WARNING: typo(s),AU,OOC,alur gaje,Abal, Mature content

Pairing: SasuHina

Summary: penjualan narkoba, pembunuh bayaran, prostisusi/ Bunuh Pein untuk ku/" Ku dengar yang menembak mati Pein wanita itu"/"Pelacur itu ikut mereka ber2?"/ SasuHina/Warning Inside/DLDR!/RnR?/

-sebelumnya-

"Maaf nona aku tak bawa cukup uang untuk membeli tubuh mu itu"

"Gratis, ku beri kau gratis sebagai ucapan terimakasih, bagaimana?" goda Hinata lagi dan kini ia mulai berani mencium pipi Sasuke, kemudian Sasuke menahan Hinata

"maaf nona, tapi tubuh ku bukan untuk wanita kotor seperti mu" ucap Sasuke lagi, kini ia menatap mata Hinata betapa terkejutnya saat ia melihat mata itu, mata seindah rembulan, ada kesakitan amat dalam dan kelembutan menyatu disana, dan juga kenangan...

"Hinata?"

Wajah Hinata berubah pucat, ia tau siapa pemuda didepannya, Hinata tak punya teman laki-laki siapapun di Konoha apalagi Suna selain Uchiha Sasuke—teman kecilnya yang menghilang semenjak pembantaian keluarga Uchiha yang sekarang ia dengar telah menjadi pembunuh bayaran bernama Gagak Merah, namun tak akan mengira bertemu dengan Sasuke saat ini.

"Sasuke-kun?"

Tanpa aba-aba Sasuke memeluk tubuh wanita didepannya, merengkuh wanita itu begitu erat

"Kenapa kau ada disini Hinata? Kenapa? Pelacur? Kau bekerja sebagai pelacur?!"

"Hiks... Sasuke-kun, go-gomen" Hinata berusaha menahan tangisnya tapi tak bisa. Sasuke melepaskan pelukan eratnya dan langsung menarik Hinata pergi bersamanya, kembali ke flat milik Sasuke.

.

.

BLAM

Sasuke menutup pintu flat keras, dan itu membuat Gaara yang sudah bersiap tidur terkejut dan keluar kamar "Oi ada apa dengan mu"

"Hn"

"Oi siapa wanita ini?" Gaara kembali terkejut saat dilihatnya Sasuke menggandeng wanita yang cantik, ya Gaara akui itu

"Bukan urusan mu, sana pergi"

Gaara yang tidak mengantuk lagi tak juga pergi malah ia kembali ke sofa duduk dekat Sasuke yang sudah membuka jaket hoodienya "Bisa kau jelaskan apa yang terjadi disini?" Gaara menatap Sasuke dan Hinata bergantian

"Dia teman ku"

Gaara menatap Sasuke tak percaya,sejak kapan Sasuke punya teman perempuan dan sangat cantik itu "Teman? Aku tak pernah—"

"Dia teman ku di Konoha" Sasuke lekas memotong perkataan Gaara, dan hanya di tanggapi dengan oh ria oleh Gaara

"Hinata, ceritakan padaku semuanya" kini atensi Gaara dan Sasuke langsung tertuju pada Hinata yang sejak tadi duduk tak nyaman

"Uh.. Sa-saat ini aku bekerja di H-Happy h-house, Sasuke-kun"

Gaara menaikkan alisnya, 'Happy House? Berarti dia?'

"Lalu?" tanya Sasuke lagi

"Penghasilan ku t-tak cukup besar d-di bagian tengah, j-jadi aku nekat ke bagian barat Suna" jawab Hinata hati-hati

"Apa Pein tau?" tanya Gaara yang mulai penasaran, Hinata cukup terjekut mendengar Gaara menyebut nama bosnya itu "P-pein-sama tidak tau"

"Hahhh berengsek" Sasuke mengusap wajahnya dengan telapak tangannya "Sasuke-kun.. bagaimana k-kau tau d-dengan Pein-sama"

"Besok dia akan melakukan transaksi narkoba"

Hinata tak terlalu terkejut, Hinata sudah berpikir Pein pasti juga melakukan hal lain selain menjadi bos di Happy house

"Be-begitu ya..."

"Dan kami akan membunuhnya juga" ujar Gaara menambahkan, wajah Hinata berubah pucat lagi menatap Gaara dan Sasuker bergantian Hinata cukup terkejut, membunuh Pein?

"J-jangan lakukan... ku mohon Sasuke-kun jangan bunuh Pein-sama"

"Apa-apaan kau Hinata?! Dengan begitu kan kau bisa pergi dari Happy house kau tidak akan bekerja seperti ini lagi!"

"Kau tidak tau ! Pein-sama sudah menampung ku, di-dia juga sudah em-menjaga ku dari orang-orang di luar sana, ku mohon Sasuke, a-aku tidak punya tempat tinggal la-lagi"

"Kami akan membunuhnya, titik aku tidak akan membuat perubahan rencana"

"Sasuke-kun... kau mau aku dijalanan? Aku tidak punya apa-apa jika Pein-sama mati!" lagi-lagi air mata Hinata menetes di pipinya

"Kau memiliki aku! Kau mengerti Hinata?! Aku akan menjaga mu, aku sudah berjanj saat kecil, aku akna menjaga mu dari orang-orang yang menyakiti mu Hinata, kau tak sendirian " Sasuke membentak dan lalu memeluk Hinata, mendekap Hinata bagaikan barang kesayangan miliknya.

"Hiks.. Sasuke-kun.. a-aku tak tau"

"Kenapa? Kenapa kau berkata seperti itu?" masih memeluk Hinata suara Sasuke melembut, dan tak pernah sedikit pun Gaara membayangkan adegan ini di depannya,

"A-aku sudah lama tak bertemu dengan mu, a-aku masih ragu S-Sasuke-kun"

"Hinata, tatap aku...aku akan menjaga mu, kau percaya kan? Aku masih Sasuke mu yang lama"

"Setidaknya kau lebih sadis saat ini" Gaara berbisik namun sayang suaranya terlalu keras untuk disebut bisikan

"Tinggallah bersama ku setelah ini, mengerti?"

Tak ada jawaban dari Hinata, tapi Sasuke yakin Hinata akan percaya lagi padanya, akan kembali pada Sasuke. Untuk malam ini Hinata diminta Sasuke untuk bermalam di flat miliknya, sebagai gantinya Sasuke akan member Hinata 3 juta, Pein tak akan curiga kemana Hinata pergi.

'3'

'Sasuke-kun aku mohon jangan bunuh Pein-sama' kata-kata itulah yang terus mengiang terus di kepalanya

"Sasuke" suara Gaara menbuyarkan lamunannya "Apa kau sedang berpikir untuk membunuh Pein atau tidak?"

"Diamlha" Sasuke kembali focus pada beberapa pria bertubuh besar yang berjaga di depan Happy house, saat ini Sasuke dan Gaara masih menyelidiki tempat Pein,

"Kita akan membunuhnya, apapun yang terjadi, dia harus mati" ucap Sasuke kembali, ucapan Sasuke disambut dengan senyuman dari rekan setimnya, inilah yang ia suka dari Sasuke, sadis.

Sekarang Sasuke dan Gaara sedang mengamati Happy house dari gedung kosong di seberang gedung Happy house, beruntung perusahaan yang mengatasi gedung itu bangkrut sehingga Sasuke dan Gaara bisa mengawaasi target mereka dengan mudah,

"Jam berapa Pein akan pergi?"

"Dari informasi Kakashi, transaksi akan dilakukan nanti sore jam 3 di gang perbatasan Suna tengah dengan timur" jaawab Gaara,

Dari gedung tua itu, mereka berdua bisa lihat beberapa wanita berpakaian seksi keluar masuk gedung Happy house "Aku heran kenapa teman wanita mu itu bisa bekerja dengan Pein" tak ada tanggapan apapun dari Sasuke, ia pun heran kenapa temannya itu bisa bekerja sebagai pelacur, bukankah Hinata adalah salah satu anak dari keluarga yang terkenal di Konoha, tak mungkin Hinata bisa bekerja sebagai pelacur.

"Diamlah, cukup focus saja berengsek!"

Gaara mendengus kesal, "Lihatlah siapa yang baru masuk ke gedung itu Sasuke" Gaara menunjuk seseorang dengan dagunya, dengan malas Sasuke melihat ke gedung sebrang,

'Hinata'

"Sepertinya dia mendapat uang cukup banyak untuk Pein" celoteh Gaara lagi, Sasuke kesal jika Gaara sudah kumat cerewetnya

"Kita akan membawanya setelah membunuh Pein"

Gaara melongo melihat rekannya "Tunggu, kau serius akan membawanya? Kau gila? Bagaimana jika ada anak buah Pein untuk menghentikannya?"

"Lalu apa gunanya pedang dan pistol mu itu? Untuk berburu burung dan rusa?"

"berengsek kau Uchiha, maksud ku kita tak setiap saat di flat, bagaimana jika dia di buru anak buah Pein? Kau taukan, wanita yang sempat kabur dari Pein dan tinggal di flat kita di lantai 2 hampir dibunuh oleh Pein karena rugi besar?"

"Bunuh mereka semua! Aku. Tidak. Peduli. Kita bawa Hinata flat !" Suara Sasuke meinggi 1 oktaf, dia bertekad untuk melindungi Hinata, dan dia akan tetap melakukan itu,

"Baiklah tuang Uchiha, kita akan membawanya ke rumah "

Percakapan mereka berhenti setelah Sasuke melihat Pein mulai keluar dari Happy house, segera saja Gaara dan Sasuke mengikuti Pein dan anak buahnya

"Kakashi akan terlambat, terjadi pemberontakan para bandit bandit di kota" ucap Gaara yang menerima pesan dari Kakashi

"Tidak perlu menunggu kepolisian tak berguna seperti mereka, kita akan menghabisi mereka" jawab Sasuke lagi.

.

.

Terlihat beberapa laki-laki berjaga di depan gang, Sasuke dan Gaara berpencar, Gaara mulai mengambil pistol yang di sembunyikan di dalam jaket miliknya,

Dor

Dor

Dor

Tiga tembakan berhasil dilepaskan, dan semua tepat sasaran, seketika 3 orang penjaga tertembak di kepalanya dan mati di tempat, Sasuke yang sudah bersembunyi segera berlari ke dalam gang, terlihat beberapa kelompok laki-laki menahan jalan Sasuke

Dor

Dor

Kembali Gaara menarik pelatuknya

Sraaak sraaak

Sasuke melepaskan katana miliknya dan menebas para penjaga, darah berceceran dimana-mana, mayat pun mulai berjatuhan

"Kuuh aku benci bau darah" gerutu Sasuke , mereka berjalan lagi ke dalam gang, bisa dilihat Pein sudah memegang pistol miliknya, dan beberapa bungkus narkoba yang tergeletak di lantai

"Jangan bergerak! Atau ku tembak!" teriak Pein, Gaara mengacungkan pistol miliknya pada Pein

"Kau pikir aku takut dengan gertakan mu itu? Haha lucu sekali kau Pein"

"Berengsek! Gagak Merah tidak tau diri, kau pikir siapa yang memiliki kuasa besar di Suna hah?!"

"DIAM!" Gaara berteriak kencang, Sasuke mulai berjalan perlahan mendekati bungkusan narkoba yang tergeletak di lantai

Dor

Dor

Anak buah Pein yang menyadari pergerakan Sasuke mulai membabi buta dan menembaki kearah Sasuke, dengan gesit Sasuke menghindari peluru-peluru anak buah Pein, baku tembak pun tak terlewatkan untuk Pein dan Gaara

dor

sraaak sraaak

Sasuke kembali menebagis anak buah Pein yang menghalanginya, darah bagaikan hujan yang tak hentinya membasahi gang, setengah tempat itu sudah berceceran darah

"Berengsek kalian semua!" Pein mulai menembaki Gaara dan Sasuke saat menyadari anak buhanya sudah tak bernyawa, dan hanya tertinggal dirinya,

"Sasuke awaaaas!"

"Akhh berengsek!" Sasuke yang sedikit lengah terkena tembakan di kaki kanannya, Pein kembali menembaki kearah Sasuke yang sudah tak bias menghindar dengan cepat

Dor

Dor

"Keparat kau!" Gaara yang menyadarinya mulai menembak kearah kaki Pein hingga Pein tersungkur ke tanah, kakinya sudah tak bisa digerakkan lagi, Gaara mendekat dan menendang tangan Pein yang memegang pistol hingga pistol yang Pein pegang terlempar , dan Sasuke yang mendekat segera mengambil katananya, tanpa belas kasihan Sasuke menancapkan katanyanya ke tangan Pein yang terbuka

"Akkhhh berengsek kalia semua !" Pein berteriak kesakitan,

Gaara mengacungkan pistolnya ke dahi Pein "Kau yang pertama menodongkan pistol mu pada kami, jadi jangan salah jika kau berakhir seperti ini Pein"

"Akkkh! Diam kalian semua ! dasar kalian sampah!"

Gaara yang kelewat kesal mulai menembak bahu Pein

Dor

"Bagaimana rasanya Ha? BAGAIMANA?!" Gaara sudah kembali menodongkan pistolnya kemulut Pein

"Hentikaaan! Ku mohon hentikan !" seseorang berteriak dan itu membuat Gaara dan Sasuke menengok terkejut

"Hinata?"

"Sedang apa kau disini haaahhh" Sasuke berusaha mendekati Hinata yang ternyata berteriak tadi

"Kalian berdua... ku mohon ja-jangan bunuh Pein-sama hiks... Sasuke-kun"

Sasuke terbelalak "Hinata? Apa yang kau bicarakan?"

"Hoo? Kau mengenal wanita itu? Si pelacur kesayangan ku? Hahakau kekasihnya?" Pein bersuara lagi,

"Sasuke-kun?" Hinata mendekat pada Sasuke yang tak bis bergerak banyak karena kakinya tertembak ,

"Lepaskan P-Pein-sama Gaara-san"

"Dengar? Kau dengar itu? Kekasih rekan mu itu memohon, lihat hahahha pelacur itu menolong ku"

"Diamlah kau berengsek!" Gaara meginjak perut Pein "Kyaa Gaara-san"

"Diamlah kau juga!" Gaara berteriak pada Hinata, Gaara tak habis pikir kenapa Hinata bisa disini dan menghentikan mereka

"Aku mengikuti kalian, dari tadi... saat aku mendengar kalian akan membunuh Pein-sama , aku mengikuti Pein –sama" jelas Hinata

"Oi pelacur sialan! Jangan banyak bicara! Cepat tembak mereka sekarang! Bunuh mereka pelacur sialan!"

"A-aku tidak punya siapa pun... semenjak keluarga ku di rampok dan dibantai...Konoha membuang keluarga Hyuuga, hiks... Ko-Konoha menghancurkan semua barang bukti perampokan itu.. k-ku dengar pemerintahan Konoha memang berencana menghabisi keluarga Hyuuga, ka-karena ayahb ku tau pemerintah Konoha melakukan korupsi besar-besaran, d-dan aku... aku tak punya rumah, aku bertemua Pein-sama d-dan menjadi pelacur di H-Happy house"

"Hinata... maafkan aku"

"Hoi pelacur siala cepat bunuh mereka!"

"Diam!" lagi-lagi Gaara menginjak perut Pein "aku.. aku tak punya rumah saat ini, tapi sekarang"

Hinata berjalan perlahan kearah sesuatu, memungut benda yang sempat ada di tangah Pein, "aku sekarang memiliki Sasuke... dan aku, tak mau menjadi budak seks mu lagi"

Hinata menarik pelatuk dari pistol Pein, menembaki tubuh Pein sampai-sampai darah Pein menyebur kesana kemari, Gaara dan Sasuke hampir tak bisa berbicara dengan apa ia lihat, apalagi Sasuke, Sasuke bisa tau Hinata sudah terlalu stress dengan perlakuan Pein, Hinata ingin bebas dan artinya Hinata percaya dengannya.

-TBC-

Halo mina-san ~~~ astaga hampir lupa ngepost ini T.T huhuhuhu

Jangan lupa review, follow dan favorite yaaaaa, maaf semua review tak dibalas karena gak ada waktu T.T tapi aku baca semua looh thanks 3 !

R

E

V

I

E

W