Author : Van_Hunhan

Cast : Cho Kyuhyun - Xi Luhan

Cameo : Oh Sehun, Xiumin, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, dll.

Genre : Romance, Hurt/Comfort.

Rated : T+

THIS IS YAOI FICT. HATE ? JUST LEAVE ;)

NO COPAS , NO PLAGIARISM !

ENJOY :)

Chapter 2

BRAK! Kyuhyun menutup pintu dengan kasar membuat Luhan terlonjak kaget. 'ada apa dengannya ?' Luhan mengangkat satu alisnya melihat Kyuhyun duduk disofa sambil memainkan pspnya memasang wajah dingin. Keduanya diam ditempat. Luhan ingin membuka suara tapi terlalu takut.

"Eum, sunbae.. ehh maksudku hyung. Kapan kita mulai latihannya ?" ucap Luhan akhirnya, meski dengan nada takut.

"Aku malas melatihmu. Kenapa kau tidak meminta latihan pada Donghae hyung saja. Dia tampaknya perhatian padamu." Luhan bisa mendengar nada kesal dibalik perkataan Kyuhyun.

"Shireoyo. Dia bukan mentorku. Mentorku kan kau hyung." Luhan mempoutkan bibirnya.

Kyuhyun mendelik lalu menampilkan smirknya. "Chinja ? Kupikir kau membenciku. Apalagi setelah semalam."

"ehh ?" sontaknya kaget. Malu mengingat kejadian tadi malam. Rona merah mulai menjalar dipipinya.

"Kenapa kau tidak membenciku ?" Kyuhyun berjalan mendekat memperkecil jarak. Hanya sekitar 5 cm jarak antara mereka sekarang. Dan itu membuat Luhan semakin gelisah.

Kyuhyun sedikit menunduk menyamakan wajahnya dengan Luhan. "Kau memang cantik. Tapi aku tak akan mengajarkanmu jika kau tidak punya bakat apapun."

Luhan mempoutkan bibirnya, melupakan rasa malunya berhadapan dengan Kyuhyun.

"Hentikan pout mu itu. Aku menyuruh kau bernyanyi, bukan berpout ria seperti itu." Kyuhyun meninggikan volumenya.

''Apa-apaan dia! Tadi malam dia begitu baik padaku, sekarang malah marah-marah tak jelas. Dasar aneh!" rutuk Luhan pelan namun masih bisa terdengar oleh Kyuhyun

"Apa katamu ?"

"ehh ? aa..aniya. Gwaenchana. Ayo latihan hyung." ucapnya gugup dan memamerkan senyum yang dibuat-buat.

Luhan salah tingkah sementara Kyuhyun tertawa dalam hati. Seandainya sekarang bukan ditempat latihan, dia sudah pasi mencium bibir merah muda milik Luhan. Mereka pun memulai latihan. Sesekali Kyuhyun memarahi Luhan dengan alasan tak jelas. Mulai dari intonasi vokal yang kurang pas, pitch control, dan sebagainya. Padahal cara Luhan bernyanyi hampir mendekati sempurna.

Tak jarang Luhan merutuki Kyuhyun. Kewalahan dengan kemauan mentornya itu.

Setelah 2 jam berlatih akhirnya mereka memilih beristirahat. Luhan tampaknya sudah sangat kelelahan. Kyuhyun menjadi tidak enak padanya. Tapi mau bagaimana lagi, mengerjai Luhan terlalu menyenangkan.

"Hyung, ayo kita ke restoran depan. Aku lapar." Kyuhyun terlonjak melihat Luhan tiba-tiba sudah berada didepannya. Kyuhyun tak akan berbohong, saat ini dia sedang melihat Luhan -entah mengapa- sangat sexy. Bibir merah muda, baju bagian dada yang sedikit basah karena keringat, bahkan beberapa tetesan keringat masih mengalir dari pelipis ke leher. Jangan lupakan wajahnya yang polos, membutakan dunia Kyuhyun.

"Hyung!" panggil Luhan mempoutkan bibirnya, merasa Kyuhyun mengacuhkan permintaanya tadi. 'Shit! Melihatnya begini saja sudah membuatku tegang.' Kyuhyun tampak gelisah. Yang benar saja! Mau taruh dimana mukanya kalau Luhan tahu 'adiknya' sudah tegang.

"Andwe! Aku hanya menyuruhmu istirahat, bukan untuk makan." Luhan mempoutkan bibirnya sekali lagi. 'Apa dia manusia?' makinya dalam hati.

Luhan sibuk dengan pikirannya, tak menyadari bahwa tingkahnya membangunkan nafsu sang serigala lapar. 'Cukup!'

Kyuhyun beranjak dari sofa menuju pintu dan menguncinya.

Kyuhyun POV

Kubalikkan badan dan melangkah menuju kearahnya dengan menampilkan smirk andalanku. Dia tampak merinding dan berdiri dari sofa.

"Ehh kalo hyung memang tidak mengizinkan, a..aku tidak akan keluar. A..aku tidak akan m..memaksa." jawabnya takut-takut dan mulai menjauh. Segera ku tahan tangannya yang mungil dan menyandarkannya ke dinding. Menyentuh pipinya dengan lembut. Membuatnya semakin gelisah.

"Aku tidak marah. Aku juga lapar." kurendahkan sedikit badanku dan berbisik. "Seseorang menggodaku tadi. Makanya aku menjadi sangat lapar sekarang dan ingin menerkamnya."

Rona merah mulai muncul dipipinya. "ehh? A..aku tidak bermak-"

"syyhh." kutaruh telunjukku dibibir merah muda itu sebelum dia menyelesaikan kalimatnya. Membuatnya dia membeku.

Perlahan aku memajukan wajahku bersiap untuk menciumnya. Dia tampak sangat kaget ketika bibir kami menyatu. Sedetik, dua detik tak ada perlawanan. Mulai ku hhisap bagian bawah bibirnya, memberinya lumatan ringan. Dia masih diam, tak merespon sama sekali. Kesal, kugigit pelan bibir bawahnya.

"Arkh.. mmph" salah satu jalan untukku menelusuri rongga mulutnya saat dia tak sengaja membuka mulut.

"mphh..ngghh.." desahnya saat ku absen giginya, mengelitik langit-langit mulut, dan mengajak lidahnya bertarung. Perlahan dia mulai membalas pergerakanku. Tanganku mulai menelusuri bagian punggungnya. sekarang sudah tak ada jarak lagi antara kami. Apalagi tangannya mulai menggantung dileherku. Membuatku semakin ingin melancarkan aksi.

Author POV

Tanpa disadarinya, Luhan menggantungkan tangannya dileher Kyuhyun. Ciuman itu semakin panas saja, membuat keadaan ruangan itu ikut menyesuaikan diri. Merasa stok oksigen lawan main hampir habis, Kyuhyun mengakhiri ciuman panas itu.

GLEK.

Kyuhyun menelan ludahnya susah payah. Luhan tampak sangat sexy dengan nafas yang tak beraturan, wajah memerah, bibir bengkak, juga saliva yang mengalir disudut bibirnya. Membangkitkan naluri 'seme' milik Kyuhyun.

"Kau ingin menggodaku eoh?" ucapnya dengan menampilkan smirk andalannya.

"ehh? a..aniyo." jawab Luhan gugup. Risih dengan pandangan Kyuhyun yang membuatnya merinding.

"Kenapa kau menatapku begitu? Minggir..akh" baru saja Luhan akan beranjak, Kyuhyun langsung membenturkan dirinya lagi ke dinding. Bahkan sekarang dia lebih menjepitnya memungkinkan menghentikan pergerakan Luhan.

"Selamat. Kau sudah berhasil menggodaku. Sekarang aku akan menghukummu." bisik Kyuhyun seduktif ditelinga Luhan. Setelahnya mulai digigiti kecil daun telinga Luhan. Menelusuri lekukan dengan lidahnya. Membuat desahan kecil yang ditahan Luhan terlepas dari bibirnya.

"nghh..hyu..ung..henti..kan..maafkan aku.." erang Luhan mencengkram pundak Kyuhyun. Memiringkan kepalanya kearah berlawanan, sehingga memberi akses untuk Kyuhyun menjamah telinganya. Mulai turun ke bagian leher Luhan, mengecap, menghisap, memberi tanda merah-keunguan. Desahan yang keluar dari bibir pink itu terus saja meningkatkan libidonya. Tak sabar mendengar seindah apa bila namanya yang dilantunkan.

"hyuu..ng..ku mohon..hh" tersirat seperti memohon pada kata-katanya.

Kyuhyun mendongak menatap Luhan. "Setelah kau menggodaku? Setelah kau mendesah dan membuat libidoku naik? Dan kau memintaku untuk berhenti." ucap Kyuhyun dengan nada meremehkan -meskipun bukan itu maksudnya.

Wajah Luhan sudah merah padam. Nafsunya berkata untuk tidak menghentikan Kyuhyun, tapi dia tahu ini salah. Tidak benar. Bukan begini. Dia hanya ingin melakukannya dengan orang yang dia cintai.

"hyunng.. hiks" satu isakan lolos dari bibir mungilnya. Satu isakan kecil tapi dapat didengar jelas oleh Kyuhyun. Satu isakan yang dapat membuat nafsu Kyuhyun hilang begitu saja. Perlahan dia mengangkat wajahnya dan kembali menatap Luhan. Menatapnya tak percaya.

"damn it!" maki Kyuhyun pada dirinya sendiri lalu beranjak keluar.


TBC


Thanks to: my lulu , LD, cupcupcuphie12, gnagyu

Q : Masa lalu Luhan itu kyuhyun ?

A : Ne, lebih lanjut bakal dijelasin chapter selanjutnya kok. Ikutin ceritanya terus ne? ;)

Q : Kyuhyun nembak Luhan tapi ditolak?

A : Author ngga pernah bilang kalo kyuhyun nembak Luhan perasaan ._.a Mungkin maksudnya pada cerita awal yah? Itu Sehun yang nolak Luhan. Luhan nyatain cintanya ke Sehun tapi ditolak :)

Mian. Part ini emang cuman pendek. Author lagi galau. Chapter 3 insya Allah panjang. ^^

Dan udah author ingeting kan ratingnya Cuma T ?

Reviewnya yah, biar author makin semangat nulisnya ^^ , dan kalo emang ada salah2 kata, kritiknya pake bahsa yang sopan ne? :)

Thanks for review & Thanks for Silent Reader ^^