"Sungmin! Sungmin!"

Teriakan khas salah satu teman sekelasnya di F-2 mau tak mau membuat Sungmin dan Kangin yang keluar dari kantin menoleh ke belakang

"Ada apa?" kening Sungmin berkerut bingung

"Itu… hosh… hosh… beritamu…" temannya yang berlari mengejar Sungmin dan Kangin berhenti sebentar untuk menarik napas, "Ada fotomu dan Kyuhyun-shi di papan pengumuman!" pekiknya setelah berhasil menemukan suaranya

"Ha?" Sungmin dan Kangin bertukar pandangan tidak mengerti

"Iya!" temannya mengangguk keras, "Kalian…" Tangannya menunjuk ke arah Sungmin, "Kalian tampak di foto itu seperti…" temannya menelan ludah susah payah, "Sedang berciuman…" tambahnya bersuara lemah

"APA!" Teriak Sungmin terkejut. Tubuhnya sontak berlari ke arah papan pengumuman yang ia tahu berada tepat di depan lapangan olahraga

"Sungmin tunggu!" Bahkan Kangin ketinggalan di belakang. Ia berniat mengejar Sungmin karena mengira siapa tahu temannya itu salah lihat, tapi Kangin malah balik terpaku mendapati kerumunan orang banyak di depan papan pengumuman sekolah.

"Apa yang…" Kangin berhenti berbicara. Matanya mengamati sosok Sungmin yang membuat kerumunan itu terdiam dan spontan menyingkir seolah olah memberi Sungmin untuk bisa melihat kabar berita itu

"Tidak mungkin…" desis Kangin membelalakkan matanya melihat gambar Sungmin dan Kyuhyun di tangga atas bertabrakan dengan… bibir keduanya saling menempel…

Sungmin terpaku di tempat. Pikirannya yang kacau tiba tiba mengingat perkataan Kyuhyun sewaktu ia menabrak lelaki itu

.

Kau sadar APA yang telah kau lakukan!

.

"Tidak… ini tidak mungkin…" Sungmin hendak mengelak dari kenyataan ini, ia bergerak mundur teratur—menghindari ratusan pasang mata yang melihat kearahnya

"Sungmin…" bisik Kangin bersimpati

"Tidak… ini—"

.

BUKK

.

Punggung Sungmin menabrak seseorang. Langkah Sungmin terhenti di tempat, yeoja ini berbalik dan apa yang paling ia takutkan datang menghampirinya

Kyuhyun

"Aku… sungguh…" Sungmin berbicara gugup, "Aku sungguh sungguh tidak tahu apa apa…" belanya

Kyuhyun berdiam diri. Mata angkuhnya sekilas melirik Sungmin sebelum bergerak maju ke depan kemudian menyobek paksa foto di dinding itu dan melemparnya dengan kasar ke tempat sampah

"Siapa yang melakukan ini?" suara berat dan berwibawa ala Kyuhyun menyapu seluruh orang yang masih berdiam diri itu

Kyuhyun mendelik sebentar, "Siapa yang menyebar berita murahan seperti ini?" tanyanya ulang, nada suaranya memang datar tapi Sungmin tahu Kyuhyun sedang dalam keadaan murka

"Siapa lagi kalau bukan anak baru itu" sahut seseorang yeoja berambut sebahu, memakai pita hitam di sisi kanan rambutnya sambil berjalan anggun—menyeruak ke tengah kerumunan lalu berdiri tanpa takut di sebelah Kyuhyun

Pandangan Kyuhyun beralih ke gadis itu

"Dia katamu?" tanya Kyuhyun balik—bernada meremehkan

"Siapa lagi" Gadis itu mengedikkan kedua bahunya, "Dia pasti menyukaimu makanya sengaja ingin membuat heboh satu sekolah karena…" kedua mata bulatnya yang hitam pekat tiba tiba menatap tajam ke arah Sungmin, "Dia bangga bisa berciuman denganmu" tambahnya seakan menghina Sungmin

"Kau?!" Kangin mau bergerak maju namun di tahan oleh Sungmin yang mendelik tidak suka pada gadis itu, "Apa kau buta entah-siapa-namamu?" balas Sungmin ikut emosi—hei dia juga dirugikan disini!

"Aku dan Kyuhyun bertabrakan! Itu kecelakaan!" kata Sungmin berapi api

"Betul itu!" kata Kangin setuju

Kyuhyun diam saja namun tak lama, ia melangkah—berputar menghadap gadis itu dan kembali, Kyuhyun melayangkan tatapan tajamnya

"Bukan dia yang memotret, aku bisa pastikan" kata Kyuhyun malah ikut memojokkan gadis itu

"Tapi—"

Sebelah alis Kyuhyun terangkat, "Apa ini bukan ulahmu lagi Haruna?" katanya memojokkan

"Aku—" Gadis itu serba salah sementara ia balas melotot tidak suka ke arah Sungmin, "Kau membela anak baru itu Kyuhyun? Apa kau ada perasaan padanya?!"

Semua orang yang dari tadi terdiam sekarang mengeluarkan suara dengungan yang membuat lapangan menjadi ramai kembali

Wajah Kyuhyun berubah kaku. Ia mendengus keras sebelum berbalik hendak pergi dari situ…

"Ikut aku!" kata Kyuhyun menarik kasar lengan Sungmin menjauh

"Eh? Tunggu Kyuhyun!"

Kyuhyun tidak menjawab atau membiarkan Sungmin lepas, ia berjalan semakin cepat sampai ke belakang sekolah kemudian dengan kasar menghempaskan tubuh Sungmin

"Ah" Sungmin sedikit kesakitan ketika punggungnya menghantam dinding sekolah, "Apa masalahmu Kyuhyun!" teriak Sungmin sudah tidak tahan lagi

"Kau!" Kyuhyun mengangkat jari telunjuknya ke depan wajah Sungmin, "Kau yang bermasalah! Hidupku menjadi tidak tenang semenjak kemunculanmu! Dan sekarang apa? Kau ingin memberi tahu seluruh dunia tentang insiden tabrakan kita? Kau senang melihatku jadi pusat perhatian begitu?"

Mulut Sungmin menganga lebar—jujur itu adalah kalimat terpanjang yang pernah diucapkan Kyuhyun padanya tapi juga itu adalah tuduhan yang kasar

"Kau sendiri yang bilang aku tidak mungkin memotretnya" ulang Sungmin berani membalas tatapan menusuk Kyuhyun

"Tapi seharusnya kau bisa merobek foto itu sebelum aku tiba!" bentak Kyuhyun sekali lagi, "Kau sepertinya senang sekali diberitakan bersama denganku, apa? Kau juga menyukaiku?"

Cukup! Kyuhyun sudah kelewatan! Pikir Sungmin

"Aku shock…" geram Sungmin separuh mau menangis separuh ingin marah, "Aku tidak seperti itu! Bisa tidak kau berhenti menyudutkanku Kyuhyun… apa salahku sehingga kau bisa sangat membenciku?" tanya Sungmin lemas.

"Kau mau tidak kubenci?" tanya Kyuhyun sinis sambil berjalan mendekati Sungmin kemudian bungkuk merendah dan mensejajarkan wajahnya, "Pergi dari rumahku… itu yang membuatku akan berhenti membencimu…"

Hati Sungmin semakin miris mendengarnya, "Aku sudah mencoba membujuk Appa… tapi tidak bisa…" ucap Sungmin jujur sambil merundukkan kepalanya

Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan memandang angkuh dari atas kepala Sungmin, "Kalau begitu coba lagi sampai kau keluar dari rumahku, sebelum saat itu tiba aku mungkin akan terus membencimu, mengerti?"

Setelah mengatakan itu Kyuhyun pergi begitu saja, meninggalkan Sungmin yang terus menundukkan kepala dengan air mata yang mulai menetes jatuh ke atas rerumputan.

Berita gempar mengenai insiden tabrakan Sungmin dan Kyuhyun yang berujung pada ciuman tidak disengaja telah tersebar kemana mana.

Ternyata walaupun Kyuhyun telah merobek foto di papan pengumuman sebenarnya foto mereka telah di sebarluaskan melalui internet sekolah dan pada email setiap murid terpampang foto Kyuhyun dan Sungmin yang heboh itu.

Entah siapa pelakunya, yang pasti seluruh murid di pastikan telah melihat foto mereka berdua meski para guru sudah mencoba menghapus data gambar yang tersedia.

"Bagaimana keadaanmu?"

Sungmin yang sedang membereskan bukunya selesai bunyi bel pulang, menoleh—mendapati Kangin tersenyum lembut di sebelahnya

"Aku berani bertaruh dia akan semakin membenciku" jawab Sungmin apa adanya

Kangin tertawa kecil, "Aku tidak bertanya tentangnya… aku bertanya tentangmu, apakah kau baik baik saja?" Kangin memiringkan kepalanya ke arah Sungmin, "Semua orang akan menggunjingkanmu di belakang, mereka mungkin akan membencimu juga karena mencium pangeran mereka" saat mengucapkan itu Kangin memutar kedua bola matanya, "Jadi… apakah kau baik baik saja dengan itu semua?" tanyanya lagi

Sungmin terdiam lama—sepasang mata cokelat itu memandang hampa ke arah Kangin

"Sungmin?" Kangin mengguncangkan bahu Sungmin sebentar

"Tidak" suara Sungmin pecah, matanya mendadak memanas dan untuk pertama kali Sungmin menangis di depan orang lain selain appanya, "Tidak… aku tidak tahan Kangin… aku ingin pergi dari rumah itu…"

"Ssst" Kangin spontan memeluk Sungmin erat, membiarkan air mata Sungmin membasahi seragam depannya, "Kau pasti bisa… aku tahu kau orang kuat" kata Kangin memberi semangat

Sungmin menggeleng di bahu Kangin, "Dia ingin aku keluar dari sana… tapi Appa tidak mau… Kedua orangtua Kyuhyun adalah sahabat terbaik Appa… apa yang harus kulakukan… aku benar benar tidak kuat Kangin…" jelas Sungmin terisak isak

Kangin tidak menjawab lagi. Ia tahu Sungmin hanya butuh pelukan untuk menumpahkan segalanya—perasaan terluka dan putus asa akibat satu orang bernama Cho Kyuhyun.

"Oh ya, bagaimana sekolahmu Sungmin?" tanya Jungmoo ketika mereka semua berkumpul di rumah keluarga Cho untuk makan malam.

Meja makan penuh orang. Hangeng sengaja pulang cepat agar bisa makan bersama Jungmoo yang kala itu belum membuka resmi kedai ramennya.

Sungmin mendongak, "Lancar Appa, tidak ada masalah" jelasnya yang membuat Kyuhyun sedikit mengangkat kepalanya dari atas mangkuk nasi

"Oh baguslah" Jungmoo tersenyum senang sementara perlahan senyum Sungmin menghilang berganti wajah muramnya mengingat insiden di sekolah tadi

"Hmmm, kalau kau bagaimana Kyuhyun?" tanya Jungmoo beralih pada orang di sebelahnya yaitu Kyuhyun.

"Baik baik saja Adjushi" balas Kyuhyun sopan

Mendengar itu Sungmin memalingkan mukanya—sangat tahu kalau Kyuhyun hanya berpura pura baik di depan Ayahnya

"Dan menurutmu, bagaimana Sungmin di sekolah? Kalian sekelas tidak?" tanya Jungmoo lagi

Serempak Sungmin dan Kyuhyun saling berpandangan dari seberang meja

"Ah itu…" Sungmin gelagapan sampai melepaskan sumpit dari tangannya, "Kami berdua…" Ia mengigit bibir bawahnya menyadari jika Heechul dan Hangeng bahkan Yuuki juga menatap kearahnya

Kyuhyun sendiri hanya mengedikkan bahunya dan kembali melanjutkan acara makannya

"Kyuhyun baik padaku" kata Sungmin pada akhirnya

Kyuhyun yang sedang menyuapkan makanan sontak berhenti lalu mendelik ke arah Sungmin yang tiba tiba tersenyum lebar

"Dia memberitahuku jalan dari sini ke sekolah"

Tidak, sebenarnya dia meninggalkanku

"Dia juga menyapaku waktu kami bersinggungan di koridor kelas"

Ya, tapi dengan menghinaku

Sungmin menarik napasnya dalam dalam, "Kami memang tidak sekelas dan Kyuhyun bukan orang yang suka berbicara banyak, tapi aku tahu dia namja yang baik" jelas Sungmin berbohong dengan lancar

Jungmoo, Heechul dan Hangeng tersenyum senang mendengar penuturan Sungmin, "Baguslah…" desah Heechul merasa lega, "Aku kira kalian ada apa apa karena tidak pernah saling berbicara dirumah"

"Iya—aku juga sempat merasa aneh dengan interaksi kalian berdua" timpal Hangeng yang ikut setuju dan tersenyum lebar kepada Sungmin

"Tidak ada apa apa" tambah Sungmin memasang senyum palsunya

.

TAK

.

Kyuhyun membanting kedua sumpitnya ke atas meja kemudian bangkit berdiri, "Aku selesai" perkataannya membuat seluruh usaha Sungmin sia sia.

Senyum ketiga orang itu, Heechul, Hangeng dan Jungmoo langsung menghilang, mereka malah saling melirik bingung sebelum akhirnya menatap Sungmin dengan cemas

"Apa kau yakin, kalian berdua tidak ada masalah?" akhirnya Heechul bertanya juga

Sungmin tersenyum serba salah sebelum akhirnya ikut berdiri dari kursinya, "Aku juga sudah selesai…." Katanya sambil pergi naik ke atas hendak menyusul Kyuhyun

Namun ternyata Sungmin tidak perlu capek capek menyusun cara agar bisa bicara baik baik dengan Kyuhyun karena pria itu, berdiri di depan kamar Sungmin sambil memandangnya marah

"Apa maksudmu memujiku seperti tadi?" tanya Kyuhyun mendengus jengkel, "Kau selain pembuat masalah juga pintar akting begitu? Supaya kedua orangtuaku semakin menyukaimu? Apa sih sebenarnya tujuanmu!" serangnya

"Dengar dulu Kyuhyun, aku bukan mau berakting atau apa tapi…" Sungmin mengibaskan tangannya ke arah bawah tangga, "Mereka jauh lebih bahagia tidak tahu kalau kau membenciku… paling tidak hargai Appaku Kyuhyun, hanya itu yang aku minta" suara Sungmin semakin mengecil, hanya Appanya yang menjadi alasan Sungmin berbohong tadi

"Aku menghargainya" jawab Kyuhyun pendek

Sungmin menatap Kyuhyun lelah, "Tapi kalau dia tahu kau membenciku lalu hubungan kedua orangtuamu dan orangtuaku memburuk?" tanyanya balik

Kyuhyun membetulkan kacamatanya seolah olah menatap Sungmin kurang jelas, "Apa kau bodoh! Buat apa kau berpikir sejauh itu? Apa jadi kau terima saja aku membencimu asal aku bersikap biasa di depan Ayahmu, iya?"

Sungmin menegakkan kepalanya—menatap Kyuhyun berani, "Aku terima, asal mereka tidak perlu tahu, kau membenciku sedalam apapun, aku terima" ucap Sungmin memantapkan diri. Demi ayahnya, Sungmin tidak sungkan untuk menahan segalanya

Termasuk perlakuan Kyuhyun yang kasar padanya

Kyuhyun tersenyum mengejek, "Kau akan menyesal Sungmin sudah berani menantangku"

"Aku tidak menantangmu…" Sungmin berhenti sebentar melihat Kyuhyun malah berbalik hendak masuk ke kamarnya yang berada tak jauh dari kamar Sungmin, "Kyuhyun! Apa kau tidak mengerti, aku hanya ingin—"

.

BRAKK

.

"Mengalah" tambah Sungmin menatap nanar pintu kamar Kyuhyun dan Yuuki, "Ternyata memang tidak mungkin berdiskusi dengan manusia es seperti dia…" Sungmin tersenyum suram sebelum ikut masuk ke kamarnya

Sungmin mencoba menutup kedua matanya saat berbaring, mencoba menghilangkan semua penatnya akibat Kyuhyun. Tapi tidak bisa, yang ada Sungmin malah bergerak gelisah dalam tidurnya

"Aishh… apa ini pertanda buruk?" bisik Sungmin mencoba untuk tidur kembali

Pagi itu Sungmin bertekad untuk meminimalisir segala kemungkinan agar dia bertemu dengan Kyuhyun di dalam rumah. Sungmin sengaja memasang weker jam 5 dan terburu buru mandi, berganti pakaian lalu mengambil sepatu dari rak sambil berjalan mengendap endap menuju pintu depan

"Pagi sekali Sungmin"

.

BRUKK

.

Sepatu yang di pegang Sungmin jatuh begitu saja, tubuh Sungmin bergetar sebelum ia memberanikan diri menoleh ke belakang, "Adjumma…" sapa Sungmin tersenyum kecut memandang siluet Ibu Kyuhyun yang tampak cantik berbalutkan piyama

"Kau pagi sekali, Adjumma belum menyiapkan sarapan untukmu" katanya lagi namun matanya lagi lagi memandang Sungmin secara seksama

"Aku ada piket, maaf" tambah Sungmin tidak enak—selalu tambah bersalah jika harus membohongi Ibu sebaik Heechul

Heechul masih terus memandangi Sungmin intens tapi tak lama ia hanya menghela napas panjang, "Ya sudah hati hati…" ucapnya menepuk lembut kepala Sungmin

Sungmin tersenyum lega, "Aku berangkat Adjumma"

"Ya"

Bahkan ketika Sungmin sudah menghilang dari balik pintu, Heechul masih tetap berdiri seakan sedang berpikir sesuatu

"Sungmin seperti sedang menghindariku" kata Heechul curiga

"Hari pertama, aman" ucap Sungmin senang. Ia tidak bertemu sama sekali dengan Kyuhyun dan mengenai desas desus yang menjelek jelekkan namanya, Sungmin tidak peduli, toh memang dia tidak ada hubungan apa apa dengan Kyuhyun. Itu hanya insiden! Dan kalau semua orang tahu penderitaannya, Sungmin rela waktu diputar dan bertukar tempat pada yeoja manapun yang ingin mencium Kyuhyun.

"Paling tidak aku bisa hidup tenang sementara" Sungmin mengangguk puas dengan rencananya. Ia berjalan ringan masuk ke dalam halaman sekolah yang baru satu dua murid tampak mulai berdatangan

Sungmin masih bersenandung saat membuka lokernya untuk menukar sepatu dengan sendal khusus sekolah. Ia perlahan mulai melepas sepasang sepatu kemudian mulai memakai sendal putih tersebut

"AW!" Sungmin berteriak kesakitan, ia langsung tersuruk merasakan benda tajam menusuk telapak kakinya, "Apa ini?" Perlahan Sungmin menarik sesuatu itu sampai ia merasakan ada setitik darah mulai membasahi kaus kakinya

"Paku payung?" ucap Sungmin tertegun. Ia terduduk lemas sambil kedua matanya bergerak mencari sosok siswa atau siswi di dekatnya. Ini pasti disengaja.

"Siapa? Keluarlah!" teriak Sungmin hilang kendali. Nafasnya bergerak naik turun sebelum sebelah tangannya merampas tasnya yang ikut terjatuh

Sungmin mengambil handphone mungil dari dalam kemudian mulai memencet sederet angka

"Halo?" tanya suara dari seberang

"Kangin?"

"Sungmin, ada apa?"

Bibir Sungmin berkedut sebelum bergetar ketika harus bicara sekali lagi, "Sakit…" bisiknya parau

"EH?"

"Sakit sekali…" suara Sungmin bercampur dengan tangisannya. Ia memeluk kedua lututnya sambil terus membisikkan hal yang sama berulang kali, "Sakit sekali… aku tidak kuat lagi Kangin… tolong aku…"

"Baik! Aku segera ke sekolah!"

Sungmin mematikan sambungan telepon. Ia sudah terlalu lelah untuk berdiri dan dia juga diam saja melihat tetesan darah dari telapak kakinya membuat sebagian warna kaus kakinya berubah merah pekat.

"Minggir"

Suara dingin khas itu.

Sontak Sungmin mendongak dan mendapati sosok Kyuhyun menatap datar kebawah—tempat di mana Sungmin terduduk

"Aku mau membuka lokerku, sampai kapan kau mau menghalanginya" ucap Kyuhyun melihat Sungmin tidak bergerak sama sekali

"Sebentar" Sungmin meringis menahan sakit saat memaksakan diri berdiri sambil memungut tasnya lalu terpincang pincang berdiri agak jauh dari Kyuhyun

Dan pada saat itu Kyuhyun baru memperhatikan jika kaus kaki Sungmin sebelah kanan ada noda darah yang masih baru

Kedua mata Kyuhyun cepat menoleh ke lantai, benar saja, bercak darah Sungmin membekas juga disana

Air muka Kyuhyun sedikit berubah namun Sungmin tidak bisa melihatnya karena sejak berdiri tadi, yeoja ini berdiri membelakangi Kyuhyun karena menunggu kedatangan Kangin

"Dia…" desis Kyuhyun sambil membungkuk kebawah untuk memungut sesuatu

Tepat pada saat itu, sosok Kangin yang kekar berlari cepat hingga ke depan tempat loker

"Ah…ah… Ada apa Sungmin? Kenapa tadi kau menangis?" cecar Kangin merasa cemas

"Ssst" Sungmin memberi isyarat diam, ekor matanya menunjuk sosok Kyuhyun yang masih berdiri tak jauh dari tempat Sungmin

"Oh terus? Biar saja dia tahu!" dengus Kangin tak mau ambil pusing, "Nah sekarang apa yang—TIDAK!" Teriakan Kangin bukan hanya di dengar oleh Kyuhyun tapi oleh beberapa murid yang hendak melewati mereka

"Kakimu Sungmin!" tunjuk Kangin dengan ngeri, "Kenapa bisa berdarah!"

Sungmin memandang Kangin putus asa, "Bisa kau tidak berteriak? Nanti aku ceritakan, mau bantu aku ke UKS?" pinta Sungmin menjulurkan sebelah tangannya kepada Kangin

Kangin mengangguk kaku, pria ini tidak berbicara apa apa tapi segudang asumsi telah memenuhi pikirannya begitu ia memapah tubuh Sungmin menuju UKS sekolah

Dan ketika Kangin bersama Sungmin melewati Kyuhyun, ketua kelas F-2 itu memberi pandangan menantang kepada Kyuhyun yang hanya membalasnya dengan dingin

Selepas kedua orang itu berbelok ke sebelah kiri, Kyuhyun menurunkan pandangannya ke arah telapak tangan yang memungut benda kecil di lantai

"Paku payung" bisik Kyuhyun pelan

.

.

.


"Lapor ke guru!"

"Tidak!"

"Kenapa tidak?" tantang Kangin setelah mendengar seluruh cerita Sungmin. Ya, karena mereka berdua datang terlalu pagi, guru UKS bahkan belum datang sehingga terpaksa Kangin sendiri yang membersihkan dan membalut luka Sungmin

Memang luka Sungmin kecil, tapi karena paku payung itu terlalu menancap maka darah Sungmin masih belum berhenti keluar

"Isshh pelan pelan Kangin…" pinta Sungmin merasa perih

"Iya" balas Kangin tetap konsentrasi membalut telapak kaki kanan Sungmin, "Kau belum jawab pertanyaanku tadi Sungmin"

Sungmin terdiam sejenak sebelum berkata, "Jangan lupa tambahkan beberapa kain di bawah telapaknya ya, aku tidak mau darahku tetap kelihatan di perban" pinta Sungmin yang membuat Kangin agak mendelik jengkel

"Kau cerewet sekali Sungmin! Lagipula apa ini tidak terlalu tebal? Kau kenapa sih!"

Sungmin tersenyum pedih, "Kau lupa aku nanti pulang ke rumah? Appa dan kedua orangtua Kyuhyun tidak boleh tahu aku terluka, mereka pasti akan sangat khawatir…"

Mendengar itu Kangin berhenti melipat beberapa kain tipis untuk kaki Sungmin, kepalanya terangkat dan memandang Sungmin aneh, "Kau?! Aish! Apa perlu semuanya kau tanggung sendiri Sungmin! Sekali lihat aku tahu ini pasti ulah para penggemar pria pintar itu kan?! kenapa kau masih menutupinya juga! Aku sering melihat ini terjadi pada setiap yeoja yang berani mendekat atau mengatakan cinta langsung kepada Kyuhyun, tapi aku tidak pernah melihat mereka bergerak se-ekstrim ini…" Kangin menarik napas setelah berbicara tanpa jeda, "Mereka melukaimu Sungmin… kau harus beritahu Ayahmu paling tidak…" bujuk Kangin cemas

"Penggemar?" Sungmin menangkap arti lain dari peringatan Kangin barusan, "Penggemar Kyuhyun? Kau kenal siapa mereka?" tanyanya beruntun

Kangin tambah kesal karena Sungmin malah peduli pada masalah lain, "Iya" jawabnya malas, "Mereka sudah biasa mengerjai para yeoja yang terang terangan ini menyatakan cinta pada Kyuhyun, puas?" katanya ketus

Sungmin tampak berpikir keras, "Mereka itu siapa?" tanyanya pelan pelan

"Mereka itu satu gerombolan anak kelas A, tapi biasanya mereka hanya ikut ikutan—hanya satu orang pemimpinnya, kau sudah melihatnya kok kemarin" jelas Kangin menatap Sungmin penuh arti

"Kemarin?"

Kangin mengangguk pasti

"Gadis anggun yang menjadi primadona di sekolah kita, dia itu tipe manusia seperti Kyuhyun tapi beda jenis kelamin saja, isinya? Sama persis! Mereka sama sama pintar, sama sama cantik atau tampan dan yang pasti" Kangin menyunggingkan senyum separuhnya, "Mereka juga sama sama dingin, hanya saja di sini gadis itu yang terlebih dahulu menyukai Kyuhyun… dan memproklamirkan Kyuhyun sebagai miliknya"

"Lalu Kyuhyun sendiri?" tanya Sungmin ingin tahu

"Tidak ada yang tahu jelas apa Kyuhyun juga menyukainya, yang jelas hanya gadis itu yang bisa berdiri di samping Kyuhyun tanpa dicibir atau dihina dan semacamnya…"

Bibir Sungmin bergerak kelu, ia masih melayangkan tatapan tidak mengerti kepada Kangin, "Kalau begitu kenapa dia ingin mencelakaiku? Kyuhyun sudah pasti tidak menyukaiku bukan? Masa dia menyerangku hanya karena insiden kemarin? Jelas jelas Kyuhyun juga menyanggah bahwa itu sama sekali kecelakaan!" suara Sungmin meninggi—dia tambah marah mengetahui jika harus menghadapi Kyuhyun versi lain yang sama kejamnya

Kangin tersenyum kecil sambil duduk di atas ranjang tepat di sebelah Sungmin yang menatapnya tajam, "Kau tahu Kyuhyun bukan? Dia kejam… dan begitu juga dengan gadis itu… mereka pasangan iblis…" umpat Kangin bernada datar

Bahu Sungmin semakin terkulai lemas mendengarnya. Awal mula Ayahnya menginginkan pindah ke Seoul agar hidup mereka tambah maju dan bisa hidup nyaman, tapi lihat? Belum ada seminggu di Seoul Sungmin semakin ingin pulang ke kampung halamannya

"Siapa nama gadis itu Kangin?" tanya Sungmin sambil melamun

Kangin menoleh, menatap kasihan pada Sungmin, "Haruna Shuzimaki, dia keturunan Jepang"

.

.

.


TENG TENG

.

"Akhirnya istirahat juga" keluh Sungmin sambil membereskan buku bukunya. Pagi itu sehabis Kangin membantunya di UKS, Sungmin berusaha tidak keluar kelas sedikit pun. Untungnya seluruh teman sekelas Sungmin tidak bertanya macam macam tentang luka di telapak kakinya.

Sungmin hanya berkata itu akibat terkilir dan semua orang sudah percaya.

"Yah paling tidak aku tidak harus bertemu dengan dua iblis itu" kata Sungmin kasar seraya menelungkupkan kedua tangannya di atas meja

"Kau tidak mau ke kantin Sungmin?" ajak Kangin yang sudah kembali dari toilet

Sungmin menggeleng pelan, "Aku tidak mau cari masalah… firasatku wanita itu tidak akan berhenti begitu saja…"

"Aigoo jangan jadi parno seperti itu Sungmin, ayolah~ ada aku" Kangin menggoyang goyangkan tubuh Sungmin yang hampir tertidur di atas meja, "Aku akan melindungimu di kantin" kelakar Kangin yang mau tak mau membuat Sungmin mendongak lalu tersenyum lebar

"Kau baik sekali Kangin-ah"

Kangin membalas senyum manis Sungmin, "Kita kan bersahabat, sudah ayo kau pasti lapar, mari kubantu jalan" Pria ini sudah mengulurkan tangannya untuk membantu Sungmin jadi Sungmin tidak punya pilihan lain.

Ia berdiri tertatih tatih sambil berpegangan pada bahu Kangin. Mereka berdua jalan pelan pelan menuju kantin sekolah

Sesampai mereka di sana, kantin hampir terisi penuh oleh seluruh murid sekolah. Kedatangan Kangin dan Sungmin malah jadi pusat perhatian apalagi semua pasang mata melihat keadaan kaki Sungmin yang sedikit pincang

"Biarkan saja mereka, aku akan ambilkan makanan" ucap Kangin setelah berhasil menyuruh Sungmin duduk di salah satu bangku sementara ia sibuk mengantri

Dari kejauhan sekelompok murid yang duduk dengan angkuh—terus memandang ke arah Sungmin yang merunduk saja di tatap oleh orang sebanyak itu

"Dia dan Kangin?" ucap salah satu pria tersenyum mengejek, "Aku kira dia menyukaimu, ternyata dia lebih menyukai berandalan F-2 itu toh" katanya pada sosok di sebelahnya yang sedang makan dengan tenang

Sosok itu menoleh lalu mengalihkan pandangannya pada Sungmin yang termenung di mejanya, "Dia tidak menyukaiku dan aku lebih tidak mungkin menyukainya, berhenti mengumbar gosip seperti itu, kau berada di kelas A tidak untuk memperpanjang ucapanmu bukan" sindir sosok itu sambil terus memakan makanannya

"Maaf kalau begitu Kyuhyun" ucap temannya takut orang di sebelahnya itu tambah marah

Kyuhyun hanya mengangkat bahu tidak peduli, ia tadinya mau menghabiskan makanannya lalu keluar dari kantin secepatnya kalau matanya tidak tiba tiba menangkap sosok yeoja dari kejauhan yang memandang Sungmin penuh kebencian

"Dia…" bisik Kyuhyun

.

.

.


"Terima kasih ya Kangin, aku sudah sangat merepotkanmu" ucap Sungmin yang moodnya membaik setelah di pesankan bulgogi kesukaannya oleh Kangin

"Tidak masalah" balasnya sambil membawa tubuh Sungmin duduk lagi di kursinya, "Hupp! Kita sampai!"

"Hehehe" Sungmin terkekeh kecil seraya menyiapkan buku bukunya karena sebentar lagi bel masuk akan segera berbunyi

"Matematika, PR… dan…" Sungmin mengeluarkan satu persatu dari dalam tasnya, merapikannya di atas meja kemudian—

"Ashhhh" Mendadak Sungmin memekik ketika merasakan ada sebuah benda tajam yang mengiris jari telunjuknya

"Ada apa Sungmin?" tanya Kangin yang juga sedang sibuk mengambil buku miliknya, pria ini beralih menatap tangan kanan Sungmin yang mulai terlihat bercak darah

"Tidak" kata Kangin bersuara parau, "Tidak lagi!" Ia dengan gesit mengambil selembar tisu dari tas Sungmin kemudian membungkus jari telunjuk Sungmin

Sungmin berdiam diri, dia terlalu shock. Di sela sela bukunya ada sebuah silet? Seingat Sungmin dia tidak pernah sembarangan menaruh benda tajam seperti itu

"Apa ini ulah gadis itu lagi?" desis Sungmin bersuara lemah

"Aku tidak tahu, sudah yang penting kita ke UKS! Lukamu harus segera di obati!" Tidak mau membuang waktu, Kangin langsung menggendong Sungmin di balik punggungnya kemudian setengah berlari gesit menuju ruang UKS

.

.

.

.

"Kau harus memberitahu Ayahmu!"

"Sudah kubilang tidak bisa!"

"Lantas kau mau berbohong apalagi ketika pulang kerumah dengan dua luka ditubuhmu!" tantang Kangin jengah menghadapi sikap keras kepala Sungmin

Sungmin menggeleng lemas, "Aku tidak tahu…" Ia merunduk lagi—terlalu banyak yang dia terima hari ini, terlalu banyak… dan terlalu berlebihan…

"Sungmin" panggil Kangin sambil berlutut di depan Sungmin yang duduk di atas kasur milik UKS, "Kau harus lapor entah pada siapa, tapi kalau hanya aku—kita tidak bisa menghentikan wanita itu, kita tidak punya bukti… apalagi predikat kelas F yang buruk hanya membuat mereka tidak percaya dengan ucapan kita karena berani menuduh anak kelas A" jelas Kangin miris

"Ya sudah jangan katakan pada siapa siapa" ucap Sungmin nyaris menangis, suaranya sudah bergetar dan bibirnya terasa kelu

"Tapi kalau begini bisa bisa besok kau terluka lagi, ayolah… jangan berbuat bodoh Sungmin" bujuk Kangin dengan lembut

Kepala Sungmin semakin tertunduk, "Aku hanya tidak mau melukai Ayahku kalau tahu Kyuhyun membenciku dan berakibat seperti ini…"

"Iya aku tahu, asal kau juga tidak terluka" sahut Kangin

Mendengar itu tangis Sungmin langsung pecah, ia bingung kenapa dia bisa selemah ini? Padahal dulu waktu di desa, Sungmin berani menantang siapa saja yang berani menyakitinya. Namun sekarang? Dengan Ayahnya menjadi taruhan? Bahkan Kyuhyun menginjak injaknya, Sungmin sudah pasti tidak bisa berbuat apapun

"Aku tidak tahu Kangin, aku benar benar tidak tahu, rasanya menyakitkan sekali…" lirih Sungmin di sela sela tangisannya

Kangin tidak berkata apapun, pria ini berdiri kemudian merengkuh tubuh Sungmin dalam pelukannya. Ia mengerti perasaan Sungmin, mengerti keadaannya dan Kangin lebih mengutuk diri sendiri karena tidak ada yang bisa ia perbuat

Jangan tanya apa Kangin pernah berselisih dengan kelas A yang semena mena karena itu sudah sering terjadi, tapi apa yang dilakukan para guru? Mereka malah menghukum Kangin dengan tuduhan mengacau.

Ironis bukan? Betapa kelas A sangat dijunjung tinggi sementara kelas lain di perlakukan berbeda

.

.

"Kyuhyun-shi sedang apa kau disini?" selongsong suara membuyarkan fokus pria ini yang berdiri tidak jauh dari pintu UKS

"Ah saya hanya mencari Pak Hyun Bin, saya dengar dia di UKS" Kyuhyun beralasan sambil berkata sopan pada guru piket di depannya

"Oh, dia ada di ruang guru kau kesana saja, cepat! Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi" suruh guru itu menepuk pundak Kyuhyun

"Baik saya kembali saja ke kelas" setelah mengatakan itu Kyuhyun berjalan menjauh namun ucapan kedua orang yang berada di UKS terus membenak di kepalanya.

"Untuk kali ini Haruna benar benar keterlaluan" desis Kyuhyun sedang merencanakan sesuatu

.

.

.


Pulang sekolah sebagai balasannya, Kangin menawarkan boncengan sepedanya untuk Sungmin. Sungmin tertawa menyadari tampang sangar Kangin ternyata masih membawa sepeda ke sekolah

"Sepeda itu sehat Sungmin, kau harus memakainya sesekali, ayolah… ini lebih aman daripada kau berdiri lama di dalam kereta"

"Baiklah" ujar Sungmin sambil menahan ketawanya

Sungmin duduk dengan hati hati sambil sebelah tangannya berpegangan pada tas Kangin dari arah belakang

"Kita berangkat!"

"Haaaa, pelan pelan Kangin!"

"Hahahaha"

.

.

.


Sungmin merasa jauh lebih lega sekarang. Bersepeda cepat dengan Kangin berhasil membuatnya tidak bersedih lagi. Ia malah masuk ke dalam sambil terus tersenyum tanpa mengetahui kalau Kyuhyun menatapnya dari lantai atas

"Aku pulang…"

Bunyi langkah terdengar menghampiri Sungmin di ruang tamu, "Selamat datang Sungminnie…" sapa Heechul masih memakai celemek, "Kau ganti baju dulu—OMO! KAKIMU KENAPA!"

Sungmin lengah. Ia tanpa sadar melepas begitu saja sepatunya.

"Ini… tadi…" Sungmin menggaruk kepalanya—belum menyiapkan alasan sama sekali, "Ah tadi aku piket dan terkilir jadinya kakiku harus di perban hehehe, tidak apa apa kok Adjumma"

Kedua mata Heechul masih belum lepas dari kaki kanan Sungmin, "Apa cuma terkilir? Kenapa perbannya tebal sekali…" komentar Ibu Kyuhyun membuat Sungmin tambah panik, apa dia lupa kalau kepintaran Kyuhyun bukan hanya berasal dari gen Ayahnya

Sungmin meringis kecil, "Tidak apa apa kok Adjumma, ya?" bujuk Sungmin tidak tahan berdiri lama, ia yang tadinya hendak melepas tasnya malah membuat teriakan Heechul kembali terdengar

"Tanganmu Sungmin! Ini kenapa!" Heechul menarik tangan kanan Sungmin yang di perban dan kali ini Sungmin tidak bisa berkutik. Pada perban itu ada noda darah yang telah mengering

"Aku…" Sungmin hampir kehabisan akal, "Aku tadi sedang menggunting kertas disuruh oleh wali kelas kemudian… tidak sengaja aku kena ujung gunting hehehe, tidak apa apa kok Adjumma, aku baik baik saja"

Heechul jelas tidak percaya begitu saja dengan ucapan Sungmin. Ia tahu luka Sungmin mengeluarkan darah lebih banyak daripada terluka hanya dengan ujung gunting

"Sungmin kau tahu bukan kau bisa bercerita pada Adjumma?" bujuk Heechul dengan lembut sambil meletakkan telapak tangannya di wajah Sungmin

Sungmin menatap lama wajah Ibu Kyuhyun. Ada kecemasan yang sama seperti seorang ibu pada umumnya dan itu membuat Sungmin tidak kuat untuk berbohong lebih banyak

Tapi dia bisa apa? Dia tidak mau lebih di benci oleh Kyuhyun

"Aku tidak apa apa" Dengan cepat Sungmin melepaskan tangan Heechul kemudian separuh berlari naik tangga menuju kamarnya

Di sana—tepat di pojok dekat kamarnya, sosok Kyuhyun masih berdiri tegap sambil melipat kedua tangannya

"Aku tidak mendekati Ummamu, aku tidak akan bercerita apapun padanya, kau puas? Sekarang aku mau masuk" ucap Sungmin cepat tanpa mau menatap wajah Kyuhyun

.

BLAMM

.

Sungmin mengunci diri di kamar, ia membanting tubuhnya jatuh lemas ke atas tempat tidur sambil mencoba memejamkan matanya—mencoba menghilangkan segala kejadian buruknya hari itu

.

.

.

.

Pagi harinya

Sungmin menghela napas berulang kali sambil mengoleskan selai di atas rotinya. Tadi malam sehabis makan malam, Ayah Kyuhyun dan juga Ayahnya mengintrogasi Sungmin semalaman penuh. Mereka sepertinya tidak percaya dengan penjelasan Sungmin tentang 'acara terkilir' dan 'tidak sengaja terkena gunting' itu.

Ayah Sungmin malah hampir menebak dengan benar apakah Sungmin di bully di sekolahnya namun dengan cepat Sungmin membantah hal tersebut

"Pokoknya hari ini kau berangkat dan pulang harus bersama dengan Kyuhyun" ucap Jungmoo kaku—dia kesal karena Sungmin tidak berbicara jujur padanya, "Ingat itu!"

Mulut Sungmin menganga lebar tidak percaya, "Dengan Kyuhyun?" ulangnya menatap sosok Kyuhyun yang masih tenang memakan sarapannya

"Tapi—"

"Kyuhyun sudah setuju Sungmin" tambah Hangeng sedikit melembutkan suaranya.

Tidak mungkin dia setuju! Itu sama saja membuatku tambah tersiksa

Sungmin memejamkan kedua matanya, "Appa" panggilnya, "Kalau Appa khawatir aku bisa meminta salah satu temanku untuk menjemput, namanya Kangin, dia anak yang baik" jelasnya

Kyuhyun berhenti mengunyah roti, matanya menatap Sungmin penuh penilaian

"Tidak, aku saja yang mengantarmu" sela Kyuhyun membuat ketiga orang dewasa itu langsung menatapnya, "Akan terlambat kalau menunggu temanmu itu datang kemari, ayo aku sudah selesai" ucapnya tiba tiba bangkit berdiri

"A—apa?" Sungmin masih tidak habis pikir, Kyuhyun mau mengantarnya? Hell! Kyuhyun pasti akan memakinya sepanjang jalan

"Cepatlah Sungmin" Kyuhyun sudah berlalu ke ruang tamu untuk memakai sepatunya

"Ayo Adjumma bantu…" Heechul dengan cekatan membantu memapah Sungmin hingga ke ruang tamu menyusul Kyuhyun. Dari belakang ada sosok anak kecil yaitu Yuuki yang anehnya diam dari tadi. Ia hanya memandang kesal ke arah Sungmin entah untuk apa.

Jungmoo sendiri yang memakaikan sepatu Sungmin pelan pelan sementara Hangeng mengambilkan tas milik Sungmin

"Kalian jangan repot repot, aku akan baik baik saja" ucap Sungmin jadi tidak enak sendiri

"Asal kau tidak terluka lagi pulangnya" ternyata Jungmoo masih bersikap kaku, Sungmin sampai melayangkan tatapan menyesal pada Ayahnya itu

"Jaga dia Kyuhyun" tambah Jungmoo

Sungmin lagi lagi menampakkan wajah ngerinya, apa ada pembicaraan yang tidak ia ketahui, kenapa Kyuhyun tampak… sangat baik pada Sungmin

"Tenang saja Adjushi, kami pergi" Kyuhyun membuka pintu duluan seakan mempersilahkan Sungmin keluar pertama

Sungmin memantapkan hatinya kalau Kyuhyun memang mau memakinya sepanjang perjalanan. Ia berjalan tertatih di halaman rumah Kyuhyun sementara Kyuhyun berjalan di belakangnya

"Haaa…" Kyuhyun menghela napas, "Sini, aku bantu kau!" Kyuhyun mendadak berjalan cepat hingga sejajar dengan Sungmin kemudian mengalungkan tangannya ke pundak Sungmin

"Eh?" Sungmin melongo

"Jangan memasang tampang bodoh, kita tidak boleh terlambat, ayolah" Kyuhyun membantu Sungmin berjalan lebih cepat meski Sungmin harus berpikir keras, ada apa sampai Kyuhyun mau membantunya

Apa ayahnya berkata sesuatu pada Kyuhyun?

"Masuk ke dalam saja" suruh Kyuhyun ketika mereka berdua sudah berada di kereta.

Sungmin menurut, ia mencari tempat lapang untuk berpegangan dan saat mendapatkannya, Sungmin berpegangan erat pada tiang kereta itu.

"Kau masih bisa berdiri?" tanya Kyuhyun tiba tiba sudah berdiri di belakang Sungmin

"Ha?" Sungmin lagi lagi terkejut

Kyuhyun memutar kedua bola matanya, "Apa kau masih kuat berdiri atau mau kucarikan tempat duduk?"

Sungmin mengatupkan bibirnya sebelum bisa berbicara, "Tidak, aku masih kuat berdiri" katanya sambil mencuri pandang pada raut muka Kyuhyun di pantulan kaca depan mereka

Ini benar benar aneh, Kyuhyun tidak mungkin kan berubah drastis hanya karena ia terluka

"Jangan besar kepala, aku melakukan ini semua karena aku tahu Haruna sudah keterlaluan, lihat saja nanti" gertak Kyuhyun tampak sedang berpikir

Sungmin tidak menjawabnya, tanpa diduga pun ia sudah tahu kalau Kyuhyun berbuat begini pasti ada karena sesuatu.

Kyuhyun tidak mungkin tidak membenciku.

Sesampainya di sekolah, Kyuhyun masih membantu dengan memapah Sungmin melewati gerbang. Jangan tanya banyak murid terutama siswi yang menatap iri kepada Sungmin.

Sungmin pun tidak berdaya, dia sudah menolak keras namun kali ini Kyuhyun berhasil membungkam ucapannya

"Aku sudah berjanji pada Ayahmu Sungmin, dan bukankah kau sayang pada Ayahmu, jadi turuti saja apa maunya!" bentak Kyuhyun ketika Sungmin mau protes

"Nah ini lokermu" suara Kyuhyun membuyarkan lamunan Sungmin. Sungmin hanya mengangguk kecil sambil berkata, "Terima kasih Kyuhyun"

"Bukan masalah, kau kan memang benalu" ucap Kyuhyun sinis

Sungmin mendengus, tidak ada yang berubah pada Kyuhyun. Dia memang kejam.

"Eh?" Sungmin yang baru mau membuka lokernya menatap ke sebelahnya, "Kenapa kau masih di sini? Aku sudah bisa sendiri" balas Sungmin ikut sinis

Kyuhyun berdecak tidak sabaran, "Sini biar aku yang buka!" paksanya sehingga pintu loker Sungmin terbuka lebar

Dan ternyata…

"Bukuku!" pekik Sungmin menatap nanar isi lokernya yang sudah di acak acak dengan buku bahkan sendal sekolah yang terpotong potong tidak berbentuk

Kyuhyun menggeram keras, ia membanting loker Sungmin sebelum berlari kencang menuju ke dalam koridor sekolah

Tidak lama kemudian Kyuhyun kembali sambil menarik tangan seorang yeoja yang memberontak

"Tidak mau Kyuhyun!" katanya terus menerus sebelum Sungmin bisa menangkap siapa orang yang dibawa serta oleh Kyuhyun

"Haruna…" desis Sungmin mulai menampakkan kemarahannya

"Bagus kalau kalian sudah mengenal" ucap Kyuhyun datar, "Haruna, minta maaf pada Sungmin!" suruhnya

Haruna dan Sungmin sama sama memandang terkejut kepada Kyuhyun

"Apa? Kubilang minta maaf! Dan kau harus mengganti buku miliknya kemudian juga sendal sekolah, ayo cepat!" bentak Kyuhyun sekali lagi

Haruna masih belum bergerak, kedua mata sipitnya masih terus menatap Kyuhyun, "Kau membelanya?!" serunya tambah murka saat beralih melirik Sungmin

Kyuhyun tertawa mengejek, "Apa kau tidak mengenalku? Aku tidak membelanya! Aku hanya tidak suka terseret pada masalah kalian berdua! Dan kau tahu aku harus mengantarnya ke sekolah karena perbuatanmu, apa itu tidak merepotkanku?" balik, Kyuhyun menyudutkan Haruna yang tertunduk mulai merasa bersalah

Sungmin menggertakkan gigi, betulkan dugaannya, Kyuhyun memang tidak mungkin berubah baik padanya

"Tapi kau membelanya dari kemarin!" Haruna masih tidak terima, "Apa kau menyukainya? Aku tahu kalian tinggal serumah Kyuhyun…" tambahnya menampakkan kecemburuan layaknya seorang kekasih

Kyuhyun maju beberapa langkah, "Aku menyukainya? Kukira kau mengenalku Haruna, aku tidak mungkin menyukai orang bodoh yang menumpang di rumah orang lain dan mengusikku terus menerus! Apa kau tidak mengerti juga?" tanyanya defensif

Sungmin merundukkan kepalanya, mendengar ucapan Kyuhyun secara langsung sama saja dengan menamparnya di muka umum

Benar benar, Kyuhyun memang kejam

Haruna menatap Kyuhyun penuh pertimbangan, tak lama ia akhirnya menyerah dan dengan enggan beralih ke arah Sungmin

"Baiklah, aku bisa lihat Kyuhyun memang benar membencimu, aku minta maaf dan tentang semuanya akan kuganti" kata Haruna dengan enteng sambil menjulurkan tangannya ke arah Sungmin

Sungmin memandang Haruna lekat lekat, baginya ucapan Haruna bukanlah permintaan maaf

"Tidak perlu" kata Sungmin sambil membuang muka kemudian mulai membereskan lokernya yang berantakan

"Sombong sekali, aku, seorang murid kelas A sudah meminta maaf padamu, kau harusnya berterima kasih" sindir Haruna tersenyum mengejek

Sungmin membalikkan badan lalu menatap Haruna dan Kyuhyun bergantian, "Kalian benar benar cocok, kalian sama sama kejam, kenapa kalian tidak berpacaran saja? Kalian pasti adalah pasangan serasi yang pernah kukenal" balas Sungmin dengan berani

"Usul yang bagus juga" timpal Haruna sambil merangkul lengan Kyuhyun

"Jangan bercanda" Kyuhyun langsung menepit tangan Haruna, "Aku juga tidak mungkin menyukaimu, kau tahu itu" suara Kyuhyun yang rendah terdengar berbahaya sehingga Haruna tidak berani membantahnya

Sungmin menatap kedua orang itu jengah, ia yang tampak sudah tidak peduli akhirnya merapikan seluruh isi lokernya dan memasukkannya ke dalam sebuah plastik

"Jangan lupa—"

Sontak Sungmin berhenti berbenah saat suara dingin Kyuhyun menyapu belakang lehernya

"Aku juga harus mengantarmu pulang nanti"

Sungmin berdecak kesal, ia hendak mau menolaknya ketika menyadari Kyuhyun sudah berjalan menjauh bersama dengan Haruna yang tampak lebih ceria

"Ya Tuhan… kenapa ini harus terjadi padaku…" keluh Sungmin menyandarkan keningnya pada pintu loker.

.

.

.


Pulang Sekolah

.

"Kau tidak mau aku antar lagi?" tawar Kangin yang bersiap mengambil sepedanya

"Ngg itu…" Sungmin mau sekali mengiyakan kalau saja Kyuhyun tidak melayangkan tatapan penuh peringatan dari kejauhan

"Apa?" tanya Kangin bingung

"Dia akan pulang denganku" jawab Kyuhyun tiba tiba sudah ada di sebelah Sungmin lalu tersenyum lebar ke arah Kangin tapi bahkan Sungmin tahu senyum itu terasa mengejek

Kangin berdiri lebih tegap, "Apa rencanamu kali ini Kyuhyun?"

"Tidak ada, aku hanya mengantarnya pulang" jawab Kyuhyun singkat

Kangin tertawa hambar, "Jangan bercanda, kau bukan tipe baik hati seperti itu Kyuhyun, katakan apa maumu!" kali ini Kangin mendekat dan menatap Kyuhyun tajam, "Sungmin orang baik, kalau sampai aku melihatnya lagi menangis karenamu…" ancam Kangin

"Kau mau apa?" Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, "Dia yang mulai mengacaukan hidupku dan dia harus menerima akibatnya"

"Kau?!"

Kedua mata Sungmin melebar saat menyadari Kangin hendak melayangkan kepalan tangannya ke arah Kyuhyun

"Kangin!" Sungmin berhasil menyelinap di antara keduanya, "Kau kenapa? Biar saja Kyuhyun mengantarku, itu tidak masalah" bisik Sungmin menenangkan Kangin

"Tapi dia pasti punya rencana Sungmin!" balas Kangin tak kalah khawatir

Sungmin tersenyum kecil, ia menepuk tangan Kangin dengan sayang, "Katamu aku kuat, aku pasti bisa…"

"Sungmin…"

Kyuhyun mendengus seolah mengejek ucapan Sungmin, tak lama ia menarik tas Sungmin dari belakang, "Kita pulang"

"Dadah Kangin!" Sungmin melambaikan tangannya sebelum melepas cengkaraman Kyuhyun.

Dengan hati hati Sungmin berjalan beberapa langkah di belakang Kyuhyun, lebih baik tidak mendekat dari namja sombong itu

"Ayo cepat! Aku tidak mau diomeli Umma!" bentak Kyuhyun jengkel. Terpaksa Sungmin mempercepat langkahnya menuju kereta bawah tanah yang penuh sesak karena jam pulang kantor

"Ughh! Permisi!" Sungmin bergerak susah payah menembus kerumunan banyak orang yang menghalangi di depan pintu kereta

"Akhirnya…" Sungmin menyalip beberapa kali sebelum menemukan tempat sandaran yang kosong—ya rasa sakit di kakinya memang telah memudar, tapi tetap saja Sungmin belum bisa berdiri lama

"Eh?" Sungmin terkejut mendapati Kyuhyun juga berdiri tepat di depannya, bukankah biasanya Kyuhyun akan berdiri menjauh entah dimana asal bukan di dekat Sungmin

"Tempat lain penuh bodoh, jangan berpikir macam macam" Kyuhyun memberi peringatan sambil menatap angkuh Sungmin yang lebih pendek darinya

"Aku tidak pernah berpikir macam macam, aku bukan Haruna" bela Sungmin memilih menunduk.

Dia baru sadar penuh sesaknya kereta membuat tubuh Kyuhyun semakin lama semakin mendekat ke arahnya

"Argh sial!" Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya di atas Sungmin agar tidak menghimpit yeoja di depan Kyuhyun saat ini

Kereta melaju cepat. Diantara himpitan orang banyak yang penuh sesak, Sungmin bisa merasakan kemeja depan Kyuhyun telah menempel di wajahnya dan bagaimana wangi tubuh Kyuhyun perlahan lahan membuat pikiran Sungmin terhanyut

"Eh?" Kyuhyun tersentak ketika merasakan kepala Sungmin bersandar di dadanya, "Hei! Kau tertidur?"

Ia mengguncangkan tubuh Sungmin yang lemas

"Ck" Kyuhyun berdecak geram, "Dia sempat sempatnya tidur padahal dalam posisi berdiri… memang orang bodoh!" makinya

.

CKITTT

.

Tiba tiba kereta mengerem kuat, gerakan itu membuat Sungmin agak tersadar akan tetapi refleks Kyuhyun memegang kepala Sungmin agar tidak terjatuh

"Apa yang—" Kyuhyun memandang ngeri diri sendiri, peduli apa kalau Sungmin terjatuh, itu salahnya!

"Arghh dia memang pembawa sial!" bisik Kyuhyun mengumpat untuk kesekian kali.

Namun tetap saja, hingga kereta melaju kembali, Kyuhyun tetap pada posisinya semula dan tidak berniat membangunkan Sungmin yang tertidur bersandar di dada Kyuhyun

"Anggap saja ini imbalan atas luka lukamu" kata Kyuhyun lagi sambil memandang datar kaki Sungmin dan jari tangan kanannya yang masih di balut perban

"Tapi lain kali, aku akan tetap membencimu"

.

.

.

TBC

.


Cerita ini tidak mirip playful kiss ataupun naughty kiss karena drama itu juga hasil remake dari Itazura na Kiss

Sudah saya katakan sebagian jalan ceritanya adalah hasil karya saya terkecuali beberapa 'pakem' yang akan tetap memakai inti cerita Itazura na Kiss

Dan karena saya pecinta berat drama ini sampai menontonnya ratusan kali sebenarnya saya sadar jika dorama ini adalah dorama cinta terkejam yang pernah ada (jika anda sadar)

Adakah yang mengejar lelaki sekeras yang dilakukan oleh Kotoko? dan apakah ada lelaki sedingin Irie yang membuat Kotoko terus menerus terluka dengan kejam?

Maka dari itu sisi gelapnya dari cerita ini akan sayang tuturkan dalam gaya Kyuhyun dan Sungmin

Maaf atas kekurangan yang ada dan jika anda berminat melanjutkan membaca cerita ini, silahkan tinggalkan review

Thanks,