Aimer Le Monde Virtuel

Warning: Genderbender-ssu; Fem!Naru, Fem!Dei. Typo (mungkin X3)

Disclaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto

Christa Renz (Shingeki no Kyojin) © Isayama Hajime

Author: Yuuki no Hime & Shin Kyouki-ssu! X3

.

.

Happy Reading, Minnacchi!

.

.

.


.

Seminggu kemudian Naruto tersenyum lebar menatap layar androidnya. Dan yang ada dibayangan para teman sekelasnya adalah 'Pasti dia membuka Facebook lagi.' Eittss, tapi jangan berpikiran seperti teman teman Naruto, karena saat ini Naruto tersenyum karena menatap layar ponsel androidnya, yang berisikan nama kontak BBM (Blackberry messenger, diandroid ada aplikasinya kan?) 'Sabaku no Gaara'. Dan Ino serta Deidara yang merasa anehpun mencuri lihat ke layar ponsel Naruto.

"Na-Naruto? Kau bercandakan?." Gumam Ino, terkejut.

"Nande?." Balas Naruto tanpa menoleh dan tetap menatap kearah ponselnya dan belum sadar jika layar ponselnya dilihat dan dibaca oleh Deidara dan Ino.

"Aku rasa dia tidak bercanda, Ino" Timpal Deidara, menatap horror kearah layar ponsel Naruto. Naruto yang merasa anehpun melirik ke samping kanan dan kirinya.

"Waaaaaaaa... INOOOOOO... DEIIIIIII..." Dan terdengarlah suara Naruto yang CETAR MEMBAHANA TSUNAMI(?) [Author-ssu: psst, kalo cetar membahana badai dah mainstream-ssu X3] yang dapat mendatangkan gempa dan tsunami kesini.

"KYAAAAAAA... GOMEEENNNN!." Ino dan Deidara yang terkejut pun ikut berteriak dengan kencang, membuat semuanya melihat kearah mereka. Merasa diperhatikan, Ino, Dediara, dan Naruto menatap orang-orang yang melihat mereka.

"Go-gomenasai!." Seru NaruInoDei sambil membungkuk. Dan bertambah speechless lah trio blondie tersebut saat menyadari ternyata Orochimaru-sensei sang guru biologi telah datang.

"O-Orochi-sensei." Ucap mereka terpatah-patah layaknya mengucapkan mantra kematian.

"Namikaze Naruto! Yamanaka Io! Namikaze Deidara!" Ucp Orochimaru-sensei dengan suara bak lonceng kematian bagi mereka bertiga. "Y-Ya, sensei?" Cicit trio blondie tersebut, ketakutan pastinya.

"Setelah ini datanglah keruang konseling." Ucap Orochimaru-sensei dan membawa bukunya untuk ke lab. "Ha-Hai'!" Jawab mereka bertiga dengan susah payah karena saking mengerikannya Orochimaru-sensei bagai ular karena memang mirip dengan ular.

"Baiklah, anak-anak yang kusayangi (Anak-anak tampak menahan diri untuk tidak muntah), hari ini kita akan ke Laboratorium biologi." Ucap sang sensei dengan nada dan ekspresi yang sangat err... Riang? Berbeda dengan wajah sang sensei, wajah parah murid telah menjadi sangat pucat layang mayat kedinginan(?).

SKIP TIIIIIIIMMEEE [ X3 ]

Hari sekarang telah menjelang siang. Neraka bagi mereka telah terlewati dengan banyak jeritan histeris dan kepingsanan(?) dari para murid saat dilaboratorium tadi. Sekarang para murid dikelas Naruto tengah bermain bola volly dilapangan sekolah.

"Ino, Lemparkan padaku!" Seru Naruto dengan Sok nya, padahal semua orang dikelasnya tau bahwa dia tidak pandai bermain volly.
"Errr... baiklah." Ucap Ino dengan agak ragu dan menservice bola volly tersebut kearah Naruto.

JDDUUUAAKKHHHGGG

Kejadian tak terduga –atau malah sudah diduga- oleh murid dikelas Naruto. Naruto mengumpat dengan berlebihan. Namun entah kenapa Naruto merasa pusing melanda kepalanya. Dan selanjutnya hanya kegelapan yang dapat dilihatnya.

Naruto POV-ssu.

'JDDUUUAAKKHHHGGG ' Bola volly dengan berat yang 'ugh' itu mengahantam dengan mulusnya diwajahku ini. Sheat, ini sangat menyakitkan. Aku terus mengeluarkan umpatan-umpatan kotorku dari mulutku ini. Namun tiba tba entah kenapa sakit yang teramat sangat melanda kepalaku. Dan selanjutnya hanya kegelapan yang dapat kulihat.

End of Naruto POV-ssu.

Tubuh Naruto dengan mulusnya akan mendarat kelantai lapangan tanpa pengaman apapun, tepat sebelum seorang pemuda berwajah datar sedatar tembok dirumah milik author dan memiliki manik mata yang indah tampak seperti batu Onyx menangkapnya. Sang penangkap hanya diam dan segera menggendong Naruto ala Brydal Style, yang membuat para gadis, baik dikelas Naruto maupun dikelas lain berteriak kagum sekaligus iri melihat Senpainya yang super tampan dan keren. Sang senpai yang diketahui bernama Uchiha Sasuke segera menggendong Naruto dan membawanya ke UKS dengan santai nan keren.

TAP TAP TAP

Langkah kaki si pemilik manik mata onyx ini bergema. Dan tanpa kebisingan dari teriakan-teriakan para gadis yang selalu mengerubunginya. Tentu saja, ini adalah jam pelajaran berlangsung, dan penjagan disekolah ini tidak memungkinkan para murid untuk membolos, terkecuali untuk Sasuke tentunya. Siapa yang tidak mengenal Uchiha Sasuke? Dengan paras tampan dan tubuh tegap serta seksi. Dan jangan lupakan dia adalah salah satu pemilik Uchiha Corporation, perusahaan yang bergerak disegala bidang, tetapi lebih terkenal dengan mainan dan makanan manis seperti coklat dan permen. Mungkin hanya orang kudet saja yang tidak mengenalnya? Entahlah. Sasuke hanya tetap diam dan melirik anak perempuan yang berada dalam gendongannya tersebut.

Dan, Ohya ada yang ingin tau isi dari pesan di ponsel Naruto tentang percakapannya dengan Gaara hingga mengakibatkan kehebohan dikelasnya tadi? Baiklah, Duo Author yang baik ini akan memberi tau X3.


Participants: -

Namikaze Naruto, Sabaku no Gaara.
Messages: --
View recent messages

»Namikaze Naruto: Ne, baiklah. Aku free kok hari minggu nanti. Sampai jumpa minggu depan Gaara :D.

»Sabaku no Gaara: Hn, kita akan bertemu ditaman Konoha.

»Namikaze Naruto: Tentu,, xDD Kau sudah memberitahuku tadi :D

»Sabaku no Gaara: Hanya berjaga-jaga jika kau lupa.


Kembali ke Naruto dan Sasuke. Sasuke telah sampai di UKS. Dan berutntungnya disana ada Shizune-sensei sebagai dokter penjaga di UKS ini. Sasuke menidurkan Naruto di ranjang UKS.

"Gadis ini kenapa, Sasuke-san?" Tanya Shizune-sensei kepada Sasuke.

"Hn, kepalanya terkena lemparan bola volly karena sok bisa bermain volly." Jawab Sasuke dengan nada yang datar.

"Oh, baiklah. Kuperiksa dulu." Shizune-sensei memeriksa keadaan Naruto.

"Dia tidak apa-apa, dia cuma kepusingan(?). Tapi Sasuke-san, tumben kau perhatian pada seorang gadis."

"Hn, hanya kebetulan lewat." Ucap Sasuke. Shizune-sensei yang mendengar jawaban Sasuke itu hanya terkekeh.

'Hn, dia itu yang bermain menjadi Christa Renz. Aku melihatnya saat para roleplayer memasang foto asli mereka karena takut Disable.' Batin Sasuke.


Disable: Penutupan akun oleh Pihak Facebook. Dan ada roleplayer yang memasang foto cosplay agar tidak terkena disable. Awalnya ada isu yang menyebar, jika tidak ingin disable maka harus memakai foto asli. Dan disini, Naruto pernah memakai foto realnya supaya tidak disable. Disable biasanya disebabkan karena terlalu banyak yang memakai sebuah nama yang sama. Misalkan 'Mikasa Ackerman', jika nama tersebut ada 100 maka katanya hanya akan disisakan satu oleh pihak Facebook.

Minna-saan, kami tau chapter kedua ini pendek-ssu. gomen ne kudasai. ne, ne minna-san. Arigatou-ssu buat yang udah baca dan ngereview ff kami ini. dan makasih buat yang udah nge-fav dan nge-follow ff kami ini juga-ssu! X3

ne, ne, minna-san. sampai jumpa dichapter depaaannn~~ :D
*Melungker dikasur
#tidur :v