Tsuna mengambilnya, lalu meletakkannya ditelapak tangan orang tadi. Orang itu agak terperanjat merasakan ada genggaman ditangannya.

"Siapa itu?! Kamikorosu!" Orang itu berdiri siaga sambil mengancungkan benda metal panjang dari balik jubahnya. Tsuna kaget, mundur beberapa langkah.

[Eh, tunggu…] Tsuna memperhatikan lagi gerak-gerik orang itu. Ia nampak mencari-cari bayangan 'orang' yang telah memegang tangannya tadi. Tsuna tahu, ini awal dari segalanya.

[Eeeh, orang itu buta..!]


Title : PRINCE WHO DUMB

Genre : Romance/Drama

Rate : T...?

Pair : 1827 (Main) , slight 8059

Warnings : AU!Kingdom Palace, Blind!Hibari, Dumb!Tsuna, Typo(s) , alur sulit dimengerti

.

.

.

.

#Happy Reading!

.

.

.

[...] - Tsuna's speech

.

PRINCE WHO DUMB

Katekyo Hitman Reborn Amano Akira

FanFiction Ameru-Genjirou-Sawada

Tsuna terdiam sesaat memandang orang tunanetra didepannya ini. Agak terpesona melihat sang tunanetra.

Eh apa? Terpesona? Tsuna pasti sudah terkena radiasi matahari.

Orang itu menatap sekelilingnya dan menatap Tsuna. Meski Tsuna tak yakin, intuition-nya yakin orang ini tidak tunanetra sepenuhnya. Tsuna mulai takut. Orang itu..ia nampak berbahaya. Tsuna bisa melihat tatapan tajam dibalik kacamata lensa hitam itu.

Tsuna lalu mengambil ranting didekatnya, lalu menggoreskannya ke tanah basah dibawahnya.

Kau bisa membacanya..?

Hibari mendengus malas, "Tentu saja. Kalau tidak ada kacamata ini, aku tidak bisa melihat.." Ujarnya. Tsuna mengulum senyum puas. Lalu menuliskan lagi di tanah.

Bagus. Maaf, aku tunwicara.

Orang tadi hanya memasang muka tembok. Sepertinya ia paham mengapa Tsuna menulis ditanah.

"Maaf. Aku tidak tahu." Hibari menatap nanar didepannya. Tsuna tersenyum maklum.

"JUUDAIME!" Sebuah teriakan familiar mengudara. Sejerumus kemudian orang itu jatuh tersungkur dengan Gokudera Hayato menindih tubuhnya. Tatapannya sengit.

"TEME! APA YANG KAU LAKUKAN PADA JUUDAIME?!" Gokudera menarik jubah orang itu dengan marah.

"Gokudera! Tunggu!" Suara orang lain menginterupsi. Seorang berambut hitam spike berjubah biru laut menarik lengan Gokudera dengan panik. Takut terjadi perkelahian.

"LEPASKAN, YAMAMOTO! ORANG INI SEENAKNYA MASUK KE ISTANA!"

"Tunggu! Dengarkan dulu kesaksiannya—"

Tsuna menarik lengan mereka berdua—meminta untuk diam. Dua orang itu akhirnya berhenti bermain tarik-tarikan.

[Gokudera-kun, Yamamoto, orang ini tadi jatuh ke semak-semak, dia…tunanetra..] Dua orang kepercayaan Tsuna itu agak kaget. Hebat sekali orang tunanetra bisa masuk kehalaman istana.

"Jadi kau—"

"Huh. Aku bukan herbivore lemah sepertimu.." Tukas pria itu dingin. Gokudera kembali tersulut emosinya.

"TEME—"

"Maa, maa, Gokudera, sudahlah.." Yamamoto kembali menahan lengan Gokudera. Ia tidak ingin ada pertumpahan darah hanya karena seorang tunanetra nekat loncat masuk halaman istana.

Tsuna maju selangkah, menarik lengan Yamamoto, lalu membuat serangkaian sandi. Sepertinya, Tsuna ingin Yamamoto menerjemahkan apa maksudnya pada Yamamoto.

"Ah, begitu.." Ujar Yamamoto. Lalu ia balik menatap orang itu.

"Tsuna bertanya, 'Apakah kau benar-benar tunanetra? Bagaimana…kau bisa masuk kesini…'" Yamamoto berucap seiring pergerakkan jari-jemari Tsuna. Lagi-lagi orang itu mendengus.

"Aku sedang berjalan ketika didepanku muncul tembok ini. Kunaiki saja, tak tahunya ada penghuninya.." Ujarnya. Nampak janggal.

"TEME! JANGAN-JANGAN KAU PENCURI?!" Tuduh Gokudera sambil mengancungkan telunjuknya beringas. Yamamoto kembali menahan Gokudera.

"Bukan. Memang hobiku begitu." Sang tunanetra membela diri. Hening, Tsuna maju.

[Tolong panggilkan Reborn, beritahukan padanya untuk memeriksa orang ini dulu..] Gokudera dan Yamamoto mengangguk.

"Maaf, tuan, tapi Anda harus diperiksa dulu.." Ujar Yamamoto lembut. Ia tidak ingin memancing kemarahan orang itu.

Pria itu mengangguk setuju. Lalu semua kembali damai.

.

.

oOo—PRINCE WHO DUMB—oOo

.

.

Sebagai jendral kebanggan dinasti Vongola mulai dari tampuk kekuasaan Daniela, sampai sekarang, dalam kekuasaan Sawada Tsunayoshi, Reborn bertugas untuk melindungi seisi penghuni istana yang terbilang cukup kecil ini. Juga para warga yang hidup bernaung dibawah tampuk kekuasaan Vongola.

Namun kini dihadapannya ia tak bertugas untuk berpatroli keliling desa, atau hal lainnya. Ia disini, disebuah ruang bawah tanah yang suram dan hanya bercahayakan lampu minyak sederhana. Didepannya sang 'pengacau' waktu siang yang damai kerajaan duduk dengan tenang.

Reborn secara pribadi diminta sang juudaime untuk menanyakan beberapa hal.

Tapi ekspresi tak terbaca terlukis diwajah Reborn—yang sayangnya bersembunyi dibalik bayangan fedora. Leon dengan setia bertengger di topi sang majikan.

Reborn meneliti wajah itu dari atas hingga bawah. Kemudian ia tersentak—dalam hati—mengetahui siapa orang didepannya ini.

"Kenapa kau kembali..?" Reborn memecah keheningan diantara mereka, "Jangan coba-coba melawan, atau kau akan menyesal.." .

"Kau tahu aku ini buta, mana mungkin bisa melihat? Apalagi mau melawan.." Ujar orang itu—dengan nada remeh. Reborn mendengus geli.

"Sudah cukup kau mengikis dinasti Vongola, sekarang kau mau mengulangi perbuatanmu..?" Reborn menatap sengit manik yang terbingkai lensa hitam itu intens dibalik bayangan fedoranya. Merasa dongkol telah bertemu orang ini setelah 6 tahun lamanya dicari.

"Apa tujuanmu kembali?" Satu lagi pertanyaan sama terlontar dari mulut tajam sang jendral.

"Aku…tidak ingin membalas dendam."

.

.

oOo—PRINCE WHO DUMB—oOo

.

.

Seorang wanita berjubah putih dengan terusan orange terang melihat dibalik sebuah bola kristal bening. Ia nampak memperhatikan bayangan yang terpantul dari kristal yang nampaknya—kosong itu.

"Okaa-sama, bagaimana keadaan Reborn-ojii-sama?" Tanya seorang gadis berusia 13 tahun yang mengenakan pakaian sama dengan sang bunda. Aria mengelus rambut hitam sang putrid lembut seraya mengulum senyum.

"Ia nampak baik. Belum diapa-apakan." Aria tertawa kecil. Yuni tersenyum.

"Tapi.." Yuni mengerjap heran menatap gelagat sang ibunda.

"Okaa-sama—"

"Orang itu, dia…kembali.." Aria berucap dengan ekspresi yang tidak bisa diterka. Sementara Yuni yang bingung hanya menatap bayangan remang-remang itu.

'Reborn-ojii-sama…'

.

.

oOo—PRINCE WHO DUMB—oOo

.

.

Gokudera Hayato dan Yamamoto Takeshi berjalan berdampingan di lorong lantai dasar bangunan megah itu. Jubah mereka tersibak dan terangkat seiring langkah kaki mereka yang beradu—atau sebenarnya Gokudera yang nampak berjalan lebih panik.

"Nee, Gokudera—"

"Yamamoto, kau tahu kenapa Yang Mulia Iemitsu meninggal..?" Gokudera membicarakan topik yang cukup menghenyakkan hati Yamamoto. Maniknya meredup.

"Ia..dibunuh..?" Iris Gokudera ikut meredup. Langkahnya ia percepat.

"Tunggu, Gokudera—"

"Kita ke perpustakaan kerajaan!" Tukas Gokudera cepat. Yamamoto agak susah menyusul langkah Gokudera.

"Tunggu, Gokudera! Ada apa—" Yamamoto bertanya disela ia mengambil napas karena berlari. Gokudera tetap terdiam.

'Dia—'

= TBC =


Akhirnya publish juga apdetannya!

.

.

Terimakasih semuanya yg udh review chapter 001, padahal Ameru pikir cerita ini bakalan absurd QwQ maaf gabisa disebutin satu-satu soalnya Ameru baru buka hari ini X'D

.

.

Sampai jumpa di chapter 003!