Chapter 1

.

.

.

Halo semua! Selamat membaca yaa… semoga kalian suka sama ceritaku :3 kalau gak suka, gak papa sih.. Eh, ngomong ngomong, aku mau kasih tau nih! Kalau gak salah udah ada di Prolog..

Couple cerita ini adalah…

HunHan

ChanBaek

KaiSoo

SuLay

ChenMin

KrisTao

Tetapi…, khusus untuk…

Luhan,

Baekhyun,

Kyungsoo,

Lay,

Xiumin,

Tao

Mereka… Hayooo! Siapa yang udah tau? Mereka kenapa?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

MEREKA SWITCH GENDER!

Gak papa kan kalo mereka switch gender? Aku sih sebenernya suka suka aja BxB, cuman lagi males nulis BxB aja makanya GS.. Hehehe….

Mending, langsung ke setory aja yuk? #RIPEnglish

SELAMAT MEMBACA

" Baekhyun, ireona! "

" 5 menit "

" Ani! Bangun sekarang juga "

" Ayolah Kyungsoo eomma " Rajuk Baekhyun menggunakan aegyo-nya kepada yeoja bernama Kyungsoo yang dipanggil eomma oleh Baekhyun itu untuk membiarkannya tidur lagi selama beberapa menit. Tapi, sayangnya…

" Ani! Bangun sekarang! " Yap, tak diizinkan

" Sudahlah, Kyung. Percuma membangunkan Baek segini paginya " Kata seorang yeoja dengan muka yang sangat manis dan bermata rusa.

" Bagaimana bisa sudahlah, Lulu?! Ini bahkan sudah jam 8 pagi! " Jawab Kyungsoo pada yeoja bernama Luhan tapi lebih suka dipanggil Lulu itu

" Bagiku ini masih jam 4 pagi kau tau itu, kan? " Jawab Baekhyun dari bawah bantal

" Tidak, sekarang mandilah! Kita ada janji dengan Lay, Tao dan Xiumin kan? "

" Egghhh! Baiklah! "

-BAEKHYUN POV-

" Egghhh! Baiklah! " Jawabku

Aku langsung menuju kamar mandi untuk mandi karena DIPAKSA. Yah, mau gimana kagi? Kami bertiga memang membuat janji dengan mereka sih hari ini. Tapi, kenapa harus sepagi ini sih janjiannya? Apa mereka ingin membunuhku karena kekurangan tidur, eoh?

-setelah selesai mandi-

Saat aku selesai mandi, aku langsung memakai baju yang sudah kusiapkan tadi. Baju yang kusiapkan sekaligus kupakai adalah celana jeans dengan atasan baju kemeja lengan buntung berwarna putih dan sepatu kets berwarna abu-abu. Rambut panjangku kubiarkan terurai dengan bebas, tetapi disisir rapi. Yap, tebakan kalian benar! Aku itu seorang yeoja tomboy, sama seperti Luhan dan Tao, tapi berbeda dengan Kyungsoo, Xiumin dan Lay.

Setelah aku bernarasi kepada para pembaca (#abaikan), aku langsung menuju lantai bawah takut dimarahi oleh Kyungsoo eomma. Kalian penasaran kenapa aku memanggilnya dengan sebutan eomma? Karena sifatnya seperti seorang eomma. Ia pintar memasak juga mengurus rumah. Jadi setiap hari, aku dan Luhan memakan makanan yang super enak dan hidup di rumah yang sangat bersih. Tentu saja, itu semua karena sifat Kyungsoo XD

" BAEK! CEPATLAH TURUN KEBAWAH SEBELUM MAKANANMU KUAMBIL, LHO! " Teriak seseorang dari bawah

Saat mendengar itu, aku langsung menuju lantai bawah sambil berteriak, " AH! JANGAN AMBIL MAKANANKU, LUUUU! "

Sesampainya aku dibawa –meja makan lebih tepatnya, aku melihat Luhan yang sedang duduk di salah satu kursi meja makan sambil tertawa, " Hahaha! Baek, aku hanya bercanda, tenanglah! "

" Bagiku itu tidaklah bahan bercandaan, Lu! " kataku sambl mem-pout kan bibirku

" Cepatlah makan makananmu, kita harus segera berangkat menemui mereka! "

" Alah, bilang saja kau ingin cepat-cepat meminum bubble tea, kan? "

" Yak, kau terlalu mengenalku Byun Baekhyun! "

" Kuanggap itu sebagai pujian, nona Luhan " kataku sambil sedikit membungkuk dan tertawa

-setelah selesai makan-

" Tunggulah disini, aku dan Kyung akan ganti baju dulu " kata Luhan sambil masuk kedalam kamar

" Siap! " Jawabku pas sesaat sebelum Luhan menutup pintu kamarnya. Terdengar suara pintu tertutup lagi, dan itu mengarah ke pintu kamar Kyungsoo menandakan dia sudah ingin berganti baju juga.

Aku menunggu mereka diruang tamu sambil menonton TV. Saat aku masih mengganti-ganti channel TV, terdengar dua pintu terbuka yang menandakan mereka berdua sudah selesai berganti baju. Aku melihat kearah Luhan. Ia memakai celana denim dengan baju kemeja lengan buntung berwarna abu-abu dan sepatu kets berwarna hitam. Rambutnya yang se-pinggang itu ia kuncir menjadi satu. Setelah melihat Luhan, aku berpaling melihat Kyungsoo. Ia memakai rok hitam dengan baju kemeja lengan panjang berwarna hijau susu dan sepatu boots berwarna putih. Rambutnya yang sepunggung ia biarkan terurai, tapi rambut dibagian samping kanan dan kirinya ia kepang kecil dan diikat kebelakang untuk memberi kesan imut.

Karena menurut kami, kami sudah terlalu lama, kami segera berangkat karena takut mereka sudah menunggu disana.

-END OF BAEKHYUN POV-

.

.

.

" Hahh! Dimana mereka?! "

" Sabarlah, Tao "

" Bukan begitu! Masalahnya, kita sudah menunggu selama 10 menit tapi mereka belum terlihat batang hidungnya sekalipun, Min! "

" Paling juga Baekhyun yang telat bangun, iyakan Lay? "

" Hmmm, bisa jadi. Dia kan yang paling malas bangun "

`Dasar, yeoja pemalas! Tidak dapat kekasih, baru tau rasa dia!' umpat Tao dalam hati pada Baekhyun. " Hhh! Baiklah! " Jawab Tao sambil mendengus kesal. Tentu saja kesal, siapa yang tidak marah jika sudah menunggu selama 10 menit lamanya tapi temannya belum juga terlihat batang hidungnya sekalipun?

Klining Klining

Saat mendengar itu, ketiga yeoja itu langsung melihat menuju pintu masuk untuk memastikan siapa tau teman mereka yang datang. Tetapi, pupus sudah harapan mereka. Yang datang hanyalah 6 namja yang kerennya sampai tingkat dewa (#Bhak! Lebay amat! Abaikan itu). Semua yeoja yang berada di dalam café bubble tea itu memandang mereka karena terpukau akan wajah para namja itu yang memang sangat tampan dan keren, tetapi tidak untuk Xiumin, Tao dan Lay. Mereka malah memasang muka kecewa karena bukan teman mereka yang datang.

Sekarang terlihat bahwa keenam namja itu tengah memesan bubble tea dikasir sedangkan ketiga yeoja it u terus menunggu dengan sesekali meng-SMS ketiga teman mereka yang belum kunjung datang juga.

-sementara itu-

" Ahhh! Kenapa pagi-pagi begini sudah macet sih?! " kata Luhan yang sedang menyetir

TIN TIN! TIN TIN!

" Cepat maju, dasar mobil-mobil bodoh! " Umpat Luhan berteriak. Sementara itu, Kyungsoo dan Baekhyun yang duduk di samping jok pengemudi dan jok belakang, hanya menggelengkan kepala mereka

Ting Ting

" Ah! Aku mendapat pesan L*N* dari Xiumin! " kata Kyungsoo

" Apa pesannya? " Tanya Baekhyun sambil memutar badannya ke belakang untuk melihat Kyungsoo

" Katanya… "

KYUNGSOO'S PHONE

XIUMIN

R | Kau dimana? -09.12

09.13- Kami sedang berada dijalan, macet parahh! | R

R | Cepatlah, Tao sudah marah-marah -09.13

09.14- Nee~ kami usahakan dalam 5-10 menit sudah sampai disana | R

" Seperti itulah… "

" Ahhh! Dasar macet sialan! Terkutuk kau! "

Oh ayolah, Lu. Sang Author bahkan tidak mengerti kau bicara apa barusan? -_-

-di Café-

" Aku baru saja mendapat pesan dari Kyungsoo. Katanya, mereka sedang terjebak macet. Bersabar sebentar ne, Tao~? " kata Xiumin

" Ne, ne! " Jawab Tao malas

Tanpa mereka sadari, keenam namja tadi sedang duduk ditempat yang tak jauh dari mereka dan terus memandang mereka.

" Kalian melihat siapa? " tanya salah satu dari mereka

" Hanya melihat ketiga yeoja disana " Jawab orang yang ditanya

" Memangnya, ada apa dengan mereka, Kris? " Tanya orang itu lagi

" Aku pun tak tau Chanyeol. Aku hanya tidak sengaja melihat mereka, tapi tiba-tiba mataku tidak bisa berpaling dari mereka, -atau lebih tepatnya `darinya' " Jawab Kris santai sementara Chanyeol cemberut karena tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan

" Mereka indah Kris.. tentu saja kita tertarik. Aku sangat suka dengan yeoja yang berambut coklat itu. Bahkan walaupun dari sini aku tetap bisa melihat dimple yang dipunyainya itu. Menurutku, itu sangat manis! Menurutmu, mana yang paling cantik? Kau tidak memilih yeoja yang kukatakan barusan kan?! " Tanya yang lainnya

" Tentu saja aku takkan memilih yeoja yang kau pilih, Ho! Dia bukan tipeku! Aku lebih memilih yeoja bermata panda itu.. dia terlihat imut dimataku. Aku tak peduli dia terlihat apa dimata kalian! " Jawab Kris kepada temannya yang dipanggil Ho atau bisa dipanggil Suho

" Ck, dasar namja jatuh cinta! " Umpat Suho berbisik. Astaga Ho, memangnya kau tidak -_-.. maaf Readers, Author baru saja sweatdrop menghadapi kelakuan mereka. Bek tu de setori..

" Hei, kau juga tidak melihat yeoja yang kusuka kan Chen? " tanya Suho kepada namja bernama Chen tersebut.

" Yang bermuka tupai. Rambutnya yang dibuat messy bun sungguh membuatnya tampak sangat sexy " kata Chen terkekeh

" Hei, Sehun! "

" ….. "

" Hei, Sehun! Yak! Jangan mengacuhkanku, pabbo! " ucap namja berkulit tan pada teman berkulit pucatnya itu

" Apa sih, Kai? " Jawab Sehun

" Apa kau sebegitu sukanya dengan bubble tea mu sehingga kau mengacuhkan sahabat tampanmu ini?! " Ujar Kai kesal. Perkataan Kai sungguh ingin membuat Sehun mengeluarkan isi perutnya. 'Tampan katanya? Lebih tampan juga aku!' Batin Sehun kesal " Yap, aku sangat sangat saaaaaaangat menyukai bubble tea ku dibandingkan dengan sahabatku yang tak tau malu ini. " Ucap Sehun tanpa keraguan dikalimatnya

" Dasar albino penyuka bubble tea! " Ejek Kai kepada Sehun

" Dasar TEMSEK! " kata Sehun sambil menekan kata-kata temsek. Kai yang begitu kesal karena dipanggil temsek langsung membalasnya, " Paling tidak aku tidak bermuka datar " dan akhirnya terjadilah pertengkaran mulut antara temsek dengan albino (#abaikan julukan itu).

Klining Klining

Tiba-tiba tidak terdengar lagi umpatan-umpatan dari mulut Kai dan Sehun karena melihat seorang yeoja yang menurut mereka sangat cantik. Bahkan Chanyeol yang tidak peduli apa yang dikerjakan oleh sahabat-sahabatnya itu saja langsung mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya menuju salah satu yeoja yang baru saja datang. Chanyeol, Kai maupun Sehun. Ketiganya benar-benar terpukau akan yeoja yang baru saja masuk kedalam Café itu. Keenam namja itu melihat kalau ketiga yeoja itu berjalan menuju ketiga yeoja lainnya yang Kris, Suho dan Chen suka. Tiba-tiba entah kenapa –insting sepertinya, mereka saling memandang sambil berbisik, " Mereka semua berteman?! "

-XIUMIN POV-

" Yak! Kenapa kalian terlambat?! Baekhyun tidak bisa bangun lagi? " Tanya Tao sarkastik karena terlalu capek menunggu

" Yak! Kenapa aku?! " Elak Baekhyun tak terima

" Sudahlah, yang penting kan mereka sudah datang, bukan? Jangan bertengkar, kumohon! " lerai Lay

" Geurae! " Jawab Tao dan Baekhyun tak mau mengambil keputusan kuburan. Kalian tidak tau saja, Lay jika sudah marah akan sangat mengerikan!

" Hey, ayo cepat pergi dari sini! " Kataku sambil ketakutan. Yang lainnya melihatku dengan tatapan bingung

" Mwo?! Aku baru mau membeli bubble tea ku.. " Ucap Luhan sambil mem-pout kan bibirnya

" Ada apa, Min? apa kau tak apa? " Tanya Kyungsoo khawatir. Ahh.. dia memang seorang sosok eomma

" A-Aku merasa sedang diawasi sedari tadi, Kyung.. " Cicitku pelan.

" S-Sebenernya aku juga. Ayo cepat, kita pergi sekarang! " Kata Lay dan Tao takut. Melihat itu, Kyungsoo memeluk kami satu-satu secara bergantian untuk menenangkan kami. Mulai dari aku, Lay lalu terakhir Tao. Kyungsoo tau, walaupun aku yang melapor duluan, dia –bahkan kami semua, tau bahwa Tao lah yang paling ketakutan. Dia memeluk Tao lama dan dibalas oleh Tao.

" Eomma… " Kata Tao lirih. Kyungsoo yang melihat itu semakin mengeratkan pelukannya pada Tao sambil berbisik, 'tak apa', 'ada kami disini', 'kau aman', dan lain-lain

" Lu, jika kau ingin membeli bubble tea, kusarankan kau segera membelinya atau kau celaka sekarang juga! " Ancam Lay kepada Luhan. Luhan yang mendengar itu langsung pergi meuju kasir untuk membeli bubble tea nya. Astaga, bagaimana mungkin Lay yang yang sangat baik jika sedang ketakutan ataupun marah akan sangat menyeramkan? Aku benar-benar tak habis pikir

" Aku sudah beli! Ayo pergi sekarang! " Kata Luhan sambil keluar Café. Kami semua langsung mengikutinya dengan cepat.

" LUUU! AKU MINTA BUBBLE TEA MUUU! " kata Baekhyun sambil berteriak

" TIDAAAAAK! THIS IS MINE! "

-sampai di Mall-

" Kyung, Kyung! Lihatlah, itu Kyung! Bukankah itu manis?! " kataku sambil menunjuk sweater berwarna putih dengan garis-garis berwarna pelangi

" Ne, kau benar. Sebaiknya kau coba, pasti sangat cocok! " balasnya

" Eum… aku mau! Tapi kau juga harus beli dengan warna yang berbeda! Aku tidak mau beli jika kau tidak membelinya juga! " ancamku. Setelah aku selesai berbicara –atau lebih tepatnya mengancam, aku bisa melihat matanya melebar seperti bola kelereng. Ahh…. Aku paling tidak tahan dengan ekpresinya yang seperti ituuu!

" T-Tapi… " Ucapan nya terpotong karena tiba-tiba ada Lay " Ada apa ini? Apa kalian sedang memilih baju? " tanyanya

" Eum.. kita sedang memilih baju. Tapi, aku mau kalian berdua juga membeli sweater ini walaupun dengan warna garis yang berbeda! Bukankah kita akan terlihat menggemaskan?! " kataku semangat. Aku bisa melihat Kyungsoo sweatdrop akan perkataanku

" Eum… baiklah, au dan Kyungsoo akan membelinya. Tapi, bukankah kau sebaiknya mencobanya dulu? Kami kan ukuran bajunya sama denganmu, kalau kau muat kami pun dipastikan akan muat! Jadi, cepatlah! " Ucap Lay panjang lebar

Aku yang mendengar kalau Lay dan Kyungsoo mau kembaran –walaupun Kyungsoo dipaksa, langsung melesat masuk kedalam ruang ganti. Saat aku sedang mengganti baju, tiba-tiba aku teringat keenam namja yang berada di Café tadi. ` Kok, aku seperti pernah melihat namja berwajah kotak itu ya? Ah, mungkin hanya perasaanku saja ' Batinku dan melupakan semua pikiranku tentang mereka dan melanjutkan berganti baju. Beberapa menit kemudian aku keluar untuk memperlihatkannya kepada mereka. Lay dan Kyungsoo langsung terpesona olehku.

" Xiu, ini kamu kan? " Tanya Kyungsoo polos

" Ck! Bukan, aku bukan Xiumin! Aku adalah arwahnya! Tentu saja aku adalah Xiumin! Mukaku yang mirip artis bernama Sohee itu masa tak dikenali?! " Kata aku marah karena pertanyaan polos yang terlontar dari bibir Kyungsoo. Lay yang melihat Kyungsoo memajukan bibirnya sepanjang 5 cm karena mendengar jawaban ku hanya terkekeh.

" Baiklah, aku akan memilih sweaternya! Lay, kau warna apa? " Tanya Kyungsoo

" Hm…aku rasa aku akan membeli yang warna hijau muda? Bagaimana menurutmu? " Tanya Lay pada aku yang dibalas anggukan olehnya

" Kalau begitu aku… biru muda, ya? " Tanya Kyungsoo semangat dan dijawab anggukan oleh Lay dan aku. Kami pun segera membayar sweater yang kami beli dan pergi menuju Game Center, tepat dimana Luhan, Baekhyun dan Tao selalu berada.

' Hahh… ini adalah saat-saat terbaik selama hidupku! Kapan lagi saat-saat terbaik selain refreshing edengan para sahabat? ` Batin ku. Kami pun segera pergi ke Game Center takut mereka menunggu

-END OF XIUMIN POV-

Sayangnya, mereka tidak menyadarinya. Bahwa sejak mereka pergi, ada 2 kelompok namja yang mengamati mereka. Entah, kelompok mana yang jahat, mana yang baik, atau dua-duanya baik, atau dua-duanya jahat? Tidak tahu..

Yang pasti… Kita nantikan saja di Chapter selanjutnya. Dahhh!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Plak.. bug.. bruk.. meongg… citt.. bruk… duarrr!

Iya iya! Bakalan dikasih tau dulu! Gile, readers disini kok pada ganas-ganas yek? Nanti gak kupasangin HunHan nihh..

Brak… bug.. bruk.. prang..!

Busett! Ampun wooiii!

R : Makanya Thor, kalau mau bikin cerita itu, ya harus diselese-in donk! Jangan setengah-setengah dongg!

A : *bisik* Ini kan juga mau tbc

R : Apa?!

A : N-Ngak kok! Gk papa!

Yang pasti, mereka harus hati-hati jika bertemu dengan mereka. Karena, akan menghasilkan dampak baik juga buruk.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC^^

Ini beneran lho! Kan udah selesai chapternya. Nanti, dilanjutin lagi dichapter selanjutnya. Jangan pada marah yekkk.. terus dukung Author dan jadikan FF Author ini berada di Library mu!