Monster in Me

Cast :

Lee HyukJae

Lee DongHae

Some of Super Junior member

And other Group

Rate :

M

Genre :

Hurt and Romance

.


.:. Monster in Me .:.


.

"Tidak perlu sungkan, melihat Kau polos begini membuatku ingin… Yahh, maafkan Aku karena tidak dari semalam.. mungkin morning sex bagus ?",

"BANGSAAAT !, APA MAKSUDMU ?".

.

.

"Kyu.. Kau BODOH, GILA, BRENGSEEEK..",

"Okee Aku tahu Hyung.. tapi please jangan berteriak di apartement orang..",

"Kau yang membuat Aku begini, YA !.. Kau kemanakan bajuku.. Kenapa Aku bangun hanya dengan selimut bodoh ini… Dan siapa Ahjushi mesum itu ?… KAU !... ARRGHHH..".

"Hyung.. tenanglah.. jebbal, sungguh boxermu masih terpakai",

"MWO ?", Eunhyuk membelalakkan mata kecilnya walaupun ukurannya terlihat biasa saja namun tetap lebih lebar dari sebelumnya. Dengan santai ia menarik selimut tersebut dan sontak dua namja yang ada di samping bed dan di ambang pintu membuka mulut mereka. Putih, sangat malah, tak ada noda sama sekali dan sangat pas untuk kaki seorang model sekelas Eunhyuk, satu bekas luka pun juga tak ditemukan.

"Ahh.. Aku pikir..", Eunhyuk menjeda ucapannya dan menghela nafasnya sebagai tanda lega. Mengerti akan hawa hening di sekitarnya ia menolehkan kepala ke kanan. Mata mereka bertemu untuk yang kedua kalinya, seperti menyiratkan tatapan kagum satu sama lain, walaupun kesannya masih asing.

"Eee.. Hyung, cepatlah mandi dan pakai seragammu, Kita hanya punya waktu 45 menit lagi untuk ke sekolah..", Mengerti akan tatapan namja dengan kemeja hitam yang sangat pas di tubuhnya pada Eunhyuk, lebih tepatnya kaki mulus Eunhyuk, membuat Kyuhyun, namja yang berdiri di ambang pintu dengan tentengan seragam yang sama dengan yang ia pakai bertindak untuk mencairkan suasana.

"Dimana ?", tanya Eunhyuk singkat.

"Apanya Hyung ?",

"Dimana Aku bisa membunuhmu ?,.. KAMAR MANDINYA, BODOH ",

"Ahh.. di sana", Kyuhyun menunjuk pada ruangan dengan kaca transparan yang ada di sudut kiri ruangan.

.

.

"Kyu !/ Hyung !", bersamaan namun beda pengucapan.

"Apa Hyung ?", salah satu mengalah, mempersilahkan yang lebih tua untuk mngeluarkan ungkapan pertamanya.

"Siapa Dia ?",

"Astaga.. Kau tak melakukan apa-apa padanya kan Hyung ?", Seperti baru sadar akan teriakan tidak sopan Eunhyuk pada orang yang dipanggilnya Hyung ini membuat Kyuhyun memikirkan sesuatu yang lain.

"Melakukan kok..",

"HYUNG, KAU !..",

"Hampir lebih tepatnya, Kau tak lihat kancing kemeja ku masih terpasang atau Kau berhalusinasi Aku telah melepas ikat pinggang ini ?..", Tunjuk namja tampan ini dengan santai pada benda hitam mengkilap di pinggangnya yang entah berapa juta harganya.

"Syukurlah..", Giliran Kyuhyun yang mengekspresikan kelegaannya.

"Kau dapat dari mana Dia ?",

"Mwo ?",

"Ehm.. maksudku, Dia lumayan… yahh, tubuhnya oke sepertinya, hanya saja bibirnya terbiasa mengeluarkan kata kasar, tapi justru style ku yang seperti itu",

"Hyung Kau gila ?",

"Omo !, jangan-jangan Dia yang Kau tawarkan padaku kemarin Kyu ?",

"DONGHAE HYUNG !, Jebbal",

"WAEE ?",

"Sebenarnya Apa alasan Hyukkie Hyung mengataimu bangsat tadi ?",

"Ahh.. jadi itu namanya, Hyukkie.. nama yang manis",

"Hyung jawab pertanyaanku !",

"Aku menawarinya morning sex", seperti tidak ada beban saat mengucapkan kalimat ini bagi Donghae. Memang tidak masalah atau tidak merugikan siapapun, tapi dapat dipastikan siapapun yang mendengarnya akan menggelengkan kepala atau mengelus dadanya.

"Kau tidak berniat memberikannya padaku ?", lanjut Donghae namja yang lima tahun di atas Kyuhyun.

"Tidak yang satu ini, jangan mempermainkannya.. Dia.. sahabatku",

"Ah, geurokuna~, Aku pikir yang biasa Kau sewa". Kyuhyun meraup wajahnya dengan tangan kanannya, ia memaklumi betapa menyebalkan jika sudah berhadapan dengan Lee Donghae, sepupunya ini.

"Hyung, berhentilah bermain-main, Kau sudah bertun—"

"Jangan membicarakan orang lain yang tidak ada disini Kyuhyun !".

"Hah.. Whatever lah".

.


.:. Monster in Me .:.


.

Butuh waktu yang lama untuk Kyuhyun menunggu Eunhyuk dan ia sangat maklum dengan keadaan ini. Dan karena waktu memang tak pernah bersahabat dengan keduanya, membuat Kyuhyun dengan sangat terpaksa menyeret Eunhyuk ke Ferrari merahnya, bukan karena ia disiplin, ia hanya malas jika harus memutari lapangan berpuluh-puluh kali karena terlambat dan konyolnya jika ditanya alasan, jawaban yang mungkin adalah menunggu temanku berdandan.

Beberapa jam telah berlalu dan tak satupun dari kata yang diuraikan Seongsanim dimengerti Eunhyuk. Entah kenapa mata asing yang menyapanya tadi pagi membuat ia kehilangan fokus. Dan ditempat ramai dengan jajaran makanan inilah ia dan Kyuhyun berada saat ini.

"Kyu !",

"Jangan memarahi Aku lagi Hyung, dari semalam Aku diceramahi habis-habisan oleh Appaku..",

"Kau pantas mendapatkannya..",

"Itu karenamu Hyung",

"Wae ?, Kenapa menyalahkanku ?",

"Aku pulang dengan seragam penuh muntahan dengan bau alcohol, hebatnya lagi Aku menjadi miskin seketika, Kartu ku ditarik dan… Kau harus membayar makan siangku, Hyung manis",

"Itu bayaran yang pantas karena menelantarkanku semalam, ditempat orang asing yang dengan gilanya menawariku berc—", Buru-buru Eunhyuk menutup bibirnya, hampir saja ia mengatakan hal yang tabu di depan Kyuhyun, terlebih mereka masih di area sekolah.

"Ber ?", Kyuhyun sebenarnya tahu kata apa yang akan Eunhyuk ucapkan, ekspresi Eunhyuk terbilang imut menurutnya sehingga dengan sengaja ia menggoda namja bersurai blonde panjang ini.

"Ahh.. Annio, eee… ngomong-ngomong… dompetku dimana ya Kyu ?", Eunhyuk menggeledah isi tasnya sembari bertanya panik.

"Yang benar saja Hyung, Aku hanya memintamu mentraktirku tapi Kau pura-pura dompetmu tak ada",

"Sungguh… Aku tidak bohong, Astaga.. dimana Aku menaruhnya ya… Ahh… eotokhae ?", dengan tingkat kesabaran yang super lower, Eunhyuk membalikkan tasnya dan menumpahkan isinya.

.

SRAAAAK

.

Semua mata menatap ke arahnya, lebih tepatnya pada benda-benda yang terjatuh di lantai kantin sekolah tersebut. Walaupun salah satu hobby Eunhyuk adalah clubbing, namun yang tengah tercecer di lantai dan menimbulkan tatapan heran dari teman-temannya bukanlah peralatan injeksi atau obat-obat terlarang.

"Hyung.. Astaga, jangan terburu-buru..",

"Eotokhae Kyuu… Aku bisa dibunuh Appa.. aish.. identitas ku di situ semua.. ahh.. eotokhae ?..", Eunhyuk tidak menggubris sekitarnya yang menatap dengan pandangan bahaya, ia tetap mengobrak-abrik barang-barangnya walaupun dompet yang ia cari tidak ada di sana.

"Hyukkie Hyung, eye liner mu tumpah.. Astaga… Lips balm mu patah.. Berhentilah panik atau seongsanim akan kemari dan menghukummu karena membawa benda-benda ini".

"Ta—tapi Kyuu~", Eunhyuk merajuk tentu saja, isi dompetnya tidak hanya nilai dollar tapi juga identitas yang sengaja ia sembunyikan.

"Hyung lihatlah murid-murid lain sedang menatap ke arahmu… Ayo Aku bantu bereskan, mungkin dompetmu tertinggal di tempat Donghae Hyung",

"Mwo ?.. Brengsek Siapa lagi itu ?",

"Shuuut.. Hyung Jebbal !.. Sudahlah, nanti Kita cari lagi".

"Lalu Kita akan kelaparan di sini ?, Demi Tuhan Kyu, Aku belum makan apa-apa dari semalam..", Eunhyuk merengek namun terlihat cocok dan alami, sedang Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepala.

"Siapa suruh ceroboh dan meninggalkan dompet sembarangan ?",

"YA !, KAU YANG MENELANJANGIK—mbbkk…mmbb.. YA !", Kyuhyun membungkam bibir kecil Eunhyuk yang tanpa tahu tempat meneriakkan kata frontal yang gila seperti barusan.

"Diamlah !.. Sumpah, Kau akan membuat siswa lain salah paham, lihat mereka semua menatapku seakan Aku seorang cabul", Eunhyuk menunduk mendengar Kyuhyun yang menyeramkan, benar juga menurut Eunhyuk, kenapa ia tidak bisa menahan mulut kecilnya untuk mengeluarkan kata secara sembarangan.

"Hyu—hyung.. jangan menangis, Aku tidak sedang memarahimu", Kyuhyun yang tahu bagaimana keadaan Eunhyuk, bersuara untuk mencegah Eunhyuk sebelum Eunhyuk benar-benar menangis.

"Aku lapar.. Kyunaa~", Eunhyuk mendongak dan memperlihatkan tatapan anak anjing yang menggemaskan. Besar keinginan Kyuhyun untuk merantukkan kepalanya pada meja persegi di depannya ini. Eunhyuk berhasil membuatya menjadi sangat bodoh.

"Ahhh.. geure..geure, Stop beraegyo di depanku.. Aku akan mencari cara supaya Kita bisa makan dengan gratis", Kyuhyun menyerah dan memalingkan kepalanya ke arah pintu masuk kantin. Terlihat beberapa yeoja yang terbilang cantik dengan aksesoris mahal dan mungkin isi tas yang tak jauh berbeda dengan Eunhyuk yang namja. Mengingat Kyuhyun memang sangatlah jenius, tidak heran Eunhyuk menatap tangan Kyuhyun yang melambai pada yeoja-yeoja tersebut dengan biasa. Ini yang sering Kyuhyun lakukan.

"Seohyunnie Anyeong !", Suara Kyuhyun memang murni yang terbaik di sekolah ini. Bahkan hanya untuk sapaan, terdengar sangat menggetarkan.

"Kyuhyun Oppa~", Sesuai dengan tebakan Eunhyuk, yeoja ini mendekat dan Kyuhyun memulai aksinya.

"I miss you darl… ~Chup", begitu mendekat Kyuhyun langsung berdiri dari kursinya dan melayangkan ciuman manis di kening salah satu yeojanya ini. Dan benar sekali lagi tebakan Eunhyuk jika wajah yeoja ini merona.

"Sayang, Kenapa diam saja ?, Tak merindukanku eoh ?",

"Cihh..", Eunhyuk menggelengkan kepalanya merasa tak puas dengan cara Kyuhyun. Mata Kyuhyun membelalak seperti memberi isyarat Eunhyuk untuk diam.

"Tentu saja Aku ri—rindu pada Oppa", Kini giliran Eunhyuk yang mengalihkan arah pandangnya, ia merasa sangat tidak nyaman menjadi obat nyamuk Kyuhyun hanya demi porsi makan siang.

"Sayang Kau tahu.. Aku terkena masalah, dompetku hilang dan.. entah Kenapa Aku sangat lapar sekali.. Bisakah Kauu—",

"Tentu Oppa, aigoo.. kasihan sekali, pasti Oppa sangat kelaparan Nee ?.. Ayo Oppa pilih makanan yang Oppa suka, Aku harap dompet Oppa ditemukan oleh orang yang baik.. Kajja !",

"Thankyou Baby", Kyuhyun menggandeng pinggang kecil Seohyun dan meninggalkan Eunhyuk dengan hadiah kerlingan mata sebelumnya.

"Ahh.. Dasar, Kenapa namja selalu brengsek sepertinya..", Eunhyuk bergumam setelah Kyuhyun meninggalkannya. Mungkin ia sedikit lupa dengan gendernya sendiri.

.


.:. Monster in Me .:.


.

"Kerja yang bagus Mr. Lee, anda sangat muda dan berbakat, saya rasa itu diturunkan oleh mediang ayah anda",

"Pujian anda berlebihan Tuan Jung, perusahaan anda bahkan lebih sukses dengan model-model yang banyak dikenal dunia",

"Ha..ha..ha, semoga kedepannya nanti Kita bisa bekerja sama dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang layak",

"Ndee.. Saya sangat bersyukur sekali karena perusahaan anda mau menerima tawaran kerja sama dari perusahaan saya",

"Ndee tentu saja, ehm.. kalau boleh saya tahu Siapa namja yang menjadi perwakilan anda kemarin.. karena Saya rasa ia juga sama berbakatnya dengan anda..",

"Dia wakil Saya sekaligus sepupu Saya, Ndee.. dia memang sangat berbakat di usia yang jauh lebih muda dari Saya".

Percakapan antar dua pemimpin perusahaan ini terus berlangsung sampai berpuluh-puluh menit kedepan, hanya untuk saling memuji lawan bicaranya. Donghae yang sedari tadi dipanggil oleh Tuan Jung terlihat santai menikmati dengan soapan perbincangannya dengan Tuan Jung yang seusia mediang Appanya.

Donghae barusaja memasuki apartement mewahnya, ia melepaskan jas, dasi juga kemeja, disusul dengan celana dan menggantinya dengan pakaian yang lebih santai. Ia beralih ke smartphone hitamnya dan mengecek jikalau ada pesan yang masuk.

"Huh ?.. Pesan dari Kyuhyun, tumben sekali dia", Donghae menyentuhkan jari-jari tegasnya untuk membuka pesan yang dimaksud dan melakukan tindakan seperti mencari sesuatu mirip dengan perintah yang ada di pesan tersebut.

"Apa ini yang ia cari ?", Donghae menemukan sesuatu dan mengangkat benda berwarna hitam dengan hiasan batu-batu emas yang sepertinya memang asli. Tanpa ragu dan permisi Donghae membuka benda ini.

"Jung Eunhyuk ?.. Marganya tidak asing.. Eun—Hyuk.. Hyuk.. Hyukkie ?.. Ahh.. Jadi ini milik bocah seksi itu", Donghae menutup tanpa berniat lebih jauh isinya, ia menyeringai karena otak cerdasnya memainkan imajinasi dengan baik.

"Akan kubuat ini menarik..", tambahnya tanpa Kita tahu apa maknanya.

Kembali ia memfokuskan pandangan pada smartphonenya, mencari nomor seseorang yang ia tuju dan mendialnya.

"Yeoboseyo Kyu !",

"Hyung Wae ?",

"Aku menemukan dompetnya, suruh saja temanmu datang ke apartement nanti",

"Setelah ia selesai dengan pekerjaannya, Aku akan mengantarnya ke tempatmu Hyung",

"Ohh.. keunde Kyu.. Kita ada sedikit masalah",

"Apa lagi Hyung ?",

"Kau tahu Tuan Jung kan.. Dia ingin bertemu denganmu, Aku rasa ia tertarik membicarakan bisnis denganmu.. Yahh.. Aku juga mengakui kalau Kau berbakat",

"Jinjayo ?",

"Ndee.. Dia mengundangmu makan malam.. Otte ?",

"Eee... mian hyung.. Aku sedang menem—",

"Baiklah, Aku rasa Aku tidak perlu memintakan kartu mu pada Cho Ahjushi nee ?",

"Ah.. Hyung benarkah Kau akan memintanya pada Appa ?",

"Asal, Kau datang ke alamat yang Aku kirimkan..", Ancam Donghae dengan nada aman.

"Arraso..arraso hyung, Aku pasti datang.. sungguh".

Donghae menyeringai ulang, tentu saja ia berbohong, membuat janji dengan Tuan Jung saja belum, lebih tepatnya akan. Bukan berarti ia memanfaatkan Kyuhyun, namun bisa dibilang mereka saling menguntungkan.

"Jung Eunhyuk.. tunggu saja sexy, Aku pastikan Kau tak akan lepas dariku..".

.


.:. Monster in Me .:.


.

Wajah manis Eunhyuk nampak lelah, ia telah menyelesaikan dengan rapi serangkaian pemotretan gila dan entah kenapa, photographer nya mulai menyarankan hal ekstrim seperti memperlihatkan bahu putihnya atau sebagian perut sexynya. Bukannya Eunhyuk tak nyaman, hanya saja mengingat tatapan kru dan staff namja membuatnya malas, tapi tetap ia tunjukkan performa maksimalnya. Dan di sinilah sekarang ia tengah memencet bell apartement seseorang.

.

TING TONG

.

Tidak ada tanda pintu akan terbuka sama sekali, beberapa kali ia mencoba masih tetap sama. Namun getaran smartphone barunya membuat ia mengalihkan perhatian dari pintu.

"Huh ?... nomor siapa ini ?", Eunhyuk mengendikkan bahunya dan menjawab panggilan masuk tersebut.

"Hallo !",

"861015",

"Apa ?", Eunhyuk tentu saja tidak mengerti dengan maksud suara asing tersebut.

"Password pintunya.. sexy~",

"DAMN !", Eunhyuk mematikan panggilan tersebut, gila fikirnya, ia sudah bisa menebak dari siapa panggilan tersebut walaupun ia belum mengenal nama orang asing itu.

"Dari mana ia mendapatkan nomorku… Arrhh.. dan sexy ?.. Apa maksudnya itu tadi… huuhh.. derita apa lagi ini.. Kenapa hidupku terus sial dengan orang-orang mesum merepotkan sih". Eunhyuk menggerutu secara pribadi, namun tangannya tengah menekan angka yang ada di depannya ini.

.

TRING

.

Pintu terbuka dan…

"Selamat datang, manis..",

.

DEG

.

'Suaranya Kenapa manly sekali sihh..', fantasi liar Eunhyuk berani gila, memang benar jika suara ini terdengar jauh lebih gentle dari pada yang di telephone tadi.

"Kenapa berdiri di situ eoh ?.. duduklah di sini", Donghae mendekati Eunhyuk, mungkin mengajaknya untuk duduk di sofa maroon yang nampaknya sangat bagus untuk diisi dengan desahan menggoda yang indah. Tapi obsidian Eunhyuk membelalak, bukan karena takut di dekati namja yang diakuinya tampan itu, melainkan dengan apa yang dipakai Donghae, hanya handuk yang melilit di pinggang lelakinya. Tapi buru-buru Eunhyuk mengubah tatapannya dengan santai, ia tak mau kejadian memalukan seperti tadi pagi terulang, lagi.

"Apa Kau sedang tak punya uang ?.. tapi kulihat Apartement mu bagus..", Eunhyuk mulai dengan kesan bad nya.

"Huh ?",

"Kau tak bisa membeli pakaian kah, sehingga hanya handuk yang Kau pakai ?", rahang Donghae mengeras, bukan karena marah mendengar hinaan Eunhyuk, tapi karena ia berpikir sepertinya akan sangat menarik menaklukan sexy di depannya itu.

"Ha..ha.. Aku rasa tidak demikian, Aku baru menyelesaikan mandiku dan… Tidakkah Kau melihat tetesan air ini, cantik ?",

"Apa bagusnya, percuma tubuhmu indah jika hanya ingin pamer",

"Mwoya ?",

Eunhyuk mengulang dengan lebih parah lagi. Matanya beralih menatap objek lain di ruangan ini. Nystagmusnya terlihat sedikit ke kanan dan kiri beberapa kali.

Donghae semakin mendekat, sehingga kini tepat di hadapan Eunhyuk. Eunhyuk yang lebih pendek dari Donghae membelalakkan matanya tanpa Donghae ketahui, ia berhadapan tepat di depan dada tegas Donghae yang sepertinya sangat nyaman untuk disandari. Tangan Donghae terbawa untuk menyingkirkan sedikit anak rambut Eunhyuk.

"Kalau tidak salah… Aku mendengarmu…. Mengatakan bahwa tubuhku… bagus, benarkah ?..", Eunhyuk mendongak dengan ekspresi kagetnya, terlihat sangat menggemaskan untuk Donghae.

"Bagaimana jika dilihat dari dekat seperti ini ?",

"MWO ?.. Ahjushi.. Kau salah paham dengan maksudku, lihat..lihat !.. disini..disini..disini.. tubuhmu BAHKAN LEBIH BURUK dari teman modelku yang lain…", Eunhyuk berani berkomentar dan memberikan sentuhan sedikit kasar pada pundak, dada dan perut Donghae. Dan salahnya, Donghae menatap getaran dan rasa dingin dari tangan yang menyentuhnya barusan.

"Oh ya ?... Bagaimana kau bisa bilang buruk kalau belum mencobanya ?",

"KAU GILA AHJUSHI !.. YA !.. cepat berikan dompetku dan Aku akan segera tidur di bed kebanggaanku dengan tenang",

"Ck..ck.. Kenapa buru-buru sekali… Wine atau Tequilla ?", Donghae bertanya sembari memakai kaos putih yang telah ia siapkan sebelumnya. Eunhyuk mulai menatap namja ini dengan jengah. Baru setelah Donghae akan melakukan gerakan melepas handuknya, Eunhyuk buru-buru membalikkan badannya.

"Wae ?.. Kenapa berbalik ?.. Apa Aku menakutan ?",

"AHJUSHI CEPAT PAKAI CELANAMUU !",

"Aku sudah memakainya, sebelum Kau datang kemari malah",

"Mwo ?", Eunhyuk berbalik dan benar, ia merasa bodoh dengan namja tampan di depannya ini. Ternyata dibalik handuk tadi ada celana hitam pendek yang dipakai Donghae.

"Ahjushi palliwa.. Berikan padaku.. isinya sangat penting sungguh", Eunhyuk juga tidak menyadari jika ia berubah menjadi manja dan merengek seperti ini.

"Simpel saja, Minum denganku dan Aku akan memberikan dompetmu..", Eunhyuk memutar bola matanya, tapi ia sudah sangat lelah hari ini, malas untuk berdebat dan membuatnya semakin berdebar, tapi bukan kata itu yang dipilih Eunhyuk, melainkan emosi.

"Arraso.. arraso, selesaikan dengan cepat !",

"Apanya yang cepat sayang ?.. bukankah lebih nikmat jika tidak terburu-buru dan sensasinya…", Donghae menjeda ucapannya.. ia mendorong bahu Eunhyuk, hingga sang objek terjatuh pada sofa maroon seperti yang sudah di rencanakannya. Ia menindih tubuh ringkih namun sexy milik Eunhyuk.

"Huhh.. Bisa dibayangkan betapa menyenangkannya jika kita.. disini… saling menyentuh..", Kembali Donghae meluruskan aksinya, menggerakkan telunjuknya untuk mengelus garis leher Eunhyuk.

"Saling berbagi kenikmatan…", kini tangan Donghae membuka kancing pertama Eunhyuk.

"Kemudian… mendengar desahanmu.. uhh… dan itu sudah cukup membuatku hard..", Donghae mengalihkan tatapannya ke arah selatan tubuhnya, diikuti oleh Eunhyuk.

"Kau tahu maksudku kan sayang ?", Eunhyuk beralih menatap mata Donghae dan dengan bodohnya ia mengangguk.

"So ?.. Aku rasa Wine bisa menghangatkan kita..", Donghae menjauh dari tubuh Eunhyuk, ia tidak menyadari wajah memerah Eunhyuk karena malu akan permainan Donghae barusan.

"Kau mempermainkanku, Ahjushi ?",

"Maaf ?", Donghae bertanya tidak mengerti, tapi kemudian ia menyadari arti pertanyaan Eunhyuk barusan dengan caranya.

"Ahh.. jadi Kau ingin benar-benar mendesah dibawahku ya ?.. Arraso..arraso, Di sofa atau mau di kam—",

.

PLAAAK

.

"BRENGSEK !, AKU HARAP KITA TIDAK BERTEMU LAGI.. DAN DOMPET… AMBIL SAJA KALAU KAU INGIN !", Setelah selesai meneriaki Donghae, Eunhyuk menyambar tas yang sempat ia letakkan di kursi dan buru-buru keluar dari apartement nista tersebut.

"Sial !.. ia benar-benar tak mudah… namun Aku lebih suka tantangan".

.


.:. Monster in Me .:.


.

~Jung's House~

.

BRAAAK

.

"Hyukkie, Kau kah itu ?", Tuan Jung yang ada di ruang kerja mendengar gebrakan pintu yang sudah ia tebak jika itu anak bungsunya. Ia keluar dan menemukan anaknya tengah membuang sepatunya asal dan wajah yang tak begitu enak dilihat.

"Dari mana saja ?, Kenapa tidak pulang semalam ?".

"Appa jangan memarahiku… kemarin Ak—ku.. ehm menginap di tempat Jungsoo Hyung, karena sudah terlalu malam dan Aku juga sangat lelah",

"Bersihkan dirimu dan istirahatlah segera",

"Huh ?", Eunhyuk membuat wajah yang serius, Tuan Jung memang selalu perhatian pada Eunhyuk, namun bukan itu yang membuat Eunhyuk merubah air mukanya. Melainkan ia tidak membayangkan jika jawabannya tadi 'Aku mabuk dan menginap di rumah Ahjushi mesum dan hebatnya ia menawariku bercinta', kalimat apa yang akan dilontarkan Appanya.

"Palli~ !", Eunhyuk mengangguk mengerti dan bergegas ke lantai atas di kamarnya.

Selesai Eunhyuk membersihkan diri, ia keluar dengan bathrobe putihnya, tepat saat ia menoleh ke dinding belakang kepala ranjangnya ia melihat foto Appa, Umma, Hyungnya dan dia yang saat itu masih balita digendongan sang Appa.

"Bagaimana kabar kalian ?... Umma.. Hyung.. Bogoshipo.. Apa kalian tidak merindukanku..",

.

Tes

.

Manis jika Eunhyuk menangis dalam keadaan bahagia, tapi memori beberapa tahun lalu membuatnya mengingat hal yang selalu menghantuinya setiap malam.

"Kenapa Umma pergi dan hanya membawa Sungmin Hyung… Di sini sepi Umma…", Berganti dengan mata sebelahnya yang kini menetes, diikuti dengan tetesan-tetesan berikutnya yang membuat itu semakin banyak.

.

CKLEK

.

"Anak Appa menangis eoh ?", Eunhyuk belum sempat mengusap air matanya ketika pintu terbuka. Sudah terlambat karena Appanya pun sudah tahu jika ia menangis.

"Appa.. Aku rindu Umma dan Sungmin Hyung..",

"Diam !.. Jangan membicarakan mereka lagi !", Wajah Tuan Jung berganti tegas dan penuh Emosi mendengar dua orang yang disebutkan anaknya itu.

"Kenapa Umma hanya mengajak Sungmin Hyung, Appa ?.. Apa yang salah dengan Hyukkie.. hikss.. Kenapa Aku yang ditinggalkan..hikss..", Miris sekali bagi Tuan Jung melihat bungsunya menangis seperti ini, lagi dan lagi. Ia ingin merengkuh anak manisnya itu, karena itu ia semakin maju mendekati sang anak.

"Ini salah Appa, APPA YANG MEMBUAT UMMA PERGI.. hikss.. APPA JAHAT !",

.

TRAK

.

Dengan kasar nampan yang berisi makanan itu terbanting di meja, namun tidak sampai tumpah bercecer.

"Jangan pernah menyebutkan namanya lagi, kalau Kau masih ingin disayang Appa..", Tuan Jung berlalu tanpa jadi memeluk anaknya yang rapuh itu. Sedangkan Eunhyuk tambah terisak, ia begitu ingin menemui orang terkasihnya itu.

.


.:. Monster in Me .:.


.

"Hyukkie, matamu bengkak..",

"Apa terlihat sekali Hyung ?... Apa Aku perlu memakai kaca mata ?", Eunhyuk mengambil cermin dan memastikan kebenaran yang dikatakan Jungsoo, managernya.

"Ehm.. memakai juga tidak apa-apa.. Kesan pertama harus baik, Kau yang terbaik di sini dan lagi semua pimpinan akan hadir.. Jadi pastikan Kau tetap Oke..",

"Tapi Hyung, Aku rasa jam cartier ku tidak pernah salah.. See !.. Kita sudah 2 jam di sini dan acara belum juga dimulai… padahal semua kru sudah datang.. katanya acara penting.. tapi apa, tak berkualitas sama sekali",

"Hyukkie berhentilah mengomel.. fokus saja pada make up mu.. Kita masih menunggu perintah dari Sanjangnim",

"Kenapa pimpinan selalu bertingkah sialan ?",

"Hyukkie~ !",

"Ahh.. Hyung, Aku harusnya bisa pergi ke sekolah dahulu setidaknya, Aku benar-benar tak tahan disini.. sekali-kali Kita juga harus memberontak", Eunhyuk berhenti dari kegiatan memoles make up tipisnya, ia tiba-tiba berdiri dan mengambil Channel terbarunya dan bergegas.

"HYUK, KAU MAU KEMANA ?.. YA !.. YA !", Jungsoo berlari mengejar Eunhyuk, tangannya memberi isyarat beberapa staff untuk menghentikan Eunhyuk. Salah satu diantara staff seperti tengah menghubungi seseorang, entah seperti melapor atau ada tujuan lainnya.

"Hyukkie Kau bukan anak kecil lagi, Kau yang terpenting disini.. mana professional yang menjadi cirimu, hah ?", Suara Jungsoo sukses menghentikan gerak kaki Eunhyuk.

"Mereka pimpinan BANGSAT yang mempekerjakan Aku secara tidak professional.. Bagaimana Hyung menyuruh Aku untuk professional ?", Eunhyuk sama sekali tidak marah dengan ungkapan Jungsoo, ia malah membalas dengan hinaan liarnya di depan banyak orang seperti saat ini.

"Hyukkie Jebbal… sekali ini saja Kita yang menunggu, Oke ?",

"Aku akan pergi.. kalau Hyung masih mau disini sil—",

.

"EUNHYUK-SHI", Panggilan dari staff wanita yang sepertinya tidak ia kenal membuat Eunhyuk menutup matanya sebntar dan menatap tajam staff tersebut, ia belum sempat menyelesaikan kalimatnya dan sudah dipotong, maka pantas jika ekspresinya seperti sekarang ini.

"WAE ?",

"Anda dipanggil Sanjangnim di ruangannya..",

"Ahh.. jinjaaaa… Apa lagi ini ?", Jungsoo menundukkan kepalanya, membayangkan bagaimana ia nanti akan dihabisi dengan kemarahan atasannya terkait sikap modelnya ini.

"Kajja !", dengan pasrah Jungsoo menarik lengan Eunhyuk.

.


.:. Monster in Me .:.


.

"Sanjangnim.. maafkan sikap Kami.. Kami berjanji tidak akan mengulanginya.. Kami tahu Kami salah..", Jungsoo meminta maaf dengant tulus pada namja paruh baya tampan yang ia tahu adalah Ayah dari model yang duduk di sebelahnya.

"Hyung !.. Jinja, Kenapa Kau yang harus minta maaf.. seharusnya mereka.. Siapa yang membuang-buang waktu berhargaku… Mereka yang tidak professional kenapa harus Kita yang meminta maaf..",

Eunhyuk berujar santai di depan sang Appa yang juga selaku pimpinan perusahaan yang menaunginya. Ia tidak peduli dengan orang lain yang terduduk lebih dalam dari ruangan pimpinannya ini, kira-kira berjarak 10 meter darinya. Malahan orang dengan jas biru tuanya itu terkesan santai, seperti tidak mendengar kemarahan Eunhyuk.

"Ayo Hyung.. Kita keluar.. dan Sanjangnim.. Aku membatalkan jadwalku hari ini… Aku akan membayar ganti ruginya, Anda bisa menggunakan model yang lain.. permisi..", tanpa bungkukan dan salam yang lebih sopan Eunhyuk berdiri dan beranjak dari ruangan tersebut.

"Bagaimana dengan Leiber Precious Rose ?", Ini bukan suara Appanya menurut Eunhyuk. Ia sempat berhenti dan mendengar jelas suara yang menginterupsinya ini. Ia pastikan suara ini milik namja yang duduk membelakangi tak jauh darinya tadi. Tawaran menakjubkan menurut Eunhyuk, begitu istimewanya kah model seperti dirinya hingga tas dengan harga menjulang dan paling diincar itu disebutkan untuknya.

Eunhyuk terkikik dan menatap Jungsoo yang berdiri di sampingnya, berani sekali orang itu menawarkan sesuatu berkelas pada Eunhyuk, pikir Jungsoo. Sedikit Kita tahu Eunhyuk memang tergila-gila dengan barang mewah. Junsoo tahu jawaban gila apa yang akan dilontarkan Eunhyuk, ingat.. Eunhyuk bukan orang yang mudah.

"Sayangnya Aku sudah punya… Kalau Mouawad's 1001 Nights Diamond Purse… Aku bertahan..",

"Deal !", suara yang sangat gentle… ia sedikit terbelalak dengan jawaban setuju tersebut, ia bahkan tidak bersungguh-sungguh meminta jenis tas yang seperti ia sebutkan, ia hanya ingin mempermainkan suasana dan ia sendiri yang terperangkap. Jungsoo pun juga ikut terkaget, walaupun ia tidak tahu merk apa yang disebutkan Eunhyuk, namun mengikuti raut muka modelnya itu membuatnya tahu bahwa itu bukan benda murahan.

Eunhyuk buru-buru berbalik, demi apa ia tidak akan menyia-nyiakan tas gratis yang bahkan lebih mahal dari gajinya. Dan yang terjadi diluar dugaan Jungsoo dan Tuan Jung yang sedari tadi hanya diam, ketika Eunhyuk dan orang asing tersebut saling bertatapan.

"BRENGSEK !.. KAU !",

"Waw.. Apa ini ? .. ternyata Kau… hmm.. sexy, ternyata Kita bertemu lagi", seringai tampan tercetak pada wajah namja ber jas biru tua ini. Mengingat panggilan brengsek itu, tentu Eunhyuk sudah tahu siapa orang itu.

"Hyung !, Dia Ahjushi brengsek yang menahan dompetku itu..",

"Hyukkie jaga perkataanmu, Dia yang akan bekerjasama dengan Kita dan Kau sebagai modelnya", Eunhyuk terlalu fokus pada penjelasan Tuan Jung, ia tidak menyadari jika namja yang dipanggilnya brengsek itu berdiri di sebelahnya.

"MWO ?.. Sanjangnim Anda bercanda ?.. Orang mesu—",

.

~Chup

.

"Nice to meet you beauty..". Kecupan manis di pipi kanan Eunhyuk dihadiahkan tepat di depan mata Tuan Jung.

'Tuhan selamatkan Aku~'

.


~TBC~


.

Buat yang nungguin, Chap 2 Update nih, masih awal-awal bertahap lah ya.. Donghae kenal sama Eunhyuknya.

Buat yang protes gara-gara cast ceweknya, hmm.. maklumi aja lah, namanya juga fiksi, kan buat konflik2 an, nanti nggak seru dong kalau nggk ada konflik.

Saya mau mengingatkan aja nih, ingat loh ya… Ini HAEHYUK main cast couplenya. So, kalau reader nggak suka HAEHYUK, tinggalin langsung aja ya storynya.

Thanks to :anita ariestamaru, Agriester Jewel, haehyuk96, mankhey, danactebh, darahae defender, ren, jewel0404, x, aiyu kie, nemonkey, Chichichim, Haehyuk, ahahyuk, Ainun2409, HHSHelviJjang, haeveunka, isroie106, LookAtHYouk, NicKyun, ChoYenie94, siti sisun, nurul p putri, abilhikmah, cho w lee 794, reiasia95, 25jewels, Lee Haerieun, rani gaem 1 , minmi arakida, lee ikan, HAEHYUK IS REAL, RieHaeHyuk, dekdes, Hein-Zhouhee1015 , Min Hwa , Nakamichan.

Review lagi ya Guys…

Mau update an cepet kan ? #ngancem :D

Thanks :*