Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Dikelas yang mulai sepi karena seluruh murid pergi ke lapangan basket untuk memulai pelajaran olah raga, olah raga kali ini sekalian memberi kesempatan bagi para siswa yang ingin bergabung di klub basket dan para siswi yang ingin menjadi manajernya.
Naruto berlari ke kelas untuk mengambil baju olah raganya yang tertinggal, ketika dia sampai dikelas, dia bertemu Hinata yang sedang membetulkan sepatunya di bangku.
"Loh? Hinata? Kok kamu masih disini?" Tanya Naruto yang terheran.
"Ah, Naruto… iya aku agak telat, soalnya tadi aku harus membantu guru membawakan kertas-kertas keruangannya." Jawab Hinata sambil tersenyum.
"Oh, kalau begitu bagaimana kalau kita ke lapangannya bareng?" ajak Naruto.
"Apa tidak apa?" Tanya Hinata ragu.
"Tentu saja tidak apa, memangnya kenapa?" kata Naruto sambil tertawa.
"Ah, tidak apa-apa." Jawab Hinata malu-malu.
Mereka berdua mulai berjalan bersampingan menuju tempat lapangan basket digedung olah raga, begitu mereka sampai, Sakura melihat Hinata yang sedang berbicara dengan Naruto dengan wajah tersipu, Sakura melamun melihat pemandangan teman kecilnya sekaligus laki-laki yang dicintainya berbicara dengan asiknya bersama teman pertama dalam hidupnya.
"Sakura, maaf ya aku lama." Ucap Hinata yang menghampiri Sakura.
"Ah, tidak apa." Jawab Sakura dengan nada yang canggung. "Kamu…kok bisa bersama Naruto?"
"Ah, tadi kami bertemu dikelas secara tidak sengaja." Jawab Hinata yang malu-malu.
Keadaan mereka berdua mulai terasa canggung, akhirnya Hinata memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu pada Sakura.
"Ng, Sakura…apa kau dan Naruto…pacaran?" Tanya Hinata yang gugup.
Sakura terkejut dengan pertanyaan Hinata yang tiba-tiba, dia menjawabnya dengan ragu.
"Ti…tidak, kami tidak pacaran." Jawab Sakura dengan wajah yang menunduk.
"Ha? Ternyata begitu, aku pikir kalian pacaran, ternyata tidak, hehehee." Ucap Hinata yang tersipu dan terdengar senang itu.
Melihat ekspresi Hinata yang tersipu seperti itu, Sakura merasa resah, dia memikirkan hal-hal yang kemungkinan akan terjadi.
"Sakuraaa!" teriak Naruto dari kejauhan.
Sakura dan Hinata menoleh kearah Naruto yang sedang bersama anak laki-laki yang lainnya untuk tes masuk klub basket.
"Lihat aku yaaaa." Ucap Naruto sambil melambaikan tangannya.
Sasuke yang berdiri disamping Naruto secara tidak sengaja melihat ekspresi Sakura yang begitu lembut menatap Naruto. Sasuke merasa aneh, jantungnya sekilas berdegup kencang melihat wajah wanita berambut pink itu.
"Narutooo, berjuanglaaah!" teriak Sakura menyemangato Naruto sambil tersenyum.
Hinata melihat kearah Sakura dan mengatakan sesuatu.
"Jadi kamu enak yah, bisa menyemangati Naruto dengan tanpa beban." Ucap Hinata tiba-tiba.
"Ha? Hhmm….tidak begitu, Hinata…dia hanya menganggapku teman kecilnya saja." Kata Sakura tersenyum dengan paksa.
"Kalau begitu….bolehkah aku menyukainya?" Tanya Hinata dengan wajah yang memerah.
Sakura sangat terkejut dengan pernyataan Hinata, dia sangat kaget, ternyata apa yang dipikirkannya menjadi kenyataan, dia tidak tahu harus berkata apa, dia sangat mencintai Naruto, tapi dia juga tidak mau kehilangan teman pertamanya.
"Sakura awaaas!" teriak Hinata yang langsung memeluk Sakura, Sakura yang bengong tidak menyadari adanya bola basket yang meluncur kearah wajahnya, karena Hinata memeluknya, jadi Hinata lah yang terkena bola itu.
"Hinata! Hinata!" panggil Sakura kepada Hinata yang tidak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari hidungnya.
Seluruh murid mengelilingi Sakura dan Hinata, Naruto yang berlari dari tengah lapangan menghampiri mereka yang sedang dikelilingi oleh banyak orang.
"Sakura, ada apa?" Tanya Naruto yang khawatir, begitu dia melihat Hinata yang pingsan, Naruto langsung menghampiri Hinata.
"Waaah, Hinata, kau tidak apa-apa? Heii…" panggil Naruto sambil merangkul Hinata tanpa ragu.
Sakura memandang aneh reaksi dari Naruto ini, lalu tanpa ragu, Naruto menggendong Hinata dan meminta izin pada guru untuk keruang kesehatan.
"Sakura, aku bawa dia dulu yah." Ucap Naruto pada Sakura yang masih duduk di lantai.
Sakura tidak menjawab, dia hanya tercengang melihat sosok Naruto yang berlari sambil membawa Hinata yang tidak sadarkan diri. Sasuke menghampiri Sakura yang sedang terduduk dilantai, dia menundukkan tubuhnya agar sejajar dengan tubuh Sakura.
"Sepertinya, pacarmu akan beralih ke wanita lain." Ejek Sasuke.
Sakura menatapnya dengan tatapan jengkel. "Sekedar informasi! .pacarku." kata Sakura menegaskan nadanya, lalu dia kembali menatap ke pintu yang dimana sosok Naruto sudah tidak ada, tatapan Sakura kembali melemah, dia menatap pemandangan disana dengan wajah yang lesu.
"Kalau begitu, kau pasti menyukainya, karena wanita liar sepertimu tidak mungkin bisa memandang lembut seseorang kalau bukan orang yang disukainya, iya kan?" ejek Sasuke kembali.
Kali ini Sakura tidak melawan, Sakura menatap Sasuke dengan matanya yang indah itu dan menjawab pertanyaan Sasuke yang mengejeknya. "Ya, aku sangat mencintainya." Sakura menjawab dengan tegas dan bangkit dari duduknya. Lalu Sakura berlari keluar ruangan lapangan itu. Sasuke yang terkejut dengan jawaban Sakura yang sangat jujur mematung disana sambil memegang dadanya.
'A…apa ini? Kenapa jantungku berdetak sangat kencang melihat wanita kera itu menatapku dengan tatapan begitu? Menyebalkan!' pikir Sasuke sambil mencengkram bajunya sendiri.
Sakura berlari sekencang-kencangnya keruang kesehatan, begitu dia sampai disana, Sakura menghentikan langkahnya karena mendengar Naruto sedang berbicara pada Hinata yang sepertinya sudah sadar.
"Kenapa kau bisa ceroboh begini?" Tanya Naruto.
"Habis, aku melihat bola itu menuju arah Sakura, aku tidak mau dia terluka, jadi aku lindungi dia." Jawab Hinata dengan suaranya yang lembut.
"Kau baik sekali Hinata,baik hati mirip Sakura, hanya saja kau pemalu." Ucap Naruto sambil tertawa.
"T…Terima kasih." Kata Hinata dengan malu-malu.
"Hahaha, santai saja…hhhmmm, bagaimana yah, melihatmu yang seperti ini, entah mengapa rasanya…jadi ingin melindungimu." Ucap Naruto sambil gugup.
Hinata terkejut dengan ucapan Naruto, Sakura yang mendengarkan percakapan mereka diluar merasa cemas, dia berfikir pasti akan terjadi suatu hubungan yang tidak dia inginkan antara Naruto dan Hinata, akhirnya dia memberanikan diri untuk masuk.
"Ah, Sakura?" kata Hinata yang kaget.
"Ah..S…Sakura, syukurlah kau disini, tolong gantikan aku yah, aku kembali ke lapangan dulu." Kata Naruto yang langsung bergegas pergi dengan wajah memerah.
Sakura hanya terdiam pada perkataan Naruto, lalu dia menatap Hinata dan memaksa dirinya untuk tersenyum. "Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Sakura.
"Ya, hanya sedikit pusing." Jawab Hinata membalas senyum Sakura.
"Sakura." Panggil Hinata.
Sakura menoleh kearah Hinata dan duduk disampingnya. "A…aku, aku sepertinya menyukai Naruto." Ucap Hinata dengan malu-malu. "Kau…mau kan membantuku?"
Kali ini Sakura merasa berada digaris kematian, dia benar-benar bingung harus menjawab apa, dia hanya termenung. "Sakura?" panggil Hinata kepada Sakura yang bengong.
"Ah…ya?" jawab Sakura yang terlepas dari renungannya.
"Kau mau kan membantuku?" Tanya Hinata sekali lagi.
"T…Tentu saja." Ucap Sakura berbohong.
"Waah, terima kasih." Kata Hinata memeluk Sakura.
'Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku seperti orang bodoh saja.' Pikir Sakura sambil membalas pelukan Hinata.
Begitu Hinata sudah merasa membaik, mereka berdua kembali ke kelas, dan dikelas sudah berkumpul murid-murid yang tadinya dilapangan basket. Begitu melihat Hinata masuk, para siswi langsung mengerumuni Hinata dan heboh menanyakan hubungannya dengan Naruto.
"Hinata, ada hubungan apa kau dengan Naruto? Waah aku iri sekali kau digendong seperti putri tadi."
"Iyaaa, Naruto itu sudah tampan, keren lagi."
"Tapi aku lebih suka Tuan Sasuke."
"Iya, dia cool dan pendiam, tapi tidak ada yang berani menegurnya."
"Wajar saja, dia kan anak yakuza."
Itulah yang dibicarakan oleh siswi-siswi dikelas, mereka mengerumuni Hinata dan Sakura di bangkunya.
"Sakura, kau sendiri apanya Naruto?" Tanya salah satu siswi.
"Ah, aku teman kecilnya." Jawab Sakura.
"Oooh, kalau teman kecil sih tidak masuk daftar list untuk dijadikan pacar, iya kan?"
Sakura yang merasa sesak hatinya mendengar kalimat itu memaksa untuk tersenyum, selama ini dia selalu gagal mendapatkan teman wanita karena sifat egoisnya, sekarang dia ingin menjalin hubungan dengan teman wanita, kali ini dia tidak mau gagal. Karena dikelas Naruto dan Sasuke tidak ada, jadi mereka bebas membicarakan kedua laki-laki yang sudah populer itu.
"Ng…anu…aku menyukai Naruto." Ucap Hinata dengan jujur.
"Benarkah? Waah, kau memang serasi Hinata, kau cantik dan Naruto keren, benar-benar pasangan serasi, iya kan Sakura?" Tanya salah satu siswi.
"I…iya, benar-benar serasi…" kata Sakura dengan terpaksa.
Sakura merasa jauh dari Hinata, dia dikelilingi oleh teman-teman wanitanya seolah menerima Hinata yang jujur apa adanya, perlahan Sakura menjauhkan dirinya dari kumpulan itu dan berjalan keluar kelas, begitu dia keluar, dia bertemu dengan Sasuke yang sedang berjalan dengan seseorang berpakaian hitam dan memakai kacamata hitam. Begitu mereka berhadapan.
"Kenapa diantara semua orang yang kutahu, aku harus bertemu denganmu sih!" ucap Sakura kesal lalu pergi meninggalkan Sasuke.
Sasuke tercengang melihat Sakura mengatakan kalimat itu dengan nada kesal, lalu dia menoleh kebelakang dan melihat Sakura yang sedang berjalan pelan.
"Tuan? Apa anda mendengarku?" Tanya pria berbaju hitam itu pada Sasuke.
"Ah, maaf Shino…tadi kau bilang apa?" Tanya Sasuke yang linglung.
"Hhh, aku bilang tadi setelah sekolah anda harus menemui beberapa orang kenalan almarhum ayah anda." Uap Shino mengulanginya.
"Ah, iya terima kasih, kau boleh pergi." Kata Sasuke memerintah pengawal pribadinya itu.
Lalu Sasuke berlari menuju Sakura yang sedang berdiri melamun disisi jendela, dia berhenti disamping Sakura.
"Mau apa kau?" bentak Sakura pelan.
"Hei, santai saja…aku hanya ingin memastikan sesuatu." Jawab Sasuke ketus.
Sakura memandang Sasuke dengan tatapan aneh, lalu dia kembali menatap luar jendela, Sakura menatap langit dan memejamkan matanya, melihat Sakura yang begitu cantik, jantung Sasuke kembali berdetak kencang.
'Tuh kan, sebenarnya ada apa denganku?' ucap Sasuke dalam hatinya sambil menekan-nekan dadanya sendiri.
"Hei." Panggil Sakura tiba-tiba.
Sasuke berhenti menekan dadanya dan menatap Sakura yang sedang memandangi langit.
"Apa kau pernah merasakan cinta yang tak terbalas?" Tanya Sakura tiba-tiba.
"Heh! Aku tidak pernah mencintai seseorang dan aku tidak mau, kalaupun aku menikah nanti, harus wanita itu duluan yang tergila-gila padaku." Ucap Sasuke dengan sombong.
"Karaktermu jelek sekali, kalau kau begitu terus kau tidak akan laku-laku, padahal banyak loh wanita yang suka padamu." Ucap Sakura sambil menatap aneh ke Sasuke.
"Biar saja, mereka menyukaiku karena hartaku dan statusku, apa mereka akan tetap suka padaku kalau aku bukan anak orang kaya?" ucap Sasuke.
Sakura menatap Sasuke dan tiba-tiba tersenyum lembut pada Sasuke dan berkata. "Semoga kau menemukan wanita yang menerimamu apa adanya yah." Ucap Sakura sambil tersenyum lembut dan berjalan meninggalkan Sasuke sendiri disana.
Sasuke merasa jantungnya berdetak lebih kencang dan lebih cepat. 'A…apa –apaan wanita itu! Tiba-tiba tersennyum padaku begitu lembut, padahal sebelumnya dia begitu ketus'
Begitu Sakura berada didepan pintu kelas, dia melihat Hinata dan Naruto sedang asik berbicara, dia memandangi kedua orang tersebut dengan tatapan sedih dan sakit, Sasuke yang mengikuti Sakura dari belakang menyadari tatapan Sakura, Sasuke sadar, Sakura selalu memasang ekspresi sedih bila melihat Naruto sedang asik berbicara dengan wanita lain selain dirinya.
"Cepat masuk! Mau sampai kapan kau berdiri disini?" bentak Sasuke tiba-tiba dari belakang dan itu membuat Sakura kaget.
"K…kau kalau bicara bisa pelan sedikit tidak sih?" bentak Sakura kembali.
"Eh, lihat…berani sekali dia membentak Sasuke." Bisik para wanita dikelas dengan sangat pelan.
"Siapa suruh kau berdiri disitu! Menghalangi jalan saja!" bentak Sasuke kembali, dia sengaja membuat Sakura marah, Sasuke berfikir, lebih baik Sakura marah-marah padanya daripada memsang ekspresi yang seperti ingin menangis itu.
"Memangnya kau tidak diajari untuk permisi hah? Kau ini benar-benar menyebalkan!" teriak Sakura dan langsung berlari kearah tempat duduknya.
Sasuke berjalan menempati tempat duduknya yang berada disamping Sakura, Naruto dan Hinata saling pandang dan tertawa pada Sakura.
"Apa yang kalian tertawakan?" Tanya Sakura bingung.
"Tidaak, kau ini dan Sasuke selalu bertengkar yah, akrab sekali." Ucap Hinata.
"A…apa? Enak saja, aku tidak sudi akrab dengan laki-laki ini." Ucap Sakura sambil menunjuk Sasuke.
"Kau cari mati yah, memangnya siapa juga yang mau akrab denganmu!" bentak Sasuke sambil menggebrak mejanya dan berdiri.
Sakura yang tidak mau kalah juga menggebrak mejanya lalu berdiri dan bertolak pinggang.
"Dengar yah, Sasuke Uchiha yang hebat, aku tidak takut padamu! Dan aku juga tidak sudi mengenalmu, didunia ini orang yang paling tidak sudi untuk kutemani adalah kamu!" bentak Sakura sambil berjalan menghampiri Sakura dan menunjuk-nunjuk dada Sasuke.
Wajah Sasuke memerah ketika Sakura mendekatkan dirinya pada Sasuke, Sasuke yang kehilangan keseimbangan langsung jatuh kebelakang dan secara tidak sengaja menarik tangan Sakura yang sedang menunjuknya.
"Huaaaa!" teriak Sasuke yang terjatuh sambil menarik tangan Sakura. "Kyaaaaa" teriak Sakura, mereka terjatuh disamping meja Sasuke dekat jendela, Sakura berada diatas Sasuke, dan betapa mengejutkan bagi semua orang yang ada dikelas, bibir Sasuke dan bibir Sakura bersentuhan.
"A…Apa yang kau lakukan!" bentak Sakura sambil mendorong Sasuke.
"K…Kau yang menindihku!" jawab Sasuke gugup sambil membalas membentak.
Sakura langsung menutupi bibirnya dan menatap kearah Naruto, dia melihat ekspresi Naruto yang terkejut.
"N…Naruto, ini kecelakaan, aku tidak bermaksud menciumnya." Jelas Sakura yang gugup.
"Tidak apa, kalian kan tidak sengaja, jangan dimasukkan kedalam hati yah." Ucap Naruto sambil mengelus kepala Sakura.
Dan entah kenapa, Sakura merasa Sakit mengetahui bahwa Naruto tidak peduli pada kejadian itu, dengan tanpa sadar Sakura meneteskan air matanya dan menepis tangan Naruto, dia berlari keluar dan menubruk guru yang sedang masuk.
"Ah, Nona Haruno, pelajaran akan dimulai." Ucap guru berambut silver itu.
Tapi Sakura tidak mendengarkan gurunya, dia terus berlari sambil merasa kesal dan sedih, dia berlari sambil mengelap bibirnya kencang-kencang, Sasuke yang masih terjatuh memegang bibirnya, dia merasakan kelembutan dari bibir Sakura, lalu tanpa ragu dia langsung mengejar Sakura. Naruto yang melihat Sasuke mengejar Sakura merasa khawatir, Naruto pun ingin mengejar Sakura, tapi Hinata menahannya.
"Guru sudah datang, serahkan saja pada Sasuke." Ucap Hinata dengan takut.
Naruto terdiam dan duduk dikursinya sambil memikirkan Sakura, ekspresi Sakura yang menangis didepannya itu tadi, baru pertama kalinya dia melihat Sakura begitu.
'Baru pertama kali dia memperlihatkan ekspresinya yang seperti itu, ada apa dengannya?' Naruto terus kepikiran tentang Sakura. Hinata yang menyadari hal itu merasa sesak, dia terus memperhatikan Naruto yang duduk disampingnya.
Sakura berlari kearah taman belakang sekolah dengan cepat, begitu dia merasa sudah tidak ada siapa-siapa, dia menjatuhkan dirinya di rumput dan menutup matanya memakai lengannya.
"Huuu..huuu…hiks…hiks…"
"Maaf kalau kejadian tadi membuatmu sangat terpukul." Ucap Sasuke yang tiba-tiba muncul dari belakang.
Sakura menoleh kebelakang dan berdiri dengan cepat. "Jangan mendekat!" bentak Sakura sambil menangis.
Sasuke memandang Sakura dengan tatapan bersalah, baru pertama kali ini Sasuke merasa bersalah pada seorang gadis, biasanya dia sangat cuek, bahkan ada wanita pingsan didepannya pun dia tidak peduli, tapi beda dengan wanita yang satu ini.
"Kamu…gara-gara kamu! Ciuman pertamaku!" ucap Sakura sambil menangis.
"Ayolaaah, itu bibir kita yang hanya bersentuhan sedikit, itu tidak dihitung sebagai ciuman." Kata Sasuke sambil menghela nafas.
PLAAAK
Sasuke merasa kaget karena Sakura menamparnya, dia wanita pertama yang berani menampar wajah Uchiha itu.
"Kau pikir aku wanita murahan? Ciuman itu seharusnya menjadi milik Naruto! Bukan kamu! Kau menjijikan! Aku benci kamu! Lebih baik kau lenyap dari dunia ini!" bentak Sakura sambil terus menangis.
Sasuke yang melihat Sakura begitu terpuruk langsung memeluk gadis itu, gadis yang sudah menamparnya, dia malah memeluknya dengan erat, Sasuke memeluk Sakura dengan wajah memerah.
"Maafkan aku, aku minta maaf." Ucap Sasuke dengan serius.
Sakura mendorong tubuh Sasuke. "Ugh! Berani-beraninya kau memelukku! Tadi cium, sekarang peluk! Lalu apalagi? Kau memang rendah!" maki Sakura dan langsung berlari.
Kali ini Sasuke tidak bisa mengejarnya, dia hanya bisa mematung, entah kenapa dia sangat terpukul Sakura membencinya, kalau cinta, itu terlalu cepat untuknya, Sasuke tidak pernah merasa terhina seperti ini seumur hidupnya, tapi walaupun dia merasa terhina, entah kenapa dia tidak bisa membenci wanita yang sudah menghinanya itu. Yang hanya bisa dia lakukan adalah berdiam diri sambil memegang pipinya yang ditampar itu.
yeeaaay, chapter 2...
makasih reviewnya yah, tanpa kalian semua yang mereview, chapter 2 tidak akan terwujud dan cerita ini tidak akan berlanjut..hahahhaa...
agak lama untuk sakura supaya suka sama sasuke, jadi pecinta sasusaku jangan sebel yaah...heheheheee...
chapter 3 nanti, Sasuke udah mulai sadar sama perasaannya ke sakura, dan dia berusaha mati-matian untuk ngedapetin sakura, tapi sakuranya masih yang benci sasuke..^^
terus dukung yaaah..^^
luv u...mmuuaahhh
