Pairing : NaruSaku and other pairings

Rate : T- Semi M

Warning : AU, Typo, OOC.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Don't Like Don't Read!

Enjoy!

Naruto mengerjapkan mata sapphirenya beberapa kali, bayangan gadis berambut merah muda terlintas lagi di pikirannya, ia pun segera bangun dari tidurnya. Sejak kapan dia di ranjang dan lagi ada handuk kecil dikepalanya. Yang dia ingat hanya seorang gadis yang seenaknya masuk ke kamarnya tanpa busana. Mungkin cuma mimpi.

"Kau sudah bangun?" Tanya suara lembut disampingnya.

Naruto menengok dan betapa terkejutnya dia melihat gadis berambut merah muda itu hanya menggunakan selimut putih pendek sehingga terekspos paha putihnya ugh…

'Tenang Naruto! Tenang!' Innernya menyemangati Naruto yang sepertinya ingin pingsan lagi.

Naruto menunduk menghembuskan nafasnya berkali-kali, lalu menatap gadis bermata emerald itu, "No-nona kau ke-kenapa bi-bisa dikamarku?"

Untuk pertama kalinya Naruto gugup menghadapi perempuan, padahal dia sudah biasa dengan perempuan berpakaian seksi di klub malam milik sahabatnya Sasuke. Mungkin karena gadis di depannya itu terus menatap dirinya tanpa henti seakan-akan menganalisisnya atau mungkin cinta mulai datang kepadanya karena detak jantungnya berpacu cepat saat menatap emerald sang gadis.

"Aku tidak tahu." Ujarnya memainkan selimut yang menutupi tubuh polosnya.

Naruto menaikkan sebelah alisnya, bingung dengan jawaban gadis itu, "Lalu dimana rumahmu?"

Gadis itu menggeleng lalu menatap Naruto lagi, "Akupun tidak tahu."

"Ok-oke kalau kau tidak tahu apa yang kutanyakan, setidaknya kau tahu namamu sendirikan?" Naruto mencoba bersabar berbicara dengan gadis asing tersebut.

"My name…"gadis itu memegang kepalanya sambil menengok kesana kemari.

"Nona anda baik-baik saja?" Naruto merasakan janggal dari gadis itu yang terus menggumamkan my name.

Tapi gadis itu sama sekali tidak menggubris pertanyaan Naruto, tampaknya ia sibuk mengingat namanya.

"My Name..."

Flashback

"Namamu Sakura sekarang." Ujar wanita berambut pirang ikat dua kebelakang dengan babi di pelukannya memandang datar gadis di depannya, "aku akan mengajari cara membunuh supaya kau bisa balas dendam karena kematian ibumu."

"Tentu nona Tsunade," Gadis berambut merah muda itu menunduk hormat. "aku akan balas dendam atas kematian ibuku."

"Bagus, aku akan memperkuat tubuhmu dengan berbagai obat buatanku, kau masuklah ke dalam tabung lagi." Perintahnya tegas.

"Sampai kapan aku akan tertidur?" Tanya gadis itu sambil memasuki tabung besar itu.

"Sampai penyuntikan selesai dan percobaan melawan anak buahku, baru kuberitahu siapa yang membunuh ibumu." Wanita itu menekan tombol berwarna hijau, seketika tabung yang di kosong itu mulai terisi air yang jernih.

"Baiklah," Gadis itu memakai alat bantu pernafasan lalu menutup mata emeraldnya.

"Kau akan menjadi pembunuh yang kuat dan cerdas dengan begitu aku bisa membunuh semua yang menghalangiku," Ujarnya berjalan perlahan keluar laboratorium.

Mata gadis itu yang tadi terpejam menjadi terbuka tampaklah seringai iblis di bibir mungilnya.

Flashback off

"Namaku Sakura." Gadis itu tersenyum meremehkan dengan seringai kecil kearah Naruto. Tapi menurut Naruto itu sangat manis.

"Baiklah Sakura-chan, aku Naruto Namikaze." Naruto mengulurkan tangannya dengan cengiran yang lebar.

"Aku, seingatku bukan seperti itu cara berkenalan." Sakura mencondongkan tubuhnya mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto.

Naruto pelahan memundurkan tubuh atasnya ketika gadis itu mendekatkan kearahnya. Jantungnya berdebar-debar ketika punggungnya menyentuh kasur empuk dibawahnya.

'Sial, aku terkurung sempurna oleh tubuhnya!'

Meski pikirannya mengomel tidak jelas tapi hatinya begitu senang atas perlakuan gadis berambut merah muda itu.

Hening.

Naruto merasakan hidungnya ditekan sesuatu yang lembut. Ia membuka matanya yang sejak tadi terpejam, Betapa terkejutnya dia ternyata gadis itu menekan hidungnya dengan hidung miliknya. Harapan(?) yang sedari tadi dipikirkannya kalau gadis itu akan menciumnya pupuslah sudah.

Naruto bangun dari tidurannya lalu duduk diikuti gadis itu duduk di kursi yang tadi didudukinya, "Seperti itulah salam kami."

"Kenapa kau bisa tahu?" Tanya Naruto heran dengan perubahan sikap gadis itu.

Gadis itu mengangkat bahunya, "Entahlah, ngomong-ngomong kaca jendelamu pecah."

Mata Naruto membulat, dengan cepat ia berlari ke jendela yang tertutup tirai orange itu dan menyingkapnya, "AKH! kaca jendelaku!"

Teriakan Naruto yang kencang itu membuat para tentangga bangun dan berteriak kesal padanya.

Bugh bugh duagh!

"Woi, berisik sekarang sudah jam 12 malam!"

Naruto terkapar tidak berdaya dilantai kayu, siapa yang menyangka kalau tetangganya memberi berbagai benda keras kearahnya bahkan sampai kulit pisang bertengger mesra dikepalanya.

'Aduh, dasar tetangga sialan semua. Dattebayo!'

Naruto bangkit berdiri menyingkirkan kulit pisang di kepalanya lalu menengok kearah Sakura. Ia pikir Sakura akan menertawakan tingkah bodohnya tapi ternyata mata emerald itu menatapnya kosong. Entah kenapa Naruto melihat mata emerald itu seperti tidak punya perasaan, dingin, dan kesedihan yang mendalam terpancar dimatanya, "A-ano, kau bisa disini bagaimana caranya?"

"Entahlah, aku terbangun dengan berlumuran darah di sekitar kepalaku juga pecahan kaca disekitar tubuhku," Sakura menghela nafas, ia mengambil sesuatu dibalik selimut yang menutupi tubuhnya, "dan ini."

"Pistol?" Naruto memegang pistol itu mencoba menganalisisnya. pistol itu agak aneh, bentuknya lebih besar di banding pistol yang biasa ia pegang dan terdapat tulisan kecil digagangnya. For Sakura. begitulah tulisannya.

Naruto memutar pistol itu beberapa kali, sebelum mata Shappirenya tertumpu pada sesuatu yang aneh di moncong pistol itu. Sebuah pengait berbentung bintang.

Karena penasaran ia mengarahkan moncong pistol itu kelangit-langit kamarnya sambil menutup sebelah telinganya dengan telunjuk kirinya lalu menembaknya.

Dor! Srutt.

Krrak.

Mata Naruto membulat, "Ada tali besi di dalam pistol in-uwwaa…," Ucapan Naruto terpotong oleh tali besi itu yang menariknya ke atas, sehingga tubuhnya bergelantungan, "Sial! Sakura-chan bantu aku turun!"

Sakura bangkit berdiri dan membentangkan tangannya dibawah tubuh Naruto yang bergelantungan, "Turunlah."

Pipi Naruto memerah, "Heh? Tubuhku berat Sakura-chan! Tolong ambil kursi saja."

"Cepatlah atau aku akan menarikmu." Ancamnya datar.

"Ba-baiklah, aku turun." Naruto menutup matanya dan melepas pistol yang masih menempel itu.

Brukk.

"Kau tidak berat," Naruto membuka matanya lalu mendongak menatap Sakura yang memandangnya tanpa ada rasa sakit dari ekspresi wajahnya. Ia sangat tidak menyangka kalau Sakura sedang menggendongnya ala bridal style.

'Seharusnya aku yang menggendong ala pangeran begini! Bukannya dia! Akh… aku seperti tuan putri saja sedangkan dia pangerannya. Dattebayo!' Innernya tak henti-hentinya mengomel.

"Sakura-chan bi-bisakah kau menurunkanku?" Ia baru sadar kalau wajahnya dengan Sakura begitu dekat. Sakura mengangguk dan menurunkannya.

Naruto berjalan ke jendela dan mendongak ke atas melalui kaca yang pecah itu. Lalu dia mendongak melihat pistol yang masih menempel di atas.

"Bekas yang sama dari pistol itu. Jadi dia memakai pistol untuk memanjat hingga sampai kamarku dan memecahkan kacanya untuk masuk." Gumamnya mengusap-usap dagu mulusnya.

'Tapi bagaimana dengan kepalanya yang berlumuran darah itu? Apa mungkin dia di kejar seseorang atau dia seorang teroris?' Ujarnya dalam hati.

Naruto menggelengkan kepalanya kuat-kuat mencoba menepis pemikiran negatifnya. Mana mungkin gadis secantik itu seorang penjahat. Tapi kemungkinan juga iya, karena dia memegang pistol aneh yang sulit untuk di temukan bahkan di pasar gelap sekalipun. Profesinya sebagai polisi pun, tidak pernah menemukan jenis pistol yang di pegangnya saat ini. Bahkan dirinya mengakui bahwa gadis misterius di belakangnya ini cukup berbahaya.

Dia harus menyelidiki pistol dan identitas gadis ini bersama Sasuke. Jika benar gadis itu seorang penjahat maka ia akan memenjarakannya, jika tidak, dia harus mengembalikan gadis ini ke orang tuanya dan melamarnya.

Naruto menepis pemikiran terakhirnya, kenapa malah berfikir ke sana. Memang dia tertarik dengan gadis bermata emerald ini tapi mana mungkin dia jatuh cinta secepat itu. Tidak, tidak mungkin.

Naruto menengok kearah Sakura yang sedang berdiri hanya menggunakan selimut pendeknya, sontak pipinya memerah lagi kali ini lebih matang. Ia menggaruk-garuk rambut pirangnya yang tidak gatal, "Sakura-chan ayo kita belanja membeli pakaian yang pantas untukmu."

TBC

Selesai juga capter ini, saya bingung masa di capter satu typonya banyak banget pas publish padahal saya sudah ngecek sampe 3 kali dan juga yang seharusnya sudah di bold malah jadi seperti semula ;((

Capter depan akan ada aksi kejar-kejaran orang masa lalu Sakura yang menginginkan tubuh Sakura#loh? dan kebanyakan deskripsi.

Dan soal cinta-cintaan NaruSaku akan berjalan seiring terkuaknya masa lalu Sakura dan ingatannya yang sudah sempurna, Sakura sedikit*?* kejam ketika membunuh orang saat ingatannya 100% pulih #ingat flashbacknya?

dia punya style sendiri untuk membunuh.

Ada yang bisa menebak jenis pistol punya Sakura? Yang bisa nebak ntar di kasih kissu dari Tobi*?*

Fic saya selanjutnya adalah: 1. New York Nights-Rate M ( Multichap)

2. American Pie-Rate M (Multichap)

3. My Future Husband Is Pervert-Rate M (Multichap)

4. Only You-Rate T (One shot)

Monggo silahkan dipilih para readers sekalian, saya lagi kebanjiran*?* fic saat ini dan tidak tahan*?* untuk di publish karena semua itu sudah saya ketik percapter.

Saya sudah bertekat untuk membuat fic spesialis AU#berkobar-kobar ala Lee

Kalau canon saya serahkan sama Masashi-sensei dan juga meramaikan fic NS saya tercinta yang sepi T^T Jangan tanya soal, umur saya ini sudah 17/5 tahun!#emangnya ada?

SELAMAT ULANG TAHUN! Masashi-Sensei moga panjang umur dan sehat selalu! Terus berkarya Sensei :D Jangan lupa NaruSakunya#ngarep

Yang review : Wi3nter(salam cinta NaruSaku juga#muach!),Lady Spain(saya hanya menyimpulkan disetiap fic yang saya baca jika mabuk pasti melakukan hal 'itu' Sasu punya klub malam sendiri khusus buatnya^^),Moochi-San(makasih sudah meriview fic saya, kurang lebih begitu seperti peliharaan untuk membunuh orang^^),Yahiko namikaze ngga bisa login(monggo kita lihat bareng-bareng di komik Naruto#plak),Kanami Gakura(salam kenal juga#muach!),Dante stevehart(ini udah di perpanjang kaya rel kereta*?*),Rio Praditya Dika(saya ga janji ya abangku tercinta ga bikin lemon hahaha#ketawa ala Lee),chocovic-chu(saya ga tau apa seru atau engga itu menurutmu saya hanya pasrah aja deh -,-),Debbie-chan and jeclien-chan(maaf ya saya ga bisa apdet kilat#bungkuk-bungkuk),Violet7orange(ini udah terkuak di capter 2^^),bella(makasih di bilang bagus^^),Miya-hime Nakashinki(aduh maaf banget ya soalnya saya nulisnya merem melek*?* sih),uchiha Michiko-chan 'Elf(terima kasih sudah mau meriview fic saya^^),Deidei Rinnepero13(wah, kayaknya cinta banget nih sama Deidara, nanti Deidara bakal muncul kok^^ terima kasih sudah memberi tahu kesalahan di sufix nii ;D),gui gui M.I.T(ini udah kupanjangin, makasih udah riview),Rey619(salam kenal juga#muach! soal identitas Saku nanti saya jelaskan perlahan-lahan^^ yang jelas dia bukan orang baik, makasih riviewnya).

Sesuai jadwal*?* saya bakal apdet pas Naruto juga apdet. Saya apdetnya hari rabu/kamis sore di wilayah Jakarta dan sekitarnya*?* maaf saya ga bisa apdet kilat karena author juga punya kehidupan sendiri#ditampol

Oh, iya soal fic Sakura, saya tidak bisa merangkai kata romantis, saya ga berpengalaman di bidang*?* itu#nengok mantan-mantan saya

maaf jika mengecewakan T^T

-See you bebe-