya Yunho mengangkat tubuh Jaejoong untuk dia bawa kedokter
"kau mau bawa kemana dia?" tanya Junsu panik
"kedokter! Kau pikir kau bisa mengobatinya" bentak Yunho keluar dari kamar itu
"aku mohon lepaskan aku! Jangan bawa aku kedokter!" Jaejoong mengigau dengan suara lemas
"kau boleh mengusirku dari rumah ini nanti. Tapi ijinkan aku untuk membawamu kedokter sebelumnya!" balas Yunho mempercepat langkahnya
.
.
.
Jaejoong sedang diperiksa oleh dokter jaga diruang UGD. Yunho dan Junsu menunggunya diloby rumah sakit besar itu.
"ceritakan padaku seperti apa Kim Jaejoong itu? kenapa dia begitu mudah dilukai?" Yunho membuka percakapan mencairkan suasana gugup
"dia terlalu lemah untuk seorang namja! Sehingga dia memang sangat mudah untuk diperdaya" jawab Junsu gemetaran
"lalu siapan namja yang datang dengan motornya itu?" Yunho menjadi semakin penasaran
"aku rasa namja itu adalah Choi Seunghyun! Dia adalah dongsaeng sahabat kami bernama Yoochun. Kamarnya ada disebelah kamarmu. Yoochun menghilang hampir 2 bulan ini. Choi Seunghyun juga adalah mantan kekasih Jaejoong sebelum Choi Siwon. entah kenapa Jaejoong suka sekali memacari namja bermarga Choi" jawab Junsu murung
"apakah kalian wali dari pasien bernama Kim Jaejoong?" seorang perawat menghampiri Yunho dan Junsu bertanya pada mereka
"nee aku walinya!" jawab Junsu berdiri
"ikut aku! Dokter Lee sedang menunggu" perawat itu mempersilahkan Junsu untuk pergi bersamanya menemui dokter yang memeriksa Jaejoong
"kau tidak ikut" Junsu menoreh kearah Yunho
"nee!" Yunho segera berdiri lalu mengkuti Junsu juga perawat itu.
.
.
.
"apakah tuan Kim adalah seorang gay?" tiba – tiba dokter bertanya dengan wajah ragu
"kenapa dokter bertanya seperti itu? Junsu heran menatap dokter dengan tatapan aneh
"tuan Kim pasti memiliki pasangan bukan? Saya sudah memeriksa luka ditubuhnya dan saya menyimpulkan tuan Kim adalah budak dari kegiatan sex BDSM Bondage and Discipline, Sadism and Masochism. Kegiatan sex disertai kekerasan. Tuan Kim mengalami penganiayaan berat! Luka ditubuhnya merupakan luka karena benda tumpul, luka ditangannya adalah sayatan dari benda tajam seperti silet" ujar sang dokter berbicara pada Junsu dan Yunho
"mwo?" Yunho tercengang melirik Junsu dengan mata lebar
"aku akan melaporkan namja itu kepolisi!" gerutu Junsu
"pada kasus seperti ini terkadang sulit untuk melaporkan master atau yang berperan menjadi tuan dalam kegiatan sex BDSM karena pada dasarnya budak memang menghendakinya" dokter kembali menjelaskan
"tapi mereka sudah tidak lagi menjalin hubungan dok! Aku yakin Jaejoong diperkosa" Junsu protes dengan nada tinggi
'kehidupan sex yang sangat menakutkan!' Yunho mencibir dalam hatinya bergidig
.
.
.
"apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan melaporkan namja itu pada polisi?" Yunho bertanya saat mengantar Junsu masuk kekamar rawat Jaejoong
"tentu saja aku akan melaporkannya!" jawab Junsu emosi
Didalam kamar Jaejoong sedang duduk bersandar dengan perban ditangannya memadangi Junsu dan Yunho saat berjalan menghampirinya.
"apakah kau sudah merasa baik?" tanya Junsu duduk disamping Jaejoong
"hmm! Gomawo sudah membawaku kemari" Jaejoong tersenyum pada Junsu dan Yunho
"nee cheonma!" jawab Yunho tersenyum kaku
"aku akan melaporkan Seunghyun kepolisi atas apa yang dilakukannya padamu" Junsu tidak sabar untuk mengutarakan niatnya
"jika bisa aku ingin sekali membunuhnya" Jaejoong membenamkan wajahnya dikedua lututnya menangis tersedu
"Jaejoong-ah! aku tahu kau pasti begitu terlukan dibuatnya!" Junsu menepuk dan mengusap punggung Jaejoong yang sedang menunduk
.
.
Seminggu sudah berlalu. Jaejoong sudah kembali beraktivitas seperti biasanya. Siang itu suasana rumah begitu sepi karena Junsu sedang berada diluar kota untuk menghadiri undangan menyanyi disebuah party pembukaan cafe and club. Sementara Yunho sudah pasti sedang berada dikampusnya.
Hari yang cerah itu Jaejoong manfaatkan untuk mencuci pakaiannya dibasement rumahnya. Satu persatu pakaian dia masukan kedalam mesin cuci sambil mendengarkan musik hiphop yang diputar sebuah dvd player.
Saking kerasnya musik yang diputar Jaejoong tidak mendengar suara deru motor Seunghyun yang datang. Seunghyun masuk dengan langkah ditekan tanda dia memang sangat marah.
Seunghyun mendengar suara musik bergitu keras diruang bawah tanah rumah tua itu. dia lalu menuruni tangga kayu menuju ruang cuci itu dengan langkah pelan. Saat sampai dilantai ruang bawah tanah itu, Seunghyun bergegas menghampiri Jaejoong
Seunghyun menarik tangan Jaejoong lalu mendorongnya ketembok dan menindihnya sambil berkata sesuatu pada Jaejoong
"tidak kusangka ternyata kau memiliki keberanian untuk melaporkanku kepolisi. Kemari aku menjalankan sebuah pemeriksaan dikantor polisi. Benar – benar membuang waktuku saja!" Seunghyun menghembuskan nafasnya didaun telinga Jaejoong.
"lalu kenapa kau ada disini?" tanya Jaejoong menatap Seunghyun penuh kebencian
"tidak semudah itu untuk bisa menjebloskanku kepenjara! Aku putera seorang kapten polisi Jaejoong-ah" ledek Seunghyun menjilat tengkuk Jaejoong
"lepaskan aku brengsek" Jaejoong berontak lalu menampar pipi Seunghyun
"kau berani memukulku?" bentak Seunghyun menonjok Jaejoong hingga tersungkur
Mereka bergulat saling memukul dan melindungi diri.
Sementara diluar rumah, mobil Porchee Yunho baru saja diparkir dihalaman samping rumah tua itu. yunho segera turun dan dia tersentak melihat motor Seunghyun terparkir didepan rumah. Yunho segera berlari masuk kedalam rumah karena dia memang kini sangat mengkhawatirkan Jaejoong.
Didalam rumah Yunho mendengar suara bising dari lantai bawah tempat cuci. Dia segera berlari menuruni tangga kayu itu. dan dia semakin mempercepat larinya saat melihat Jaejoong sedang berkelahi dengan Seunghyun dengan tidak imbang.
"lepaskan dia brengsek!" teriak Yunho menarik kerah kemeja Seunghyun lalu mendorongnya hingga jatuh
"apa kau baik – baik saja?" tanya Yunho menyeka darah di sudut bibir Jaejoong
"awas!" teriak Jaejoong saat melihat Seunghyun tengah berlari untuk menyerang Yunho
Kedua namja tampan dan gagah itu berkelahi saling menunjukan kejantanan mereka bertarung dan membela diri. Saling menonjok, memukul, mendorong hingga saling menjatuhkan.
"Yunho-ssi jangan libatkan diri dalam masalahku dengan manusia gila ini! Teriak Jaejoong berusaha menghentikan pertarungan itu
"aku tidak apa – apa Jaejoong-ssi" jawab Yunho masih menyempatkan diri meski dia tengah sibuk
Tenaga dan kekuatan kedua namja itu memang sangat imbang. Tidak ada satupun dari mereka berdua yang terlihat akan runtuh dan ambruk membuat Jaejoong kesal karena dia berharap Seunghyun segera roboh. Dia lalu mengampil sebuah tabung pemadam kebakaran yang tergantung ditembok lalu mengayunkan tabung itu kearah Seung hyun. namun Seung hyun berhasil menangkalnya dengan tangannya.
Seung Hyung kini mengarahkan pukulan kembali mendarat dibahu Jaejoong hingga tersungkur.
"Jaejoong-ssi!" teriak Yunho khawatir lalu mengangkat tabung pemadam kebakaran yang Seunghyun lemparkan keatas lantai.
Tabung itu Yunho pukulan berkali – kali kekepala belakang Seung Hyun hingga keluar darah segar dali kepala itu. jaejoong hanya tercengang dengan mata terbuka lebar saat Yunho begitu beringas mengeksekusi Seung Hyun hingga terkapar dengan darah mengalir mengotori lantai.
Seung Hyung sekarat dan mengejat saat nyawanya dicabut malaikat maut. Matanya terbuka memandang kearah Jaejoong lalu dia tidak bernafas lagi.
"apakah dia mati?" tanya Jaejoong mendekati Yunho dengan ekspresi ketakutan
"mungkin!" jawab Yunho mencoba menggerakan tubuh Seung Hyun dengan kakinya
"dia mati!" Jaejoong menatap Yunho panik
"setidaknya kau aman Jaejoong-ssi!" Yunho refleks memeluk Jaejoong
"kau sudah menyelamatkan nyawaku Yunho-ssi!" Jaejoong menengadah mengarahkan wajahnya berhadapan dengan Yunho yang lebih tinggi darinya
Mereka saling menatap tanpa kedip dan tanpa kata. Jaejoong yang seorang gay membuat gerakan untuk memulai kontak fisik dengan Yunho.
"gumapta! Kau sudah melindungiku" Jaejoong berjinjit melumat bibir Yunho lalu memainkan lidahnya didalam mulut Yunho tanpa melakukan penolakan atau membalas ciuman panas yang Jaejoong berikan
'kenapa aku tidak merasa jijik dengan ciuman panas yang diberikan namja cantik ini? Kenapa aku menjadi bergairah saat namja ini menciumku? Apakah aku bisa melakukan sex dengan namja ini'
Yunho membelai rambut Jaejoong dan mulai menggerakan lidahnya bermain melayani lidah Jaejoong yang sejak tadi lincah bermain didalam rongga mulutnya. Mereka berciuman mesra dengan vital masing - masing yang mulai membesar dan menegang tepat dihadapan jasad Seung Hyung yang baru saja mereka habisi.
tbc
annyeong!
update chap 2 nihh
miane klo di chap 2 ini Jaejoong masih dinistakan vai
yang penting kan jalan ceritanya yah jangan kecewa
miane klo ceritanya terbilang sadis
judulnya kan udh creepy banget #deeply wounded
gmn ama Yunjae momennya?
tuh Yunho udh rela aja dicium Jaema!
next chap mereka nc lohh
review yang lebih banyak yah!
kasih tau pendapat kalian di chap ini
gomawo udah mau baca ff yunjae vai yang pertama yah!
deepbow
saranghae aishiteru wo ai ni
muaaaccch
paypay
